cover
Contact Name
Khairuddin
Contact Email
khairuddinazka15@gmail.com
Phone
+6282286180987
Journal Mail Official
abdurraufofjournalofcommunty@gmail.com
Editorial Address
Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh, Indonesia
Location
Kab. aceh singkil,
Aceh
INDONESIA
Abdurrauf Journal of Community Service
ISSN : 30636744     EISSN : 30641799     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Abdurrauf Journal of Community Service adalah Jurnal Pengabdian Masyarakat dengan P-ISSN 3063-6744 (Cetak), E-ISSN 3064-1799 (Online) yang diterbitkan oleh Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara sebagai implementasi ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, lingkungan hidup, dan sosial dalam pemberdayaan masyarakat. Abdurrauf Journal of Community Service sebagai bagian dari semangat mensosialisasikan hasil pengabdian kepada masyarakat. Abdurrauf Journal of Community Service menyediakan artikel jurnal yang dapat diunduh gratis. Abdurrauf Journal of Community Service merupakan jurnal ilmiah nasional yang menjadi sumber rujukan para akademisi dalam bidang pengabdian masyarakat. Artikel jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun, yaitu Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 25 Documents
Edukasi Penggunaan Antibiotik di Selindung untuk Peningkatan Kesadaran Masyarakat Sudirman, Muhamad Seto; Sinulingga, Syamsul Rizal; Nurwiatin, Neng
Abdurrauf Journal of Community Service Vol. 2 No. 2 (2025): Abdurrauf Journal of Community Service
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/ajcos.v2i2.479

Abstract

Antibiotic misuse, especially in rural communities, poses a significant public health challenge, particularly regarding awareness of antibiotic resistance. This study aimed to evaluate the knowledge of Cefadroxil and community awareness of antibiotic resistance in Selindung, Pangkalpinang. A descriptive observational study employed a structured questionnaire to assess the understanding of Cefadroxil's proper use and potential risks among 108 participants. Results indicated that 48.15% of participants possessed sufficient knowledge, while 30.56% displayed poor understanding. Following educational interventions, awareness about antibiotic resistance markedly increased. The findings highlight the necessity for ongoing health education initiatives to promote responsible antibiotic use and mitigate the risks associated with misuse. This community service approach not only addresses the immediate knowledge gaps but also fosters a culture of informed healthcare practices. [Penyalahgunaan antibiotik di komunitas pedesaan, khususnya terkait dengan resistensi antibiotik, menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan tentang Cefadroxil dan kesadaran masyarakat terhadap resistensi antibiotik di Selindung, Pangkalpinang. Metode yang digunakan adalah studi observasional deskriptif dengan menggunakan kuesioner terstruktur yang melibatkan 108 peserta untuk menilai pemahaman mereka mengenai penggunaan yang tepat dan potensi risiko Cefadroxil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48,15% peserta memiliki pengetahuan yang cukup, sementara 30,56% memiliki pemahaman yang buruk. Setelah dilakukan intervensi edukasi, kesadaran peserta tentang resistensi antibiotik meningkat secara signifikan. Temuan ini menyoroti pentingnya inisiatif pendidikan kesehatan yang berkelanjutan untuk mendorong penggunaan antibiotik yang bertanggung jawab dan mengurangi risiko yang terkait dengan penyalahgunaan antibiotik. Pendekatan ini juga membantu membentuk budaya praktik kesehatan yang lebih terinformasi.]
Edukasi Moral dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri pada Anak Asuh di Panti Peduli Kasih Palembang Herlina Herlina
Abdurrauf Journal of Community Service Vol. 2 No. 2 (2025): Abdurrauf Journal of Community Service
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/ajcos.v2i2.522

Abstract

The Peduli Kasih Orphanage houses 32 children who are orphans, abandoned, and poor. In their daily lives, the children are cared for by four administrators and private Quran teachers who come to the orphanage, but caring for such a large number of children is not optimal due to the limited time and energy of the administrators. The children's behavior and patterns are shaped by their interactions within and outside the orphanage. The absence of parents and limited conditions have made the children lack confidence in their potential, so they need moral education and guidance to motivate them to socialize, work, and achieve. Every child has their own strengths and advantages. The approach used in this community service activity is Service Learning. This method emphasizes practical aspects through the concept of Experiential Learning, which is applying academic knowledge in the community and interacting with the community. The community service was carried out on Sunday, December 14, 2025, at the Panti Asihan Peduli Kasih orphanage, located at Jalan Dwikora 2, Pemda Complex No. 90, RT. 02 RW. 01, Demang Lebar Daun Village, Ilir Barat 1 District, Palembang. The community service involved 4 (four) committee members and community leaders, as well as 32 foster children. The service process is filled with guidance in the form of education about self-confidence in children's daily interactions, interactive dialogues, and question and answer sessions. From the results of the dialogue, the children feel that their lack of ability to cope with life in the orphanage and the incompleteness of their families causes them to lack confidence in behaving, working, and exploring their abilities, thus becoming closed individuals who suppress their desire to achieve. This situation and condition of inadequacy often triggers distrust or lack of confidence in socializing and interacting in society. We have provided moral education that inadequacy is actually a motivational tool to move forward and that showing one's unfortunate circumstances is a means to success. It is common for successful people to come from privileged backgrounds, but it is extraordinary for someone to achieve success despite adversity and disability. [Panti Asuhan Peduli kasih menampung 32 orang anak yang berstatus yatim, yatim piatu dan fakir. Dalam kesehariannya, anak-anak diasuh oleh 4 (empat) orang pengurus ditambah guru private mengaji yang didatangkan kerumah, namun pengasuhan terhadap sejumlah anak yang cukup banyak tersebut kurang optimal dengan keterbatasan waktu dan tenaga pengurus. Perilaku dan pola tingkah anak terbentuk dari pergaulan di internal dan eksternal panti. Kurang lengkapnya orang tua dan kondisi yang terbatas membentuk pribadi anak yang kurang percaya diri terhadap potensi yang ada, sehingga perlu adanya edukasi moral dan pengarahan yang menjadikan semangat serta motivasi anak untuk bergaul, berkarya dan berprestasi. Setiap anak memiliki kelebihan dan keunggulan tersendiri. Metode pendekatan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah Service Learning. Metode ini merupakan pembelajaran yang menekankan kepada aspek praktis melalui konsep Experiental Learning, yaitu menerapkan ilmu pengetahuan perkuliahan di tengah komunitas atau masyarakat dan berinteraksi dengan komunitas atau masyarakat. Pelaksanaan pengabdian dilakukan pada hari Minggu, 14 Desember 2025, bertempat di Panti Asihan Peduli Kasih, jalan Dwikora 2 komplek Pemda nomor 90 RT. 02 RW. 01 kelurangan Demang Lebar Daun, kecamatan Ilir Barat 1 Palembang. Pengabdian dihari 4 (empat) orang pengurus dan tokoh masyarakat serta para anak asuh yang berjumlah 32 orang.  Pada proses pengabdian diisi dengan arahan berupa edukasi mengenai kepercayaan diri dalam pergaulan keseharian anak, dialog inter aktif dan sesi tanya jawab. Dari hasil dialog, anak-anak merasa kekurangmampuan atas kehidupan di panti asuhan  dan ketidak lengkapnya keluarga menyebabkan kurang percaya diri dalam berlaku, berkarya, mengeksplorasi kemampuan diri, sehingga menjadi pribadi yang tertutup dan memendam keinginan untuk berprestasi tinggi. Situasi dan kondisi kekurang mampuan ini sering memicu ketidak percayaan atau kurang percaya diri dalam bergaul dan berinteraksi di masyarakat. Kami telah memberikan edukasi moral bahwa kekurangmampuan justru menjadikan alat motivasi untuk maju dan menunjukkan keadaan yang kurang beruntung adalah sarana menuju kesuksesan. Orang sukses yang berasal dari keadaan yang serba ada adalah biasa, sedangkan kesuksesan seseorang dari keterpurukan dan ketidakmampuan keadaan merupakan hal yang sangat luar biasa.]
Integrasi Pengalaman Mengajar dan Penelitian dalam Penulisan Buku Akademik: Model Webinar Interaktif bagi Dosen Perguruan Tinggi Muhamad Basyrul Muvid
Abdurrauf Journal of Community Service Vol. 3 No. 1 (2026): Abdurrauf Journal of Community Service
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/ajcos.v3i1.983

Abstract

This community service activity aims to improve lecturers' competency in writing textbooks, monographs, and reference books based on their teaching experience and research findings. The background to this activity is based on the still low ability of lecturers to produce systematic academic books, as well as limited understanding of the differences and characteristics of each type of book. In addition, technical obstacles in writing and publication and low motivation are factors that hinder lecturers' academic productivity. The method used was an interactive webinar with a participatory and practice-based approach. This activity involved the delivery of conceptual material, training in book outline preparation, integration of teaching and research experience, and strategies for publishing books with ISBNs. The learning process in the webinar emphasized reflection on lecturers' experiences and the development of ideas into structured academic book drafts. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the types and systematics of academic book writing, as well as improved technical skills in drafting books. Furthermore, this activity also succeeded in increasing lecturers' motivation to write and encouraging the integration of teaching and research in the form of scientific papers. The impact of this activity is not only seen in increased knowledge and skills, but also in the emergence of awareness of the importance of a writing culture among lecturers. Thus, this webinar has proven effective as a model of community service in improving the academic capacity of lecturers and supporting the sustainable strengthening of the Tri Dharma of Higher Education. [Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dosen dalam menulis buku ajar, monograf, dan buku referensi berbasis pengalaman mengajar dan hasil penelitian. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada masih rendahnya kemampuan dosen dalam menghasilkan buku akademik yang sistematis, serta terbatasnya pemahaman mengenai perbedaan dan karakteristik masing-masing jenis buku. Selain itu, kendala teknis dalam penulisan dan publikasi serta rendahnya motivasi menjadi faktor penghambat produktivitas akademik dosen. Metode yang digunakan adalah pelaksanaan webinar interaktif dengan pendekatan partisipatif dan berbasis praktik. Kegiatan ini melibatkan penyampaian materi konseptual, pelatihan penyusunan outline buku, integrasi pengalaman mengajar dan penelitian, serta strategi penerbitan buku ber-ISBN. Proses pembelajaran dalam webinar menekankan pada refleksi pengalaman dosen dan pengembangan ide menjadi draft buku akademik yang terstruktur. Hasil kegiatan menunjukkan adanya pemahaman yang lebih bagi peserta terkait jenis dan sistematika penulisan buku akademik, serta terbukanya wawasan akan teknis dalam menyusun draft buku. Selain itu, kegiatan ini juga memotivasi dosen untuk menulis serta mendorong integrasi antara pengajaran dan penelitian dalam bentuk karya tulis ilmiah. Dampak kegiatan ini tidak hanya terlihat dengan bertambahnya pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga dalam munculnya kesadaran akan pentingnya budaya menulis di kalangan dosen. Dengan demikian, webinar ini sebagai model pengabdian masyarakat dalam membentuk kemampaun akademik dosen dan mendukung penguatan tridharma perguruan tinggi secara berkelanjutan, sehingga perlu keberlanjutan agar bisa melahirkan output atau produk berupa buku akademik.]
Pendampingan Penyusunan Usulan Penetapan Dam Cluwok (Kersluit Gesikan) sebagai Bangunan Cagar Budaya di Kabupaten Tulungagung Latif Kusairi; Moh Ashif Fuadi; Irma Ayu Kartika Dewi; Nor Huda; Moh Mahbub; Aan Ratmanto; Qisthi Faradina Ilma Mahanani
Abdurrauf Journal of Community Service Vol. 3 No. 1 (2026): Abdurrauf Journal of Community Service
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/ajcos.v3i1.1019

Abstract

service project aims to encourage the designation of Dam Cluwok (Kersluit Gesikan) as a Cultural Heritage Building in Tulungagung Regency. This structure is a legacy of Dutch colonial infrastructure that holds historical, technological, and social significance, particularly in the system of water management and irrigation. In addition to functioning as a water flow control structure, Dam Cluwok represents the development of colonial hydraulic engineering that continues to provide benefits for the surrounding community. However, the lack of public awareness and the absence of official designation as a cultural heritage site make this structure vulnerable to damage and the loss of its historical significance. The implementation method employs a participatory approach involving the local community, the Tulungagung Regional Government, the Cultural Heritage Expert Team, historians, and other relevant stakeholders. The activities include the identification and documentation of the structure, socialization of cultural heritage values, and assistance in the process of proposing its designation. The results indicate an increased public understanding of the importance of preserving cultural heritage, as well as the growth of collective support for the designation of Dam Cluwok as a Cultural Heritage Building. This project underscores the importance of collaboration between the community and the government in maintaining the sustainability of local historical heritage.
Strengthening the Implementation of Maqashid al-Shariah in Healthcare Services through Participatory Action Research at an Islamic Hospital in Pekalongan Dwi Alfiatur Rokhmah; Arfania Zuhru Fila; Aenurrofik Aenurrofik; Muhammad Khoirul Fikri
Abdurrauf Journal of Community Service Vol. 3 No. 1 (2026): Abdurrauf Journal of Community Service
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/ajcos.v3i1.1049

Abstract

The implementation of maqashid al-shariah in healthcare services is essential for strengthening holistic and value-based healthcare in Islamic hospitals. However, healthcare workers often have a limited understanding of integrating Islamic values into daily clinical practice. This community service program was conducted at an Islamic Hospital in Pekalongan on Thursday, 21 May, involving 20 healthcare workers. The program aimed to strengthen the implementation of maqashid al-shariah through training and mentoring activities. The intervention employed a participatory approach consisting of preliminary observation, training sessions, group discussions, practical mentoring, and reflective evaluation. The program was completed in one day, beginning at 8:00 AM. The success indicators included participants' attendance, active participation in discussions, understanding of maqashid al-shariah concepts, and the preparation of follow-up recommendations for integrating Islamic values into healthcare services. All 20 participants (100%) attended the activity and actively participated in the discussions and mentoring sessions. Participants demonstrated a better understanding of the application of maqashid al-shariah, particularly regarding hifz al-din (protection of religion) and hifz al-nafs (protection of life), and formulated recommendations to strengthen its implementation within healthcare services. The program concludes that training and mentoring are effective approaches to promoting the integration of maqashid al-shariah principles into healthcare services and should be supported by continuous institutional commitment and policy development.

Page 3 of 3 | Total Record : 25