cover
Contact Name
Monica Lintang
Contact Email
monic5304@students.unnes.ac.id
Phone
+628128154253
Journal Mail Official
monic5304@students.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang City, Central Java 50229
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Pengabdian Seni
ISSN : 27744787     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Seni is a journal published by Institute of Research and Community Service, Indonesia Institute of the Art Yogyakarta. Published for the first time in 2020, Jurnal Pengabdian Seni is a journal of community service activities that have never been published both in the form of online and print articles. Jurnal Pengabdian Seni has online and print versions. The publication schedule is twice a year in May and November.
Articles 88 Documents
Penciptaan Cenderamata Berbahan Limbah Industri Bambu dalam Program P3Wilsen di Wisata Puncak Sosok Kalurahan Bawuran, Pleret, Bantul Suharson, Arif; Nurs, Muhammad Akhrul; Dzikry, Bintang Antero
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i2.14096

Abstract

Kalurahan Bawuran terkenal sebagai sentra kerajinan industri bambu yang membuat aneka kerajinan berupa mebel bambu. Produk bambu di Kalurahan Bawuran tepatnya di Dusun Sanan merupakan warisan keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang berupa lincak, kursi malas, kursi tamu, kursi taman, dan kursi santai. Eksistensi produksi industri bambu yang produksinya terus berlanjut sampai hari ini menjadi sumber kehidupan masyarakat. Kontinuitas industri bambu yang menghasilkan produk mebel juga berakibat pada melimpahnya limbah bambu berupa potongan-potongan bambu beraneka ukuran yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk digunakan sebagai produk alternatif lainnya. Limbah bambu disortir dengan hanya membedakan ukuran panjang pendeknya limbah bambu dan yang dirasa tidak dapat digunakan untuk produksi mebel kemudian dibakar atau digunakan untuk memasak. Program P3Wilsen di Dusun Sanan Kalurahan Bawuran ini menggunakan metode ceramah, diskusi, dan praktik demonstrasi dengan memberikan contoh pemanfaatan limbah industri bambu mengembangkannya bersama para perajin bambu menjadi produk yang lebih bernilai. Pelatihan dilaksanakan dari 28 Juli – 28 Agustus 2024 (satu bulan). Pemanfaatan limbah industri bambu tersebut dapat difungsikan menjadi cenderamata wisata khas Kalurahan Bawuran yang memiliki destinasi wisata Puncak Sosok. Puncak Sosok sudah terkenal sebagai tempat wisata kuliner tempat wisatawan bisa menyaksikan panorama Kota Yogyakarta dan sekitarnya pada malam hari dengan ditemani sajian live music. Produk cenderamata dari limbah industri bambu yang diciptakan berupa gantungan kunci dan aneka produk yang dapat digunakan sebagai vas bunga, tumbler, dan asbak. Bawuran is famous as a bamboo industry craft centre producing various crafts in the form of bamboo furniture. Those Bamboo products are precisely produced in Sanan in which the craftsmen’s skills are inherited from their ancestors. The bamboo crafts are in the form of a recliner, guest chair, garden chair, and lounge chair. The existence of that sustainable bamboo industry is the economic source for the community. As the bamboo industry produces furniture products, it results in an abundance of bamboo waste in the form of bamboo pieces of various sizes. However, the waste has not been optimally utilised as other alternative products. Bamboo waste is sorted by only distinguishing the length and shortness of the bamboo waste and those that are deemed unusable for furniture production are then burned or used for cooking. This program implemented several methods including lecture, discussion, and practice to provide examples of the use of bamboo industry waste to develop it into more valuable products. The training was conducted from 28 July - 28 August 2024 (1 month). The products of bamboo industrial waste can be used as a typical tourist souvenir of Bawuran Village as it has a distinguished tourism place named Puncak Sosok. These souvenir products are in the form of key chains and other various products that can be used as flower vases, tumblers, and ashtrays.
Pelatihan Pengembangan Sekolah Siaga Bencana untuk Anak Penyandang Disabilitas MTs LB/A Yaketunis Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta
Jurnal Pengabdian Seni Vol 1, No 1 (2020): MEI 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jas.v1i1.4698

Abstract

Yogyakarta merupakan daerah yang rawan terhadap ancaman bencana alam termasuk bencana gempa bumi. Anak-anak merupakan kelompok rentan yang sering kali menjadi korban ketika benca terjadi, terutama anak-anak disabilitas, termasuk penyandang tunanetra. Yaketunis merupakan lembaga pendidikan formal yang khusus diperuntukkan bagi anak dan remaja penyandang disabilitas dalam hal keterbatasan penglihatan. Sekolah memiliki peranan penting dalam upaya membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana. Di dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana tentunya dibutuhkan pengetahuan yang baik mengenai risiko bencana yang dapat terjadi. Dalam praktiknya beberapa materi pelajaran terkait kebencanaan dapat diberikan di sela-sela materi pembelajaran, namun hal tersebut masih perlu dikembangkan demi terwujudnya sekolah siaga bencana di lingkungan Yaketunis. Pelatihan ini diberikan kepada siswa MTsLB/A Yaketunis dengan tujuan agar siswa dengan kebutuhan khusus mempunyai pengetahuan mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana dengan cara menganalisis kerentanan yang ada di sekolah yang kemudian mengetahui tempat yang dirasa aman sebagai tempat berlindung ketika terjadi bencana. Metode yang digunakan yakni mengikuti proses pembelajaran orientasi dan mobilitas yang telah diajarkan oleh pihak sekolah kemudian mengkombinasikanya dengan pengetahuan mengenai  manajemen kebancanaan dengan cara menaganalisis spot-spot yang ada di sekolah untuk lebih mengenali lingkungan fisik siswa. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam mengenali lingkungan sekolah dapat lebih dioptimalkan dengan penggunaan peta jalur evakuasi bencana yang telah diberi huruf braile, sehingga pada saat mata pelajaran orientasi dan mobilitasi peta tersebut dapat digunakan sebagai rujukan untuk lebih mngenali lingkungan fisik serta membekali diri mereka dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana. Yogyakarta is a region prone to earthquake and other natural disasters. Children are usually the risque ones that often become victim at times of disaster, especially the disabled ones, e.g. blind. Yaketunis is a formal education association that specializes in the education for disabled children and teens in regard of blindness. This school has an important role in building alertness against disasters. This eventually leads to the need of good knowledge of the possible risks resulting from disasters. In its practice, several education materials about disasters are given in-between their formal lessons, yet these still need improvement to create an alertness against disasters in Yaketunis environment. This workshop is given to Yaketunis special high school with the aim for the disabled students to have awarness and alertness of prospective disasters by knowing which parts of the school pose risks for them and to distinguish which places are safe to be used as shelter in times of need. The method used in this workshop is to combine the orientation and mobilization that have been taught by the school with the knowledge of disaster alertness management to analyze spots at school so they are more aware of their surroundings physically. The results show that students’ understanding to their school environment can be optimized with the use of evacuation map written in braile, so that the lesson for orientation and mobilization can be dedicated to that map reading as a guide to understand their surrounding and to equip them with safety measures in times of disasters.
Meningkatkan Potensi Pariwisata di Dusun Pangukrejo, Cangkringan, Sleman dengan Implementasi Komposisi dalam Fotografi Wisata
Jurnal Pengabdian Seni Vol 3, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v3i1.7015

Abstract

Dusun Pangukrejo merupakan salah satu daerah wisata bencana dengan potensi wisata yang sangat memukau. Maraknya lava tour dengan kendaraan jip terbuka pascaerupsi Gunung Merapi menyuburkan satu lahan pencaharian baru di dusun tersebut, yaitu bisnis jasa fotografi yang biasanya kerap dijadikan satu paket dengan jip pariwisata. Tujuan penyuluhan adalah (1) menanamkan pengetahuan dan pemahaman dasar tentang teknik dasar fotografi, (2) menanamkan pengetahuan dan kemampuan untuk menerapkan komposisi fotografi, dan (3) menanamkan pengetahuan dan kemampuan untuk menerapkan proses olah foto dengan digital imaging. Metode yang digunakan adalah metode ceramah kepada peserta; metode tanya jawab yang dilakukan secara interaktif untuk saling berdiskusi, bertukar pendapat, dan menganalisis serta mengevaluasi; dan metode belajar mandiri oleh peserta untuk mencoba mengaplikasikan pengetahuan yang sudah didapatnya dari penyuluhan. Fokus materi penyuluhan ialah (1) teknik dasar fotografi secara umum; (2) komposisi fotografi, dan (3) digital imaging sederhana. Dalam penyuluhan seni ini tampak antusiasme peserta yang sebetulnya sangat tinggi. Namun sayang, keinginan mereka untuk belajar lebih jauh mengenai fotografi sering terkendala oleh jadwal kerja mereka memotret para wisatawan. Penyuluhan seni fotografi telah berhasil dilaksanakan dengan baik dan diharapkan warga yang sudah diberi penyuluhan mampu tetap berlatih dan menerapkan pengetahuan dan tambahan keterampilan yang sudah didapatkan selama penyuluhan.
Diseminasi Keilmuan Fotografi dalam Mendukung Pengembangan Potensi Desa Canden, Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Widyantoro, Achmad Oddy; Yudisetyanto, Raynald Alfian; Kusrini, Kusrini
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i1.12520

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengembangan potensi desa melaluidiseminasi keilmuan fotografi di Desa Canden, Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.Melalui pelatihan fotografi dan pendekatan partisipatif yang intensif guna membantu masyarakatmemahami dan menerapkan teknik fotografi dalam mengembangkan dan promosi potensi wisata, budaya,dan ekonomi lokal di Desa Canden. Metode dalam pengabdian ini menggunakan penyuluhan denganbentuk ceramah, diskusi, praktik, dan evaluasi, dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakatsecara aktif dalam proses pembelajaran dan penerapan keterampilan fotografi. Hasil dari pengabdian iniadalah masyarakat Desa Canden dapat menggunakan fotografi sebagai medium untuk menggali identitaslokal, meningkatkan potensi desa, serta mempromosikan produk dan kegiatan ekonomi kreatif di DesaCanden. Pengabdian ini diharapkan memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas hidupmasyarakat dan pembangunan berkelanjutan di Desa Canden dan dapat menjadi model untukpengembangan potensi desa lainnya. The activity described in this article aims to enhance the development of Canden’s potential through thedissemination of photography knowledge. Implementing participatory approaches and photography training,the authors assisted rural communities in understanding and applying photography techniques whiledocumenting and promoting the tourism, cultural, and local economic potentials in Canden Village. Theauthors employed participatory methods to actively involve the community in the learning process andpracticing photography skills. The outcome of this activity is that the community are able to apply photographyas a medium to explore local identity, enhance village potentials, and promote products as well as activities ofcreative economy in Canden Village. This activity is expected to generate positive contributions, improve thequality of life for the community, and and sustain the development in Canden Village as it serves as a rolemodel for the other villages..
Pengembangan Potensi Atraksi Wisata Seni Suara dan Musik di Kampoeng Wisata Titik Nol Jateng, Desa Bligo, Magelang
Jurnal Pengabdian Seni Vol 2, No 2 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v2i2.5550

Abstract

Kampoeng Wisata Titik Nol Jateng di Blaburan, Bligo, Ngluwar, Magelang, Jawa Tengah memiliki peluang untuk berkembang sebagai desa wisata minat khusus, olah raga, wisata edukasi, dan budaya di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta. Potensi wisata tersebut perlu dikembangkan dengan memberdayakan anak-anak dan remaja bermain musik dan berseni suara. Motode pemberdayaan dan pengembangan dilakukan dengan observasi, pendataan, pengklasifikasian, wawancara, dan uji kemampuan menyanyi dan bermusik. Sesudah data peserta pembinaan seni suara dan musik dihimpun, dilakukan uji kepercayaan diri tampil di depan umum. Selanjutnya dilaksanakan pengembangan sumber daya manusia yang berminat pada penguatan bakat menyanyi dan bermusik hingga mampu tampil di depan umum. Pelatihan diikuti 65 peserta dari berbagai desa. Materi yang diajarkan: menyanyi (seni suara) dan seni musik sehingga dapat dibuat atraksi wisata menyanyi lagu anak, lagu remaja, lagu Korea, dan menyanyi bersama (koor), baik lagu pop Jawa maupun Indonesia dan Korea. Bakat-bakat penyanyi dan bermusik di Desa Bligo tersebut dapat memperkuat atraksi wisata musik dan seni suara di Kampoeng Wisata Titik Nol Jateng yang pada tahun 2018-2019 sebanyak 12.100 pengunjung atau rata-rata 500 orang per bulan. Atraksi wisata saat istirahat atau makan biasanya belum ada hiburan. Potensi anak-anak dan remaja dalam bidang musik dan seni suara akan memperkaya atraksi wisata di tepi Sungai Krasak tersebut dapat menyejahterakan warga setempat.  
Pelatihan Penulisan Cerpen Bertema Kebudayaan dan Kesenian Sulawesi Selatan bagi Mahasiswa di Kota Makassar Rijal, Andi Samsu; Aminah, Sri Nur; Rusadi, La Ode
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i2.13895

Abstract

Pelestarian nilai kebudayaan dan kesenian masyarakat sangat penting untuk dilakukan oleh siapa saja dan dengan cara apa saja, termasuk mendokumentasikannya dalam bentuk karya tulis seperti cerita pendek. Pelatihan kepenulisan cerita pendek (cerpen) bertema kebudayaan dan kesenian masyarakat Sulawesi Selatan merupakan upaya untuk mengajak mahasiswa di Kota Makassar dalam melestarikan nilai-nilai kebudayaan dan kesenian. Kegiatan pelatihan ini menjadi upaya untuk meningkatkan minat dan bakat mahasiswa dalam berliterasi dan berkesenian. Peserta yang terlibat dalam pelatihan adalah mahasiswa Universitas Islam Makassar dan mentor merupakan praktisi sastra, praktisi budaya, dan dosen. Bentuk kegiatan berupa pelatihan dengan model partisipatif. Peserta pelatihan melakukan langkah-langkah seperti mendengarkan ceramah dari pakar, mengikuti tutoring, melakukan observasi sederhana, studi literatur, kepenulisan, dan penyuntingan naskah. Kegiatan pelatihan dilakukan tiga tahap: tahap pertama adalah seminar dan workshop kepenulisan (September dan Oktober 2023), tahap kedua adalah pendampingan penulisan (Januari dan Februari 2024), dan tahap ketiga adalah diseminasi hasil pelatihan kepenulisan (Oktober 2024). Luaran pelatihan ini berupa karya cerita peserta pelatihan. Hasil dari pelatihan ini dapat menumbuhkan kreativitas mahasiswa dalam menulis cerpen bertema kebudayaan dan kesenian Sulawesi Selatan. Kegiatan ini berimplikasi pada pendalaman karakter mahasiswa melalui pemahaman cerpen kebudayaan dan kesenian. Preserving the cultural and artistic values of the community is highly essential to do by anyone and in any way, including documenting them in the form of written works such as short stories. Short story writing training in the theme of culture and art of South Sulawesi is an effort to encourage students in Makassar City to preserve cultural and artistic values. This activity is also an effort to increase students' interest and talent in literacy. Participants involved in the training were students from Makassar Islamic University. The mentors involved in this program were literary practitioners, cultural practitioners and lecturers. The form of activity is training with a participatory model. Training participants carried out steps such as listening to lectures from experts, taking part in tutoring, making simple observations, studying literature, writing and editing manuscripts. The training activities were conducted in three stages, the first was seminars and writing workshops (September and October 2023), the second stage was writing assistance (January and February 2024), and the third stage was dissemination of the results of the writing training (October 2024). The output of this training was in the form of stories by the training participants. The result is this program can foster student creativity in writing short stories in the varied themes of South Sulawesi culture and art. As a result, this activity leads to an implication for deepening student character through understanding cultural and artistic short stories.
Penyuluhan Seni Branding dan Identitas Kelompok Seni “Adhikari Creations”
Jurnal Pengabdian Seni Vol 1, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jas.v1i2.4712

Abstract

Adhikari Creations adalah sebuah UMKM kerajinan tangan yang memproduksi produk-produk sablon manual dengan diterapkan pada bantal, wall art, planter, dan bucket dengan visual yang umumnya berupa decorative quotes. Segmentasi pasar dari produk-produk Adhikari Creations adalah penggemar decorative quotes di mana umumnya adalah masyarakat menengah ke atas. Selain melayani pesanan perorangan, sejumlah pelanggan korporat juga menjadi pelanggan tetap dari Adhikari Creaton. Dalam mempromosikan produknya, Adhikari Creations memanfaatkan sosial media Instagram sebagai media utamanya. Walaupun sudah dikenal masyarakat, Adhikari Creations masih belum memiliki logo yang konsisten. Pemosisian diri sebagai white label company dan penitikberatan pada produksi membuat penanganan branding tidak menjadi prioritas. Selain itu, penggunaan logo yang tidak konsisten juga disebabkan oleh ketiadaan dokumen standar sistem identitas untuk menjaga konsistensi identitas. Walaupun memposisikan diri sebagai white label company, namun branding dan identitas tetap diperlukan konsistensinya untuk keperluan-keperluan yang berkaitan dengan perangkat teknis administratif seperti stempel, kop surat, maupun nota. Dari permasalahan tersebut, pengabdian masyarakat ini menawarkan solusi berupa penyuluhan seni mengenai pentingnya branding dan identitas, serta pendampingan dalam redesain logo untuk menghasilkan logo yang dapat digunakan secara konsisten. Adhikari Cretions is a handicraft home industry that produces manual screen print products showing decorative quotes that applied on pillows, wall art, planters, and buckets. Market segmentation of Adhikari Creations are decorative quotes enthusiast, upper middle class, and some corporates. To promote its products, Adhikari Creations shows their products mainly on Instagram. Although it already well known amongst certain groups of people, Adhikari Creations do not have consistent logo. Adhikari Creations positioned itself as white label company, so for it, branding is least priority. Beside those things, the lack of document for branding system standards causes this inconsistency. Although branding and identity can be prioritized less, especially for white label companies, it still important for some administrative purpose e.g. header for letters, stamp, and invoices. From that problems, this community service offers solution in form of art counseling about importance of branding and identity, also accompaniment in logo redesign to make a new logo that will be used consistently.
Pengembangan Potensi Lokal Desa Wisata Jarum Melalui Kolaborasi Seni Batik dan Pertunjukan
Jurnal Pengabdian Seni Vol 3, No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v3i2.8192

Abstract

Kehidupan ekonomi masyarakat pelaku seni turut terdampak di masa Pandemi Covid-19. Aktivitas yang terbatas menyebabkan turunnya tingkat jual beli dari produk daerah khususnya produk kerajian batik di desa wisata Jarum yang memiliki potensi kesenian yang cukup besar. Potensi seni yang beragam di desa Jarum turut mendukung mewujudkan pencitraan wilayah yang memiliki karakter budaya lokal. Adanya permasalahan tersebut, Program Pengembangan dan Pembinaan Wilayah Seni (P3Wilsen) ISI Yogyakarta berupaya mendorong pengembangan kreativitas dalam kolaborasi bidang seni khususnya seni batik dan seni tari untuk menghasilkan karya baru yang menguatkan keunikan potensi lokal yang dimiliki desa Jarum. Metode kegiatan yang digunakan dalam pengembangan kreativitas ini yaitu: 1) diskusi dan ceramah; 2) tanya jawab; 3) parancangan dan eksperimen. Penerapan kegiatan kolaborasi dengan melibatkan masyarakat secara langsung mampu mendorong kreativitas dalam memperkaya dan memperkuat potensi budaya dan identitas lokal desa wisata. Hasil kolaborasi berupa produk motif batik diterapkan pada asesoris drama tari yang berjudul Pisungsung Maja Arum.
Pelatihan Seni Pertunjukan dan Seni Rupa di Desa Kembaran, Candimulyo, Magelang, Jawa Tengah Prasetyorini, Arjuni; Sukanadi, I Made; Vania, Venawa
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i2.13898

Abstract

Desa Kembaran adalah desa dengan sentra durian yang banyak dikunjungi oleh pengunjung yang menjadi kuliner durian. Namun, Desa Kembaran belum memiliki satu seni pertunjukan yang sesuai untuk disuguhkan kepada para pengunjung. Hal tersebut merupakan satu masalah yang perlu dipecahkan. Demikian juga, belum begitu banyak aktivitas pelatihan dan pementasan yang dilakukan di desa tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memecahkan persoalan-persoalan yang ada di komunitas seni di Desa Kembaran.  Pembinaan dan pengembangan potensi seni tradisi di masyarakat diharapkan dapat membuka peluang, mengembangkan, dan mewujudkan suatu bentuk seni pertunjukan khas Desa Kembaran yang dapat disuguhkan.  Kelompok seni yang menjadi sasaran pembinaan adalah Komunitas Swara Laras Budaya, Komunitas Seni  Warokan, Komunitas Jathilan Turangga Seta Karumpaka Putri, Komunitas Jathilan Turangga Seta Karumpaka Putra, Komunitas Batik Elok Sejati, dan Komunitas Seni Sablon Pemuda Opptima. Kegiatan ini  berlangsung pada Juli-Agustus 2024 yang mencakup kegiatan pengembangan dan kreasi inovasi dalam pengembangan gerak tari, gending atau lagu, dan kostum tari. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini meliputi demonstrasi, ceramah, dan pelatihan. Hasil dari kegiatan ini mencakup pembuatan komposisi koreografi baru, musik pengiring,dan tata busana, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas pertunjukan di Desa Kembaran. Kembaran Village is a distinguished village with its Durian production, inviting many visitors to visit this place. However, Kembaran Village does not have a performing art that is suitable to be presented to visitors as there have not been many training and staging activities carried out in the village. This program aims to develop the existence of both performing and visual art in Kembaran Village.  The development of the potential of traditional arts in the community is expected to open up opportunities and realize a typical form of performing arts in Kembaran Village.  The targeted participants of this program are several art groups in the village, such as Komunitas Swara Laras Budaya, Komunitas Seni Warokan, Komunitas Jathilan Turonggo Seta Karumpaka Putri, Komunitas Jathilan Turangga Seta Karumpaka Putra, Komunitas Elok Sejati Batik, and Komunitas Seni Sablon Opptima. This activity was conducted in July-August 2024 involving coaching activities and innovation in the development of dance movements, gending or accompaniments, and dance costumes. The methods used in the implementation of this activity were demonstrations, lectures, and training. The result of this activity shows that the creation of new choreographic compositions, accompanying music, and fashion design ultimately enhance the quality of performances in Kembaran Village.
Pemberdayaan Masyarakat Wukirsari, Imogiri, Bantul Melalui Potensi Wisata Seni dan Penangkaran Burung
Jurnal Pengabdian Seni Vol 1, No 1 (2020): MEI 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jas.v1i1.4709

Abstract

Desa Wukirsari adalah salah satu desa di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain wayang, karawitan, kerajinan bambu, dan batik tulis, Wukirsari juga dikenal sebagai desa yang mata pencaharian mayoritas warganya adalah berjualan burung. Tujuan pengembangan dan pemberdayaan melalui P3Wilsen di Desa Wukirsari selama satu bulan adalah untuk meningkatkan jenis dan desain kerajinan bambu, mengembangkan keseniian yang sudah ada agar lebih menarik dan menghasilkan kesenian baru, serta membantu masyarakat dalam pembuatan desain lanscape taman burung. Metode yang diambil untuk mengatasi persoalan dengan kegiatan-kegiatan: (1) pendampingan pengembangan desain landscape meliputi: sign system, mural, perancangan taman, dan pembuatan profil; (2) pelatihan kerajinan bambu dan tatah sungging misalnya pengembangan desain dan bentuk dangkar burung yang akan menunjang suvenir Desa Wisata Wukirsari; dan (3) pelatihan tari dan karawitan untuk anak-anak yang nantinya akan menunjang atraksi desa wisata. Kegiatan P3Wilsen ini telah mencapai hasil berupa: (1) meningkatnya minat dan kemampuan berkesenian masyarakat Wukirsari, (2) meningkatnya kemampuan masyarakat dalam mendesain papan-papan nama dan petunjuk arah yang akan digunakan dalam pembuatan taman penangkaran burung, (3) adanya video yang menunjukkan side plane dan short film dokumenter sebagai sarana promosi, dan (4) meningkatnya ilmu manajemen dalam organisasi atau kelompok penangkar burung dan pengrajin di Wukirsari. Wukirsari village is located at Imogiri Area, Bantul Distrcit, Yogyakarta Specially Designated-Area Province. Aside from wayang (Javenese shadow puppet), karawitan (Javanese traditional instruments), bamboo arts, and handmade batik, Wukirsari is also known as a village in which the residents peddle birds as their main trade. The aim of community development and empowerment thru P3Wilsen at Wukirsari village for a month is to increase the type and design of bamboo arts, improve the existing arts to be more appealing thus generating new arts, and also to help the people in designing bird park landscape. The methods used to tackle the issues are: (1) development assistance in landscaping: sign, system, mural, park planning, and profil making; (2) the training for bamboo arts and carvings, e.g. to develop design and to shape a kind of birdcage as a unique souvenir from Wukirsari Tourist Village; and (3) dance and karawitan for children practices that eventualy support the tourism in the village. The P3Wilsen agenda has gained results such as: (1) Wukirsari villagers’ increasing interest and better ability in arts, (2) the increase of capability for the community to design signboards that will be used in the bird sanctuary development, (3) the creation of a video to show the side plane and as a short documenter film for promotion purposes, and (4) the growth in managing skill within organization or community of the bird breeders and handcrafters in Wukirsari.