cover
Contact Name
Tri Wahyudi Ramdhan
Contact Email
alinsyiroh@darul-hikmah.com
Phone
+6285736222734
Journal Mail Official
bungkohjurnal@gmail.com
Editorial Address
Kampus STAI Darul Hikmah Bangkalan, Jl. Darul Hikmah Langkap Burneh Bangkalan 69171
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman
ISSN : 24774928     EISSN : 26566680     DOI : https://doi.org/10.35309
Journal contains conceptual writings or the results of research on Interdisciplinary Islamic Studies is the development and elaboration of three topics, namely philosophical, sociological and historical approaches with more emphasis on aspects of its application
Articles 181 Documents
Humanisasi dalam Paradigma Pendidikan yang Nyaris Terabaikan Masyithah , Evi
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 5 No. 1 (2019): March 2019
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/alinsyiroh.v5i1.149

Abstract

Eksistensi suatu negara pada dasarnya ditentukan oleh dinamika semberdaya manusia (human resourches) yang berkualitas, terus bergerak, membangun diri dan masyarakat. Tujuan pembangunan secara makro adalah terbentuknya manusia seutuhnya. Arah tujuan pembangunan ini pada hakekatnya mengembalikan manusia pada kodratnya. Pendidikan, sebagai salah satu subsistem dari pembangunan, dianggap paling korelat untuk mewujudkan cita-cita di atas. Jika pendidikan diharapkan dapat mewujudkan konsep pembentukan manusia seutuhnya, maka jawaban yang dianggap relevan adalah penyelenggaraan pendidikan yang menggunakan landasan “pendekatan humanistikâ€. Pendidikan yang berlandaskan konsep humanistik pada hakekatnya bertujuan untuk menciptakan kondisi belajar mengajar yang memberikan peluang bagi anak didik untuk mengaktualisasikan kemampuan yang ada pada dirinya. Dengan pendekatan humanistik, orang tidak perlu khawatir bahwa anak didik hanya menjadi orang-orang alim tapi bodoh. Tujuan pokok dari pendidikan yang humanistik adalah agar anak didik mendapatkan perlakuan yang manusiawi dengan meng-hargai martabatnya sebagai pribadi-pribadi yang memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang.
Islam and Civilization (Analysis Study on The History of Civilization in Islam) Islam , Muhammad Hifdil
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 5 No. 1 (2019): March 2019
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/alinsyiroh.v5i1.150

Abstract

The history of Islamic civilization is one of the most important fields of study of Islamic studies. Islamic history is events or events that really happened in the past that are entirely related to the religion of Islam. Islam is too broad in scope, so Islamic history has become a broad scope. Among them are related to the history of the process of growth, development, and the spread of Islam, figures who develop and spread Islam, the history of progress and setbacks achieved by Muslims in various fields, such as in the fields of religious and general science, culture, architecture politics, government, war, education, economy, and so on. The History of Islamic Civilization is a product description of the activities of the life of the Islamic ummah in the past that originated in Islamic values. This article will explores the history of civilization in Islam and How the civilization of Islam is developed.
Nasionalisme dalam Perspektif Alquran dan Hadits Mufaizin, Mufaizin
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 5 No. 1 (2019): March 2019
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/alinsyiroh.v5i1.151

Abstract

Tanah air adalah sebutan bagi tempat kelahiran seorang seperti orang yang dilahirkan di indonesia maka indonesia akan menjadikan tanah airnya. cinta tanah air adalah suatu perasaan yang dimiliki setiap manusia atas tanah kelahirannya. Nasionalisme atau c
Pendidikan Informal Sikap Toleransi Anak (Eksternalisasi Sikap Toleransi Anak dalam Keluarga Multiagama di Desa "Pancasila" Turi Lamongan Jawa Timur Nasruddin , Nasruddin
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 5 No. 1 (2019): March 2019
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/alinsyiroh.v5i1.152

Abstract

Balun dikenal dengan sebutan desa Pancasila. Ada 3 agama hidup dan berkembang di Balun. Pemeluk ketiga agama tersebut hidup secara rukun, harmoni dan bertoleransi. Kehidupan ini tidak bisa dilepaskan dari peran lembaga-lembaga pendidikan yang ada di Balun. Namun, lembaga pendidikan yang memiliki peran sangat penting dalam membentuk sikap toleransi pada anak adalah lembaga pendidikan informal. Dalam menamamkan sikap toleransi pada anak, keluarga multiagama melakukan proses eksternalisasi sikap toleransi melalui pendidikan informal, sehingga tulisan ini memfokuskan kajiannya pada ‘eksternalisasi sikap toleransi anak melalui pendidikan informal dalam keluarga multiagama di Balun Turi Lamongan. Tujuan ini adalah menguraikan proses eskternalisasi sikap toleransi anak melalui pendidikan informal dalam keluarga multiagama di Balun Turi Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dan peneliti sebagai kunci utama. Untuk mendapatkan data, tulisan menggunakan observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan model Spreadly. Penelitian ini menemukan proses eksternalisasi sikap toleransi anak melalui pendidikan informal dalam keluarga multiagama di Balun Turi Lamongan dalam bentuk (i) pengucapan ‘selamat hari raya’, (ii) menerima perbedaan dan saling menghormati, dan (iii) tidak mendeskritkan ibadah umat lain. Proses eskternalisasi dalam ketiga bentuk tersebut adalah (a) menyesuaikan diri dengan masyarakat terkait sikap toleransi yang ada, (b) menggunakan pesan singkat (WA, SMS, atau lainnya) sebagai media penyesuaian diri atas sikap toleransi di masyarakat, (b) mengajak anak-anak langsung bertamu dan ketemu dengan orang-orang berbeda agama satu persatu atau dari rumah ke rumah sebagai identifikasi diri, (d) mencontohkan anak-anak bersikap toleransi di masyarakat berdasarkan pengetahuan sebelumnya, dan (e) menemukan pijakan atau sandaran dalam membentuk sikap toleransi anak.
Relevansi Sistem Pendidikan Pesantren Tradisional dalam Era Modernisasi Djazilam , M. Syukron
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 5 No. 1 (2019): March 2019
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/alinsyiroh.v5i1.153

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan asli Indonesia yang mempunyai akar tradisi kuat dilingkungan masyarakat. Dalam era modernisasi atau kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, Ia merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tradisional dengan tujuan utama pendidikan di dalamnya adalah membentuk kepribadian yang utuh, integrited, dan kaffah. Kegiatan pendidikan bukan hanya berorientasi pada transfer ilmu, tapi juga tuntunan dan tuntunan untuk mengamalkannya. Pesantren mayoritas hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama Islam (kitab kuning) sebagai inti kurikulumnya, serta tidak mengajarkan pengetahuan umum. Kurikulum pesantren ditetapkan secara mandiri oleh kyai dan tidak memasukkan kurikulum negeri. Di samping itu, era modernisasi sekarang ini, kemajuan IPTEK terutama dengan system IT-nya menjadi sumber kemudahan di segala lini kehidupan. Oleh karenanya wajar jika relevansi sistem pendidikan pesantren tradisional menjadi pertanyaan banyak pihak untuk tetap dipertahankan. Tulisan ini disusun sekaligus sebagai bahan masukan bagi pengelola pendidikan pesantren tradisional mengenai berbagai kelemahan yang ada selama ini dan alternatif pemecahannya demi eksistensi pesantren di masa yang akan datang
Hukum yang Hidup dalam Masyarakat untuk Mengkualifikasikan Lesbian, Gay, Biseks, dan Transgender sebagai Tindak Pidana Ulum , Bahrul
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 5 No. 1 (2019): March 2019
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/alinsyiroh.v5i1.154

Abstract

Melalui prespektif hukum Islam masyarakat, penulis berusaha menganalisis dan mendefinisikan hakikat perilaku tersebut, apakah perilaku LGBT dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana atau tidak. Dengan memakai pendekatan masalah konseptual dan komparatif, penulis mencoba menemukan teori, konsep dan doktrin hukum yang relevan untuk membangun argumentasi dan menemukan jawaban yang valid dan konkrit. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, perilaku LGBT dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana dengan jenis crimina extra ordinaria/mala in se, suatu perbuatan yang dianggap jahat dan merugikan oleh masyarakat meskipun tidak diatur dalam undang-undang, hal ini disebakan karena perilaku tersebut bertentangan dengan hukum yang hidup dalam masyarakat, yang sarat akan nilai-nilai adiluhung bangsa Indonesia yang religius, adil dan beradab. Sehingga meskipun perilaku tersebut tidak diatur oleh Undang-undang, dapat/memungkinkan untuk dipidana, berdasarkan doktrin ajaran sifat melawan hukum materiil dengan fungsinya yang positif
Desain Kurikulum Pendidikan Islam Berbasis Tauhid Ramdhan , Tri Wahyudi
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 5 No. 1 (2019): March 2019
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/alinsyiroh.v5i1.155

Abstract

Kajian ini merupakan Library Research atau penelitian pustaka yang ditulis berdasarkan hasil kajian terhadap berbagai bahan pustaka yang relevan, baik berupa buku, jurnal, artikel dan lain sebagainya yang terkait dengan fokus masalah di atas. Data-data yang terkumpul dalam penelitian ini selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil dari tulisan ini adalah pembelajaran tauhid dan akhlak harus diprioritaskan dengan arti peserta didik harus dikenalkan dengan ketauhidan terlebih dahulu sebelum materi ibadah dan keterampilan dan juga muatan tauhid harus mewarnai materi-materi pelajaran lain dalam setiap Kompetensi Dasar atau Indikator Pencapaiannya
Dasar-dasar Kurikulum Berbasis Multikultural (Filsafat Kurikulum yang Mengitarinya) Arifin , Zainal
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 5 No. 1 (2019): March 2019
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/alinsyiroh.v5i1.156

Abstract

Dalam dunia pendidikan, kurikulum menjadi tolok ukur dan rancangan keberhasilan pendidikan. Pendidikan yang baik ditandai dengan perumusan serta pengimplementasian kurikulum yang baik pula. Karena itu, agar dapat berdiri tegak kuat dan tidak roboh serta dapat tercapai tujuan pendidikan, kurikulum haruslah didasari dengan dasr filsafat yang kuat. Melalui metode kepustakaan (library research), penulis akan mengupas dasar kurikulum mengenai filsafat yang berada di dalamnya melalui sudut pandang multikulturalisme. Hasil dari kajian ini adalah penerapan multikulralisme dalam pendidikan sehingga menjadi “pendidikan multikultural†sangatlah tepat mengingat Indonesia adalah negara multikultur terbesar di dunia. Terlepas dari pro kontra pendidikan multikultural, sebelum menerapkan konsep pendidikan multikultural, tentunya terlebih dahulu kita formulasikan kurikulum yang berbasis multikultural dengan filsafat multikulturalisme sebagai roh kurikulum tersebut.
Implementasi Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di RA Sabilul Huda Desa Laban Menganti Gresik Syaikhon , Muhammad
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 5 No. 2 (2019): September 2019
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/alinsyiroh.v5i2.157

Abstract

This research is the kind of research the field with the approach descriptive qualitative with the title the implementation of character education early childhood in RA Sabilul Huda Laban Menganti Gresik. This research aims to review the process of implementation of character education on early childhood in RA Sabilul Huda Laban Menganti Gresik and to know the supporting factors and the inhibitors. Technique of data collection is by observation, in-depth interviews, and documentation. Analysis of data is with three stages, the reduction of data , presentation of data, and withdrawal conclusions/ verification These research findings can be concluded that the implementation of character education early childhood in RA Sabilul Huda Laban Menganti Gresik is through three rounds of including planning, implementation, and evaluation. The planning in the process of the implementation of characters education is begun by inserting the character values into the school curriculum, annual program, semester program, Program of Learning Plan weekly/Rencana Program Pembelajaran Mingguan (RPPM), and Program of Learning Plan dayly Rencana Program Pembelajaran Harian (RPPH). The process of implementation of character education is integrated in learning activities , exemplary, and habit.While the scoring in the process of applying character education integrated in the assessment of learning and spontaneous assessment conducted by educator. In the process of the implementation of character education in RA Sabilul Huda there are factors that support and inhibit. The factors that support the implementation of the character education are the charge of character education in the school curriculum, the motivations of school for the quality of output, the infrastructure that supports for the implementation of character education is enough. While the factors that inhibits the implementation of the character education are different characteristic students, the different environmental of students, the funding of character education still charged fully to the school, the students readily not focus, and the monitoring of the center of curriculum is not enough.
Baantar Jujuran dalam Perkawinan Adat Masyarakat Banjar Muzainah , Gusti
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 5 No. 2 (2019): September 2019
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/alinsyiroh.v5i2.158

Abstract

Baatar jujuran adalah prosesi adat dalam perkawinan pada masyarakat Banjar, dan dilakukan sebelum berlangsungnya perkawinan. Baatar jujuran adalah pemberian dari pihak laki2 kpd pihak perempuan, berupa sejumlah uang yang besarnya ditentukan oleh pihak perempuan. Jujuran berbeda dengan mahar. Jujuran biasanya lebih besar dari mahar, karena fungsi jujuran adalah sebagai bantuan untuk melaksanakan resepsi perkawinan dan juga untuk modal awal berumah tangga. Dalam pelaksanaan membayar jujuran, kadang diminta oleh pihak perempuan telalu tinggi, sehingga menghambat terlaksananya perkawinan, ini bertentangan dengan ajaran Islam. Disamping itu pula, ada juga yg menentukan jujuran dengan bermusyawarah sehingga tercipta kesepakatan, ini sesuai dengan ajaran Islam. Ada lagi yang menentukan jujuran dengan istilah, “sapambariâ€, artinya seikhlasnya, dan ini juga tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Hubungan hukum adat dan hukum agama khususnya agama Islam dalam baatar jujuran di sini dapat dianalisis melalui teori receptio in complexu dan receptio a contrario

Page 4 of 19 | Total Record : 181