cover
Contact Name
Yolanda Handayani
Contact Email
bikfokes@gmail.com
Phone
+62217863473
Journal Mail Official
bikfokes@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biostatistika dan Kependudukan Gedung A, lantai 2, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Kampus Baru UI Depok, Jawa Barat, 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan
Published by Universitas Indonesia
ISSN : -     EISSN : 27750574     DOI : https://doi.org/10.7454/bikfokes
Core Subject : Health,
Jurnal BIKFOKES (Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan) diinisiasi oleh Departemen Biostatika dan Kependudukan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Sebagai jurnal ilmiah, Jurnal BIKFOKES memiliki fokus biostatitik, informatika kesehatan, kependudukan, dan kesehatan reproduksi. Adapun artikel atau naskah ilmiah yang dimuat dalam Jurnal BIKFOKES mencakup ranah penelitian, studi kasus, meta-analysis atau konseptual
Articles 80 Documents
Rendahnya Skor Methods Information Index (MII) dan Faktor-Faktor Terkait: Analisis Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 dan 2017 Wahyuningsih, Wiji; Budiharsana, Meiwita P
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informed choice memastikan bahwa pilihan kontrasepsi modern diputuskan perempuan setelah menerima informasi lengkap tentang metode kontrasepsi yang tersedia. Indeks informasi yang disebut Methods Information Index (MII) mengukur tiga elemen, yaitu efek samping masing-masing metode, kemana harus berobat jika efek samping muncul, dan perlu berganti ke kontrasepsi mana. Pemberian informasi lengkap tentang ketiga elemen MII merupakan pemenuhan etika dan hak-hak reproduksi perempuan. Penelitian ini menyajikan temuan rendahnya skoring MII di Indonesia, cermin dari tinggginya persentase perempuan pengguna kontrasepsi yang tidak menerima informasi lengkap dan faktor-faktor terkait. Sebanyak 45.607 dan 49.627 perempuan usia 15-49 tahun yang tercakup dalam Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 dan 2017 yang menjadi sampel. Data dianalisis menggunakan statistik regresi logistik yang memperlihatkan korelasi antara skoring MII dengan variabel bebas. Variabel bebas terdiri dari usia perempuan menikah 25 tahun ke atas, tingkat pendidikan menengah ke atas, akses pelayanan KB di bidan dan fasilitas kesehatan, serta pengguna metode IUD terkait dengan peluang lebih besar untuk menerima informasi MII lengkap. Proporsi perempuan penerima informasi MII lengkap adalah 24,60% (2012) dan 28,65% (2017). Lebih dari 70% perempuan pengguna kontrasepsi modern belum mendapatkan informasi MII lengkap. Perlu diupayakan agar program keluarga berencana memonitor peningkatan skoring indeks MII untuk memastikan perempuan pengguna kontrasepsi Indonesia terpenuhi haknya untuk mendapatkan informasi MII lengkap.
Pengaruh Komorbid Terhadap Tingkat Survival Pasien dengan Diabetes Tipe II: Analisis Data Sampel BPJS 2015-2021 Abimayu, Anggi Tria; Rahmaniati, Martya
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahun 2021 Indonesia menempati peringkat ke-6 di dunia dengan kasus kematian akibat diabetes terbanyak. Tingginya angka kematian diabetes disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah komorbiditas. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh komorbid terhadap tingkat survival penderita diabetes tipe II di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sampel kontekstual diabetes melitus BPJS tahun 2015-2021 dengan desain kohort retrospektif dan didapatkan jumlah sampel 96.379 terbobot. Dilakukan analisis statistik univariat, bivariat dengan kurva Kaplan-Meier dan Uji Log-Rank, dan multivariat dengan uji cox proportional hazard. Hasil penelitian menunjukan bahwa penderita diabetes tipe II yang memiliki komorbid mempunyai cumulative survival probability (CSP) yang lebih rendah dan memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak memiliki komorbid, terutama pada penderita yang memiliki komorbid tidak sesuai (CSP=85,6%; 95% CI=84,4-86,7%; aHR=1,64; 95%; CI=1,150–1,390). Maka dari itu, penting untuk memperhatikan perawatan yang diberikan kepada penderita diabetes tipe II yang memiliki komorbid tidak sesuai agar perawatan yang diberikan tidak memperburuk kondisi salah satu penyakit.
Determinan Kematian Balita di Provinsi Bangka Belitung, Gorontalo, dan Papua Barat: Analisis Data SDKI 2017 Mutaqin, Jilan Salshabilla; Rahmaniati, Martya; Hastono, Sutanto Priyo; Sipahutar, Tiopan
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangka Belitung, Gorontalo, dan Papua Barat memiliki angka kematian balita tertinggi berdasarkan wilayah Indonesia bagian Barat, Tengah, dan Timur. Tingginya kematian balita terkait langsung dengan keberlanjutan hidup anak dan merefleksikan kondisi sosio-ekonomi, lingkungan tempat tinggal, serta pemeliharaan kesehatan anak. Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki determinan kematian balita menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017. Analisis dilakukan pada 1056 sampel dengan uji potong lintang dan regresi logistik untuk melihat faktor kematian balita yang signifikan serta besar risiko masing-masing faktor pada determinan sosio-ekonomi dan proksi. Jumlah kelahirkan, jenis kelamin anak, ibu yang tidak memberikan ASI, pendidikan ibu, dan umur ibu saat melahirkan menjadi faktor risiko kematian balita. Faktor-faktor pada kedua determinan sosio-ekonomi maupun proksi merupakan faktor penting terhadap kematian balita di Provinsi Bangka Belitung, Gorontalo, dan Papua Barat sehingga interversi yang mengarah pada program perencanaan keluarga, khususnya terkait jumlah kelahiran perlu dilakukan untuk menurunkan angka kematian balita.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Aktivitas Fisik Pada Remaja di Kota Banjarbaru Tahun 2021 Sujarwati, Annisa; Agustina, Emelia; Azmiyannoor, Muhammad; Rosadi, Dian; Fakhriyadi, Rudi; Fadillah, Noor Ahda; Lasari, Hadrianti H.D.; Nisa, Mufatihatul Aziza
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data Riskesdas 2013-2018 menunjukkan peningkatan aktivitas fisik yang kurang pada penduduk usia ≥10 tahun di Indonesia. Kurangnya aktivitas fisik dapat disebabkan dari berbagai hal. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kurangnya aktfitas fisik pada remaja 10-24 tahun di Kota Banjarbaru melalui pendekatan teori perilaku Lawrence Green. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasinya adalah seluruh remaja usia 10-24 tahun di Kota Banjarbaru. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah sampel 80 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan dinyatakan valid. Variabel bebas yang diteliti adalah jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, ketersediaan sarana aktivitas fisik, dan dukungan sosial. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah perilaku aktivitas fisik. Penelitian dilakukan September-November 2021. Data yang dikumpulkan diolah dan dianalisis menggunakan uji bivariat. Hasil uji Fisher’s exact test didapati hubungan bermakna antara jenis kelamin (nilai P=0,001; PR=21,3) dan pengetahuan (nilai P=0,001; PR=10,2) terhadap perilaku aktivitas fisik. Sebaliknya, tidak terdapat hubungan bermakna antara pendidikan terakhir (nilai P=0,679), ketersediaan sarana aktivitas fisik (nilai P=0,408) dan dukungan sosial (nilai P=0,679) dengan perilaku aktivitas fisik. Disimpulkan bahwa perilaku aktifitas fisik dapat dipengaruhi dari faktor yang menjadi dasar motivasi seseorang melakukan sesuatu berupa pengetahuan dibandingkan faktor lainnya.
Pemodelan Statistik Hubungan Pemenuhan Standar Pelayanan Kesehatan Ibu dengan Penggunaan Metode KB Pascapersalinan di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Maluku Hanafi, Nurrachda; Rahmaniati, Martya; Siregar, Kemal N; Falupi, Lilik Aryani
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pemenuhan standar pelayanan Kesehatan ibu terhadap penggunaan metode KB Pascapersalinan dengan tujuan mengetahui hubungan antara pemenuhan standar pelayanan Kesehatan ibu terhadap penggunaan metode KB pascapersalinan di NTT, Sulawesi Barat, Maluku. Desain studi cross-sectional dengan analisis multivariabel regresi logistik menggunakan data sekunder SDKI 2017. Jumlah sampel yang digunakan sebesar 404 sampel dengan rincian NTT (151), Sulawesi Barat (115), Maluku (138) pada WUS yang pernah melahirkan anak hidup dalam periode satu tahun terakhir dan menggunakan metode KB pascapersalinan periode 42 hari setelah melahirkan. Proporsi penggunaan metode KB pascapersalinan di NTT 32,5%, Sulawesi Barat 33% dan Maluku 39,9%. Hasil penelitian bivariat menunjukkan pemenuhan standar pelayanan kesehatan ibu memiliki hubungan terhadap penggunaan metode KB pascapersalinan. Setelah dilakukan analisis pemodelan, ketiga provinsi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pemenuhan standar pelayanan kesehatan ibu dengan penggunaan metode KB pascapersalinan setelah dikontrol oleh variabel kovariat (NTT: AOR=2,228 dengan 95% CI=1,006-4,935; Sulawesi Barat: AOR=3,537 dengan 95% CI=1,300-9,620; Maluku: AOR=2,329 dengan 95% CI=1,114-4,870). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode KB pascapersalinan akan meningkat secara subtansial jika lebih banyak WUS hamil yang melakukan pelayanan kesehatan (pelayanan antenatal, pelayanan persalinan, pelayanan nifas) sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Hubungan Kesiapan Sumber Daya Manusia dan Infrastruktur Teknologi dengan Penerapan Aplikasi Digital health di Puskesmas Kota Semarang Tahun 2023 Apriliantika, Wayan Wahyu; Prabawa, Artha; Kurniawan, Rico; Fitriyani, Lia
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas kesiapan sumber daya terkait sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur teknologi (IT) terhadap penerapan digital health dengan tujuan untuk mengetahui kekuatan dan arah hubungan kesiapan sumber daya dengan penerapan digital health di Puskesmas Kota Semarang Tahun 2023. Desain studi yang digunakan cross-sectional dengan analisis korelasi dan regresi linier sederhana menggunakan data survei Tim HIRC FKM UI 2023. Sampel penelitian ini sebanyak 36 responden dari 9 puskesmas yang dipilih secara purposive sampling dengan responden yang terlibat adalah kepala puskesmas, staf administrasi, dokter/bidan/perawat, dan staf IT. Hasil yang didapatkan berupa SDM di Puskesmas Kota Semarang cukup baik dan IT sudah sangat baik. Digital health di Puskesmas Kota Semarang sudah sangat siap diterapkan. Sebanyak 7 dari 9 Puskesmas masuk dalam kategori sangat siap untuk penerapan digital health. Hasil bivariat menunjukkan bahwa SDM dengan penerapan digital health memiliki hubungan sangat kuat (r=0,964) dan berpola positif dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,930. Infrastruktur teknologi dengan penerapan digital health juga memiliki hubungan sangat kuat (r=0,899) dan berpola positif dengan nilai koefisien determinan 0,808. Disimpulkan bahwa SDM dan IT memiliki hubungan sangat kuat dan berpola positif terhadap penerapan digital health, sehingga Puskesmas Kota Semarang sudah sangat siap menerapkan digital health.
Spatial Autocorrelation of Tuberculosis Cases in Central Java Province in 2022 Saini, Izzatul Mardiah; Eryando, Tris
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 4, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberculosis still becomes a health problem both in the world and in Indonesia. Central Java is The third highest province of tuberculosis in Indonesia. Spatial analysis is an essential tool for evaluating the tuberculosis distribution pattern according to geographic location. This research aims to determine tuberculosis hotspot areas and discover whether there is a spatial correlation between districts/cities in Central Java based on tuberculosis cases using the spatial autocorrelation method through the Moran Index and Local Indicators of Spatial Associations (LISA). Secondary data in the form of the aggregate number of all tuberculosis cases in 2022 was collected from the Indonesian Central Statistics Agency published in Central Java in Figures 2023. Analysis was carried out using ArcViw Gis 3.3 and GeoDa software and the unit of analysis of the study is districts/cities. The results of the research show that there is negative spatial autocorrelation with no spatial autocorrelation. This result means tuberculosis cases in one adjacent district/city in Central Java Province have different values and tend to spread. The area that will become a tuberculosis hotspot in Central Java in 2022 is Tegal Regency. The health intervention is suggested to be performed in tuberculosis hotspot areas to reduce tuberculosis cases in Central Java
Analisis Faktor Risiko Kejadian Kematian Akibat Penyakit Kardiovaskular Jemaah Haji Indonesia Tahun 2023 Rahman, Muhammad Aulia; Rahmaniati, Martya; Angesti, Raissa Lingga
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 4, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibadah haji adalah ibadah yang dilakukan oleh umat muslim di seluruh dunia pada waktu dan tempat yang sudah ditentukan, yang pada tahun 2023 lalu dilakukan oleh 1.845.045 jiwa dari seluruh dunia. Sebagian besar dari kegiatan ibadah haji merupakan kegiatan fisik, ditambah stresor eksternal seperti cuaca, udara yang panas dan teriknya matahari, membuat faktor kesehatan menjadi bagian penting dalam menunjang kelancaran seluruh proses ibadah haji, adapun kriteria sehat tersebut ditentukan berdasarkan istithaah kesehatan jemaah haji. Kematian jemaah haji di tahun 2023 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun-tahun sebelumnya, angkanya mencapai 798 jiwa, dan 42%nya merupakan kematian akibat penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu dilakukan penelitian cross-sectional dengan mengambil data sekunder dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (SISKOHATKES), untuk mengetahui pengaruh faktor risiko yang berkaitan terhadap kematian jemaah haji Indonesia akibat penyakit kardiovaskular. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa usia (nilai P
Perbandingan 3 Metode Exponential Smoothing dalam Memprediksi Jumlah Pasien di Rumah Sakit Lakipadada Sombolinggi, Gavrila Meil; Susanti, Rahmi; Baso, Ismail Andi; Asrianti, Tanti; Masithah, Masithah
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 4, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peramalan jumlah pasien di rumah sakit merupakan aspek kritis dalam perencanaan rumah sakit kesehatan yang efektif, terutama untuk memastikan ketersediaan sumber daya medis dan layanan yang memadai. Penelitian ini membandingkan tiga metode exponential smoothing (single, double, dan triple exponential smoothing) dalam meramalkan jumlah pasien dengan menggunakan data jumlah pasien dari tahun 2020 – 2023 dan akan diramalkan untuk 5 periode kedepan. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode triple exponential smoothing memiliki nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) terkecil, yaitu 14%. Akurasi yang lebih tinggi dari metode Triple Exponential Smoothing memungkinkan prediksi yang lebih andal dalam menghadapi fluktuasi musiman dan tren jumlah pasien. Implementasi metode ini dapat meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit, seperti pengelolaan sumber daya, pengorganisasian pegawai, dan perencanaan anggaran.
Keterbatasan Mobile JKN sebagai Bentuk Universal Health Coverage di Era Digitalisasi: Literature Review Churiana Sudrajat, Diva Anita; Simanjorang, Chandrayani; Fitrianti, Alvina Diva; Zahra, Asy Syifa Anwari
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 4, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Indonesia meluncurkan aplikasi Mobile JKN di tahun 2017 yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyediakan perlindungan terkait hak kesehatan bagi seluruh warga negara Indonesia. Cakupan kepesertaan JKN yang menyentuh angka 224,1 juta memiliki jarak yang bermakna dengan jumlah pengguna aplikasi Mobile JKN yang berada pada angka 16.346.826. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterbatasan aplikasi dari Mobile JKN yang berpotensi menjadi alasan masyarakat belum menggunakan aplikasi ini. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Artikel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ditelusuri melalui database publikasi ilmiah, yaitu Google Scholar menggunakan kata kunci “keterbatasan” dan “Mobile JKN” serta menggunakan filter batasan publikasi lima tahun terakhir (2017-2022). Hasil penelitian menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum mengetahui cara penggunaan aplikasi Mobile JKN. Selain itu, dengan alasan beberapa daerah di Indonesia masih belum mempunyai akses internet, aplikasi tersebut tidak mudah untuk diakses oleh beberapa kalangan. Pemerintah perlu mensosialisasikan secara masif prosedur penggunaan aplikasi Mobile JKN kepada masyarakat dan terus mengembangkan aplikasi agar tetap dapat diakses tanpa harus tergantung pada koneksi internet.