cover
Contact Name
Juli Hadiyanto
Contact Email
julihadiyanto43@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstandardisasi@gmail.com
Editorial Address
Gedung 1 BSN, KST BJ Habibie, Setu, Tangerang Selatan, Banten, 15314.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Standardisasi
ISSN : -     EISSN : 23375833     DOI : 10.31153
Jurnal Standarisasi (hence JS) is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original study or research papers focused on standardization policies, development of standards, harmonization of standards, implementation of standards (accreditation, certification, testing, metrology, technical inspection, pre and post market supervision, socio-economic impacts, etc.), standardization of standards, technical regulations, and aspects related to standardization that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 227 Documents
PENERAPAN STANDAR MANAJEMEN ENERGI UNTUK MITIGASI PERUBAHAN IKLIM DI INDONESIA Erry Ricardo Nurzal; Suminto Suminto
JURNAL STANDARDISASI Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v12i3.155

Abstract

Salah satu instrumen kebijakan yang dapat diterapkan untuk melakukan penghematan penggunaan energi adalah standar manajemen energi. Standar tersebut memberikan pedoman bagi fasilitas-fasilitas industri untuk memasukkan efisiensi energi ke dalam praktek-praktek manajemen industri dan meningkatkan efisiensi energi sistem industri. Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa penerapan standar manajemen energi di industri Indonesia dengan intensitas energi yang tinggi diperkirakan memberikan keuntungan dalam penghematan energi yang pada akhirnya dapat mengurangi emisi CO2Kata Kunci: Standar, manajemen energi, mitigasi, perubahan iklim, dukungan kebijakan . Selain itu, berdasarkan data yang ada juga menunjukkan bahwa standar manajemen energi akan dapat diterapkan oleh industri tersebut dengan lancar. Penerapan standar manajemen energi di industri untuk mitigasi perubahan iklim dapat berhasil, jika dilakukan bersama-sama dengan dukungan kebijakan lainnya. Dukungan kebijakan tersebut adalah membangun kesepakatan penetapan target, membangun kapasitas optimasi sistem, memberikan penghargaan, menerapkan kebijakan fiskal dan moneter dan pendanaan inovatif.
READINESS ASSESSMENT FOR IMPLEMENTATION OF INDUCTION STOVE’s INDONESIAN NATIONAL STANDARDIZATION (SNI) Assahda, Talitha Nabila; Damayanti, Retno Wulan; Fahma, Fakhrina; Laksono, Pringgo Widyo; Setiadi, Haryono
JURNAL STANDARDISASI Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v26i2.1040

Abstract

The Indonesian government has set a target to achieve net zero emissions (NZE) by 2060, part of which involves converting gas stoves to induction stoves for 8.2 million households by 2025. This initiative not only aims to reduce carbon emissions but also to decrease reliance on imported Liquefied Petroleum Gas (LPG), easing the strain on the state budget due to LPG subsidies. Standardizing induction stoves is crucial to ensure product quality and user safety. While Indonesia has existing standards for electric cooking equipment, specific standards for induction stoves are lacking, necessitating the development of Indonesian National Standards (SNI). To prepare for the implementation of these standards, a study focusing on the readiness of institutions involved in SNI implementation was conducted. Using the technoware, humanware, infoware, orgaware, cysnetware, manageware, and partnerware (THIOCMP) model, the study assessed the readiness of stakeholders. Thirty expert respondents participated in questionnaires and Focus Group Discussions (FGD). The findings indicate a high level of readiness among stakeholders, although improvements are needed in the orgaware component to ensure sustainable implementation of SNI for induction stoves. This research underscores the importance of thorough preparation for the successful adoption of new standards in Indonesia's transition to sustainable energy practices.
DAYA DUKUNG REGULASI DI INDONESIA DALAM RANGKA PEMBERLAKUAN REGULASI HALAL Purwanto, Endi Hari; Isharyadi, Febrian; Anggundari, Widia Citra; Anggraeni, Putty; Tampubolon, Biatna Dulbert
JURNAL STANDARDISASI Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v26i1.998

Abstract

Kebijakan pemberlakuan wajib halal telah berlangsung 8 tahun, tentunya telah banyak memiliki daya dukung regulasi Kementerian dan Lembaga yang cukup banyak. Penelitian ini ingin mengetahui sejumlah regulasi pendukung regulasi halal secara wajib dikaitkan terhadap isu permasalahan halal yang belum terselesaikan hingga kini. Beberapa faktor menjadi masalah dalam merealisasaikan penunjang regulasi halal di Indonesia, seperti keanekaragaman produk dan layanan serta kesiapan infrastruktur dan pemerintah. Metode digunakan deskriptif eksplanatori dengan mencari fakta di lapangan sebanyak-banyaknya melalui studi literatur. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberlakuan wajib halal didukung dengan 5 regulasi sektor pertanian-pangan, 3 regulasi di sektor perdagangan, 7 regulasi di sektor obat dan makanan, 6 regulasi di sektor kesehatan, 5 standar nasional di sektor pengujian kehalalan produk.
STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) SEBAGAI ASET BRANDING DALAM KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU UMKM Paramithasari, Ratih; Setianto, Widodo Agus; Rahayu, Rahayu; Lindawati, Lisa
JURNAL STANDARDISASI Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v26i1.1019

Abstract

Pada era persaingan usaha yang makin kompetitif dan terbuka, daya saing usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) perlu ditingkatkan dengan mendorong para pelaku UMKM untuk menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Namun, belum ada penelitian yang mengungkap aktivitas branding atas sertifikasi SNI yang dimiliki UMKM untuk dapat meningkatkan keuntungan. Padahal, UMKM perlu berkembang agar mampu melakukan pemeliharaan dan sertifikasi ulang SNI secara mandiri. Untuk itu, penelitian ini bertujuan mengkaji strategi komunikasi merek dengan SNI sebagai aset branding dalam komunikasi pemasaran terpadu (integrated marketing communication atau IMC) yang diterapkan oleh para UMKM role model penerap SNI Binaan BSN. Dalam penelitian ini, para UMKM yang menjadi role model adalah UMKM yang telah melakukan resertifikasi secara mandiri, yang ditulis menjadi studi multi kasus dan disajikan secara kualitatif. Penelitian ini menggunakan konsep dimensi brand asset milik Aaker (1991) yaitu dimensi brand awareness, brand association, brand loyalty dan perceived quality; serta menggunakan pilar IMC Kliatchko (2008) yaitu stakeholders, channel, content, dan result sebagai framework. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pilar stakeholders, channel, dan content memiliki karakteristik yang serupa. Dari pilar result, ditemukan bahwa pemilihan tipe asosiasi yang tepat menjadi komponen penting dalam menciptakan brand awareness dan brand association yang positif bagi merek. Selain itu, penelitian ini juga mengungkap bahwa sebagai aset branding, SNI dapat membantu secara manajerial strategi komunikasi merek untuk mencapai dimensi brand loyalty dan mengelola sinyal perceived quality.
PENILAIAN TINGKAT KESIAPAN PENERAPAN STANDAR ISO 9001:2015 DAN DAMPAK EKONOMINYA PADA PERUSAHAAN START UP (Studi Kasus: PT XYZ) Defiatri, Deadila; Fahma, Fakhrina; Damayanti, Retno Wulan
JURNAL STANDARDISASI Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v26i2.1044

Abstract

Keberadaaan perusahaan start up memiliki peran penting dalam perkembangan perekonomian di Indonesia. Penerapan ISO 9001:2015 berpotensi untuk mendukung perusahaan start up dalam memperluas cakupan pasar dan memberikan framework untuk memantau kinerja perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk penilaian tingkat kesiapan penerapan ISO 9001:2015 di perusahaan start up (PT XYZ) dan mengevaluasi dampak ekonomi dari penerapan standar tersebut. Metode penelitian ini menggunakan intergrasi metode teknometrik dan ISO Methodology. Kuesioner terdiri atas 70 indikator dan melibatkan 14 responden internal perusahaan. Hasil penilaian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan komponen technoware berada pada level “cukup”, sedangkan komponen humanware, inforware, dan orgaware telah berada pada level “tinggi”  dengan nilai koefisien kontribusi teknologi (TCC) sebesar 0.68 yang berarti PT XYZ telah siap dan mampu menerapkan standar ISO 9001:2015. Penilaian dampak ekonomi menunjukkan bahwa terdapat lima dampak yang paling signifikan dan estimasi B/C Ratio sebesar 9.53 mengindikasikan bahwa penerapan standar ISO 9001:2015 sangat layak untuk dilakukan.
SPENT BLEACHING EARTH-BIOPROCESS (SBE) CHARACTERISTICS AGAINST INDONESIAN NATIONAL REGULATION FOR TOXIC-HAZARD WASTE AND SOIL AMENDMENT Kurnia, Asep; Harsanti, E.S.; Ardiwinata, Asep Nugraha; Sutriadi, Teddy; Yusuf, Wahida Annisa; Gunawan, Bambang
JURNAL STANDARDISASI Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v26i1.1008

Abstract

Currently, the palm oil industry disposes the Spent Bleaching Earth (SBE) to the land-field without a proper treatment process. Some peoples argue that the SBE still in high oil content and will pose an environmental problem due to hazardous content and it will easily catch fires. One possible solutions is optimizing SBE for land restoration, which could also be enhancing livelihood and reducing pollution. This paper identifies the SBE-bioprocess according to the Indonesian National Regulation for toxic-hazard waste and soil rehabilitation. SBE-bioprocess testing was conducted as toxic-hazard waste both on TCLP organic and anorganic form also as a soil amendment criteria both certain function and organic. Research shows that the SBE-bioprocess could not be categorized as toxic-hazard waste due to very low value of toxic and hazard compounds. Additional C-organic is important before using it as an organic soil amendments. Lab test shows that SBE-bioprocess is high value of CEC, then could be developed for specific function of soil amendments.
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KEBERADAAN TANDA SNI DALAM MEMILIH PRODUK BERAS Anggraeni, Putty; Isharyadi, Febrian; Kristiningrum, Ellia
JURNAL STANDARDISASI Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v26i2.1020

Abstract

Tanda SNI pada kemasan merupakan pembuktian bahwa suatu produk telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), yang menunjukkan suatu produk terjamin kualitasnya. Beras merupakan makanan pokok bagi penduduk Indonesia, keberadaan tanda SNI pada produk beras akan memudahkan konsumen dalam memperoleh produk beras yang terjamin kualitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh tanda SNI terhadap preferensi konsumen dalam memilih produk beras. Pendekatan metode penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif melalui Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan melakukan perbandingan faktor pendorong bagi konsumen dalam memilih suatu produk yaitu tanda SNI, rasa, merk, harga dan kemasan. Hasil penelitian terhadap 106 responden berdasarkan usia, pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan, menunjukkan bahwa faktor rasa merupakan pendorong utama sebagai preferensi konsumen dalam memilih produk beras, tanda SNI menjadi faktor pendorong yang lebih kuat bagi konsumen dalam memilih produk beras dibandingkan merk dan kemasan. 

Filter by Year

2005 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 2 (2014): Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012 Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012 Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012 Vol 13, No 2 (2011): Vol. 13(2) 2011 Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011 Vol 13, No 3 (2011): Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010 Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010 Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010 Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009 Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009 Vol 11, No 1 (2009): Vol. 11(1) 2009 Vol 10, No 3 (2008): Vol. 10(3) 2008 Vol 10, No 2 (2008): Vol. 10(2) 2008 Vol 10, No 1 (2008): Vol. 10(1) 2008 Vol 9, No 3 (2007): Vol. 9(3) 2007 Vol 9, No 2 (2007): Vol. 9(2) 2007 Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007 Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006 Vol 8, No 2 (2006): Vol. 8(2) 2006 Vol 8, No 1 (2006): Vol. 8(1) 2006 Vol 7, No 3 (2005): Vol. 7(3) 2005 Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005 Vol 7, No 1 (2005): Vol 7(1) 2005 More Issue