cover
Contact Name
Juli Hadiyanto
Contact Email
julihadiyanto43@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstandardisasi@gmail.com
Editorial Address
Gedung 1 BSN, KST BJ Habibie, Setu, Tangerang Selatan, Banten, 15314.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Standardisasi
ISSN : -     EISSN : 23375833     DOI : 10.31153
Jurnal Standarisasi (hence JS) is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original study or research papers focused on standardization policies, development of standards, harmonization of standards, implementation of standards (accreditation, certification, testing, metrology, technical inspection, pre and post market supervision, socio-economic impacts, etc.), standardization of standards, technical regulations, and aspects related to standardization that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 227 Documents
KESIAPAN PEMBERLAKUAN WAJIB SNI SUSU BUBUK DAN SNI SUSU KENTAL MANIS DI INDONESIA Biatna Dulbert Tampubolon; Utari Ayuningtyas; Ajun Tri Setyoko
JURNAL STANDARDISASI Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v17i2.315

Abstract

AbstrakProduk susu bubuk dan susu kental manis merupakan produk turunan susu, yang banyak dikonsumsi khususnya balita. Kementerian Perindustrian berencana memberlakukan wajib SNI 01-2970-2006, Susu bubuk dan SNI 01-2971-1998, Susu kental manis dalam regulasi teknis pada tahun 2013-2014 untuk melindungi masyarakat dari masalah keamanan pangan dan kesehatan. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa kesiapan pemberlakuan wajib SNI susu bubuk dan susu kental manis dari aspek ketersediaan standar, perdagangan produk (ekspor-impor), infrastruktur penilaian kesesuaian dan efisiensi produksi produk. Diperoleh hasil bahwa ketersediaan standar masih kurang, industri pengolahan susu baik susu bubuk dan susu kental manis masih besar ketergantungan terhadap bahan baku susu impor (perdagangan masih negatif) dan infrastruktur masih kurang memadai sehingga efisiensi masih rendah. Program pengembangan standar nasional untuk produk susu perlu ditingkatkan dan dilengkapi untuk meningkatkan kualitas produk olahan susu dengan mengadopsi dari standar internasional atau standar nasional negara lain dan harus mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di Indonesia. Pengembangan lembaga penilaian kesesuaian perlu disesuaikan dengan arah kebijakan pemerintah diselaraskan dengan daerah pengembangan sentra susu dan industri dalam menunjang penerapan pemberlakuan wajib SNI susu bubuk dan susu kental manis di Indonesia.Kata Kunci: susu bubuk, susu kental manis, Standar Nasional Indonesia (SNI).AbstractPowder Milk and condensed milk are derivative products, which are widely consume, especially by toddlers. Ministry of industry has plans to impose mandatory SNI 01-2970-2006, Powder Milk and SNI 01-2971-1998, Sweetened condensed milk in Technical Regulations 2013-2014 to protect the public from food safety and health issues. The purpose of this study is to analyze the readiness of implementation of mandatory SNI powder milk and condensed milk from availability of related standards, import-export trade, conformity assessment infrastructure and the efficiency of production. The results obtained indicate that the availability of related standards are deficient, dairy processing industries (for powder milk and sweetened condensed milk) have great dependency on imports of raw milk (negative trading), and the infrastructure is inadequate; as a result the efficiency is low. Development program of national standards for dairy products needs to be improved and equipped to improve the quality of dairy products by adopting international standards or national standards of other countries and should take into consideration the conditions and market needs in Indonesia. Development of conformity assessment bodies need to be adapted to the direction of government policy, is aligned with regional development centers and industrial milk in supporting the implementation of the implementation of mandatory SNI milk powder and SNI sweetened condensed milk in Indonesia.Keywords: milk powder, condensed milk, National Indonesian Standard (SNI).
ANALISIS PRODUK KRIMER KENTAL MANIS DALAM RANGKA PENGEMBANGAN STANDAR NASIONAL INDONESIA BARU Reno Fitri Hasrini; Ainun Khoiriyah
JURNAL STANDARDISASI Vol 20, No 3 (2018)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v20i3.727

Abstract

Currently many milk derivative products are difficult to differentiated, namely sweetened condensed milk (SCM), non dairy sweetened condensed milk (NDSC) and sweetened condensed creamer (SCC). Therefore, it is necessary to mapping the concept of quality requirements for the three products. There are no national and international standards that govern and distinguish the characteristics of the products. To find out the characteristics of local SCC in Indonesia and compare them with imported SCC, it is necessary to analyze various local and imported SCC where circulating in the market. The materials used are local SCC 10 brands and 5 brand imports. The analysis carried out was water content, protein (Nx 6.38%), total fat and sugar content as saccharose. The results of the analysis showed that the local SCC had average of water content, protein (Nx6.38%), total fat and sugar content as saccharose were 22.68 ± 2.51, 2.27 ± 0.14, 10.74 ± 0, 89, and 47.05 ± 1.25%, respectively. Whereas imported SCC had average of water content was 22.68 ± 2.68%, protein (Nx6.38%) was 1.42 ± 0.11%, total fat was 10.33 ± 0.09% and sugar content as saccharose was 50.5 ± 2.77%. Quality requirements for local and imported SCC suitable for the Indonesian National Standard Concept of sweetened condensed cremer and were not suitable with quality requirements of non dairy sweetened condensed milk concept.  
KAJIAN DAMPAK KEBIJAKAN PERDAGANGAN TEPUNG TERIGU BERBASIS SNI Aziza R Salam Salam; Bagas Haryotejo; Erizal Mahatama; Umar Fakhrudin
JURNAL STANDARDISASI Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v14i2.93

Abstract

ANALISA STANDAR DAN STRATEGI INDUSTRI KOPI SIAP MINUM DALAM KEMASAN ellia kristiningrum; Firdanis Setyaning; Febrian Isharyadi; Ahmad Syafin A
JURNAL STANDARDISASI Vol 18, No 3 (2016)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v18i3.334

Abstract

Banyaknya produk kopi ready to drink (RTD) atau kopi siap minum dalam kemasan yang beredar di Indonesia menandakan bahwa bisnis ini memiliki peluang pasar yang besar. Masing-masing produsen berlomba-lomba menciptakan strategi untuk meraih pasar yang ada. Strategi adalah alat untuk mencapai tujuan dimana perumusannya memerlukan mekanisme yang tidak sederhana. Keberadaan Standar Nasional Indonesia (SNI) sangat penting untuk memberikan jaminan kepada konsumen akan mutu produk kopi siap minum dalam kemasan meskipun merk yang beredar di pasar berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa terhadap SNI 01-4314-1996 dan strategi produk kopi siap minum dalam kemasan. SNI 01-4314-1996 telah berusia lebih dari 5 tahun dan 5 (lima) dari 7 (tujuh) standar acuan yang digunakan juga telah berusia lebih dari 5 tahun, sehingga standar ini sudah selayaknya untuk dilakukan proses kaji ulang. Sedangkan usulan strategi yang dihasilkan dari penghimpunan informasi dari eksternal dan internal perusahan antara lain low cost and best value, menurunkan presentase kandungan kopi dalam RTD, menambah variasi rasa dan kemasan, meningkatkan frekuensi iklan dalam televisi.
EVALUASI PENGGUNAAN NILAI FORMULASI SEBAGAI NILAI ACUAN DALAM PENYELENGGARAAN UJI PROFISIENSI AIR PERMUKAAN Yohanes Susanto Ridwan; Willy Cahya Nugraha
JURNAL STANDARDISASI Vol 22, No 1 (2020)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v22i1.787

Abstract

Penggunaan nilai konsensus pada uji profisiensi (UP) saat ini merupakan praktik umum di Indonesia. Evaluasi kinerja yang didasarkan pada nilai konsensus sangat tergantung pada kualitas data-data dari laboratorium peserta dan kadangkala gagal menilai kinerja peserta. Dalam pekerjaan ini, uji profisiensi dilakukan menggunakan nilai formulasi sesuai dengan panduan ISO / IEC 17043 dan ISO 13528. Dari 5 parameter yang diujikan, 4 parameter (Fe, Cu, Cr(VI), pH) menggunakan formulasi sedangkan 1 parameter (NO3-N) menggunakan nilai konsensus sebagai nilai acuan. Diketahui bahwa penggunaan nilai formulasi efektif digunakan sebagai dasar penilaian kinerja peserta. Bahkan untuk parameter Cu dan Cr(VI), nilai formulasi dapat menghindarkan provider dari kebuntuan pengolahan data akibat data-data yang sangat bervariasi. Peserta yang mendapatkan penilaian kinerja memuaskan untuk paramater Fe, Cu, Cr(VI), dan pH adalah berturut-turut sebesar 81%, 79%, 71%, dan 67% dari jumlah peserta; yang diperingatkan sebesar 7%, 6%, 8%, dan 16%; yang berkinerja tidak memuaskan sebesar 12%, 15%, 21%, dan 17%. Hal ini mengkonfimasi bahwa skema UP menggunakan nilai formulasi memiliki kemampuan baik untuk mengevaluasi kinerja laboratorium. Evaluasi bias terhadap hasil UP menunjukkan bahwa tidak ada bias yang signifikan. Disimpulkan bahwa laboratorium yang berpartisipasi memiliki kesesuaian yang baik terhadap nilai formulasi, sehingga memberikan tingkat kepercayaan tambahan terhadap kualitas pengukuran dalam bidang analisis ini. Untuk parameter uji NO3-N, nilai formulasi tidak tersedia sedangkan nilai konsensus pun tidak dapat ditentukan akibat bervariasinya data-data peserta sehingga penilaian kinerja tidak dapat dilakukan. Diusulkan alternatif upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini agar nilai formulasi tetap dapat ditetapkan dan digunakan sebagai nilai acuan.
KESESUAIAN MUTU PRODUK UNGGULAN UKM SEKTOR PANGAN TERHADAP STANDAR NASIONAL INDONESIA Suminto Suminto; Ellia Kristiningrum; wahyu widyatmoko; danar agus susanto
JURNAL STANDARDISASI Vol 15, No 3 (2013)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v15i3.125

Abstract

Standar memberikan kontribusi yang baik diantaranya membantu kompetisi perusahaan menjadi lebih besar, membantu akses pasar ekspor, membantu memberikan praktek bisnis terbaik, membantu operasi perusahaan menjadi lebih efisien dan berkembang, memberikan kredibilitas dan kepercayaan serta pengakuan konsumen, standar memberikan bahasa tunggal dalam industri untuk mutu. Namun standar sebagai bagian dari teknologi, seringkali terlewatkan dan bahkan dipandang sebelah mata oleh pelaku usaha. Dari hasil Penelitian BSN (2011), diperoleh data mengenai kendala yang dihadapi UKM dalam menerapkan standar adalah adanya persyaratan mutu yang sulit untuk dipenuhi dan biaya pengujian yang relatif mahal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kesesuaian produk-produk unggulan UKM dengan SNI, mengusulkan syarat mutu dalam SNI yang sesuai untuk produk unggulan UKM dan mengusulkan metode untuk pembinaan UKM dalam penerapan standar.Penelitian ini dimulai dengan memilih produk unggulan UKM sektor pangan di provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Barat, yang selanjutnya dilakukan pencarian SNI dan LPKyang selanjutnya dilakukan pengujian produk untuk mengetahui kesesuaiannya dengan SNI. Berdasarkan analisa hasil penelitian, dapat direkomendasikan untuk SNI produk bakpia kacang hijau, keripik singkong dan keripik tempe perlu dilakukan kaji ulang terkait persyaratan mutu dan cara penulisan standar. Persyaratan mutu dalam SNI tersebut hendaknya dipilih hanya yang merupakan titik kritis untuk produk tersebut, misalnya cemaran mikroba dan cemaran kimia. Khusus untuk produk keripik singkong dan keripik tempe goreng ditambahkan parameter bilangan oksidasi minyak goreng. Selain itu, masih perlu dilakukan sosialisai SNI produk kepada pengusaha skala UKM.
PERAN PENGUKURAN, STANDARDISASI, PENGUJIAN DAN JAMINAN MUTU (MSTQ) DALAM USAHA PENINGKATAN MUTU Setyodewati Setyodewati
JURNAL STANDARDISASI Vol 8, No 1 (2006): Vol. 8(1) 2006
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v8i1.650

Abstract

Measurement, Standardization, Testing and Quality Assurance (MSTQ) have important role in the recent development of industry, science and technology. Those four elements are interrelated, thus are measurementwithout the accepted standard developed through National Standardization System is meaningless. Recently, most of calibration activities are carried out by private sector and their location are concentrated in Jakarta andWest Java. Most of them are focusing their calibration activities to the needs of their parent organizations, and the only small number of them also provides their calibration services to external customers. On the other hand, the number of testing laboratories increase faster as demand from the government for exported or imported products shall be tested by accredited testing laboratories as the application of mandatory national standards (SNI). Location testing laboratories widely spread in the country and their activities depend on the commodities of the region, for example, in the region those produce tea or coffee, there will be testing laboratories for tea and coffee. Scope of activities of calibration laboratories also focused on the measurement of mass, temperature, dimensional as most of Indonesian industries use the kind of measuring instruments for their processes.
KAJIAN SNI 01-2886-2000 MAKANAN RINGAN EKSTRUDAT Devi Ambarwaty Oktavia
JURNAL STANDARDISASI Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v9i1.8

Abstract

Extruded snack are a product that produce from a tools call extruder by high temperature and short time. Standard quality of extruded snack which required on SNI 01-2886-2000 has not listed odor, taste and colour quantitatively. SNI 01-2886-2000 has not listed yet protein content, calcium content, zinc and total dietary fiber. Improving Indonesian standard for extruded snack advised then the quality of extruded snack will be better. In order to improve Indonesian standard of extruded snack, listing odor, taste and colour quantitatively, protein content, calcium content, zinc, and total dietary fiber as quality atribute on SNI of extruded snack needs others comprehensive researches.
BATAN PERSONAL DOSE EQUIVALENT Hp (10) AND Hp (3) INTERCOMPARISON RESULTS AT 2018 & 2019 Assef Firnando Firmansyah; Okky Agassy Firmansyah; Rizka Sarah Melinda
JURNAL STANDARDISASI Vol 23, No 2 (2021)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v23i2.892

Abstract

One of the methods to ensure the quality of a laboratory is participating in an intercomparison activity. For the dosimetry laboratory network in Indonesia, the intercomparison activity is managed by the Secondary Standard Dosimetry Laboratory (SSDL) Jakarta. This paper describes the intercomparison among processing laboratory for personal dose equivalent Hp(10) and Hp(3) using thermoluminescent dosimeter (TLD)/films in 2018 & 2019. The SSDL Jakarta irradiated packages of participant's TLDs/films with Cs-137 and X-rays at a specific equivalent dose. The irradiated dosimeters were sent back to the participants by mail, and then the result was sent to the SSDL Jakarta for evaluation. The evaluation was carried out using the trumpet curve under the International Atomic Energy Agency (IAEA) publication. The results obtained for the 2018 intercomparison show the success rates of 98%, and 2% were outside the acceptable range, whereas for the 2019 Intercomparison, the success rates were 96% and 4% outside the acceptable range. The potential failure of reading the dose value was in the film dosimeter/badge. For those recent two years of intercomparison activities, the success rate was more than 95%. This result of the intercomparison activity showed the excellent quality of the personal dose equivalent Hp(10) and Hp(3) measurement in Indonesia.
KOMPARASI PENGUKURAN LAJU KERMA UDARA PESAWAT OB-85 MENGGUNAKAN ALAT UKUR RADIASI STANDAR SEKUNDER DAN STANDAR TURUNANNYA Nazaroh Nazaroh; Fendinugroho Fendinugroho
JURNAL STANDARDISASI Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v12i3.158

Abstract

Page 9 of 23 | Total Record : 227


Filter by Year

2005 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 2 (2014): Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012 Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012 Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012 Vol 13, No 2 (2011): Vol. 13(2) 2011 Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011 Vol 13, No 3 (2011): Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010 Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010 Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010 Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009 Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009 Vol 11, No 1 (2009): Vol. 11(1) 2009 Vol 10, No 3 (2008): Vol. 10(3) 2008 Vol 10, No 2 (2008): Vol. 10(2) 2008 Vol 10, No 1 (2008): Vol. 10(1) 2008 Vol 9, No 3 (2007): Vol. 9(3) 2007 Vol 9, No 2 (2007): Vol. 9(2) 2007 Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007 Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006 Vol 8, No 2 (2006): Vol. 8(2) 2006 Vol 8, No 1 (2006): Vol. 8(1) 2006 Vol 7, No 3 (2005): Vol. 7(3) 2005 Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005 Vol 7, No 1 (2005): Vol 7(1) 2005 More Issue