cover
Contact Name
Ahmad Shafwan S. Pulungan
Contact Email
pulungan.shafwan@gmail.com
Phone
+6281370329288
Journal Mail Official
biosains@unimed.ac.id
Editorial Address
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan Jl. Willem Iskandar Psr V Medan Estate, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences)
ISSN : 24431230     EISSN : 24606804     DOI : https://doi.org/10.24114/jbio.v6i1
Jurnal Biosains (JBIO) features works of exceptional significance, originality, and relevance in all areas of biological science, from molecules to ecosystems, (ie genetic, microbiology, ecology, biosystematic, biostatistic) including works at the interface of other disciplines, such as chemistry, medicine,physic and mathematics. We also welcome data-driven meta-research articles that evaluate and aim to improve the standards of research in the life sciences and beyond. Our audience is the international scientific community as well as educators, policy makers, patient advocacy groups, and interested members of the public around the world.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains" : 10 Documents clear
Pengaruh Kitosan Terhadap Kadar Residu Pb Ginjal Tikus Putih (Rattus Sp.) Jantan Yang Dipapari Plumbum Asetat Ulina Catarina Jeni Simatupang
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i1.4013

Abstract

The  study aimed to determine the effect of chitosan on  the kidney of rats (Rattus sp.) exposed to lead acetate. Thirty five male animals weighing 250g were divided into 7 groups:  K group as a control (without treatment), P1  received  Pb (40 mg/kg bw as lead acetate),  while P2, P3, and P4, all received Pb (40 mg/kg bw) and chitosan (0,5%, 0,75%, and 1% respectively). P5 group received only chitosan (1%) and P6 group received acetic acid. After 7 weeks of  treatment, the animals were sacrificed and the kidneys were isolated. Kidney damage was observed with residue of Pb in kidney tissue was evaluated using Atomic Absorption Spectrophotography. Chitosan able to decrease kidney damage resulted from  Pb treatment. Residue of Pb in the  kidney of rat exposed to Pb acetate was decreased after chitosan treatment. In conclusion, chitosan has the ability to reduce residue of Pb after exposed Pb. The effectiveness of chitosan as a chelating agent for Pb in the organs is important  for   further investigated. Keywords: Pb, chitosan, kidny, residual Pb,AAS
Analisis Substrat dan Indeks Keanekaragaman Makrozoobentos di Aliran Sungai Babura Kota Medan Eta Rinayanta Berutu; Masdiana Sinambela
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i1.4028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik substrat dasar dan indeks keanekaragaman makrozoobentos di aliran sungai Babura kota Medan. Teknik pengumpulan data adalah teknik sampling karena data diperoleh dari hasil pengamatan langsung. Penelitian ini dilakukan bulan Januari 2016, dengan pengambilan sampel pada lima stasiun. Sampel makrozoobentos diambil dengan menggunakan Eckman grab sebanyak lima kali. Makrozoobentos yang ditemukan sebanyak 8 genus yaitu: Pleurocera sp, Anentome sp, Thiara sp, Brotia sp, Melanoides sp, Baetis sp, Haemopis sp, dan Tubifex sp. Indeks keanekaragaman (H’) di sungai Babura tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh tingginya pencemaran yang terjadi di daerah aliran sungai Babura. Karakteristik substrat perairan sungai Babura berupa liat berdebu, lempung berdebu dan lempung berpasir. Dari hasil penelitian didapat bahwa pada stasiun I memiliki keanekaragaman makrozoobentos lebih tinggi dibandingkan stasiun lainnya   Kata kunci: Substrat, indeks keanekaragaman, makrozoobentos, Sungai Babura.
Pengaruh Media Starter Dari Daging Nanas, Bonggol Nanas Dan Kulit Nanas Terhadap Kualitas Nata De Coco Duma Duma; Tri Harsono
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i1.4024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Pengaruh Media Starter Dari Daging Nanas, Bonggol Nanas dan Kulit Nanas Terhadap Kualitas Nata De Coco. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 faktor, 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah ketebalan nata de coco, berat nata de coco dan uji organoleptik nya terhadap tektur dan warna nata de coco. Data yang diperoleh diolah menggunakan Rancangan Analisis Ragam (ANAVA) pada taraf 1% dan 5%, berpengaruh nyata atau tidak berpengaruh nyata. Hasil Penelitian menunjukkan bahwarata-rata ketebalan nata de coco dari media starter daging nanas sebesar 1,36 cm, bonggol nanas sebesar 1,5 cm, dan pada media starter dari kulit nanas sebesar 1,4 cm. Hasil rata-rata dari Berat nata de coco dari media starter daging nanas diperoleh 1.226gram, pada bonggol nanas diperoleh 1,350 gram, dan pada media starter dari kulit nanas diperoleh 1.325 gram.   Kata kunci : Tanaman nanas, nata de coco, media starter
Identifikasi Jenis-Jenis Lichenes Sebagai Indikator Pencemaran Udara Asap Kendaraan Bermotor Di Hutan Lindung Aek Nauli-Parapat Kab. Simalungun Muhammad Faisal
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i1.5208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pencemaran udara terhadap keanekaragaman lichenes yang ada di Hutan Penelitian Aek-Nauli Parapat Kabupaten Simalungun  berdasarkan titik pengamatan yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2007-Februari 2008. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan  jenis lichenes yang terdapat di hutan penelitian Aek Nauli Parapat Kabupaten Simalungun sedangkan sampel dari penelitian ini adalah keseluruhan jenis lichenes yang  berhasil ditemui di masing-masing kuadrat yang sudah ditentukan pada jarak 30 meter kiri dan kanan sepanjang 1 Km Jalan Lintas Medan-Parapat. Hasil penelitian didapati 13 spesies lichenes dengan jumlah individu yang beragam dan menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pencemaran udara dengan jumlah individu lichenes yang berhasil diidentifikasi. Parmelia caperata sebanyak 685 individu merupakan spesies yang paling banyak dijumpai sedangkan Usnea dasypoga sebanyak 124 individu merupakan spesies yang paling sedikit terdapat di area penelitian. Uji kandungan Pb dengan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) menunjukkan perbedaan yang  nyata di tiap jarak pengambilan sampel yaitu berkisar antara 0,7-6,5 ppm.   Kata kunci: Lichenes, Pencemaran Udara, Pb
Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Suami Tentang Keikutsertaan PUS Menjadi Akseptor KB di Desa Sunggal Kanan Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015 Maida Pardosi
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i1.4025

Abstract

Menurut BKKBN 2010, Dari hasil penelitian yang diketahui banyak alas an dikemukakan oleh wanita yang tidak menggunakan kontrasepsi antaralain karena mereka menginginkan anak, alasan yang cukup menonjol adalah karena efek samping dan masalah kesehatan, dengan pasangan yang menolak 10%. Ibu yang tidak ikut berKB karena larangan suami sebanyak 107 orang (17,51%) dan 135 orang (22,09%) tidak ikut berKB dengan alasan takut. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap suami tentang keikutsertaan PUS menjadi akseptor KB di Desa Sunggal kanan Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah bersifat analitik dengan desain Cross sectional, menggunakan data primer melalui kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah suami yang melarang istrinya untuk memakai akseptor KB sebanyak 107 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan yang kurang tentang keikutsertaan PUS menjadi akseptor KB yaitu 32 orang (61,5%), yang bersikap negatif tentang keikutsertaan PUS menjadi akseptor KB yaitu 20 orang (38,5%). Masih banyaknya responden yang berpengetahuan kurang tentang keikutsertaan PUS menjadi akseptor KB, maka diharapkan responden untuk aktif mengikuti penyuluhan-penyuluhan atau banyak membaca dari media massa agar pengetahuan responden menjadi lebih baik tentang Keluarga Berencana.   Kata kunci: Pengetahuan, sikap, keikutsertaan,PUS,  Keluarga Berencana  
Uji Toksisitas Ekstrak Etanol Daun Tanaman Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Puji Prastowo; Selvia Dewi Pohan; Khairiza Lubis
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i1.5209

Abstract

Tobacco (Nicotiana tabacum L.) was a popular plant, usually used as cigarette material, traditional medicine, chewy tobacco and natural insecticide. This study aims to investigate toxicity effects of tobacco to mice (Mus musculus). The study had been done from March to July 2015 in Plant Physiology Laboratory of Mathematic and Natural Sciences Unimed and Phatology Laboratory USU. The study used male mice as the animal test. Twenty-five mices were divided in to 5 groups. One control group and four groups were given the ethanolic extracts of tobacco in four doses 10%; 15%; 20%; dan 25% orally. Evaluation of toxic effects was 24 hours until 3 days after administration. Evaluation included physical and physiological adverse, behaviour changes, and histopathologycal adverse of liver and kidney. According to the results of study, ethanolic extract of tobacco made a systemic toxicity. Most of doses (except control) caused acute toxicity symptoms and immediately death to the tested animals. It affected mices in physic, behaviour and anatomy. The toxic symptoms were uncontrolable movement, aggressivity, tail abnormality, coordination damages, pupil extention, and refflects damages. Another effects were gastric, intestinal and testis inflammations. The liver and kidney were highly susceptible to toxicant. Histopathologycal examination showed that toxic affected congestion and necrosis in liver and kidney. Keywords: ethanol extract, toxicity, tobacco, histopathology, mice
Kajian Morfologi, Morfometri, dan Status Konservasi Hiu Yang Ditemukan Di Sumatera Bagian Utara Puput Rahayu; Mufti Sudibyo
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i1.4011

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis morfologi, morfometri dan status konservasi hiu di Sumatera Bagian Utara. Sampel penelitian di ambil dari Pusat Pasar Ikan di  Jl. Cemara Sampali Medan. Tujuh sampel yang di temukan, empat di antaranya di analisis menggunakan regresi berganda  dengan metode stepwise. Parameter di ukur adalah jara atau panjang terukur terhadap panjang total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara morfologi ikan hiu yang di temukan dari jenis: Sphyrna lewini, Squalus megalops, Carcharinus melanopterus, Atelomycterus marmoratus, Chiloscyllium punctatum,Triaenodon obesus, dan Hemigaleus microstoma. Secara morfometri ukuran jarak atau panjang yang memberikan besaran koefisien determinasi (r2) dan parameter yang menentukan  panjang terukur dengan panjang total pada hiu Sphyrna lewini yakni PGI 92%, PD2 97% dan PSE 97,7%, pada hiu Squalus megalops yang berkontribusi terhadap panjang total adalah  FL  92%, PPL 98%, PE 96%, PSD 98% dan PPS 99%.  Pada hiu Carcharinus melanopterus FL  98,3%, PPL 99,6%, dan PSD adalah 99%. Pada hiu Atelomycterus marmoratus PD2 89%, PP 93%, dan PSP 95%. Status konservasi dari hiu yang di temukan pada hiu Carcharinus melanopterus, Atelomycterus marmoratus, Chiloscyllium punctatum, Triaenodon obesus adalah hampir terancam (NT), Squalus megalops adalah minim informasi (DD), Hemigaleus  microstoma adalah rawan (VU) dan Sphyrna lewini adalah terancam (EN).   Kata kunci : Morfologi, morfometri, konservasi
Pemeriksaan Residu Pestisida Pada Tomat (Solanum lycopersicum L.) Di Pasar Tradisional Kota Medan Selvia Dewi Pohan
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i1.4026

Abstract

Penelitian tentang pemeriksaan residu pestisida pada tomat (Solanum lycopersicum) di pasar tradisional kota Medan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis-jenis residu pestisida yang terdapat pada tomat dan mengetahui kadar residu pestisida yang terkandung di dalamnya. Penelitian dilakukan dari bulan oktober sampai dengan desember 2015 di Laboratorium Kimia FMIPA Unimed dan Laboratorium PPKS Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode observasi, dimana diidentifikasi jenis-jenis residu pestisida yang terdapat pada tomat yang diambil secara acak dari beberapa pasar tradisional di Kota Medan. Pemeriksaan kandungan bahan organik sampel menggunakan alat spectroskopi infrared (SP-IR) dan kemudian kadar residu pestisida sampel dengan kromatografi gas (GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 jenis residu pestisida pada sampel yang diuji, yaitu klorpirifos dan metidation. Dari hasil pemeriksaan kadar residu pestisida sampel tomat dengan alat kromatografi gas (GC-MS), diketahui bahwa sampel tomat mengandung residu klorpirifos < 0,0085 mg/kg. Hal ini berarti sampel tomat yang diuji mengandung residu pestisida klorpirifos di bawah batas minimum residu (BMR) yang telah ditetapkan Badan Standardisasi Nasional (SNI 7313: 2008) yaitu sebesar 0,5 mg/kg.   Kata kunci: identifikasi, jenis, kadar, residu pestisida, tomat, klorpirifos, metidation  
Uji Tanin Pada Jenis Rotan-Rotanan Yang Terdapat Di Hutan Aek-Nauli Parapat Kabupaten Simalungun Sumatera Utara Rahmad Husein; Syahmi Edi
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i1.4012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar tanin pada rotan di Hutan Penelitian Aek-Nauli Parapat Kabupaten Simalungun  berdasarkan ketinggian tempat yang berbeda. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan terhitung mulai bulan Februari 2016 Sampai April 2016. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan  jenis Rotan yang terdapat di hutan penelitian Aek Nauli Parapat Kabupaten Simalungun Sumatera Utara sedangkan sampel dari penelitian ini adalah keseluruhan jenis Rotan  yang  berhasil ditemukan dilokasi penelitian tersebut. Penelitian dilakukan dengan survey eksplorasi yang didasarkan pada perbedaan ketinggian (1200 mdpl, 1400 mdpl, dan 1600 mdpl). Hasil penelitian didapatkan 3 jenis Rotan  yang terdiri dari Calamus rotang, Plectocomia elongata, Calamus caesius. Uji kadar tanin yang dilakukan pada sampel menunjukkan hasil positif (ada) 1 jenis rotan, yaitu Plectocomia elongate dan Calamus caesius, Calamus rotang tidak positif (tidak ada) menghasilkan senyawa tanin. Melalui pengukuran faktor fisika-kimia diperoleh kelembaban tanah rata-rata sebesar 4,9 %, pH tanah berkisar antara 6,5-6,8, suhu tanah 270 C-280 C, kelembaban udara rata-rata 91%, suhu udara minimum 230C, suhu udara maksimum 240 C, intensitas cahaya matahari 46,85 Candela. Kata Kunci : Metabolit Sekunder, Obat, Tanin
Kajian Ekologi Tumbuhan Liana di Hutan Primer Taman Nasional Gunung Leuser Resort Sei Betung Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat, Sumatera Utara Nira Wati; Binari Manurung
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i1.4027

Abstract

  Liana adalah salah satu jenis tumbuhan yang menjadi penciri khas dari ekosistem hutan hujan tropis dan keberadaannya menambah keanekaragaman jenis tumbuhan pada ekosistem hutan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman liana, indeks kemerataan, indeks kekayaan, indeks dominansi, Indeks Nilai Penting (INP%), dan indeks kesamaan liana antar transek di hutan primer resort sei betung Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2015 hingga Maret 2016. Metode yang digunakan adalah metode kuadrat dengan pengambilan sampel dilakukan pada satu stasiun terdiri dari 4 transek dan 40 plot pengamatan dengan ukuran setiap petak contoh 20 m x 20 m. Pengambilan sampel liana menggunakan intensitas sampling 0,6% dari 3000 Ha. Variabel yang diamati meliputi jenis dan jumlah individu liana serta keliling setiap individu liana. Hasil penelitian ditemukan 32 jenis liana dengan 677 jumlah total individu liana. Keanekaragaman liana sebesar 3,037 dengan kategori keanekaragaman tinggi, kemerataan liana termasuk kategori tinggi dengan nilai sebesar 0,876, kekayaan liana sebesar 4,756 termasuk kedalam kategori sedang, indeks dominansi liana termasuk kategori sedang dengan nilai 0,109, Indeks Nilai Penting liana tertinggi yaitu Uncaria glabra (Rubiaceae) dan Tetrasigma hookeri (Vitaceae) dan tipe vegetasi liana dihutan primer resort sei betung Taman nasional Gunung Lesuser (TNGL) yaitu Rubiaceae-Vitaceae serta indeks kesamaan liana antar transek memiliki nilai lebih dari 50% sehingga berdasarkan aturan 50% dari Kendeigh (1980) maka liana-liana yang terdapat pada transek-transek yang diamati yang berada dalam hutan Primer Taman Nasional Gunung Leuser masih tetap termasuk dalam satu komunitas/vegetasi yang sama yaitu Rubiaceae-Vitaceae. Kata Kunci : Tumbuhan Liana, Keanekaragaman, Ekosistem

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 3 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 10 No. 3 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol. 10 No. 2 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 10, No 2 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 10, No 1 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol. 10 No. 1 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 9, No 3 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol. 9 No. 3 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 9, No 2 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 9, No 1 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 8, No 3 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 8, No 2 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 8, No 1 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 7, No 3 (2021): Jurnal Biosains Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Biosains Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Biosains Vol 6, No 3 (2020): Jurnal Biosains Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Biosains Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Biosains Vol 5, No 3 (2019): Jurnal Biosains Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Biosains Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Biosains Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Biosains Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Biosains Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Biosains Vol 3, No 3 (2017): Jurnal Biosains Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Biosains Vol 2, No 3 (2016): Jurnal Biosains Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Biosains Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 2 (2013): Bio Hasil Review Fauziyah Harahap More Issue