cover
Contact Name
Moh. Dannur
Contact Email
fikrotunaalkhairat@gmail.com
Phone
+6282336007694
Journal Mail Official
bafat05@gmail.com
Editorial Address
Jalan: Palenggaan (Palduding) Phone: (0234) 3515042 Fax. 3515024 Pamekasan, Jawa Timur, 69362
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
ISSN : 24422401     EISSN : 24775622     DOI : https://doi.org/10.32806/jf.v14i02
Core Subject : Education,
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam. The journal focuses on aspects related to education and management in Islam. This journal contains scientific studies on Islamic education and management, educational innovations, educational policy, and educational thinking in the form of 1) Research results, 2) conceptual ideas, 3) literature reviews, and 4) practical experience.
Articles 258 Documents
Dinamika Kepemimpinan Pondok Pesantren ARIFIN, SAMSUL
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 5 No. 2 (2016): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v4i2.2751

Abstract

The writer conducted a qualitative research approach of social phenomenology;the data in this study were collected by using observation, in-depth interviews, anddocumentations. In order to articulate the leadership of the Islamic boarding school,the data has been analyzed by using qualitative methods with the mindset ofdeductive-inductive. The process of data analysis carried out in phases: datareduction, data presentation, and conclusion.The dynamics of leadership in Islamic boarding school. The figure of Kiai isthe central figure and more of it is a determinant factor to the success of studentsin the search for knowledge, leadership models used a model of democraticleadership. In that sense, all the information from the outside before being madepolicies (rules) boarding schools, first in the filter by a caregiver. Developmentprograms are prioritized in formal and non-formal. The inhibitors of Islamicboarding school leadership, namely: Human Resource students, education funds,and the interest of society to change the tendency towards salafiyah and modernvalues. Supporting; Their means of education oriented to the development ofstudents, and institutions that help students accommodate their talents andinterests to develop.AbstrakPondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yangmenempatkan sosok kiai sebagai tokoh sentral dan masjid atau surausebagai pusat lembaganya. Lembaga ini merupakan institusi pendidikanIslam tertua di Indonesia dan sekaligus merupakan bagian dari warisanbudaya bangsa (indigenous culture). Maka, bukanlah kebetulan jikapesantren masih dapat bertahan hingga saat ini.Dinamika kepemimpinan di pesantren. Sosok kiai merupakan figursentral dan lebih dari itu merupakan faktor determinan terhadapsuksesnya santri dalam mencari pengetahuan, model kepemimpinanmenggunakan model kepemimpinan demokrasi. Dalam artian, Semuainformasi dari luar sebelum dijadikan kebijakan (aturan) pesantren,terlebih dahulu di filter oleh pengasuh. Pengembangan programdiprioritaskan pada pendidikan formal dan non-formal. Penghambat darikepemimpinan pesantren ini, yaitu: Sumber daya santri, Dana pendidikan,dan Minat masyarakat yang mengalami perubahan kecenderunganterhadap nilai salafiyah dan modern. Penunjangnya; Adanya saranapendidikan yang berorientasi pada pengembangan santri, dan lembagayang membantu santri mengakomodir bakat dan minatnya untukberkembang.
Tradisi Akademik Pesantren: Perubahan Sistem Manajemen Dari Tradisional Ke Modern SHIDDIQ, AHMAD
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 5 No. 2 (2016): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v4i2.2748

Abstract

Pesantren as education institute can plant knowledge of Indonesia humanbeing, exhaustively. Science tradition of pesantren with a number of its peripheral,giving nuance differ from tradition outside pesantren. strong Science tradition inpesantren give stock [at] santri later after expressed to pass (mampu) master bukuTurn yellow ( Classicly), later;then get diploma from a kiai. tradition of Akademiksantri in pesantren, representing one form process complete study, which canpresent one grad buttonhole of pesantren eclectic have, matured personality [to],and high capable in engineer social. Instruction of bukus turn yellow the by kiaisantri [done/conducted] in form of sorogan, or bandungan of weton, deliberationclass and halaqah. While education system in PP Annuqayah that is system ofshalaf (tradisional) of khalaf (Modern, klasikal). this Shalaf System inmaisonette/bording of pesantren [in] Annuqayah used in maisonette/bordingpesantren of itself, good [of] Sorogan, weton, bandungan. system of Khalaf inMaisonette/bording of Pesantren Annuqayah in its growth, there is three appliedsystem in Maisonette/bording of Pesantren that is System of Klasikal, coursesssystem, practice and education.AbstrakPesantren sebagai lembaga pendidikan mampu menyemaikanpengetahuan manusia Indonesia, secara mendalam. Tradisi keilmuanpesantren dengan sejumlah perangkatnya, memberikan nuansa berbedadengan tradisi di luar pesantren. Tradisi keilmuan yang kuat dalampesantren memberikan bekal pada santri kelak setelah dinyatakan lulus(mampu) menguasai kitab Kuning (Klasik), kemudian mendapat ijazahdari seorang kiai. Tradisi akademik santri di pesantren, merupakan satubentuk proses pembelajaran yang tuntas, yang dapat menampilkan satusosok lulusan pesantren yang berwawasan luas, berkepribadian matang,dan berkemampuan tinggi dalam melakukan rekayasa social. Pengajarankitab-kitab kuning tersebut oleh santri kiai dilakukan berbentuk sorogan,bandungan atau weton, halaqah dan kelas musyawarah. Sedangkan sistempendidikan di PP Annuqayah yaitu sistem shalaf (tradisional) dan khalaf(Modern, klasikal). System shalaf ini dalam pondok pesantren diAnnuqayah digunakan dalam pondok pesantren itu sendiri, baik Sorogan,weton, bandungan. Sistem khalaf dalam Pondok Pesantren Annuqayahdalam perkembangannya, ada tiga sistem yang diterapkan di PondokPesantren yaitu Sistem Klasikal, sistem kursus-kursus, pendidikan danlatihan.
Manajemen Keuangan Pondok Pesantren ARIFIN, MIFTAHOL
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 5 No. 2 (2016): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v4i2.2745

Abstract

There are three factors that has significant role in the organization of Islamicboarding school system. Those are, management as the factor of efforts, theorganization as the factor of Facility, and the administration as the factor ofintention. These three factors give direction and cohesion in defining, controlling,organizing, supervising and assessing the implementation of the policies in aneffort to organize educational activities in accordance with the aim of every Islamicboarding school.One of the components of management in an effort to Islamic boarding schoolis financial management. Financial management of the Islamic boarding school isan activity undertaken in order to achieve the purpose of boarding schools that hadplanned to develop and manage resources and sources of funding and the potentialheld in the boarding school system effectively and efficiently. This activity can bestarted from the planning, organizing, implementing up to scrutiny. In thefinancial management at the school began with budget planning up to monitoringand financial accountability.Financial management of the Islamic boarding school is one of the substancesmanagement of educational institutions which will in turn determine the smoothoperation of the Islamic boarding school. As the case on the substance of educationin general management, financial management activities of the boarding schoolshould be done through the process of planning, organizing, directing,coordinating, monitoring or controlling. Some activities such as financialmanagement and assign an activity to obtain funding sources, utilization of funds,reporting, inspection and accountability.AbstrakAda tiga faktor yang berperan dalam sistem penyelenggaraan PondokPesantren yaitu, manajemen sebagai faktor upaya, organisasi sebagai faktorSarana, dan administrasi sebagai faktor karsa. Ketiga faktor ini memberiarah dan perpaduan dalam merumuskan, mengendalikan,penyelenggaraan, mengawasi serta menilai pelaksanaan kebijakankebijakan dalam usaha menyelenggarakan kegiatan pendidikan yangsesuai dengan tujuan setiap Pondok Pesantren.Salah satu komponen manajemen sebagai upaya dalam pondokpesantren adalah manajemen keuangan. Manajemen keuangan pondokpesantren merupakan kegiatan yang dilakukan guna mencapai tujuanpondok pesantren yang telah direncanakan dengan mengembangkan danmengelola sumber daya dan sumber dana serta potensi-potensi yangdimiliki dalam sistem pondok pesantren secara efektif dan efisien. Kegiatanini dapat dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan sampaidengan pengawasan. Dalam manajemen keuangan di sekolah tersebutdimulai dengan perencanaan anggaran sampai dengan pengawasan danpertanggung jawaban keuangan.Manajemen keuangan pondok pesantren merupakan salah satusubstansi manajamen lembaga pendidikan yang akan turut menentukankelancaran kegiatan pondok pesantren. Seperti halnya yang terjadi padasubstansi manajemen pendidikan pada umumnya, kegiatan manajemenkeuangan pondok pesantren seyogyanya dilakukan melalui prosesperencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian,pengawasan atau pengendalian. Beberapa kegiatan manajemen keuanganberupa kegiatan memperoleh dan menetapkan sumber-sumber pendanaan,pemanfaatan dana, pelaporan, pemeriksaan dan pertanggung jawaban.
Pondok Pesantren Masa Depan (Studi Pola Manajemen PP. Nahdlatun Nasyiin Bungbaruh Kadur Pamekasan) MAHFUD, MOH.; HAIRIT, ARTAMIN
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 5 No. 2 (2016): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v4i2.2750

Abstract

Islamic education institutions had been in Indonesia since the earlier Islamic period.The growth of Islamic institution in Indonesia had been caused of influence of Sultansand ‘Wali Songo’. The one of the Islamic institution here is ‘Pondok Pesantren’. In theearlier colonial period, Pondok Pesantren had a big influence in the developing of humanresources in Indonesia especially in the field of education. Pondok Pesantren have beenmade many innovations in their characters of teaching and education. It always needs toanswer many challenges in the global era, in which the social problems become morecomplex. The article discusses about management of Pondok Pesantren NahdlatunNasyiin. In the case study, we found that (1) management of curriculum in PondokPesantren Nahdlatun Nasyiin is a combination model between formally governmentcurriculum and Pesantren curriculum; (2) Student, equipment and financemanagements in the Pesantren have used the open and modern management which applythe management functions; (3) in the management of social relation, they have appliedtraditional model in which the communication between ‘Madrasah’ and students’ parentsor society is still dominated by the Madrasah Committee.AbstrakLembaga pendidikan Islam telah ada di Indonesia sejak masa awal Islam diIndonesia. Pertumbuhan lembaga pendidikan Islam di Indonesia disebabkanoleh pengaruh para sultan dan 'Wali Songo'. Salah satu lembaga Islam di siniadalah 'Pondok Pesantren'. Pada awal masa kolonial, Pondok Pesantrenmemiliki pengaruh besar dalam pengembangan sumber daya manusia diIndonesia khususnya di bidang pendidikan. Pondok Pesantren telah membuatbanyak inovasi dalam karakter mereka dari pendidikan dan pengajaran. Adaberbagai tantangan di era global yang harus dijawab dan dihadapi, dimanamasalah sosial menjadi lebih kompleks. Artikel ini membahas tentangpengelolaan Pondok Pesantren Nahdlatul Nasyiin. Dalam penelitian studikasus ini, kami menemukan bahwa (1) manajemen kurikulum di PondokPesantren Nahdlatul Nasyiin adalah model kombinasi antara kurikulum resmipemerintah dan kurikulum Pesantren; (2) Manajemen siswa, sarana danprasarana dan keuangan di Pesantren menggunakan manajemen terbuka danmodern yang menerapkan fungsi manajemen; (3) dalam pengelolaan hubungansosial, pondok pesantren menerapkan model tradisional di mana komunikasiantara 'Madrasah' dan orang tua siswa atau masyarakat masih didominasi olehKomite Madrasah.
Manajemen Pengembangan Tenaga Pendidik di SMA Primaganda Bulurejo Diwek Jombang HASAN, MOCH. SYA’RONI
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 5 No. 2 (2016): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v4i2.2747

Abstract

This study describe the implementation of Management developmenteducators at SMA Primaganda, Bulurejo Diwek, Jombang. The approach in thisstudy is a qualitative case study type. used data collection methods as well as therole of observation, interview and documentation. This study used a qualitativedescriptive approach. To check the validity of the data used extension study,perseverance observation, and triangulation. The analysis comes up with theconclusion that: (1). Development Planning educators: announcement held at thebeginning of the new academic year, the drafting team was formed educatorsdevelopment commission held hearings, the commission meeting is a forum forreviewing, memproduct and developed the concept of the development of educatorswho have been prepared. (2). The development of educators with activities ofinteraction with educators through formal and informal activities. Formalactivities in the development of educators, for example through mentoringactivities (tutorials), informally can be done through informal conversations in theroom as educators, yard madrassas and other places that are not resmi. (3).Problems encountered and solutions in the implementation of management effortspengembanagan educators (teachers) at SMA Primaganda include issues of timeand also there are many teachers who have not been able to use electronic means ofcomputer, the solution given is the clock supplied to the teacher to be able to learnwho helped by tutors.AbstrakPenelitian ini mendiskripsikan tentang pelaksanaan manajemenpengembangan pendidik (educators) di SMA Primagama, Bulurejo Diwek,Jombang. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan tipepenelitian studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan dalampenelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian inimenggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Untuk mengecek validitasdata, peneliti menggunakan studi ekstensi, observasi ketekunan, dantriangulasi. Berdasarkan analisis data, penelitian ini menyimpulkan bahwa:(1). Perencanaan pengembangan pendidik: pengumuman diadakan padaawal tahun ajaran baru, tim perumus membentuk komisi pengembanganpendidik untuk melakukan rapat komisi, sidang komisi adalah forumuntuk mengkaji, menghasilkan dan mengembangkan konseppengembangan pendidik yang telah disiapkan. (2). Pengembanganpendidik dilakukan dengan kegiatan interaksi melalui kegiatan formal daninformal. kegiatan formal dalam pengembangan pendidik, misalnyamelalui kegiatan mentoring (tutorial), untuk kegiatan informal dilakukanmelalui percakapan informal di ruang guru, halaman madrasah dantempat-tempat lain yang tidak resmi. (3). Problematika dalam pelaksanaanmanajemen pengembanagan pendidik (guru) di SMA Primagandamencakup masalah waktu dan juga banyaknya guru yang belum mampumenggunakan media komputer dalam pembelajaran. Solusi dariproblematika tersebut adalah memberikan waktu kepada guru untukmempelajari media komputer yang dibantu oleh tutor.
Pemimpin Profesional Madrasah MUNDIR, ABDILLAH
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 5 No. 2 (2016): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v4i2.2753

Abstract

AbtractProfessional leaders madrasah education institutions is a capable of givingdirection, setting objectives to be achieved, providing a solution for any problems,make decisions, site planning and strategy. He was a terrific in implementing theconcept. He actively communicate, coordinate, supervise and conduct theevaluation. The important thing is he motivate teachers and staff tobecomeprofessional teachers and professional staff. He built the morale and spirit oftogetherness in madrasa education institutions, teach, train, and give advice. Allhope it will materialize when a headmaster has the integrity to lead madrasaheducation institution to become an institution of superior qualityAbstrakPemimpin profesional lembaga pendidikan madrasah adalah seorangyang mampu memberikan arah, menetapkan tujuan yang akan dicapai,memberikan solusi terhadap setiap permasalahan, membuat berbagaikeputusan, perecanaan dan strategi. Ia adalah seorang yang hebat dalampengimplementasian konsep. Ia aktif berkomunikasi, berkoordinasi,mensupervisi dan mengadakan evaluasi. Yang terpenting adalah iamemotivasi para guru dan tenaga kependidikan untuk menjadi guru dantenaga kependidikan yang profesional. Ia membangun moral dansemangat kebersamaan dalam lembaga pendidikan madrasah,mengajarkan, melatih, dan memberi petuah. Semua harapan itu akanterwujud bila seorang kepala madrasah memiliki integritas untukmemimpin lembaga pendidikan madrasah menjadi lembaga yang ungguldan berkualitas.
Peran Kepemimpinan Visioner dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) MUIN, ABDUL
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 5 No. 2 (2016): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v4i2.2744

Abstract

ASEAN Economic Community (AEC) is the largest integration effort applied in developing countries in Southeast Asia. By the implementation of MEA, It will create a free market with the movement of goods, services, foreign investment, labor and freer movement which is covers approximately 590 million people. By the implementation of the free market, then the market will work without some distortion. A logical consequence of these condition is high competitiveness and challenge to be able to compete. Under these conditions, the ideal leader is needed to achieve the vision and mission of the nation and constantly competitive in the competition that will happen. This study will be analyze and assessed the benefits of visionary leadership to face MEA 2015. The type of visionary leadership is important because this leadership type is emphasized that a leader must develop social architecture and to encourage people to be able to cooperate and raced in creating their creativity. Thus, the visionary leadership is expected to be a solution for the leaders in this country to be able to stay ahead in the competition and could lead this nation into a production base not to be a market base. Abstrak Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan upaya integrasi terbesar yang diterapkan di negara berkembang di kawasan Asia Tenggara. Dengan diterapkannya MEA, akan tercipta pasar bebas dengan pergerakan barang, jasa, investasi asing, tenaga kerja serta pergerakan yang menjadi lebih bebas yang meliputi sekitar 590 juta orang. Dengan diterapkannya pasar bebas tersebut, maka pasar akan bekerja tanpa adanya distorsi. Konsekuensi logis yang muncul adalah terciptanya daya saing dan tantangan yang tinggi untuk dapat berkompetisi. Dengan kondisi demikian, pemimpin yang ideal sangat dibutuhkan untuk dapat meraih visi misi bangsa dan tetap kompetitif dalam persaingan yang akan terjadi. Dalam penelitian ini akan dianalisa dan dikaji manfaat dari tipe kepemimpinan visioner dalam menghadapi MEA 2015. Tipe Kepemimpinan visioner menjadi penting karena dalam tipe kepemimpinan ini ditekankan bahwa seorang pemimpin harus mengembangkan arsitektur sosial dan mendorong orang-orang untuk dapat bekerjasama dan berpacu dalam menciptakan kreativitas mereka. Sehingga, tipe kepemimpinan visioner diharapkan dapat menjadi solusi bagi para pemimpin di negeri ini untuk dapat tetap unggul dalam persaingan yang semakin ketat serta dapat mendorong bangsa ini menjadi production base bukan menjadi market base.
Peran Strategis Pedidikan Islam Dalam Mewujudkan Islamic Good Governance KUNAIFI, AANG
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 5 No. 2 (2016): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v4i2.2749

Abstract

It’s a certainly thing to applied good governance in a public interaction wholea state. Good governance is a major factor to satisfy all public needs as well aspossible. But, the fact nowdays is very far from our wish. So, we need to looking fora ideal good governance model, and the alternative is Islamic Good Governancewhich is has a clearence as an ideology and historical efectiveness. We just need aneffort to explore how to apply it contextually in a public service whole astate.Becouse Islam is perfectly an completely religion arround the world. It’s veryinterested to known how each of public components to contribute in it, specially forto islamic educational institution. It has a vitality contibution an strategic inexploring IGG.As we know that it is medium to creat as much as possible humanresources tha able to applied IGG.AbstrakPenerapan good governance merupakan keniscayaan bagi interaksimasyarakat berbangsa dan bernegara. Eksistensi good governance akanmenjadi faktor utama terpenuhinya hajat publik secara baik, merata, dansempurna. Namun faktanya seperti pungguk merindukan bulan, jauhdari harapan. Oleh karena itu merumuskan model good governance yangideal adalah langkah yang harus dilakukan. Salah satu alternatifnyaadalah Islamic good governance (IGG) yang memiliki landasan ideologiyang jelas dan memiliki fakta historis akan efektivitasnya. Sehinggadibutuhkan usaha keras untuk mengeksplorasi metode menerapkan IGGdalam konteks kekinian, sehingga kesempurnaan Islam sebagai agamadan ideologi mampu teraplikasi secara baik dalam kehidupan berbangsadan bernegara. Untuk itu menjadi menarik untuk memberikan peranyang proporsional terhadap elemen dan komponen masyarakat, salahsatunya adalah institusi pendidikan Islam. Ditinjau dari tujuan danfungsinya, institusi pendidikan Islam memiliki peran yang vital dalammengeksplorasi IGG (reinventing Islamic good governance). Karena institusipendidikan Islam merupakan wadah yang memiliki peran strategis bagiterciptanya SDM yang mumpuni bagi terwujudnya IGG.
Total Quality Manajement Berbasis Pesantren (Kajian Perspektif Pengelolaan Pendidikan Pesantren) YANTO, HARI; HAJI, MIN
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 5 No. 2 (2016): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v4i2.2746

Abstract

Total quality management become a reference in educational institutionsbased quality of process, service, human resources and results. Management thereare several things to explain, such as: Planning, organizing, directing andControlling. Pesantren with all the excellences, as yet still relevant to be used asreference as educational management. Therefore, it becomes interesting to beexplored of the management aspect, managerial organizational management andlearning process.AbstrakManajemen mutu terpadu menjadi acuan dalam pengelolaan lembagapendidikan yang berbasis kualitas dalam seluruh proses, layanan,keberadaan SDM serta hasilnya. Dalam manajemen ada beberapa hal yangperlu di perhatikan, semisal: Perencanaan (planning), Pengorganisasion(organizing), Penggerakan (directing), Pengawasan (Controling). Pesantrendengan seluruh nilai-nilai keunggulan yang jarang dimiliki oleh lembagapendidikan lainnya, sampai saat ini tetap relevan untuk dijadikan referensidalam pengelolaan pendidikan. Oleh karenanya, menjadi menarik untukditelaah dalam aspek pengelolaanya, baik pengelolaan dalam bidangmanajerial organisasi, maupun pengelolaan dalam bidangpengorganisasian proses belajar-mengajar yang ada di dalamnya.
Manajemen Pembaharuan Pesantren di Tengah Tantangan Kehidupan Masyarakat Global AFIFUL HAIR, MOH
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 5 No. 2 (2016): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v4i2.2596

Abstract

Pesantren as education institute obliged to perform a renewal refitalisation and utilize to yield taft generations, well informed generation with strength soul of pesantren firmness and develop knowledge which remain to coming from alqur'an and hadis. In growth of era, pesantren in this time deal with globalization current and modernization marked swiftly fast of technology and information. In consequence, pesantren have to make a change format, form, education method and orientation with note do not change vision, orientation and mission of pesantren

Page 2 of 26 | Total Record : 258