cover
Contact Name
Yolanda Handayani
Contact Email
bikfokes@gmail.com
Phone
+62217863473
Journal Mail Official
bikfokes@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biostatistika dan Kependudukan Gedung A, lantai 2, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Kampus Baru UI Depok, Jawa Barat, 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan
Published by Universitas Indonesia
ISSN : -     EISSN : 27750574     DOI : https://doi.org/10.7454/bikfokes
Core Subject : Health,
Jurnal BIKFOKES (Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan) diinisiasi oleh Departemen Biostatika dan Kependudukan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Sebagai jurnal ilmiah, Jurnal BIKFOKES memiliki fokus biostatitik, informatika kesehatan, kependudukan, dan kesehatan reproduksi. Adapun artikel atau naskah ilmiah yang dimuat dalam Jurnal BIKFOKES mencakup ranah penelitian, studi kasus, meta-analysis atau konseptual
Articles 80 Documents
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Diabetes Melitus Pada Wanita Usia 20-25 di DKI Jakarta (Analisis Data Posbindu PTM 2019) Ramadhani, Nurrahma Fitria; Siregar, Kemal N; Adrian, Verry; Sari, Intan Rachmita; Hikmahrachim, Hardya Gustada
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Diabetes melitus masih menjadi masalah di seluruh dunia terutama di negara berkembang. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan aktivitas fisik dengan diabetes melitus pada wanita usia 20-25 tahun. Penelitian ini menggunakan data Posbindu DKI Jakarta tahun 2019 dengan desain potong lintang yang melibatkan 1479 subjek wanita usia 20-25 tahun yang berkunjung ke Posbindu. Dilakukan analisis statistik univariat, bivariat chi square (CI: 95%) untuk melihat hubungan aktivitas fisik dan diabetes melitus, serta analisis multivariat regresi logistik untuk melihat hubungan aktivitas fisik dan diabetes melitus setelah di adjust dengan variabel perancu. Dari 1479 wanita usia 20-25 tahun yang berkunjung ke Posbindu, 351 subjek (23,73%) mengidap diabetes melitus dan 310 subjek (21,17%) memiliki kategori aktivitas fisik yang kurang. Pada analisis multivariat, ditemukan hubungan antara aktivitas fisik dengan diabetes melitus setelah dikontrol dengan variabel perancu, yaitu obesitas, dan kurang konsumsi buah sayur (AOR 2,7 95% CI: 1,97-3,72). Disimpulkan bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik dengan penyakit diabetes melitus. Maka diperlukan kecukupan aktivitas fisik untuk mencegah diabetes melitus. Selain itu, variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan diabetes melitus adalah kurangnya konsumsi buah sayur dan obesitas. Sehingga diperlukan usaha gaya hidup sehat untuk mencegah terjadinya diabetes melitus.
Pengklasteran Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Wanita Usia Subur Menggunakan Metode Principal Component Analysis dan K-Means Jondu, Hasnia; Siregar, Kemal N; Prabawa, Artha; Fadhilah, Nurul
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia pada ibu hamil adalah kondisi di mana kadar Hb < 11 gr/dL. Prevalensi anemia di Indonesia cukup tinggi yaitu sebesar 44%. Target penurunan anemia dapat dicapai melalui program suplementasi zat besi dan asam folat (program IFAS). Indonesia telah sejak 1975 merekomendasikan ibu hamil minum satu tablet IFA selama kehamilan minimal 90 hari hingga 42 hari pasca melahirkan. Hasil Riskesdas 2018, Ibu hamil yang mengonsumsi TTD ≥90 butir adalah sebesar 38,1%, sedangkan data mining.Penelitian ini memadukan metode PCA dan K-Means. Peneliti menggunakan data SDKI Wanita Usia Subur 2017. Data terdiri dari 8 atribut dan 12262 record. Hasil penelitian ini yaitu hasil final cluster metode PCA menghasilkan faktor 1 (Pendidikan, Status Ekonomi, dan Tempat Tinggal), faktor 2 (Konsumsi TTD dan Kunjungan ANC), faktor 3 (Pemeriksa Hamil: Non-Nakes). Hasil metode K-Means terbentuk dua klaster dan ketiga atribut baru terdapat signifikansi.
Evaluasi Pengelolaan Data Dan Informasi Program Vaksinasi COVID-19 (Corona Virus Disease 19) di Wilayah Lampung Tahun 2021 Araytri, Regina Valya Puspita; Herdayati, Milla
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan data dan informasi pada program vaksinasi merupakan suatu hal penting yang harus diperhatikan pelaksanaannya. Hal ini dikarenakan proses pencatatan dan pelaporan data pada yang dilaksanakan pada program vaksinasi dapat menunjang percepatan vaksinasi di Indonesia karena dapat mengetahui cakupan vaksinasi yang telah terlaksana. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengelolaan data dan informasi seputar program vaksinasi COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) di wilayah Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional pada pelayanan kesehatan sekunder (Dinas Kesehatan Provinsi Lampung) responden pada penelitian ini adalah kepala seksi surveilans dan imunisasi dinas kesehatan Provinsi Lampung. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi data sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan dibandingkan dengan standar operasional yang diputuskan menteri kesehatan republik Indonesia. Kendala dalam pelaksanaan program vaksinasi di wilayah lampung adalah masih kurangnya sumber daya manusia serta sarana rantai dingin berupa refrigerator. kendala pada proses pencatatan dan pelaporan terdapat pada input data hasil layanan dan pengoperasian aplikasi SMILE (Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik secara Elektronik) dalam perhitungan logistik vaksinasi, hal ini perlu dilakukan perbaikan agar provinsi lampung dapat mencapai kekebalan imun (herd immunity).
Penggabungan Aplikasi Telemedicine TB Sebagai Optimalisasi Pelayanan TB Selama Masa Pandemi COVID-19 Septiani, Dian; Haniifah, Fanesya Nuur; Riswaluyo, Meta Alya; Anwar, Najiah Meirina
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama masa pandemi COVID-19, upaya penanganan TB menjadi terhambat. Upaya penanganan TB saat masa pandemi dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital. Yayasan KNCV Indonesia (YKI) bersama Kemenkes RI mengembangkan aplikasi dalam mendukung program TB yaitu SOBAT TB dan EMPATI Client. Kedua aplikasi tersebut memiliki fungsi yang sama yaitu untuk upaya eliminasi TB namun aplikasi tersebut tidak disatukan sehingga pelayanan tidak terintegrasi. Oleh karena itu, diperlukan adanya penggabungan antara aplikasi SOBAT TB dan EMPATI Client. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan literatur (Literature review) dari berbagai sumber. Diperlukan adanya penggabungan aplikasi SOBAT TB dan Empati Client serta pembaharuan aplikasi. Pembaruan pada aplikasi SOBAT TB dengan menambahkan berbagai fitur (pasien dapat mengunduh catatan perawatannya dan laporan analitik dari perawat, kemudian dapat membuat jadwal minum obat dengan dosis harian atau dengan dosis intermittent, fitur penghantaran obat dan penghantaran spesimen dahak) serta melakukan pengembangan di IOS & Website. Kemudian melakukan kerjasama dengan jasa ojek online untuk dapat mendukung fitur penghantaran obat dan mengantarkan spesimen dahak. Diperlukan adanya optimalisasi dengan menggabungkan kedua aplikasi tersebut dan memperbaharui dan mengembakan fitur seperti dapat mengunduh catatan perawatannya dan laporan analitik dari perawat, dapat membuat jadwal minum obat dengan dosis harian atau dengan dosis intermittent, dan fitur penghantaran obat dan penghantaran spesimen dahak.
Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Chinese Positive Youth Development Scales (CPYDS) Mengukur Keterampilan Hidup Pelajar SMP di Babakan Madang Kabupaten Bogor 2019 Utami, Rahastiwi Fadilah; Prasetyo, Sabarinah; Nurizin, Dion Zein
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 2, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa di mana individu mengalami peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Pada masa ini ada rasa keingintahuan yang besar dan banyak perubahan yang terjadi, akibatnya tidak sedikit remaja menghadapi berbagai masalah. Salah satu upaya untuk mempersiapkan remaja sehingga siap dan mampu menghadapi masalah adalah dengan membekali remaja keterampilan hidup. Pada tahun 2019, tim Pengabdian kepada Masyarakat FKM UI menerjemahkan kuesioner Chinese Positive Youth Development Scales (CPYDS) ke dalam bahasa Indonesia untuk mengukur keterampilan hidup siswa SMP di Babakan Madang. Data tersebut kemudian dianalisis lebih lanjut untuk tujuan melihat validitas dan reliabilitasnya. Validitas dinilai dengan korelasi point-biserial dan analisis komponen utama. Reliabilitas diuji dengan metode internal consistency dengan rumus Kuder Richardson-20 (KR-20). Hasil analisis menunjukan nilai korelasi berkisar antara -0.072 hingga 0.661, tetapi hasil analisis factor menunjukkan validitas konstruk belum maksimal. Uji reliabilitas menunjukan Cronbach α = 0.827. Disimpulkan bahwa kuesioner Keterampilan Hidup Remaja terjemahan CPYDS memiliki reliabilitas yang baik, namun perlu dilanjutkan pengkajian lebih dalam untuk validitas konstruknya.
Hubungan Beban Kerja Tenaga Kesehatan dengan Kelelahan Kerja di Puskesmas Kecamatan Sukmajaya Kota Depok Selama Pandemi Krisdiana, Herma; Iljas, Jaslis; Ayuningtyas, Dumilah; Juliati, Eny
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 2, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban kerja merupakan salah satu faktor risiko yang menyebabkan terjadinya kelelahan. Situasi pandemi saat ini memberikan dampak nyata khususnya pada sektor kesehatan. WHO menetapkan COVID-19 sebagai pandemi pada tahun 2020. Dampak pandemi COVID-19 menyebabkan tenaga kesehatan sebagai sumberdaya penyedia layanan kesehatan dihadapkan pada situasi berbeda, salah satunya terjadi peningkatan pada tuntutan pekerjaan. Tingginya tuntutan pekerjaan yang diterima tenaga kesehatan akan menjadi penyebab beban kerja menjadi tinggi sehingga lebih berisiko mengalami kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja di Puskesmas Kecamatan Sukmajaya selama masa pandemi. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner atau survey. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sampel jenuh dengan keseluruhan responden merupakan tenaga kesehatan Puskesmas Kecamatan Sukmajaya. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja. Tenaga kesehatan dengan beban kerja tinggi memiliki kecenderungan sebanyak 9,9 kali mengalami kelelahan kerja tinggi. Setiap pekerjaan memiliki tuntutan yang mengharuskan pekerjanya menyelesaikan tuntutan tersebut sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Namun adanya tuntutan pekerjaan yang berlebihan dan terus menerus mempengaruhi kelelahan kerja, dampak negatif yang akan timbul saat pekerja mengalami kelelahan kerja adalah tidak tercapainya suatu standar atau target yang telah ditetapkan.
Hubungan Aktivitas Fisik, Konsumsi Buah dan Sayur, serta Cek Kesehatan Rutin Terhadap Kejadian Hipertensi Pada Siswa/I SMA Sederajat di Wilayah Kerja Puskesmas Sawangan, Kota Depok Herdayati, Milla; Yahya, Andito; Anitia, Anggi; Yulianti, Anna; Ananda, Maulidyah; Chairunnisa, Meita; Putri, Meliana; Huwaida, Nabilah; S, Nafa Shahira Anglila; Khikmah, Nafikhatul; Firzatullah, Rofiq; Felicia, Rouli
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 2, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular tanpa gejala dengan kematian tertinggi yang mulai berkembang pada remaja. Studi CDC menunjukkan 1 dari 25 remaja usia 12 hingga 19 tahun menderita Hipertensi. Sementara di Indonesia, terdapat 34,11% dengan usia di atas 18 tahun terdiagnosis hipertensi oleh dokter. Pada tingkat lebih kecil, dalam penelitian di kota Depok ditemukan 57,1% kasus hipertensi pada remaja di usia 12-25 tahun. Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor perilaku yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja puskesmas Sawangan. Metode penelitian menggunakan desain studi cross sectional dengan teknik cluster random sampling. Sampel penelitian adalah hasil randomisasi pada populasi seluruh siswa/i SMA yaitu SMK dan SMA Yapan dengan jumlah 96 responden. Penelitian ini dilakukan analisis univariat dan bivariat. Dari 96 responden sebanyak 38,54% ditemukan kasus hipertensi dengan rentang usia 14-18 tahun. Hasil analisis faktor perilaku yang mempengaruhi kejadian hipertensi diperoleh nilai P-value>0,05 untuk variabel aktivitas fisik (P-value 0,887 dan 0,754), konsumsi buah dan sayur (P-value=0,096), dan cek kesehatan rutin (P-value=0,536). Hal ini menunjukkan tidak adanya hubungan antara aktivitas fisik, konsumsi buah, dan cek kesehatan rutin terhadap kejadian hipertensi di wilayah kerja puskesmas Sawangan.
Evaluasi Sistem Informasi Surveilans Malaria (SISMAL) di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Malang Indrayana, Muhammad Irvan; Ariawan, Iwan
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 2, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang memiliki potensi tinggi dalam penyebarluasan penyakit. Berdasarkan dari Badan Pusat Statistik, Jawa Timur memiliki 7.256 kasus malaria suspek dan di kota Malang memiliki 11 kasus suspek pada tahun 2020 dan mayoritas berasal dari kasus impor dimana pasien berasal atau pernah melakukan perjalanan di luar wilayah Kota Malang yang kemudian merasakan gejala dan melakukan pemeriksaan di Kota Malang. Sistem Informasi Surveilans Malaria (SISMAL) adalah instrumen guna melakukan kegiatan pencatatan, pelaporan dan untuk meningkatkan validitas dan kelengkapan dalam pelaporan data malaria yang merupakan salah satu hal penting untuk mendukung terselenggaranya sistem Surveilans yang baik. Sistem Informasi ini digunakan oleh semua pemangku kepentingan, terutama Dinas Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah SISMAL serta penerimaan pengguna di Dinas Kesehatan Kota Malang dan Puskesmas Pandanwangi, Puskesmas Gribig dan Puskesmas Cisadea. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan menggunakan desain studi kasus serta metode Hot-Fit dengan pengambilan data melalui wawancara dan observasi. Penelitian ini menunjukkan SISMAL dapat menurunkan kesalahan dalam pelaporan dan pencatatan menjadi lebih baik sehingga meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pekerjaan, meskipun terdapat pengguna yang merasa bahwa penggunaan SISMAL di Puskesmas masih belum merasa terampil dalam menggunakan SISMAL karena jarang digunakan dan belum mendapat pelatihan secara khusus.
Evaluasi Sistem Surveilans Tuberkulosis di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Berdasarkan Pendekatan Sistem Hasnanisa, Nadia; Prasetyo, Sabarinah; Burhanudin, Arif
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 2, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Banyumas sebagai wilayah dengan jumlah kasus TB tertinggi di Provinsi Jawa Tengah mengalami penurunan angka pelaporan kasus TB. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran dan kesesuaian pelaksanaan surveilans TB dari segi input, proses, dan output di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas berdasarkan pedoman yang ada. Penelitian kualitatif deskriptif menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan jumlah informan sebanyak 2 orang yang dipilih dengan metode purposive sampling. Beberapa komponen surveilans yang belum memenuhi standar yaitu jumlah petugas (Man), pelatihan bagi petugas (Man), pendanaan (Money), sarana transportasi (Material), alat TCM (Material), sarana kepustakaan (Material), aplikasi SITB (Material), capaian indikator kelengkapan dan ketepatan waktu pelaporan oleh unit pelapor (Pengumpulan Data), pelaksanaan analisis analitik (Analisis Data), dan penerbitan Profil Surveilans Epidemiologi Kabupaten/Kota sebanyak 1 kali setahun (Informasi). Perlunya mengatasi masalah utama terlebih dahulu, yaitu masalah terkait pendanaan dan SDM dengan pengadaan tenaga kerja dilanjutkan dengan pengorganisasian tugas, dan advokasi pendanaan kepada pihak terkait agar pelaksanaan surveilans TB optimal.
Determinan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Tahun 2022 Triana, Anna; Aulia, Ira; Handayani, Yolanda
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker dengan angka kejadian paling tinggi di dunia maupun di Indonesia. Keterlambatan diagnosa merupakan salah satu masalah dalam penanganan kanker payudara. Padahal keterlambatan diagnosa dapat dicegah dengan rutin melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker payudara, salah satunya yaitu pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode kuantitatif dan menggunakan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi kelas ekstensi angkatan tahun 2020, 2021, dan 2022 di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik stratified sampling dengan hasil perhitungan akhir sampel sebanyak 108 responden. Pengambilan data dilakukan dengan instrumen kuesioner yang kemudian diolah menggunakan analisis uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 86,1% responden pernah melakukan SADARI, namun hanya 20,43% diantaranya yang rutin melakukan SADARI. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi manfaat (P=0,024) dan persepsi hambatan (P=0,001) dengan perilaku SADARI pada mahasiswi. Tidak ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, riwayat penyakit kanker keluarga dan dukungan keluarga dengan perilaku SADARI pada mahasiwi. Diperlukan perluasan saluran dalam menyebarluaskan informasi demi meningkatkan pengetahuan mahasiswi mengenai kanker payudara dan SADARI melalui saluran-saluran informasi lain yang lebih dekat dengan keseharian.