cover
Contact Name
Yolanda Handayani
Contact Email
bikfokes@gmail.com
Phone
+62217863473
Journal Mail Official
bikfokes@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biostatistika dan Kependudukan Gedung A, lantai 2, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Kampus Baru UI Depok, Jawa Barat, 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan
Published by Universitas Indonesia
ISSN : -     EISSN : 27750574     DOI : https://doi.org/10.7454/bikfokes
Core Subject : Health,
Jurnal BIKFOKES (Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan) diinisiasi oleh Departemen Biostatika dan Kependudukan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Sebagai jurnal ilmiah, Jurnal BIKFOKES memiliki fokus biostatitik, informatika kesehatan, kependudukan, dan kesehatan reproduksi. Adapun artikel atau naskah ilmiah yang dimuat dalam Jurnal BIKFOKES mencakup ranah penelitian, studi kasus, meta-analysis atau konseptual
Articles 80 Documents
Autokorelasi Spasial Prevalensi Stunting di Jawa Barat Tahun 2021 Riznawati, Aldila; Yudhistira, Deny; Rahmaniati, Martya; Sipahutar, Tiopan; Eryando, Tris
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka prevalensi stunting Provinsi Jawa Barat tahun 2021 sebesar 24,5% dan menjadi salah satu provinsi dengan kategori stunting kronis-akut di Indonesia. Analisis spasial digunakan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi secara spasial antar wilayah kabupaten/kota di Jawa Barat berdasarkan prevalensi stunting. Hasil penelitian menunjukkan adanya autokorelasi spasial positif dan terdapat korelasi secara spasial yang artinya prevalensi stunting di satu wilayah kabupaten/kota berkaitan dengan wilayah disekitarnya. Wilayah yang menjadi hotspot stunting di Jawa Barat tahun 2021 berdasarkan pola kluster yang terbentuk adalah Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Bandung. Ketiga wilayah ini menjadi prioritas utama dalam melakukan intervensi penurunan prevalensi stunting di Jawa Barat.
Keterpaparan Informasi Narkoba dan Perilaku Pencarian Rehabilitasi: Studi Kasus Pada Penyalahguna Narkoba di Rumah Kos Pratiwi, Yulia; Besral, Besral
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterpaparan informasi narkoba merupakan faktor penting dalam pengetahuan dan perubahan perilaku, terutama untuk melakukan rehabilitasi. Rumah kos merupakan populasi yang dianggap rawan terhadap penyalahgunaan narkoba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan keterpaparan informasi narkoba dengan perilaku pencarian rehabilitasi pada pengguna narkoba di rumah kos. Analisis regresi logistik ganda digunakan untuk menilai hubungan yang signifikan pada α=0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyalahguna narkoba di rumah kos yang memiliki keterpaparan informasi yang baik memiliki kecenderungan untuk 3,8 kali lebih besar untuk berperilaku mencari rehabilitasi dibandingkan dengan mereka yang keterpaparan informasinya kurang (ORa=3,8; 95% CI=0,7 – 21,5), setelah dikontrol oleh variabel umur, pekerjaan, dan pendapatan atau uang saku perbulan.
Hubungan Pemberdayaan Wanita dengan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada Wanita Usia Subur (15-49 tahun) yang telah Menikah di Indonesia: Analisis Data SDKI 2017 Muthi’ah, Triska Alya; Trihandini, Indang
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan kontrasepsi, khususnya MKJP, merupakan salah satu indikator terlaksananya program Keluarga Berencana. Namun berdasarkan hasil SDKI 2017, hanya terdapat 13,4% wanita yang menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang. Berdasarkan beberapa penelitian sebelumnya, diketahui bahwa peran wanita penting terhadap penggunaan MKJP, dilihat melalui pemberdayaan wanita. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberdayaan wanita dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) pada wanita usia subur (15-49 tahun) yang telah menikah di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dan menggunakan data SDKI tahun 2017. Variabel dependen penelitian ini adalah penggunaan MKJP dengan variabel independen utama adalah pemberdayaan wanita. Analisis bivariat dan stratifikasi digunakan untuk melihat hubungan antara variabel dependen dan independen dan mengetahui variabel perancu antara hubungan tersebut. Wanita yang berdaya memiliki risiko 1.15 kali lebih tinggi untuk menggunakan MKJP daripada wanita yang tidak berdaya. Diketahui bahwa variabel pendidikan wanita dan indeks kekayaan rumah tangga merupakan variabel perancu pada hubungan antara pemberdayaan wanita dengan penggunaan MKJP. Penggunaan MKJP yang masih rendah merupakan salah satu tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Adanya hubungan antara pemberdayaan wanita dengan penggunaan MKJP dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi instansi pemerintahan untuk mengembangkan kesehatan dengan berfokus pada peran wanita.
Hubungan Status Ekonomi dengan Jumlah Anak Lahir Hidup Pada Wanita Kelompok Usia Kurang dari 45 Tahun dan Kelompok Usia 45-49 Tahun Kawin (Analisis Data SDKI 2017) Suwandi, Meilina; Trihandini, Indang
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kependudukan masih sangat kompleks. Salah satu hal nyata yang dihadapi adalah pertumbuhan penduduk yang relatif masih tinggi. Salah satu bagian dari pertumbuhan penduduk tidak terlepas dari jumlah anak lahir hidup. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan jumlah anak lahir hidup adalah status ekonomi. Penelitian ini dilakukan untuk melihat besar hubungan antara status ekonomi dengan jumlah anak lahir hidup pada wanita usia kurang dari 45 tahun berstatus kawin yang masa reproduksinya masih berjalan dan usia 45-49 tahun berstatus kawin yang sudah masuk ke akhir masa reproduksi. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain studi potong lintang menggunakan data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 yang melibatkan 21341 sampel dari wanita usia kurang dari 45 tahun yang berstatus kawin dan 3312 sampel wanita kelompok usia 45-49 tahun yang berstatus kawin. Penelitian ini menemukan bahwa pada kedua kelompok umur diketahui bahwa terdapat hubungan signifikan antara status ekonomi dengan jumlah anak lahir hidup. Ditemukan pula bahwa odds lebih besar ditemukan pada status ekonomi sangat miskin, miskin, menengah, dan kaya dibanding dengan wanita yang status ekonominya sangat kaya. Selanjutnya ditemukan bahwa pada wanita usia kurang dari 45 tahun, didapati hasil bahwa variabel pendidikan, status pekerjaan, usia pertama menikah, penggunaan kontrasepsi, dan preferensi jumlah anak menjadi perancu antara status ekonomi dengan jumlah anak lahir hidup. Sedangkan pada wanita usia 45-49 tahun, variabel wilayah tempat tinggal, statuspekerjaan usia pertama menikah, penggunaan kontrasepsi, dan preferensi jumlah anak menjadi perancu antara status ekonomi dengan jumlah anak lahir hidup.
Pemodelan Statistik Hubungan antara Persalinan Sesar dengan Inisiasi Menyusu Dini di Provinsi DKI Jakarta (Analisis Data SDKI 2017) Widlanisia, Amanda; Siregar, Kemal N
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ASI merupakan usaha dan investasi yang mudah dilakukan untuk menekan angka morbiditas dan mortalitas pada bayi dan anak. Keterlambatan pemberian ASI pertama dapat diakibatkan oleh metode kelahiran yang dipilih seperti secara pervaginam atau persalinan sesar. Penelitian ini dilakukan secara cross sectional dan pendekatan kuantitatif menggunakan data SDKI 2017 untuk mengetahui hubungan antara persalinan sesar dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di Provinsi DKI Jakarta. Sampel yang digunakan adalah wanita usia subur 15-49 tahun saat survei di Provinsi DKI Jakarta yang memiliki anak terakhir yang lahir dalam 2 tahun terakhir sebanyak 236 responden. Dilakukan analisis statistik univariat, bivariat menggunakan chi-square (CI 95%) dan analisis multivariat uji regresi logistik berganda. Hasil analisis menunjukkan ibu yang melahirkan secara persalinan sesar berisiko 0,52 [95% CI=0,27-1,01] kali lebih rendah melakukan IMD dibandingkan ibu yang melahirkan secara pervaginam. Analisis multivariat pada penelitian ini memperlihatkan bahwa ibu secara persalinan sesar berisiko 0,54 [95% CI=0,18-1,61] kali lebih rendah melakukan IMD dibandingkan ibu yang melahirkan secara pervaginam setelah dikontrol dengan variabel tingkat pendidikan, usia, dan status ekonomi. Maka disimpulkan bahwa pembuatan kebijakan dan pemberian intervensi akan bagaimana pelaksanaan dan pentingnya inisasi menyusu dini perlu dilakukan pada ibu yang memiliki tingkat Pendidikan rendah, usia dibawah 35 tahun, status ekonomi rendah, dan yang berencana melahirkan dengan metode persalinan sesar.
Gambaran Kematian Maternal di Kota Depok Sebelum dan Sesudah Pandemi COVID-19 Yufita, Dhora; Herdayati, Milla
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 menimbulkan tantangan baru bagi kematian ibu yang berdampak pada seluruh aspek. Kematian ibu perlu menjadi perhatian khusus dikarenakan Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator yang menggambarkan kesejahteraan suatu bangsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kematian ibu sebelum dan setelah pandemi COVID-19 di Kota Depok. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang menggambarkan isi suatu variabel dalam penelitian dan tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu. Hasil penelitian didapatkan bahwa kematian ibu di Kota Depok terbanyak terjadi pada tahun 2021 dengan jumlah kematian 65 kasus, dan penyebab tertinggi adalah COVID-19. Tingginya kematian ibu akibat COVID-19 dikarenakan pada saat itu belum ada kebijakan vaksinasi COVID-19 khususnya pada ibu hamil, serta akses pelayanan kesehatan yang berubah dan terbatas. Diharapkan, upaya percepatan penurunan AKI tetap harus dilakukan di situasi pandemi agar setiap ibu mampu mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas dan pemerintah lebih siap dalam menghadapi situasi pandemi, baik dari sisi sarana prasarana kesehatan maupun regulasi yang mengatur hal tersebut.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunted, Underweight, dan Wasted Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Rangkapan Jaya, Kota Depok, Jawa Barat Tahun 2022 Abimayu, Anggi Tria; Rahmawati, Nurul Dina
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut UNICEF, status gizi pada anak secara langsung dipengaruhi oleh asupan makanan dan infeksi penyakit. Namun, banyak faktor secara tidak langsung yang mempengaruhi tumbuh kembang anak, diantaranya berat lahir, panjang lahir, jenis kelamin, usia dan status kenaikan berat badan. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor risiko tersebut dengan kejadian stunted, underweight dan wasted. Metode yang digunakan adalah cross sectional dengan menggunakan data sekunder dari website Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E PPGBM). Hasil dari penelitian ini adalah adanya hubungan berat lahir, panjang lahir, jenis kelamin, usia dan status kenaikan berat badan dengan stunted, underweight dan wasted. Maka disimpulkan bahwa perlu adanya perhatian lebih terhadap balita dengan riwayat berat bayi lahir rendah, panjang bayi lahir rendah, berusia 23-59 bulan, dan berjenis kelamin laki-laki agar dapat terhindar dari masalah kekurangan gizi.
Faktor-Faktor Terjadinya Kematian Neonatal di Indonesia: Analisis Data SDKI 2017 Ramadhan, Mochtar Ghaffar; Karima, Ulya Qoulan; Yuliana, Terry; Herbawani, Chahya Kharin
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian neonatal merupakan masalah yang harus diselesaikan dalam SDGs. Sama halnya di Indonesia, masih adanya ketimpangan antara target RPJMN 2020-2024 untuk menurunkan angka kematian neonatal menjadi 10 per 1000 kelahiran hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor terjadinya kematian neonatal di Indonesia sebagai salah satu cara untuk mencapai target RPJMN. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan analisis data sekunder SDKI 2017. Sampel yang digunakan penelitian ini adalah 34.972 wanita usia subur usia 15-49 tahun yang pernah melahirkan di Indonesia. Analisis menggunakan pembobotan dan analisis yang digunakan adalah analisis spasial, Chi-Square, dan regresi logistik ganda. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan faktor sosial-ekonomi (pekerjaan ibu dan status kekayaan), faktor ibu (usia ibu, paritas, jarak kehamilan, dan komplikasi persaslinan), faktor bayi (berat badan lahir), dan faktor pelayanan kesehatan (antenatal care dan penolong persalinan) dengan kejadian kematian neonatal. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel BBLR (P value
Pengelompokan Provinsi di Indonesia Berdasarkan Faktor Risiko Perilaku Penyakit Tidak Menular dengan Metric Multidimensional Scaling Maulidia, Syafira; Susanti, Rahmi; AB, Ismail
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kasus penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia terus mengalami peningkatan. Faktor pendorong utama terjadinya peningkatan PTM adalah dari faktor risiko perilaku yaitu, pengunaan tembakau, penggunaan alkohol, aktivitas fisik, dan diet tidak sehat. Berdasarkan hal tersebut diperlukan pengelompokan provinsi di Indonesia berdasarkan faktor risiko perilaku PTM. Menghasilkan kelompok-kelompok provinsi di Indonesia berdasarkan faktor risiko perilaku PTM. Jenis penelitian ini adalah non-reactive research. Pengelompokan provinsi di Indonesia menggunakan analisis Metric Multidimensional Scaling dan analisis One Way MANOVA sebagai analisis lanjutan untuk memvalidasi perbedaan kelompok yang dibentuk. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari publikasi laporan Riset Kesehatan Dasar Indonesia tahun 2018. Hasil penelitian dengan analisis Metric Multitimensional Scaling, menghasilkan 4 kelompok provinsi di Indonesia dengan nilai S-stress 12,99% dan nilai R2=95,81%. Hal ini menunjukkan bahwa pengelompokan provinsi di Indonesia dalam kategori cukup dan sudah dapat diterima. Hasil analisis One Way MANOVA pada seluruh statistik uji menunjukkan bahwa secara keseluruhan terdapat perbedaan faktor risiko perilaku PTM pada 4 kelompok provinsi di Inondesia (P
The Extent of Knowledge, Preparedness and Perception of Telemedicine among Family Medicine Residents in Cebu City during COVID-19 Sumanga, Kristine Joy Y.; Derecho, Clarissa Mae D.
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 3, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telemedicine is providing healthcare services using electronic means at a distance including the diagnosis, treatment, and prevention of diseases as well as the research and evaluation, and education of healthcare providers. Its role in the time of the pandemic is vital, especially to the practice of medicine. This study is a descriptive, cross-sectional, survey research study conducted in four hospital training institutions in Cebu City. A total of 41 respondents gave their consent and were given the online survey questionnaire about the extent of knowledge, preparedness and perceptions of telemedicine. Out of the 41 respondents, 56.10% were young adults (26-30 years old), mostly females (70.73%), single (68.29%), first-year residents (43.90%), employed at a government hospital (70.73%) and are in the traditional residency pathway (82.93%). On relevant experience, 82.93% experienced telemedicine during residency, with 100% on follow-up consultations, and 95% were consulted due to infections. Respondents’ extent of knowledge was average while the extent of preparedness and perception were high. Problems with low connectivity (80.48%) were noted by most of the respondents. Resident physicians moderately understood the information about telemedicine but with a high extent of preparedness and perception. Challenges to low connectivity and handling patients’ data privacy were the major concerns met by the resident physicians in the use of telemedicine.