cover
Contact Name
Juli Hadiyanto
Contact Email
julihadiyanto43@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstandardisasi@gmail.com
Editorial Address
Gedung 1 BSN, KST BJ Habibie, Setu, Tangerang Selatan, Banten, 15314.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Standardisasi
ISSN : -     EISSN : 23375833     DOI : 10.31153
Jurnal Standarisasi (hence JS) is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original study or research papers focused on standardization policies, development of standards, harmonization of standards, implementation of standards (accreditation, certification, testing, metrology, technical inspection, pre and post market supervision, socio-economic impacts, etc.), standardization of standards, technical regulations, and aspects related to standardization that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 227 Documents
PENGGUNAAN ANALISA STATISTIK SEBAGAI KONTROL MUTU HASIL PENGUKURAN Nazaroh Nazaroh
JURNAL STANDARDISASI Vol 7, No 1 (2005): Vol 7(1) 2005
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v7i1.640

Abstract

Pada setiap pengukuran, akan dihasilkan sejumlah data yang perlu dievaluasi. Metode statistik merupakan alat untuk memantau mutu hasil pengukuran atau pengujian. Gambaran mutu hasil pengukuran dapat dilihat melalui besaran ketidakpastian, yang akan memberikan banyak informasi tentang pengukuran tersebut.Sebelum mengevaluasi data pengukuran perlu dilakukan pemeriksaan terhadap data pengukuran apakah perlu dieliminasi atau tidak. Eliminasi titik-titik data harus konsisten dan tidak bergantung pada personil yang melaksanakan pengukuran dan bisa berdasarkan keinginan. Seorang peneliti yang kompeten akan bekerja keras untuk memelihara kekonsistenan di dalam analisis data primer. Ada beberapa bentuk analisis data yang dapat digunakan untuk mengevaluasi seluruh data pengukuran sebelum perhitungan hasilnya, diantaranya: kriteria chauvenet, kertas grafik probabilitas, z-score atau X2 (chi-square).
KAJI ULANG SNI 13-3487-2005 BARANG – BARANG EMAS DAN SNI 13-3771-1995 BARANG – BARANG EMAS MUDA Joni Setiawan; Euis Laela; Istihanah Nurul Eskani; Nikmah Widiharini; Farida Farida; I Made Arya Utamaningrat; Nira Riestia Rahayu; Suparjo Suparjo
JURNAL STANDARDISASI Vol 23, No 1 (2021)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v23i1.880

Abstract

Emas merupakan logam mulia yang dapat dijadikan investasi karena nilainya terus naik dari waktu ke waktu. Barang – barang emas dapat berbentuk batangan, granula, lembaran, perhiasan dan benda seni. Penjaminan mutu kadar emas diatur dalam SNI 13-3487-2005 Barang – barang emas dan SNI 13-3771-1995 Barang – barang emas muda. Pada saat ini emas yang beredar memiliki kadar mulai 3,33% hingga 99,99% (fine gold). Terdapat nilai kadar emas yang belum diatur dalam ke-dua SNI tersebut yaitu barang-barang emas dengan kadar 13,14,15,dan 16 karat. Sehingga perlu dilakukan pengujian untuk melihat kesesuaian kadar emas yang terkandung dalam barang – barang emas yang beredar di pasaran serta peninjauan kembali terhadap metode uji yang ada. Penelitian ini membahas hasil kaji ulang SNI 13-3487-2005 Barang – barang emas dan SNI 13-3771-1995 Barang – barang emas muda sebagai dasar penyusunan SNI barang – barang emas yang baru. Metode penelitian yang dilakukan adalah studi literatur, pengujian sampel barang – barang emas yang beredar yang diambil secara purposive sampling, kemudian dilakukan pengujian fire assay sesuai dengan SNI 13-3487-2005 Barang – barang emas dan ICP-OES sesuai dengan ISO  15093, Jewellery — Determination of precious metals in 999 0 / 00 gold, platinum and palladium jewellery alloys — Difference method using ICP-OES, kajian metode uji, dan penggalian informasi melalui rapat internal, rapat teknis dan rapat konsensus. Berdasarkan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa perlunya penggabungan dua SNI tersebut mencakup kadar 33,3% hingga 99,99%, menetapkan metode uji yang dipergunakan yaitu fire assay dan ICP-OES, dengan acuan normatif yang dipergunakan adalah standar ISO 11596 dan ISO 15039.
UJI KINERJA MEKANIK DAN FUNGSIONAL ALAT PENGUJI DAYA BERKECAMBAH (APDB) UNTUK PENGUJIAN BENIH Udin S. Nugraha; Rasam Rasam; Astanto Astanto
JURNAL STANDARDISASI Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v12i2.149

Abstract

LIFE CYCLE ASSESSMENT KOMODITI PERIKANAN DI MUNCAR BANYUWANGI, JAWA TIMUR Addinia Nur Ar Rachmah; Anas Miftah Fauzi; Bustami Bustami
JURNAL STANDARDISASI Vol 22, No 3 (2020)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v22i3.809

Abstract

Potensi perikanan yang besar di kawasan perikanan Muncar Banyuwangi menjadikannya sebagai dasar munculnya berbagai industri perikanan. Perkembangan industri ini memiliki dampak yang signifikan tehadap lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi input dan output yang dihasilkan dari proses produksi, menghitung besaran dampak dan merumuskan strategi perbaikannya. Penilaian daur hidup atau Life Cycle Assessment (LCA) merupakan metode yang digunakan untuk menganalisis dampak lingkungan yang disebabkan oleh pengadaan bahan baku, proses produksi dan penggunaan produk. LCA terdiri dari 4 tahap sesuai dengan ISO 14040 yaitu Goal and Scope Definition, Inventory analysis, Life Cycle Impact Assessment dan Life Cycle Interpretation. Studi LCA dalam penelitian ini menggunakan pembatasan masalah Cradle to Gate. Penilaian siklus hidup produk perikanan berfokus pada pemanasan global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emisi Gas Rumah Kaca (GRK) merupakan dampak potensial terbesar yang dihasilkan oleh industri pengolahan perikanan. Emisi CO2eq dari pabrik pengalengan ikan sebesar 86,86 CO2eq/tahun, sedangkan dari industri pengasinan ikan sebesar 28,76 CO2eq/tahun. Total emisi CO2 dari kegaiatan pengolahan hasil perikanan sebesar 115.62 CO2eq/tahun. Sumber penghasil emisi berasal dari solar Industrial Diesel Oil (IDO), solar Automotive Diesel Oil (ADO) dan listrik. Upaya penurunan dampak lingkungan dilakukan dengan pertama, menggunakan energi listrik yang berasal dari pembangkit listrik tenaga air dan panas bumi. Kedua, dengan mengolah limbah industri perikanan seperti minyak ikan menjadi biodiesel yang lebih ramah lingkungan untuk diversifikasi penggunaan solar pada unit proses. Ketiga, dengan mengefisienkan sistem produksi melalui perubahan pola perilaku maupun standar dalam pelaksanaan produksi.
STUDI PENERAPAN HACCP PADA PENGOLAHAN SARI BUAH JERUK SIAM (Studi Kasus di Citrus Centre Kab. Sambas, Kalbar) Ira Mulyawanti; Kun Tanti Dewandari
JURNAL STANDARDISASI Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v12i1.140

Abstract

Produksi buah jeruk yang semakin meningkat dari tahun ke tahun merupakan potensi untuk pengembangan produk olahan jeruk. Melimpahnya produksi buah jeruk memerlukan teknologi untuk pengolahan jeruk menjadi produk yang dapat meningkatkan nilai tambah. Teknologi ini diperlukan pada saat puncak produksi sehingga harga buah jeruk masih dapat bersaing dan memanfaatkan buah yang tergolong ke dalam off grade. Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian telah membangun model penanganan segar skala pilot dan terbangunnya pabrik sari buah jeruk Siam skala pilot di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Dalam pengoperasian model ini penerapan HACCP sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan kualitas dan keamanan produk sari buah jeruk. Dari hasil studi, yang ditetapkan sebagai CCP adalah sterilisasi botol dan tutup, pasteurisasi dan penyimpanan produk sari buah. Sedangkan yang termasuk kategori CP yaitu sortasi, pencucian, penyaringan, pencampuran, pembotolan, dan pendinginan. Dalam pelaksanaannya, proses verifikasi sangat penting untuk dilakukan agar dapat mengetahui efektifitas penerapan HACCP. Penerapan HACCP yang sesuai diharapkan akan meningkatkan kualitas dan keamanan produk sari buah jeruk Siam.
PEMETAAN EFIKASI LAMPU SWABALAST UNTUK MENDUKUNG PENERAPAN SNI 04-6958-2003 PADA LAMPU HEMAT ENERGI Sudirman Palaloi
JURNAL STANDARDISASI Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v11i3.674

Abstract

Penerapan label tingkat hemat energi pada pemanfaat tenaga listrik untuk rumah tangga membantu konsumen memilih peralatan yang lebih efisien. Hal ini akan mendorong produsen untuk memproduksi peralatan yang lebih hemat dalam konsumsi energi. Untuk mencapai hal tersebut maka diperlukan standar tingkat efikasi untuk pemberian penandaan tanda bintang pada LHE untuk mendukung penerapan SNI 04-6958-2003. Dari hasil pemetaan didapatkan bahwa penandaan bintang satu [*] diberikan pada LHE yang memiliki efikasi 50 - 60 lumen/watt. Bintang dua [**] untuk efikasi 60 - 65 lumen/watt. Bintang tiga [***] pada efikasi 65 - 70 lumen/watt dan bintang empat [****] diberikan pada lampu yang memiliki efikasi lebih dari 70 lumen/watt.
VERIFIKASI METODE STEP DAN KONTINYU UNTUK PENENTUAN KAPASITAS PANAS MENGGUNAKAN THERMAL ANALYZER Aslina Br Ginting; Jan Setiawan; Sutri Indaryati
JURNAL STANDARDISASI Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v9i1.22

Abstract

In order to prove the method of experiment Differential Scanning Calorimeter equipment from Setaram was valid , it a research about verification of the Setaram method used ASTM method No E-399-402/1992, E-1269-1990 and used standard material Certificate Reference Material Sn, Pb,Zn, and Al. Analysis of heat capacity has been performed using step and continuous method in temperature range 30 oC until 450oC with heating rate 3oC/minute.Result of analysis show that step and continuous method from Setaram was valid for analysis heat capacity of sample Pb, Zn, and Al because the deviation , precision and accuracy obtained can be accepted because the value is appropriate with ASTM, while analysis heat capacity of sample Sn hasn’t valid because the deviation, precision and accuracy obtained is in appropriate with ASTM. From the result of heat capacity and than calculated uncertainty to understand the value of uncertainty experiment of heat capacity sample standard Sn, Pb, Zn dan Al are 9,273;2,597; 4,54 ; 1,423 J/moloC
IDENTIFIKASI DAN PERHITUNGAN KETIDAKPASTIAN PENGUJIAN VISKOSITAS KARAGINAN MENGGUNAKAN VISKOMETER ROTARI Agusman Agusman; Fateha Fateha; Asmanah Asmanah; Niswatin Ulya
JURNAL STANDARDISASI Vol 23, No 3 (2021)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v23i3.940

Abstract

Viskositas merupakan salah satu karakteristik mutu karaginan yang diprasyaratkan dalam SNI Karaginan 8391-1:2017. Pada pengukuran viskositas tersebut, laboratorium uji dan laboratorium sertifikasi harus melakukan evaluasi perhitungan ketidakpastian pengukuran sesuai yang disarankan dalam SNI ISO/IEC 17025:2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk evaluasi ketidakpastian pengukuran viskositas karaginan menggunakan viskometer rotari. Pada penelitian ini, sumber ketidakpastian berhasil diidentifikasi menggunakan diagram Ishikawa (cause-effect), dan kontribusi dari tahapan proses terhadap ketidakpastian berhasil dihitung. Sumber ketidakpastian pada pengukuran viskositas karaginan berasal dari tahapan proses penimbangan, pengendalian dan pengukuran suhu, serta dari alat viskometer rotari. Hasil menunjukkan viskometer rotari menyumbang ketidakpastian terbesar dari tahapan lainya, yaitu sebesar 61,59% dari total ketidakpastian gabungan. Hasil perhitungan besaran ketidakpastian gabungan adalah sebesar 0,000063. Hasil uji bahan acuan sekunder yang memiliki viskositas sebesar 71,5 cP, diperoleh ketidakpastian diperluas sebesar ± 0,01 cP. pada tingkat kepercayaan 95% dan faktor cakupan 2.
PENINGKATAN MUTU PRODUK GULA KRISTAL PUTIH MELALUI TEKNOLOGI DEFEKASI REMELT KARBONATASI Eddy Sapto Hartanto
JURNAL STANDARDISASI Vol 16, No 3 (2014)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v16i3.197

Abstract

DAMPAK IMPLEMENTASI STANDAR WAJIB MELALUI PERDAGANGAN PRODUK, UNSUR PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN PELAKU USAHA Endi Hari Purwanto; Febrian Isharyadi
JURNAL STANDARDISASI Vol 18, No 2 (2016)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v18i2.704

Abstract

Perdagangan bebas memengaruhi nilai ekspor impor Indonesia karena menjadi negara berjumlah penduduk besar yang berpotensi bagi penjualan barang-barang impor. SNI wajib telah diberlakukan oleh regulator sebanyak 267 standar tetapi banyak produk impor yang tidak memenuhi persyaratan tersebut. Asumsinya, regulasi teknis berdampak positif pada perdagangan Indonesia sehingga meningkatkan produksi dalam negeri. Diharapkan pelaku usaha mampu memproduksi produk dengan memperhatikan keamanan, keselamatan dan kesehatan masyarakat serta fungsi lingkungan hidup. Tujuan penelitian adalah menganalisis dampak implementasi SNI wajib oleh industri dari sudut pandang perdagangan produk, unsur perlindungan konsumen dan pelaku usaha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, untuk perdagangan produk menggunakan metode wawancara langsung pada industri sehingga diperoleh dampak sementara dan kontinyu. Pada unsur perlindungan konsumen menggunakan analisis data uji petik produk ber-SNI di pasar dan untuk pelaku usaha menggunakan metode wawancara terhadap industri untuk menganalisis dampak dari 3 variabel yaitu: volume penjualan, jumlah pengaduan dan biaya produksi dengan 3 parameter yaitu meningkat, menurun dan tetap. Hasilnya memperlihatkan pemberlakuan SNI secara wajib bagi industri, sebagian memberikan dampak positif dan negatif, tergantung produk yang diimplementasi. Namun, secara umum disimpulkan bahwa kebijakan pemerintah untuk menerapkan SNI melalui regulasi memberikan dampak meningkatkan volume penjualan produk bagi perusahaan (76 % dari 17 produk yang dijadikan sampel), menurunkan jumlah pengaduan produk cacat di pasar (53 %) dan meningkatkan biaya operasional perusahaan (71 %). Peningkatan biaya ini disebabkan adanya beban biaya sertifikasi produk yang meliputi: biaya penyediaan sampel dan biaya pengujian.

Page 11 of 23 | Total Record : 227


Filter by Year

2005 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 2 (2014): Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012 Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012 Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012 Vol 13, No 2 (2011): Vol. 13(2) 2011 Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011 Vol 13, No 3 (2011): Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010 Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010 Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010 Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009 Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009 Vol 11, No 1 (2009): Vol. 11(1) 2009 Vol 10, No 3 (2008): Vol. 10(3) 2008 Vol 10, No 2 (2008): Vol. 10(2) 2008 Vol 10, No 1 (2008): Vol. 10(1) 2008 Vol 9, No 3 (2007): Vol. 9(3) 2007 Vol 9, No 2 (2007): Vol. 9(2) 2007 Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007 Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006 Vol 8, No 2 (2006): Vol. 8(2) 2006 Vol 8, No 1 (2006): Vol. 8(1) 2006 Vol 7, No 3 (2005): Vol. 7(3) 2005 Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005 Vol 7, No 1 (2005): Vol 7(1) 2005 More Issue