cover
Contact Name
Riris Setyo Sundari
Contact Email
ririssetyo@upgris.ac.id
Phone
+628112720214
Journal Mail Official
jurnalliterasipgsd@gmail.com
Editorial Address
Gedung Utama Lantai 2, Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Semarang. Jalan Sidodadi Timur no. 24, Dr. Cipto - Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Literasi (Jurnal Pendidikan Dasar)
Core Subject : Education,
Literasi ( Jurnal Pendidikan Dasar) is managed by the Primary School Teacher Education Study Program, Faculty of Education, PGRI University Semarang. The focus and scope of the journal are the results of research on education and learning at all levels, such as 1. Early Childhood Education 2. Basic Education 3. Secondary Education 4. Higher Education 5. Inclusive Education
Articles 143 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA POHON KATA DENGAN MATERI KOSAKATA BAHASA UNTUK SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Dewi, Galuh Ayu Ikhsana; Suyitno, Suyitno; Widyaningrum, Ari
Literasi Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/literasi.v3i2.18316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengembangan Media Pohon Kata dengan materi kosakata bahasa untuk siswa kelas V Sekolah Dasar dan untuk mengatahui kelayakan Media Pohon Kata dengan materi kosakata bahasa untuk siswa kelas V Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan Borg and Gall. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui dokumentasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian ini yaitu menghasilkan produk media Pohon Kata materi kosakata bahasa baku, tidak baku, dan kata serapan kelas V sekolah dasar. Untuk menguji media memperoleh nilai rata-rata persentase sebesar 95% oleh ahli media dan memperoleh nilai rata-rata persentase sebesar 98,82% oleh ahli materi. Pada uji lapangan dengan melihat angket respon siswa dan angket respon guru, memperoleh nilai rata-rata persentase sebesar 94, 8% dari tanggapan siswa dan memperoleh nilai rata-rata persentase sebesar 98,66% dari tanggapan guru dalam media pembelajaran. Kesimpulan produk media Pohon Kata yang dikembangkan sangat layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran materi kosakata baku, tidak baku dan kata serapan.Kata Kunci: Pengembangan, Media Pohon Kata, Koskata
ANALISIS PENGGUNAAN APLIKASI TIKTOK TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA DITINJAU DARI PENEMUAN DIKSI BARU SISWA KELAS V SDN 2 BULOH Jumaria, Siti
Literasi Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/literasi.v4i2.19006

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan aplikasi Tik Tok oleh siswa kelas V yang mana menyuguhkan informasi berupa video dan menciptakan berbagai trend yang salah satunya diksi baru yang mudah ditirukan oleh siswa sekolah dasar ketika menonton video Tik Tok dan dibawa ke kehidupan sehari-hari dan berhubungan erat dengan kemampuan berbicara siswa kelas V SDN 2 Buloh.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah kemampuan berbicara siswa kelas V SDN 2 Buloh dilihat dari penemuan diksi baru yang berasal dari aplikasi TikTok. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian diambil dengan teknik triangulasi menggunakan lima metode yaitu observasi, wawancara, angket, tes, dan dokumentasi. Setting penelitian dilakukan di SDN 2 Buloh Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora. Subjek penelitian adalah siswa kelas V, wali kelas V, dan orang tua siswa kelas V. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyejian data lalu penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas V durasi rata-rata penggunaan aplikasi TikTok selama 2 – 3 jam sehari dengan berbagai konten.  Kemampuan berbicara siswa kelas V dilihat dari aspek kebahasaan 3 siswa dengan skor sempurna 5, 11 siswa dengan skor 4 dan 4 siswa dengan skor 3. Untuk aspek non kebahasaan 11 siswa dengan skor sempurna 5 dan 9 siswa dengan skor 4. Trend diksi baru yang lahir dari aplikasi TikTok sering diikuti di lingkungan sekolah, di lingkungan rumah dan pada saat bermain. Diksi tersebut diantaranya mang eak, slebew, chuaks, cogil, cekidot, nyenyenye, gacor, wir, zoo, menyala abangkuh, anjay, bjir, bund, afah iyah, gabut, jamet, kroco, dan sat set. Aplikasi TikTok dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. media pembelajaran ini akan membentuk pembelajaran aktif, kreatif dan inovatif.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Susilo, Novika Hapsari
Literasi Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/literasi.v1i1.8935

Abstract

Identifikasi masalah pada penelitian ini meliputi model pembelajaran yang digunakan belum inovatif dalam proses pembelajaran, aktivitas belajar siswa rendah dilihat dari siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran karena pembelajaran masih berpusat pada guru, dan pembelajaran masih dominan menggunakan metode ceramah sehingga siswa mudah bosan dan jenuh pada saat pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Discovery Learning untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IVC di SD Supriyadi Semarang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas IVC SD Supriyadi Semarang tahun ajaran 2020/2021 sejumlah 32 orang siswa. Penelitian dilaksanakan dalam 3 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Sumber data dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IVC, guru kelas, dan data dokumen. Data yang dihimpun merupakan data kualitatif meliputi aktivitas belajar siswa dan aktivitas guru, dan data kuantitatif mencakup hasil belajar siswa, rata-rata kelas, dan ketuntasan belajar klasikal. Teknik pengumpulan data berupa tes dan non tes yang meliputi pengamatan dan dokumentasi. Alat pengumpul data berupa tes dan lembar pengamatan (observasi). Penelitian ini dinyatakan berhasil apabila aktivitas belajar siswa meningkat sesuai indikator keberhasilan yang telah ditentukan. Hasil penelitian siklus I menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa sebesar 60,36%. Dengan hasil yang diperoleh, peneliti belum dapat memenuhi indikator keberhasilan. Oleh karena itu, peneliti mengadakan perbaikan di siklus II supaya hasil penelitian dapat meningkat. Pada siklus II, aktivitas belajar siswa meningkat menjadi 72,66%. Dengan hasil yang diperoleh, peneliti belum dapat memenuhi indikator keberhasilan. Oleh karena itu, peneliti mengadakan perbaikan di siklus III supaya hasil penelitian dapat meningkat. Pada siklus III, aktivitas belajar siswa meningkat menjadi 80,28%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Discovery Learning dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IVC SD Supriyadi Semarang. 
PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEMA 1 PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MAKHLUK HIDUP MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA PESERTA DIDIK KELAS III SEMESTER I SDN BOGOTANJUNG 02 PATI TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Dewi, Lisa Puspita
Literasi Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/literasi.v2i2.13306

Abstract

Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah rendahnya nilai hasil belajar tema 1 pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tiga siklus. Setiap siklus melalui 4  tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah peserta didik pada kelas III yang berjumlah 16 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes (evaluasi) dan teknik non tes (observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan). Teknik analisis data berupa kualitatif dan kuantitatif. Hasil Penelitian ini adalah hasil belajar peserta didik pada siklus I mendapatkan rata-rata kelas 65,00 dengan ketuntasan klasikal 56,25% (cukup). Hasil belajar pada siklus II mendapat rata-rata kelas 74,38 dengan ketuntasan klasikal 68,75% (baik) dan hasil belajar siklus III memperoleh rata-rata kelas 85,00 dengan rata-rata ketuntasan klasikal 87,50% (sangat baik). Simpulan dari penelitian ini adalah model PBL efektif dapat meningkatkan hasil belajar tema 1 pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup melalui model problem based learning pada peserta didik kelas III semester I SDN Bogotanjung 02 Pati tahun pelajaran 2022/2023 dapat digunakan sebagai salah satu alternatif guru dalam mengajar.Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Model Problem Based Learning, Hasil Belajar
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTU MEDIA VIDEO KARTUN TERHADAP PEMAHAMAN SISWA PADA PEMEBELAJARAN TEMA 8 KELAS II SDN BOLOAGUNG 02 KAYEN KABUPATEN PATI Priambodo, Irvandi Okta; Untari, Mei Fita Asri; Subekti, Ervina Eka
Literasi Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/literasi.v4i1.18359

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi belum digunakannya model pembelajaran dan media pembelajaran khusus pada pembelajaran Tema 8 Keselamatan di Rumah dan Perjalanan SDN Boloagung 02 Kayen yang mengakibatkan kurangnya partisipasi aktif peserta didik dan tidak memperhatikan penjelasan guru mengakibatkan pembelajaran kurang menarik dan terkesan membosankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh model pembelajaran PBL berbantu media video kartu terhadap pemahaman peserta didik kelas II SDN Boloagung 02 Kayen. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen desain. Desain penelitian ini menggunakan pre-experimental design dengan model one group pre-test post-test design yang digunakan dalam satu kelompok subjek. Hasil penelitian setelah mendapat perlakuan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta didik dilihat dari hasil pretest dan posttest. Nilai rata-rata pretest yaitu 49,47, dan posttest sebesar 91,17. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya t hitung sebesar 10,69584 dan untuk mengetahui t tabel dengan nilai signifikan 5% didapatkan sebesar 2,120. Jadi nilai t hitung t tabel yang artinya H0 di tolak dan Ha di terima. Berdasarkan hail penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan pemahaman peserta didik dilihat dari hasil pretest dan posttest bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantu media video kartun menunjukkan keefektifan terhadap peningkatan pemahaman siswa dalam pembelajaran kelas II SDN Boloagung 02 Kayen.Kata Kunci: Problem Based Learning, Video Kartun, Pemahaman Siswa
ANALISIS KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II SD NEGERI SUMBEREJO 02 MRANGGEN DEMAK Salsabila, Ihda Lutfiana; Nuvitalia, Duwi; Mudzanatun, Mudzanatun
Literasi Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/literasi.v4i2.20485

Abstract

Kemampuan membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang wajib dikuasai pada awal menempuh pendidikan yaitu pada jenjang sekolah dasar (SD). Kemampuan membaca diantaranya 1) mengenal dan membaca huruf, 2) membaca suku kata, 3) membaca kata dan 4) membaca kalimat. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis kemampuan membaca permulaan siswa kelas II SD Negeri Sumberejo 02 Mranggen Demak dan untuk menganalisis faktor penghambat kemampuan membaca permulaan siswa kelas II SD Negeri Sumberejo 02 Mranggen Demak. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data diperoleh dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi bersama siswa kelas II dan guru kelas II SD Negeri Sumberejo 02 Mranggen Demak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas II SD Negeri Sumberejo 02 Mranggen Demak 21 siswa (77,7%) diantaranya sudah mampu membaca dengan lancar dan 6 siswa (23,3%) diantaranya belum mampu membaca permulaan dengan tepat dan lancar. Ketidak mampuan membaca dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi gangguan alat ucap (cadel), kurangnya minat baca siswa, kurangnya kebiasaan untuk membaca dan kurangnya rasa percaya diri siswa. Kemudian faktor dari luar yaitu lingkungan sekolah.
ANALISIS KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN DENGAN KALIMAT TUNGGAL PADA SISWA KELAS 1 SDN GETAS 1 KECAMATAN WONOSALAM KABUPATEN DEMAK TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Wulandarai, Lisa Mei
Literasi Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/literasi.v2i1.11209

Abstract

Abstrak. Pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama di sekolah dasar tidak akan terlepas dari empat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Kemampuan berbahasa bagi manusia sangat diperlukan, terutama kemampuan membaca permulaan. Membaca permulaan merupakan membaca awal yang diberikan kepada anak di kelas I dan kelas II sebagai dasar untuk pelajaran selanjutnya. Sehingga Kemampuan membaca permulaan perlu mendapat perhatian lebih. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kemampuan membaca permulaan dengan kalimat tunggal pada siswa kelas 1 SDN Getas 1 Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak tahun pelajaran 2020/2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. metode dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Dari hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa analisis kemampuan membaca permulaan dengan kalimat tunggal pada siswa kelas 1 SDN Getas 1 Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak terdapat 8 siswa tidak lancar saat membaca dan 12 siswa lainnya lancar saat membaca bacaan, serta dalam melaksanakan penelitian dimasa pandemi mengalami kendala. Kendala utama yaitu kurangnya fasilitas belajar dan dukungan orang tua. Kurangnya fasilitas belajar berupa tidak adanya hp dan jaringan, dan orang tua cenderung hanya mengandalkan pembelajaran dari sekolah. Saran dari peneliti Guru lebih memperhatikan siswa yang tidak lancar dan kemampuan membacanya yang masih rendah, sekolah dan orang tua berusaha melengkapi fasilitas belajar untuk siswa, dan orang tua meluangkan sedikit waktunya untuk mendampingi belajar anak.   Keywords: Bahasa Indonesia, Kemampuan Berbahasa, Membaca Permulaan
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DENGAN METODE PEMBELAJARAN POLYA PADA KELAS IV SDN SUMBERARUM Sari, Mita Retna
Literasi Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/literasi.v3i1.16120

Abstract

Tujuan penulisan skripsi ini adalah mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dimana peneliti akan menggambarkan, menguraikan dan menjelaskan data yang sudah di dapat. Berdasarkan hasil penelitian dengan melakukan observasi dikelas, wawancara wali kelas, tes tertulis untuk siswa, serta angket/kuesioner yang di peruntukkan untuk siswa. Lokasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah SDN Sumberarum. Hasil penelitian ini menunjukan dari 12 siswa yang diteliti, pada proses pembelajaran matematika termasuk kategori baik dan diperoleh hasil persentase pada setiap aspek penalaran yaitu memahami pengertian sebesar 78,33% termasuk kategori sangat tinggi, berpikir logis sebesar 80,83% termasuk kategori sangat tinggi, memahami contoh negatif sebesar 75,83% termasuk kategori tinggi, berpikir deduksi sebesar 83,33% termasuk kategori sangat tinggi, berpikir sistematis sebesar 87,5% termasuk kategori sangat tinggi, berpikir konsisten 68,33% termasuk kategori tinggi, menarik kesimpulan sebesar 73,33% termasuk kategori tinggi, menentukan metode sebesar 74,16% termasuk kategori tinggi, membuat alasan sebesar 68,33% termasuk kategori tinggi, dan menentukan strategi sebesar 70% termasuk kategori tinggi. Sedangkan hasil tes penalaran matematis siswa diklasifikasikan menjadi tiga yakni tinggi, sedang, dan rendah. iperoleh hasil yaitu siswa dengan kemampuan tinggi sebesar 50%, siswa dengan kemampuan sedang sebesar 41,66%, dan siswa dengan kemampuan rendah sebesar 8,33%.Kata Kunci : penalaran matematis, pemecahan masalah
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAVI (SOMATIC, AUDITORY, VISUALIZATION, INTELLECTUAL) TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS KELAS IV SDN PUCAKWANGI 01 Lyansari, Ardhea Putri; Purnamasari, Veryliana; Nuvitalia, Duwi
Literasi Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/literasi.v4i2.20491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectual) terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV di SDN Pucakwangi 01, Pati. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan bentuk pre-experimental design dengan jenis one group pretest-posttest design. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 28 siswa . Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengujian hasil pretest dan posttest untuk menilai peningkatan hasil belajar peserta didik. Dari hasil uji t pada nilai posttest diperoleh t_hitung sebesar 15,041 dan t_tabel sebesar 1,703 dengan taraf signifikasi α = 5%, dengan begitu dapat dilihat bahwa t_hitung t_tabel yang artinya H_o ditolak dan H_a diterima, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran SAVI berpengaruh terhadap hasil belajar IPAS kelas IV SD N Pucakwangi 01. Hasil penelitian ini menandakan adanya dampak positif yang signifikan dari model pembelajaran SAVI terhadap peningkatan hasil belajar IPAS, terlihat dari kenaikan skor rata-rata pretest ke posttest yaitu dari 45,71 ke 77,67. Kegiatan pembelajaran yang melibatkan aspek gerak fisik, dialog verbal, visualisasi, dan analisis intelektual melalui model SAVI menunjukkan efektivitasnya dalam memperkaya pemahaman siswa mengenai konsep IPAS. Berdasarkan hasil tersebut, peneliti menyarankan untuk mengimplementasikan model pembelajaran SAVI sebagai model pembelajaran yang inovatif di lingkungan pendidikan dasar, terutama dalam materi pembelajaran IPAS.
ANALISIS KESULITAN MENENTUKAN POKOK PIKIRAN DAN KALIMAT UTAMA PADA TEMA ORGAN GERAK HEWAN DAN MANUSIA SUBTEMA ORGAN GERAK HEWAN KELAS V SEMESTER GASAL TAHUN AJARAN 2021 Fadhilah, Zulfaisah
Literasi Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/literasi.v1i2.9764

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana pemahaman siswa mengenai teks paragraf dan faktor apa saja yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam menentukan pokok pikiran dan kalimat utama dalam teks paragraf pada tema Organ Gerak Hewan dan Manusia subtema Organ Gerak Hewan mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V SD Negeri Padangsari 01. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, adapun subyek penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Negeri Padangsari 01 dengan prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu tes, wawancara, angket, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini masih banyak ditemukan siswa yang mengalami kesulitan menentukan pokok pikiran dan kalimat utama. Hal ini sesuai dengan hasil tes yang diperoleh siswa kemudian dikuatkan dengan pernyataan siswa pada saat wawancara. Selain itu, hasil wawancara guru menyatakan bahwa siswa dalam menentukan pokok pikiran ini masih dapat dikatakan kurang dikarenakan rendahnya minat baca siswa sehingga siswa tidak dapat menemukan pokok pikiran atau inti permasalahan bacaan tersebut.Kata Kunci: kesulitan, pokok pikiran, kalimat utama, tema organ gerak hewan dan manusia

Page 10 of 15 | Total Record : 143