cover
Contact Name
Wartoyo
Contact Email
wartoyo10@gmail.com
Phone
+6283838421909
Journal Mail Official
jurnalalamwal@gmail.com
Editorial Address
Gedung FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi Cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syariah
ISSN : 23031573     EISSN : 25273876     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah is a peer-reviewed journal published by the Department of Islamic Banking Syariah Faculty of Islamic Economics and Business of IAIN Syekh Nurjati Cirebon. The journal publishes papers in the accounting and finance field that contribute significantly to the development of the economic and sharia banking profession in Indonesia. Al-Amwal is published twice a year, the first edition was published in July and the second edition was published in December.
Articles 248 Documents
Etika Bisnis Islam: Konstruksi Nilai Keseimbangan Dan Kemanusiaan Wartoyo Wartoyo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v10i2.3369

Abstract

AbstrakEkonomi Islam memberikan tuntunan kepada manusia agar dapat menerapkan etika dalam semua aspek kehidupan, tidak terkecuali dalam kegiatan ekonomi atau bisnis. Etika sangat penting untuk mengatur dan memberikan arahan kepada para pelaku bisnis akan hal-hal  yang baik atau buruk, boleh atau dilarang dan benar atau salah dalam menjalankan kegiatan bisnisnyaa. Etika bisnis dalam ekonomi Islam terkandung dalam semua aspek, baik produksi, konsumsi maupun distribusi. Apabila etika bisnis diterapkan ke dalam semua kegiatan bisnis, maka secara langsung akan dapat menciptakan keseimbangan dan kesejahteraan bersama (maslahah) yang bermuara pada tercapainya kesejahteraan hakiki baik dunia maupun akhirat (falah). Kata Kunci : Etika, Bisnis, Islam, Maslahah, Falah.AbstractIslamic Economics provides guidance to humans in order to apply ethics in all aspects of life, including economic or business activities. Ethics is very important to regulate and provide direction to business people about things that are good or bad, may or are prohibited and true or false in carrying out their business activities. Business ethics in Islamic economics is contained in all aspects, both production, consumption and distribution. If business ethics is applied to all business activities, it will directly create balance and mutual welfare (maslahah) which leads to the achievement of the essential welfare of both the world and the hereafter (falah).Keywords: Ethics, Business, Islam, Maslahah, Falah.
Sustainability of Indonesian Islamic Banking in terms of Corporate Ethical Identity and Corporate Governance Budi Sukardi; Agung Abdullah; Fuad Dhiya Ul Husaen
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v14i2.11664

Abstract

This study empirically demonstrates efforts to strengthen the performance of identity and corporate governance on the sustainability of Islamic banking in Indonesia, the influence of corporate identity performance on Islamic banking governance in Indonesia, and the influence of the performance of corporate identity and governance on the sustainability of Islamic banking in Indonesia.  This is due to the low social function of Islamic banks in Indonesia towards the sustainability of better business, social, and environmental performance.  Types of quantitative research with an ex post facto research design. The research population of all Islamic banks in Indonesia included BMI, BSI, BMSI, and BSMI samples.  The data were analysed using simple additive weighting techniques by modelling using SEM-PLS techniques. The study's conclusions show that strengthening corporate identity performance and corporate governance towards the sustainability of Islamic banking in Indonesia is carried out with regulations, policies, and Sharia compliance. Corporate identity performance positively and significantly affects Islamic banking governance in Indonesia. A company's management has no effect on the sustainability of Islamic banking in Indonesia. This study provides recommendations from the government as a policy regulator that contributes to the supervision of Islamic banks in Indonesia, especially in the implementation of corporate governance, which includes the ethical performance of companies and the sustainability of Islamic banking in Indonesia by making systematic regulations as a reference for Islamic banks. Islamic banks in Indonesia need to re-reflect on neglected social activities because they prioritise commercial activities too much, thus ignoring social activities which are also at the core of bank activities as intermediary institutions and financial services.
KONTRIBUSI PEMBIAYAAN PROFUKTIF TERHADAP PROFITABILITAS BANK SYARI’AH DI INDONESIA wartoyo wartoyo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v5i2.243

Abstract

ABSTRAKPembiayaan produktif di Bank Syari’ah diimplementasikan dalam akad pembiayaan mudharabah dan musyarakah. Kedua akad tersebut merupakan akad yang berprinsipkan bagi hasil dan bagi rugi. namun hingga 10 tahun bank syari’ah di Indonesia, kedua akad pembiayaan produktif tersebut memiliki porsi yang sangat minim, yaitu masih kurang dari 10 persen dari keseluruhan pembiyaan yang salurkan oleh bank syari’ah. Penelitian ini menggunakan data pengamatan laporan keuangan bulanan bank syari’ah pada Bank Indonesia selama periode 2010-2012. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan mudharabah berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas bank syari’ah, sedangkan pembiyaaan musyarakah berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas bank syari’ah, dan pembiayaan mudharabah dan musyarakah secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas bank syariah.Keywords : Pembiayaan, mudharabah, musyarakah, profitabilitas.
How is the Transparency of Zakat Management Entities in Indonesia? Efri Syamsul Bahri; Halimah Yumna Zakiyyah; Ahmad Bisyri
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v13i1.8373

Abstract

Zakat is the third pillar of Islam. Zakat must meet the requirements of meeting the nisab. The potential for zakat in Indonesia reaches IDR 233.8 trillion, but its realization has only reached IDR 10.2 trillion. This study aims to measure the transparency index of zakat management entities in three dimensions: financial transparency, management, and programs. This study quantitatively measured using a descriptive approach. Data were collected through questionnaires from zakat management entities, namely Dompet Dhuafa, Indonesian Zakat Initiative, and Baitulmaal Muamalat. The data were processed using a multistage weight index model. A non-probability sampling approach with purposive sampling was used for the sample selection. This study indicates that the transparency index values of the three LAZs are in the transparent category. The Indonesian Zakat Initiative (n=0.90), Baitulmaal Muamalat (n=0.85), and Dompet Dhuafa (n=0.83). Initiative Zakat Indonesia (IZI) obtained the highest index value in the financial dimension. Baitulmaal Muamalat obtained the highest index value in the financial dimension. Dompet Dhuafa obtained the highest index value in the management dimension. Thus, the three LAZs must continue to maintain and increase the value of the transparency index to maintain a good zakat management entity
Manajemen Pembiayaan Pendidikan Pondok Pesantren dan Lembaga Pendidikan Terpadu Nurushiddiiq Cirebon Nur Eka Setiowati
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v7i2.206

Abstract

Abstrak Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengumpulkan informasi tentang perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan penggalian, alokasi dan akuntabilitas pembiayaan pendidikan di Pesantren Nuurusshidiiq serta informasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pembiayaan pendidikan di Pesantren Nuurusshidiiq.Serta manfaat dari managemen pembiayaan pendidikan terhadap kualitas pendidikan di Pesantren Nuurusshidiiq Data diperoleh dari yayasan Pondok Pesantren Nuurusshidiiq Cirebon dan dari staf pesantren. Analisis data dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dimana dalam penelitian in dieksplorasi secara mendalam bagaimana manajemen pembiayaan pendidikan dalam Pondok pesantren Nuurusshidiiq. Temuan penelitian ini secara umum menunjukan bahwa manajemen pembiayaan pendidikan di Lembaga Pendidikan Terpadu dan Pondok Pesantren Nuurusshidiiq Cirebon sudah memenuhi standar lembaga pendidikan. Hanya saja karena tidak ada patokan baku yang berlaku secara umum pada lembaga pesantren, standar kecukupan atau ketidakcukupan khusus pesantren tidak dapat diketahui. Apalagi secara riil sistem pendidikan dan siklus kehidupan di pesantren berbeda dengan lembaga formal lainnya.Kata Kunci : Manajemen Pembiayaan Pendidikan, Pondok Pesantren.Abstract          The main objective of this study is to collect information about the planning, organizing, implementing excavation, allocation and accountability of education financing in Pesantren Nuurusshidiiq as well as information about the factors that affect the financing of education in boarding Nuurusshidiiq.Serta benefits of management education funding on the quality of education in boarding Nuurusshidiiq Data obtained from the foundation Boarding Nuurusshidiiq Cirebon and from the boarding staff. Analysis of the data in this study is a qualitative method, in which the research is explored in depth in how management education funding in Pondok Pesantren Nuurusshidiiq. The findings of this research generally shows that the management of education financing at the Institute of Integrated Education and Boarding Nuurusshidiiq Cirebon already meet the standards of educational institutions. Just because there is no standard benchmark that applies in general to boarding institutions, standards sufficiency or insufficiency of special schools can not be known. Moreover, in real terms the education system and the life cycle in different schools with other formal institutions.Keywords: Financing Management Education, Boarding School.
Sikap Boros: Dari Normatif Teks ke Praktik Keluarga Muslim Murtadho Ridwan; Irsad Andriyanto
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v11i2.4927

Abstract

AbstractThis study aims to describe wasteful behaviour in terms of normative texts, Islamic economics, and practices in Muslim families. The approach used is a descriptive approach by describing the wastefulbehaviour of the Qur'an and Hadith arguments and mentioning the opinion of Islamic economists. This study is complemented by a survey of 25 Muslim families to find wasteful out their level of consumption in the month of Ramadan. The results of the study show that is explained in the Qur'an and hadith with two terms, those are israf and tabdzir. Islam prohibits wasteful in consumption, but wasteful limitations in Islamic economics are relative (subjective). While the survey results concluded that the majority of Muslim family consumption in the month of Ramadan increased. The increasing aims to meet the needs of four healthy five perfect. The food provided by Muslim families in the month of Ramadan is in accordance with the needs so that nothing is wasted. For those who have leftovers, they use of it for pets so it does not include wasteful. There was only one respondent who claimed to throw away leftovers in vain so that the wasteful behaviour was prohibited by Islam.Keywords:Wasteful, Consumption Ethics, Islamic Economy AbstrakKajian ini bertujuan untuk mendiskripsikan sikap boros dari segi normative teks, ekonomi Islam, dan praktik di keluarga Muslim. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan mendiskripksian sikap boros dari dalil Alquran dan Hadis serta menyebutkan pendapat ahli ekonomi Islam. Kajian ini dilengkapi dengan hasil survey kepada 25 keluarga Muslim untuk mengetahui tingkat konsumsi harian mereka di bulan Ramadhan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sikap boros dijelaskan dalam Alquran dan hadis dengan dua istilah, yaitu israf dan tabdzir. Islam melarang sikap boros dalam berkonsumsi, namun batasan boros dalam ekonomi Islam bersifat nisbi (subyektif). Sedangkan hasil survey menyimpulkan bahwa mayoritas konsumsi harian keluarga Muslim di bulan Ramadhan mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan empat sehat lima sempurna. Makanan yang disediakan keluarga Muslim di bulan Ramadhan sesuai dengan kebutuhan sehingga tidak ada yang terbuang sia-sia. Bagi yang memiliki sisa makanan, mereka memanfaatkan untuk hewan peliharaan sehingga tidak termasuk sikap boros. Hanya ada satu responden yang mengaku membuang sisa makanan dengan sia-sia sehingga perilaku itu termasuk boros yang dilarang Islam.Kata kunci: Boros, Etika Konsumsi, Ekonomi Islam 
Tingkat Literasi Keuangan Syariah Di Kalangan UMKM Dan Dampaknya Terhadap Perkembangan Usaha Diana Djuwita; Ayus Ahmad Yusuf
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v10i1.2837

Abstract

Abstrak Rendahnya kinerja UMKM di Indonesia salah satunya disebabkan oleh kurangnya akses pemodalan. Hal ini dapat disebabkan oleh minimnya pengetahuan dan pemahaman UMKM terhadap keberadaan lembaga keuangan, yang dikenal dengan sebutan literasi keuangan. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan Otorisasi Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2013 bahwa tingkat literasi keuangan penduduk Indonesia terbagi menjadi empat kategori, yaitu well literate (21,84%), sufficient literate (75,69%), less literate (2,06%), dan not literate (0,41%). Saat ini keuangan syariah makin berkembang pesat dengan banyaknya lembaga-lembaga keuangan syariah yang menawarkan produk dan jasa keuangan berlandaskan syariat Islam. Tetapi faktanya keuangan syariah hingga saat ini masih memiliki pangsa pasar yang rendah di negara Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat literasi keuangan syariah di kalangan UMKM khususnya pedagang kaki lima di kawasan Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon, untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat literasi keuangan syariah di kalangan UMKM di kawasan Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon, dan untuk mengetahui dampak tingkat literasi keuangan syariah terhadap perkembangan usaha UMKM di kawasan Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah descriptive survey dan explanatory surve.  Jumlah responden 31 UMKM, yang 87 persen adalah pedagang kaki lima. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data hasil kuesioner diuji asumsi klasik (uji normalitas, heterokedastisitas, multikolinearitas, dan autokorelasi). Analisis deskriptif dilakukan terhadap data hasil penelitian, kemudian dilakukan uji regresi berganda untuk mengetahui hubungan antar variabel yang diteliti.Hasil penelitian yang diperoleh adalah hanya variabel lama usaha dan jumlah karyawan yang berpengaruh signifikan terhadap financial knowledge. Seluruh variabel demografi (lokasi, usia, jenis kelamin, pendidikan, jenis usaha, lama usaha, modal awal, sumber modal, pendapatan, dan jumlah karyawan) tidak mempengaruhi financial behaviour dan financial attitude para pedagang kaki lima. Hanya financial behaviour saja yang mempengaruhi perkembangan usaha para pedagang kaki lima, sementara financial knowledge dan financial attitude tidak mempengaruhi perkembangan usaha. Kata Kunci:  Literasi Keuangan Syariah, UMKM, Pedagang Kaki Lima, Perkembangan Usaha AbstractThe low performance of MSMEs in Indonesia is caused by the lack of access to capital. This can be caused by the lack of knowledge and understanding of MSMEs on the existence of financial institutions, known as financial literacy. Based on the results of a survey conducted by the Financial Services Authority (OJK) in 2013 that the level of financial lteracy of Indonesian population is divided into four categories, namely well literate (21,84%), sufficient literate (75,69%), less literate (2,06%), and not literate (0,41%). Currently sharia finance is growing rapidly with the number of Islamic financial institutions that offer products and financial services based on Islamic Sharia. But the fact that Islamic finance to date still has a low market share in the majority moeslem country of Indonesia. The purpose of this study is to determine the level of Islamic financial literacy among SMEs, especially street vendors in the area of At-Taqwa Mosque Cirebon City, to determine the factors that affect the level of Sharia financial literacy among MSMEs in the area At-Taqwa Mosque Cirebon City, and to know the impact of the level of sharia financial literacy on the development of SMEs in the area of At-Taqwa Mosque Cirebon City.    The research methode used in this descriptive survey and explanatory survey. Number of respondents 31 SMEs, of which 87% are street vendors. Data collection using research instruments in the form of questionnaires that have been tested for validity and reliability. The results of the questionnaires tested the classical assumptions (test of normality, heterocedasticity, multicollinearity, and autocorrelation). Descriptive analysis conducted on the data of research results, then multiple regression test to determine the relationship between variables studied.The result of the research is only the old variable of business and the number of employees that have significant effect on the financial knowledge. All demographic variables (location, age, gender, education, type of business, length of business, initial capital, source of capital, income, and number of employees) do not affect the financial behaviour and financial attitude of street traders. Only financial behaviour alone affects the business development of street traders, while financial knowledge and financial attitude does not affect business development. Keywords: Sharia Financial Literacy, SMEs, Street Traders, Business Development
Dynamics of Fundamental Factors and Macroeconomics in Determining The Stock Prices of Islamic Banks in Indonesia Syauki, Ahmad; Anggraeni, Erike; Iqbal, Muhammad
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/alamwal.v16i2.18484

Abstract

This study aims to analyse the influence of fundamental variables of Islamic banks in Indonesia and Indonesian macroeconomic variables on the dynamics of Islamic bank stock prices in Indonesia in the period 2020 to 2023. This study uses a quantitative method with secondary data in the form of Islamic bank financial reports and publication data from Bank Indonesia. The analysis techniques used include descriptive statistics, classical assumption tests consisting of normality tests, multicollinearity tests, autocorrelation tests, and heteroscedasticity tests, as well as panel data regression techniques. The results of the study show that EPS has a positive but insignificant effect on stock prices, NPM has a negative but insignificant impact on stock prices, inflation has a negative but insignificant effect on stock prices, and interest rates have a positive but insignificant impact on stock prices. While together, all independent variables have a positive but insignificant impact on stock prices.
IMPELEMENTASI FUNGSI BAYT AL-MÄ€L DAN PENGELOLAANNYA PADA BMT AL-FALAH SUMBER Eef Saefullah; Fitria Handayani
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v8i2.1369

Abstract

Abstrak :Perkembangan keberadaan BMT dipandang memiliki dua fungsi utama, yaitu sebagai media penghimpunan, penyaluran dan pendayagunaan harta ibadah (bayt al-māl) seperti zakāh, infaq, ṣadaqah dan wakāf, serta dapat pula berfungsi sebagai bayt at-tamwīl yaitu institusi yang bergerak di bidang investasi dan simpan pinjam yang berbadan hukum koperasi. Oleh karena itu, BMT wajib menerapkan fungsi bayt al-mâl melalui proses pengelolaannya dalam membantu meningkatkan dan memperbaiki taraf hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi BMT sebagai bayt al-māl dan pengelolaannya pada BMT Al-Falah Cirebon.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriftif. Data penelitian di peroleh dari hasil observasi, dokumentasi dan wawancara dengan karyawan Bayt al-Māl BMT AL-Falah Cirebon kemudian menganalisisnya melalui reduksi data, penyajian data, dan pembuatan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa Bayt al-Māl BMT Al-Falah telah menerapkan fungsi BMT sebagai bayt al-māl melalui pengelolaannya telah melakukan beberapa program penyaluran dan pendayagunaan seperti pemberdayaan ekonomi dhuafa, beasiswa pendidikan dhuafa, desa binaan dan charity dalam mengoptimalkan dana zakāh, infaq, ṣadaqah dan wakāf dengan dana bayt al-māl yang terdapat di BMT Al-Falah masih 0,005% dari dana bayt at-tamwīl. Dan pengelolaan dana ZISWaf pada BMT Al-Falah melalui proses manajemen yang dikelola dengan baik sehingga dapat menjadi efektif, serta fungsi BMT yang mendukung kegiatan bayt al-māl adalah sebagai konsumen dan produsen.                Kata Kunci : BMT (bayt al-māl wa at-Tamwīl), fungsi bayt al-māl dan pengelolaan dana bayt al-māl (zakāh, infaq, ṣadaqah dan wakāf). Abstract :The development of the existence of BMT is considered to have two main functions, namely as a media mobilization, distribution and empower the treasures of worship (Bayt al-Māl) as zakāh, infaq, ṣadaqah and endowments, and can also function as bayt at-tamwīl namely institutions engaged in the investment and savings and loans legal status of cooperatives. Therefore, BMT is required to apply the function bayt al-māl through a management process to help increase and improve living standards. This study aimed to describe the function of BMT as bayt al-māl and managed by BMT Al-Falah Cirebon.This research method a qualitative research with descriptive approach. The research data obtained from the observation, documentation and interview with employee raises Bayt al-Māl BMT Al-Falah Cirebon and then analyze with of data reduction, data presentation, and of making a conclusion.The results showed that the Bayt al-Māl BMT Al-Falah has implemented functions of BMT as bayt al-māl through its management has conducted several programs channeling and utilization such as economic empowerment of the poor, educational scholarships poor, guided village and charity in optimizing zakāh, infaq, ṣadaqah and endowments with funds bayt al-māl contained in BMT Al-Falah was 0.005% of the funds bayt at-tamwīl. And fund management ZISWAF at BMT Al-Falah through a management process that is well managed so that it can be effective, as well as BMT functions that support the activities bayt al-māl is as consumers and producers. Keywords : BMT (Bayt al-Māl wa at-Tamwīl), the function of the bayt al-māl and fund management bayt al-māl (zakāh, infaq, ṣadaqah and endowments).
Economic Globalization: Impacts On Indonesian Import-Export Statistics Zulfikar Hasan
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 12, No 2 (2020): .
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v12i2.7085

Abstract

Economic globalization is the manner of combining the national economy into the global financial system played by WTO, IMF and World Bank players. Economically the Indonesian state has a dependence on international trade, production and finance. Accordingly, the Indonesian nation unprotected to international pressure and globalization. Economic globalization has an impact on national commercial law which must resemble as an integration mechanism that can harmonize the various internal interests of the nation, national and international interests and between sectors of domestic life. Economically there are increasingly competing trade pressures, multi nationalization of production, integration of financial markets and inrush of global capital investment. In dealing with the impact of economic globalization using strategies play an active role in the process of negotiation with globalization actors and creating national commercial law, especially regarding the foreign investment that accommodates the interests of global values to appropriate for the development of the national economy. Globalization is also very instrumental in the volume of export and import in a country, including Indonesia, which will have an impact both negative and positive from globalizing products and services.

Page 6 of 25 | Total Record : 248