cover
Contact Name
Gigih Forda Nama
Contact Email
gigih@eng.unila.ac.id
Phone
+6285289774152
Journal Mail Official
gigih@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung Rectorat Building
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri
Published by Universitas Lampung
ISSN : 27220192     EISSN : 27220184     DOI : https://doi.org/10.23960/jtii.v5i2.92
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri merupakan jurnal ilmiah online yang dibuat untuk wadah publikasi artikel-artikel ilmiah dari para peneliti, perekayasa dan akademisi, sebagai tindak lanjut kebijakan Pemerintah mengenai publikasi ilmiah. Dalam jurnal ini akan dimuat artikel ilmiah dalam bentuk artikel review, hasil penelitian, hasil pengembangan teknologi dan inovasi hasil produk sebagai bentuk penerapan metode. Dewan redaksi diisi oleh Dosen, Peneliti dan Praktisi berbagai bidang ilmu Teknik dan beberapa mitra bestari yang direkrut dari luar.
Articles 70 Documents
Karakterisasi Proses Anaerobik Perombakan Substrat Multi-Karbon dengan Teknologi Sel Amobil Joni, Agustian; Lilis, Hermida
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v2i1.25

Abstract

Pengolahan limbah cair secara anaerobik untuk campuran limbah cair dari industri tapioka, gula dan pengolahan minyak kelapa sawit merupakan proses berprospek baik karena senyawa karbon dalam limbah cair cukup tinggi. Umpan campuran limbah cair dengan perbandingan tertentu diolah dengan proses anaerobik sel amobil UASB skala laboratorium. Evaluasi dilakukan terhadap konsentrasi COD dengan beban maksimal 15.000 mg/L, waktu tinggal hidrolik 10-20 jam, pH dan nutrisi umpan yang alami dan dikontrol dimana perbandingan volume 1:1:12 dibuat agar diperoleh kandungan COD campuran awal diatas 15.000 mg/L. Campuran limbah cair menghasilkan influen yang berwarna coklat keruh dengan pH sekitar 5. Reduksi kandungan COD pada setiap kelompok eksperimen berada pada rentang yang cukup baik, yaitu sekitar 67,07%-82,52% pada laju beban organik 6-36 kgCOD/m3/hari. Kondisi pH-nutrisi alamimenghasilkan tingkat reduksi COD yang lebih besar daripada kondisi limbah cair yang memiliki pH dan nutrisi dikontrol. Jumlah gas yang diakumulasi berada pada rentang rata-rata 140-370 mL/jam. Pada kondisi pH 5,5-6,5 proses degradasi COD limbah cair campuran berjalan lebih maksimal daripada biodegradasi dengan kondisi pH yang cenderung asam atau mendekati 7. Proses biodegradasi dengan pH kontrol menghasilkan reduksi COD sebesar 42-92%, sedangkan reduksi COD pada kondisi pH alami adalah lebih tinggi (sekitar 61-97%).
Kajian Awal Pembuatan Biofoam Berbahan Baku Campuran Pati dan Batang Sorgum Darni, Yuli; Aryanti, Annisa; Utami, Herti; Lismeri, Lia; Haviz, Muhammad
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v2i2.33

Abstract

Biofoam merupakan produk kemasan yang dapat menggantikan styrofoam untuk mengurangi penggunaan styrofoam yang terbuat dari bahan baku alami berupa pati dengan tambahan serat untuk memperkuat strukturnya. Di Indonesia berpotensi besar untuk membuat biodegradable foam karena banyak tanaman penghasil pati yang tumbuh seperti tanaman Sorgum (Sorgum bicolor L.) Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah produk biofoam dengan bahan baku pati dan batang sorgum dapat menjadi alternatif penggunaan styrofoam. Variasi komposisi pada penelitian ini yaitu komposisi batang sorgum 0% dan 5% dari berat kering dan komposisi PVOH 0% dan 30% dari berat kering. Pembuatan Biofoam ini dilakukan dengan metode thermopressing. hasil terbaik dari penelitian ini ialah biofoam 4 dengan variasi komposisi pati : batang : pvoh yaitu  6,5:0,5: 3 dengan densitas sebesar 0,72 gr/cm3 , daya serap air sebesar 25%, kuat tekan sebesar 0,384 Mpa, biodegradasi 55,5% selama 60 hari dan titik leleh (Tm) 93,25oC.
Perancangan Mobile Robotic Harvester yang Dilengkapi dengan Sensor Warna TCS230D untuk Proses Panen Selektif Buah Kopi Matang (Ripe Coffee Cherry) Vabylita, Maria Fransisca; Haviz, Muhammad; Hussein, Muhammad
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v4i1.61

Abstract

Pemanenan kopi di Indonesia masih dilakukan secara tradisional dengan pemetikan manual yang memiliki akurasi dan konsistensi yang rendah dalam memperoleh buah kopi dengan tingkat kematangan yang seragam. Hal tersebut menyebabkan perlunya proses sorting untuk memisahkan buah kopi yang mentah, sudah masak dan terlampau masak guna meningkatkan kualitas kopi yang dihasilkan.  Proses sorting tentunya memerlukan tenaga, biaya dan waktu yang tidak sedikit sehingga dengan adanya inovasi perancangan Mobile Robotic Harvester yang dilengkapi dengan sensor warna diharapkan terjadi peningkatan dalam sektor pertanian kopi khususnya pada proses pemanenan buah kopi. Sensor warna yang terdapat pada Mobile Robotic Harvester ini memiliki akurasi yang tinggi dalam mendeteksi buah kopi yang sudah matang sehingga buah kopi yang dipanen memiliki tingkat kematangan yang seragam. Oleh sebab itu, perancangan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas buah kopi yang diperoleh dengan optimasi proses pemanenan sehingga tidak lagi memerlukan proses sorting buah kopi.
Sintesis 1,3-Propanadiol Melalui Fermentasi Gliserol Menggunakan Bakteri Escherichia Coli Dengan Penambahan Nutrisi Koenzim B12 Nugrahini F, Panca
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v5i2.93

Abstract

Penelitian gliserol menggunakan bakteri Escherichia coli dengan penambahan koenzim B12 sebanyak 0,1;0,2;0,3 % v/v pada 100 ml crude glycerol dengan variasi bakteri Escherichia coli sebanyak 7, 10 dan 13 % v/v pada temperatur 34 oC diharapkan hasil konversi gliserol maksimal. Kemudian setiap 24 jam atau 1 hari diambil sampel untuk di analisis kandungan gliserol dan kepadatan sel. Proses fermentasi dihentikan saat tidak ada lagi perubahan atau sedikit penurunan kandungan gliserol. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan penambahan volume inokulum dan koenzim B12 akan meningkatkan konversi gliserol dan hanya volume inokulum yang mempengaruhi banyaknya sel atau kepadatan sel hal ini dikarenaka koenzim B12 berfungsi untuk membantu mengubah gliserol menjadi 3-hydroxypropionaldehyde sebelum menjadi 1,3-propanadiol. Pada hari ke-3 dan hari ke-4 kandungan gliserol sudah mulai konstan sehingga dapat dihentikan proses fermentasi. Perolehan konversi gliserol maksimal pada variabel volume inokulum 13 % dan koenzim B12 0,3 % yaitu 55,32 %
Pengaruh Pemlastis Dietilen Glikol terhadap Karakteristik Mekanik Bioplastik Selulosa Asetat Mikrofiber Darni, Yuli; Sudibyo, Sudibyo; Anggraeni, Pangesti; Lismeri, Lia
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v2i1.27

Abstract

Sintesis bioplastik selulosa asetat mikrofiber telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh karakteristik mekanik bioplastik selulosa asetat dengan penambahanpemlastis dietilen glikol. Penelitian diawali dengan sintesis selulosa asetat Mikrofiber dengan metode ultrasonikasi. Ultrasonikasidilakukan pada suhu 70 oC selama 120 menit dengan panjang gelombang 40 kHz. Tahap selanjutnya pembuatan bioplastik dengan selulosa asetat hasil ultrasonikasi. Selulosa asetat dilarutkan dengan aseton dengan perbandingan 1:15 wt/wt. Kemudian ditambahkan pemlastis dietilen glikol (0, 15, 20, dan 25% wt). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi pemplastis dietilen glikol meningkatkan karakteristik mekanik bioplastik terutama elongation. Karakteristik bioplastik selulosa asetat mikrofiber terbaik diperoleh pada konsentrasi pemlastis 20% wt, yaitu penyerapan air 6,9939%, kuat tarik 78,6173 Mpa, elongation 4,1405%, dan modulus young 1900,0435 Mpa.
Pemanfaatan Jerami Padi sebagai Filler dalam Pembuatan Biodegradable Foam (Biofoam) Darni, Yuli; Amalia, Faza; Azwar, Edwin; Utami, Herti; Lismeri, Lia; Azhar, Azhar; Haviz, Muhammad
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v3i2.49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan biofoam sebagai kemasan makanan yang ramah lingkungan dengan bahan baku pati sorgum dan polivinil alkohol serta penambahan selulosa jerami padi sebagai filler untuk meningkatkan sifat-sifat biofoam yang dihasilkan. Jerami padi yang telah lolos ayakan 100 mesh didelignifikasi menggunakan larutan NaOH 3% dengan rasio serat dan larutan adalah 1:25 (gram/ml) selama 6 jam pada suhu 100°C kemudian dilakukan bleaching menggunakan campuran larutan NaOH 4% dan H2O2 24% dengan rasio serat dan larutan adalah 1:40 (gram/ml) selama 2,5 jam pada suhu 50°C. Selulosa yang dihasilkan selanjutnya digunakan sebagai filler pada biofoam. Pembuatan biofoam diawali dengan proses plastisasi di atas hot plate pada suhu 95°C selama 3 menit kemudian adonan dicetak menggunakan alat thermopressing selama 3-5 menit. Pada biofoam dilakukan uji sifat mekanik yaitu kuat tekan dan uji sifat fisik yang meliputi densitas, daya serap air, uji biodegradasi untuk mengetahui waktu terurai biofoam di dalam tanah, uji FTIR untuk mengetahui gugus fungsi yang terdapat dalam biofoam, uji SEM untuk mengetahui struktur morfologi biofoam, serta uji DSC untuk mengetahui Tg dan Tm biofoam. Hasil terbaik dari penelitian ini ialah biofoam dengan penambahan filler pada suhu thermopressing 125°C, yaitu daya serap air sebesar 28,368%, densitas sebesar 0,449 gr/cm3, kuat tekan sebesar 0,159 N/mm2, biodegradasi selama 14 hari 30,95% dan titik leleh (Tm)  sebesar 456,36⁰C.
Sintesis Produk Biofoam Berbahan Baku Pati Sorgum dan Jerami Padi sebagai Filler Hakim, Rifqi Amirul; Darni, Yuli; Lismeri, Lia
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v5i1.88

Abstract

Biofoam merupakan produk kemasan pengganti styrofoam yang ramah lingkungan karena terbuat dari bahan baku alami berupa pati sorgum dengan tambahan serat berupa selulosa jerami padi dan polivinil alkohol untuk memperkuat strukturnya. Jerami padi yang telah lolos ayakan 100 mesh didelignifikasi menggunakan larutan NaOH 3% dengan rasio serat dan larutan adalah 1:25 (gram/ml) selama 6 jam pada suhu 100°C kemudian dilakukan bleaching menggunakan campuran larutan NaOH 4% dan H2O2 24% dengan rasio serat dan larutan adalah 1:40 (gram/ml) selama 2,5 jam pada suhu 50°C. Selulosa yang dihasilkan selanjutnya digunakan sebagai filler pada biofoam. Pembuatan biofoam diawali dengan proses plastisasi di atas hot plate pada suhu 95°C selama 3 menit kemudian adonan dicetak menggunakan alat Thermopressing selama 3-5 menit. Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan produk biofoam dengan bahan baku pati sorgum dan matriks polivinil alkohol serta penambahan selulosa jerami padi sebagai filler dapat menjadi alternatif penggunaan styrofoam. Variasi komposisi pada penelitian ini yaitu komposisi massa pati sorgum dengan selulosa jerami padi yaitu 50:0 ; 25:25 ; 20:30 dan 30:20 gr dan komposisi PVOH 50% dari berat kering. Pembuatan Biofoam ini dilakukan dengan metode Thermopressing. Hasil terbaik dari penelitian ini ialah biofoam dengan penambahan filler 30 gr, yaitu densitas sebesar 0,402 gr/cm3, daya serap air sebesar 36,3%, kuat tekan sebesar 0,360 N/mm2, biodegradasi selama 14 hari sebesar 36,03% dan titik leleh (Tm) 187,24 oC.
Pengaruh Proses Ultrasonikasi terhadap Ukuran Serat Selulosa dari Batang Sorgum Darni, Yuli
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v1i1.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis serat selulosa dari batang sorgum dengan metode alkali–hidrolisis asam–mekanik. Pada proses kimia serat diektraksi dari batang sorgum dengan KOH 4%. Variasi dilakukan pada perlakuan mekanik yaitu waktu ultrasonikasi selama 60, 90, dan 120 menit. Serat selulosa yang diperoleh selanjutnya dianalisis morfologinya dengan menggunakan SEM. Hasil pengamatan morfologi ini menunjukkan bahwa serat tanpa sonikasi berukuran 10,21 mikron, sedangkan serat dengan ultasonikasi 60 menit, 90 menit, dan 120 menit berturut-turut berukuran 10,64 mikron, 9,253 mikron, dan 4,887 mikron. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin lama waktu sonikasi pada rentang yang dilakukandiperoleh ukuran serat selulosa yang semakin kecil.
Karakterisasi Edible Film Dari Pati Jagung Dengan Plastisizer Gliserol Dan Filler CMC Sebagai Bahan Pengemas Makanan Azwar, Edwin; Asmara, Panji; Darni, Yuli
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v3i1.40

Abstract

Plastik merupakan bahan pengemas makanan yang banyak digunakan karena ekonomis, tetapi keberadaan plastik sangat tidak aman karena memiliki beberapa kelemahan yaitu menyebabkan terjadinya transfer senyawa-senyawa dari degradasi polimer, residu pelarut, dan biopolimerisasi ke bahan pangan sehingga dapat menimbulkan resiko toksis. Penelitian ini bertujuan untuk mengganti penggunaan plastik konvensional dengan plastik yang lebih aman digunakan untuk bahan pengemas yaitu edible film. Edible film itu sendiri dapat diartikan sebagai suatu lapisan tipis yang berfungsi sebagai bahan untuk melapisi makanan ataupun pengemas dimana produk yang dikemas dapat langsung dikonsumsi tanpa harus membuang lapisan filmnya. Dalam penelitian ini dilakukan suatu metode pembuatan edible film yang berasal dari pati jagung dengan menggunakan bahan tambahan berupa CMC yang berfungsi sebagai filler dan juga penggunaan gliserol yang berfungsi sebagai plastisizer dengan suhu gelatinasi pati jagung yaitu 75oC. Dimana berat total dari pati jagung yang digunakan sebanyak 20 gram dengan variasi CMC 1%, 2%, 3%(gr/gr) dan gliserol sebanyak 15 ml. Waktu pengadukan total 30 menit dengan kecepatan pengadukan 380 rpm dan temperatur pengeringan 60oC. Jika ditinjau dari sifat mekanik yang ditunjukan maka komposisi terbaik didapatkan pada konsentrasi CMC 3% dengan nilai kuat tariknya adalah 0,2555 Mpa, persen pemanjangan 10,6347%, dan modulus young 2,4026 Mpa. Sedangkan untuk hasil uji kelarutan air dan WVTR terbaik didapatkan pada percobaan dengan konsentrasi CMC 2% yaitu sebesar 294,017094% dan 66,9295 gr/m2.jam
Ekstraksi Likopen dari Buah Tomat (Solanum lycopersicum) Menggunakan Pelarut Etil Asetat dengan Metode Ultrasonik Lismeri, Lia; Oktapia, Sri; Utami, Herti; Darni, Yuli; Azhar, Azhar
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v4i2.76

Abstract

Warna merah yang cerah pada tomat berasal dari senyawa karotenoid terutama likopen. Buah tomat yang kaya akan likopen dapat membantu melindungi sel-sel dari kerusakan dan mencegah kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui yield likopen yang dihasilkan dari ekstraksi tomat. Proses ekstraksi ini menggunakan metode ultrasonik untuk meningkatkan yield likopen dan waktu ekstraksi yang lebih cepat dari pada metode konvensional. Ekstraksi dilakukan dengan pelarut semi polar berupa etil asetat 98% (v/v). Variabel yang digunakan yakni rasio bahan dengan pelarut yaitu 1:3, 1:4 dan 1:5 (b/v) serta waktu ekstraksi selama 10, 20, 30, 40, 50 dan 60 menit. Ektrak tomat yang dihasilkan dianalisa menggunakan  spektrofotometri dan FTIR (Fourier Transform Infrared). Hasil terbaik pada proses ekstraksi ini ialah pada rasio bahan dengan pelarut yakni 1:5 (b/v) dengan waktu ekstraksi 60 menit diperoleh total hasil likopen yaitu 0,139 mg/ g bubuk tomat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa likopen yang terekstrak sudah sesuai standar pada penelitian terdahulu dan terjadi peningkatan yield likopen yang diekstraksi menggunakan metode ultrasonik yakni sebesar 83% dari metode konvensional.