cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 750 Documents
Studi Pustaka Peningkatan Nilai SPF (Sun Protection Factor) pada Tabir Surya dengan Penambahan Bahan Alam: Review: Additional Natural Materials to Enhance SPF (Sun Protection Factor) Value of Sunscreen Product Vinka Avianka; Yanni Dhiani Mardhiani; Rahmat Santoso
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i1.664

Abstract

Paparan sinar matahari berlebih menimbulkan efek merugikan bagi kulit seperti eritema, immediate pigment darkening, fotoaging dan fotokarsinogenik. Salah satu upaya untuk mencegahnya yaitu menggunakan tabir surya. Filter UV organik dapat terdegradasi oleh radiasi sinar UV, yang mengurangi keefektifannya dan menghasilkan produk fotodegradasi yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit atau fotodermatosis. Sehingga tabir surya harus diformulasikan untuk menghasilkan proteksi maksimal dan pengaplikasiannya dapat diterima. Pada Review Artikel ini dilakukan penelusuran pustaka dari artikel yang telah dipublikasikan dalam skala Nasional maupun Internasional untuk melihat pengembangan peningkatan kinerja tabir surya, yaitu tabir surya yang ditambahkan bahan alam termasuk senyawa bioaktif yang berpotensi meningkatkan nilai SPF. Didapat hasil penelusuran pustaka yaitu bahan alam dari minyak kedelai, kulit buah rambutan, blueberry, batang Aulonemia aristulata (Döll) McClure., bocaiúva almond oil, biji kakao, Scutellaria radix, dan senyawa bioaktif oleuropein, rutin, asam ferulat, kafein, dan morin dapat meningkatkan SPF dan dapat dibentuk mejadi bentuk sediaan emulsi, nanoemulsi, emulsi dengan sistem nanopartikel, Gelatin Nanoparticles (GNPs), Nanostructured Lipid Carriers (NLC), dan mikropartikel.
Evaluasi Terapi Obat Diare pada Pasien Balita Rawat Jalan di Puskesmas Tanjung Pinang, Kota Jambi Tahun 2019: Evaluation of Diarrhea Drug Therapy in Outpatient Toddler Patients at Tanjung Pinang Health Center, Jambi 2019 Tessi Silviavitari; Rasmala Dewi; Mukhlis Sanuddin
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.678

Abstract

Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti Indonesia. Di indonesia diperkirakan penderita diare sekitar 60 juta keadaan setiap tahunnya, sebagian besar (70-80%) dari penderita ini adalah anak-anak dibawah umur 5 tahun. Diare adalah buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dengan frekuensi lebih sering dari biasanya (tiga kali atau lebih) dalam satu hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan terapi pengobatan diare pada pasien balita Di Puskesmas Tanjung Pinang Kota Jambi tahun 2019. Meliputi jenis kelamin, usia, obat diare yang digunakan, tepat indikasi penyakit, tepat dosis, tepat cara pemberian, dan tepat lama pemberian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan metode pengambilan data secara retrospektif menggunakan data sekunder yaitu berdasarkan data resep dan buku riwayat penyakit. Penelitian ini dilakukan pada periode januari-desember tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi terapi obat diare pada pasien balita berdasarkan jenis kelamin ialah pada laki-laki (50,27%), berdasarkan usia ialah 2 – 5 (58,91%), dan berdasarkan obat diare yang paling banyak digunakan ialah oralit (47,58). Sedangkan data kualitatif yaitu tepat indikasi ialah oralit (100%), tepat dosis ialah zinc (94,01%), tepat cara pemberian ialah oralit (100%) dan tepat lama pemberian ialah Oralit (100%). Evaluasi penggunaan obat diare berdasarkan kerasionalan obat yang paling banyak digunakan adalah oralit.
Gambaran Pola Asuh Anak Obesitas Usia 5–12 Tahun di SD Negeri 09 Rangkang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat: Description of Parenting Childhood Obesity Age 5-12 Years at SD Negeri 09 Rangkang, Bengkayang Regency, West Kalimantan Celine Angely; Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho; Venti Agustina
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.679

Abstract

Obesitas merupakan kondisi dimana terjadinya penumpukan lemak secara berlebihan di dalam tubuh. Banyak masyarakat dan orang tua beranggapan bahwa seorang anak yang memiliki postur tubuh gemuk kelihatan sehat dan menggemaskan. Sehingga hal ini yang membuat banyak orang tua merasa bangga jika memiliki anak dengan postur tubuh gemuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pola asuh anak obesitas usia 5–12 tahun di SD Negeri 09 Rangkang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Sehingga pada akhirnya akan menjadi masukkan kepada orang tua dan dengan demikian upaya pencegahan dapat dilakukan agar prevalensi terjadinya obesitas di kalangan anak usia Sekolah Dasar bisa dikendalikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam (in depth interview). Pola asuh yang diterapkan orangtua kepada anak yaitu pola asuh demokratis. Ketika anak meminta sesuatu kepada orangtua tidak langsung diberikan, namun harus ada syarat atau hal tertentu yang dikerjakan oleh anak. Kesimpulan dari penelitian ini, pola asuh makan yang diterapkan yaitu emotional feeding dan control over eating.
Distribusi Pencabutan Gigi Akibat Karies Berdasarkan Karakteristik Sosiodemografi pada Pasien Poli Gigi Puskesmas Tanah Grogot Tahun 2017-2019: Distribution of Tooth Extraction Due to Caries Based on Sociodemographic Characteristics in Dental Polyclinic Patients at Tanah Grogot Public Health Center 2017-2019 Aulya Rahma Fadilah; Portuna Putra Kambaya; Nydia Hanan
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i2.680

Abstract

Dental caries is the most common condition in the oral cavity, especially in poor oral hygiene. In Riskesdas data, it is stated that caries become the largest proportion of dental problems in Indonesia, around 45.3%. In East Kalimantan, especially in Paser Regency, 53.02% of the population has complaints of cavities. People often consider tooth extraction an option in case of tooth decay, especially caries. This is due to the influence of culture and people's belief that tooth extraction will solve the problem. Various studies state that tooth loss due to extraction is caused by caries and is associated with influences on a person's characteristics such as age, gender, and occupation. The study aims to determine the distribution of tooth extraction due to caries based on sociodemographic characteristics in poly dental patients of Tanah Grogot health center in 2017-2019. This research is a descriptive method using medical record data subjects based on predetermined inclusion criteria. The data are grouped based on sociodemographic characteristics (age, gender, occupation) and tooth regio removed. The data are grouped based on sociodemographic characteristics and tooth regio removed. The results are presented in the form of tables and narrations. Age 35-44 years as many as 44 patients (26.38%) and female gender of 97 patients (59.4%) is the category that is most performed tooth extraction due to caries. housewife, with a total of 58 patients (35.6%) the highest number of jobs in tooth extraction. Posterior teeth, especially the lower jaw, are the most frequently removed teeth in cases of dental caries, with a total of 91 cases (55.83%).
Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Dispepsia Fungsional Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman: Correlation of Dietary Pattern with the Incidence of Functional Dyspepsia in Students of the Faculty Medicine Mulawarman University Annisah Nurdwita Ashari; Yuniati Yuniati; Ignatia Sinta Murti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i2.688

Abstract

Dyspepsia is a term that describes symptomps of upper middle abdominal discomfort. The risk factor that often associated with the incidence of functional dyspepsia is dietary factor. This study was conducted to determine the correlation between dietary pattern with the incidence of functional dyspepsia and this research was analytic using cross sectional approach. Sampling was done by consecutive sampling and the data was collected using questionnaire Rome IV criteria for dyspepsia functional and dietary pattern. It was analysed by Chi-Square test. Out of 173 respondents, 62 (35.8%) had functional dyspepsia. Analysis of dietary pattern and the incidence of functional dyspepsia for meal schedules obtained p-value 0.039(p <0.05) and for types of food and beverages obtained p-value 0.149(p> 0.05). There is a correlation of dietary pattern for meal schedules and functional dyspepsia, no correlation of dietary pattern for types of food and beverages and functional dyspepsia.
Bioaktivitas Ekstrak Etanol Biji Pinang (Arecha catechu L.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli: Bioactivity of Betel Nut (Arecha catechu L.) Ethanol Extract against Staphylococcus aureus and Escherichia coli Asrianto Asrianto; Asrori Asrori; Indra Taufik Sahli; Risda Hartati; Fajar Bakti Kurniawan; Rina Purwati
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.702

Abstract

Areca nut (Areca catechu Linn) is a plant that is widely distributed in tropical and subtropical regions. People have used it to treat various health problems. This study aims to determine the ability of betel nut ethanol extract to inhibit the growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. The research method is experimental. Stages of research, first the betel nut is dried by aerating for 7-10 days. After drying, the seeds are ground into powder. The extraction stage of the active compounds uses the maceration method using 92% ethanol, evaporation is carried out using a rotary vacuum evaporator. The results of the maceration extract were carried out with phytochemical tests and bacterial inhibitory tests against E. coli, and S. aureus, carried out by the Kirby Bauer method. The detected metabolites were flavonoids, tannins and terpenoids. These metabolites have the ability as antimicrobials. The results of the inhibition test of the ethanol extract of areca nut seeds showed descriptively that the ethanol extract had a better inhibitory ability against S. aureus bacteria, compared to E. coli. The conclusion of this study is that the ethanol extract of areca nut seeds can inhibit the growth of E.coli and S.aureus.
Perawatan Gigi yang dilakukan Mahasiswa Pengguna Ortodonti Cekat di Universitas Mulawarman pada Masa Pandemi Covid-19: Dental Care Performed by Students Using Fixed Orthodontics at Mulawarman University during the COVID-19 Pandemic Ananda Putri Apriliyana; Masyhudi Masyhudi; Saiful Rokhim
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i3.707

Abstract

Fixed orthodontic treatment requires the ability to maintain dental and oral hygiene which is more difficult and takes a long time, continuously, and some orthodontic procedures produce droplets and aerosols, so many orthodontic patients have to postpone their treatment schedule to minimize the risk of spreading COVID-19. The purpose of this study was to find out how dental care was carried out by students using fixed orthodontics at Mulawarman University during the COVID-19 pandemic. This research is a descriptive observational research type and the sample was selected by simple random sampling technique. The sample consisted of 96 respondents from 13 faculties at Mulawarman University. The data obtained are primary data from the questionnaire. The results showed that more respondents brushed their teeth twice a day (59.38%), consumed sugar (48.96%), visited the dentist (44.79%) and were willing to attend dentist appointments during the COVID-19 pandemic. (50%), used a soft toothbrush (38.54%), and did not use dental hygiene aids (56.25%). It is hoped that the results of this study can be useful for further research related to oral hygiene for fixed orthodontic users so that proper oral hygiene maintenance during orthodontic treatment can be carried out. Keywords: fixed orthodontics, dental care, oral hygiene, pandemic, droplet, aerosol Abstrak Perawatan ortodonti cekat membutuhkan kemampuan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut yang lebih sulit dan memakan waktu yang lama, berkelanjutan, serta beberapa prosedur ortodonti menghasilkan droplet dan aerosol, sehingga banyak pasien pengguna ortodonti yang harus menunda jadwal perawatan mereka untuk meminimalisir risiko penyebaran COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara perawatan gigi yang dilakukan mahasiswa pengguna ortodonti cekat di Universitas Mulawarman pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional deskriptif dan sampel dipilih dengan teknik simple random sampling. Sampel terdiri dari 96 responden yang berasal dari 13 Fakultas di Universitas Mulawarman. Data yang diperoleh yakni data primer dari kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan responden lebih banyak menyikat gigi dua kali sehari (59,38%), mengonsumsi gula (48,96%), mengunjungi dokter gigi (44,79%) dan bersedia menghadiri janji temu dengan dokter gigi selama masa pandemi COVID-19 (50%), menggunakan tipe sikat gigi soft (38,54%), dan tidak menggunakan alat bantu kebersihan gigi (56,25%). Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk penelitian selanjutnya terkait kebersihan mulut bagi pengguna ortodonti cekat sehingga pemeliharaan kebersihan mulut yang tepat selama perawatan ortodonti dapat dilakukan. Kata Kunci: ortodonti cekat, perawatan gigi, kebersihan mulut, pandemi, droplet, aerosol
Uji Aktivitas Anthelmintik Perasan Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) Secara In Vivo: In Vivo Anthelmintic Activity Test of Morinda citrifolia Fruit Juice Herlina Argantari Basuki; Erwin Samsul; Rolan Rusli
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.710

Abstract

Mengkudu (Morinda citrifolia) merupakan salah satu tanaman yang dipercaya oleh masyarakat memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Salah satu manfaat dari buah mengkudu yaitu sebagai obat cacing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas anthelmintik pada perasan buah mengkudu dan mengetahui konsentrasi efektif dalam membunuh cacing secara in vivo. Hasil pengujian menunjukkan adanya aktivitas anthelmintik pada perasan buah mengkudu secara in vivo yang dibuktikan dengan menggunakan uji One Way ANOVA yang dimana tidak ada perbedaan signifikan (p>0,05) antara variasi konsentrasi perasan buah mengkudu dengan kontrol positif yaitu pirantel pamoat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa konsentrasi perasan buah mengkudu yang paling efektif dalam membunuh cacing yaitu terdapat pada konsentrasi 75% dan 100% dilihat dari rasio kematian cacing.
Uji Aktivitas Antioksidan dan Antidiabetes Ekstrak Daun Mangrove Rhizopora mucronata: Antioxidant and Antidiabetic Activity Testing of Mangrove Leaf Extracts (Rhizopora mucronata) Usman Usman; Dwi Fildzania; Imam Fauzi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i1.724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan antioksidan serta antidiabetes ekstrak diklorometan dan etil asetat daun mangrove Rhizopora mucronata. Tumbuhan sampel yang digunakan diambil di pesisir pantai Muara Badak. Sampel daun mangrove R. mucronata yang telah dikeringkan diekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut methanol dan dilanjutkan dengan proses ekstraksi secara partisi cair-cair menggunakan pelarut n-heksan, diklorometan dan etil asetat. Ekstrak diklorometan dan etil asetat daun mangrove Rhizopora mucronata dilanjutkan dengan uji fitokimia menggunakan uji warna, uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, uji antidiabetes menggunakna metode uji toleransi glukosa oral (UTGO). Hasil uji fitokimia ekstrak diklorometan dan etil asetat daun mangrove Rhizopora mucronata positif mengandung senyawa metabolit golongan alkaloid, flavonoid, tannin, dan fenolik. Hasil uji aktivitas antioksidan dari ekstrak total diklorometan memiliki nilai IC50 sebesar 70,38 ppm dan hasil uji antidiabetes berdasarkan persentase penurunan kadar glukosa darah mencit yang paling tertinggi terjadi pada mencit kelompok V dengan dosis 250 mg/kgBB yaitu sebesar 68,78%. Hasil uji aktivitas antioksidan dari ekstrak total etil asetat memiliki nilai IC50 sebesar 59,89 ppm sedangkan untuk hasil uji antidiabetes ekstrak etil asetat berdasarkan persentase penurunan kadar glukosa darah mencit yang paling tertinggi terjadi pada mencit kelompok IV dengan dosis 125 mg/kgBB yaitu sebesar 28,89%. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan bahwa ekstrak total diklorometan dan etil asetat memiliki aktivitas antioksida dengan kategori kuat. Ekstrak diklorometan berpotensi sebagai antidiabetes karena mampu menurunkan kadar glukosa dengan persentase penurunan kadar glukosa yang tertinggi.
Aktivitas Penghambatan Enzim Tirosinase Secara In Vitro Solid Lipid Nanopartikel Tetrahidrokurkumin: Tyrosine Inhibitory Activities of Tetrahydrocurcumin Solid Lipid Nanoparticle Nurul Hidayatri; Deni Rahmat; Agung Eru Wibowo
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.730

Abstract

Tetrahidrokurkumin (THC) adalah salah satu senyawa polifenol yang memiliki khasiat sebagai pencerah kulit. THC merupakan turunan kurkumin dimana THC memiliki warna serbuk kuning muda hingga putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas penghambatan enzim tirosinase terbaik dari senyawa tetrahidrokurkumin yang diformulasi dalam bentuk solid lipid nanopartikel (SLN) dengan menggunakan asam kojat sebagai kontrol positif. SLN yang terbentuk dikarakterisasi dari ukuran partikel, morfologinya, zeta potensial serta indeks polidipersitas dan diuji aktivitas penghambatan terhadap enzim tirosinase secara in vitro. Hasil penelitian menunjukkan SLN THC memiliki ukuran partikel 321,36±1,800 nm, indeks polidispersitas 0,265±0,005 dan zeta potensial sebesar -28,73 ± 0,450 mV. Untuk senyawa SLN THC menunjukkan aktivitas sebagai penghambat enzim tirosinase dengan nilai IC50 hambatan tirosinase 1,1050 µg/ml.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue