cover
Contact Name
Juli Hadiyanto
Contact Email
julihadiyanto43@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstandardisasi@gmail.com
Editorial Address
Gedung 1 BSN, KST BJ Habibie, Setu, Tangerang Selatan, Banten, 15314.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Standardisasi
ISSN : -     EISSN : 23375833     DOI : 10.31153
Jurnal Standarisasi (hence JS) is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original study or research papers focused on standardization policies, development of standards, harmonization of standards, implementation of standards (accreditation, certification, testing, metrology, technical inspection, pre and post market supervision, socio-economic impacts, etc.), standardization of standards, technical regulations, and aspects related to standardization that has neither been published elsewhere in any language, nor is it under review for publication anywhere.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 227 Documents
ANALISIS PENGARUH SPESIFIK IMPLEMENTASI SNI BAKSO IKAN PADA UKM SAKANA INDO PRIMA (SIP) PERAIH SNI AWARD 2016 Yopi Nurdiansyah; Wini Trilaksani; Joko Santoso
JURNAL STANDARDISASI Vol 21, No 1 (2019)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v21i1.739

Abstract

SNI Award sebagai stimulus dalam komitmen penerapan standar yang diharapkan juga memberikan benefit secara ekonomi. Beberapa UKM telah berhasil meraih SNI Award tahun 2016, namun belum pernah dievaluasitentang pengaruh dari implementasi SNI. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh spesifik implementasi SNI Produk bakso ikan UKM SIP sebagai peraih SNI Award 2016. Dengan ISO Methodology, SPC, Process Capability 6 Sigma, pengujian proksimat, kadar histamin dan sensori, efisiensi favorable variance, EBIT, nilai tambah ekonomi Hayami, SWOT dan AHP. Pengaruh spesifik implementasi SNI Bakso Ikan Beku diketahui pada aktivitas penanganan suhu bahan baku, pengadonan dan perebusan bakso. Value yang berperan yaitu proporsi lumatan daging ikan atau surimi minimum 40% pada adonan, suhu penanganan bahan baku Scombroidae, suhu maksimum pengadonan 10oC dan teknis perebusan bakso. Kapabilitas pemenuhan proporsi ikan diketahui >6 sigma, berpengaruh terhadap kadar protein bakso menjadi lebih tinggi (10,32%). Kapabilitas penanganan suhu bahan baku Scombroidae 0.15 sigma, berpengaruh terhadap kadar histamin yang lebih tinggi (307,54 mg/kg), nilai sensori rasa yang lebih rendah (5,73±0,76). Kapabilitas suhu adonan bakso 5,27 sigma, tidak diikuti teknik perebusan yang sesuai sehingga kadar air menjadi lebih tinggi (69,76%), sensori tekstur yang lebih rendah (6,33±0,47). Kapabilitas pemenuhan proporsi ikan yang tinggi berpengaruh terhadap nilai ekonomi yaitu efisiensi berupa favorable variance sebesar 0.43%, peningkatan volume penjualan bakso 57,16% untuk tahun 2016 dan 10,75% untuk tahun 2017 serta kontribusi terhadap EBIT pada tahun 2015, 2016, 2017 sebesar 5,60%, 6,72% dan 5,44%. Rasio nilai tambah bakso 52,13%/kg serta keuntungan perusahaan yang diperoleh 70,88% /kg. Aggressive strategies perlu dikembangkan yaitu mengubah lini produksi yang memiliki kapabilitas rendah. Menurut preferensi UKM pengguna SNI Produk Perikanan dan standar lainnya, penerapan SNI Produk Perikanan dinilai paling rendah (0,08), sementara pengaruh yang lebih besar adalah dari penerapan SNI Sistem Manajemen Keamanan Pangan (0,39).
KAJIAN KESIAPAN STANDAR NASIONAL INDONESIA DALAM MENDUKUNG MASTERPLAN PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA (MP3EI) DI SEKTOR PETERNAKAN Danar Agus Susanto
JURNAL STANDARDISASI Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v14i1.102

Abstract

Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) merupakan program jangkapanjang pemerintah dalam upaya mengembangkan pemerataan pembangunan di seluruh daerah. MP3EIdisusun berdasarkan optimisme pemerintah dalam melihat posisi Indonesia di mata internasional. Diharapkankeberadaan masterplan ini mendorong visi Indonesia menjadi 10 negara terbesar dunia di tahun 2025. Salah satukoridor yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi adalah koridor Bali-Nusa Tenggara dan peternakan masukdalam program atau kegiatan MP3EI koridor ini. Kegiatan ekonomi utama peternakan berkontribusi terhadapPDRB sekitar 16 persen dari sektor agrikultur pangan untuk Koridor Ekonomi Bali - Nusa Tenggara. Jenispopulasi ternak yang paling potensial dikembangkan di koridor ini adalah Sapi Bali yang sudah dikenal luassebagai sapi potong asli Indonesia. Peternakan sapi di Indonesia merupakan salah satu sektor industri yangpotensial karena memiliki pasar yang terus tumbuh karena kebutuhan akan daging sapi di Indonesia.Perkembangan industri ini perlu didukung agar Indonesia mampu bersaing dengan industri sejenis dari luarnegeri. Standar Nasional Indonesia (SNI) merupakan salah satu faktor yang dapat dipergunakan sebagai acuandalam mutu produk dan untuk memperlancar perdagangan. Untuk itu, ketersediaan standar nasional menjadipenting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perkembangan peternakan sapi di Indonesia sertaketersediaan SNI dalam rangka memantapkan ketersediaan standar pada peternakan sapi. Hasil kajianmenunjukkan adanya kesenjangan ketersediaan Standar Nasional Indonesia, dimana ketersediaan standar padabibit sapi sudah cukup lengkap dan up to date, sedangkan pada sapi hidup hanya ada satu standar dan sudahtidak up to date sehingga diperlukan adanya pengkajian ulang, revisi atau amandemen untuk meningkatkankualitas standar tersebut.
PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK SAWIT TERHADAP KARAKTERISTIK EDIBLE FILM DAN DAYA SIMPAN BUMBU MIE INSTAN Harianto Harianto; M Jusuf Djafar; Himawan Adinegoro
JURNAL STANDARDISASI Vol 19, No 1 (2017)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v19i1.614

Abstract

Tujuan percobaan ini adalah melihat pengaruh penambahan minyak sawit pada mutu edibel film sebagai pengemas bumbu mie instan.  Metoda yang digunakan dalam percobaan ini adalah rancangan acak lengkap dengan variabel kadar minyak sawit yang terdiri dari tiga taraf 0,7%, 1%, dan 1,3%.  Parameter yang diukur terbagi menjadi dua; pertama  parameter dasar (karakterisasi) mutu edibel film meliputi kadar air, aktivitas air, ketebalan, laju transmisi uap air, kuat tarik, dan modulus elastisitas.  Pengamatan kedua melihat mutu edibel film sebagai pengemas bubuk bumbu mie instan yang meliputi perubahan warna dan tampilan edibel film sebagai pengemas dan bahan yang dikemas (bubuk bumbu mie instan).  Hasil percobaan menunjukkan perlakuan penambahan minyak sawit dengan tiga taraf konsentrasi di atas tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air bubuk bumbu.  Kadar air bubuk bumbu yang dikemas meningkat secara nyata selama penyimpanan mulai 7 hari hingga 28 hari.  Dengan demikian edibel film tersebut tidak mampu menjaga agar bubuk bumbu mie instan tidak berubah selama penyimpanan. Perlu dilakukan percobaan lanjut untuk mendapatkan formula yang lebih baik.  Parameter mutu yang disarankan agar mendapatkan edibel film (sebagai kemasan bubuk bumbu mie instan) yang baik adalah kadar air harus dibawah 9,71%, aktivitas air (Aw) dibawah 0,6 dan laju transmisi uap air di bawah 6,47 g/m2/jam.
EMISI GAS RUMAH KACA PENGGUNAAN LISTRIK PADA KERETA REL LISTRIK JABODETABEK DENGAN METODE LIFE CYCLE ASSESSMENT Utari Ayuningtyas; Mohamad Yani; Siti Maimunah
JURNAL STANDARDISASI Vol 22, No 2 (2020)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v22i2.792

Abstract

Kereta Rel Listrik (KRL) merupakan transportasi massal karena kemampuannya mengangkut muatan dalam jumlah besar. Sistem penggeraknya menggunakan energi listrik. Sumber listrik KRL berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan menggunakan sumber DC 1500 volt yang disuplai melalui gardu-gardu listrik sepanjang lintasan KRL. Selain itu untuk menunjang pengoperasian kereta, listrik juga dibutuhkan stasiun untuk menunjang operasional kegiatan stasiun. Penggunaan energi listrik dapat menghasilkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) seperti CO2 dan HFC. Untuk mengetahui besaran emisi GRK pada sarana dan prasarana KRL Jabodetabek maka, dilakukan analisis dengan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA) sesuai dengan SNI ISO 14040:2016 dan menggunakan batas sistem gate to grave. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis besaran emisi GRK yang dihasilkan pada tahap penggunaan energi listrik di KRL dan stasiun KRL Jabodetabek, serta mengusulkan alternatif perbaikan dalam upaya pengurangan dampak lingkungan. Dari hasil analisis penelitian, tidak terdapat emisi dalam penggunaan listrik pada operasional KRL dikarenakan sumber listrik berasal dari PLTA. Emisi pada KRL bersumber pada penggunaan freon AC, sedangkan penggunaan listrik pada operasional stasiun yang disalurkan dari pembangkit listrik Jawa Bali teridentifikasi menghasilkan emisi GRK. Sehingga total emisi yang dihasilkan dari penggunaan freon AC KRL dan penggunaan listrik stasiun yaitu sebesar 16.118,3 tonCO2(eq), dan diperoleh emisi untukfunctional unit sebesar 4,79x10-5 tonCO2(eq)/penumpang. Upaya pengurangan dampak lingkungan dilakukan dengan mengganti lampu neon dengan lampu LED pada setiap stasiun KRL Jabodetabek, terjadi persentase perubahan dampak lingkungan sebesar 73% dan mengganti freon AC dengan menggunakan musicool pada setiap gerbong KRL, terjadi persentase perubahan dampak lingkungan sebesar 70%. 
PENINGKATAN MUTU FISIOLOGIS BENIH SUREN DENGAN CARA PRIMING Muhammad Zanzibar
JURNAL STANDARDISASI Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v12i1.135

Abstract

MANFAAT EKONOMI PENERAPAN STANDAR DI SEKTOR MAKANAN MENGGUNAKAN METODOLOGI ISO Ary Budi Mulyono; Untari Pudjiastutu
JURNAL STANDARDISASI Vol 15, No 1 (2013)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v15i1.660

Abstract

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan teknologi yang semakin pesat, sektor makanan di Indonesia berkembang semakin kompleks. Hal ini menuntut peningkatan mutu produk agar dapat bersaing di pasar global. Pasar global menuntut transparansi sehingga penggunaan standar baik standar nasional maupun internasional merupakan tuntutan bagi industri makanan untuk dapat bersaing di pasar. Efisiensi di segala unit bisnis industri makanan di tingkat perusahaan harus ditingkatkan melalui penerapan standar secara konsisten dan peningkatan berkelanjutan. Kajian ini bertujuan untuk menghitung keuntungan ekonomi secara kuantitatif dari penerapan standar pada setiap fungsi bisnis pada perusahaan menggunakan Metodologi ISO. Konsep dasar yang dikembangkan adalah Teori value chain yang dikembangkan oleh Profesor Michael Porter dari Harvard Business School. Studi kasus dilakukan pada Industri makanan PT. Indofood Sukses Makmur Divisi Bogasari Flour Mills, Jakarta dengan produk utamanya tepung terigu  dan PT. Garudafood Putra Putri Jaya Surabaya yang produksi utamanya biskuit coklat. Fungsi bisnis utama yang dipillih, pada kedua perusahaan tersebut adalah: procurement, inbound logistic, produksi, dan outbound logistic. Keuntungan ekonomi dari penerapan standar pada PT. Indofood Sukses Makmur Divisi Bogasari Flour Mills adalah sebesar Rp.38.571.957.500 (0,3% dari total penjualan) dan keuntungan ekonomi dari penerapan standar pada PT. Garuda Food Putra Putri Jaya Divisi Biskuit adalah sebesar Rp. 7.650.052.560
SNI ON LINE DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERMINTAAN STANDAR Tisyo Haryono
JURNAL STANDARDISASI Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v7i2.17

Abstract

Sebagai dokumen penting yang dirumuskan melalui konsensus secara nasional SNI perlu dikelola dan disajikan dengan baik agar dapat digunakan oleh masyarakat luas. Penyajian SNI dapat dilakukan melalui berbagai cara antara lain secara on line di website untuk dapat diakses melalui internet sehingga masyarakat memperoleh kemudahan tanpa hambatan waktu dan isolasi geografis. Untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan layanan SNI on line oleh masyarakat, telah dilakukan analisis terhadap data penggunaannya selama tahun 2004. Hasil analisis menunjukkan bahwa layanan SNI on line mendapat respon positif dari masyarakat dan SNI on line juga ternyata tidak mengakibatkan penurunan jumlah permintaan SNI di perpustakaan bahkan sebaliknya mampu meningkatkannya. SNI on line diketahui telah mampu mendorong minat BSN untuk menyelenggarakan layanan SNI on line sebagai sarana penyebarluasan SNI sudah tepat dan perlu dilanjutkan sedangkan dalam pelaksanaannya perlu terus disempurnakan
KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN: EVALUASI, SUMBER-SUMBER DAN KONTRIBUSINYA DALAM PEMBUATAN BAHAN ACUAN CAMPURAN GAS (N2O DALAM MATRIKS N2) SECARA GRAVIMETRI Muhammad Rizky Mulyana; Harry Budiman; Oman Zuas; Nur Tjahyo Eka Darmayanti
JURNAL STANDARDISASI Vol 20, No 1 (2018)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v20i1.599

Abstract

Gas dinitrogen monoksida (N2O) merupakan salah satu komponen gas rumah kaca dengan konsentrasi atmosferik yang terus meningkat setiap tahun, sehingga dibutuhkan upaya mitigasi yang didukung dengan metode pengukuran yang tervalidasi. Berdasarkan ISO/IEC 17025, metode pengukuran harus divalidasi unjuk kerjanya menggunakan bahan acuan yang memenuhi persyaratan, salah satunya yaitu memiliki nilai konsentrasi yang tersertifikasi beserta ketidakpastiannya. Di Indonesia, beberapa perusahaan gas specialty telah memulai upaya memproduksi bahan acuan gas sendiri untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Untuk mendukung upaya tersebut, dalam studi ini akan dibahas secara rinci sumber-sumber ketidakpastian bahan acuan gas N2O dan kontribusi dari masing-masing sumber, hingga diperoleh nilai ketidakpastian akhir melalui prosedur estimasi yang akurat dan dapat diterima secara internasional berdasarkan ISO 6142. Nilai ketidakpastian diestimasi berdasarkan eksperimen aktual pembuatan 5 buah bahan acuan gas N2O dengan konsentrasi yang berbeda secara gravimetrik. Hasil ketidakpastian akhir untuk bahan acuan gas AH06018, AH06023, AH06021, AH06010, AH06020 berturut – turut adalah 2.528%, 3.490%, 4.215%, 4.785%, 5.292%. Adapun sumber ketidakpastian terbesar berasal dari fraksi mol komponen dalam parent gas, yang kontribusinya meningkat seiring bertambahnya pengenceran. Sementara itu, kontribusi ketidakpastian dari massa gas yang ditransfer mengalami penurunan dengan semakin rendahnya konsentrasi N2O. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa nilai ketidakpastian konsentrasi bahan acuan meningkat seiring bertambahnya pengenceran, dan sumber ketidakpastian yang memberikan kontribusi terbesar adalah fraksi mol komponen dalam parent gas. Diharapkan hasil studi ini dapat menjadi acuan bagi produsen bahan acuan gas lokal dalam mengestimasi ketidakpastian secara tepat, serta meminimalkan kontribusi sumber-sumber ketidakpastian yang telah dibahas secara rinci.
Studi Penerapan ISO 9001 pada layanan administrasi di perguruan tinggi XYZ Rahmat Nurcahyo; Sik Sumaedi
JURNAL STANDARDISASI Vol 13, No 3 (2011):
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v13i3.40

Abstract

Penerapan SNI ISO 9001 : 2008 telah merambah sektor pendidikan, termasuk Perguruan Tinggi. Salah satufenomena unik dalam penerapan SNI ISO 9001 : 2008 pada Perguruan Tinggi adalah pemilihan jasa administrasisebagai lingkup sertifikasinya. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan motif Perguruan Tinggi menerapkanSNI ISO 9001 : 2008 pada lingkup jasa administrasi, memaparkan rancangan sistem manajemen mutuPerguruan Tinggi untuk menerapkan ISO 9001 pada lingkup jasa administrasi, serta mengkaji hubungan antaramotif penerapan dan rancangan system manajemen mutu SNI ISO 9001 : 2008 pada lingkup jasa administrasidengan konteks sebuah Perguruan Tinggi swasta. Metode penelitian yang digunakan adalah Participatory ActionResearch pada Perguruan Tinggi XYZ yang berlokasi di Banten. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa motif PTXYZ dalam menerapkan SNI ISO 9001 : 2008 pada lingkup administrasi adalah motif eksternal sementararancangan sistem manajemen mutunya bersifat minimalis untuk memenuhi persyaratan SNI ISO 9001 : 2008saja. Lebih lanjut, tulisan ini akan menjelaskan hasil kajian hubungan antara motif dan rancangan sistemmanajemen mutu.
EVALUASI KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN PENGUJIAN MEKANIS PADA BAJA TULANGAN BETON SIRIP SNI 2052:2017 Riki Efendi; Mislan Mislan
JURNAL STANDARDISASI Vol 25, No 2 (2023)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v25i2.1001

Abstract

Baja Tulangan Beton sebagai material penting yang digunakan untuk konstruksi di Indonesia membutuhkan ketelitian dalam penentuan spesifikasi mekanisnya sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi spesifikasi mekanis tersebut seperti ketidakpastian pengukuran. Penelitian ini mengevaluasi ketidakpastian pengukuran baja tulangan beton dengan parameter kuat luluh, kuat tarik, dan regangan sesuai SNI 2052:2017. Pengujian mekanis dilakukan berdasarkan SNI 8389:2017 menggunakan 10 sampel berukuran nominal 10 mm hingga 32 mm dan diuji di Laboratorium Pengujian PT Putra Baja Deli yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional sesuai SNI ISO/IEC 17025:2017. Ketidakpastian pengukuran yang dievaluasi adalah ketidakpastian pengujian sampel, kalibrasi dan resolusi alat. Hasil evaluasi ketidakpastian pengukuran diperluas parameter kuat luluh dan kuat tarik bervariasi untuk setiap ukuran sampel, namun kuat tarik memiliki variasi yang lebih kecil dibandingkan kuat luluh. Nilai kontribusi ketidakpastian terbesar berasal dari ketidakpastian pengujian sampel. Pada parameter regangan, ketidakpastian diperluas menghasilkan nilai yang lebih kecil dari 1% dengan nilai kontribusi ketidakpastian terbesar diberikan oleh ketidakpastian pengujian panjang akhir sampel. Hasil evaluasi dapat menjadi informasi penting untuk kriteria keberterimaan dalam menentukan spesifikasi mekanis produk baja tulangan beton sirip dan evaluasi terkait dengan prosedur pengujian mekanis baja tulangan beton sirip.

Page 8 of 23 | Total Record : 227


Filter by Year

2005 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 2 (2014): Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012 Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012 Vol 14, No 1 (2012): Vol. 14(1) 2012 Vol 13, No 2 (2011): Vol. 13(2) 2011 Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011 Vol 13, No 3 (2011): Vol 12, No 3 (2010): Vol. 12(3) 2010 Vol 12, No 2 (2010): Vol. 12(2) 2010 Vol 12, No 1 (2010): Vol. 12(1) 2010 Vol 11, No 3 (2009): Vol. 11(3) 2009 Vol 11, No 2 (2009): Vol. 11(2) 2009 Vol 11, No 1 (2009): Vol. 11(1) 2009 Vol 10, No 3 (2008): Vol. 10(3) 2008 Vol 10, No 2 (2008): Vol. 10(2) 2008 Vol 10, No 1 (2008): Vol. 10(1) 2008 Vol 9, No 3 (2007): Vol. 9(3) 2007 Vol 9, No 2 (2007): Vol. 9(2) 2007 Vol 9, No 1 (2007): Vol. 9(1) 2007 Vol 8, No 3 (2006): Vol. 8(3) 2006 Vol 8, No 2 (2006): Vol. 8(2) 2006 Vol 8, No 1 (2006): Vol. 8(1) 2006 Vol 7, No 3 (2005): Vol. 7(3) 2005 Vol 7, No 2 (2005): Vol. 7(2) 2005 Vol 7, No 1 (2005): Vol 7(1) 2005 More Issue