cover
Contact Name
Heriansyah
Contact Email
heriansyahabdulhamid@poltekkes-mks.ac.id
Phone
+6285255574016
Journal Mail Official
mediakeperawatanmakassar@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
JURUSAN KEPERAWATAN POLTEKES KEMENKES MAKASSAR Jl. Monumen Emmi Saelan 3 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
ISSN : 20870035     EISSN : 26220148     DOI : https://doi.org/10.32382/medkes.v17i2.2822
Core Subject : Health,
Jurnal Media Keperawatan Politeknik Kesehatan Makassar merupakan media publikasi artikel-artikel hasil riset dan tinjauan literatur. Kami menerima artikel-artikel dalam bidang keperawatan dan kesehatan secara umum termasuk juga masalah kesehatan populer.
Articles 96 Documents
IMPLEMENTASI PERAWATAN VULVA HYGIENE PADA IBU NIFAS DI RUANGAN PERAWATAN NIFAS DI RSIA PERTIWI MAKASSAR: Implementation of Vulva Hygiene Care for Post Partum in the Postpartum Care Room at RSIA Pertiwi Makassar Rahmatia, Sitti; Laubo, Naharia; Syarif, Kurnia Rahma; Basri, Muhammad; Hartati; Ismail, Nur Rejeki Najibah
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 1 (2025): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i1.1408

Abstract

Post partum merupakan masa dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat kandungan kembali semula sepertisebelum hamil, yang berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari. Selama periode pemulihan ini, ibu post partum akanmengalami banyak perubahan fisik yang alami namun dapat menyebabkan ketidaknyamanan awalnya. Salah satu cara untukmencegah resiko infeksi yaitu dengan perawatan vulva hygiene. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk diketahuinyaimplementasi perawatan vulva hygiene pada ibu post partum di ruangan perawatan nifas di RSIA Pertiwi Makassar. Metodepenelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus observasi. Sampel dari penelitian terdiri dari 3 ibupost partum yang berada di RSIA Pertiwi Makassar di ruang nifas. Penelitian ini dilaksanakan di RSIA Pertiwi Makassar. Dalampenelitian ini dilakukan observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data dari setiap informan. Dari hasil tindakan perawatan vulva hygiene didapatkan ketiga informan merasa nyaman dan rileks serta mengetahui bagaimana cara melakukan perawatan vulva hygiene. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa perawatan vulva hygiene terbukti efektif karena dengan adanya perawatan ini dapat membantu ibu post partum dalam mencegah resiko infeksi, iritasi dan keputihan, serta dapat membuat ibu post partum merasa lebih nyaman dalam melakukan aktivitas nya kembali.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG TEKNIK HEIMLICH MANEUVER DI TK HIKMAH MINASA UPA MAKASSAR: Implementation Of Health Education On Heimlich Maneuver Technics At TK Hikmah Minasa Upa Makassar Junaidi, Abd Hady; Hariani, Hariani; Nur, Muhammad
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 1 (2025): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i1.1431

Abstract

Latar Belakang: Tersedak merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas pada anak yang sering terjadi namun dapat dicegah. Anak-anak berada pada tahap perkembangan yang membuat mereka rentan terhadap tersedak. Penanganan cepat melalui teknik Heimlich Maneuver, yang melibatkan penekanan dada dan perut, sangat penting untuk mencegah kematian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran implementasi pendidikan kesehatan tentang teknik Heimlich Maneuver di TK Hikmah Minasa Upa Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling. Sebanyak lima orang responden dilibatkan sebagai partisipan. Hasil: Sebelum diberikan penyuluhan, sebagian besar responden telah mengetahui tentang tersedak, namun belum memahami teknik Heimlich Maneuver secara benar. Setelah dilakukan penyuluhan, terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan teknik tersebut, termasuk kemampuan mempraktikkan tindakan dengan benar. Kesimpulan: Implementasi pendidikan kesehatan mengenai teknik Heimlich Maneuver efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam memberikan pertolongan pertama pada anak yang mengalami tersedak.
PENERAPAN TERAPI MUROTTAL TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN INPARTU KALA I FASE AKTIF: Application Of Murottal Therapy To Pain Intensity In Patients Inpartu Kala I Active Phased putri, Zakiyyah; Nasriani; Zuyyina, Aisyah
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 1 (2025): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i1.1441

Abstract

Pendahuluan: Proses persalinan merupakan peristiwa fisiologis yang kompleks dan menjadi momen kritis dalam kehidupan seorang perempuan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan emosional ibu inpartu adalah terapi murottal, yaitu memperdengarkan bacaan Al-Qur’an secara tartil dan berirama lembut.Tujuan: Menggambarkan penerapan terapi murottal pada pasien inpartu kala I fase aktif dalam pemenuhan kebetuhan rasa nyaman Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus deskriptif yang disajikan dalam bentuk narasi dan tabel dengan menggunakan metode pengumpulan data observasi,wawancara dan lembar partograph Hasil: Setelah dilakukan perbandingan skala nyeri ternyata terdapat perbedaan skala intensitas nyeri pada kelompok perlakuan dan kelompok Kontrol. Pada kelompok perlakuan memiliki Intensitas skala pre yaitu 7 (Nyeri Berat) dan post yaitu 6 (Nyeri Sedang) pada terapi pertama, skala pre yaitu 7 (Nyeri Berat) dan post yaitu 6 (Nyeri Sedang) pada terapi kedua dan skala pre 9 (nyeri berat) dan post 6 (nyeri Sedang), sedangkan pada kelompok kontrol memiliki intensitas skala nyeri yaitu pemeriksaan pertama 6 (Nyeri Sedang), pemeriksaan kedua 7 (nyeri berat), pemeriksaan ketiga 8 (Nyeri berat) . Sehingga bisa diartikan hasilnya terdapat pengaruh pemberian terapi murottal pada nyeri persalinan Kala I fase aktif .Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian terapi murottal pada pasien inpartu kala I fase aktif
PENERAPAN PIJAT OKSITOSIN TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM DI RSIA PERTIWI MAKASSAR: Application Of Oxytocin Massage To Improve Breast Milk Production In Post Partum Mothers At Rsia Pertiwi Makassar Hariani; Fauziah, Agusti; Junaidi, Abd Hady; Putri, Wilda Amalia
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 1 (2025): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i1.1456

Abstract

Pendahuluan: Air susu ibu (ASI) merupakan makanan pertama dan terbaik bagi bayi. Berbagai faktor dapat mempengaruhi produksi ASI, salah satunya adalah kurangnya rangsangan yang mampu merangsang hormon prolaktin dan oksitosin. Pijat oksitosin adalah teknik pijatan pada tulang punggung yang merangsang hipofisis posterior untuk mengeluarkan hormon oksitosin, yang kemudian memicu kontraksi sel mioepitel di payudara untuk mengeluarkan ASI. Selain itu, pijat ini memberikan efek relaksasi yang juga berperan dalam meningkatkan pengeluaran ASI. Tujuan: Mengetahui hasil penerapan pijat oksitosin terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu post partum di RSIA Pertiwi Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, berfokus pada studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap ibu post partum. Hasil: Dari tiga informan, ditemukan bahwa penerapan pijat oksitosin memberikan rasa nyaman dan relaksasi yang berkontribusi terhadap peningkatan produksi ASI. Kesimpulan: Penerapan pijat oksitosin pada ibu post partum selama tiga hari berturut-turut dengan frekuensi dua kali sehari dan durasi lima menit setiap sesi, terbukti dapat meningkatkan produksi ASI pada seluruh responden..
DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEMANDIRIAN LANSIA DALAM AKTIVITAS SEHARI-HARI: STUDI KUALITATIF DI PUSKESMAS MANGASA KOTA MAKASSAR: Family Support for Elderly Independence in Daily Living Activities: A Qualitative Study at Mangasa Health Center, Makassar Ahmad, Abdul Kadir; Baharuddin; Fauziah, Agusti; Tistayanti
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 1 (2025): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dukungan keluarga merupakan sistem pendukung utama dalam mempertahankan kesehatan lansia. Dukungan ini meningkatkan rasa percaya diri, motivasi, membantu menghadapi masalah, dan memperbaiki kepuasan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi dukungan keluarga dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari lansia di wilayah kerja Puskesmas Mangasa Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap dua keluarga yang tinggal bersama lansia berusia 70 tahun ke atas. Pada awalnya, salah satu subjek kurang mendapatkan dukungan instrumental, dan subjek lainnya kurang mendapatkan dukungan informasional. Setelah dilakukan edukasi kesehatan oleh petugas puskesmas, kedua keluarga menunjukkan peningkatan dukungan emosional, instrumental, informasional, dan penilaian. Lansia menjadi lebih mandiri dalam aktivitas makan, mandi, berpakaian, dan mobilisasi. Implementasi dukungan keluarga berdampak positif terhadap kemandirian lansia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
IMPLEMENTASI SENAM TERA PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASSI – KASSI: Implementation Of Tera Exercises To Reduce Blood Pressure In Hypertensive Elderly In Kassi – Kassi Community Health Center Working Area Harmiady, Rauf; Baharuddin; Dalle, Ambo; Dwiyan Syah, Tegar
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 1 (2025): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit hipertensi yang bisa terjadi komplikasi pada lansia yang memiliki riwayat hipertensi, kondisi ini berdampak pada sekitar 25% lansia dan berperan dalam serangan jantung, stroke, bahkan kematian pada dirinya. Hipertensi pada lansia dapat diobati dengan berbagai metode, baik berupa famakologis maupun non farmakologis salah satunya adalah terapi senam tera. Tujuan penelitan diketahuinya implementasi senam tera terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kassi – Kassi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif menggunakan desain penelitian studi kasus bersifat studi kasus observasi. Informan pada studi kasus ini adalah 2 lansia yang teridentifikasi hipertensi. Senam ini dilakukan selama 4 kali pertemuan selama 4 hari berturut- turut dengan 2 responden, setiap responden 2 kali pertemuan dengan durasi waktu senam 5 – 8 menit. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisa deskritif dasar. Hasil implementasi setelah dilakukan senam tera pada kedua responden menujukkan bahwa adanya penurunan tekanan darah setelah dilakukannya senam, maka dapat disimpulkan bahwa senam tera efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia yang mengalami hipertensi. Diharapkan bagi lansia yang mengalami hipertensi dapat menggunakan terapi non farmakologi seperti melakukan senam tera secara rutin untuk hasil yang maksimal. Kata Kunci : Hipertensi, Lansia, Senam Tera
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KONTRASEPSI PRIA TERHADAP KESEDIAAN SUAMI MENJADI AKSEPTOR DI WILAYAH KERJA PUSKEMAS BARINGENG, KAB. SOPPENG: Implementation Of Health Education About Male Contraception On The Willingness Of Husbands To Become Acceptors In The Working Area Of The Puskesmas Baringeng, Soppeng City. Fauziah, Agusti; Nuralamsyah, Muh.; Asikin, Muhammad; Podding, Takko; Hariani
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 1 (2025): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i1.1476

Abstract

The low participation of husbands as acceptors is due to lack of accurate knowledge, hence the need for health education. Health education on male contraception is the provision of information on how to prevent pregnancy by using tools or methods used by men. To determine the implementation of health education about male contraception on the willingness of husbands to become acceptors. The research method is qualitative research with a descriptive case study approach. The sample selection used the convinience sampling method, namely the selection of samples according to the wishes of researchers who were accidentally known or encountered with a sample size of 3 husbands with an age limit of 35 years. Data collection was carried out using observation and interview techniques. Based on the results of the case study, health education about male contraception can affect the husband's willingness to become acceptors because it increases the husband's knowledge about male contraception. The implementation of health education about male contraception has an influence on the husband's interest in becoming an acceptor. Keywords: Acceptor, Male Contraception, Health Education ABSTRAK Latar Belakang: Rendahnya partisipasi suami menjadi akseptor disebabkan karena kurangnya pengetahuan yang akurat sehingga perlu dilakukan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan mengenai kontrasepsi pria adalah pemberian informasi mengenai cara pencegahan kehamilan dengan menggunakan alat atau metode yang digunakan oleh pria. Tujuan: Untuk mengetahui implementasi pendidikan kesehatan tentang kontrasepsi pria terhadap kesediaan suami menjadi akseptor. Metode: Metode penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif. Pemilihan sampel menggunakan metode convinience sampling yaitu pemilihan sampel sesuai dengan keinginan peneliti yang secara tidak sengaja dikenal atau dijumpai dengan jumlah sampel sebanyak 3 suami dengan batasan usia 35 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Hasil: Berdasarkan hasil studi kasus bahwa pendidikan kesehatan tentang kontrasepsi pria dapat mempengaruhi kesediaan suami menjadi akseptor karena meningkatkan pengetahuan suami mengenai kontrasepsi pria. Kesimpulan: Penerapan implementasi pendidikan kesehatan tentang kontrasepsi pria memiliki pengaruh terhadap minat suami untuk menjadi akseptor. Kata kunci : Akseptor, Kontrasepsi Pria, Pendidikan Kesehatan
IMPLEMENTASI TERAPI NEBULIZER PADA PASIEN DENGAN MASALAH KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAPAS DI INSTALASI GAWAT DARURAT Ekowatiningsih, Dyah; Mustafa, Mardiana; Heriansyah, Heriansyah; Yulianto
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 1 (2025): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i1.1488

Abstract

Pendahuluan : Asma bronkial merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan sesak napas, batuk, dan mengi. Pasien dengan asma sering mengalami ketidakefektifan bersihan jalan napas, yang dapat memperburuk kondisi dan meningkatkan risiko kegawatan. Terapi nebulizer menjadi salah satu intervensi yang digunakan untuk mengatasi gejala tersebut. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi terapi nebulizer pada pasien dengan asma bronkial yang mengalami gangguan bersihan jalan napas di instalasi gawat darurat. Metode : Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan enam responden yang mendapatkan terapi nebulizer. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi nebulizer memberikan dampak positif berupa penurunan frekuensi napas dan suara mengi, peningkatan saturasi oksigen, serta peningkatan kemampuan bersihan jalan napas, meskipun dalam beberapa kasus masih memerlukan intervensi tambahan seperti terapi fisioterapi dada dan oksigen nasal kanul. Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terapi nebulizer efektif dalam meredakan gejala asma bronkial dan sebagian besar dapat membantu mengatasi ketidakefektifan bersihan jalan napas.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN NYERI SENDI PADA PASIEN REMATIK DI PUSKESMAS MANGARABOMBANG: The Effect Of Progressive Muscle Relaxation Therapy On Reducing Joint Pain In Rheumatic Patients At Mangarabombang Health Center dewi, Dewiyanti; Arafah, Salmah; Sumarmi; Kamriana; Alwi; Vionita, Virta; Suardi; Patmawati; Nurhidayah, Irfanita
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 1 (2025): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i1.1501

Abstract

Latar Belakang: terapi latihan otot progresif merupakan metode terapi non farmakologis yang bisa membantu mengurangi nyeri. Teknik relaksasi otot progresif bertujuan untuk mempertahankan kondisi relaksasi kumupulan otot, dimulai dari atas kearah kaki atau dari bawah kearah kepala dan meningkatkan respons relaksasi dengan mengurangi nyeri. Tujuan penelitian untuk mengetahui pegaruh terapi otot progresif terhadap penurunan nyeri sendi pada pasien reumatik di Wilayah Kerja Puskesmas Mangarabombang Kabaputen Takalar. Metode penelitian ini menggunakan pre eksperimen dengan pendekatan One group pre-post tes design. Dengan subjek penelitian pasien reaumtik sebanyak 36 responden, dalam pengambilan responden dengan metode purposive sampling. Analisa data menggunakan Uji T-Test Paired Sampel dengan nilai signifikan p<0,05. Hasil: penelitian membuktikan bahwa responden berdasarkan umur 45-54 tahun (n=20, 56%), pendidikan tingkat SD (n=18, 50%), tingkat nyeri sebelum terapi latihan otot progresif nyeri ringan 11 (31%) responden, nyeri sedang 19 (53%) responden, nyeri berat 6 (17%) responden, sedangkan tingkat nyeri setelah terapi latihan otot progresif dengan nyeri ringan 25 (69%) dan (31%) responden nyeri sedang, dan nyeri berat 0 (0%). Terdapat pengaruh signifikan terhadap pemberian terapi relaksai otot progresif (p=0,000) < α=0,05. Kesimpulan: terdapat pengaruh setelah diberikan intervensi relaksasi otot progresif yang menghasilkan peningkatan dan signifikan terhadap penurunan nyeri sendi pada pasien reumatik.
PENGARUH FOOT MASSAGE DENGAN OLIVE OIL TERHADAP FATIGUE PASIEN HEMODIALISIS DI MAKASSAR: Effect of Foot Massage Using Olive Oil on Fatigue Among Hemodialysis Patients at Makassar Handayani, Dwi Esti; Puspita Sari, Yeyen; Supardi, Edy; Alamsyah, Alamsyah
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 1 (2025): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i1.1525

Abstract

Latar Belakang: Penyakit ginjal kronik (GGK) telah diidentifikasi sebagai salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Pasien yang menjalani hemodialisis sering mengalami gejala fatigue yang signifikan, yang tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari mereka tetapi juga berdampak buruk pada kualitas hidup secara keseluruhan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh foot massage dengan olive oil terhadap fatigue pasien hemodialisis di Makassar. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental ini melibatkan 37 partisipan yang menjalani terapi hemodialisis. Tingkat fatigue diukur menggunakan Visual Analogue Scale for Fatigue (VAS-F) sebelum dan setelah intervensi foot massage selama 30 menit. Foot massage dilakukan secara terstruktur, dimulai dengan pemijatan lembut pada telapak kaki, diikuti dengan penekanan pada area tertentu. Hasil: Analisis data menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tingkat fatigue setelah intervensi, dengan nilai p < 0,05. Sebelum terapi, mayoritas pasien mengalami fatigue sedang hingga berat, namun setelah dilakukan foot massage, banyak yang beralih ke kategori fatigue ringan dan sedang. Kesimpulan: Foot massage dengan olive oil terbukti efektif dalam mengurangi tingkat fatigue pada pasien hemodialisis, menawarkan alternatif non-farmakologis yang berpotensi meningkatkan kualitas hidup pasien. Dengan durasi yang relatif singkat dan teknik yang mudah diterapkan, terapi ini dapat menjadi bagian penting dalam manajemen kelelahan pada populasi pasien ini

Page 8 of 10 | Total Record : 96