cover
Contact Name
Moh. Dannur
Contact Email
fikrotunaalkhairat@gmail.com
Phone
+6282336007694
Journal Mail Official
bafat05@gmail.com
Editorial Address
Jalan: Palenggaan (Palduding) Phone: (0234) 3515042 Fax. 3515024 Pamekasan, Jawa Timur, 69362
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
ISSN : 24422401     EISSN : 24775622     DOI : https://doi.org/10.32806/jf.v14i02
Core Subject : Education,
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam. The journal focuses on aspects related to education and management in Islam. This journal contains scientific studies on Islamic education and management, educational innovations, educational policy, and educational thinking in the form of 1) Research results, 2) conceptual ideas, 3) literature reviews, and 4) practical experience.
Articles 260 Documents
Teori Adult Learning, Ekspriental Learning Cycle dan Perubahan Performance Individu dalam Pendidikan dan Pelatihan Dannur, Moh.
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 6 No. 1 (2017): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v5i1.2953

Abstract

Teori belajar merupakan hal yang sangat penting dalam Manajmen Pendidikan dan Pelatihan apabila ingin meraih hasil yang maksimal dalam proses transformasi pengetahuan. Adult Learning dan Ekspriental Learning Cycle salah satu teori yang paling masyhur di dalamnya. Dalam upaya meraih hasil yang maksimal juga perlu adanya pengetahuan tentang motivasi dan faktor-faktor dalam pengembangan individu, perubahan performanya, serta dinamika individu kelompok. Sehingga dengan pengetahuan yang dimilikiakan dengan mudah merealisasikan yang diinginkan. Kata kunci: Adult learning, expriental learning cycle, performance. Learning theory is very important in Management of Education and Training if you want to achieve the maximum results in the transformation process of knowledge. Adult Learning and Expriental Learning Cycle are the most famous theories within it. In the effort to achieve the maximum results also needs the knowledge about motivation, the factors in the development of individuals, the changes of performance, and the dynamics of individual groups. So with this knowledge you will easily realize the thing you desired. Keywords: Adult learning, expriental learning cycle, performance.
Pembiasaan Empat Karakter Kenabian di Madrasah Ibtidaiyah (Studi Analisis Program Kegiatan MI Muhammadiyah Program Khusus Kartasura, Sukoharjo) Yulianto, Rian
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 6 No. 1 (2017): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v5i1.2951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pembiasaan karakter kenabian melalui manajemen kegiatan siswa di madrasah. Informasi digali melalui wawancara, observasi dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Temuan hasil penelitian adalah sebagai berikut: Pertama, karakter kenabian diimplementasikan berdasarkan indikator yang diinginkan oleh madrasah. Kedua, pendidikan karakter dikembangkan melalui kegiatan-kegiatan yang sebelumnya direncanakan melalui program kerja dari berbagai bidang di madrasah. Ketiga, pelaksanaan dilakukan oleh semua pihak, siswa sebagai sasaran dan guru sebagai fasilitator. Keempat, evaluasi dilakukan secara berkala dan selalui menyesuaikan kasus-kasus yang terjadi di lapangan. Kelima, output dari penanaman karakter kenabian adalah siswa terbiasa melaksanakan pembiasaan-pembiasaan di luar madrasah. Kata Kunci: pembiasaan, pendidikan, karakter kenabian. This study aims to find habituation prophetic character through management of student activities at the school. The information collected through interviews, observation and documentation then analyzed by qualitative descriptive approach. The findings of the study are: 1) the character of prophetic implemented based on the indicators desired by the madrassa, 2) The character education is developed through activities that planned through the work program of the various fields in madrassas, 3)the implementation by all parties, students as a target and the teacher as a facilitator, 4) evaluation conducted regularly and kept up-to adjust the cases occurred in the field, 5) output of planting prophetic character is used to implement student habituation-conditioning outside the madrassa. Keywords : Habituation, Education, Prophetic Character.
Wasiat Pendidikan Sufistik Dalam Naskah Tanbih Mursyid Tarekat Qodiriyyah Naqsyabandiyah Suryalaya (Telaah Pemikiran Guru Mursyid Tqn Suryalay) Sayyi, Ach.
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 6 No. 1 (2017): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v5i1.2947

Abstract

Pendidikan sufi ini menjadi sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh individu dan masyarakat. Karakter moral masyarakat yang lemah perlu dikembangkan lebih jauh melalui berbagai cara yaitu pendidikan sufi secara vertikal adalah moral dan penyembahan kepada Allah, dan secara horizontal merupakan moral yang baik bagi sesama makhluk. Beberapa contoh hal yang dapat meningkatkan tingkat moral dan karakter adalah; Pertama, pendidikan awal dalam keluarga menanamkan karakter sejak dini oleh orang tua dan lingkungan sekitar seperti kejujuran, tanggung jawab, keberanian, sopan santun, rendah hati, murah hati dan sebagainya. Kedua, mengadakan kegiatan spiritual seperti pembacaan rutin, Kelahiran Nabi, habituasi zikir / wird setelah sholat. Ketiga, mengadakan pelatihan (Riyadlah) dalam bentuk munajat kepada Allah SWT. Murshid Tanbih TQN Suryalaya pada dasarnya menawarkan rangkaian solusi untuk mewujudkan pendidikan yang menekankan nilai-nilai penciptaan manusia yang sempurna. Abstrak This Sufi education becomes very important and much needed by individuals and society. The weak moral character of society is needs to be developed further through many ways which is Sufi education vertically is morals and worship Allah properly, and horizontally is a good moral to fellow beings. Some examples of things that can increase the level of moral and character is; First, the early education in families instill character early on by parents and the surrounding environment such as honesty, responsibility, courage, courtesy, humble, generous and so forth. Second, hold spiritual activities such as regular recitation, Birth of the Prophet, habituation zikir / wird after prayer. Third, hold trainings (Riyadlah) in the form of munajat to Allah SWT. Murshid Tanbih script TQN Suryalaya essentially offers a suite of solutions to realize education that emphasizes the values ​​of the creation of perfect man.
Amsal al-Qur’an: Sebuah Kajian dalam Psikologi Pendidikan Islam M. Suud, Fitriah
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 6 No. 1 (2017): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v5i1.2952

Abstract

Al-Qur’an memiliki cabang ilmu yang beraneka ragam di dalamnya, salah satunya adalah amsal al-Qur’an, ilmu ini memuat perumpamaan-perumpamaan tentang berbagai hal yang sarat dengan makna dan hikmah yang besar. Amsal al-Qur’an merupakan penyampaian gagasan-gagasan dengan bahasa yang padat dan indah, menghadirkan sesuatu yang abstrak seolah-olah dapat diindrakan oleh manusia, yang sulit difahami dan dibayangkan menjadi hal yang mudah dicerna dan menjadi kongkrit. Hal ini kemudian menjadi pelajaran besar bagi orang yang mau mengkajinya. Para pendidik di kalangan Islam bisa menjadikan amsal al-Qur’an sebagai contoh yang sangat berharga dalam dunia pendidikan baik dari segi tujuan, materi, metode maupun media yang digunakan. Secara garis besar, amtsal al-Qur’an terbagi menjadi tiga, yaitu amsal Musharrah, amsal Kaminah, dan amsal Mursalah. Dalam perkembangan ilmu tafsir, amsal memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap perkembangan berfikir umat Islam dalam mendalami dan memahami Al Qur’an. Ayat - ayat Al-Qur’an yang mengandung amsal, mengandung manfaat dalam pendidikan dan juga kejiwaan. Selain itu amsal al-Qur-an juga tidak sepi dari nilai-nilai psikologi baik psikologi umum maupun psikologi pendidikan Islam. Makalah ini akan menyampaikan amsal al-Qur’an dalam kaitannya dengan psikologi dan nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Kata Kunci : Amsal al-Qur’an, Psikologi, Pendidikan. Al-Quran has many diverse branches of science within, one of them is the proverb of al-Quran. This science contains parables a lot of things that are fully loaded with meaning and great wisdom. The proverbs of the Qur'an are the transmissions of ideas in a dense and beautiful language, presenting something abstract as if it could be induced by human beings, the difficult to understand and to imagine easily becomes digested and concrete. This case then becomes a big lesson for people who want to study it. Educators in Islamic institutions can make the proverbs of the Qur'an as a very valuable example in the world of education both in terms of purpose, materials, methods and media used. Broadly speaking, the proverb of al-Quran is divided into three, namely the proverb of Musharrah, proverb of Kaminah, and proverb of Mursalah. In the development of science of tafsir, proverbs give a considerable contribution to the development of Muslims thinking in deepening and understanding the Qur'an. The Qur'anic verses containing the proverbs, contain both educational and psychological benefits. In addition, the proverb of al-Quran is also not empty of the psychological values ​​of both general psychology and the psychology of Islamic education. This paper will convey the proverbs of the Qur'an related to the psychology and educational values ​​contained within. Keywords: Amsal al-Quran, Psychology, Education.
Pendidikan Islam Inklusif Pesantren ( Kajian Historis - Sosiologis di Indonesia ) Rohmadi, Syamsul Huda
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 6 No. 1 (2017): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v5i1.2949

Abstract

Transformasi pesantren ke arah modernitas untuk menyongsong pengaruh dari luar peranan pada kyai sebagai figur pemimpin. Ada pesantren yang tetap mempertahankan misi pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddin, akan tetapi ada juga pesantren yang didesain sebagai lembaga yang bergerak di bidang sosial ekonomi keagamaan di samping pengkajian kitab-kitab klasik sebagai ciri khas pesantren. Inklusif adalah keterbukaan sikap dalam menerima keberbedaan dengan tetap berinteraksi dalam kehidupan, sehingga dalam konteks kultur yang beraneka ragam. Perlunya pesantren lembaga pendidikan melihat proses transformasi sosial dan yang kedua pengembangan pesantren tidak tercerabut dari akar tradisinya Kata Kunci : Islam Inklusif, Pesantren The transformation of pesantren toward modernity to meet the influence from outside role on kyai as leader figure. There is a boarding school that still maintains the mission of pesantren as a tafaqquh fiddin institution, but there are also pesantren designed as an institution engaged in the field of religious social economy in addition to the study of the classic books as a characteristic of pesantren.Inclusive is the openness of attitudes in accepting diversity by staying interacting in life, so in the context of diverse cultures. The need for pesantren educational institutions to see the process of social transformation and the second development of pesantren not tercerabut from the roots of tradition. Keywords: Inclusive Islam, Boarding School.
Urgensi Evaluasi Untuk Pendidikan Rohmah, Fitri Nur
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 6 No. 1 (2017): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v5i1.2954

Abstract

salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah mampu melakukan evaluasi dengan baik. Ini penting dilakukan karena tujuan evaluasi selain untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dan KBM, juga sangat penting digunakan untuk memilih strategi dan metode pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran. Penerapan sistem evaluasi yang benar sangat dibutuhkan mengingat tidak semua guru bisa melakukannya. Secara teoritis mungkin mereka memahami evaluasi,tetapimasih banyak yang belum menerapkan langkah-langkah evaluasi yang benar. Oleh karena itu sangat diperlukan pengetahuan tentang langkah pelaksanaan evaluasi yang benar agar hasil evaluasi benar-benar menggambarkan kemampuandan keadaan siswa sehingga hasil evaluasi bisa digunakan sesuai dengan fungsi dan tujuan evalausi dalam pendidikan. Kata kunci: evaluasi, tujuan pendidikan. One of the main competencies that a teacher must have is able to evaluate well. This is important to do because the purpose of evaluation beside to know the success degree of students and teaching and learning activity, is also very important to choose the appropriate strategies and methods in learning. The Implementation of a correct evaluation system is needed because not all teachers can do it. Scientifically and theorically they understood very well, but applying the correct evaluation steps is still very rare to conduct. Therefore it is necessary to have a knowledge of correct evaluation steps so that evaluation result will really describe the ability and state of student, hopefully the evaluation result can be used as a function and purpose of evalution in education. Keywords: evaluation, educational.
Interkoneksi Sufi Klasik Dan Kontemporer (Mengenal Sufisme Islam) Yusub, Fitryadi Hi.
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 6 No. 1 (2017): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v5i1.2946

Abstract

Tulisan ini akan membahas tentang, “sufisme“Mengenal sufi Islam Tanpa Batas”. Sufisme merupakan salah satu bagian daripengkajian Tasauf,paham ini didasarkan pada asumsi bahwa praktik-praktik dijalankan para penganutnya yang telah “dirumuskan” oleh kaum muslim terdahulu, yaitu para sahabat nabi saw,serta para tabiin, sebagaimana halnya orang-orang yang hidup setelah itu, dikonsepkan sebagai jalan menuju titik kebenaran. Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa: Pertama, Sufisme merupakan salah satu warisan ilmu pengetahuan Islam yang penting untuk di pelihara, dijaga serta mampu diperhatikan oleh umat Islam.Kedua, Perkembangan tarekat sufisme mengalami kemajuan, seiring dengan perkembangan waktu dari satu masa ke suatu zaman berikutnya. Sehingga menepis anggapan yang menganggap bahwa para sufi dan tarekatnya tidak akan mengalami perkembangan seiring dengan terjadinya modernisasi dan industrilisasi.Ketiga, Pengikut sufi memiliki ajaran yang sangat penting bagi pencarian ketenangan hati, yang disebut dengan uzlah. Uzlah atau pengasingan diri dari pergaulan masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kata kunci: Sufisme, Tasauf, Islam Abstract This paper will discuss about SUFISM, "know the Sufis of Islam without borders". Sufism is one part of the study of Tasauf, this doctrine is based on the assumption that the practices executed her followers that have been "reformulated" by Muslims earlier, that the companions of the Prophet, as well as the taabi'een, as well as those who live after that, conceptualised as the way to point out the truth. This study aims to discover: Recognize the concept of Sufism Get to know the characters of traditional Sufi Thought and His congregation. The results of this study indicate that: Sufism is one legacy of Islamic science that is important to observe, guarded as well as being able to be noticed by the Muslims. the development of Sufism progress, along with the development of one period of time to a time of following him. So shook off the assumption to assume that the Sufis and his congregation will not experience the development along with the modernization and industrilisasi. The Nietzsche have teachings that the search is very important for peace of mind, which is called uzlah. Uzlah or exile from his people to closer to God.
Full Day School Sebagai Penguatan Pendidikan Karakter (Perspektif Psikologi Pendidikan Islam) Siregar, Lis Yulianti Syafrida
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 6 No. 1 (2017): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v5i1.2945

Abstract

Penerapan full day school merupakan alternatif solusi dari revolusi pendidikan terhadap permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan. Full day school adalah istilah dari proses pembelajaran yang dilaksanakan secara penuh, dimana aktifitas belajar anak dilakukan lebih banyak disekolah daripada dirumah. Proses belajar mengajar diberlakukan di pagi hari sampai dengan sore hari. Konsep dasar full day school sama dengan pendidikan Islam, dimana aplikasinya bertujuan agar memanfaatkan waktu dengan melakukan hal yang bermanfaat, ini adalah manifestasi dari belajar tanpa batas. Pendidikan Islam sebagai usaha untuk membimbing pertumbuhan dan perkembangan kepribadian siswa supaya mereka hidup sesuai dengan ajaran Islam. Pendidikan merupakan satu dari pembahasan-pembahasan yang ada pada Al-Qur’an. Al-Qur’an merupakan firman Allah yang selanjutnya dijadikan pedoman hidup (way of life) kaum muslim yang tidak ada keraguan di dalamnya. Di dalamnya terkandung ajaran-ajaran pokok (prinsip dasar) menyangkut segala hal aspek kehidupan manusia, termasuk pendidikan. Al-Qur’an bisa dijadikan sebagai inspirasi untuk dikembangkan dalam rangka membangun pendidikan yang bermutu. Kata kunci: Full day school, Pendidikan, Al-Qur’an Implementation of full day school is an alternative solution of the educational revolution to the problems that occur in education. Full day school is the term of the learning process that is carried out in full, where the learning activities of children done more school than at home. Teaching and learning process is applied in the morning until the afternoon. The basic concept of full day school is the same as Islamic education, where its application aims to make use of time by doing useful things, this is a manifestation of learning without limit. Islamic education as an effort to guide the growth and development of student personalities so that they live in accordance with the teachings of Islam. Education is one of the discussions that exist in the Qur'an. The Qur'an is the word of Allah which is then used as a guide of life (way of life) of the Muslims that there is no doubt in it. It contains the basic teachings (basic principles) concerning all aspects of human life, including education. The Qur'an can serve as an inspiration to develop in order to build a quality education. Keywords: Full day school, Education, Al-Qur'an
Rekonstuksi Metode Belajar Kontektualis Santri Pondok Pesantren Salaf dan Khalaf di Madura Rahem, Zaitur
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 6 No. 1 (2017): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v5i1.2948

Abstract

Dunia pendidikan di Indonesia sering dibingungkan dengan persoalan pencarian metode belajar alternatif. Kebimbangan ini terjadi karena elemen pemerintah melihat, hasil dari proses yang dilakukan sejumlah lembaga pendidikan dinilai kurang maksimal. Beberapa perubahanan metode belajar telah dilakukan untuk mendapatkan hasil maksimal. Sehingga mengemuka pertanyaan, kegagalan pendidikan disebabkan oleh metode atau lebih karena factor sumber daya manusianya? Dalam perkembangannya, pondok pesantren dibagai menjadi salafiyah dan khalafiyah. Pondok pesantren dianggap sejumlah pihak sebagai kawah penuh inspirasi dan motivasi. Santri bisa belajar dengan dinamis. Meski dalam kampium keterbatasan. Proses di pondok pesantren selamana ini dipandang mampu menghasilkan produk berkarakter. Seperti apa realitas pondok pesantren salaf dengan khalaf. Kata Kunci: Metode Belajar, Pesantren. Abstract: The world of education in Indonesia is often confused with the question of finding alternative learning methods. This balance occurs because the elements of the government saw, the results of the process undertaken by some educational institutions considered less than the maximum. Several changes of learning method have been done to get maximum result. So that raises the question, the failure of education caused by the method or more because of the human resources factor? The reality of early education, represented by traditional educational institutions archipelago, boarding school. In its development, Boarding School is divided into salafiyah and khalafiyah. Boarding School is considered a number of parties as a crater full of inspiration and motivation. Students can learn dynamically. Although in the campium limitations. The process at this Boarding School boarding house is considered capable of producing character products. What is the reality of Boarding School salaf cottage with khalaf. Keyword : Alternatif, salaf , khalaf
Implementasi Kurikulum Kulliyatul Mu’alimin Al-Islamiyah (KMI) di Pondok Pesantren Tarbiyatul Mu’allimien Al-Islamiyah (TMI) Al-Amien Prenduan dan Ma’hadul Mu’allimien Al-Islamiyah (MMI) Mathlabul Ulum Jambu Sumenep Fajriyah, Fajriyah
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 6 No. 1 (2017): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v5i1.2944

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dan memahami: Kurikulum kulliyatul mu’allimin al-islamiyah; Implementasi kurikulum kulliyatul mu’allimin al-islamiyah; Faktor pendukung dan faktor penghambat kurikulum kulliyatul mu’allimin al-islamiyah; dan Strategi mengatasi faktor penghambat kurikulum kulliyatul mu’allimin al-islamiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian studi multi situs. Hasil penelitian ini yaitu: kurikulum KMI di TMI dan MMI perumusan kurikulum KMI didasarkan filosofi yang tercermin dari visi dan misi yang diturunkan dalam tujuan dan disusun dalam langkah yang opersional. Faktor pendukung: terdapat kedisiplinan yang ditanamkan kepada guru dan santri; SDM yang berkompeten; kepedulian orang tua dan masyarakat; dan strategi mengatasi faktor penghambat kurikulum KMI di TMI dan MMI, memaksimalkan penggunaan teknologi informasi (IT) dalam proses pembelajaran, peningkatan kualitas SDM dengan mengikutsertakan guru dalam pelatihan dan pendidikan di pesantren maupun di luar pesantren. guru berperan aktif. Kata Kunci: Implementasi, Kurikuilum, KMI. Abstract: While the purpose of this research are to describe: The curriculum of kulliyatul mu’allimin al-islamiyah; Implementation of curriculum of kulliyatul mu’allimin al-islamiyah; Factor of support and factor pursuer of curriculum of kulliyatul mu’allimin al-islamiyah; and Strategy to overcome factor of pursuer of curriculum of kulliyatul mu’allimin al-islamiyah. Results of this research are: curriculum KMI in TMI and MMI: the first, curriculum formulating of KMI based philosophy that taken by vision and mission applied the aim and arranged in step operational, the curriculum implementation KMI and MMI boarding house as formal education institution and non formal to do learning process for 24 hour, support factor and pursuer factor of curriculum KMI in TMI and MMI,pursuer factor are: minimize boarding house facility; limited financial ; the civil participation is low because the perception’s parent and society delegated fully to the boarding house leader, support factor: get discipline given to the student and teacher; labor force competitive; parent and society care; the strategy to overcome pursuer factor of curriculum KMI in TMI and MMI maximal using of information technology (IT) in learning processes, improving quality of labor force by teacher participate in training and education at boarding house and out boarding house. the teacher roles actively

Page 3 of 26 | Total Record : 260


Filter by Year

2016 2025