Articles
174 Documents
Ujian Nasional Mengkebiri Kedaulatan Guru
Arisandi , Bustomi
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 1 No. 1 (2015): Available online since March 2015
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35309/alinsyiroh.v1i1.114
Stardisasi telah menjadi pilihan Kebijakan pendidikan di Indonesia, sebagai memenuhi dari pentingnya lokal, nasional dan global. ISO 9000 adalah sebagai standardisasi internasional kualitas pendidikan yang telah dikompromikan oleh banyak negara di dunia telah memberikan pelayanan terbaik dan memberikan harapan konsumen pendidikan. Standarisasi kelulusan siswa di Indonesia adalah Ujian Nasional, oleh karena pelaksanaan ini telah kehilangan nilai kejujuran, kebaikan dan karakter pendidikan kita . Karena alasan pengguna standardisasi Ujian Nasional tidak sebagai salah satu di semua ukuran fundamental sukses nasional pendidikan di Indonesia. Ujian Nasional telah kehilangan kedaulatan guru karena tidak memberikan autoritas sama sekali untuk guru untuk memberikan nilai kepada siswa mereka. Pemerintah perlu mengambil kebijakan lain untuk mengubah Ujian Nasional yang satu dapat menciptakan kreativitas siswa dan guru untuk tidak membunuh demokrasi kita
Konsep Al-Kasb dan Modernisasi Islam
Muttaqin , Imamul
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 1 No. 1 (2015): Available online since March 2015
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35309/alinsyiroh.v1i1.115
Kajian ini membahas tentang konsep al-Kasb al-Asy’ariyyah dan modernisasi dan Modernisasi dalam Islam. Permasalahan kajian adalah bagaimanakah eksistensi aliran al-Asy’ariyyah dalam kehidupan umat Islam, apakah aliran ini telah membelenggu fikiran dan kebebasan manusia dan menggiring penganutnya kepada sikap patalisme, determinisme, atau Jabariyyah, bagaimanakah peranan aliran al-Asy’ariyyah terhadap modernisasi. Temuan kajian menyimpulkan bahwa Teologi al-Asy’ariyyah bersifat terbuka, realistis, dan pragmatis, serta bersikap positif terhadap kemajuan sains dan teknologi. Karena itu, menilai aliran al-Asy’ariyyah sebagai aliran fatalisme, determinisme atau Jabariyyah tidaklah tepat, karena teologi ini sangat menghormati akal sebagai anugerah ilahi, juga menghormati dan menjunjung tinggi naqal sebagai tuntunan ilahi yang senantiasa aktual
Konsep Kepemilikan dan Usaha dalam Islam
Juhari , Juhari;
Masdar , Masdar
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 1 No. 1 (2015): Available online since March 2015
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35309/alinsyiroh.v1i1.120
Kepemilikan harta merupakan salah satu kebutuhan dan alat pemuas dalam kehidupan manusia. Harta dibedakan antara materi dan nilai. Materi hanya bisa berwujud ketika seluruh manusia atau sebagian diantara mereka menggunakan sebagai materi, dan nilai hanya berlaku bila dibolehkan oleh ajaran syari’at. Dalam konteks kepemilikian, harta dibedakan menjadi pemilikan individu dan pemilikan secara kolektif. Disamping prinsip pemilikan dalam Islam juga diatur mengenai usaha secara islami. Pemilikan terkait erat dengan wirausaha, karena apa yang telah dihasilkan dengan usahanya itu menjadi miliknya. Oleh karena itu prinsip pemilikan tidak bisa dipisahkan dengan wirausaha
Kesetaraan Gender menurut Perfektif Islam
Ramdhan , Tri Wahyudi
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 1 No. 1 (2015): Available online since March 2015
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35309/alinsyiroh.v1i1.121
Pemikiran Islam tradisional secara general memberikan keterbatasan peran perempuan sebagai istri dan ibu. Berdasarkan pandangan teks dan literature Islam klasik tersebut masih terlihat bahwa kaum perempuan masih termarjinalkan, atau dengan kata lain perempuan masih berada di bawah dominasi laki-laki. Oleh karenanya, wacana atau konstruk perempuan harus menurut kehendak teks. Tak dapat dipungkiri bahwa penafsiran ulama-ulama klasik tentang konsep persamaan laki-laki dan perempuan jika dilihat dari perspektif saat ini bisa saja dinilai sebagai bias. Sebab penafsiran-penafsiran masa lampau itu tidak dapat dilepaskan dengan konteks sosio-historis saat itu. Berangkat dari permasalahan tersebut di atas maka tulisan ini ingin melihat dan menganalisa bagaimana konsep yang ditawarkan dan dikemukakan Islam dalam memandang kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan
Eksistensi Sistem Pesantren Salafiyah dalam Menghadapi Era Modern
Putra , M. Kholil Baita
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 1 No. 1 (2015): Available online since March 2015
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35309/alinsyiroh.v1i1.122
Dalam kajian ini akan dipaparkan beberapa hal yang berkaitan tentang eksistensi Sistem Pesantren Salafi dalam Menghadapi Era Modern. Penulisan artikel ini dilatar belakangi oleh keinginan dari penulis untuk mengetahui bagaimana eksistensi Pesantren Salafi di mana ketika zaman terus berubah dan sistem pendidikan saat ini terus berkembang dengan berbagai kurikulum baru dan metode pembelajaran juga ikut berkembang dan berbeda dengan model pembelajaran sebelumnya sehingga dalam hal ini Pesantren khususnya salafi harus dapat menyesuaikan diri dalam menghadapi zaman/Era Modern di mana dituntut setiap lembaga pendidikan tidak kecuali pesantren untuk dapat menyesuaikan dengan keadaan sekarang ini sehingga tidak dijauhkan oleh masyarakat. Tantangan tunggal pesantren di masa modern adalah adanya gesekangesekan globalisasi dan modernisasi yang bersifat kompleks. Dalam menghadapi tantangan zaman, pesantren juga harus senantiasa memegang prinsip-prinsip pembaharuan yaitu: memiliki kebijaksanaan menurut ajaran Islam, memiliki kebebasan yang terpimpin, berkemampuan mengatur diri sendiri, memiliki rasa kebersamaan yang tinggi, menghormati orang tua dan guru, cinta kepada ilmu, mandiri, kesederhanaan
Pendidikan Islam (Kedudukan dan Jenis Menurut UndangUndang)
Junaidi , Junaidi
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 1 No. 1 (2015): Available online since March 2015
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35309/alinsyiroh.v1i1.123
Ketika kita membicarakan sistem pendidikan agama islam di Indonesia, maka kita tidak bisa lepas dari sejarah perkembangan islam di Indonesia itu sendiri.Pada awal perkembangan islam di Indonesia, pendidikan agama diberikan dalam bentuk informal.Pendidikan yang diberikan lebih mengutama melalui contoh teladan. Sejalan dengan perkembangan zaman dan pergeseran kekuasaan di Indonesia, pendidikan islam juga mengalami perubahan. Pendidikan islam mulai bersentuhan dengan sistem pendidikan formal yang lebih sistematis dan teratur. Yang dimaksud dengan tujuan pendidikan nasional dalam sisdiknas adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab Dari rumusan diatas menunjukkan bahwa agama menduduki posisi yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya.
Problematika Iddah dan Ihdad (Menurut Madzhab Syafi’i dan Hanafi)
Kholid , M.;
Aziz , Abdul
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 1 No. 1 (2015): Available online since March 2015
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35309/alinsyiroh.v1i1.124
Memang iddah sudah dikenal sejak zaman jehiliyah. Kemudian setalah datangnya Islam, iddah dilanjutkan karena bermamfaat bagi kelangsungan hidup antara istri dan suami. (Al-hamdani, 1989:251). Begitu pula dengan ihdad, yakni suatu konsisi dimana kaum perempuan yang harus saja ditinggal mati suaminya, bahkan anggota keluarganya juga mengisolasikan diri didalan ruang yang terpisah, tidak boleh ganti pakaian dan tidak boleh memakai wewangian dan ini dilakukan selama saru tahun pennuh, bahkan diilustrasiakan dalam sebuah hadis, begitu busuknya badan perempuan yang ber-ihdad tersebut sehingga tak seorangpun berani menghampirinya, dan seandainya ia keluar ruangan dengan segera burung-burung gagak akan menyergapnya lantaran bau busuknya yang ditimbulkan. (Ghazali, 2000:138). Menghadapi problem model tradisi seperti ini secara perlahan Islam datang melakukan perubahan-perubahan yang cukup mendasar, Islam datang dengan mengupayakan adanya pengurungan waktu berkabung dengan seorang istri, dan ini dilakukan tidak dengan cara merendahkan atau menistakan diri. Maka dibuatlah suatu ketentuan Iddah. Nah, Iddah dan Ihdad ini menjadi fokus utama yang perlu dibahas secara jelas dan terperinci dan mendalam atas problematika iddah dan ihdad dengan menampilkan pendapat Madzhab Syafi’I dan Mazhab Hanafi.
Peran Keteladanan Orang Tua terhadap Pembentukan Kepribadian Muslim Anak
Mufaizin, Mufaizin
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 1 No. 1 (2015): Available online since March 2015
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35309/alinsyiroh.v1i1.125
Secara teoritis, keteladanan merupakan metode yang paling meyakinkan keberhasilannya dalam membentuk kepribadian anak, baik dalam aspek moral, spiritual dan sosial anak. Seperti yang terungkap dalam Maqolah arab; “Lisanul-hal Afsah Min Lisanil Maqal†pengaruh keteladanan melalui tingkah laku itu lebih efektif di banding dengan ungkapan lisan. Anak mengikuti norma-norma pada anggota keluarga, baik ayah, ibu maupun kakak-kakaknya. Maka orang tua di dalam keluarga harus dan merupakan kewajiban kodrati untuk memperhatikan anakanaknya serta mendidiknya sejak anak itu kecil bahkan sejak anak itu masih dalam kandungan. Jadi tugas orang tua mendidik anaknya terlepas sama sekali dari kedudukan, keahlian atau pengalaman dalam pendidikan yang legal. Keteladanan orang tua yang baik merupakan hal pokok dalam membentuk kepribadian muslim seorang anak. Anak sebagai anggota keluarga diharapkan akan mempunyai kepribadian yang baik. Karena anak yang baik akan menambah kebahagiaan dalam suatu keluarga.
Strategi Ceruk Pasar dan Transaksi Syariah dalam Meningkatkan Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan
Mashudi , Mashudi
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 1 No. 1 (2015): Available online since March 2015
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35309/alinsyiroh.v1i1.126
Dalam bisnis, kepuasan pelanggan adalah hal yang paling utama. Penelitian-penelitian tentang kepuasan pelanggan telah banyak dilakukan dan senantiasa akan terus dikaji dan dikembangkan, sebab memperioritaskan kepuasan pelanggan berarti juga menjaga keberlangsungan usaha. Pada artikel ini, penulis mencoba menganalisis kepuasan pelanggan melalui pendekatan strategi ceruk pasar dengan transaksi syariah. Kombinasi keduanya diharapkan menjadi sebuah pilihan strategi pemasaran untuk menggarap pasar syariah yang semakin bersinar. Strategi ceruk pasar dengan spesialisasi bauran pemasaran yang terintegrasi dengan pendekatan transaksi syariah dapat meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pangsa pasar masyarakat agamis. Adapun jika kepuasan dan kepercayaan meningkat maka loyalitas juga ikut terdongkrak. Itulah konsep pemikiran ekonomi Islam yang menekankan pada kerja sama bisnis yang saling menguntungkan dalam jangka panjang
Nilaiâ€nilai Pendidikan Islam dalam Maulid Nabi Muhammad SAW
Hasan , Musohihul
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 1 No. 1 (2015): Available online since March 2015
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35309/alinsyiroh.v1i1.127
Maulid Nabi Muhammad SAW kadang-kadang Maulid Nabi atau Maulud saja (bahasa Arab: مولد النبي , mawlid annabÄ«), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad SAW dengan berbagai bentuk kegiatan seperti pembacaan shalawat nabi, syair barzanji, dll sebagai upaya untuk mengenal akan keteladanan Nabi sebagai pembawa ajaran agama islam, namun terkadang terdapat beberapa golongan yang berpendapat jika perayaan mauled Nabi dikatkan bid’ah dan didalamnya tidak terkandung nilai – nilai yang bisa di ambil, termasuk pendidikan. Bertitik tolak dari uaraian di atasa, maka penulis termotifasi untuk mengkaji dan menganalisa lebih jauh tentang “studi analisis Nila-nilai Pendidikan Islam dalam Maulid Nabi Muhammad SAWâ€.