cover
Contact Name
Sukmawati
Contact Email
lppm@mail.unasman.ac.id
Phone
+6285213633358
Journal Mail Official
agroterpadu@mail.unasman.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Pertanian Univ. Al Asyariah Mandar Sulbar Jl. Budi Utomo No. 2 Manding Polewali Manda
Location
Kab. polewali mandar,
Sulawesi barat
INDONESIA
Jurnal Agroterpadu
ISSN : -     EISSN : 28296168     DOI : http://dx.doi.org/10.35329/ja.v3i2 [Add to Citavi
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agroterpadu adalah jurnal Fakultas Ilmu Pertanian Universitas Al Asyariah Mandar. Jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu pertanian mencakup Agronomi, Manajemen dan Produksi, Sosial Ekonomi, Hortikultura, Ilmu Tanah, Ekologi, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, dan Bioteknologi Pertanian, Peternakan, dan Perikanan. Agroterpadu terbit tiga kali dalam setahun yaitu Maret, Juli dan November. Jurnal Agroterpadu mengundang kepada para pakar dan akademisi agar menyumbangkan naskah, baik berupa hasil penelitian, kajian mendalam, sesuai dengan disiplin Ilmu Pertanian. Naskah yang diajukan adalah naskah Asli (tidak plagiat) dan belum pernah dipublikasikan.
Articles 178 Documents
RESPON PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK LIMBAH RUMAH TANGGA DAN PUPUK NPK PHONSKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TERUNG UNGU (SOLANUM MELONGENA L)
Jurnal Agroterpadu Vol 2, No 3 (2023): Jurnal Agroterpadu Volume 2, Nomor 3, Desember 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v2i3.4679

Abstract

Terong ungu (Solanum melongena L) adalah tanaman hijau yang dikembangkan untuk buahnya, terong adalah tanaman lokal dari hutan yang diketahui berasal dari Asia dan kemudian diperkenalkan ke Eropa oleh pedagang luar Eropa. Terong ungu merupakan salah satu bahan pokok yang tidak sulit didapatkan dan murah, terong juga merupakan sayuran yang sangat terkenal dan juga mengandung gizi yang sangat tinggi terutama kandungan gizi, kalsium dan protein (Muldiana dan Rosdiana, 2017). Salah satu upaya membangun pengembangan dan penciptaan tanaman terong ungu (Solanum melongena L) adalah dengan merawat, menjaga dan mengembangkan lebih lanjut kekayaan tanah dengan memberikan komponen atau suplemen ke dalam tanah yang dapat menyumbangkan makanan bagi tanaman (Bahar. 2016). Penanganannya dapat dilakukan dengan pemberian kompos alami dari limbah keluarga dan pupuk anorganik pada Npk phonska, karena saat ini total kompos alami yang ditawarkan memiliki kandungan zat yang jauh lebih tinggi, yaitu antara 30-60% (Mutia. 2011). Reaksi kompos alami dari limbah keluarga adalah pupuk alami ini menghasilkan bahan yang kaya akan komponen-komponen yang dibutuhkan oleh tanaman, sehingga umumnya sangat baik digunakan sebagai pupuk alami bahan alami yang lebih mengembangkan struktur dan meningkatkan kemampuan tanah untuk menyimpan air (Wahida dan Suryaningsih, 2016).Kotoran alami limbah keluarga dibuat dengan menjadikannya sebagai hal baru yang sangat bermanfaat, salah satu upaya untuk memanfaatkan limbah ini adalah dengan menjadikannya pupuk dengan limbah makanan, limbah sayuran dari sistem memasak dan potongan produk organik yang dikumpulkan dan diisolasi dari limbah anorganik sebagai sampah. . plastik, buang batang tanaman, daun sayuran, atau potongan buah yang keras untuk dibelah terlebih dahulu. (Sriharti dkk, 2010).Penelitian dilaksanakan di Desa Mambu Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat yang dilaksanakan selama 60 hari pada bulan januari sampai maret 2022.Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor, pertama jenis pupuk dengan 3 taraf yaitu L ( pupuk organik/ Limbah), N ( pupuk anorganik NPK Phonska ) dan faktor kedua pemberian pupuk dengan :L ( pupuk Limbah rumah tangga) L1: 500 cc/ tanaman , L2: 750 cc/ tanaman , L3: 1000 cc/ tanaman N ( pupuk NPK Phonska), N1: 5 g/ tanaman , N2: 10 g/ tanaman , N3: 15 g/ tanaman  Hal ini terdapat 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 27 unit penelitian dimana setiap unit terdiri dari 4 tanaman sehingga keseluruhan terdapat 108 tanaman.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN TRAMBESI SEBAGAI SANITASI ALAMI DENGAN METODE PENGELAPAN TERHADAP KUALITAS TELUR ITIK
Jurnal Agroterpadu Vol 3, No 1 (2024): Volume 3, Nomor 1, April 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v3i1.4269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan ekstrak daun trambesi (Samanea saman) dengan menggunakan metode pengelapan terhadap daya tetas, bobot tetas dan mortalitas itik lokal. Daya tetas telur itik dipengaruhi oleh kebersihan telur. Kebersihan kerabang telur harus diperhatikan karena telur merupakan bagian terluar telur yang berpotensi sebagai sumber bakteri patogen. Metode penelitian ini adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan masing-masing ulangan terdiri dari 30 butir telur itik lokal (Anas domesticus). Setiap perlakuan menggunakan 90 butir telur itik. Hasil analisis menunjukkan persentase daya tetas yang dihasilkan selama proses penelitian yaitu P0 (79,22%), P1 (87,00%), P2 (85,16%), P3 (76,81%), rata-rata bobot tetas yang dihasilkan yaitu P0 (43,56 gram), P1 (43,94 gram), P2 (43,64 gram), P3 (43,89 gram), persentase mortalitas yang dihasilkan yaitu P0 (20,77%), P1 (12,99%), P2 (14,83%) dan P3 (23,18%). Kesimpulan penelitian ini yaitu pemberian ekstrak daun trambesi (Samanea saman) berpengaruh nyata terhadap daya tetas dan mortalitas telur itik, sedangkan pemberian ekstrak daun trambesi tidak berpengaruh nyata terhadap bobot tetas telur itik lokal (Anas domesticus).
PENGARUH SISTEM TANAM DAN PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM HASIL FERMENTASE DAN TANPA FERMENTASE PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JEWAWUT (Setaria italica L.) Mardjani Aliyah; Zulkifli Zulkifli; Masdar Fatman
Jurnal Agroterpadu Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Agroterpadu Volume 1, Nomor 1, Agustus 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v1i1.2840

Abstract

Jewawut mempunyai peluang untuk dapat dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan sebagai sumber karbohidrat pengganti tanaman padi.  Penggunaan bahan anorganik yang secara terus menerus mengakibatkan terjadinya residu dan penurunan produksi dan produktivatas tanaman jawawut, pengaturan jarak tanamdan penggunaan pupuk organik merupakan cara mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, dilaksanakan pada Bulan Juni sampai September 2020. Peneltian ini yang digunakan adalah RancanganAcak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari : Faktor pertama yaitu jarak tanam yaitu: sistem hambur, sistem tegel dan sistem legowo. Dan faktor kedua pemberian pupuk kandang ayam: tanpa pupuk kandang ayam, tanpa fermentase, fermentase. Hasil analisis statistik interaksi  antara jarak tanam dan pemberian pupuk kandang ayam memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter munculnya malai. Penggunaan jarak tanam tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter pengamatan. Pemberian pupuk kandang ayam tidak memberikan  pengaruh yang nyata pada pertumbuhan dan  hasil tanaman jawawut.
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK KOMPOS LIMBAH KULIT KOPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) Daenglangi' Daenglangi'; Dahliah Nurdin; Abd Jamal M
Jurnal Agroterpadu Vol 2, No 1 (2023): Jurnal Agroterpadu Volume 2, Nomor 1, April 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v2i1.3859

Abstract

Tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan tanaman hortikultura yang buahnya banyak disukai dan dibudidayakan di Indonesia. Selain sebagai sayuran, buah tomat juga digunakan sebagai bahan baku obat-obatan, kosmetik, dan bahan baku pengolahan makanan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Minanga, Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, dan dilaksanakan pada bulan Maret 2022 sampai bulan Juli 2022. Penelitian ini dilaksanan dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor, yaitu: pemberian pupuk kandang ayam dan kompos limbah kulit kopi (P) yang terdiri atas 5 taraf, yaitu (P0) Kontrol, (P1) Pukan Ayam, (P2) Limbah Kulit Kopi, (P3) Pupuk Kandang Ayam 300 g + Limbah Kulit Kopi 200 g, (P4) : Pupuk Kandang Ayam 600 g + Limbah Kulit Kopi 400 g.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam dan kompos limbah kulit kopi memberikan pengaruh nyata perlakuan pupuk kandanga ayam 600 g + limbah kulit kopi 400 g. ini terlihat pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, umur panen, berat buah pertanaman dan jumlah buah
PENGAURUH JUMLAH BIJI PER LUBANG TANAM DENGAN PEMANFAATAN BIOCHAR KULIT KAKAO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (Glycine max L) Ade Rudiansya Saing
Jurnal Agroterpadu Vol 2, No 3 (2023): Jurnal Agroterpadu Volume 2, Nomor 3, Desember 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v2i3.3542

Abstract

Pada tahun 2022, penelitian ini akan dilakukan di Jambutua, Desa Darma, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) dengan menggunakan analisis multi faktor. Faktor 1 adalah penggunaan jumlah benih yang sama untuk setiap lubang tanam yaitu (P1) dua benih untuk setiap lubang tanam, dan (P2) tiga benih untuk setiap lubang tanam, dengan Faktor 2 adalah penggunaan biochar sebagai kakao, atau (B0)," kontrol," atau tanpa menggunakan biochar. sekam kakao, (B1) pemanfaatan biochar sekam kakao 0,5 kg/petak dan (B2) sekam kakao 1 kg/petak.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan biochar sekam kakao berpengaruh nyata tidak menghasilkan interaksi antara jumlah benih per lubang tanam. Berbeda dengan metode produksi lainnya, penggunaan dua biji per lubang tanam memberikan hasil yang lebih baik dalam hal jumlah daun dan penampakan, sedangkan penggunaan biochar sekam kakao tidak memberikan hasil yang lebih baik dari segi parameter yang diteliti.
Analisis kelayakan finansial usaha tepung sagu di P4S duta palili desa duampanua kecamatan andreapi kabupaten polewali mandar
Jurnal Agroterpadu Vol 3, No 1 (2024): Volume 3, Nomor 1, April 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v3i1.4378

Abstract

Analisis Kelayakan Finansial Usaha Tepung Sagu di P4S Duta Palili Desa Duampanua Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar. Dibawa bimbingan NURHAYA KUSMIAH dan HASANUDDIN KANDATONGTepung sagu adalah tepung yang diperoleh dari pemrosesan teras batang rumbia atau pohon sagu. Tepung sagu memiliki karakteristik fisik yang mirip dengan tepung tapioka dan merupakan salah satu tepung diminati di masyarakat. Penelitian ini dilakasanakan di P4S Duta Palili Desa Duampanua Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar.Penelitian berlangsung selama 3 (tiga) bulan dari bulan Desember 2022 sampai dengan Februari 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan dan penerimaan usaha tepung sagu di P4S Duta Palili Desa Duampanua. Untuk mengetahui apakah produksi tepung sagu menguntungkan atau tidak maka dilakukan dengan menggunakan metode analisis R/C Ratio.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi tepung sagu di P4S Duta Palili selama 3 (tiga) bulan adalah Rp. 12.761.666 terdiri dari biaya tetap sebesar Rp. 700.425 dan biaya variabel. Rata-rata pendapatan usaha P4S Tepung Sagu Duta Palili selama 3 (tiga) bulan adalah Rp. 20.167.998. 17.416.575 yang memberikan nilai R/C ratio 1,8 yang berarti usaha P4S Duta Palili dianggap layak karena setiap penambahan biaya sebesar Rp. 1.00 anda akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 1.8. 
PENGARUH PENGURANGAN CABANG DAN PEMBERIAN ZPT- GA3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum Esculentum Mill.) Harli A Karim; Iyan Farid; Hasanuddin Kandatong
Jurnal Agroterpadu Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Agroterpadu Volume 1, Nomor 1, Agustus 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v1i1.2823

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kelurahan Malunda, kec Malunda, Kab Majene, Sulawesi Barat pada bulan September 2020 sampai Desember 2020. Penelitian ini menggunkan (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah pemangkasan cabang yang terdiri dari 3  cara yaitu: (control), dipangkas menyisakan hanya 2 cabang primer, dan dipangkas hanya menyisakan 3 cabangprimer Faktor ke dua adalah konsentrasi pemberian ZPT GA3 terdiri atas 3 taraf yaitu: 1 g/10L air,  2 g/10L air, dan  3 g/10 liter air. adapun hasil penelitian ini  yaitu:  interaksi antara pemangkasan cabang yang dipangkas dengan menyisakan tiga cabang primer dan pemberian ZPT GA3 dosis 3 g/10 liter air memberikan pengaruhnya untuk kecepatan  panen (hst). Pemangkasan cabang tidak berpengaruh pada semua peubah yang diamati. Pemberian ZPT GA3 dosis 3 g/10 liter air memberikan pengaruh baik pada semua peubah yang diamati.
APLIKASI EKSTRAK TEMU PUTIH SEBAGAI ANTIOKSIDAN PADA SUSU KAMBING YANG DIPASTEURISASI Edi, Junaedi Junaedi; Astuti, Andi Tenri Bau; Burhan, Hasniar
Jurnal Agroterpadu Vol 3, No 2 (2024): Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Agroterpadu Volume 3, Nomor 2, Agustus 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v3i2.5195

Abstract

adalah makanan yang mempunyai nilai gizi tinggi karena mengandung hampir semua zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Tingginya kandungan gizi pada susu merupakan pemicu terjadinya kerusakan. Faktor penyebab kerusakan susu dapat meliputi faktor kimia, fisik dan mikrobiologi. Oleh karena itu perlu dilakukan pengolahan dan pengawetan untuk memperpanjang daya simpan susu pasteurisasi. Pengolahan susu segar memerlukan mutu susu yang baik seperti susu segar yang disajikan dalam bentuk susu pasteurisasi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan level temu putih sebagai antioksidan dan nilai organoleptic pada susu rekontitusi yang dipasteurisasi. Penelitian ini bertempat Di Laboratorium Terknologi Hasil Ternak Universitas Hasanuddin Kec. Biringkanaya, Kota Makassar Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisis dengan Anova yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Penambahan temu putih P0=kontrol, P1=10% ekstrak temu putih, P2 =15% ekstrak temu putih, P3= 20%ekstrak temu putih. Paramemeter yang diukur pada penelitian ini adalah antioksidan, dan uji organoleptik. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan temu putih pada susu sampai dengan level 20% berpengaruh nyata terhadap antiosidan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap rasa, tekstur, warna dan aroma.Keywords : Temu putih (Curcuma zedoaria), antioksidan, susu rekontitusi, pasteurisasi
Respon pemberian berbagai komposisi pupuk NPK dan waktu pemangkasan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terong ungu (Solanum melongena .L) Risna Wati
Jurnal Agroterpadu Vol 2, No 1 (2023): Jurnal Agroterpadu Volume 2, Nomor 1, April 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v2i1.3523

Abstract

AbstractTerong salah satu sayuran yang banyak digemari masyarakat karena rasanya enak dijadikan sebagai sayur, lalapan dan mengandung zat gizi yang tinggi. Rendahnya produktivitas tanaman terong diakibatkan produksi tanaman terong tidak optimal dikarenakan teknik budidaya belum tepat. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Darma Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat dari bulan Mei sampai September 2021. Metode penelitian ini dalam bentuk Faktorial yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari dua faktor yaitu faktor pertama pemberian berbagai komposisi pupuk NPK yaitu: NPK = 20:20:25 = 12 gr, NPK = 12:12:36 = 12 gr, NPK = 16:10:18 = 12 gr, dan faktor kedua adalah waktu pemangkasan yang berbeda yaitu: tanpa pemangkasan, pemangkasan sebelum berbunga, pemangkasan sesudah berbunga. Sehingga dalam penelitian ini terdapat 9 kombinasi. Setiap perlakuan masing - masing diulang sebanyak 3 (tiga) kali, sehingga terdapat 27 unit penelitian dan setiap unit penelitian terdapat 4 tanaman sehingga jumlah keseluruhan 108 tanaman. Hasil penelitian dan analisis data statistik yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa, Interaksi antara pemberian berbagai komposisi pupuk NPK dengan Waktu pemangkasan tidak memberikan pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, waktu muncul bunga, jumlah buah, berat buah, panjang buah, diameter buah. Dan perlakuan tanpa pemangkasan yang memberikan rata-rata terbaik pada parameter jumlah buah.
Efisiensi Pemasaran Kopi Di Desa Kaleok Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar
Jurnal Agroterpadu Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Agroterpadu Volume 2, Nomor 2, Agustus 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v2i2.4381

Abstract

Skripsi ini Berjudul Efesiensi Pemasaran Kopi Di Desa Kaleok Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar  Di bawa bimbingan Haeruddin,SPi.M.Si dan Ir. Andi baso,M.Si. Budidaya tanaman Kopi telah lama dilaksanakan oleh masyarakat, namun pemasaran hasil Kopi masih dihadapkan pada berbagai masalah yang antara lain adalah lemahnya posisi tawar petani sehingga harga jual Kopi lebih banyak ditentukan oleh pedagang tanpa banyak melibatkan petani selaku produsen. Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah margin pemasaran. berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa Saluran pemasaran Produk Kopi di Desa Kaleok Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar menghasilkan dua saluran  pemasaran di antaranya saluran pemasaran I yaitu pada tingkat Produsen ke pedagan pengumpul, dari pedagan pengumpul kemudian ke pedagan besar dan dari pedagan besar ke konsumen akhir. Sedangkan pada saluran pemasaran II yaitu pada tingkat produsen ke pedagang pengumpul kemudian ke konsumen akhir, Efesiensi pemasaran Produk Kopi di Desa Kaleok Kecamatan Binuang Kabupaten. Polewali Mandar yang dihasilkan yaitu pada saluran pemasaran I sebesar 25% sedangkan pada saluran pemasaran II nilai efesiensi yang dihasilkan yaitu 28%. Berdasarkan hasil tesebut maka tingkat efesiensi pemasaran Kopi di Desa Kaleok yaitu pada saluran pemasaran I dan II efisien karena < 33%, Nilai margin pemasaran Kopi di Desa Kaleok Kecamatan Binuang Kabupaten. Polewali Mandar yaitu hanya terdapat pada saluran pemasaran I dengan margin pemasaran sebesar Rp. 5.000/kl. Hal ini disebabkan karena harga jual pada tingkat produsen ke pedagang kecil lebih kecil dibandingkan dari produsen ke konsumen akhir. Dan pada saluran I biaya transportasi juga lebih murah.

Page 7 of 18 | Total Record : 178