cover
Contact Name
Zulfah
Contact Email
zulfahasni670@gmail.com
Phone
+6282271279237
Journal Mail Official
zulfahasni670@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sisingamangaraja, Bangkinang Kota, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 29874475     DOI : https://doi.org/10.70292/pchukumsosial.v2i3.72
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial is published by the PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP (NOMOR : AHU-012686.AH.01.30.Tahun 2023) in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. PCHS is a double blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of Law and Social Science. All publications in the PCHS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial is a national journal with e-ISSN: 2987-4475. Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial publishes articles periodically three a year, in May, September, and January. PCTIF uses Turnitin plagiarism checks, Mendeley for reference management and supported by Crossref (DOI) for identification of scientific paper.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 508 Documents
Pengalaman Spasial pada Arsitektur Virtual Kota Amatsu dalam Ragnarok Online: Penelitian Ariel Herschel Norimarna; Yelmi Gusriyanda Pangandaheng; Aletheia Deandra Siahaya; Victor Delvy Tutupary; Fidel Benned Lorwens; Silas Tehuwayo
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2025): Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 3 Nom
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v3i3.593

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengalaman spasial pemain terhadap arsitektur virtual Kota Amatsu dalam Ragnarok Online dengan menitikberatkan pada karakter elemen ruang, hubungan antarelemen, dan cara pemain mengalami lingkungan melalui pergerakan avatar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus tunggal dan metode netnografi. Data penelitian berasal dari observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi digital, serta interaksi dengan komunitas pemain. Analisis artikel difokuskan pada data informan I2, I4, dan I8 yang menunjukkan pengalaman spasial paling relevan dengan fokus kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amatsu dikenali melalui kombinasi bangunan kayu, jalan, jembatan, air, vegetasi sakura, ruang terbuka, dan susuPenelitian ini bertujuan menganalisis pengalaman spasial pemain terhadap arsitektur virtual Kota Amatsu dalam Ragnarok Online dengan menitikberatkan pada karakter elemen ruang, hubungan antarelemen, dan cara pemain mengalami lingkungan melalui pergerakan avatar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus tunggal dan metode netnografi. Data penelitian berasal dari observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi digital, serta interaksi dengan komunitas pemain. Analisis artikel difokuskan pada data informan I2, I4, dan I8 yang menunjukkan pengalaman spasial paling relevan dengan fokus kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amatsu dikenali melalui kombinasi bangunan kayu, jalan, jembatan, air, vegetasi sakura, ruang terbuka, dan susunan jalur yang membentuk pengalaman ruang secara sekuensial. Pemain tidak mengalami elemen tersebut sebagai objek yang berdiri sendiri, tetapi sebagai rangkaian visual dan spasial yang ditemukan ketika avatar bergerak. Keteraturan, keterbukaan, dan hubungan antara bangunan, air, vegetasi, dan jalur turut membentuk kesan nyaman dan khas terhadap lingkungan. Temuan memperlihatkan bahwa arsitektur virtual dapat dipahami sebagai lingkungan pengalaman, bukan sekadar representasi visual, karena makna spasial muncul melalui hubungan antara konfigurasi ruang dan pengalaman pengguna.nan jalur yang membentuk pengalaman ruang secara sekuensial. Pemain tidak mengalami elemen tersebut sebagai objek yang berdiri sendiri, tetapi sebagai rangkaian visual dan spasial yang ditemukan ketika avatar bergerak. Keteraturan, keterbukaan, dan hubungan antara bangunan, air, vegetasi, dan jalur turut membentuk kesan nyaman dan khas terhadap lingkungan. Temuan memperlihatkan bahwa arsitektur virtual dapat dipahami sebagai lingkungan pengalaman, bukan sekadar representasi visual, karena makna spasial muncul melalui hubungan antara konfigurasi ruang dan pengalaman pengguna.
Penguatan Perlindungan Sosial Adaptif Bagi Keluarga Rentan untuk Menurunkan Risiko Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Rahmi Rasjid
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 2 June - September
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i2.598

Abstract

Keberlanjutan pendidikan anak di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan menghadapi risiko yang dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya ekonomi rumah tangga, keterlibatan anak dalam aktivitas ekonomi keluarga, serta melemahnya kapasitas keluarga mempertahankan pendidikan ketika menghadapi tekanan ekonomi. Policy Paper ini bertujuan menganalisis akar masalah Anak Tidak Sekolah (ATS) dan anak yang berisiko tidak melanjutkan pendidikan, mengkaji alternatif kebijakan, serta merumuskan pilihan kebijakan yang paling sesuai dengan karakteristik daerah. Analisis dilakukan melalui identifikasi masalah, penetapan prioritas menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth), analisis akar masalah melalui fishbone dan penyebab Level 1–Level 2, serta perumusan dan penilaian alternatif kebijakan menggunakan Model Logika dan Multi Criteria Analysis (MCA). Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi rumah tangga dan keterlibatan anak dalam aktivitas ekonomi keluarga merupakan persoalan prioritas, dengan tiga akar masalah utama berupa pendapatan rumah tangga yang tidak mencukupi kebutuhan hidup dan pendidikan anak, keterlibatan anak dalam aktivitas ekonomi keluarga, serta melemahnya kapasitas rumah tangga mempertahankan pendidikan anak ketika menghadapi tekanan ekonomi. Dari tiga alternatif kebijakan, yaitu penguatan layanan pendidikan adaptif, penguatan perlindungan sosial terintegrasi, serta penguatan identifikasi dini dan pendampingan, alternatif perlindungan sosial terintegrasi memperoleh nilai tertinggi pada Model Logika (5,0/5) dan MCA (4,70/5). Policy Paper merekomendasikan penguatan perlindungan sosial adaptif bagi keluarga rentan melalui integrasi identifikasi risiko, asesmen keluarga, klasifikasi kerentanan, pemadanan intervensi, pendampingan, dan monitoring keberlanjutan pendidikan. Kebijakan ini diharapkan mendorong intervensi yang lebih tepat sasaran, adaptif terhadap kondisi keluarga dan wilayah, serta memperkuat pencegahan ATS di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.
Framing Politik dalam Pengelolaan Citra Sekretariat Daerah Provinsi Jambi pada Kontroversi Islamic Center Yeremia Hutagalung; Nasuhaidi; Aditya Romadhon
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 2 June - September
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i2.600

Abstract

Kontroversi infrastruktur publik mempertemukan kepentingan pemerintah dalam menjaga citra kelembagaan dengan tuntutan masyarakat atas pertanggungjawaban pembangunan. Artikel ini menganalisis framing politik dalam pengelolaan citra Sekretariat Daerah Provinsi Jambi pada kontroversi Islamic Center, dengan perhatian pada peran Dinas Komunikasi dan Informatika. Pendekatan kualitatif studi kasus digunakan melalui analisis kembali kutipan wawancara dan dokumentasi yang disajikan dalam skripsi sumber. Materi wawancara mencakup enam kategori aktor, yaitu mahasiswa, pengurus Islamic Center, Inspektorat, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, unsur administrasi pimpinan Sekretariat Daerah, serta wartawan mitra. Data dianalisis berdasarkan empat fungsi framing Robert M. Entman, yakni pendefinisian masalah, atribusi penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi penyelesaian. Analisis mengidentifikasi tiga orientasi bingkai yang saling beririsan: teknis administratif, manfaat sosial keagamaan, dan akuntabilitas tata kelola. Diskominfo diposisikan sebagai penghubung publikasi dan klarifikasi pemerintah, tetapi gambaran mengenai praktiknya terutama berasal dari keterangan aktor lain. Perbedaan akses terhadap informasi pengawasan, penilaian wartawan atas respons defensif, serta kendala pembaruan kanal resmi memperlihatkan batas pengelolaan citra melalui narasi. Artikel ini menyimpulkan bahwa upaya menjaga citra memerlukan keterhubungan antara penjelasan, bukti perbaikan, dan pertanggungjawaban. Temuan menjelaskan konstruksi pesan dan persepsi informan, bukan membuktikan peningkatan kepercayaan publik atau menentukan status hukum proyek.
Akuntabilitas Pengasuhan Anak Pascaperceraian dalam Kerangka Mubadalah dan Maqashid Syariah Muhammad Bahrul Ulum Mubarok; Khotibul Umam
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2025): Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 3 Nom
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v3i3.607

Abstract

Pemenuhan hak anak pascaperceraian memerlukan keberlanjutan tanggung jawab yang tidak bergantung sepenuhnya pada keharmonisan hubungan mantan pasangan. Artikel ini merumuskan kerangka akuntabilitas pengasuhan melalui pengembangan pembacaan mubadalah dan maqashid syariah yang menempatkan anak sebagai pemegang hak. Penelitian menggunakan kajian kepustakaan dengan pendekatan normatif dan analisis konseptual. Bahan kajian mencakup artikel Al Mustaqim dan Alfirahmah tentang lima keluarga di Desa Kerandon, peraturan mengenai pengasuhan dan pembiayaan anak, instrumen hak anak, serta penelitian tentang pengasuhan bersama, partisipasi, dan pengendalian koersif. Narasi keluarga dalam artikel sumber dianalisis sebagai temuan yang telah diterbitkan. Analisis menunjukkan bahwa ketidakpastian nafkah, keterputusan keterlibatan orang tua, dan tidak tersedianya suara anak merupakan persoalan yang berbeda sehingga memerlukan respons yang berbeda pula. Kesalingan diarahkan pada pembagian tanggung jawab yang proporsional tanpa menghapus kewajiban hukum yang melekat pada orang tua. Maqashid digunakan sebagai orientasi evaluasi kebutuhan, sedangkan partisipasi anak dan keselamatan menjadi syarat dalam menentukan bentuk keterlibatan orang tua. Artikel menawarkan model yang menghubungkan pemetaan kebutuhan, penetapan tanggung jawab, pencatatan pelaksanaan, peninjauan, dan tindakan korektif. Kontribusinya terletak pada perumusan hubungan antara etika kesalingan dan pertanggungjawaban yang dapat ditelusuri, termasuk ketika kerja sama orang tua gagal. Model ini merupakan usulan konseptual yang memerlukan pengujian empiris sebelum digunakan sebagai instrumen penilaian baku.
Strategi Komunikasi Pengurus Keamanan dan Ketertiban dalam Membentuk Budaya Kesantunan Santri di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Afif Mahmudi
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 2 June - September
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i2.608

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi pengurus keamanan dan ketertiban dalam membentuk budaya kesantunan santri di Asrama Darussalam Blok 12, Pondok Pesantren Darussalam Blokagung. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengolah kembali hasil wawancara dua pengurus dan tiga santri yang didukung observasi serta dokumentasi. Data dibaca secara tematik melalui perspektif komunikasi persuasif, komunikasi interpersonal, teori kesantunan, dan pembelajaran sosial. Temuan memperlihatkan perpaduan keteladanan, pembiasaan melalui interaksi harian, teguran bertahap yang menjaga harga diri, apresiasi berupa pujian dan tanggung jawab, serta konsekuensi edukatif yang proporsional. Kedekatan informal membuka ruang dialog, sedangkan batas otoritas tetap menjaga kejelasan tata tertib. Sintesis penelitian menghasilkan konsep komunikasi pembinaan tegas yang menjaga martabat, yakni penegakan norma melalui pesan dan perlakuan yang mencerminkan kesantunan. Perubahan perilaku yang disampaikan informan bersifat pengamatan kualitatif, bukan bukti pengaruh kausal. Artikel berkontribusi pada kajian komunikasi pesantren dengan menempatkan fungsi keamanan sebagai praktik pembinaan relasional dan merekomendasikan pengujian lintas asrama serta pengamatan longitudinal.
Tanggung Jawab Negara dalam Pemenuhan Hak Atas Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin Qyan Hari Simartla Gudangga; Redy Pangestu; Andre Zanji Deananda
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 2 June - September
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i2.567

Abstract

Negara hukum Indonesia menjamin prinsip persamaan kedudukan setiap warga negara di hadapan hukum (equality before the law) sebagaimana termaktub dalam Pasal 27 ayat (1) dan Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Kenyataannya, tingginya angka kemiskinan turut membatasi akses masyarakat miskin terhadap layanan hukum yang memadai. Kehadiran Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum merupakan wujud konkret tanggung jawab negara dalam memenuhi hak konstitusional tersebut. Artikel ini disusun dengan metode penelitian hukum yuridis-normatif melalui pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual untuk mengkaji bentuk tanggung jawab negara, kendala implementasi, serta strategi optimalisasi pemenuhan hak atas bantuan hukum bagi masyarakat miskin. Hasil kajian menunjukkan bahwa tanggung jawab negara diwujudkan melalui penyediaan layanan hukum cuma-cuma pada perkara pidana, perdata, dan tata usaha negara, baik secara litigasi maupun nonlitigasi, yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
Pengaruh Kualitas Produk dan Promosi terhadap Keputusan Pembelian Telur Ayam pada Konsumen Bumdes Desa Jonjo Wahyu Anugrah; Moh. Aris Pasigai; Zalkha Soraya; Nasrullah Nasrullah
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 2 June - September
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i2.582

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pemahaman mengenai bagaimana mutu produk dan promosi mempengaruhi pilihan konsumen dalam membeli telur ayam. BUMDes Desa Jonjo. Penelitian ini memakai cara kuantitatif yang menggunakan metode deskriptif dan verifikasi, dengan menggunakan desain studi kasus.. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner kepada 60 konsumen dengan teknik sampel jenuh. Analisis data dilaksanakan dengan menggunakan statistik deskriptif, pengujian alat, pengujian asumsi klasik, analisis regresi linier ganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi menggunakan perangkat lunak SPSS versi 26.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan pembelian (B=0,375; t=3,601; p=0,001), sedangkan promosi juga menunjukkan dampak positif dan signifikan (B=0,578; t=4,724; p<0,001). Kualitas produk dan promosi secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (F=34,069; p<0,001). Nilai R Square yang mencapai 0,545 menunjukkan bahwa 54,5% variasi dalam keputusan pembelian dapat dijelaskan secara bersama oleh kualitas produk dan promosi, sedangkan 45,5% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model yang diteliti.
Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Kelurahan Namosain Kecamatan Alak Kota Kupang Dewi Raihan Atapukan; Marthina Raga Lay; Delila A. Nahak Seran; Made N.D. Andayana
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 2 June - September
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i2.583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) terhadap kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penghambat pelaksanaan program. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive dan terdiri atas lurah, staf kelurahan yang menangani PKH, pegawai Dinas Sosial Kota Kupang, dua pendamping PKH, dan 15 keluarga penerima manfaat. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PKH di Kelurahan Namosain telah berjalan dan memberikan manfaat dalam membantu keluarga memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar. Namun, pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal. Pada aspek komunikasi, informasi program telah disalurkan tetapi belum merata dan belum seluruh masyarakat memahami mekanisme penetapan serta pemutakhiran data. Pada aspek sumber daya, kompetensi pelaksana cukup mendukung, tetapi jumlah pendamping dan sarana prasarana masih terbatas. Disposisi pelaksana menunjukkan sikap dan komitmen yang cukup baik, sedangkan struktur birokrasi telah memiliki prosedur dan pembagian tugas, tetapi koordinasi dan pemutakhiran data masih perlu diperkuat. Hambatan utama meliputi ketidaktepatan data penerima manfaat, keterbatasan sarana dan pendamping, rendahnya partisipasi sebagian KPM, ketergantungan terhadap bantuan, serta kurang meratanya informasi program.
Fenomena Munculnya Wisata Baru Pantai Ndao sebagai alternatif Tourism di Kabupaten Ende Pasifikus Mala Meko
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 2 June - September
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i2.594

Abstract

Menurut Sugiono (2009) Pengembangan adalah memperluas pengetahuan yang telah ada, sedangkan menurut Pitana (2005) Pengembangan Pariwisata adalah kegiatan untuk memajukan suatu tempat atau daerah yang di anggap perlu ditata sedemikian rupa, baik dengan cara memelihara yang sudah berkembang atau menciptakan yang baru. Fenomena munculnya wisata baru ini di Pantai Ndao Kabupaten Ende ini mendorong banyaknya pengunjung yang datang menikmati susana di sore hingga malam hari. Selain itu para UMKM juga ikut menyediakan berbagai macam kuliner di sepanjang jalur tersebut. Munculnya wisata baru ini memerlukan perhatian pemerintah terkait pengembangan dan penataan. Padatnya pengunjung membuat kemacetan di sepanjang jalur tersebut karena pengunjung belum disediakan lahan parkir yang telah ditetapkan. Ramainya para pengunjung yang berolah raga, nongkrong serta menikmati view pantai serta kuliner yang tersedia membuat bahu jalan sepanjang pantai Ndao begitu ramai. Belum tersedianya instalasi listrik bagi para UMKM dan pengunjung membuat suasananya kurang terang dimalam hari. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dalam penyelesaiannya menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang dikembangkan oleh Borgand Gall (dalam, Wynarti 2018). Faktor pendorong munculnya wisata wisata baru Pantai Ndao di Kabupaten Ende, antara lain karena; memiliki daya tarik wisata yang unik, perubahan trend wisata, kekuatan media sosial, akses serta lokasi yang strategis dan peran komunitas. Sedangkan tantangan pengelolaan adalah masalah penataan, masalah lingkungan, organisasi pengelola, dan fasilitas.
Pengelolaan Pasar Ikan Oeba dalam Perspektif Tata Kelola dan Relasi Kuasa Angelicha Elizabeth Karimon; Ananias R. Philip. Jacob; Frans W. Muskanan; Boli Tonda Baso
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 2 June - September
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i2.596

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis relasi kuasa dalam tata kelola Pasar Ikan Oeba Kota Kupang, dengan fokus pada pengaturan ruang, penyediaan fasilitas, dan retribusi antara pemerintah dan pedagang. Pasar ini dipahami sebagai arena sosial-politik yang mencerminkan ketimpangan posisi antaraktor. Menggunakan metode kualitatif berpendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Analisis ini menerapkan perspektif relasi kuasa Michel Foucault serta pendekatan elemen tata kelola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi kuasa bekerja melalui tiga mekanisme. Pertama, penataan ruang melalui zonasi menciptakan perbedaan akses dan posisi sosial-ekonomi antarpedagang. Kedua, penyediaan fasilitas yang tidak seimbang membuat kebutuhan operasional dibebankan secara mandiri kepada pedagang. Ketiga, mekanisme fiskal menunjukkan dominasi kewenangan pemerintah dalam mengatur aktivitas ekonomi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian politik lokal serta memberi masukan bagi pengelola untuk mewujudkan tata kelola pasar yang partisipatif, adil, dan berkelanjutan.