cover
Contact Name
Heriansyah
Contact Email
heriansyahabdulhamid@poltekkes-mks.ac.id
Phone
+6285255574016
Journal Mail Official
mediakeperawatanmakassar@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
JURUSAN KEPERAWATAN POLTEKES KEMENKES MAKASSAR Jl. Monumen Emmi Saelan 3 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
ISSN : 20870035     EISSN : 26220148     DOI : https://doi.org/10.32382/medkes.v17i2.2822
Core Subject : Health,
Jurnal Media Keperawatan Politeknik Kesehatan Makassar merupakan media publikasi artikel-artikel hasil riset dan tinjauan literatur. Kami menerima artikel-artikel dalam bidang keperawatan dan kesehatan secara umum termasuk juga masalah kesehatan populer.
Articles 95 Documents
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT SINAR KASIH TORAJA: Analysis of Factors Related to The Incidence of Low Birth Weight Babies in Sinar Kasih Toraja Hospital Rantelino, Martini; Ma'rufi; Chandra Montololu, Freddy; Fadli
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 2 (2025): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i2.895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di Rumah Sakit Sinar Kasih Toraja tahun 2024. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang melahirkan di Rumah Sakit Sinar Kasih Toraja sebanyak 127 orang, dengan sampel 56 responden yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan continuity correction dan uji Fisher’s exact sesuai dengan ketentuan analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara anemia ibu dan kejadian BBLR (p = 0,046; OR = 4,211; 95% CI: 1,014–17,484). Ibu dengan anemia memiliki risiko 4,2 kali lebih besar melahirkan bayi BBLR dibandingkan ibu yang tidak anemia. Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara kejadian BBLR dengan umur ibu (p = 1,000), pekerjaan (p = 1,000), paritas (p = 0,486), dan riwayat merokok (p = 0,330). Namun, analisis lanjutan menunjukkan bahwa frekuensi paparan asap rokok dalam satu minggu terakhir berhubungan secara signifikan dengan kejadian BBLR (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa anemia ibu merupakan faktor risiko utama yang dapat dimodifikasi terhadap kejadian BBLR. Oleh karena itu, penguatan skrining dan penatalaksanaan anemia selama kehamilan serta upaya pengurangan paparan asap rokok pada ibu hamil perlu dioptimalkan sebagai strategi praktis dalam pencegahan BBLR dan peningkatan luaran kesehatan neonatal.
ANALISIS SUPRESI VIRAL LOAD DARAH PENGIDAP HIV DI KOTA PALOPO: Analysis of Viral Load Suppression in Blood of HIV Patients in Palopo City Nurhasanah; Adam, Arlin; Sainuddin, Sudirman; Zamli; Fadli
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 2 (2025): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i2.897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan supresi viral load pada pengidap HIV di Kota Palopo. Penelitian ini menggunakan design cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pengidap HIV yang telah mendapatkan terapi ARV minimal 6 bulan dan telah menjalani pemeriksaan viral load pada tahun 2023. Pengambilan sampel dengan teknik stratified random sampling pada 3 puskesmas dengan jumlah pasien HIV tertinggi di Kota Palopo. Analisis data menggunakan uji statistik Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi antara kepatuhan pengobatan ARV dengan hasil viral load darah pengidap HIV dengan kekuatan korelasi yang cukup dan searah (nilai signifikansi 0,005<0,05 dan nilai correlation coefficient sebesar 0,365). Terdapat korelasi antara riwayat LTFU dengan hasil viral load darah pengidap HIV dengan kekuatan korelasi kuat dan searah (nilai signifikansi 0,000<0,05 dan nilai correlation coefficient sebesar 0,578). Terdapat korelasi antara perilaku berisiko dengan hasil viral load darah pengidap HIV dengan korelasi yang cukup dan searah (nilai signifikansi 0,015< 0,05 dan nilai correlation coefficient sebesar 0,317). Tidak terdapat korelasi antara riwayat komorbiditas dengan hasil viral load darah pengidap HIV (nilai signifikansi 0,755>0,05 dan nilai correlation coefficient adalah sebesar 0,042 korelasi sangat lemah).
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEK (KEKURANGAN ENERGI KRONIK) PADA IBU HAMIL: Analysis of Factors Related to The Incidence of Chronic Energy Deficiency in Pregnant Women Irma, Sitti; Adam, Arlin; Sainuddin, Sudirman; Fadli
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 2 (2025): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i2.915

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pontap Kota Palopo. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pontap Kota Palopo sebanyak 79 orang (exhaustive sampling). Variabel independen meliputi pengetahuan gizi, pola konsumsi, dan riwayat penyakit infeksi, sedangkan variabel dependen adalah kejadian KEK yang diukur menggunakan Lingkar Lengan Atas (LILA). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian KEK (p = 0,028), serta antara pola konsumsi dengan kejadian KEK (p < 0,001). Tidak terdapat hubungan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian KEK (p = 0,641). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa pola konsumsi merupakan faktor yang paling berhubungan dengan kejadian KEK (OR = 7,233; 95% CI: 2,318–22,565). Kesimpulan bahwa pengetahuan dan pola konsumsi berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil, dengan pola konsumsi sebagai faktor dominan. Upaya promosi gizi dan perbaikan pola konsumsi pada ibu hamil perlu ditingkatkan untuk mencegah KEK.
HUBUNGAN REWARD OF CAREGIVING SCALE DENGAN KEMANDIRIAN KELUARGA DALAM PERAWATAN JANGKA PANJANG PADA LANSIA: The Relationship between the Family Reward of Caregiving Scale and Family Independence in Long-Term Care for the Elderly Putra Siswoyo, Berlyan Surya Prata; Melizza, Nur; Yossi , Suyesti; Budiarti, Nadin; Adiratna, Brillian Yunita; Hermanto, Roby Putra
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 2 (2025): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i2.1595

Abstract

Seiring dengan bertambahnya populasi lansia, isu-isu yang berkaitan dengan kesehatan dan ketergantungan dalam kehidupan sehari-hari menjadi semakin umum. Dalam kondisi seperti itu, keluarga bertindak sebagai sistem pendukung utama, mengambil tanggung jawab pengasuhan yang berkelanjutan. Namun, menjadi pengasuh mandiri bukan berarti tanpa tantangan. Keluarga sering mengalami stres emosional, kelelahan fisik, dan tekanan keuangan. Terlepas dari kesulitan-kesulitan ini, rasa penghargaan atau kepuasan pribadi yang diperoleh dari pengasuhan dapat menjadi sumber kekuatan dan motivasi yang sangat penting, penelitian ini mengeksplorasi korelasi antara penghargaan yang dirasakan oleh pengasuh dan tingkat kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga yang berusia lanjut. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional, data dikumpulkan dari enam puluh satu pengasuh yang tinggal bersama anggota keluarga lansia di wilayah Malang antara Januari dan Mei 2025. Partisipan dipilih melalui pengambilan sampel secara tidak sengaja. Instrumen penelitian meliputi skala persepsi penghargaan pengasuhan dan kuesioner kemandirian keluarga. Analisis korelasi Spearman dilakukan dengan ambang batas signifikansi 0,05. Temuan menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan secara statistik antara persepsi penghargaan dan kemandirian keluarga (r = 0,287; p = 0,025). Hal ini menunjukkan bahwa pengasuh yang merasakan lebih banyak penghargaan pribadi dari peran mereka cenderung menumbuhkan kemandirian yang lebih besar dalam unit keluarga ketika memberikan perawatan lansia. Hasil ini menekankan pentingnya mempromosikan pengalaman emosional yang positif.
PENGETAHUAN PERAWAT PADA PENERAPAN EARLY WARNING SYSTEM (EWS) DALAM PENILAIAN AWAL PERAWATAN KRITIS: Nurses’ Knowledge Of Early Warning Scores (Ews) In The Early Assessment Of Critical Care Hasan, Sri Musriniawati; Muhammad, Hana Yulianti; Riyanto, Eka Sulistiawati; Tamrin, Ike Nurjana
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 2 (2025): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i2.1743

Abstract

Early Warning Score (EWS) dikembangkan untuk pendeteksian dini pasien yang mengalami perburukan kondisi dengan menilai dan menganalisis tanda-tanda vital dalam parameter fisiologis sesuai hasil skoring. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran pengetahuan perawat pada penerapan early warning score (EWS) dalam penilaian awal perawatan kritis di RSUD Luwuk Kabupaten Banggai. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Penelitian ini menggunakan analisis univariat berupa usia, tingkat pengetahuan, dan klasifikasi pendidikan dan analisis bivariat berupa tingkat pengetahuan perawat terhadap penerapan EWS. Tehnik pengumpulan data dengan menggunakan instrument kuesioner pada 170 responden. Hasil analisis ditemukan bahwa sebagian besar responden mencapai nilai 80 – 100 yang artinya memiliki pengetahuan baik sebanyak n = 104 (61,2%) dan terdapat n = 51 (30%) responden yang memiliki pengetahuan cukup dengan capaian nilai 61 – 79, sedangkan responden yang memiliki pengetahuan kurang dengan capaian nilai < 59 sebanyak n = 15 (8,8%). Hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki tingkat pengetahuan yang baik terhadap penilaian Early Warning Score (EWS) dalam kegawatan pasien kritis

Page 10 of 10 | Total Record : 95