cover
Contact Name
Monica Lintang
Contact Email
monic5304@students.unnes.ac.id
Phone
+628128154253
Journal Mail Official
monic5304@students.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang City, Central Java 50229
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Pengabdian Seni
ISSN : 27744787     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Seni is a journal published by Institute of Research and Community Service, Indonesia Institute of the Art Yogyakarta. Published for the first time in 2020, Jurnal Pengabdian Seni is a journal of community service activities that have never been published both in the form of online and print articles. Jurnal Pengabdian Seni has online and print versions. The publication schedule is twice a year in May and November.
Articles 96 Documents
Pengembangan Motif Batik Tiga Negeri Khas Surakarta dengan Teknik Cap untuk Pasar Industri Kreatif
Jurnal Pengabdian Seni Vol 3, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v3i1.6076

Abstract

Ketika dunia sedang dilanda pandemi, semua sektor ekonomi mengalami kemacetan dan berdampak pada penurunan yang cukup signifikan. Namun, yang menarik adalah produk hasil dari kreativitas semacam batik justru masih mempunyai kesempatan yang cukup baik untuk tetap bertahan. Apalagi dengan kemudahan melalui media online. Bisnis online sebagai sektor perekonomian baru di Indonesia berdampak pada pola pikir masyarakat termasuk masyarakat tradisional, termasuk masyarakat perajin batik. Kesempatan ini memberi peluang besar bagi dunia perbatikan khususnya para kriyawan dan perajin batik untuk melakukan pengembangan tanpa batas demi tercapainya kebaruan corak yang sesuai dengan selera pasar saat ini. Salah satu dari sekian banyak varian batik pesisir yang memiliki sejarah cukup panjang  adalah batik Tiga Negeri Surakarta, yang pernah diproduksi di Surakarta dan saat ini berhenti karena satu-satunya perusahaan yang memproduksi batik jenis ini sudah tutup pada tahun 2014; padahal corak ini masih mungkin untuk dikembangkan. Batik dengan motif utama burung berekor panjang dan bunga berkelopak banyak ini terkait dengan filosofi Cina dan dipadukan dengan isen ciri khas batik pedalaman khususnya Surakarta. Target untuk memberikan nuansa baru, yang sesuai dengan konsumen masa kini, memerlukan teknik khusus agar tepat sasaran. Penelitian kualitatif ini memanfaatkan pendekatan analisis tren mode untuk mendapatkan masukan ke arah mana pengembangan motif harus dimulai. Melalui analisis tren dapat diukur tren yang sedang terjadi di pasar beberapa tahun ke depan, sesuai dengan kondisi dan perubahan masyarakat yang sedang terjadi.
Pelatihan Produksi Video Promosi Operator Arung Jeram Kompas Adventure Desa Rambeanak, Mungkid, Magelang Kustanto, Lilik; Widyasmoro, Agnes; Hegar Elbaraja, Dafi Muhammad
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i1.12572

Abstract

Desa Rambeanak, Mungkid, Magelang merupakan desa yang terletak di wilayah Candi Borobudur. DesaRambeanak memiliki potensi-potensi yang banyak, di antaranya makanan khas, kerajinan tangan, danwisata arung jeram Sungai Elo. Wisatawan arung jeram sungai Elo sangatlah ramai, terlebih pada akhirpekan. Hal ini mengakibatkan bermunculannya banyak operator arung jeram sebagai jasa wisata arungjeram. Salah satu operator tersebut adalah “Kompas Adventure” yang anggotanya adalah anak-anak mudaDesa Rambeanak. Operator tersebut sudah memiliki pelanggan yang sebagian besar mendapatkaninformasi melalui media sosial Instagram dan Tik Tok. Namun, informasi tersebut perlu ditingkatkandengan video promosi wisata arung jeram yang lebih menarik dan informatif. Oleh karena itu, pengabdiankepada masyarakat ini memberikan penyuluhan atau pelatihan dalam pembuatan video promosi agar parakru operator di Desa Rambeanak semakin memiliki kemampuan dalam pembuatan video untukmeningkatkan promosi dan memberikan layanan dokumentasi wisatawan arung jeram. Metode pelatihandilakukan secara tatap muka dengan materi teori dan teknis yang dilakukan dengan berbasis proyek. Setelahmendapatkan materi teori dan pengetahuan teknis, peserta praktik langsung dengan mengerjakan sebuahproyek, yaitu produksi video promosi dengan pendampingan dari para penyuluh kegiatan.Rambeanak Village located in Mungkid, Magelang is a village near to Borobudur temple. RambeanakVillage has potentials continuously serve as tourist destinations. It has a lot of enchanting wood handicraftsand one of the favorite destinations for the tourists is rafting tour in Elo river. Elo river rafting has a hugenumber of visits, especially on weekends. Therefore, the number of rafting tour operators has been increasing.One of these operators is "Kompas Adventure" whose members are children from Rambeanak Village. Theoperator already has customers who mostly get information about the tour through Instagram and Tik Tok.However, the contents of Kompas Adventure’s social media need to be improved. The media are supposed to beinteresting, informative, and high;ly persuasive. Therefore, this activity provides counseling or training inmaking promotional videos so that the operator crew in Rambeanak Village increasingly has the ability tomake more creative and persuasive videos to improve promotion. Besides, they are also able to providedocumentation services for rafting tourists. The authors implemented face-to-face method during the training,involving theoretical and technical materials carried out on a project-based basis. After getting theoreticalmaterial and technical knowledge, then the participants were encouraged to direct practice by working on aproject. They were asked to create promotional videos assisted by the authors.
Peningkatan Pengetahuan dan Ketrampilan Dasar Fotografi bagi Fotografer Wisata KOMPAK di Pantai Pulang Sawal, Gunungkidul
Jurnal Pengabdian Seni Vol 2, No 2 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v2i2.5926

Abstract

Komunitas Oesaha Masyarakat Pantai Kawasan Indrayanti (KOMPAK) adalah kelompok masyarakat lokal di Pantai Pulang Sawal, Gunungkidul yang mencari nafkah di sekitar pantai. Mereka melakukan berbagai aktivitas perekonomian yang terkait dengan pariwisata. Salah satunya adalah sebagai fotografer pengunjung wisata pantai. Para fotografer wisata tersebut mendapatkan ilmu fotografi secara otodidak baik dari sesama fotografer maupun dari media sosial. Karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dasar fotografi anggota KOMPAK yang berprofesi sebagai fotografer. Kegiatan penyuluhan seni ini dilakukan dengan pendekatan Discipline-Based-Art-Education (DBAE) pada ranah praxis dan metode ceramah di dalam ruang untuk teori dan praktik di lokasi pantai untuk aplikasinya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman tentang teori fotografi yang diperlihatkan dari kreativitas dan keterampilan saat pemotretan yang semakin beragam.
Perancangan Motif Batik Teknik Canting Cap Kertas Dengan Sumber Ide Mangrove Kutawaru
Jurnal Pengabdian Seni Vol 4, No 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v4i2.10878

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan yang bertujuan untuk membantu masyarakat dan merespons permasalahan di suatu daerah melalui kegiatan yang dilaksanakan. Kelurahan Kutawaru menjadi lokasi dalam pengabdian ini karena memiliki satu-satunya sentra batik, yaitu Leksana Batik Jaya. Batik yang merupakan ciri khas suatu daerah dan batik mangrove menjadi ciri khas dari Kutawaru. Pembuatan batik cap menggunakan alternatif dari pemanfaatan kertas untuk digunakan sebagai media dalam pembuatan canting cap kertas dengan melibatkan masyarakat dan perajin batik setempat. Pengabdian berhasil meningkatkan inovasi dan keberagaman dari motif batik mangrove serta mengembangkan usaha dari pembuatan batik mangrove Kutawaru. Community service is an activity aimed at assisting the community and addressing issues in particular area through implemented activities. The village of Kutawaru serves as the location for the program conducted by the authors since the village holds unique center of batik, Leksana Batik Jaya. Batik. It has a distinctive feature differed from the others as Mangrove batik are only produced in Kutawaru Village. In the creation of stamped batik, an alternative involving the use of paper as a medium for the paper stamping technique is employed, engaging the local community and batik artisans. This process enhances innovation and diversity in Mangrove batik motifs. Automatically, it leads to the development of the business of producing Mangrove batik in Kutawaru.
Pembinaan Kesenian Gunungan di Gondang Sari, Ketep Magelang, Jawa Tengah
Jurnal Pengabdian Seni Vol 2, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v2i1.5736

Abstract

Tari Gunungan merupakan sebentuk kesenian baru dalam Kelompok Kesenian Gunungan Dusun Gondang Sari yang dibuat  pada tahun 2016 dengan bantuan mahasiswa ISI Yogyakarta pada program P3Wilsen dari LPM ISI Yogyakarta. Selanjutnya oleh masyarakat dusun ini, Gunungan  dijadikan sebagai salah satu kesenian andalan dan identitas kesenian setempat. Penyuluhan ini bertujuan melakukan pembinaan seni kepada Kelompok Kesenian Gunungan yang berada di Gondang Sari, Ketep, Sawangan, Magelang, Jawa Tengah. Program dari LPM ISI Yogyakarta ini dilaksanakan selama lima bulan dari Maret hingga Agustus 2020, terjeda oleh masa krisis pandemi Covid-19. Metode yang diterapkan adalah ceramah, workshop, dan evaluasi. Materi penyuluhan ini adalah menyangkut teori dan praktik kesenian Gunungan. Hasil penyuluhan yang didapatkan meliputi tiga hal, yakni pembenahan gerak tari, pembenahan pola lantai dan koreografi, serta pembuatan kemasan tari Gunungan sebagai sajian  pariwisata.
Optimalisasi Potensi Desa Preuner Sriharjo, Imogiri, Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta Melalui Desiminasi Literasi Visual Fotografi
Jurnal Pengabdian Seni Vol 4, No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v4i1.9525

Abstract

Literasi visual dewasa ini memiliki peranan penting dalam pola pengembangan masyarakat. Desa Preuuer Sriharjo memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan, baik dari sisi ekonomi kreatif masyarakat maupun wisata alamnya. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menambah literasi visual khususnya di bidang fotografi sehingga memberikan keterampilan tambahan bagi masyarakat desa, memberikan nilai tambahan produk atau jasa, dan meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Sriharjo, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode pengabdian yang diterapkan berupa ceramah, diskursi, praktik, dan evaluasi. Hasil dari pengabdian ini adalah meningkatnya literasi visual masyarakat Desa Sriharjo khususnya di bidang fotografi.   Today's visual literacy has an important role in the pattern of community development. Sriharjo Village has economic potential that can be developed, both in terms of creative economy of the community and also tourism. The purpose of this activity is to increase visual literacy, especially in the field of photography so as to provide additional skills for village communities; provide additional value to products or services; and improve the economy of the people of Sriharjo Village, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta. The methods applied by the authors were lecturing, discussions, practices, and evaluations. The result of this activity is an increase in the visual literacy of the people of Sriharjo Village, especially in the field of photography.
Seni Jumputan di Perumahan Karangjati Indah II, Kelurahan Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul
Jurnal Pengabdian Seni Vol 1, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jas.v1i2.4708

Abstract

Kelompok Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ibu-ibu Perumahan Karangjati  Indah II, Kelurahan Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul beranggotakan 43 ibu rumah tangga yang berdomisili di RT 13. Pada awalnya kegiatan ibu ibu PKK hanya diisi dengan kegiatan arisan yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi di antara ibu ibu dalam lingkungan perumahan yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, kegiatan PKK tidak hanya diisi dengan arisan saja tetapi berkembang pada kegiatan pemberdayaan manusia terutama pembinaan keterampilan bagi para anggotanya, sehingga dipandang perlu diadakan pelatihan seni jumputan untuk menambah keterampilan anggotanya. Kegiatan penyuluhan seni ini dilaksanakan dengan beberapa metode, seperti ceramah, diskusi, dan tanya jawab tentang permasalahan yang dialami peserta dalam proses pembuatan kain jumputan, serta memberikan contoh secara langsung pembuatan jumputan kepada para peserta pembinaan. Hasil yang dicapai dalam penyuluhan seni ini, yaitu  mengetahui tentang berbagai macam keteknikan dalam seni jumputan, mengetahui alat dan bahan baku dalam pembuatan jumputan hingga menjadi sebuah produk. The Family Welfare Development group (PKK) of the women of Karangjati Indah II Housing, Bangunjiwo Village, Kasihan District, Bantul Regency, has 43 housewives who live in RT 13. Initially, the activities of PKK mothers were only filled with arisan activities aimed at strengthening the relationship between mothers in a residential environment who came from various regions in Indonesia. Over time, PKK activities are not only filled with arisan but develop in human empowerment activities, especially skills development for its members, so it is deemed necessary to hold training in the art of jumputan to increase the skills of its members. This art extension activity is carried out by several methods, such as lectures, discussions, and questions, and answers about the problems experienced by participants in the process of making jumputan fabrics, as well as providing direct examples of making jumputan to the coaching participants. The results achieved in this art counseling, namely knowing about various kinds of techniques in the art of jumputan, knowing the tools and raw materials in making jumputan to become a product.
Pelatihan Produksi Audiovisual di SMK Negeri 2 Purworejo, Jawa Tengah
Jurnal Pengabdian Seni Vol 3, No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v3i2.7923

Abstract

Media audiovisual menjadi media yang diminati berbagai kalangan dalam pendapatkan informasi karena lebih atraktif dan menarik bagi masyarakat. Media ini banyak dipergunakan untuk berbagai keperluan seperi promosi, sosialisasi, hingga hiburan. Oleh karena itu, mengingat manfaat yang besar dari media audiovisual, perlu diselenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) berupa pelatihan produksi audiovisual di SMK 2 Purworejo oleh dosen Program Studi Manajemen Teknik Studio Produksi, Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC”, Yogyakarta. Peserta kegiatan PKM ini adalah siswa SMK yang masih memiliki kreativitas tinggi dan Purworejo merupakan wilayah yang memiliki daya tarik untuk diperkenalkan potensi-potensinya. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pemberian ceramah materi teori, praktikum dan, produksi konten yang dibuat oleh siswa peserta PKM. Secara umum, pelaksanaan PKM berjalan lancar tanpa kendala apa pun karena dukungan dari pihak sekolah. Hasil keluaran kegiatan PKM ini adalah karya konten audiovisual yang dibuat oleh peserta PKM memiliki kualitas yang cukup baik bila mempertimbangkan keterbatasan kemampuan dan waktu pengerjaan produksi audiovisual. Hal ini karena antusiame dan kreativitas peserta PKM yang tinggi sehingga mampu menyelesaikan tugas dengan baik.
Metode Pembelajaran Teatrikal: Penerapan dalam Pelatihan Kesenian Srandul Octavia, Dilla; Siswanti, Putri Indah; Krisnawanto, Eko
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i2.13901

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan kesadaran agar masyarakat sekitar lebih mencintai kesenian daerahnya dan adanya peningkatan kualitas seni kelompok srandul. Rangkaian kegiatan pengabdian diawali dengan sosialisasi PPK Ormawa, seminar tentang pentingnya pelestarian kesenian, pelatihan dan pendampingan kelompok seni, serta pementasan hasil pelatihan. Hal ini dikarenakan Desa Srihardono memiliki potensi besar dalam mengembangkan kesenian, yang awalnya memiliki permasalahan masih rendahnya inovasi dalam pengembangan seni dan budaya yang digunakan untuk mengangkat citra budaya daerah, dan belum ada instruktur profesional sesuai kompetensinya untuk memberikan pelatihan. Keahlian utama yang dikembangkan dalam program ini adalah tentang keahlian dalam bermain peran dengan metode pembelajaran teatrikal yang diawali dengan proses reading naskah, dilanjutkan dengan teknik muncul, teknik latihan pengembangan, dan teknik improvisasi. Hal ini dilakukan untuk memberikan keterampilan kepada kelompok seni srandul. Setelah adanya program dari tim pengabdian PPK Ormawa, kesenian ini kembali aktif melakukan latihan dan anggota kelompok seni dapat memainkan kesenian Srandul dengan baik karena lebih menguasai teknik dalam memainkan kesenian srandul. The purposes of this community service activity are to raise awareness, leading the local community to develop a greater appreciation for their regional arts and to improve the quality of Srandul art group. The series of community service activities began with a socialization to the PPK Ormawa, a seminar on the importance of preserving the arts, training and mentoring for the art group, and a performance of the training results. Srihardono Village has great potential to develop the arts, but it initially faced issues such as a lack of innovation in the development of art and culture used to elevate the regional cultural image as well as the absence of professional instructors with the necessary expertise to provide training. The primary skill developed in this program is acting, using theatrical learning methods started with a script reading process. It was then  followed by techniques for performance, training development techniques, and improvisation techniques. The authors carried out all the sequences of activity to equip the Srandul art group with the necessary skills. The result shows that after participating in this program, the supporters of Srandul art have become more active in rehearsals and the members of the art group can perform Srandul much better since they have mastered the techniques of playing Srandul art.
Pelatihan Teknik Jumputan Inovasi untuk Meningkatkan Kualitas Produk Tie Dye Kelompok Seni SEEJ
Jurnal Pengabdian Seni Vol 1, No 1 (2020): MEI 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jas.v1i1.4699

Abstract

Kelompok seni di Yogyakarta banyak berkembang, salah satunya adalah Shibori Ecoprint Eng Jogja (SEEJ). SEEJ berlokasi di Dusun Kepuh, Klitren, Gondokusuman yang berdiri tahun 2018. SEEJ menghasilkan produk shibori/tie dye dan eco print. Produk dipasarkan melalui bazar yang sering dilakukan. Namun, produk yang dihasilkan sebatas dengan model corak dasar yang sama sehingga kurang bersaing dengan produk serupa karena tidak adanya inovasi. Pelatihan bagi anggota SEEJ diperlukan untuk meningkatkan kemampuan sehingga dapat menghasilkan produk dengan kualitas unggul, yaitu memberikan inovasi produk. Pelatihan dilakukan melalui program Penyuluhan Seni ISI Yogyakarta, yang diselenggarakan pada 10 Maret-21 Agustus 2020. Pelatihan awalnya akan diselenggarakan dengan tatap muka, namun karena pandemi, pelatihan dilakukan secara daring. Materi dibuat dalam Power Point dan video tutorial. Materi dikirimkan melalui WhatsApp Group dan dipelajari peserta serta dipraktikkan secara mandiri. Materi yang diberikan adalah teknik jumputan inovasi. Materi ini diberikan supaya peserta dapat menghasilkan produk berbeda sehingga kualitas produk meningkat dengan adanya inovasi motif. Peningkatan kualitas diharapkan dapat meningkatkan penjualan. Dalam pelatihan ini hasil yang diharapkan berupa produk jadi, yaitu kain panjang. Namun, kondisi yang terjadi membuat pelatihan tidak dapat berjalan sesuai rencana sehingga hasilnya kurang sesuai dengan harapan. Dalam pelatihan ini dihasilkan sampel pembuatan motif jumputan inovasi. Melalui pelatihan, peserta sudah paham teknik yang digunakan dalam jumputan inovasi sehingga pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal dalam pengembangan produk. Akan tetapi, sampel yang dihasilkan dapat dikatakan kurang sempurna dan masih perlu berlatih terus-menerus. Kondisi ini yang belum menungkinkan untuk pembuatan produk jadi.Arts community in Yogyakarta has grown rapidly, one of them is Shibiri Ecoprint Eng Jogja (SEEJ). SEEJ, that is located at Kepuh Village, Klitren, Gondokusuman, has been established since 2018. SEEJ produces shibori/tie dye and ecoprint products. These products are marketed at frequent bazaar. As the product mainly only have the same basic patterns, they are hard to compete with other similar products due to the lack of innovation. A workshop dedicated for SEEJ members is needed to increase their ability to manufacture better products and to inovate other product variety. This training is done through ISI Yogyakarta Arts Workshop held at March 10 - August 21, 2020. Initially this training is meant to be held on site, yet due to pandemic, it is directed to online meetings. Material is created in Power Point and tutorial videos and distributed through Whatsapp Group to be learned by the participants and independently practiced. Material given is that of innovation in tie-dyeing method. This material is given to ensure the participants are able to produce better products with pattern variety. The increasing quality is believed to lead to the increase of sales. This training envisions a product of a long fabric, yet as the situational problem arises, the results gained is less from satisfactory. This training resulted in samples of innovation in tie-dyeing method. Through this training, the participants are equipped with the new innovation skill and technique that will assist them to develop even further in varying patterns. The results, however, show that more continual trainings are still needed and their progress has not provided enough skill to create a new finished and polished product.

Page 4 of 10 | Total Record : 96