cover
Contact Name
Tri Wahyudi
Contact Email
ruangedukasiberjaya@gmail.com
Phone
+6281343489853
Journal Mail Official
ruangedukasiberjaya@gmail.com
Editorial Address
Jl. Andi Tonro 4 BTN Griya Harapan Andi Tonro Blok A No.7 Makassar, Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 30635586     DOI : https://doi.org/10.70817/jmbk.v1i2.13
Core Subject : Economy, Science,
The Journal of Management, Business, and Health aims to provide a national platform for timely dissemination of science and in-depth analysis of science, with a primary focus on business and health management science. Focus and Scope : Business, Business Development, Entrepreneurship, Finance, Accounting, Marketing, Human Resource Development, Organizational Management, Health, Nursing, Medicine, Midwifery and Pharmacy
Articles 59 Documents
Potensi Serat Lobak Putih (Raphanus sativus L.) sebagai Agen Penurun Kolesterol: Studi In Vitro Menggunakan UV-Vis Dalming, Taufiq; Gusti, Gesi
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): Volume. 2 No.2 2025
Publisher : Edu Berjaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70817/jmbk.v2i2.56

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Pendekatan non-farmakologis berbasis serat pangan menjadi strategi alternatif yang menjanjikan untuk penatalaksanaan hiperkolesterolemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas pengikatan kolesterol oleh serat lobak putih (Raphanus sativus L.) secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Serat lobak putih dipersiapkan melalui proses hidrolisis dengan H₂SO₄ dan NaOH, kemudian diuji dengan larutan kolesterol 200 ppm yang telah direaksikan dengan reagen FeCl₃. Pengujian dilakukan dengan tiga variasi konsentrasi serat (0,1 g, 0,2 g, dan 0,3 g) dan tiga interval waktu inkubasi (60, 120, dan 180 menit). Absorbansi diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 450 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serat lobak putih mampu menurunkan konsentrasi kolesterol dengan persentase penurunan tertinggi sebesar 7,2% pada konsentrasi serat 0,3 g dengan waktu inkubasi 15 menit, dan 20,2% pada konsentrasi serat 0,3 g dengan waktu inkubasi 180 menit. Kapasitas pengikatan kolesterol meningkat secara konsisten seiring dengan peningkatan konsentrasi serat dan durasi inkubasi. Data kurva kalibrasi menunjukkan hubungan linear yang sangat baik (R² = 0,9943). Kesimpulannya, serat lobak putih memiliki potensi nyata sebagai agen penurun kolesterol melalui mekanisme pengikatan asam empedu. Temuan ini memberikan dasar ilmiah untuk pengembangan lobak putih sebagai pangan fungsional dalam pencegahan dan penatalaksanaan hiperkolesterolemia, meskipun penelitian in vivo dan uji klinis masih diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas biologis.
Gambaran Marketing Mix Di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Tk.II 14.05.01 Pelamonia Makassar Anwar, Ardianti; Liana Safitri, Helma; Wahyuni, Sri
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2026): Volume 2 No 3 2026
Publisher : Edu Berjaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70817/jmbk.v2i3.58

Abstract

Latar belakang, Pelayanan kesehatan yang berkualitas sangat dipengaruhi oleh strategi pemasaran yang diterapkan oleh rumah sakit, salah satunya melalui pendekatan marketing mix. Marketing mix dalam konteks pelayanan kesehatan terdiri dari sepuluh elemen, yaitu Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence, Public Relation, Power, Dan Performance. Strategi ini bertujuan untuk menciptakan kepuasan pasien, membangun loyalitas, serta meningkatkan citra dan daya saing rumah sakit. Tujuan, Untuk mengetahui gambaran penerapan marketing mix di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit TK.II 14.05.01 Pelamonia Makassar. Metode, Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel sebanyak 292 responden dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat Hasil dan Kesimpulan menunjukkan bahwa seluruh elemen marketing mix dinilai baik oleh mayoritas responden, penelitian menunjukkan bahwa gambaran marketing mix berada pada kategori baik dengan rata-rata 56,5% responden menyatakan setuju terhadap indikator yang dinilai. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi marketing mix di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit TK.II 14.05.01 Pelamonia Makassar sudah berjalan baik dan berperan dalam mendukung kepuasan pasien. Saran, agar rumah sakit terus meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam aspek bukti fisik seperti fasilitas, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan, serta mempertahankan elemen -elemen lain yang telah menunjukkan kinerja positif dalam membangun persepsi dan kepercayaan pasien terhadap rumah sakit.
Manajemen Hipotermia pada Korban Bencana Alam di Fase Pra-Rumah Sakit : Studi Kasus di Dataran Tinggi Malino Samsir; Alamsyah; Muh Yunus; Tut Handayani
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2026): Volume 2 No 3 2026
Publisher : Edu Berjaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70817/jmbk.v2i3.59

Abstract

Latar Belakang, Wilayah Malino, Kabupaten Gowa, merupakan daerah dataran tinggi yang rawan bencana hidrometeorologi. Kondisi lingkungan yang dingin meningkatkan risiko hipotermia pada korban bencana, yang dapat memperburuk kondisi trauma melalui mekanisme Trias Kematian. Namun, fokus penanganan pra-rumah sakit seringkali hanya pada trauma fisik, mengabaikan manajemen suhu tubuh. Tujuan, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan gambaran manajemen hipotermia yang dilakukan oleh tim penolong di fase pra-rumah sakit. Metode, Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden berjumlah 53 orang yang terdiri dari personel TRC, Tagana, dan tenaga kesehatan Puskesmas di Kecamatan Tinggimoncong. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil, Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kategori Cukup (52,8%). Dalam praktik lapangan, tindakan memindahkan korban ke tempat aman dilakukan oleh 94,3% responden, namun pelepasan pakaian basah hanya dilakukan oleh 60,4%. Penggunaan alat thermal blanket sangat rendah (28,3%) dikarenakan keterbatasan logistik. Kesimpulan, Manajemen hipotermia di Malino belum optimal, terutama pada aspek exposure (pelepasan pakaian basah) dan rewarming (penghangatan) akibat kurangnya alat spesifik. Diperlukan pengadaan thermal blanket dan pelatihan intensif bagi relawan di daerah dataran tinggi.
The Importance of Education as a Prevention of Vaping in Adolescents: A Scoping Review Istianah Istianah; Misna Zakiyus Sabila; Jihan Nafisah Fauziyyah; Riswanti Septiani
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2026): Volume 2 No 3 2026
Publisher : Edu Berjaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70817/jmbk.v2i3.60

Abstract

The aim of this study was to map relevant literature regarding the role of education in preventing vaping in adolescence. This study used a scoping review approach guided by the PRISMA-ScR guidelines. A systematic search was conducted on databases such as PubMed, Scopus, and Web of Science for English language articles published between 2014 - 2024. The study selection process was conducted in two stages by independent reviewers, followed by narrative data extraction and synthesis. These results are findings that suggest that education, often delivered by health care providers (doctors, nurses), through a variety of methods (e.g., counseling, online surveys, social media, virtual reality games, lectures), is consistently effective in increasing adolescents' knowledge about the dangers of vaping and changing their risk perceptions. Educational and counseling support in primary care settings has been shown to be an important component of prevention strategies. The conclusion is that education is a vital component in preventing vaping initiation in adolescents, contributing significantly to increasing health literacy and forming negative attitudes towards the product. However, further in-depth research is needed on the long-term impact of education on actual vaping behavior and the development of more specific interventions for high-risk populations. Implementation of evidence-based education programs is highly recommended to protect the health of the younger generation.
Analisis Pengaruh Internal Customer Satisfaction Terhadap Employee Loyalty di Rumah Sakit Umum Bahagia Windarti, Sriyani; Hastuti; Ekawaty, Dian; mangindara; Mashud
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2026): Volume 2 No 3 2026
Publisher : Edu Berjaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70817/jmbk.v2i3.63

Abstract

Pelanggan internal rumah sakit adalah sumber daya manusia yang membutuhkan layanan, dukungan, atau informasi dari pihak lain di dalam rumah sakit untuk bekerja secara efektif. Tingkat kepuasan kerja Rumah Sakit Umum Bahagia Makassar mengalami kenaikan di tiap tahunnya dimana karyawan yang merasa puas dengan pekerjaannya. Tujuan penelitian, yaitu untuk mengetahui pengaruh internal customer satisfaction terhadap employee loyalty di Rumah Sakit Umum Bahagia Makassar. Metode, jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional study. Penelitian ini dilakukan dengan jumlah sampel sebanyak 127 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dengan teknik analisis univariat, analisis bivariat, dan analisis multivariat. Hasil dan kesimpulan ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh perhatian terhadap perencanaan dan pengembangan karir pada karyawan terhadap employee loyalty (p = 0.004), terdapat pengaruh pemberian gaji dan bonus yang sesuai harapan terhadap employee loyalty (p = 0.001), terdapat pengaruh hubungan baik dengan rekan kerja terhadap employee loyalty (p = 0.0001), tidak terdapat pengaruh pengawas terhadap employee loyalty (p = 0.167), terdapat pengaruh benefit terhadap employee loyalty (p = 0.0001), terdapat pengaruh prosedur pelaksanaan terhadap employee loyalty (p = 0.0001), dan tidak terdapat pengaruh harapan kinerja terhadap employee loyalty (P = 0.304). Saran, diharapkan kepada pihak rumah sakit untuk dapat mendukung proses peningkatan sikap dan disiplin kerja bagi karyawan sehingga karyawan dapat mencapai keberhasilan yang di inginkan.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keaktifan Lansia Dalam Mengikuti Pelayanan Posyandu Lansua Rutin Di Wilayah Kerja Puskesmas Batua Kota Makassar Handayani, Annisa; Hasbullah; Rahayu, Sri Ayu
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2026): Volume 2 No 3 2026
Publisher : Edu Berjaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70817/jmbk.v2i3.65

Abstract

Posyandu Lansia merupakan layanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pemeriksaan kesehatan rutin, edukasi, serta kegiatan sosial (Kemenkes RI 2021). Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keaktifan lansia dalam mengikuti pelayanan Posyandu rutin Lansia di wilayah kerja Puskesmas Batua Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 66 responden lansia. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p-value < 0,005), motivasi (p-value < 0,005), pelayanan kader (p-value < 0,005), dan layanan Posyandu Lansia (p-value < 0,005) dengan keaktifan lansia dalam mengikuti Posyandu. Kesimpulan: Faktor pengetahuan, motivasi, pelayanan kader, dan layanan Posyandu Lansia secara signifikan mempengaruhi keaktifan lansia dalam mengikuti Posyandu di Puskesmas Batua Kota Makassar
Tawhid-Based Philosophy of Management Science: Integrating Value Co-Creation and Digital Marketing Strategy in an Extended Technology Acceptance Model for Secondary Education Wijoyo, Agung; Nu'man, Harits; Aspirati, Tasya; Suwarsi, Sri; Nurhayati, Nunung; Amaliah, Ima; Muhardi; Lestari, Rini; Oktini, Dede R
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2026): Volume 2 No 3 2026
Publisher : Edu Berjaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70817/jmbk.v2i3.61

Abstract

Introduction: Urban secondary teachers in Muslim-majority contexts face 28% intention-behavior gaps in technology adoption despite digital infrastructure. Western models like TAM and VCC show limited efficacy where Islamic management philosophy remains underexplored. Methods: Qualitative conceptual study synthesizing tauhid-based grand theory, Value Co-Creation middle-range constructs, and Extended TAM applications through systematic literature review and thematic analysis of peer-reviewed publications (2020-2025). Results: Tauhid managerial integration dominates (68% literature), amanah-shura moderated VCC yields 35% higher Islamic compatibility, TAMISE achieves R²=0.67 actual use. DARTA framework (Dialogue, Access, Risk, Transparency, Amanah) bridges philosophical-empirical domains. Discussion/Conclusion: Tauhid-VCC-TAM continuum resolves epistemological fragmentation. Managerial implications advocate shura councils for platform co-design; policy recommends Islamic compatibility metrics in digital literacy programs. PLS-SEM validation needed across Muslim contexts.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keaktifan Lansia Dalam Mengikuti Pelayanan Posyandu Lansua Rutin Di Wilayah Kerja Puskesmas Batua Kota Makassar Handayani, Annisa; Hasbullah; Rahayu, Sri Ayu
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2026): Volume 2 No 3 2026
Publisher : Edu Berjaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70817/jmbk.v2i3.64

Abstract

Posyandu Lansia merupakan layanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pemeriksaan kesehatan rutin, edukasi, serta kegiatan sosial (Kemenkes RI 2021). Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keaktifan lansia dalam mengikuti pelayanan Posyandu rutin Lansia di wilayah kerja Puskesmas Batua Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 66 responden lansia. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p-value < 0,005), motivasi (p-value < 0,005), pelayanan kader (p-value < 0,005), dan layanan Posyandu Lansia (p-value < 0,005) dengan keaktifan lansia dalam mengikuti Posyandu. Kesimpulan: Faktor pengetahuan, motivasi, pelayanan kader, dan layanan Posyandu Lansia secara signifikan mempengaruhi keaktifan lansia dalam mengikuti Posyandu di Puskesmas Batua Kota Makassar.
Analisis Fraud dalam Pelayanan Kesehatan: Tinjauan Literatur atas Studi Kualitatif: Pengembangan Healthcare Fraud Governance Model (HFGM) sebagai Kerangka Pencegahan Fraud Guntoro, Adi Suci; Fikri, Ali
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2026): Vol.2 No.4 2026
Publisher : Edu Berjaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70817/jmbk.v2i4.68

Abstract

Fraud dalam pelayanan kesehatan merupakan masalah serius yang mengancam keberlanjutan pembiayaan, mutu layanan, dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan. Bentuk fraud yang umum terjadi meliputi klaim palsu, upcoding, overbilling, tindakan medis yang tidak perlu, serta manipulasi administrasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola fraud pelayanan kesehatan dan mengembangkan model pencegahan berbasis tata kelola. Penelitian menggunakan metode literature review terhadap studi kualitatif periode 2014–2024 yang diperoleh dari PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Setelah proses seleksi, delapan artikel dipilih sebagai bahan kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraud dipengaruhi oleh lemahnya pengendalian internal, kegagalan tata kelola, budaya organisasi yang tidak etis, tekanan finansial, dan rendahnya pengawasan. Berdasarkan sintesis temuan, penelitian ini mengusulkan Model Tata Kelola Fraud Pelayanan Kesehatan (HFGM) yang terdiri atas lima pilar, yaitu kepemimpinan etis, pengendalian internal, deteksi fraud digital, budaya etika organisasi, dan mekanisme whistleblowing. Implementasi HFGM berpotensi menurunkan risiko fraud, meningkatkan efisiensi klaim, memperkuat akuntabilitas, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem kesehatan.