cover
Contact Name
Marcellius Lumintang
Contact Email
marcelliuslumintang@sttikat.ac.id
Phone
+628129929141
Journal Mail Official
lppm@sttikat.ac.id
Editorial Address
Jl. Rempoa Permai No. 2 Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, 12330
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
ISSN : -     EISSN : 27211622     DOI : https://doi.org/10.52220/sikip.v4i2.196
Core Subject : Religion, Education,
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen merupakan wadah publikasi hasil penelitian ilmiah yang berkaitan dengan isu-isu Pendidikan Agama Kristen, yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta. Focus dan Scope penelitian SIKIP adalah: 1. Pendidikan Agama Kristen 2. Pendidikan Keluarga Kristen 3. Pendidikan Kristen di Gereja 4. Manajemen Pendidikan Kristen 5. Teknologi Pendidikan Kristen SIKIP menerima artikel dari dosen dan para praktisi pendidikan dari segala institusi teologi atau Sekolah Tinggi Agama Kristen, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2: Agustus 2024" : 7 Documents clear
Modernisasi Profesionalisme Guru Agama Kristen di Era Revolusi Sistem Informasi dan Teknologi Komunikasi Sirait, Jannes Eduard
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i2.278

Abstract

This study aims to find a strategy for modernizing the expertise of Christian faith teachers in the era of the information and communication technology system revolution and applying a qualitative approach based on literature analysis from relevant journals, books, magazines, and the internet. The study focuses on integrating technology in Christian religious education, which includes modernizing or improving teachers' technical skills, adapting the curriculum, and implementing innovative teaching methods. The study's results indicate that modernizing professionalism can be achieved through continuous training, self-study, and working together or collaborating with colleagues and other communities. However, this development process faces various challenges, both from within and outside. Therefore, support is needed from educational institutions, the government, and related communities. Thus, several things need to be done, including improving technological skills, updating the curriculum and teaching materials, innovative pedagogical approaches, continuing education and professional development, implementing ethical guidelines, needing synergy or collaboration and community support, and conducting periodic monitoring and evaluation. The researcher recommends conducting further studies, namely exploring modernization strategies from different perspectives.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi modernisasi keahlian pengajar iman Kristen di masa revolusi sisten informasi dan teknologi komunikasi. Mengaplikasikan pendekatan kualitatif dengan dasar analisis pustaka dari jurnal, buku, majalah dan internet yang relevan. Fokus penelitian adalah pada integrasi teknologi dalam pendidikan agama Kristen, yang mencakup modernisasi atau peningkatan keterampilan teknis guru, adaptasi kurikulum dan penerapan metode pengajaran yang inovatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi profesionalisme dapat ditempuh melalui pelatihan berkelanjutan, belajar sendiri dan bekerjasama atau berkolaborasi dengan sejawat dan komunitas lainnya. Namun, proses pengembangan ini dihadapkan pada beragam tantangan, baik dari dalam maupun dari luar. Maka, diperlukan dukungan dari lembaga pendidikan, pemerintah dan komunitas terkait. Maka, terdapat sejumlah hal yang perlu dilakukan, antara lain: peningkatan keterampilan teknologi, pembaharuan kurikulum dan materi ajar, pendekatan pedagogis yang inovatif, pendidikan berkelanjutan dan pengembangan profesional, penerapan pedoman etis, perlu sinergi atau kolaborasi dan dukungan komunitas, melakukan pemantauan dan evaluasi berkala. Peneliti merekomendasikan untuk melakukan studi lanjutan, yaitu mengeksplorasi strategi modernisasi dari perspektif yang berbeda. 
Meningkatkan Kecerdasan Digital dalam Dinamika Pendidikan Kristiani di era Pascakebenaran: Sebuah Perspektif Kolose 4:5 Leiwakabessy, Tabita; Purwonugroho, Daniel Pesah
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i2.265

Abstract

This article explores the dynamics of Christian religious education in the post-truth era and its relationship with the enhancement of digital intelligence from the perspective of Colossians 4:5. Christian religious education embodies the truth of God's Word. Such education is essential for students in this post-truth era. The post-truth era introduces a distortion of reality in society, degrading the value of truth by reducing it to personal taste without verifiable and accountable affirmation. Students are expected to possess digital intelligence in this post-truth era. Digital intelligence is cultivated through Christian religious education within the framework of Colossians 4:5. Utilizing a descriptive qualitative approach; this study investigates the enhancement of digital intelligence from the perspective of Colossians 4:5 through Christian education in the post-truth era. Colossians 4:5 provides an appropriate perspective to develop students' digital intelligence through Christian education to face the challenges of the post-truth era.  AbstrakArtikel ini dibuat untuk menelusuri dinamika pendidikan agama Kristen di era pascakebenaran dan hubungannya dengan peningkatan kecerdasan digital dalam perspektif Kolose 4:5. Pendidikan agama Kristen merupakan pendidikan dengan nilai kebenaran Firman Tuhan. Pendidikan kristiani diperlukan oleh peserta didik di era pascakebenaran ini. Era pascakebenaran memberikan sebuah distorsi kebenaran dalam kehidupan masyarakat. Era pascakebenaran mendegradasi nilai kebenaran karena kebenaran hanyalah perkara selera perspektif personal tanpa adanya verifikasi dan affirmasi yang dapat dipertanggung jawabkan. Peserta didik diharapkan memiliki kecerdasan digital dalam era pascakebenaran ini. Kecerdasan digital dibangun melalui pendidikan agama Kristen dalam perspektif Kolose 4:5. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini akan menelusuri peningkatan kecerdasan digital dalam perspektif Kolose 4:5 melalui pendidikan kristiani di era pascakebenaran ini. Kolose 4:5 merupakan perspektif yang tepat untuk membangun kecerdasan digital peserta didik melalui pendidikan kristiani untuk menghadapi era pascakebenaran ini.  
Integrasi Literasi Pendidikan Kristiani di Era Disrupsi Digital Bungaa, Devi Maria
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i2.275

Abstract

In the era of digital disruption, education is experiencing a significant transformation. Information and communication technology not only changes how we learn and teach but also influences how we understand and practice religious values, including in the context of Christian education. The integration of Christian educational literacy in this era is essential to equip the younger generation with the skills needed to face the challenges of the times. This qualitative article aims to examine the importance of integrating Christian educational literacy in facing the challenges and opportunities offered by digital technology. With increasing access to information and changes in learning, Christian education needs to adapt to remain relevant and influential in shaping the character and faith of the younger generation. Through the right approach, Christian education can utilize technology to instill strong faith values and the skills necessary to live in an increasingly complex society.  AbstrakDi era disrupsi digital, pendidikan mengalami transformasi yang signifikan. Teknologi informasi dan komunikasi tidak hanya mengubah cara kita belajar dan mengajar, tetapi juga mempengaruhi cara kita memahami dan mempraktikkan nilai-nilai keagamaan, termasuk dalam konteks pendidikan kristiani. Integrasi literasi pendidikan kristiani dalam era ini menjadi penting untuk membekali generasi muda dengan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan zaman. Artikel ini adalah merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengkaji pentingnya integrasi literasi pendidikan kristiani dalam menghadapi tantangan dan peluang yang ditawarkan oleh teknologi digital. Dengan meningkatnya akses informasi dan perubahan cara belajar, pendidikan kristiani perlu menyesuaikan diri agar tetap relevan dan efektif dalam membentuk karakter dan iman generasi muda. Melalui pendekatan yang tepat, pendidikan kristiani dapat memanfaatkan teknologi untuk menanamkan nilai-nilai iman yang kuat dan keterampilan yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat yang semakin kompleks.  
Pendidikan Kristiani dalam Membentuk Kepribadian Sosial Anak: Membangun Sikap Anti-Bullying Pintakhari, Benyamin
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i2.276

Abstract

Bullying behavior among children and adolescents today has become a serious issue, which is discussed to overcome the problem, especially when many cases are deliberately broadcasted. Therefore, Christian religious education offers an approach according to Christian teachings to shaping children's character to face this challenge. This article investigates the role of Christian religious education in addressing bullying behavior in the next generation. Bullying not only causes a severe psychological impact on the victim but also damages the climate of the social environment, especially in the church, school, and family environment. They are using a descriptive qualitative research method with a literature study approach. So, it can be concluded that children can know the harmful effects of bullying behavior, so there is a need for a Christian religious education approach in character education to overcome bullying. And, of course, forming a personality that respects and protects oneself and others and providing a solid moral foundation for children in responding to and preventing bullying behavior wherever children are.  AbstrakPerilaku bullying di kalangan anak-anak dan remaja dewasa ini telah menjadi isu serius, yang dibicarakan untuk mengatasi persoalan tersebut apalagi saat ini terjadi banyak kasus yang snegaja diviralkan. Oleh sebab itu pendidikan agama Kristen menawarkan pendekatan sesuai jaran Kristen dalam membentuk karakter anak-anak untuk menghadapi tantangan ini. Artikel ini bertujuan untuk menyelidiki peran pendidikan agama Kristen dalam mengatasi perilaku bullying pada generasi penerus. Bullying tidak hanya menyebabkan dampak psikologis yang serius bagi korban, tetapi juga merusak iklim lingkungan pergaulan terutama dalam lingkungan gereja, sekolah dan keluarga. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka. Maka dapat disimpulkan bahwa anak dapat mengetahui dampak buruk dari perilaku bullying, sehingga perlunya pendekatan pendidikan agama Kristen dalam pendidikan karakter mengatasi bullying. Dan tentunya membentuk kepribadian yang menghargai dan melindungi diri sendiri dan sesamanya, serta memberikan landasan moral yang kuat bagi anak-anak dalam menanggapi dan mencegah perilaku bullying di manapun anak berada.  
Pendidikan Kristiani bagi Penyandang Disabilitas: Konstruksi Teologis Pendidikan Kristiani Humanis dan Inklusif dalam Pemenuhan Hak Pendidikan Arifianto, Yonatan Alex; Darius, Darius
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i2.279

Abstract

It cannot be denied that the existence of people with disabilities often experiences discrimination in all areas, including in the world of education. People with disabilities should be part of human life and must be appreciated and respected. However, at the reality level, people with disabilities still often receive inhumane treatment and negative stigma. Using descriptive qualitative methods with a literature study approach, it can be concluded that Christian education can provide protection and freedom of rights, to receive equal rights in education for people with disabilities, as well as help the development of spirituality and Christian character for people with disabilities. So, Christian education must provide an understanding of the fulfillment of educational rights for everyone; this is a message about the nature of disability to be fought for. Furthermore, Christian education and educational equality are synergistic and cannot be separated. The construction of disability theology in Biblical dogmatics must optimize the church and Christian education in fulfilling the educational rights of disabilities. AbstrakEksistensi penyandang disabilitas tidak dapat pungkiri sering mengalami diskriminasi di degala lini, termasuk dalam dunia pendidikan. Penyandang disabilitas seharusnya bagian dari kehidupan manusia yang harus dihargai dan dihormati. Namun pada tataran realita, para penyandang disabiltas masih sering mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi dan stigma negatif. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature maka dapat disimpulkan bahwa di mana Pendidikan Kristen dapat memberikan perlindungan dan kebebasan hak, untuk menerima hak yang sama dalam pendidikan kepada para penyandang disabilitas, serta membantu perkembangan kerohanian dan karakter Kristen bagi penyandang disabilitas. Maka pendidikan Kristen harus memberikan pemahaman terhadap pemenuhan hak pendidikan kepada semua orang, hal itu menjadi pesan dari hakikat disabilitas untuk diperjuangkan. Selanjutnya pendidikan kristen dan kesetaraan pendidikan adalah sinergisitas dan integral yang tidak dapat dipisahkan. Karena kontruksi teologi disabilitas dalam dogmatika Alkitabiah haruslah dapat mengoptimalisasi gereja dan pendidikan Kristen dalam pemenuhan hak pendidikan disabilitas.   
Memperkuat Nilai-Nilai Pendidikan Kristiani di tengah Perubahan Sosial dan Revolusi Budaya Digital Yasin, Harlin
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i2.277

Abstract

In the increasingly advanced and rapidly developing digital era and the existence of global culture, significant changes affect various aspects of human life, including morals and spirituality. Christian education has a vital role in building a life based on Christian values, which remains relevant amid the dynamics of social change. The background problem in this study is how Christian education can face the challenges arising from cultural shifts influenced by digitalization, which often promote values contrary to Christian teachings. The purpose of this paper is to explore how Christian education can be adapted and integrated with digital culture so that it can shape the lives of individuals who are strong in faith despite being in the midst of rapid social change. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that the importance of understanding the nature of digital culture and also the challenges and impacts of digital culture, the role of Christian education amid social change that affects character development and especially the understanding of Christian values can be a strong fortress in facing the challenges of the digital era. Christian education can guide individuals to live meaningfully without losing their faith identity during dynamic social change.  AbstrakDi era digital yang semakin maju, dan berkembang pesat serta adanya kebudayaan global mengalami perubahan signifikan yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam hal moral dan spiritualitas. Pendidikan Kristen memiliki peran penting dalam membangun kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai kekristenan, yang tetap relevan di tengah dinamika perubahan sosial. Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pendidikan Kristen dapat menghadapi tantangan yang muncul dari pergeseran budaya yang dipengaruhi oleh digitalisasi, yang sering kali mempromosikan nilai-nilai yang bertentangan dengan ajaran Kristiani. Tujuan penulisan ini untuk mengeksplorasi bagaimana pendidikan Kristen dapat diadaptasi dan diintegrasikan dengan kebudayaan digital, sehingga mampu membentuk kehidupan individu yang kokoh dalam iman, meskipun berada di tengah perubahan sosial yang cepat. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka, maka dapat disimpulkan bahwa Pentingnya memahami hakikat kebudayaan digital dan juga Tantangan dan Dampak dari kebudayaan digital maka Peran Pendidikan Kristen di Tengah Perubahan sosial yang memengaruhi pengembangan karakter dan terlebih pemahaman nilai-nilai kekristenan dapat menjadi benteng yang kuat dalam menghadapi tantangan era digital. Pendidikan Kristen yang  mampu membimbing individu dalam menjalani kehidupan yang bermakna, tanpa kehilangan identitas iman mereka di tengah arus perubahan sosial yang dinamis.  
Pendidikan Gereja dan Pembentukan Karakter Kristiani di Era Digital: Sintesis Teologi Pendidikan dan Tantangan Etika Digital Teintang, Ronne A. Y.
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i2.230

Abstract

This article examines the strategic role of church education in shaping Christian character in the midst of a digital era full of value disruption and ethical challenges. Through a theological approach to education, this study seeks to integrate the normative understanding of Christian faith with the dynamics of digital culture that affect the spirituality and morality of today's generation. This research uses a descriptive qualitative method based on literature study by examining theological sources, Christian education literature, and contemporary digital ethics studies. It can be concluded that contextualized church education, based on strong theology and aware of the challenges of digital ethics, can be a means of resilient and virtuous character building. This article closes the research gap related to the synthesis between faith education and the church's response to the digital revolution in the character building of the people. AbstrakArtikel ini mengkaji peran strategis pendidikan gereja dalam membentuk karakter Kristiani di tengah era digital yang sarat dengan disrupsi nilai dan tantangan etika. Melalui pendekatan teologi pendidikan, studi ini berupaya mengintegrasikan pemahaman normatif iman Kristiani dengan dinamika budaya digital yang memengaruhi spiritualitas dan moralitas generasi masa kini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka dengan menelaah sumbersumber teologis, literatur pendidikan Kristen, dan kajian etika digital kontemporer. Maka itu dapat disimpulkan bahwa pendidikan gereja yang kontekstual, berbasis teologi yang kuat, dan sadar akan tantangan etika digital dapat menjadi sarana pembentukan karakter yang resilien dan berbudi luhur. Artikel ini menutup kesenjangan riset terkait sintesis antara pendidikan iman dan respons gereja terhadap revolusi digital dalam pembentukan karakter umat. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7