cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 750 Documents
Literature Review tentang Hubungan Psikologis terhadap Kejadian Hiperemesis Gravidarum: Literature Review about the Relationship Between Psychology on the Hyperemesis Gravidarum Occurrence Vaya Luthfi Salsabila Anshory; Nurul Hasanah; Novia Fransiska Ngo
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i1.844

Abstract

Nausea and vomiting affect up to >50% of pregnancies. Hyperemesis gravidarum is vomiting that occurs in early pregnancy until 20 weeks of gestation. The incidence of hyperemesis gravidarum in Indonesia is still quite a lot. The cause of this disease cannot be known with certainty, but it is carefully adjusted by thyroid hormone, Helicobacter pylori infection, and psychology. This study use literature review as a research method. This literature review study aims to determine the relationship between psychology on the hyperemesis gravidarum occurrence. Searches were performed by searching articles using electronic databases or search engines i.e Google Scholar, Harzing’s Publish, and Pubmed. The year of publication was limited between 2016 and 2021 in Indonesian and English language. The results were obtained 27 studies from International and Regional journals that are suitable with the inclusion criteria. The number of samples was 654.363 pregnant women are devided into case and control groups. The results of this literature review showed that psychology was found to be associated with hyperemesis gravidarum (96,3%). It can be concluded that psychological factors were found to be associated with the hyperemesis gravidarum occurrence.
Front Cover, Editorial Information, Table of Content, Author Guideline, Back Cover Editor Jurnal Sains dan Kesehatan
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.846

Abstract

Analisis Faktor Risiko pada Kejadian Masuk Rumah Sakit Penyakit Jantung Koroner di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya: Analysis of Risk Factor for Hospital Admission With Coronary Heart Disease in Husada Utama Hospital Surabaya Sirilus Deodatus Sawu; Antonius Adji Prayitno; Yosi Irawati Wibowo
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i1.856

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di seluruh dunia. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi morbiditas dan mortalitas akibat PJK, antara lain faktor risiko kardiovaskular dan penyakit penyerta. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara faktor risiko kardiovaskular dan penyakit penyerta yang dimiliki terhadap keparahan kejadian masuk rumah sakit pasien yang dilihat dari jenis PJK maupun lama perawatan. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang melibatkan seluruh pasien PJK yang dirawat di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya pada periode Januari 2018 sampai dengan Desember 2019. Data pasien diambil berdasarkan data rekam medis. Analisis data menggunakan teknik univariat, bivariat, dan multivariat. Terdapat 116 pasien yang masuk rumah sakit dengan diagnosa unstable angina, NSTEMI dan STEMI. Faktor risiko yang paling banyak ditemukan adalah usia diatas 65 tahun, pria, memiliki riwayat hipertensi dan diabetes melitus. Penyakit penyerta yang paling banyak dialami yaitu gagal jantung. Terdapat hubungan yang signifikan antara hipertensi dengan jenis PJK yang dialami saat MRS (p=0,032). Sedangkan jumlah penyakit penyerta secara signifikan berpengaruh terhadap lama perawatan pasien PJK di rumah sakit (p=0,000). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah faktor risiko hipertensi dan jumlah penyakit penyerta berpengaruh terhadap jenis dan lama perawatan pasien PJK, secara berurutan.
Usia dan Paritas Tidak Berhubungan dengan Ekspresi Estrogen Reseptor (ER) dan Progesteron Reseptor (PR) pada Kanker Payudara Invasif No Special Type (NST) di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda: Age and Parity Are Not Related with Estrogen Receptor (ER) and Progesterone Receptor (PR) Expression in Invasive Breast Cancer of No Special Type (NST) at Abdul Wahab Sjahranie Hospital, Samarinda Fauziah Putri Chatamy; Nurul Hasanah; Hadi Irawiraman
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i2.868

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak ditemui pada perempuan serta menjadi salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas pada perempuan di seluruh dunia. Di Indonesia pada tahun 2020 terdapat kurang lebih 65.000 kasus baru, dengan perkiraan jumlah kasus dalam 5 tahun terakhir sejumlah 200.000 kasus. Status reseptor hormonal Estrogen Receptor (ER) dan Progesterone Receptor (PR) dipakai sebagai standar dalam menentukan prognosis dan prediksi terhadap respon dari suatu modalitas terapi tertentu pada kanker payudara invasif NST melalui pemeriksaan imunohistokimia. Faktor risiko terkait hormon yang mempengaruhi paparan estrogen dan progesteron diduga berkaitan dengan kanker payudara yang mengekspresikan ER/PR positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dan paritas dengan ekspresi ER/PR pada kanker payudara invasif NST. Penelitian ini merupakan studi analitik cross sectional dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari 82 sampel kanker payudara invasif NST di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda periode 2019-2020 dengan teknik purposive sampling. Analisis hubungan pada semua variabel menghasilkan nilai p>0,05. Hubungan antara usia dan paritas dengan ekspresi ER/PR menghasilkan nilai p secara berurutan 0,344 dan 0,977. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia dan paritas dengan ekspresi ER/PR pada kanker payudara invasif NST di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.
Uji Efek Tonikum Ekstrak Etanol Daun Pecut Kuda (Stachytarpheta jamaicensis L. Vahl) pada Mencit Putih Jantan (Mus musculus): The Tonicum Effect of Ethanolic Extract of Stachytarpheta jamaicensis Leaves in White Mice Male (Mus musculus) Yuliawati Yuliawati; Rofifah Dhia Savira; Diah Tri Utami
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i1.871

Abstract

Tonic is a substance that can increase the bodys defense system. The stimulant effect that is intertwined with the tonic effect is carried out by the central nervous system. Pecut kuda leaf and bases are useful as stimulants and tonics. This research aims to determine the tonicum effect of ethanolic extract pecut kuda leaf in mice. This was an experimental study with completely randomized group design, using male white mice and divided into five namely two control groups (K- given Na CMC 0,5% and K+ given 13 mg caffeine) and three treatment groups (ethanolic axtract of pecut kuda with a dose 50, 100 and 200 mg/kgBW) and each treatment group was repeated 5 times. The methods used were natatory exhaustion test, hanging test and sleep induction test for the parameters observed were the mice'defense on the surface of the water, the duration of the mice endurance on the hanging device and the time the mice fell asleep.The results of the observation data using Duncan's One Way ANNOVA test. The results showed that the pecut kuda leaf extract was effective against the tonic effect test at doses of 50, 100, 200 mg/kgBW. It can be said that pecut kuda leaf extract at a dose of 200 mg/kgBW has almost the same effect as K+ (13mg caffeine).
Jumlah Koloni Streptococcus mutans pada Anak Asma dengan Pemberian Probiotik Lactobacillus reuteri : Total Colony of Streptococcus mutans in Asthmatic Children with Feeding Probiotics Lactobacillus reuteri Nydia Hanan; Teguh Budi Wibowo; FX Suhariadji
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i5.874

Abstract

Beberapa kondisi kesehatan gigi dan mulut sering dikaitkan dengan asma yang diderita oleh anak-anak. Salah satunya adalah meningkatnya kejadian karies gigi serta penurunan produksi saliva, juga perubahan kondisi rongga mulut yang berpeluang menyebabkan terjadinya karies. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah koloni Streptococcus mutans pada anak asma yang diberi pakan probiotik Lactobacillus reuteri. Penelitian ini melibatkan empat belas subjek berusia 9-12 tahun, tujuh anak penderita asma dan tujuh anak non-asma (kelompok kontrol). Plak subjek diambil kemudian dihitung koloninya. Setelah pengambilan plak, sampel diminta untuk meminum tablet probiotik dua kali sehari setelah makan. Dilakukan selama 2 minggu. Perhitungan jumlah koloni Streptococcus mutans sebelum dan sesudah pemberian tablet hisap probiotik pada anak kelompok asma dan kelompok kontrol. Rerata jumlah Streptococcus mutans sebelum pemberian probiotik pada anak penderita asma yaitu 23,71x104 CFU/ml dan setelah pemberian probiotik 10,14x104 CFU/ml. Sedangkan pada kelompok kontrol (non-asma), jumlah Streptococcus mutans sebelum pemberian probiotik adalah 14,29 x104 CFU/ml dan setelah pemberian probiotik 9,43x104 CFU/ml. Lactobacillus reuteri probiotik tablet hisap dapat menurunkan jumlah Streptococcus mutans di rongga mulut anak penderita asma.
Formulasi Masker Gel Peel Off dari Kulit Pisang Ambon (Musa Paradisiaca Var): Peel Off Mask Formulation from Ambon Banana Peel (Musa paradisiaca var) Dwi Fitrah Wahyuni; Mardiah Mustary; Syafruddin Syafruddin; Deviyanti Deviyanti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i1.875

Abstract

Peel off face mask is one type of face mask that has advantages in its use, namely that it can be easily removed or lifted like an elastic membrane. The purpose of this study was to determine the formulation of a peel off gel mask preparation made from Ambon banana peel (Musa paradisiaca var). The gel mask formulation was made on the basis of Polyvinyl Alcohol (PVA) with a concentration of 7%. The active ingredient used is Ambon banana peel which contains vitamin B6, carbohydrates, phosphorus, protein, vitamin C, and several other substances that are useful for body health and beauty as well as other ingredients such as flavonoids, tannins, and saponins. This study used experimental methods to determine the best proportion of masks from Ambon banana peels which included organoleptic tests, homogeneity, drying time, pH and dispersion. The results of the observations were organoleptic test with a characteristic brown odor and semi-solid form, homogeneity test from day 1/14 for all homogeneity formulas, pH test from day 1/14 all formulas had a good pH because they were still in range 4.5-6.5 which is 5, the dry preparation test on the 1st/14th day formula 1, 2 has good drying power because it is still in the drying time requirement of 15-30 minutes while formula 3 has a high drying power. less good than the 1st/14th day because it exceeded the drying time of the preparation, and the dispersion test on day 1 of formulas 1 and 2 met the requirements while formula 3 did not meet the requirements while on day 14 all formulas met the requirements From the results of the research that has been done, it can be concluded that the Ambon banana peel can be formulated into a peel off gel mask preparation.
Distribusi Ameloblastoma Berdasarkan Usia, Jenis Kelamin, Lokasi dan Subtipe Histopatologi di RSUD A.W. Sjahranie Samarinda Tahun 2015-2020: Distribution of Ameloblastoma Based on Age, Gender, Location and Histopathology at RSUD A. W. Sjahranie Samarinda in the Period of 2015-2020 Sarah Prinadira; Cristiani Nadya Pramasari; Syahril Samad
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i2.892

Abstract

Ameloblastoma is one of the most common benign tumors of the oral cavity originating from odontogenic epithelium. This tumor is slow-growing but aggressive, locally invasive, has a high potential for recurrence, transforms into malignant and metastasizes. Risk factors such as tumor location, tumor size, patient age, radiographic appearance, a histopathology subtype, and selection of appropriate treatment correlate with recurrence in ameloblastoma. This study aimed to determine the distribution of ameloblastoma based on age, gender, location, and histopathology subtype. This research is quantitative research with a descriptive method using medical record data subjects and paraffin slides/blocks based on predetermined inclusion criteria. Data were grouped by age, gender, location and histopathology subtype. The results are presented in the form of tables and narratives. Based on the data obtained from 27 samples in this study, the age range category of 45-54 years was the age group with the most ameloblastoma found in 11 patients (40.74%). The number of males patients was 13 patients (48.15%) and 14 patients (51.95%) found on females. Most ameloblastomas were found in the mandible, with a total of 26 patients (96.30%). The most common histopathology subtypes were follicular and plexiform histopathology subtypes with 8 patients (29.63%) each.
Pengaruh Konsentrasi Karbomer-940 pada Sediaan Emulgel Minyak Zaitun dan Ekstrak Daun Kelor: Effect of Carbomer-940 Concentration on Olive Oil Emulgel and Moringa Leaf Extract Preparations Sheila Ameyfiana Habiba; Dara Pranidya Tilarso; Amalia Eka Putri
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i2.894

Abstract

Ekstrak daun kelor dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan karena mengandung senyawa flavonoid. Dibuat sediaan emulgel kombinasi antara minyak zaitun dan ekstrak daun kelor untuk meningkatkan efektivitasnya sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi karbomer-940 terhadap stabilitas fisik sediaan emulgel dengan variasi konsentrasi (F1) 0,25%, (F2) 0,5%, dan (F3) 0,75%. Evaluasi yang dilakukan meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar, uji viskositas, uji daya proteksi, dan uji ketengikan selama penyimpanan maksimal 28 hari. Hasil analisis statistik menunjukkan variasi Karbomer-940 secara signifikan mempengaruhi stabilitas fisik sediaan emulgel seperti pH, daya lekat, daya sebar, dan viskositas (p<0,05).
Hubungan Praktik Pemberian Makanan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat: Relationship Between Feeding Practice with The Incidence of Stunting in Toddlers at The Barong Tongkok Health Center, Kutai Barat Regency Fadzilah Nur Qolbiyah; Riries Choiru Pramulia Yudia; Meiliati Aminyoto
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.901

Abstract

Stunting adalah keadaan gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis. Penyebab masalah pertumbuhan pada awal kehidupan disebabkan oleh masalah kurang gizi, pemberian makanan pendamping air susu ibu terlalu dini atau terlalu lambat, dan pemberian makanan yang tidak sesuai usia. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan praktik pemberian makanan dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Barong Tongkok Kutai Barat. Desain penelitian ini observasional analitik dengan metode kasus kontrol. Data diperoleh dari kuesioner dan data pasien di Puskesmas Barong Tongkok dengan teknik purposive samplingdidapatkan 32 kasus dan 32 kontrol. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan uji fisher’s exact. Analisis data secara statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara frekuensi makanan dengan p= 0,740 (p lebih besar 0,05), jenis makanan dengan p = 1,000 (p lebih besar 0,05), jumlah makanan dengan p = 0,545 (p lebih besar 0,05), dan praktik pemberian makanan dengan p = 1,000 (p lebih besar 0,05) dengan kejadian stunting. Tidak terdapat hubungan antara frekuensi, jenis, jumlah, dan praktik pemberian makanan dengan kejadian stunting. Pemberian makanan cukup gizi dalam jangka waktu yang pendek mengakibatkan asupan gizi tidak terpenuhi.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue