cover
Contact Name
Marcellius Lumintang
Contact Email
marcelliuslumintang@sttikat.ac.id
Phone
+628129929141
Journal Mail Official
lppm@sttikat.ac.id
Editorial Address
Jl. Rempoa Permai No. 2 Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, 12330
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
ISSN : -     EISSN : 27211622     DOI : https://doi.org/10.52220/sikip.v4i2.196
Core Subject : Religion, Education,
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen merupakan wadah publikasi hasil penelitian ilmiah yang berkaitan dengan isu-isu Pendidikan Agama Kristen, yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta. Focus dan Scope penelitian SIKIP adalah: 1. Pendidikan Agama Kristen 2. Pendidikan Keluarga Kristen 3. Pendidikan Kristen di Gereja 4. Manajemen Pendidikan Kristen 5. Teknologi Pendidikan Kristen SIKIP menerima artikel dari dosen dan para praktisi pendidikan dari segala institusi teologi atau Sekolah Tinggi Agama Kristen, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review.
Articles 72 Documents
Memetakan Tantangan dan Peluang Pendidikan Agama Kristen dalam Masyrakat Majemuk di Era Disrupsi Digital Hotmarlina, Evinta
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1: Pebruari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i1.211

Abstract

Secara geografis Indonesia terdiri dari 17.760 pulau dan lebih dari 1340 suku. Setiap suku memiliki budaya dan keyakinan yang berbeda pula.  Keberagaman suku dan keyakinan tersebut sudah terjadi sejak ribuan tahun yang lalu. Pengalaman masyrakat indonesia hidup dalam kemajemukan yang telah dimulai sejak lama, hendaknya tidak menjadi permasalahan, namun pada kenyataannya persoalan hubungan antar umat beragama masih terjadi, masalah ini sering disebut dengan isu SARA.  
Peran Pendidikan Teologi dan Kepemimpinan Kristen dalam Pembentukan Karakter Guru Sekolah Minggu Yunida Bawamenewi; Lidia Marbun; Andreas Fernando; Reni Triposa
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 1: Pebruari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v3i1.106

Abstract

Theological education actually has an important role for Sunday school teachers in giving a more specific understanding to a teacher in guiding, directing, and educating Sunday school children. Because Sunday school is a place for character building, attitude, and introduction of children from an early age about the truth of God's word. Not only theological education has an important role for Sunday school teachers, Christian leadership also has an important role for Sunday school teachers. Christian leadership is leadership that has the heart of a servant in serving others where the model is Jesus. A Christian leader has a very strong influence on Sunday school teachers in bringing positive changes to Sunday school teachers so that the teacher is able to transform this positive influence on Sunday school children. This writing uses a literature research method where this research method is carried out with a descriptive qualitative approach so that it can describe the role of theological education and Christian leadership for Sunday school teachers because theological education and Christian leadership are the basis for Sunday school teachers in teaching children. Sunday school kids.  AbstrakPendidikan teologi sesungguhnya memiliki peran penting untuk guru sekolah Minggu dalam memberi pemahaman ynag lebih spesifik kepada seorang guru dalam membimbing, mengarahkan dan mendidik anak sekolah Minggu. Oleh karena sekolah Minggu merupakan wadah pembentukan karakter, sikap dan pengenalan anak sejak dini tentang kebenaran firman Tuhan. Tidak hanya pendidikan teologi saja yang memiliki peran penting bagi guru sekolah Minggu, kepemimpinan kristen juga memiliki peran penting bagi guru sekolah Minggu. Kepemimpinan kristen adalah kepemimpinan yang memiliki hati seorang hamba dalam melayani orang lain dimana yang menjadi modelnya adalah Yesus. Seorang pemimpin kristen memiliki pengaruh yang sangat kuat bagi guru sekolah Minggu dalam mebawa perubahan positif bagi guru sekolah Minggu sehingga guru tersebut mampu mentransformasi pengaruh positif tersebut kepada anak sekolah Minggu. Penulisan ini menggunakann metode penelitian pustaka dimana metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, sehingga dapat mengdeskripsikan peran pendidikan teologi dan kepemimpinan kristen itu bagi guru sekolah Minggu, oleh karena pendidikan teologi dan kepemimpinan kristen ini merupakan dasar bagi para guru sekolah Minggu dalam mengajar anak-anak sekolah Minggu.
Ulangan 31:9-13 Sebagai Landasan Strategi Guru Sekolah Minggu Dalam Mengajarkan "Takut akan Tuhan" Bimo Setyo Utomo; Eddy Tjondro
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 1: Pebruari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v2i1.64

Abstract

A well-organized Sunday School can be the right means for the church to educate children in their spiritual growth so that one day they become a beautiful future for the church and the nation. Church participation through Sunday School teachers is an important part of the spiritual formation of children to instill fear of God. Researchers used Deuteronomy 31: 9-13 which is considered to be one of the important biblical foundations to be studied with the aim of being able to develop as a strategic foundation by Sunday School teachers in teaching the fear of God to children. The method used in this study is a literature review of the biblical text in Deuteronomy 31: 9-13 which is elaborated using lexical and grammatical analysis. From the analysis of the text of Deuteronomy 31: 9-13, three main parts can be found, namely: facing God's presence; listening to God's Word; and learning to fear God which will be the basic strategy(conceptual) of the Sunday School teachers when teaching the fear of the Lord.AbstrakSekolah Minggu yang terselenggara dan terorganisir dengan efektif dan baik dapat menjadi sarana yang tepat bagi gereja untuk mendidik anak-anak dalam pertumbuhan rohaninya sehingga kelak mereka menjadi masa depan yang indah bagi gereja dan bangsa. Partisipasi gereja melalui para guru Sekolah Minggu merupakan bagian yang penting dalam pembentukan kerohanian anak untuk dapat menanamkan takut akan Tuhan. Peneliti menggunakan Ulangan 31:9-13 yang dianggap merupakan salah satu landasan biblika yang penting untuk diteliti dengan tujuan dapat dikembangkan sebagai sebuah landasan strategi oleh para guru Sekolah Minggu dalam mengajarkan takut akan Tuhan pada anak-anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka dari teks Alkitab dalam Ulangan 31:9-13 yang dielaborasi menggunakan analisa leksikal dan gramatikal. Dari hasil analisis teks Ulangan 31:9-13, dapat ditemukan tiga bagian utama, yakni: menghadap hadirat Tuhan; mendengarkan Firman Tuhan; belajar takut akan Tuhan, yang akan dijadikan landasan (konseptual) strategi guru Sekolah Minggu dalam mengajarkan takut akan Tuhan.
Pendidikan Kristiani melalui Mezbah Keluarga berbasis Media Digital Widasari, Christin Novalia; Andrianti, Sarah
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v2i2.103

Abstract

Faith is essential in the lives of a Christian family, especially in this turbulent time. As a result, every family should provide room and time for a family altar where they may assemble to honor God and pray. However, today, it is considered typical for many parents to be busy working outside the house, resulting in little time to spend with their children and ignoring their children's spiritual needs. The researcher used a qualitative method with descriptive discussion to try to explain the importance of the family mezbah as a means of religious education for each family member and to bridge the limitations of Christian families who have become lay congregations in starting family mezbahs with the help of YouTube media. From this research, the sophistication of digital and information technology has created an opportunity for lay congregations to use it to start a family altar, specifically with the help of the YouTube application, which is available on every gadget that people of all ages can use. One family member can play a spiritual praise song on YouTube that all family members can sing together, listen to thoughts on the pastor's sermon on a particular issue, and conclude with a collective prayer. If this activity is done on a regular and consistent basis, this Christian family will eventually become accustomed to the family mezbah and will begin to have the courage to hold a family mezbah without the help of YouTube anymore.  AbstrakIman sangat penting dalam kehidupan keluarga Kristen, terutama di masa yang penuh gejolak ini. Oleh karena itu, setiap keluarga hendaknya menyediakan ruang dan waktu untuk mezbah keluarga di mana mereka dapat berkumpul untuk menghormati Tuhan dan berdoa. Namun, saat ini sudah menjadi hal yang lumrah jika banyak orang tua yang sibuk bekerja di luar rumah, sehingga hanya memiliki sedikit waktu bersama anak dan mengabaikan kebutuhan rohani anak. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pembahasan deskriptif untuk mencoba menjelaskan pentingnya mezbah keluarga sebagai sarana pendidikan kristiani bagi setiap anggota keluarga dan menjembatani keterbatasan keluarga Kristen yang menjadi jemaah awam dalam memulai mezbah keluarga dengan bantuan media youtube. Dapat disimpulkan bahwa kecanggihan teknologi digital dan informasi membuka peluang bagi jemaat awam untuk memanfaatkannya sebagai sarana memulai mezbah keluarga, khususnya dengan bantuan aplikasi YouTube yang tersedia di setiap gadget yang ada. Salah satu anggota keluarga dapat memutar lagu pujian rohani di YouTube yang dapat dinyanyikan bersama oleh seluruh anggota keluarga, kemudian mendengarkan pemikiran tentang khotbah pendeta tentang suatu masalah tertentu, dan diakhiri dengan doa bersama. Jika kegiatan ini dilakukan secara teratur dan konsisten, maka keluarga Kristen ini pada akhirnya akan terbiasa dengan mezbah keluarga dan mulai berani untuk mengadakan mezbah keluarga tanpa bantuan youtube lagi.   
Implementasi Pendidikan Agama Kristen pada Masa Bapa-Bapa Beriman dalam Keluarga Sitompul, Baginda; Sinaga, Sari Mutiara; Nainggolan, Ricki Martin
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 1: Pebruari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v4i1.63

Abstract

Pendidikan Agama Kristen (PAK) pada masa bapa-bapa beriman berfokus pada pengajaran dari sumber-sumber utama seperti Alkitab dan tradisi lisan, serta praktik kehidupan sehari-hari. Keluarga dan lingkungan gereja menjadi tempat utama dalam mendapatkan pendidikan agama Kristen pada masa itu. Terdapat beberapa masalah yang mungkin dihadapi oleh keluarga dalam mengimplementasikan Pendidikan Agama Kristen (PAK ) di keluarga, di antaranya kesibukan dengan pekerjaan atau aktivitas lainnya, kurangnya pemahaman ajaran agama Kristen, lingkungan sekitar kurang mendukung nilai-nilai agama Kristen, kecanduan teknologi dan media sosial. Untuk mengatasi masalah ini, adapun solusi yang kami tawarkan adalah, orang tua menggunakan berbagai sumber untuk memperdalam pemahaman, melibatkan anak-anak dalam kegiatan keagamaan, orang tua dan anak menggunakan teknologi modern untuk memperkaya Pendidikan Agama Kristen (PAK). Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library researh), yang dimaksud dengan penelitian kepustakaan adalah kegiatan penelitian yang dilaksanakan dengan mengumpulkan data berupa buku, jurnal, dan hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan objek penelitian ini. 
Hubungan Kompetensi Pedagogik Guru dan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Ester Putri Setiyowati; Yonatan Alex Arifianto
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 2: Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v1i2.57

Abstract

Pedagogic competencies can bring change when teachers realize competencies in accordance with the existing education law, pedagogic competencies include pedagogic competencies which include: (a) understanding educational insights or foundations, (b) understanding of students, (c) development curriculum or syllabus, (d) instructional design, (e) educational and dialogical implementation of learning, (f) understanding of learning technology, (g) evaluation of learning outcomes, and (h) development of students to actualize their various potentials. The above are indicators that bring changes in student achievement. The method achieved in the analysis of this research is quantitative by selecting a survey using a Google form questionnaire and using SPSS version 23 software in analyzing data to meet the research principles. Learning achievement will be significant if pedagogical competences can be developed in the teaching and learning process. AbstrakKompetensi Pedagogik dapat membawa perubahan ketika guru mewujudkan sesuai dengan kompetensi yang ada dlam undang-undang pendidikan, kompetensi pedagogic itu antara lain kompetensi pedagogik yang meliputi: (a) pemahaman wawasan atau landasan kependidikan, (b) pemahaman terhadap peserta didik, (c) pengembangan kurikulum atau silabus, (d) perancangan pembelajaran, (e) pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, (f) pemahaman teknologi pembelajaran, (g) evaluasi hasil belajaran, dan (h) pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.  Hal tersebut diatas adalah indikator yang membawa perubahan dalam prestasi belajar siswa. Metode yang dicapai dalam analisis penelitian ini adalah kuantitatif dengan memilih survey menggunakan Angket Google form dan menggunakan softwear SPSS versi 23 dalam menganalisis data untuk memenuhi kaidah-kaidah penelitian. Prestasi belajar akan menjadi signifikan jika kompetensi pedagogik dapat dikembangkan dalam proses belajar mengajar.
Memperkuat Nilai-Nilai Pendidikan Kristiani di tengah Perubahan Sosial dan Revolusi Budaya Digital Yasin, Harlin
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i2.277

Abstract

In the increasingly advanced and rapidly developing digital era and the existence of global culture, significant changes affect various aspects of human life, including morals and spirituality. Christian education has a vital role in building a life based on Christian values, which remains relevant amid the dynamics of social change. The background problem in this study is how Christian education can face the challenges arising from cultural shifts influenced by digitalization, which often promote values contrary to Christian teachings. The purpose of this paper is to explore how Christian education can be adapted and integrated with digital culture so that it can shape the lives of individuals who are strong in faith despite being in the midst of rapid social change. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that the importance of understanding the nature of digital culture and also the challenges and impacts of digital culture, the role of Christian education amid social change that affects character development and especially the understanding of Christian values can be a strong fortress in facing the challenges of the digital era. Christian education can guide individuals to live meaningfully without losing their faith identity during dynamic social change.  AbstrakDi era digital yang semakin maju, dan berkembang pesat serta adanya kebudayaan global mengalami perubahan signifikan yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam hal moral dan spiritualitas. Pendidikan Kristen memiliki peran penting dalam membangun kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai kekristenan, yang tetap relevan di tengah dinamika perubahan sosial. Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pendidikan Kristen dapat menghadapi tantangan yang muncul dari pergeseran budaya yang dipengaruhi oleh digitalisasi, yang sering kali mempromosikan nilai-nilai yang bertentangan dengan ajaran Kristiani. Tujuan penulisan ini untuk mengeksplorasi bagaimana pendidikan Kristen dapat diadaptasi dan diintegrasikan dengan kebudayaan digital, sehingga mampu membentuk kehidupan individu yang kokoh dalam iman, meskipun berada di tengah perubahan sosial yang cepat. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka, maka dapat disimpulkan bahwa Pentingnya memahami hakikat kebudayaan digital dan juga Tantangan dan Dampak dari kebudayaan digital maka Peran Pendidikan Kristen di Tengah Perubahan sosial yang memengaruhi pengembangan karakter dan terlebih pemahaman nilai-nilai kekristenan dapat menjadi benteng yang kuat dalam menghadapi tantangan era digital. Pendidikan Kristen yang  mampu membimbing individu dalam menjalani kehidupan yang bermakna, tanpa kehilangan identitas iman mereka di tengah arus perubahan sosial yang dinamis.  
Peran Orang tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini di Era Society 5.0 Lasurital, Silvy Rolis; Anabertus, Hesty Rolis; Dayanti, Iis; Zega, Ridwan Putra; Siahaan, Ruth Judica
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 2: Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v3i2.148

Abstract

Era society 5.0 anak-anak tidak dapat dipisahkan dengan yang namanya perangkat seluler yang membuat anak menyukai perangkat seluler. Terutama bagi anak usia dini yang sudah diajarkan untuk memakai perangkat seluler yang di dalamnya tentu memiliki konten yang tidak wajar atau pantas bagi anak usia dini, dikarenakan orang tua sepatutnya memahami dan terus mengawasi serta melihat apa yang telah dicari oleh anak tersebut sehingga anak tetap dalam batasannya sesuai kebutuhannya. Peneliti menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Perkembangan teknologi di era society 5.0 mengharuskan semua orang tua maupun keluarga memiliki perangkat seluler di rumah. Saat perangkat seluler berada di dalam sebuah keluarga atau digunakan oleh orang tua, ada berbagai hal yang perlu dipersiapkan guna menghadapinya supaya dapat hidup bersama dengan teknologi setiap harinya. Oleh karena itu peranan orangtua terhadap pendidikan anak usia dini di era society sangat dibutuhkan untuk membantu dan membatasi anak dalam menggunakan perangkat seluler tersebut. Perkembangan teknologi di era society 5.0 mengharuskan orang tua maupun keluarga mampu berpengaruh bagi anak, supaya dapat mengikuti dan mampu menggunakan kecanggihan teknologi dengan sebaik mungkin. Sebab orang tua seharusnya menjadi pengawas dan pembimbing di dalam keluarga dengan serius untuk mengkomunikasikan dan menjelaskan teknologi sesuai dengan kebutuhan anak tersebut. 
Penanaman Nilai-nilai Etika Kristiani Anak melalui Peneladanan Karakter: Sebuah Studi terhadap Anak Usia 3-4 Tahun di TK Kristen Bethesda Sumogawe, Getasan Sari, Desi Ratna; Sari, Dwi Novita; Mononimbar, Yonathan Yakub
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1: Pebruari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i1.237

Abstract

Research conducted at Bethesda Christian Kindergarten Sumogawe Getasan directed towards research titled "Teacher strategies in instilling Christian ethical valuesin children aged 3-4 years". Christian ethics is directed toward the word of god, which contains truths based on the bible. Christian ethics is essential in instilling ethical values in children aged 3-4. children aged 3-4 are excellent for shaping their attitudes and character. This is one good thing for children to receive good teaching during their development period. Christian ethical values are also often associated with a person's character. It can be termed as ongoing education provided in the school and family environment. The research uses qualitative and descriptive methods, and it is a literature review aimed at forming a teacher strategy for instilling Christian ethical values in children aged 3-4 years. The author concludes that in instilling ethical values in children, one must be guided by the truth of the word of god. Christian ethical values are the basis for character formation in guiding children so that they can live according to truth and not be influenced by things contrary to the Bible. AbstrakPenelitian yang dilakukan di TK Kristen Bethesda Sumogawe Getasan yang megarahkan kepada penelititan dengana judul Strategi Guru Dalam Penanaman Nilai Etika Kristen Pada Anak Usia 3-4 Tahun Kanak-Kanak (TK). Etika Kristen merupakan suatu hal yang mengarahkan kepada firman Tuhan yang berisis tentang kebenaran yang berdasarkan pada alkitabiah. Etika Kristen merupakan hal terpenting dalam penanaman nilai etika pada anak usia 3-4 tahun, Anak yang berusia 3-4 tahun adalah usia yang sangat baik dalam membentuk sikpa dan karakternya, ini menjadi salah satu hal yang baik bagi anak untuk mendapatkan suatu pengajaran yang baik dalam masa perkembangannya. Nilai etika Kristen juga seringkali dikaitkan dengan watak seseorang, dalam sebuah pendidikan dapat diistilahkan dengan berlansungnya dalam pendidikan yang ada dilingkungan sekolah dan keluarga. Penelitian mengunkan metode kualitatif dan deskritif, kajian pustaka yang bertujuan untuk membentuk suatu strategi guru dalam penanaman nilai etika Kristen pada anak usia 3-4 tahun. Kami menyimpulkan bahwa dalam penanaman nilai etika pada anak harus berpedoman pada kebenaran firman Tuhan. Nilai etika Kristen merupakan dasar pembentukan karakter dalam membimbing anak supaya anak dapat hidup sesuai dengan kebenaran dan tidak terpengaruh kepada hal-hal yang bertentangan dengan Alkitab.  
Hubungan Supervisi Akademik Pengawas Pendidikan Agama Kristen dengan Kinerja Guru Amran Maher Dionizius Isu
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 2: Agustus 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v2i2.101

Abstract

The purpose of this study was to determine and explain the relationship between academic supervision of Christian religious education supervisors on the performance of Christian religious education teachers in the Ministry of Religion of South-Central Timor Regency. this type of quantitative research is used for data collection, data analysis, and interpretation of analysis results to obtain information for drawing conclusions and making decisions. So, the results obtained at the time of the study were: first, The influence of supervisory planning activities on the work performance of Christian religious education teachers includes supervisory planning activities or tasks (X1) significantly affects the performance of Christian religious education teachers (Y); second, The effect of the implementation of supervisory duties on the work performance of Christian religious education teachers includes Supervisory Supervision Activities or tasks (X2) significantly affects the performance of Christian religious education teachers (Y). This means that the supervisor's follow-up activity (X3) has a significant effect on the performance of Christian religious education teachers (Y). AbstrakTujuan yang dicapai pada penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan hubungan supervisi akademik pengawas pendidikan agama kristen terhadap kinerja guru pendidikan agama kristen di wilayah kementerian agama Kabupaten Timor Tengah Selatan. jenis penelitian kuantitatif, digunakan untuk pengumpulan data, analisis data, dan interpretasi hasil analisis untuk mendapatkan informasi guna penarikan kesimpulan dan pengambilan keputusan. Maka hasil yang diperoleh pada saat penelitian adalah: Pertama, pengaruh kegiatan perencanaan pengawas terhadap kinerja kerja guru pendidikan agama Kristen meliputi kegiatan atau tugas perencanaan Pengawas (X1) berpe-ngaruh secara signifikan terhadap kinerja guru Pendidikan agama Kristen (Y); kedua, pengaruh pelaksanaan tugas supervisi pengawas terhadap kinerja kerja guru pendidikan agama Kristen meliputi kegiatan atau tugas supervise pengawas (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja guru Pendi-dikan agama Kristen (Y). Hal ini berarti bahwa kegiatan tindaklanjut pengawas (X3) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja guru pendidikan agama kristen (Y).