cover
Contact Name
Marzuki
Contact Email
marzuki@pnl.ac.id
Phone
+6285260462751
Journal Mail Official
jmst@pnl.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Lhokseumawe Jl. Banda Aceh - Medan Km. 280,3, Buketrata, LHOKSEUMAWE 24301, Provinsi Aceh Tel : (0645) 427 85 Fax : (0645) 427 85 Surat-e : jmst@pnl.ac.id
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mesin Sains Terapan
ISSN : -     EISSN : 25979140     DOI : Prefix 10.30811/jmst by Crossref
Jurnal Mesin Sains Terapan adalah publikasi ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian kolaboratif antara mahasiswa dan dosen dalam bidang teknik mesin dan sains terapan. Terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan September, jurnal ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi serta kontribusi ilmiah dalam berbagai topik seperti mekanika, manufaktur, pengelasan, dan pemeliharaan mesin, energi terbarukan, desain mesin, dan aplikasi sains terapan lainnya. Jurnal ini menjadi media dokumentasi dan berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi akademisi dan praktisi di bidangnya.
Articles 137 Documents
ANALISA PENGARUH PWHT TERHADAP KEKUATAN MEKANIK PADA PENGELASAN DISSIMILAR METAL AISI 304 DAN St.37 Affandy, Joiyel; Ismy, Adi Saputra; Nurdin, Nurdin
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 10, No 1 (2026): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v10i1.8933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Post Weld Heat Treatment (PWHT) terhadap kekuatan mekanik hasil pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) pada sambungan dissimilar metal AISI 304 dan ST 37. Proses pengelasan dilakukan menggunakan elektroda E309L-16, kemudian spesimen dibagi menjadi dua kelompok, yaitu sambungan yang diberikan perlakuan panas PWHT pada suhu 600°C dengan holding time 30 menit dan sambungan tanpa perlakuan panas. Pengujian mekanik meliputi uji tarik dan uji kekerasan Vickers yang dilakukan untuk mengevaluasi sifat mekanik pada daerah base metal, heat affected zone (HAZ), dan weld metal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PWHT mampu meningkatkan kekuatan luluh dan kekuatan tarik maksimum, memperbaiki distribusi kekerasan dengan menurunkan kekerasan berlebih pada daerah HAZ, serta meningkatkan kekerasan pada daerah weld metal. Selain itu, PWHT terbukti efektif dalam mereduksi tegangan sisa akibat proses pengelasan dan memperbaiki kestabilan struktur mikro sambungan las. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan PWHT 600°C terbukti meningkatkan kualitas dan keandalan sambungan las dissimilar metal AISI 304 dan ST 37 dalam aplikasi industri. Keywords: PWHT, DMW, Uji Tarik, Uji Kekerasan
ANALISA KETANGGUHAN KOMPOSIT SERAT DAUN NANAS BERMATRIKS POLYESTER MENGGUNAKAN METODE PENGUJIAN IMPAK UNTUK APLIKASI BUMPER MOBIL Nasya, Muhammad Haidar; Sariyusda, Sariyusda; Marzuki, Marzuki
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 10, No 1 (2026): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v10i1.8939

Abstract

Penelitian ini membahas ketangguhan komposit serat daun nanas (Pineapple Leaf Fiber/PALF) bermatriks poliester untuk aplikasi bumper mobil melalui metode uji impak Charpy. Tujuan utama penelitian adalah menganalisis pengaruh variasi fraksi volume serat terhadap nilai ketangguhan impak, mekanisme kegagalan material, serta potensi aplikasinya sebagai material alternatif yang ramah lingkungan. Proses pembuatan komposit dilakukan dengan metode cetak tuang menggunakan variasi fraksi serat 20% dan 25%. Pengujian impak menunjukkan bahwa peningkatan fraksi serat berbanding lurus dengan peningkatan energi serap dan nilai ketangguhan impak. Rata-rata energi serap pada fraksi 20% adalah 5,83 J dengan ketangguhan impak 0,043 J/mm², sedangkan pada fraksi 25% meningkat menjadi 7,57 J dengan ketangguhan impak 0,056 J/mm². Hasil pengujian SEM memperlihatkan mekanisme kegagalan berupa fiber pull-out, crack deflection, fiber breakage, void, dan debonding. Fenomena tersebut mendukung sifat patah ulet yang dihasilkan, sehingga material mampu menyerap energi lebih besar sebelum patah. Secara keseluruhan, komposit serat daun nanas bermatriks poliester menunjukkan potensi signifikan sebagai material alternatif bumper mobil yang kuat, ringan, dan ramah lingkungan. Kata kunci:  komposit, serat daun nanas, uji impak, polyester, bumper mobil.
PENGARUH BERAT KATALISATOR CANGKANG TELUR BEBEK PADA PROSES PACK CARBURIZING TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA KARBON Fakhrizal, Fakhrizal; Nurdin, Nurdin; Fakhriza, Fakhriza
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 10, No 1 (2026): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v10i1.8934

Abstract

Baja karbon sedang merupakan logam yang paling digunakan dalam dunia industri, dikarenakan memiliki sifat mekanis seperti, kekuatan dan keuletan, proses carburizing menggunakan kaslium karbonat yang ada dalam cangkang telur sangat tinggi yaitu 94% sehingga sangat cocok untuk dijadikan sebagai katalisator pada proses pack carburizing bertujuan untuk meningkatkan kekerasan baja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh berat katalisator cangkang telur bebek terhadap kekerasan permukaan dan struktur mikro. Dalam penelitian ini terdapat empat variabel bebas yaitu Berat katalisator 15gram, 20 gram, 25 gram dan 30 gram. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini Nilai kekerasan material ST45 mengalami kenaikan setelah dilakukan penambahan katalisator pada proses pack carburizing dari nilai kekerasan raw material, hal ini diketahui setalah pengujian micro hardness, dimana berat cangkang telur bebek dengan berat 15 gram, 20 gram, 25 gram dan 30 gram memiliki nilai kekerasan secara berturut-turut yaitu 186.22 HV, 532.52 HV, 774.92 HV, 519.58 HV dan 614.64 HV sedangkan raw material mempunyai nilai kekerasan 186.22 HV. Pada material ST45 setelah perlakukan yang menggunakan katalisator cangkang telur bebek 15 gram, 20 gram, 25 gram dan 30 gram terdapat fasa yang berbentuk seperti jarum yang mengindikasikan bahwa fasa tersebut adalah fasa martensite dan austenite.  Keywords: Baja karbon sedang, pack carburizing, fasa martensite dan austenite
PENGARUH VARIASI BERAT FIBERGLASS DAN SERAT NANAS TERHADAP SIFAT MEKANIK Khairunnas, Khairunnas; Murtadhahadi, Murtadhahadi; Turmizi, Turmizi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 10, No 1 (2026): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v10i1.8940

Abstract

Penggunaan fiberglass memiliki beberapa keunggulan seperti ringan, memiliki struktur yang kuat, dan memadat setelah melewati proses kimiawi dengan menggunakan bahan resin dan katalis, sehingga memungkinkan zat cairnya menjangkau bagian dalam material yang akan ditutupi selama proses kimiawi. Pada penelitian ini menggunakan tiga variabel bebas yaitu 6% serat nanas, 14% fiberglass, 80% resin, 10% serat nanas, 10% fiberglass, 80% resin dan 14% serat nanas, 6% fiberglass, 80% resin. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Dari hasil pengujian, nilai kekuatan tarik mengalami peningkatan dari setiap variasi serat nanas 6%, 10% dan 14% terhadap nilai kekuatan tarik secara berturut-turut ialah 3,78 Kgf/mm2, 4,44 Kgf/mm2 dan 5,57 Kgf/mm2, hal ini dikarenakan ikatan antara serat nanas dengan matriks sempurna. Dari hasil pengujian, nilai kekuatan bending mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya serat nanas hal ini dipengaruhi oleh void serta teradinya debounding (lepasnya ikatan antara serat dengan matriks).  Kata kunci: Fiberglass, resin, void, dan debounding 
ANALISA PENGARUH VARIASI PELARUT BRIKET DARI SERAT AMPAS TEBU MENGGUNAKAN PEREKAT ORGANIK Kamal, Mustafa; Zuhaimi, Zuhaimi; Azwar, Azwar; Razi, Muhammad
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 10, No 1 (2026): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v10i1.8935

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi pelarut air dan minyak jelantah pada briket dari ampas tebu terhadap karakteristik briket. Ampas tebu dibakar hingga menjadi arang dalam tungku tertutup. Arang dihancurkan dan diayak menggunakan ayakan 40 mesh. Serbuk arang ditambahkan tepung tapioka sebagai perekat, air dan minyak jelantah sebagai pelarut. Campuran tersebut dicetak pada alat cetak yang telah disiapkan dan dipadatkan dengan alat pneumatic press. Dari hasil analisa didapatkan nilai kalor tertinggi terdapat briket dengan jenis pelarut minyak jelantah yaitu 5.344 kal/g. Kadar air tertinggi terdapat pada briket dengan jenis pelarut air dengan kadar air mencapai 42.4%. Kadar abu tertinggi terdapat pada briket dengan jenis pelarut air dengan kadar abu mencapai 4.15%. Uji tekan tertinggi terdapat pada briket dengan jenis pelarut air mencapai 0.37 N⁄mm2. Keyword : Briket, Ampas Tebu, Pelarut Air, dan Minyak Jelantah
PEMBUATAN PAPAN KOMPOSIT DARI BAHAN KULIT KAYU WARU DENGAN MENGGUNAKAN POLYESTER SEBAGAI MATRIKS Rinaldi, Muhammad; Hanif, Hanif; Harahap, Jagodang
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 10, No 1 (2026): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v10i1.8941

Abstract

Penggunaan serat alam sebagai reinforcement pada material komposit semakin duminati pada suatu dasawarsa terakhir ini. Hal ini disebabkan karena serat alam jebih ramah lingkungan, memiliki densitas yang rendah, kompatibel dengan alam. dan harganya yang relatif murah. Salah satu penggunaan serat alam pada material komposit adalah serat kulit pohon waru (hibiscus tiliaceus). Serat kulit pohon waru (hibiscus tiliaceus) memiliki potensi yang sangat baik sebagai reinforcement pada komposit karena serat kulit pohon waru (hibiscus tillaceus). Pada penelitian ini menggunakan empat variabel bebas yaitu variasi fraksi 30% 70%, 40%: 60%, 60%: 40% dan 70%: 30%. Hasil dari penelitian ini Nilai kekuatan tarik tertinggi diperoleh pada serat kulit kayu waru 40%: 60% dengan nilai kekuatan tarik 14,64 Mpa. Pengujian pengembangan tebal untuk variasi fraksi 30%: 70%, 40%: 60%, 60%: 40% dan 70%: 30% telah memenuhi syarat standar JIS A 5908-2003. Hasil pengembangan tebal tertinggi terdapat pada serat 40%: 60% dengan nilai pengembangan tebal 0,17% dan nilai pengembangan tebal terendah terdapat pada serat 30%: 70% dan 70%: 30% dengan nilai 0,25%. Kata kunci: Kayu waru, Reinforcement, hibiscus tiliaceus.
PENGARUH SEQUENSI PENGELASAN TERHADAP DEFLEKSI DAN SIFAT MEKANIK PADA PENGELASAN SHIELD METAL ARC WELDING (SMAW) PIPA BAJA KARBON Syangka, Dinia; Hamdani, Hamdani; Saifuddin, Saifuddin
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 10, No 1 (2026): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v10i1.8936

Abstract

Pengelasan merupakan salah satu proses penting dalam industri manufaktur, khususnya pada penyambungan pipa baja karbon yang digunakan dalam sistem perpipaan bertekanan. Salah satu masalah yang kerap muncul dalam proses pengelasan adalah defleksi (distorsi bentuk) dan penurunan sifat mekanik akibat distribusi panas yang tidak merata. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi sequensi pengelasan terhadap defleksi dan sifat mekanik pada pipa baja karbon yang dilas menggunakan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW) dengan elektroda E6013. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan proses pengelasan pipa dengan variasi sequensi, mengukur defleksi hasil pengelasan, dan menguji sifat mekanik berupa kekuatan tarik dan regangan. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium, di mana proses pengelasan dilakukan dengan tiga variasi urutan (sequensi), dan hasilnya dianalisis menggunakan dial indikator untuk defleksi serta mesin uji tarik untuk sifat mekanik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sequensi pengelasan memengaruhi besar defleksi dan nilai kekuatan tarik. Sequensi 1 menghasilkan defleksi paling kecil dan kekuatan tarik tertinggi sebesar 40,91 kgf/mm², sementara nilai regangan mengalami penurunan seiring bertambahnya intensitas sequensi. Hal ini membuktikan bahwa pengaturan urutan pengelasan yang tepat dapat meminimalkan distorsi dan menjaga kekuatan sambungan las.Kata kunci: pengelasan SMAW, sequensi pengelasan, defleksi pipa, kekuatan tarik, pipa baja karbon.