cover
Contact Name
Abdul Rahman
Contact Email
alliri@unm.ac.id
Phone
+6282394977366
Journal Mail Official
alliri@unm.ac.id
Editorial Address
Kampus Gunungsari Baru Jl. A.P. Pettarani Makassar Prodi Pendidikan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
ALLIRI: Journal of Anthropology
ISSN : 26849925     EISSN : 26849925     DOI : https://doi.org/10.26858
Core Subject : Humanities, Social,
ALLIRI: Journal of Anthropology providing a platform that welcomes and acknowledges high quality empirical original research papers about the results of ethnographic/qualitative research on certain topics and is related to ethnic/social groups in Southeast Asia, particularly in Indonesia; This article is a detailed discussion of applied and collaborative research with strong involvement between the author and the subject of collaborators in implementing intervention programs or other development initiatives that emphasize social, political and cultural issues; A theoretical writing that outlines the social and cultural theories related to the theoretical discourse of anthropology; Finally, the article is a critical review of anthropological references and other ethnographic books that must be published in at least the last 3 years. Published by Prodi Pendidikan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2021): Desember" : 10 Documents clear
SHOPAHOLIC DI KALANGAN MAHASISWA UNM ASAL SAMPAGA MAMUJU SULAWESI BARAT Rani Damayanti ,; st junaeda ,; Dimas Ario Sumilih
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAKPenelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui pemetaan terhadap kebutuhan primer, sekunder dan tersier di kalangan mahasiswa UNM asal Sampaga Mamuju Sulawesi Barat; (2) untuk mengetahui bagaimana pandangan mahasiswa UNM asal Sampaga Mamuju Sulawesi Barat bagi perilaku konsumtif jika ditinjau dari segi ekonomi; (3) untuk mengetahui nilai budaya pada perilaku konsumtif mahasiswa UNM asal Sampaga Mamuju Sulawesi Barat dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekataan deskriptif analistik. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan penelitian lapangan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan melibatkan beberapa informan yaitu mahasiswa yang  shopaholic dalam  perilaku konsumtif  yaitu tidak mampu mengontrol diri untuk tetap berbelanja (boros), dan bahkan sebagai penghilang stress pada saat terpenuhi hasratnya dalam berbelanja. Adapun dalam hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) mahasiswa UNM asal Sampaga Mamuju Sulawesi Barat melakukan pemetaan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari mereka. Dengan cara, mereka membagi antara pengeluaran kebutuhan primer, sekunder dan tersier mereka, yaitu dengan melakukan pemetaan untuk kebutuhan pokok, kebutuhan pelengkap dan kebutuhan pendukung bagi keinginannya; (2) pandangan mahasiswa itu sendiri, di mana mereka beranggapan selama ini bahwa, hal yang mereka lakukan itu adalah hal yang lumrah yang dilakukan secara tidak sadar dan menjadikan sebagai aktivitas sehari-hari dalam hal shopping, untuk itu mereka mampu menaikkan eksistensi dibidang pergaulan antar teman, dalam pemenuhan kebutuhan lifestyle untuk bisa bersaing meskipun persoalan perut tidak terisi tetapi belanja tetap berjalan dan adanya hasrat untuk tetap berbelanja secara terus menerus: (3) pada pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari pada kalangan mahasiswa khususnya di kalangan mahasiswa UNM asal Sampaga Mamuju Sulawesi Barat, adanya nilai budaya getteng dan reso sama halnya dengan nilai mandiri yang sampai detik ini masih dipertahankan. 
PERANAN PERADAH GANESA SATYA BAKTI DALAM PEMBINAAN ETIKA DAN MORAL GENERASI MUDA HINDU DI DESA SUKADAMAI KECAMATAN SUKAMAJU KABUPATEN LUWU UTARA I Made Panggih; Darman Manda ,; Dimas Ario Sumilih
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui:1). Untuk mengetahui Peranan Peradah Ganesa Bhakti Dalam Pembinaan Etika dan Moral Pada Generasi Muda Hindu di Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan. 2) Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi Peradah Ganesa Satya Bhakti Dalam Pembinaan Etika dan Moral Pada Generasi Muda Hindu di Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan .Adapunjumblah informan dalam penelitian sebanyak 11 orang. Jenis penelitian adalah kulitatif yang bersifat deskriptif, yaitu penelitian yang mengambarkan situasi tertentu berdasarkan data yang di peroleh secara terperinci melalui observasi, wawancara dengan informan yang akan memberikan informasi tentang pradah dan dokumentasi untuk memperkuat wawancara yang di lakukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Peranan Peradah Ganesa Satya Bhakti dalam Pembinaan etika dan moral generasi muda hindu di desa sukadamai dengan melibatkan langsung remaja hindu dalam aktivitas-aktivitas atau kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh Peradah Ganesa Satya Bhakti. Adapun kegiatan-kegiatannya yaitu: kegiatan ngayah di pura, persembahyangan bersama, Dharma Wacana, Senidan Budaya, dan perlombaan-perlombaan seperti lomba Dharma Wacana, lomba Tari, Cerdas Cermat, dan Utsawa Dharma Gita. Kendala yang dihadapi dalam meningkatkan etika dan moral remaja hindu di Desa Sukadamai yaitu dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor Internal (Dalam), dan faktor Eksternal (Luar). Upaya yang dilakukan dalam menanggulangi kendala Pembinaan etika dan moral remaja Hindu di Desa Sukadamai adalah : meningkatkan peranan orang tua dalam membina etika dan moral generasi muda Hindu, meningkatkan peranan tokoh agama dalam membina etika dan moral generasi muda Hindu, ikut pasukadukaan, kerjasama dan sharing. 
FUNGSI AWIG-AWIG DALAM MEMPERTAHANKAN KEBUDAYAAN SUKU BALI DI DESA PEPURO BARAT KECAMATAN WOTU KABUPATEN LUWU TIMUR Ni Komang Winarti,; Nurlela . ,; Mubarak Dahlan ,
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mendeskripsikan eksistensi awig-awig di Desa Pepuro Barat Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur: 2) Mengetahui pengaturan sanksi dalam awig-awig di Desa Pepuro Barat Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur; 3) Fungsi awig-awig dalam mempertahankan kebudayaan suku Bali di Desa Pepuro Barat Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purpose sampling atau penentuan sampel yang ditentukan dengan sengaja sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan yaitu : 1) Termasuk sebagai transmigran suku Bali atau lahir di Desa Pepuro Barat; 2) Ikut serta berpartisipasi dalam awig-awig (baik dalam pembuatan, pengesahan maupun pelaksanaannya); 3) Memiliki jabatan yang dilihat dari segi adat, agama, desa dan pemerintahan; 4) Serta sudah menikah. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu teknik analisis data interaktif Miles and Huberman. Untuk teknik pengabsahan data, menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Awig- awig mampu mempertahankan eksistensinya di Desa Pepuro Barat, hal itu disebabkan karena awig-awig dapat tumbuh dan berkembang selaras serta menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan tingkat kemanfaatannya bagi kepentingan masyarakat adat Badung Sari di Desa Pepuro Barat. 2) Pengaturan sanksi dalam awig-awig yang ada di Desa Pepuro Barat, terbagi ke dalam 2 (dua) kategori yaitu dedosan (denda pembayaran uang) dan sangaskara danda (denda mecaru/meprayascita). 3) Awig-awig memiliki beberapa fungsi dalam mempertahankan kebudayaan suku Bali di Desa Pepuro Barat, yaitu : a) Sebagai kontrol sosial atau pengatur masyarakat khususnya dalam kegiatan desa adat; b) Sebagai pedoman bagi masyarakat dalam bertingkah laku guna mencapai atau mewujudkan kedamaian, keharmonisan, ketentraman dan ketertiban dalam kehidupan masyarakat di Desa Pepuro Barat; c) Mengintegrasi masyarakat suku Bali yang ada di Desa Pepuro Barat; d) Membantu memecahkan masalah yang timbul di masyarakat khususnya dalam kegiatan desa adat; f) Melestarikan dan memperkokoh (ajeg) budaya bali, khususnya budaya bali yang ada di Desa Pepuro Barat.  
SISTEM PENGETAHUAN MASYARAKAT PETANI KELURAHAN BONTONOMPO KECAMATAN BONTONOMPO KEBUPATEN GOWA TENTANG PEMANFAATAN PERSAWAHAN PASCA PANEN Nur Indah Sari; Nurlela . ,; Dimas Ario Sumilih
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Sistem pengetahuan masyarakat dalam memilih jenis tanaman pasca panen padi dan cara perawatannya (2) Nilai ekonomi dari jenis tanaman yang ditanam pasca panen. Adapun hasil dari penelitian ini bahwa: (1) pengetahuan yang dimiliki oleh petani dalam memilih jenis tanaman didapat dari penyuluh pertanian yang bertugas dari badan pelaksana penyuluhan pertanian kabupaten atau kota yang diperbantukan untuk memberikan pengarahan, pembinaan, dan penyuluhan di bidang pertanian. Pengetahuan yang dimiliki yaitu dengan Cara menentukan hari-hari baik, memilih jenis benih unggul, serta melihat tanda-tanda alam seperti ketika musim hujan para petani lebih memilih jenis tanaman padi untuk ditanam tetapi ketika musim kemarau tiba para petani lebih memilih jenis tanaman palawija untuk ditanam. Adapun pengetahuan petani dalam cara perawatan tanaman yang dipilih ditanam yaitu degan melakukan penyiraman, penyiangan, penyulaman, dan pengendalian hama dan penyakit yang menyerang tanaman yang ditanam. (2) nilai ekonomi dari jenis tanaman yang dipilih ditanam pasca penen padi yaitu memiliki nilai ekonomi yang strategis dan potensi pengembangannya cukup besar karena memiliki kelebihan terutama tahan kekeringan dan tanaman tersebut dinilai berguna untuk menjaga kesuburan tanah dengan menstabilkan pH atau keasaman tanah, dapat ditanam dilahan yang tidak terpakai, dan juga hasil jualnya lebih banyak dari pada tanaman padi Kata Kunci: Sistem pengetahuan, Masyarakat petani, nilai ekonomi
PERSEPSI MASYARAKAT LOKAL TERHADAP KESENIAN SAYYANG PATTU’DU PADA BUDAYA MANDAR (STUDI DESKRIPTIF DI KECAMATAN TINAMBUNG KABUPATEN POLEWALI MANDAR PROVINSI SULAWESI BARAT) Dwi Arjulina, Arjulina, Arjulina,; Nurlela Nurlela Nurlela; Dimas Ario Sumilih
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Bagaimana eksitensi sayyang pattu’du di masyarakat desa Karama Kecamatan Tinambung hingga saat ini, (2) untuk mengetahui bagaimana pandangan masyarakat lokal terhadap kesenian sayyang pattu’du di desa Karama Kecamatan Tinambung (3) Dan mendeskripsikan nilai-nilai yang terkandung dalam kesenian sayyang pattu’du di Desa Karama Kecamatan Tinambung. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang dianalisa secara deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi dengan melibatkan 10 orang informan. Berdasarkan hasil lapangan menunjukkan bahwa (1) Eksistensi sayyang pattu’du pada dasarnya di bulan maulid nabi tetapi seiring perkembangan zaman tidak lagi diperuntukkan untuk bulan maulid melainkan sudah menjadi ivent tahunan atau festival budaya dan penyambutan bagi masyarakat luar yang datang ditanah Mandar (turis) serta acara perkwinan. (2) Pandangan masyarakat lokal terhadap kesenian sayyang pattu’du ini mengatakan bahwa tradisi sayyang pattu’du ini akan tetap ada dan tetap dilestarikan sampai kapan pun baik pemerintahan maupun masyarakat meyakini bahwa sayyang pattu’du ini akan terus ada karena sudah menjadi sebuah tradisi leluhur yang harus dilestarikan karena pemerintah sudah mendukung dan memberikan ruang pelaksa terhadap tradisi kesenian sayyang pattu’du ini. (3) Adapun beberapa nilai yang terkandung dari tradisi sayyang pattu’du ini diantaranya nilai gotong royong yang dimaksud adalah sebagai sarana berkumpulnya seluruh warga, seluruh keluarga yang masing-masing terlibat ketika acara sayyang pattu’du dilaksanakan, sedangkan nilai religius ialah  penyampaian syair islam dan juga pesan-pesan agama dari budaya tradisi sayyang pattu’du sehingga kesan yang ditinggalkan lebih lama. Nilai pendidikan yang terkandung ialah mendidik dan memotivasi anak agar lebih giat belajar dalam menyelesaikan khatam al-quran, dan nilai sosial yang terkandung ialah menghibur mayarakat dengan cara keliling kampung serta di tonton seluruh masyarakat.
PENGEMBANGAN PARIWISATA DESA UMPUNGENG DI KABUPATEN SOPPENG Mutmainna , .; Andi Ima Kesuma; Dimas Ario Sumilih
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) upaya pemerintah dalam pengembangan dan pengelolaan wisata di Desa Umpungeng, (2) keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan pariwisata di Desa Umpungeng, (3) peran sosial media dalam pengembangan pariwisata di Desa Umpungeng. Dalam penelitian ini digunakan jenis penelitian kualitatif yang dianalisis dan dituliskan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Program pengembangan wisata yang telah diusulkan Pemda untuk destinasi wisata Umpungeng adalah; pengembangan kampung budaya, titik nol, wisata adventure, dan air terjun. (2) keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan pariwisata adalah diikutsertakannya masyarakat dalam pengambilan perencanaan pengembangan wisata di Desa Umpungeng. Selain itu, keterkaitannya juga dilakukan dengan ikut sertanya dalam pengembangan ekonomi seperti, jasa ojek, menjual oleh-oleh khas Umpungeng. (3) Promosi yang dilakukan dinas pariwisata adalah mempromosikan melalui FB, web, IG dan brosur. Peran sosial media sangat besar dibanding brosur, peningkatan pengunjung lebih pesat dari pada sebelum menggunakan sosial media sebagai media promosi.
PRAKTIK PELAKSANAAN DAKWAH ISLAM DI KOMUNITAS HIJRAH YUK NGAJI MAKASSAR Rabiah Adawiyah ,; Darman Manda ,; St. Junaeda ,
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menjawab: 1) Mendeskripsikan identitas dari komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar; 2)  Menelaah motif dan bentuk pelaksanaan aktivitas sosial dan dakwah Islam di komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar; 3) Mendeskripsikan dampak pelaksanaan aktivitas sosial dan dakwah Islam yang dilaksanakan di komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar. Penelitian yang dilakukan kali ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Adapun subjek penelitian/informan ialah anggota di komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar. Kemudian, dalam poses pengumpulan data dilakukan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Identitas komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar dapat dilihat dari atribut yang melekat pada komunitas tersebut yaitu: a) Nama komunitas; b) Logo; c) Slogan; d) Aksesoris/merchandise. Komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar juga memiliki sifat atau karakteristik khas yang menjadikannya berbeda dari komunitas hijrah lain. Hal ini terlihat melalui model belajar Islam dan aktivitas dakwah yang dilaksanakan di mana dakwah dan kajian Islam dikemas lebih fresh, santai dan asyik mengikuti kegemaran anak muda, lebih sering diadakan di ruang terbuka atau kafe-kafe daripada di masjid-masjid serta melalui dunia maya memanfaatkan fasilitas media sosial; 2) Berdasarkan teori tindakan sosial Max Weber, motif pelaksanaan aktivitas sosial dan dakwah Islam di Komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar dapat digolongkan ke dalam tipe tindakan afektif dan tindakan rasional berorientasi nilai. Adapun bentuk aktivitas sosial dan dakwah Islam yang dilaksanakan oleh komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar meliputi: a) kegiatan donasi; b) ngabuburead; c) kegiatan informal/santai; d) kajian pekanan; e) kajian bulanan; f) kajian tahunan; g) program KISI (Kelas Intensif Studi Islam), Nge-Slow dan Nge-fast; h) rihlah/perjalanan; dan i) Mabit (Malam Bina Iman dan Takwa); 3) Dampak aktivitas sosial dan kegiatan dakwah Islam komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar adalah: 1) besarnya kesadaran pemuda muslim Kota Makassar dalam mengkaji ilmu Islam dan melakukan perubahan sikap beragama; 2) terbentuknya hubungan yang cair dan tidak terkotak-kotakkan antar sesama pelaku hijrah di Kota Makassar; dan 3) terbangunnya kepedulian sosial sebagai salah satu nilai kebaikan dan kemanusiaan yang relevan dengan ajaran Islam. 
TENUN TRADISIONAL TORAJA DI SALUALLO KECAMATAN SANGALLA’ UTARA KABUPATEN TANA TORAJA reis Kaleboan ,; Andi Ima Kesuma; St. Junaeda ,
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitianini bertujuan untuk mengetahui : (1) jenis motif apa saja dipakai dalam pembuatan tenun tradisional Toraja di Saluallo Kecamatan Sangalla’ Utara Kabupaten Tana Toraja; (2) bagaimana fungsi kain tenun tradisional Toraja di saluallo hubungannya dengan stratifikasi sosial di Kecamatan Sangalla’ Utara Kabupaten Tana Toraja ; (3) apa nilai filosofi dari motif kain tenun tradisional Toraja di Saluallo kecamatan Sangalla’ Utara Kabupaten Tana Toraja. Dalam penelitian ini digunakan jenis penelitian yang dianalisis dan dituliskan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan individu sebanyak 8 (delapan) orang informan. Berdasarkan penelitan menunjukkan bahwa: (1) motif yang dipakai dalam pembuatan tenun ini adalah dengan motif pamiring, paruki(pasekong kandaure, pa’kasipi’ bungkang, pasingkik pore) dan motif pa’titik. bagi mereka motif-motif yang menjadi tren sekarang ini dan akan diikuti terus seiring dengan perkembangan zaman. (2) fungsi kain tenun tradisional hubungannya dengan stratifikasi sosial berfungsi sebagai kain perlengkapan upacara adat rambu tuka’ dan rambu solo’ selain dipakai sebagai pelengkap upacara adat sehelai kain tenun bisa dibuat menjadi pakaian adat. Zaman dahulu penggunaan kain tenun tradisional sangat sakral karena dijaga keasliannya, dimana tidak sembarang orang dapat memakai kain tradisional ini. Tetapi zaman sekarang pengaruh arus globalisasi sangat cepat masuk untuk mencampur adukkann budaya, makanya membuat siapa saja yang dapat menggunakan kain tenun jika mereka mampu membelinya. (3) niilai filosofi motif kain tenun tradisional adalah setiap dari kain tradisional ini menggambar kehidupan keseharian orang Toraja yang diyakini dapat membawa berkat bagi keturunannya.
KEJAWEN DI TOMONI (Deskripsi Pluralitas Masyarakat Jawa Pendatang di Luwu Timur) Roby Suryadi ,; Nurlela . ,; Dimas Ario Sumilih
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) respon masyarakat lokal terhadap masyarakat pendatang yang memiliki cara berpikir Kejawen (2) pola perilaku masyarakat Kejawen yang ada di Kecamatan Tomoni Kabupaten Luwu Timur (3) kelestarian Kejawen di Kecamatan Tomoni Kabupaten Luwu Timur. Dalam penelitian ini digunakan jenis penelitian kualitatif yang dianalisis dan dituliskan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sikap orang lokal suku pamona yang sangat terbuka, suka memberi, dan menolong siapapun termasuk pendatang kemudian munculnya musuh bersama yaitu DI-TII pada awal-awal kedatangan membentuk kesadaran akan bahayanya intoleransi. (2) selalu berhati hati dalam berkomunikasi dan memperhitungkan subjektivitas lawan bicara dalam berkomunikasi, umumnya memilih pekerjaan yang fleksibilitas waktunya cukup tinggi, jodoh ideal pasangan yang domisilinya berdekatan, dan mengenal konsep agama religi dan agama spiritual. (3) faktor yang mempengaruhi tetap lestarinya kejawen yaitu lingkungan alam yang agraris, lingkungan sosial pedesaan yang plural, pola asuh, teknologi komunikasi, ketersediaan waktu luang.  
PERGESERAN NILAI DAN MAKNA BUDAYA TRADISI RAMBU SOLO’ MASYARAKAT TORAJA DI MASA MODERN Ira Arianti ,; Nurlela . ,; St. Junaeda ,
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pergeseran yang terjadi pada nilai dan makna pada budaya tradisi Rambu Solo’ masyarakat Toraja di masa modern ini. Mencari tahu dan menjawab: Nilai-nilai apa saja yang telah bergeser di dalamnya; Faktor penyebab bergesernya nilai dan makna tersebut  dan dampak dari pergeseran nilai tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Adapun para informan yang dipilih ialah dari kalangan para tetua adat, tokoh adat, masyarakat toraja yang pernah mengadakan dan atau ikut berpartisipasi dalam kegiatan upacara Rambu Solo’. Peneliti kemudian mengumpulkan data dengan melakukan observasi, wawancara dan mengumpulkan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya: 1) Pergeseran nilai pada tradisi Rambu Solo’ masyarakat Toraja di masa modern ialah benar terjadi pada nilai religi atau kepercayaan, nilai kekerabatan, nilai ekonomi/modal yang mempengaruhi kedudukan sosial pada masyarakat Toraja. Adanya pergeseran nilai ini dapat dilihat dari perbedaan Rambu Solo’ pada Aluk Todolo atau ajaran leluhur di masa lalu dan Rambu Solo’ di masa sekarang, adanya pwrubahan yang ada dari segi praktik dan pemaknaannya; 2) Faktor pergeseran nilai diatas dikarenakan masuknya agama Kristen ke dalam masyarakat Toraja, kemampuan ekonomi masyarakat Toraja dan adanya istilah indan dan longko’. Ditelusuri dari perubahan yang ada maka ditemukanlah faktor yang merubah nilai diatas; 3) Dampak atau implikasi dari pergeseran nilai dan makna dari tradisi Rambu Solo’ masyarakat Toraja di masa modern ialah praktik pantunuan atau penyembelihan hewan yang semakin banyak dalam Rambu Solo’ dan adanya praktik hutang-piutang yang terjadi antar masyarakat Toraja secara tidak langsung. Dampak ini disampaikan akan terus ada dan sulit untuk dihilangkan di masa mendatang.

Page 1 of 1 | Total Record : 10