cover
Contact Name
Sukmawati
Contact Email
lppm@mail.unasman.ac.id
Phone
+6285213633358
Journal Mail Official
agroterpadu@mail.unasman.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Pertanian Univ. Al Asyariah Mandar Sulbar Jl. Budi Utomo No. 2 Manding Polewali Manda
Location
Kab. polewali mandar,
Sulawesi barat
INDONESIA
Jurnal Agroterpadu
ISSN : -     EISSN : 28296168     DOI : http://dx.doi.org/10.35329/ja.v3i2 [Add to Citavi
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agroterpadu adalah jurnal Fakultas Ilmu Pertanian Universitas Al Asyariah Mandar. Jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu pertanian mencakup Agronomi, Manajemen dan Produksi, Sosial Ekonomi, Hortikultura, Ilmu Tanah, Ekologi, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, dan Bioteknologi Pertanian, Peternakan, dan Perikanan. Agroterpadu terbit tiga kali dalam setahun yaitu Maret, Juli dan November. Jurnal Agroterpadu mengundang kepada para pakar dan akademisi agar menyumbangkan naskah, baik berupa hasil penelitian, kajian mendalam, sesuai dengan disiplin Ilmu Pertanian. Naskah yang diajukan adalah naskah Asli (tidak plagiat) dan belum pernah dipublikasikan.
Articles 178 Documents
Strategi Pengembangan Ayam Kampung Kelurahan Madatte Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar
Jurnal Agroterpadu Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Agroterpadu Volume 2, Nomor 2, Agustus 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v2i2.4384

Abstract

Nenek moyang ayam kampung adalah ayam hutan (genus Gallus), yang terdiri dari ayam hutan merah (Gallus gallu atau Gallus bankiva), ayam hutan Ceylon (Gallus lavayeti), ayam hutan abu-abu (Gallu sonerati), dan ayam hutan hijau. unggas (Gallus varius atau Gallus javanicus). Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman (SWOT) dalam strategi pengembangan ayam kampung di Desa Madatte Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan ayam buras di Desa Madatte Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar. Madatte Village dari tanggal 1 April sampai dengan 4 Mei 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi dan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan analisis SWOT yaitu Matriks IFAS, Matriks EFAS dan Matriks SWOT. Faktor dari lingkungan Eksternal dan Internal yang merupakan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman usaha pengembangan ayam kampung. Untuk menganalisis strategi pengembangan ayam kampung yaitu kekuatan dengan nilai total 1,94 lebih besar dari faktor kelemahan yaitu 0,96, hal ini dapat menunjukkan bahwa kekuatan yang dimiliki ayam kampung menguntungkan masyarakat. Sedangkan faktor eksternal memiliki peluang dengan total nilai 1,46 lebih besar dari faktor ancaman dengan total nilai 1,41 hal ini menunjukkan bahwa strategi pengembangan ayam buras memiliki potensi peluang yang besar. Hasil analisis peluang pengembangan ayam kampung berada pada kuadran I. (Agresif),
RESPON PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR URIN SAPI DAN BEAUVERIA BASSIANA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERONG UNGU (Solanum melongena l) DI KECAMATAN WONOMULYO.
Jurnal Agroterpadu Vol 2, No 3 (2023): Jurnal Agroterpadu Volume 2, Nomor 3, Desember 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v2i3.4546

Abstract

Terong( Solanum Melongena L) merupakan Tumbuhan penghasil buah yang dijadikan sayur sayuran. Terong termasuk sebagai tanaman horticultural. Penelitian ini dilaksanakan di Kampuno, Desa Tumpiling, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, yang berlansung pada bulan februari, maret April sampai mei 2023. Penelitian ini menggunakan ranangan acak kelompok faktorial yang terdiri dari : Faktor Pertama pemberian POC urin sapi (P) dengan terdiri dari tiga taraf yaitu :P0 = Kontrol, P1 = Pupuk Organik Cair urin sapi (POC) dengan kosentrasi 100 ml/liter air, P2 = Pupuk Organik Cair urin sapi (POC), dengan kosentrasi 150 ml/ liter air, P3 : Pupuk Organik Cair urin sapi (POC), dengan kosentrasi 200 ml/ liter air. Faktor Kedua pemberian Beauveria bassiana yang disimbolkan (B) yakni : B0 = Kontrol, B1= Pemberian beauveria bassiana dengan interval waktu seminggu sekali, B2= Pemberian beauveria bassiana dengan interval waktu dua minggu sekali pemberian POC urin sapi 200ml/liter air (P3) memberikan pengaruh lebih baik dan berbeda sangat nyata dibanding dengan perlakuan lainnya,dan pemberian Beauveria bassiana dengan interval 1 minggu sekali (B1) juga memberikan hasil lebih baik dan berbeda sangat nyata.
PENGARUH MEDIA TANAM YANG BERBEDA DAN PEMBERIAN DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR NASA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) Hasniar Hasniar; Iinnaninengseh Iinnaninengseh; Satriani Satriani
Jurnal Agroterpadu Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Agroterpadu Volume 1, Nomor 1, Agustus 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v1i1.2815

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) adalah sayuran yang disukai oleh masyarakat, dikomsumsi dalam keadaan mentah atau segar. Penggunaan bahan anorganik yang secara terus menerus mengakibatkan terjadinya residu dan penurunan produksi dan produktivatas tanaman selada, penggunaan media tanam organik dan pupuk organik cair merupakan cara mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Duampanua, kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, dilaksanakan pada Bulan April sampai Juli 2020. Peneltian  ini menggunakan rancangan Petak Terpisah (RPT) yang terdiri dari : Petak Utama yaitu Media Tanam yang terdiri dari: tanah + arang sekam + pupuk kandang ayam, tanah + arang sekam + pupuk kandang kambing, tanah + arang sekam + pupuk kandang sapi. Dan Anak Petak pemberian POC Nasa: 0, 2, 4 cc/liter air. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa Penggunan media tanam tanah + arang sekam + pupuk kandang kambing (2:1:1) memberikan pegaruh yang baik pada parameter Berat Basah. Pemberian POC Nasa 2 cc/liter air memberikan pengaruh baik pada parameter jumlah daun. interaksi  antar amedia tanam dan pemberian POC Nasa memberikan pengaruh terbaik terhadap parameter Berat Basah.
DIVERSIFIKASI TANAMAN PADI SAWAH KE TANAMAN JAGUNG OLEH PETANI DALAM MENGHADAPI FENOMENA EL NINO sallaeng, dian; manggabarani, Ishak; Kandatong, Hasanuddin
Jurnal Agroterpadu Vol 3, No 2 (2024): Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Agroterpadu Volume 3, Nomor 2, Agustus 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v3i2.5208

Abstract

Diversifikasi tanaman padi adalah pendekatan yang digunakan oleh petani untuk mengurangi resiko dan meningkatkan produktivitas pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek diversifikasi terhadap produksi dan pendapatan petani padi. Metode penelitian yang digunakan adalah RC Ratio. Data yang dikumpulkan mencakup informasi tentang jenis tanaman selain padi yang ditanam, luas lahan yang dialokasikan, serta produksi dan pendapatan yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi tanaman padi memiliki dampak positif pada produksi dan pendapatan petani. Namun, penelitian juga menunjukkan bahwa keberhasilan diversifikasi tanaman padi tidak hanya bergantung pada jenis tanaman yang ditanam, tetapi juga pada manajemen yang tepat, memerlukan dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait berupa pelatihan, penyediaan varietas unggul, dan akses pasar yang memadai. Dengan sinergi antara petani, pemerintah, dan lembaga terkait, diversifikasi tanaman padi dapat menjadi strategi yang efektif dalam menghadapi tantangan dan meningkatkan ketahanan pangan di masa depan
PENGARUH FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI KAKAO DI DESA KUNYI KECAMATAN ANREAPI KABUPATEN POLEWALI MANDAR Radus Marselius Otto; Muh. Arman Yamin Pagala; Nurhaya Kusmiah
Jurnal Agroterpadu Vol 1, No 2 (2022): : Jurnal Agroterpadu Volume 1, Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v1i2.3331

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Desa Kunyi Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar. Menggunakan  sumber data primer dan sekunder dengan metode pengambilan data yaitu survey, kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel penelitian menggunakan metode Arikunto dengan mengambil 25% dari 352 petani kakao. Metode analisis data yang digunakan yaitu Regresi Linier Berganda. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu Menganalisis pengaruh fakor Pemupukan, Peremajaan, Pemangkasan, dan Luas Lahan terhadap peningkatan produksi buah kakao Desa Kunyi Kecamatan Anreapi, Menganalisis seberapa besar pengaruh Pemupukan, Peremajaan, Pemangkasan serta Luas Lahan terhadap peningkatan produksi buah kakao di desa Kunyi kecamatan Anreapi, dan Menganalisis Bagaimana pengaruh secara Parsial dan Simultan faktor Pemupukan, Peremajaan, Pemangkasan, dan Luas Lahan terhadap peningkatan produksi buah kakao di Desa Kunyi Kecamatan Anreapi. Hasil penelitian setelah melakukan pengujian secara Parsial (Uji T) variabel Pemupukan (X1), Peremajaan (X2), dan Luas Lahan (X4) dinyatakan berpengaruh terhadap Produksi kakao, sedangkan variabel Pemangkasan (X3) dinyatakan tidak terdapat berpengaruh. Kemudian untuk pengujian secara Simultan (Uji F) keempat variabel yakni Pemupukan, Peremajaan, Pemangkasan, dan Luas Lahan dinyatakan berpengaruh secara simultan atau berpengaruh secara bersamaan terhadap Produksi buah kakao di Desa Kunyi Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar dengan melihat nilai F hitung 161,324 > nilai F tabel 2,48 dan nilai Sig 0,000 < nilai Toleransi 0,05. Berdasarkan hasil Analisis Korelasi, maka diperoleh angka Adjusted R Square sebesar 0,881 sehingga dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh dari variabel Pemupukan, Pemangksan, Peremajaan, dan Luas Lahan sebesar 88% terhadap Produksi buah kakao (Y) di Desa Kunyi Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN POC BMW DENGAN PUPUK KOMPOS KULIT KAKAO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.)
Jurnal Agroterpadu Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Agroterpadu Volume 2, Nomor 2, Agustus 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v2i2.4164

Abstract

Produktifitas secara Nasional bawang daun berkisar antara 9,78ton/ha, hal tersebut dikategorikan masih rendah bila dibandingkan dengan potensi maksimum secara deskripsi varietas yang mampu mencapai 17 ton/ha. perlu adanya terobosan teknologi budidaya yang mampu meningkatkan produksi bawang daun yaitu dengan menggunakan pupuk organik cair BMW yang dikombinasikan dengan pupuk kompos kulit kakao. Penelitian ini di laksanakan di Desa Salubulo, Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, pada bulan Maret 2022 sampai Juni 2022. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah bentuk RAK faktorial terdiri dari 2 (dua) faktor yaitu:  F1 pemberian pupuk organik cair BMW (B) yang terdiri dari 3 (tiga) taraf yaitu: kontrol (tanpa pemberian POC BMW), 2 ml/liter+air, 4 ml/liter+air, dan 6 ml/lier+air. F2 pemberian pupuk kompos kulit kakao terdiri atas 3 taraf yaitu: 500gr/bedengan, 1000gr/bedengan, dan 1500gr/bedengan.Hasil penelitian sebagai berikut: Pemberian pupuk organik cair BMW dosis 6ml/liter+air (B3) memberikan pengaruh baik pada parameter tinggi tanaman umur 14, 28HST, jumlah daun umur 14, 28HST, jumlah anakan, bobot per rumpun, dan bobot per petak.  Pemberian pupuk kompos kulit kakao 500gr/bedengan memberikan pengaruh baik pada parameter tinggi tanaman umur 14, 28HST, banyaknya daun umur 28 HST, jumlah anakan, bobot per rumpun, dan bobot per petak.  Interaksi antara pemberian pupuk organik cair BMW dosis 6 ml/lier dengan pupuk kompos kulit kakao 500gr/bedengan (B3K1) memberikan pengaruh baik pada parameter tinggi tanaman umur 14, 28HST, jumlah daun umur 14HST, jumlah anakan, bobot per rumpun, dan bobot per petak
IDENTIFIKASI FAKTOR PENDORONG ALIH FUNGSI LAHAN (STUDY KASUS DESA RUMPA KECAMATAN MAPILLI) Iinnaninengseh, Iinnaninengseh; Kandatong, Hasanuddin; Justina, Justina
Jurnal Agroterpadu Vol 3, No 2 (2024): Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Agroterpadu Volume 3, Nomor 2, Agustus 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v3i2.5324

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Desa Rumpa dan masyarakatnya. Sumber informasi penelitian ini adalah beberapa informan dari masyarakat desa Rumpa. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya migrasi di Desa Mapilli Rumpa, yaitu faktor infrastruktur dan faktor pertanian. Faktor infrastruktur meliputi jalan, irigasi, dan jembatan penghubung. Dan faktor yang kedua adalah faktor budidaya yaitu tindakan yang dilakukan dalam mengelola tanaman mulai dari pembibitan sampai dengan produksi panen. Menurut para petani, memanen tanaman kelapa membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan menanam tanaman padi.
EFISIENSI PEMASARAN RUMPUT LAUT DI DESA GALESO KECAMATAN WONOMULYO KABUPATEN POLEWALI MANDAR Kiki Paramida; Muh. Arman Yamin Pangala; Siadina Siadina
Jurnal Agroterpadu Vol 1, No 2 (2022): : Jurnal Agroterpadu Volume 1, Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v1i2.3335

Abstract

Individu telah mengembangkan pertumbuhan laut untuk waktu yang lama. Meskipun demikian, iklan produk pertumbuhan hijau masih menghadapi beberapa kendala, menghitung posisi tawar-menawar petani yang tidak berdaya sehingga sebagian besar biaya penawaran pertumbuhan hijau ditetapkan oleh dealer tanpa mengharuskan petani untuk menjadi pembuat dalam hal ini. Instruksi adalah kontras dalam menampilkan. Dari penelusuran yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa saluran pamer untuk barang-barang hasil laut di Kota Galeso, Daerah Wonomulyo, Peraturan Polewali Mandar menghasilkan 2 saluran promosi, tepatnya I, khusus tingkat pembuat hingga pengumpul dari pengepul. Distributor ke distributor dan dari distributor ke pembeli terakhir. ada dalam saluran etalase saat ini, dari tingkat pembuat, ke kolektor, hingga pembeli terakhir. Kemampuan menampilkan barang-barang pertumbuhan laut di Kota Galeso, Peraturan Wonomulyo, Polewali Mandar menghasilkan 1,7% di awal saluran penayangan. sedangkan saat mempromosikan saluran Penghargaan kecakapan adalah 1,3% dari hasilnya. Tingkat efektivitas kerusakan pertumbuhan laut.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK ORGANIK CAIR NASA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (Brassica juncea L) Ma Di A
Jurnal Agroterpadu Vol 2, No 1 (2023): Jurnal Agroterpadu Volume 2, Nomor 1, April 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v2i1.3567

Abstract

Sawi (Brassica juncea L.) merupakan satu-satunya jenis daging yang berpotensi untuk dibudidayakan karena tingginya permintaan daging di masyarakat. Tanaman sawi digunakan sebagai bahan dasar atau isian dalam berbagai masakan, antara lain lodeh, capcay, mie rebus, dan bakso. Untuk meningkatkan pemahaman tentang teknik budidaya tanaman, perlu dilakukan penelitian untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi produksi tanaman yang bersangkutan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi produksi dan pertumbuhan, termasuk NASA Liquid Organics dan Goat Puppies. Pada bulan Juni sampai Juli 2022, penelitian ini dilaksanakan di Desa Panetean, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan format Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama nomor satu: Kotoran Kambing (P), yang terdiri dari tiga kategori berat: (P1) 50 gram kotoran kambing, (P2) kotoran kambing 100 gram, dan (P3) kandang kambing 150 gram. Faktor kedua adalah aplikasi Pupuk Organik NASA (N) yang terdiri dari tiga kadar berbeda yaitu (N0) tanpa pemicu, (N1) Nasa Poc 5 ml/liter udara, dan (N2) PoC NASA 10 ml/liter udara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa baik interaksi antara aplikasi pupuk kandang NASA dan pupuk organik cair, maupun pemberian pupuk organik NASA, tidak memberikan informasi baru. Namun, 150 gram kotoran kambing memberikan panduan yang jelas mengenai produksi dan pertumbuhan tanaman. Hal ini dapat dilihat pada parameter tanaman, jumlah daun, panjang akar, dan laju basal tanaman.
UJI EFEKTIVITAS VITAMIN B1 YANG DIAPLIKASIKAN PADA TANAMAN MONSTREA (Monstrea deliciosa ) DENGAN PERBANYAKAN MELALUI SULUR
Jurnal Agroterpadu Vol 2, No 3 (2023): Jurnal Agroterpadu Volume 2, Nomor 3, Desember 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v2i3.4240

Abstract

Salah satu tanaman hias dalam ruangan dengan daun yang sangat indah yang bisa dinikmati sepanjang tahun adalah monstera deliciosa. Keinginan akan tanaman yang menarik meningkat seiring dengan pendapatan masyarakat. Oleh karena itu diperlukan suatu metode penanaman yang diharapkan dapat menghasilkan perkembangan dan hasil yang maksimal agar dapat memenuhi kebutuhan dan permintaan tanaman Monstera deliciosa. Pada bulan Februari hingga April 2022, penelitian ini dilakukan di Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Tujuannya untuk mengevaluasi khasiat vitamin B1 bila diberikan pada tanaman hias Monstera deliciosa yang diperbanyak menggunakan sulur. Pendekatan Rancangan Acak Kelompok (RAK) digunakan dalam penelitian Penelitian ini menggunakan salah satu faktor, yaitu pemberian dosis vitamin B1 yang berbeda pada stek pucuk sulur. Ada lima kombinasi perlakuan yang masing-masing diterapkan tiga kali: S0 = tanpa perlakuan, S1 = pemberian vitamin B1 dengan dosis 1 cc/l air, S2 = pemberian vitamin B1 dengan dosis 2 cc/l air, S3 = pemberian vitamin B1 dengan dosis 3 cc/l air, dan S4 = pemberian vitamin B1 pada Temuan menunjukkan bahwa tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah sulur tidak terpengaruh oleh injeksi vitamin B1 dengan dosis 3 cc/l air (S3), namun memiliki dampak yang sangat besar pada parameter waktu. untuk kemunculan tunas. 

Page 11 of 18 | Total Record : 178