cover
Contact Name
Gigih Forda Nama
Contact Email
gigih@eng.unila.ac.id
Phone
+6285289774152
Journal Mail Official
gigih@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung Rectorat Building
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri
Published by Universitas Lampung
ISSN : 27220192     EISSN : 27220184     DOI : https://doi.org/10.23960/jtii.v5i2.92
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri merupakan jurnal ilmiah online yang dibuat untuk wadah publikasi artikel-artikel ilmiah dari para peneliti, perekayasa dan akademisi, sebagai tindak lanjut kebijakan Pemerintah mengenai publikasi ilmiah. Dalam jurnal ini akan dimuat artikel ilmiah dalam bentuk artikel review, hasil penelitian, hasil pengembangan teknologi dan inovasi hasil produk sebagai bentuk penerapan metode. Dewan redaksi diisi oleh Dosen, Peneliti dan Praktisi berbagai bidang ilmu Teknik dan beberapa mitra bestari yang direkrut dari luar.
Articles 70 Documents
Pengaruh waktu dan ukuran partikel pada pengeringan batubara dengan menggunakan gelombang mikro Haviz, Muhammad
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v1i2.19

Abstract

Sekitar 40 miliar ton batubara di Indonesia, 45% berada di Pulau Sumatera. Kebanyakan dari batubara tersebut dikategorikan sebagai batubara peringkat rendah dengan 15-31% kandungan Total Moisture (TM). Pada batubara peringkat rendah, proses pengeringan dapat berjalan tidak efektif karena menggunakan energi yang besar pada prosesnya. Dengan menggunakan microwave diharapkan dapat berjalan secara efektif, karena menggunakan frekuensi yang spesifik 2,45 MHz. Berdasarkan hasil Analisa Proksimat, terdapat sekitar 15-16% Total Moisture (TM) pada batubara yang digunakan sebagai objek penelitian ini. Pada penelitian ini, ukuran partikel batubara yang akan dianalisa dibagi menjadi 16-20, 20-40, dan 40-60 mesh  dengan berat yang seragam yaitu 5 gram. Batubara akan diiradiasi selama 5 menit dengan menggunakan oven microwave 400 watt, dan dihitung massanya tiap menit. Kehilangan kadar air paling banyak terjadi pada proses pengeringan batubara ukuran partikel 40-60 mesh selama 5 menit, yaitu sebesar 0,045 gram atau 5,73%.
Stabilisasi Tanah Gambut Dengan Penambahan POFA (Palm Oil Fuel Ash) Dan Semen Terhadap Indeks Properti Tanah Putri, Niken Tasya Clara; Dwina, Dila Oktarise; Nazarudin, Nazarudin; Kumalasari, Dyah
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v3i1.37

Abstract

Provinsi Jambi termasuk salah satu provinsi pemroduksi sawit terbesar, oleh karena itu dibutuhkan pemanfaatan atau pengelolaan limbah abu sawit agar tidak menumpuk dan memperkecil timbulnya masalah terhadap lingkungan. Salah satunya adalah pemanfaatan POFA (Palm Oil Fuel Ash) sebagai material stabilisasi tanah. Material yang dapat di jadikan alternatif sebagai bahan tambahan stabilisasi tanah pada campuran POFA ini adalah semen dimana material tambahan semen dimana bila ditambahkan air akan terjadi reaksi hidrasi sehingga dapat mengeras dan  dapat mempengaruhi nilai fisik dan mekanis tanah. Dalam penelitian ini digunakan variasi campuran yang digunakan untuk tanah gambut yaitu 20% POFA + 9% semen, 25% POFA + 9%semen,  30% POFA + 9% semen, dan 35% POFA + 9% semen terhadap berat kering tanah gambut dengan pemeraman 0,7,14, 28 hari untuk indeks properti. Pada pengujian indeks properti terdapat uji kadar air, berat jenis, batas-batas atterberg. Pada pengujian kadar air variasi 100% tanah hingga variasi 65% tanah, kadar air pada 0 hari hingga 28 hari mengalami pengurangan terus menerus. Begitu juga pada atterberg, pada variasi 100% tanah hingga variasi 65% tanah, pada uji 0 hari hingga 28 hari juga mengalami pengurangan nilai indeks plastisitasnya. Berbeda dengan kadar air dan atterberg, nilai pengujian berat jenis dari tanah asli meningkat setelah penambahan variasi namun pemeraman tidak mempengaruhi nilai dari berat jenis tersebut.
Pengaruh Temperatur Terhadap Karakteristik Zeolit Sintesis Daun Bambu (Gigantochloa Atter) Menggunakan Metode Hidrotermal dan AplikasinyPengaruh Temperatur Terhadap Karakteristik Zeolit Sintesis Daun Bambu (Gigantochloa Atter) Menggunakan Metode Hidrotermal dan Aplikasinya Terhadap Penyerapan Ion Logam Mn2+a Terhadap Penyerapan Ion Logam Mn2+ Merza, Ulfa; Muis, Lince; Suryadi, Hadistya
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v4i2.81

Abstract

Daun bambu merupakan limbah dari tumbuhan bambu yang dapat mencemari lingkungan sehingga perlu dilakukan pemanfaatan untuk meningkatkan nilai ekonomisnya serta mengurangi dampak buruknya terhadap lingkungan salah satunya yaitu dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk pembuatan zeolit. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah daun bambu sebagai bahan dasar pembuatan zeolit yang digunakan sebagai adsorben. Metode pembuatan zeolit yang umum dan banyak digunakan adalah metode alkali hidrotermal. Dalam penelitian ini proses sintesis zeolit dari daun bambu menggunakan metode alkali hidrotermal dengan waktu 6 jam dan variasi temperatur hidrotermal 90oC, 120 oC dan 150 oC. Zeolit sintesis yang diperoleh dari metode alkali hidrotermal tersebut dikarakterisasi dengan menggunakan Difraksi Sinar-X. Hasilnya adalah zeolit sodalit yang dihasilkan dari variasi temperatur hidrotermal 150 oC dengan bentuk kristal kubik berukuran kecil saling berikatan membentuk geometri memanjang. Kemampuan adsorpsi dari zeolit sintetis yang dihasilkan diuji dengan menggunakan ion logam Mn2+. Kapasitas adsorpsi yang dihasilkan adalah 24,92 mg/g dan efisiensi adsorpsi adalah sebesar 99,69%. 
Pengaruh Waktu Dan Temperatur Polimerisasi Pada Pembuatan Poly(Lactic) Acid (PLA) Dengan Metode Ring-Opening Polymerization (ROP) Darni, Yuli
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v5i2.99

Abstract

Poly(Lactic) Acid (PLA) disintesis menggunakan metode Ring-Opening Polymerization dengan tujuan mendapatkan waktu dan temperatur yang optimum. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap yaitu prepolimerisasi asam laktat, depolimerisasi pembentukan laktida dan pembukaan cincin laktida dengan variasi waktu 2 dan 4 jam dan temperatur 120C dan 140C. Hasil uji identifikasi FTIR menunjukkan belum ada sampel yang memenuhi bilangan gugus fungsi PLA standar, namun hasil yang mendekati PLA standar yaitu sampel Run2 pada waktu polimerisasi 2 jam dan temperatur 140C, pola spektrum FTIR menunjukkan adanya gugus hidroksil (OH) pada bilangan gelombang 3377,0 cm-1, CH3 pada 2989,3 cm-1, gugus karbonil (CO) pada 1729,5 cm-1, dan gugus eter (COC) pada 1215,1 cm-1. Massa molekul PLA sintesis yaitu 9117,327 gram/mol diukur dengan menggunakan Viskometer Ostwald, massa molekul yang didapatkan belum memenuhi PLA standar
Pengembangan Material Neoprene untuk Rompi Pelampung yang Ergonomis Siregar, Adella Hotnyda; Prayitno, Sugeng
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v2i1.26

Abstract

Kapal laut saat ini menjadi alat transportasi yang sangat penting. Bila terjadi kecelakaan di laut maka diperlukan rompi pelampung (life jacket). Rompi pelampung yang ergonomis dapat membuat rasa aman dan nyaman. Rompi pelampung dibuat dari bahan yang ringan dan mudah terapung. Pergantian bahan apung dari styrofoam ke neoprene adalah untuk membuat rompi pelampung yang ergonomis. Neoprene adalah material yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti gabus sintetis (styrofoam). Neoprene adalah bahan yang memiliki rapat massa yang lebih kecil dari styrofoam. Permasalahan yang timbul dari penggunaan bahan apung yang berbeda ini, mengakibatkan perbedaan daya apung antara material styrofoam dengan neoprene pada rompi pelampung serta efisiensinya. Pengujian dilakukan dengan memberikan pembebanan pada kedua jenis bahan tersebut. Tujuan penelitian adalah mengetahui apakah material neoprenedapat digunakan sebagai pelapis pada rompi pelampung yang ergonomis.,dan meneliti apakah daya apung neoprene lebih baik dari styrofoam. Neoprene SBR digunakan dari Dengyu. Pengujian berat jenis dan daya apung.menggunakan prinsip Archimedes Hasil penelitian memperlihatkan bahwa neoprene dapat digunakan sebagai pelapis bagian dalam rompi pelampung karena mempunyai berat jenis lebih besar dari air laut, material tidak kaku, mempunyai struktur sel tertutup, tahan api, dan mempunyai kemampuan menahan berat dengan efisiensi 9,56 %. Sehingga mempunyai keunggulan nyaman dan aman.
Pengaruh Aktivitas Lalu Lintas Terhadap Kebisingan Pada Wilayah Rumah Sakit di Kota Pekanbaru ( Studi Kasus : RS Awal Bros Panam) Muttaqin, Muchammad Zaenal; JJ, Wanit
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v2i2.31

Abstract

Kebisingan adalah akumulasi suara yang mengganggu manusia dalam kegiatan sehari-hari Salah satu penyebab kebisingan ialah pergerakan lalu lintas yang berada di sekitar wilayah bangunan tersebut, salah satunya ialah wilayah rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh aktivitas lalu lintas kendaraan yang berada di wilayah Rumah Sakit Awal Bros Panam terhadap nilai kebisingan yang terjadi di wilayah rumah sakit tersebut.  Pengaruh kebisingan dari lalu lintas menggunakan metode prediksi dari Bina Marga, sedangkan nilai kebisingan eksisting dihasilkan dari alat Sound Level Meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai prediksi Bina Marga menunjukkan hasil yang tidak berbeda dengan angka kebisingan eksisting. Lebih lanjut, hasil menunjukkn bahwa tingkat kebisingan tertinggi terjadi pada hari sibuk adalah 51,41 dBA dibandingkan saat saat akhir pekan yakni 50.94 dBA, sedangkan nilai kebisingan eksisting terdeteksi sebesar 52,9 dBA saat hari sibuk dan 52,88 dBA pada hari tidak sibuk . Selain itu, hasil prediksi kebisingan akibat lalu lintas masih menunjukkan nilai yang wajar dibandingkan dengan standard baku mutu KepMenLH No. 48 Tahun 1996 tentang standar baku mutu tingkat kebisingan, dimana masih jauh di bawah angka 55 dbA sebagai angka aman kebisingan pada wilayah rumah sakit.
Pemetaan Dan Analisis Tingkat Kerawanan Longsor Di Kabupaten Temanggung Menggunakan Sistem Informasi Geospasial Dani, Ilham; Iwasaki, Kireina Putri; Erfani, Sandri; Wibowo, Rahmat Catur
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v3i2.52

Abstract

Kabupaten Temaggung adalah salah satu bagian dari Provinsi Jawa Tengah yang terletak di antara beberapa pegunungan yang menjadikannya memiliki resiko rawan longsor. Faktor-faktor seperti ketinggian, kelerengan, curah hujan, penggunaan jenis tanah, dan tutupan lahan menjadi beberapa faktor penentu tingginya tingkat resiko kerawanan longsor di Kabupaten Temanggung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persebaran tigkat resiko ancaman longsor di area studi.  Sistem Informasi Geospasial (SIG) diterapkan untuk membantu memetakan kawasan rawan longsor di Kabupaten Temanggung. Dengan menggunakan metode weighted overlay (tumpang susun), yaitu dengan menggabungkan berbagi factor penentu di atas, diharapkan dapat memberi gambaran tingkat ancaman bencana longsor di wilayah Kabupaten Temanggung, sehingga peta tersebut dapat dianalisis tingkat sebaran kerawanan longsornya. Hasil penelitian ini mampu memberikan informasi sebaran kerawanan longsor sebagai lahan masukan untuk perumusan kebijakan perencanaan dan pengembangan wilayah serta data dasar untuk manajemen risiko bencana disekitar wilayah Kabupaten Temanggung.
Pengaruh proses ultrasonikasi terhadap ukuran serat selulosa dari batang sorgum Azwar, Edwin; Darni, Yuli; Sulha, Mutia; Lismeri, Lia
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v5i2.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis serat selulosa dari batang sorgum dengan metode alkali–hidrolisis asam–mekanik. Pada proses kimia serat diektraksi dari batang sorgum dengan KOH 4%. Variasi dilakukan pada  perlakuan  mekanik  yaitu  waktu  ultrasonikasi  selama  60,  90,  dan  120  menit.    Serat  selulosa  yang diperoleh  selanjutnya  dianalisis  morfologinya  dengan  menggunakan  SEM.  Hasil  pengamatan  morfologi  ini menunjukkan  bahwa  serat  tanpa  sonikasi  berukuran  10,21  mikron,  sedangkan  serat  dengan  ultasonikasi  60 menit,  90  menit,  dan  120  menit  berturut-turut  berukuran  10,64  mikron,  9,253  mikron,  dan  4,887  mikron. Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  semakin  lama  waktu  sonikasi  pada  rentang  yang  dilakukan diperoleh ukuran serat selulosa yang semakin kecil.
Pengaruh kecepatan putar terhadap kualitas sambungan las friction welding magnesium AZ-31 Rizkhi, Muhammad
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v1i1.12

Abstract

Pengelasan adalah proses penyatuan logam, pada kedua bagian logam dimanadilakukan dengan cara perlakuan panas, yaitu hingga mencapai fase titik leleh logam tersebut, pada prosesnya itu kita lakukan dengan cara memanfaatkan energi panas yang terdapat dari nyala busur atau gesekan. Pengelasan adalah teknik penting didalam dunia perindustrian dan juga merupakan suatu teknik yang tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan industri, dikarenakan memegang peranan utama dalam rekayasa dan perbaikan logam. Proses pengelasan degan metode friction welding dilakukan eksperimen dalam jumlah yang banyak untuk mendapatkan sampel terbaik. Dihasilkan Perbedaan kualitas hasil pengelasan dengan friction welding dan parameter perbedaan kecepatan rotasi 1150 rpm, 1400 rpm, 1750 rpm. Berdasarkan hasil dari penelitian tentang pengaruh variasi waktu kontak friction welding terhadap kualitas hasil pengelasan magnesium AZ-31 dapat diambil kesimpulan dari pengujian tarik yang dilakukan didapatkan hasil kekuatan tarik maksimal (UTS) tertinggi diperoleh dari spesimen dengan variasi kecepatn rotasi 1400 rpm yakni sebesar 21,942 Mpa sedangkan untukspesimen dengan variasi kecepatan putaran spindel 1150 rpm sebesar 20,6165 Mpa dan hasil uji tarik terendah diperoleh spesimen dengan variasi kecepatan spindel 1700rpm yakni sebesar 12,4183 Mpa. Dari pengujian kekerasan yang dilakukan didapatkan hasil kekuatan kekerasan tertinggi diperoleh dari spesimen dengan variasi kecepatn rotasi 1400 rpm dengan rata – rata nilai kekerasan pada area stir zone sebesar 57.1 Hv, sedangkan untuk spesimen dengan variasi kecepatan putaran spindel 1150 rpm sebesar 56.76 Hv dan spesimen dengan variasi kecepatan spindel 1700 rpm yakni sebesar 55.23 Hv. 
Absorpsi Gas Karbondioksida Dalam Biogas Dengan Variasi Laju Alir Biogas dan Laju Alir Absorben Isya, Ismail Muhammad; Purba, Elida
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v4i1.58

Abstract

Absorpsi merupakan salah satu proses separasi dimana suatu campuran gas dikontakkan dengan suatu cairan penyerap tertentu sehingga komponen gas tersebut larut dalam cairannya. Banyak yang mempengaruhi proses absorbsi salah satunya adalah laju alir adsorben dan laju alir biogas dapat mempengaruhi kenaikan persen kandungan CO2 yang terserap. maka pada penelitian ini akan melakukan penelitian pemurnian biogas menggunakan proses absorpsi dengan variasi laju alir absorben 150, 300 dan 450 ml/menit dan laju alir biogas 100, 250 dan 400 ml/menit untuk mengetahui pengaruhnyaterhadap proses penyerapan gas CO2 dalam biogas menggunakan kolom jenis Wetted wall column. Berdasarkan hasil penelitian, laju alir gas optimum adalah sebesar 100 ml/menit dan laju alir absorben optimum yaitu sebesar 150 ml/menit dengan persentase penyerapan CO2 95,91 % dan persentase peningkatan CH4 sebesar 62,2 %. Dan dapat kita simpulkanbahwa semakin kecil laju alir biogas dan laju alir absorben maka semakin tinggi penyerapan CO2.