ANTHROPOS: JURNAL ANTROPOLOGI SOSIAL DAN BUDAYA (JOURNAL OF SOCIAL AND CULTURAL ANTHROPOLOGY)
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya(Journal of Social and Cultural Anthropology) is a Journal of Social and Cultural Anthropology for information and communication resources for academics, and observers of Social and Cultural Anthropology, Educational Social and Cultural Anthropology/Sociology, Methodology of Social and Cultural Anthropology/Sociology. The published paper is the result of research, reflection, and actual critical study with respect to the themes of Social and Cultural Anthropology/Sociology. All papers are blind peer-review. The scope of Anthropos is the Science of Social and Cultural Anthropology/Sociology. Published twice a year (Juli and January) and first published for print and online edition in July 2015
Articles
206 Documents
Kondisi Sosial Budaya Terkait Pendidikan Anak pada Masyarakat Nelayan Di Desa Perlis Brandan Barat
Nurjannah - -;
Robi - Suhendra
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 1, No 2 (2015): ANTHROPOS
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v1i2.5078
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi sosial budaya masyarakat nelayan kaitannya dengan pendidikan anak dan keadaan sosial ekonomi masyarakat nelayan di desa Perlis kecamatan Brandan Barat. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi, angket dan wawancara. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang bekerja sebagai nelayan, sampel yang digunakan adalah 50 orang, yang ditetapkan dengan sampling purposived. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan angket, wawancara dan obsevasi lapangan. Hasil penelitian yang dilakukan penulis tentang kondisi sosial masyarakat nelayan kaitannya dengan pendidikan anak pada masyarakat nelayan di desa Perlis kecamatan Brandan Barat, dapat disimpulkan yaitu karena masyarakat kurang mengerti dan memahami arti dari pendidikan di dalam fikirannya, rendah tingkat pendapatan keluarga, keadaan sosial budaya masyarakat nelayan. Kata Kunci: Kondisi Sosial Budaya; Pendidikan Anak; Masyarakat Nelayan.
Waria dalam Kajian Antropologi Tubuh
Agung Suharyanto
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 1, No 1 (2015): ANTROPOS
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v1i1.6240
Focus of this writing is around struggle of transvestites in itself, identity and social life. Transvestites looks at themselves, as more important in comparison with viewing their world as excluded and accused, or merely class and racial struggle. It minds that identity itself is not merely formed individually, but also socially, namely when behaviour of someone presented socially. Transvestites could be defined when a man behaves as woman, which generally considered that it is transvestites, although its world truly is not as simple as that. Otherwise, someone who have really been established transvestity, and then become prostitute, so it is not trans-vestites which is considered as that identity, but prostitute. Therefore, between individual behaviour and reality in a community, dialectical process on relation between body and social is taking place.
Partisipasi Politik Kader Perempuan Parpol Dalam Pilkada Di Kabupaten Karo
Herty Delima Purba;
Muhammad Arif Nasution;
Warjio Warjio
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 4, No 1 (2018): Anthropos
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v4i1.9966
Abstrak: Partisipasi politik adalah kegiatan sukarela dari seseorang atau kelompok untuk berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan politik dengan mengambil bagian dalam proses pemilihan otoritas atau mempengaruhi pemilihan pejabat negara dan/atau tindakan yang diambil oleh mereka, dan secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kebijakan pemerintah (kebijakan publik). Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Karo tepatnya di kantor DPRD Kabupaten Karo. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa secara kuantitas, keterlibatan perempuan di kantor politik di Kabupaten Karo masih kurang. Hal ini dapat dilihat dari data yang ada dan hasil wawancara dengan berbagai informan yang terlibat di kantor politik dan yang tidak terlibat. Dibandingkan dengan daerah lain, perempuan di Kabupaten Karo dalam hal keterlibatan dalam politik karena kepala daerah kurang. Dalam dua periode pemilihan kepala daerah, pada tahun 2010 dan 2015 hanya ada satu kader yang mencalonkan dirinya sebagai kepala daerah. Pada dasarnya kebutuhan perempuan dan laki-laki tentu berbeda, untuk mengakomodasi dan memahami masalah perempuan dan untuk merumuskan kebijakan ideologi yang lebih ideal jika perempuan berpartisipasi aktif dalam pembuatannya.
Kekuatan Simbolik Beras dalam Ritus Kehidupan Masyarakat Batak Toba
Resmi Hutasoit;
Izak M. Lattu;
Ebenhaizer I Nuban Timo
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 5, No 2 (2020): ANTHROPOS JANUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v5i2.14922
This article aims to analyze the background or history of rice used as a symbol of spirit strengthening in the rites of life stages in the Batak land which are carried out in the adat of marriage, free from distress, promotion, entering a new home also when the child is baptized. The method used is a qualitative method with interview, observation and literature study techniques. The results found that rice has a sacred value for the Batak people. Rice is generally owned by the rich and poor so that there is social equality so that using rice as a symbol of spirit strengthening. Rice provides physical needs for health. Human physical health is very influential on the human spirit. When giving rice in certain events there is an element of safety, when the rice is placed over the head and scattered. They use rice as a symbol in certain rites from generation to generation from their ancestors. Rice for the Batak has a very high historical value from the process of planting rice to rice. This paper contributes to traditional leaders and young people to preserve and understand the traditions of their ancestors.
Fenomena Perkawinan Dini di Kalangan Perempuan Jawa Deli – Deli Serdang
Nofriani Taufan;
Rosramadhana Rosramadhana
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 2, No 1 (2016): ANTHROPOS
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v2i1.5274
Skripsi ini menjelaskan tentang proses terjadinya perkawinan dini, peranan orang tua dan tokoh masyarakat serta dampak perkawinan dini dengan keberlangsungan rumah tangga pelaku perkawinan dini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian yaitu perempuan Jawa Deli di desa Klumpang Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang yang melakukan perkawinan di bawah usia 19 tahun, orang tua perempuan yang melakukan perkawinan dini, serta tokoh masyarakat. Sementara itu teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan fenomena perkawinan dini terjadi karena faktor ekonomi, faktor pendidikan, faktor kepercayaan, faktor pergaulan. Dari faktor ekonomi dikarenakan penghasilan orang tua yang kurang memadai memutuskan untuk melaksanakan perkawinan dini guna membantu kehidupan keluarga. Faktor pendidikan yang tidak memiliki pendidikan yang cukup dan faktor kepercayaan yang takut menolak lamaran. Dari factor pergaulan adalah adanya kegiatan pacaran sehingga hamil di luar nikah. Kurangnya pengawasan orang tua dan tokoh masyarakat dalam mengantisipasi perkawinan dini dan perceraian merupakan jalan yang banyak di tempuh karena kurangnya kesiapan psikis para penikah dini. Perceraian juga disebabkan beberapa faktor antara lain kekerasan fisik maupun pshikis, ekonomi finansial dan perselingkuhan. Kata Kunci: Fenomena; Perkawinan; Usia Dini; Perempuan Jawa
Penerapan Metode Active Debate untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar pada Mata Kuliah Hubungan Internasional di Jurusan PPKn
Prayetno Prayetno;
Budi Ali Mukmin;
Julia Ivanna;
Ramsul Nababan
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 3, No 2 (2017): Anthropos
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v3i2.8304
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa pada mata kuliah hubungan internasional melalui metode active debate. Penelitian ini dilakukan di Jurusan PPKn, khususnya di kelas regular C dengan waktu penelitian dimulai pada bulan Juli sampai dengan bulan November tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (CAR) Class Action Researce yang berawal dari permasalahan yang muncul di dalam kelas. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan non tes. Tes yang diberikan berbentuk pilihan berganda dan non tes bersifat lembar obeservasi aktivitas kegiatan belajar mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode active debate memiliki pengaruh yang besar terhadap peningkatan aktivitas belajar dan dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Dalam hal peningkatan hasil belajar, penerapan metode active debate ini dapat meningkatkan hasil belajar dengan nilai rata-rata 86.6 pada siklus II. Sementara itu aktivitas belajar mahasiswa juga meningkat dengan menggunakan metode active debate ini. Hal itu dapat dilihat dari tujuh butir penilaian untuk melihat aktivitas belajar, yaitu keberanian dan semangat untuk mengungkapkan argumentasi; keterampilan dan kemampuan untuk bertanya: keterampilan dan kemampuan mahasiswa untuk menjawab; menyampaikan pendapat tentang materi; penalaran yang rasional dalam menyampaikan pendapat; aktif dan bertanggung jawab dalam selama proses; dan menghargai perbedaan pendapat. Semuanya mengalami yang signifikan. Dari data penelitian dapat dilihat dengan menggunakan model active debate respon mahasiswa pada mata kuliah Hubungan Internasional cenderung baik dan menyenangkan.
Makna Kuda dalam Tradisi Upacara Pernikahan Suku Alas di Aceh Tenggara
Wawan Dermawan;
Puspitawati Puspitawati
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 5, No 1 (2019): Anthropos
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v5i1.13097
This study aims to describe the meaning, influence and views of the community in using horses in Alas ethnic tribe marriages in Southeast Aceh. In this study, researchers used a type of qualitative research with a descriptive approach regarding the meaning, influence and views of calm horses in the tradition of the Alas Tribe wedding ceremony in the Southeast Aceh Regency. The results obtained in the study were the use of horses part of the Alas ethnic tribe wedding ceremony originating from the King's tribe pedestal, so that until now still maintaining horses in marriage, the influence of horses in the Alas Tribe wedding tradition in Southeast Aceh was very influential because the tribe used horses as vehicle equipment for the two brides and the views of the outside community of the Alas Ethnic group regarding the tradition of riding horses in the Alas ethnic tribe wedding in Southeast Aceh, that this horse was too excessive and saw social status. The conclusions of the meaning of horses in the traditions of the Ethnic Alas's marriage as strength, intelligence and freedom from that tribe alas still maintain the tradition of using horses in their marriages.
Pertolongan Persalinan Ma’blien pada Masyarakat Desa Sawang Kecamatan Samudera Aceh Utara
Puspitawati - -;
Rinanda Rahayu Batubara
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 1, No 2 (2015): ANTHROPOS
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v1i2.5081
Pertolongan persalinan oleh ma’blien merupakan pemberian jasa pertolongan kepada ibu yang melahirkan dengan tindakan yang dilakukan dari awal masa kehamilan, saat proses persalinan, sampai pada proses persalinan selesai. Hal ini menjadi pilihan ibu yang melahirkan dan keluarganya, sebagai dan rasa kepercayaan kepada ma’blien yang berperan dalam pertolongan persalinan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang menjadi prosedur pemecahan masalah penelitian dengan menggambarkan keadaan subyek penelitian dengan tujuan untuk mengetahui proses pertolongan persalinan oleh ma’blien di desa Sawang Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat desa Sawang, sampel penelitian yakni purposive sampling, dalam teknik ini pengambilan sampel disesuaikan dengan tujuan penelitian. Sebagai sampel dalam penelitian ini adalah ma’blien, ibu hamil, juga kepada orang terdekat yang terdiri dari suami atau orang tua/mertua. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masih adanya rasa kepercayaan masyarakat desa Sawang kepada ma’blien dalam pertolongan persalinan, faktor kepercayaan masyarakat bukan merupakan satu-satunya alasan masyarakat menggunakan ma’blien. Rasa kepercayaan masyarakat karena pertolongan persalinan yang dilakukan oleh ma’blien merupakan tradisi secara turun-temurun oleh keluarga mereka. Masyarakat desa Sawang menganggap ma’blien adalah orang yang diberikan kemampuan untuk membantu proses persalinan yang cukup berpengalaman. Terdapat beberapa faktor lain yakni faktor ekonomi, geografis, dan pendidikan. Kata Kunci: Pertolongan; Persalinan; Ma’blien; Masyarakat
Peran Pesantren dalam Membentuk Karakter Santri
Syadidul Kahar;
Muhammad Irsan Barus;
Candra Wijaya
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 4, No 2 (2019): Anthropos
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v4i2.11949
The purpose of this study was to find out the role of the Darusaa'dah Islamic Boarding School in the Pangkalan Susu District of Langkat in the Form of Santri Character The approach used is case study. The object of this research is religious Islamic education institutions. Data sources are people who are directly and indirectly involved with pesantren. To collect these data, the author uses several techniques in data collection, namely documentation, observation and interviews. Data analysis in research uses interpretive patterns that aim to achieve a correct understanding of facts, data and symptoms. In this study researchers focused on two curricula, namely the pesantren curriculum and the general education curriculum. used in the Darusa'dah Islamic Boarding School which is related to character formation. The Darusaa'dah Islamic Boarding School curriculum accommodates students who focus on learning two curricula, namely the pesantren curriculum and the general education curriculum. The pesantren curriculum material taught is sourced from the yellow book which includes; religious laws, monotheism, morals and Arabic. The education curriculum of the Darusaa'dah Islamic Boarding School is focused on the teaching of the Koran, hadith and the books written by the previous ulama. Educational material is presented based on class. The pesantren curriculum and general education curriculum are taught in the Darusaa'dah Islamic Boarding School, as well as forming the character of the santri.
Pengelolaan Sampah Daur Ulang Sebagai Kreasi Seni Masyarakat Doudo
Latifah Handayani;
Setyo Yanuartuti
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 6, No 1 (2020): ANTHROPOS JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/antro.v6i1.16082
Society can be called the human life that is in a single unit, interact with each other according to the prevailing custom system, is continuous, and is bound by shared identity. Doudo Village, until 2015, had a serious problem with household waste problems. The community as the party involved, is obliged to manage household rubbish as an effort to protect the environment. The method used in this study is a qualitative method by taking a case in Doudo Village. The purpose of this study is to explain the Doudo Village Community system which has two ways of managing their household waste. Namely, through the garbage bank, which is deposited once a week. Then also, how they process the results of the garbage bank into an art creation, which has a sale value. The results of this study can be seen from changes in local values in producing a creative economy. In the form of weekly income of residents who deposit waste at the Trash Bank. As well as artistic creations made from the results of garbage collection at the Trash Bank itself.