cover
Contact Name
Marzuki
Contact Email
marzuki@pnl.ac.id
Phone
+6285260462751
Journal Mail Official
jmst@pnl.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Lhokseumawe Jl. Banda Aceh - Medan Km. 280,3, Buketrata, LHOKSEUMAWE 24301, Provinsi Aceh Tel : (0645) 427 85 Fax : (0645) 427 85 Surat-e : jmst@pnl.ac.id
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mesin Sains Terapan
ISSN : -     EISSN : 25979140     DOI : Prefix 10.30811/jmst by Crossref
Jurnal Mesin Sains Terapan adalah publikasi ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian kolaboratif antara mahasiswa dan dosen dalam bidang teknik mesin dan sains terapan. Terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan September, jurnal ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi serta kontribusi ilmiah dalam berbagai topik seperti mekanika, manufaktur, pengelasan, dan pemeliharaan mesin, energi terbarukan, desain mesin, dan aplikasi sains terapan lainnya. Jurnal ini menjadi media dokumentasi dan berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi akademisi dan praktisi di bidangnya.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN" : 7 Documents clear
RANCANG BANGUN BOILER VERTIKAL FIRE TUBE BERBAHAN GAS ELPIJI UNTUK PROSES PENYULINGAN MINYAK NILAM Rizky Agustira; Muhammad Razi; Syukran Syukran
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 1, No 1 (2017): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v1i1.386

Abstract

Boiler atau ketel uap adalah suatu alat berbentuk bejana tertutup yang digunakan untuk menghasilkan steam.Steam diperoleh dengan memanaskan bejana yang berisi air dengan bahan bakar. Boiler mengubah energienergi kimia menjadi bentuk energi yang lain untuk menghasilkan kerja. Boiler dirancang untuk melakukanatau memindahkan kalor dari suatu sumber pembakaran, yang biasanya berupa pembakaran bahan bakar.Kebanyakan Boiler yang digunakan petani nilam Boiler yang menggunakan bahan bakar kayu, dalampengembangan ini Boiler di desain dengan menjadi Boiler Vertikal Fire Tube dan berbahan bakar gas.Kata Kunci : Boiler, steam, bahan bakar
PENGARUH VARIASI PUTARAN SPINDEL DAN KEDALAMAN PEMOTONGAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BAJA ST 60 PADA PROSES BUBUT KONVENSIONAL Muhammad Sabil; Ilyas Yusuf; Sumardi Sumardi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 1, No 1 (2017): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v1i1.377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kekasaran permukaan (Ra) dan tingkat kekasaran permukaan(N) berdasarkan variasi putaran spindel dan kedalaman pemotongan pada proses bubut konvensional terhadapBaja ST 60 menggunakan pahat HSS. Langkah penelitian diawali dengan menentukan variabel bebas, yaitukecepatan putaran spindel (n) dan kedalaman potong (a). Sedangkan untuk variasi pengukuran dibedakansebanyak tiga variasi yaitu Putaran Spindel (n) = 155, 275, 550 Rpm dan kedalaman potong (a) = 0.25, 0.5,0.75 mm. proses permesinan terhadap spesimen akan dilakukan sebanyak sembilan kali percobaan silangdengan menggunakan mesin bubut Pindad. Metode pengukuran kekasaran permukaan menggunakan alat ukurSurface roughness tester Type mitutoyo SV-400 menghasilkan nilai kekasaran permukaan terhalus yang dicapaiyaitu (Ra) = 3.99 yang terjadi pada putaran spindel (n) = 275 Rpm dan kedalaman pemotongan (a) = 0.25mm. Sedangkan nilai kekasaran terkasar yang dicapai yaitu (Ra) = 10.796 yang terjadi pada putaranspindel (n) = 550 Rpm dan kedalaman pemotongan (a) = 0.75 mm. Kemudian pencapaian tingkat kekasaranpermukaan adalah berkisar antara N8 sampai N10. Tingginya nilai kekasaran pada putaran 550 Rpm, hal inidikarenakan ketidak sesuaian jenis pahat dengan benda kerja dan tingginya penyimpangan error yang terjadipada putaran spindel 550 Rpm, Yaitu 7,72%.Kata kunci : Kekasaran Permukaan, Putaran Spindel, Kedalaman Pemotongan, Baja ST 60,Pahat HSS.
ANALISA KERUSAKAN KOMPONEN UNDERCARRIAGE EXCAVATOR HITACHI EX200 PADA PT. TAKABEYA PERKASA GROUP DENGAN METODE FMEA Irfan Maulana; Akhyar Ibrahim; Darmein Darmein
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 1, No 1 (2017): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v1i1.382

Abstract

Undercarriage adalah bagian bawah dari sebuah Excavator yang berfungsi untuk menahan beban,mengarahkan, dan sebagai pendukung unit. Untuk menjaga sistem undercarriage dapat berfungsi dengan baikselama proses operasionalnya, maka perlu dilakukan perawatan yang terjadwal dengan baik. Berdasarkan hasilsurvei lapangan penulis menemukan beberapa permasalahan pada sistem Undercarriage Excavator yaitu:terjadi kerusakan pada komponen undercarriage di saat unit sedang dalam masa operasi. Penyebab seringterjadi kerusakan pada komponen undercarriage disebabkan karena dipaksakan pada pengerjaan yang telahditargetkan tanpa mempedulikan komponen yang mulai kritis sehingga komponen undercarriage tersebut rusaktanpa diketahui operator. Metode yang digunakan untuk menganalisa kerusakan pada undercarriage adalahmetode FMEA. Dari hasil analisa tabel FMEA yang didapat berdasarkan nilai RPN tertinggi yaitu komponenCarrier Roller dengan RPN 504 dan komponen Track Shoe dengan nilai RPN yang paling rendah yaitu 252.Rekomendasi perawatan pada komponen undercarriage yaitu Preventive Maintenance setiap 50 jam, 500 jam,2500 jam, 4000 jam dan 8000 jam operasi meliputi kegiatan yaitu: cek kekencangan baut, pengukurankomponen, pelumasan, pergantian komponen, cek kekencangan track dan membersihkan semua komponensetelah alat berhenti beroperasi.Kata kunci: Undercarriage, Excavator Hitachi EX200, FMEA, Preventive Maintenance
RANCANG BANGUN MESIN PENGADUK SERBUK KAYU DENGAN RESIN POLIMER MENGGUNAKAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK Taufik Taufik; Azwar Azwar; Bukhari Bukhari
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 1, No 1 (2017): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v1i1.378

Abstract

Kayu merupakan bahan yang paling banyak digunakan untuk keperluan kontruksi, seperti bangunan rumah,skruktur jembatan, perahu, kapal laut, rel kereta api, bahan baku kertas dan lain-lain. Pengolahan kayu selalumenghasilkan sisa proses pemotongan/gergajian dalam berbagai bentuk dan ukuran. Seperti serbuk kayu yangselama ini tidak dimanfaatkan dengan baik, sehingga nilai ekonomisnya hilang. Padahal potensi serbuk kayu yangdihasilkan dari pengolahan kayu sangat besar dan bisa dimanfaatkan menjadi bahan baku untuk komposit. Olehkarena itu penulis merancang mesin pengaduk serbuk kayu dengan resin polimer untuk mengetahui daya yang diperlukan, dan kapasitas yang di butuhkan sehingga diharapkan serbuk kayu sebagai bahan utama untuk membuatkomposit dengan campuran resin polimerdapat tercampur dengan merata dengan waktu yang relatif lebih cepatbila dibandingkan dengan pengadukan manual. Hasil dari perancangan dan perhitungan, didapat mesin pengadukserbuk kayu dengan resin polimerdengan menggunakan daya motor 1 Hp dengan putaran 1420 rpm direduksimenjadi 483 rpm dengan kapasitas 8 kg dalam asumsi waktu menit.Kata kunci: serbuk kayu,mesin pengaduk, rancang bangun, komposit
ANALISA PERBANDINGAN OLI BERBAHAN DASAR PETROLEUM DENGAN OLI BERBAHAN DASAR NABATI DALAM MENGURANGI TINGKAT KEAUSAN F Fauzul Ismi; Ali Jannifar; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 1, No 1 (2017): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v1i1.383

Abstract

Ketersediaan minyak bumi semakin lama akan semakin menipis, maka diperlukan sebuah alternatif untukmenggunakan bahan lain selain minyak bumi sebagai bahan utama pembuatan oli, salah satunya adalah minyakJarak.Analisa perbandingan minyak jarak polyol dan minyak pelumas federal oil ultratec dilakukan denganmenggunakan alat gearbox simulasi pelumasan. Masing masing pelumas diuji pada dua ronde dengan durasi 3jam per ronde. Parameter dari pelumasan yang dibandingkan adalah perbandingan tingkat kontaminan akibatkeausan yang terjadi pada gear yang saling bergesekan dan perubahan temperatur. Hasil pengujian dianalisamenggunakan fluid analysis kit. Kontaminan yang terdapat pada membran filter hasil pengujian minyak jaraklebih sedikit dari pada kontaminan yang terdapat pada membran filter hasil pengujian minyak federal oilultratec. Temperatur minyak jarak polyol lebih rendah dari pada temperatur minyak pelumas federal oilultratec. Suhu rata-rata minyak jarak 38,94 °C pada 3 jam pertama, dan 29,85 °C pada 3 jam kedua sedangkansuhu rata-rata minyak pelumas federal oil ultratec yaitu 41,75 °C pada 3 jam pertama dan 41,61 °C pada 3 jamkedua. Setelah pengujian minyak jarak polyol menjadi berbusa dan tidak kembali ke bentuk semula, sedangkanminyak federal oil kembali ke bentuk awal setelah digunakanKata Kunci: Minyak jarak polyl, fluid analysis kit, ISO 4406.
PENGARUH PERSENTASE PEREKAT TERHADAP KARAKTERISTIK PELLET KAYU DARI KAYU SISA GERGAJIAN Junaidi Junaidi; Ariefin Ariefin; Indra Mawardi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 1, No 1 (2017): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v1i1.379

Abstract

Selama ini, penanganan limbah industri penggergajian dilakukan dengan cara ditumpuk, dibuang kealiran sungai serta dibakar. Tentu saja hal ini mempunyai dampak negatif berupa pencemaran terhadaplingkungan. Untuk itu diperlukan adanya suatu pengolahan lanjut dengan teknologi aplikatif sehinggamenghasilkan produk yang memiliki nilai tambah, dengan memanfaatkan serbuk gergajian menjadi woodpallet. Tujuan penelitian ini untuk, membuat produk wood pellet dengan memanfaatkan limbah kayu industri,mengetahui komposisi perekat dan air yang terbaik untuk pembuatan wood pellet, mengetahui karakteristik dariwood pellet. Metode penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik pelet kayu mulai dari persiapanbahan baku, pencampuran, pencetakan, pengeringan, dan tahapan analisa. Sedangkan variasi pemberianperekat tapioka dilakukan secara berbeda dimulai dari 10% perekat tapioka, 15% perekat tapioka dan 20%perekat tapioka. Hasil penelitian menenjukkan bahwa dengan perlakuan perekat tapioka 10% memperolehkadar air 9.85%, dan nilai kalor 17058 J/g (4074 kal/g), perlakuan perekat tapioka 15% memperoleh kadar air9.17%, dan nilai kalor 17488 J/g (4176 kal/g), dan perlakuan perekat tapioka 20% memperoleh kadar air8.91%, dan nilai kalor 17555 J/g ( 4192 kal/g). Maka dapat diambil kesimpulan Jenis perekat dan ukuranserbuk tidak perpegaruh nyata terhadap nilai kadar air begitu juga interaksi kedua faktor tersebut, namunberpegaruh sangat nyata terhadap nilai kalor serta interaksi keduanya.Kata Kunci: Wood pellet, Serbuk gergaji, Tepung Tapioka, Limbah kayu industri.
ANALISA KERUSAKAN KOMPONEN ENGINE ARROWVRG TYPE 330 TA DENGAN MENGGUNAKAN METODE FMEA Faisal Faisal; Jenne Syarif; Darmein Darmein
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 1, No 1 (2017): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v1i1.384

Abstract

Engine Arrow adalah Engine yang digunakan untuk menggerakan pumping unit yang berfungsi untukmenggerakan pompa sucker rod naik-turun dari dalam sumur sehingga minyak dapat terangkat dari dasarsumur ke permukaan, maka perlu dilakukan perawatan yang terjadwal dengan baik.Berdasarkan hasil surveilapangan penulis menemukan beberapa permasalahan pada sistem Engine Arrow yaitu: terjadi kerusakan padapiston, valve dan ring piston disaat Engine sedang dalam masa operasi.Kerusakan atau keausan yang terjadipada komponen Engine Arrow yang disebabkan karena komponen yang sudah melebihi batas perbaikan namuntetap di paksakan untuk beroperasi, sehingga Engine tersebut Shutdown secara tiba-tiba. Metode yangdigunakan untuk menganalisa kerusakan pada Engine Arrow adalah metode FMEA. Dari hasil analisa tabelFMEA yang di dapat berdasarkan nilai RPN tertinggi yaitu komponen pistondengan RPN 504dan komponenvalvedengan RPN paling rendah yaitu 360.Rekomendasi perawatan pada komponen Engine Arrow yaitu lakukanpelumasan, pergantian komponen dan membersihkan semua komponen setiap Engine dilakukan Shutdown.Kata Kunci : Engine Arrow, Pumping Unit, FMEA, RPN, Maintenance

Page 1 of 1 | Total Record : 7