cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Research Report - Engineering Science
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Research Report - Engineering Science merupakan kumpulan laporan penelitian yang dilakukan oleh para dosen Universitas Katolik Parahyangan, Bandung dalam bidang rekayasa. Penelitian tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan. Bidang rekayasa mencakup berbagai disiplin ilmu, diantaranya Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Informatika, Matematika dan Fisika. Research Abstract diterbitkan dua (2) kali setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 270 Documents
RELASI ARSITEKTUR DAN PELESTARIAN GEDUNG REKTORAT UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA DI BANDUNG Alwin Suryono
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1290.582 KB)

Abstract

Studi ini bertujuan mengungkap relasi antara arsitektur dan pelestarian gedung Rektorat UPI., dengan tahapan: Mengungkap esensi pelestarian arsitektur; Mengungkap elemen-elemen arsitektur signifikan untuk dilestarikan; dan mendeskripsikan tindakan pelestarian, agar makna kulturalnya bertahan.Gedung Rektorat UPI karya CPW. Schoemacker dikenal sebagai Bangunan Cagar Budaya yang masih utuh dan asli, tapi sejarahnya berkata lain yaitu: sebagai tempat tinggal, markas pejuang kemerdekaan (rusak tertembak), kampus (bangunan diperbaiki-ditambah-dirubah). Perubahan bangunan tidak   terbaca, sehingga bukti sejarah tersamar.Esensi pelestarian arsitektur adalah pelestarian makna kultural melalui aspek bentuk dan fungsi. Makna kultural aspek bentuk berupa makna modern-kelokalan pada selubung bangunan, tema lengkung dan apresiasi lingkungan pada ruang dalam, tema lengkung dan orientasi lingkungan pada ruang luar.  Makna kultural aspek fungsi berupa makna sejarah (tempat tinggal, markas pejuang, tempat kuliah) dan makna kegunaan kantor Rektorat UPI.Elemen-elemen arsitektur signifikan. Selubung bangunan: bidang-bidang polos-lengkung, atap datar, jendela besar-teritis lebar. Ruang dalam: tatanan ruang lengkung 3 zona, zona tengah memanjang arah Utara-Selatan diapit oleh ruang zona kiri dan zona kanan, berlantai marmer.  Ruang luar berupa taman, terowongan, kolam ikan, pohon-pohon besar, pintu gerbang, tugu, dan pandangan ke arah Kota Bandung dan gunung Tangkuban Perahu.Selubung bangunan telah sedikit berubah dari asalnya, maka tindakan pelestariannya ada 2 pilihan: Restorasi (bagian selubung dikembalikan ke bentuk asal) atau Rehabilitasi (pembedaan tampilan bangunan antara bagian yang asli dan yang lebih baru, dengan warna atau tekstur namun tetap harmonis). Tindakan terpilih dilengkapi dengan tindakan preservasi selubung bangunan (perbaikan bagian-bagian yang retak/lapuk, perapihan jaringan kabel-pipa),  Ruang tengah (direstorasi ke pola lengkung seperti semula), Atap entrance sebaiknya dijadikan transparan kembali agar entrance hall dan lobby dapat terang alami. Kata kunci: Makna kultural, fungsi, bentuk, preservasi, restorasi.
OTOMASI UJI FUNGSIONAL WEBENTER PRISE Gede Karya; Elisati Hulu
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2828.396 KB)

Abstract

Salah satu rangkaian penting dalam pengembangan perangkat lunak adalah fase uji coba. Agar perangkat lunak yang dikembangkan berkualitas dan handal, maka dilakukan uji fungsional dan non fungsional. Untuk melakukan uji fungsional, diperlukan spesifikasi, skenario dan sampel data uji. Pengujian dapat dilakukan berulang-ulang sampai semua kriteria fungsional dapat dipenuhi. Agar pelaksanaan pengujian berjalan konsisten sesuai dengan spesifikasi, skenario dan sampel data uji, walau dilakukan berulang-ulang, maka diperlukan tools otomasi untuk melakukan hal tersebut. Pada penelitian ini dikembangkan model otomasi pengujian fungsional pada lingkungan sistem terdistribusi. Model ini diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak alat uji (tools) yang dapat digunakan oleh pengujian secara berulang-ulang. Alat uji yang dihasilkan diimplementasikan menggunakan antarmuka berbasis web yang memiliki fitur : pengelolaan skenario, agen uji, (test agent), pemesanan pengujian (order), pelaksaan pengujian (test) dan pelaporan hasil (reporting). Test Agent diimplementasikan menggunakan bahasa Java yang memiliki kemampuan mengemulasikan browser yang mendukung HTML, Java Script, dan Ajax. Pengujian dapat dilakukan dengan pendekatan multi agent, baik bersifat standalone maupun service sehingga cocok untuk aplikasi berbasis web  sekala besar (enterprise). Untuk pembuatan skenario, dikembangkan juga bahasa yang dapat digunakan untuk manipulasi semua objek antarmuka pengguna (user interface) berbasis HTML. pengujian telah dilakukan pada sistem portal akademik Unpar yang disederhanakan dengan hasil baik.kata kunci : otomasi uji fungsional, test agent, web enterprise
Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Manajemen Penggunaan Ruangan Studi Kasus : Universitas Katolik Parahyangan Lucky Adhie
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.779 KB)

Abstract

Kebutuhan informasi penggunaan ruangan pada suatu sekolah atau kampus sangat dibutuhkan bagi pihak yang ingin menggunakan ruangan untuk melaksanakan kegiatan. Dengan informasi tersebut maka akan dapat pemesanan ruangan akan lebih mudah sesuai dengan kebutuhan fasilitas yang tersedia pada ruangan tersebut serta waktu yang diinginkan.Dengan permasalahan dan solusi serta optimalisasi penggunaan Ruangan di sebuah Universitas maka Sistem Informasi Manajemen Penggunaan Ruangan sangatlah dibutuhkan. Oleh karena itu perlu dibuat analisis dan perancangan yang baik untuk dapat menangkap kebutuhan dan dapat memetakan dalam bentuk perancangan perangkat lunak. Hasil analisis dan rancangan ini diharapkan dapat digunakan untuk membangun sebuah sistem informasi yang memberikan informasi ruangan yang digunakan dan yang belum digunakan dalam suatu waktu. Sistem ini juga diharapkan dapat terintegrasi dengan sistem lain, salah satunya yaitu Sistem Informasi Akademik untuk mendapatkan data dosen, mahasiswa, jadwal ajar dosen dan jadwal kuliah mahasiswa.
PELUANG APARTEMEN DAGO BUTIK DAN APARTEMEN GATEWAY BANDUNG MENJADI BANGUNAN HIJAU DARI SUDUT PANDANG RUANG HIJAU DAN OTTV Yasmin Suriansyah; E.B Handoko Sutanto; Kage Priatna
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12051.575 KB)

Abstract

Apartemen Dago Butik di Bandung adalah salah satu apartemen generasi pertama (2002an) di Bandung yang diperuntukkan bagi masyarakat umum yang berpenghasilan menengah ke atas, yang hingga kini masih dihuni. Apartemen Gateway adalah salah satu apartemen dengan kategori yang serupa dengan apartemen Dago Butik, yang saat ini juga telah selesai dibangun. Apartemen Dago Butik berada pada lahan yang kondisinya memaksa rancangan blok bangunannya menghadap dominan ke arah Barat dan Timur. Apartemen Gateway berada pada lahan yang memungkinkan rancangan blok bangunannya menghadap ke arah Utara dan Selatan. Apartemen Dago Butik dirancang dengan tipologi bangunan tunggal, adapun apartemen Gateway dirancang dengan tipologi multi massa. Kondisi masa perancangan/pembangunan; orientasi bangunan; tipologi bangunan; dan luas lahan, yang berbeda pada kedua apartemen tersebut, merupakan hal yang menarik untuk diteliti, mengingat variabel tersebut merupakan penentu yang penting terkait dengan peluang kedua bangunan tersebut untuk menjadi green building, karena tiga variabel yang disebut terakhir itu berpengaruh besar terhadap prasyarat untuk menjadi green building. Diantara prasyarat yang paling penting bagi sebuah bangunan untuk menjadi bangunan hijau adalah koefisien ruang hijau dan nilai overall thermal transfer value (OTTV). Koefisien daerah hijau minimum adalah 50 % untuk bangunan tinggi fungsi perumahan, dan nilai OTTV maksimum adalah 38 watt/m2. Tanpa memenuhi prasyarat tersebut, sebuah bangunan tidak akan mendapat predikat sebagai bangunan hijau walaupun persyaratan dan kriteria lainnya sangat memenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peluang untuk apartemen Dago Butik dan Apartemen Gateway untuk memperoleh predikat bangunan hijau ditinjau dari sudut pandang prasyarat utama yaitu dari kriteria tersedianya ruang hijau dan kriteria perhitungan OTTV. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Survai lapangan dilakukan untuk mendapatkan data (1) rancangan blocking massa bangunan dan ruang hijau berupa gambar rencana tapak dan rencana ruang hijau pada bangunan untuk menghitung prosentase ruang hijau yang tersedia, dan (2) rancangan bangunan berupa gambar denah, tampak dan potongan bangunan; serta bahan bangunan selubung bangunan untuk menghitung OTTV. Fakta yang terungkap menunjukkan bahwa OTTV pada kedua bengunan yang distudi sudah memenuhi syarat GBCI, namun tidak memenuhi persyaratan dalam hal ruang terbuka hijau. Untuk itu diperlukan penambahan ruang terbuka hijau pada halaman dan pada bangunan. Hal itu merupakan temuan yang berguna untuk diterapkan dalam menunjang pembangunan dan pengembangan hunian vertikal yang mempunyai predikat bangunan hijau, dan selanjutnya diharapkan dapat memberi peluang bagi kehidupan di perkotaan dengan kualitas yang lebih baik di masa depan. Kata Kunci: Bangunan hijau, ruang terbuka hijau, OTTV, Apartemen Dago Butik, Apartemen Gateway, Bandung
KUAT LENTUR DAN RIGIDITAS BALOK DAN LANTAI PAPAN KAYU LAMINASI SILANG DENGAN PEREKAT Johannes Adhijoso Tjondro; Sandra Natalia; Benny Kusumo
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1485.091 KB)

Abstract

Indonesia adalah negara dengan hutan yang sangat potensial sumber bahan kayu yangmenjadi salah satu pilihan material untuk bangunan. Berkurangnya luas hutan karenapenebangan hutan liar menyebabkan pada beberapa saat menjadikan pasokan kayuberkurang. Saat ini telah dikembangkan hutan tanaman industri dengan tanaman pohonkayu cepat tumbuh, seperti albasia, sengon, akasia dan pohon cepat tumbuh lainnya.Kelemahan dari kayu cepat tumbuh adalah berat jenis dan kekuatan yang relatif cukuprendah. Karena dipanen pada saat berumur relatif muda, yaitu 6-10 tahun sehingga kayucepat tumbuh ini mempunyai dimensi yang tidak terlalu besar. Kayu albasia pada umumnyadiperoleh berupa papan kayu. Perkembangan kayu rekayasa saat ini sangat pesat untukmendapatkan dimensi maupun kekuatan yang lebih besar. Telah banyak dikenal kayurekayasa seperti glulam, laminated veneer lumber dan perkembangan terkini, crosslaminated lumber. Dalam penelitian in terdiri dari dua elemen struktur yaitu balok dan pelatlantai. Balok dan lantai kayu pabrikasi yang terbuat dari papan kayu laminasi silang diujikuat lenturnya dengan third point static loading. Benda uji dibuat dari papan-papan kayuAlbasia yang termasuk jenis kayu cepat tumbuh, yang disusun secara bersilangan tegaklurusseratnya dan direkatkan antara lapisan dengan menggunakan perekat PvAc.Sejumlah tiga buah benda uji balok kayu terdiri dari lima lapis papan-papan kayu yangdisusun secara bersilangan tegaklurus seratnya. Tebal dan lebar papan adalah 18 mm x 170mm. Dimensi total benda uji lebar x tinggi x panjang adalah 90 mm x 340 mm x 1800 mm.Dari hasil uji kekakuan dan kuat lentur, balok tersebut dianalisis rigiditasnya dan hasilnyadipresentasikan dalam makalah ini.Enam buah papan lantai kayu laminasi silang terdiri dari 3 lapis papan-papan kayu yangdisusun secara bersilangan tegaklurus seratnya. Variasi benda uji terdiri dari pelat lantaidengan lapisan tengah penuh dan tidak kontinu. Dimensi total benda uji adalah 54 mm x540 mm x 1260 mm. Faktor rijiditas dianalisis dan dipresentasikan dalam laporan ini.Keruntuhan yang terjadi bersifat daktail dan beban batasnya jauh lebih besar dari bebanproporsional, hal ini menunjukkan adanya faktor keamanan yang cukup. Prediksi untukbeban hidup merata untuk berbagai panjang bentang juga diberikan.
EVALUASI DIRI TOTAL QUALITY MANAGEMENT DI PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNPAR: IMPLEMENTASI ISO 9000:2008 Yogi Yusuf Wibisono; Marihot Nainggolan
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2010)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.006 KB)

Abstract

Keasadaran akan pentingnya pendidikan di Indonesia semakin tinggi. Masyarakat berlomba-lomba untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Perguruan tinggi sebagai bagian dari jenjang pendidikan di Indonesia juga berlomba-lomba menjaring mahasiswa yang bermutu. Mutu menjadi salah satu faktor kunci bagi institusi pendidikan termasuk perguruan tinggi untuk dapat bertahan dan terus berkembang. Perguruan tinggi harus proaktif dalam meningkatkan mutunya tidak hanya ditujukan untuk memenuhi aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah tetapi harus lebih dari itu yakni memberikan kepuasan kepada konsumennya dalam rangka memenangkan persaingan baik di tingkat nasional maupun tingkat internasional. Penerapan total quality management di perguruan tinggi menjadi sangat penting agar dapat selalu memuaskan konsumennya, salah satunya melalui pengelolaan mutu berdasarkan standar ISO 9000.
PEMBERDAYAAN USAHA KECIL RUMPUT LAUT AULIA SARI DI KELURAHAN MAJAHLEGA, KECAMATAN RANCASAR1, BANDUNG Paulus Sukapto; Bagus Made Arthaya; Y.M Kinley Aritonang; Ignatius Sandy; Marihot Nainggolan
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1512.659 KB)

Abstract

Perkembangan dunia usaha membuat persaingan bisnis semakin ketat sehingga para pebisnis haruslah cermat dalam melihat setiap peluang. Rumput laut adalah suatu produk pertanian yang melimpah di Indonesia, khususnya di pesisir selatan Jawa Barat. Rumput laut dapat ini dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan dan dan berpeluang untuk menghasilkan keuntungan. AULIA SARI adalah salah satu kelompok usaha kecil di Kel. Majahlega, Kec. Rancasari Bandung yang memproduksi makanan olahan rumput laut. Usaha ini menghasilkan produk utama yaitu baso, dodol, cendol, dan kerupuk. Usaha ini masih relatif baru dan mempunyai potensi untuk berkembang mengingat rumput laut adalah salah satu produk yang mempunyai kandungan protein tinggi, kandungan serat tinggi, dan mengandung cukup banyak vitamin. Untuk mengembangkan usaha ini perlu didukung oleh pihak luar terutama dalam pemasaran. Tujuan program PKM ini adalah pendampingan dalam menghitung harga pokok, membuat membuat konsep pemasaran, mencari lokasi penjualan (gerai), dan pembuatan web-site. Luaran dari program PKM ini adalahmempunyai harga pokok masing-masing produk, lokasi penjulan produk (gerai), konsep pemasaran, dan web-site. Hal ini diharapkan AULIA SARI usaha kecil menjadi usaha yanglebih berkembang sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyakat sekitar Kel. Majahlega, Kec. Rancasari Bandung.Kata kunci: rumput laut, produk olahan, pemasaran, harga pokok, dan gerai.  
INTEGRATED WEB TEST ENVIRONMENT Gede Karya; Elisati Hulu
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3367.315 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bagaimana mengintegrasikan sistem uji performansi dan kapasitas (beban) dengan memanfaatkan distributed multi agent dengan sistem otomasi uji fungsional (functional test automation) web enterprise pada 3 penelitian sebelumnya menjadi integrated web test environment. Integrasi dilakukan dengan menggunakan prinsip federasi melalui antarmuka pengguna berbasis web. Fitur yang ditambahkan adalah pengelolaan user, proyek dan testing. Fitur-­‐fitur eksisting seperti: pengelolaan agen, skenario, task, order dan hasil uji diadopsi dan diadaptasi dari antarmuka web otomasi uji fungsional. Penelitian ini menghasilkan suatu situs uji web terintegrasi dengan alamat http://webtest.unpar.ac.id. Berdasarkan hasil uji fungsional, bahwa situs ini telah berfungsi sesuai dengan spesifikasi sebagai integrated web test environment. Selanjutnya direkomendasikan untuk digunakan sebagai alat uji substantif pada audit web enterprise, dan pengujian-­‐pengujian performansi dan kapasitas web dalam berbagai konfigurasi, seperti:server  farm (multi server) dan cloud web service.Kata kunci: integrated web test environment, functionaltest automation, distributed multi agent
APLIKASI RANCANGAN DAN PENGUJIAN KUAT TEKAN BAMBU BILAH IKAT SEBAGAI ELEMEN STRUKTURAL Anastasia Maurina; Budianastas Budianastas; Michellina Septiana; Bernadette Sudira; Jesslyn Priscilla; Kamal A. Arif; Adhijoso Tjondro
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3237.591 KB)

Abstract

Bambu memiliki kekhususan karakteristik dibandingkan dengan material kosntruksi lainnya, yaitu memiliki keelastisan dan kefleksibelan yang cukup tinggi. Hal ini dapat membawa dampak yang positif dan negatif dalam penerapannya sebagai elemen struktur. Dampak negatifnya, bambu akan lebih mudah tekuk dan akan lebih mudah lendut. Dampak positifnya, bambu lebih mudah dibuat menjadi elemen lengkung dibandingkandengan material konstruksi lainnya. Namun, walaupun memiliki sifat elastic dan fleksibel yang tinggi, mengaplikasikan bambu utuh sebagai elemen lengkung cukup sulit untuk membuat kelengkungan yang diinginkan oleh perancang. Salah satu teknik melengkungkan bambu yang saat ini mulai digunakan di Indonesia adalah menggunakan bambu bilah ikat. Dengan teknik tersebut, dimensi dan bentuk lengkung yang dihasilkan bisa sangat beragam sesuai dengan rancangan arsitekturnya. Belum banyaknya penelitian mengenai bambu bilah ikat. Hal ini menyebabkan arsitek memakai instuisi dan logika strukturdidalam menentukan struktur bambu yang memanfaatkan bambu bilah ini dengan metoda trial and error. Sehingga peneliti bertujuan untuk mengkaji peran bambu bilah ikat di dalamaspek arsitektural dalam fungsi formal dan spasialnya serta aspek struktural dalam fungsi mekanikanya. Selain itu penelitian ini juga menguji salah satu properti materialnya, yaitukekuatan tekan.Penelitian ini merupakan penelitian yang menggabungkan 2 (dua) metode penelitian yaitu metode deskriptif – kualitatif dan metode experimental – kuantitatif. Melalui metode deskriptif – kualitatif, penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan, mengidentifikasi permasalah, membandingkan dan mengevaluasi aplikasi bambu bilah ikat pada objek studidalam fungsi mekanika dan fungsi formal spasialnya secara kualitatif. Sedangkan penggunaan metode experimental – kuantitatif bertujuan untuk menguji kekuatan tekandari bambu bilah ikat secara kualitatif dengan 2 faktor pengujian, yaitu: jenis bambu dan jarak ikatan serta membandingkannya dengan bambu utuh. Objek penelitian yang diambil pada penelitian ini adalah Pearl Beach Lounge di Gili Trawangan dan Musholla Bambu diDesa Cibodas.Hasil dari penelitian ini adalah bambu bilah ikat lebih tepat guna diaplikasikan sebagai elemen struktural berbentuk lengkung untuk bentuk bangunan organic, asimetri, dan tidak teratur dalam dimensi serta untuk menghasilkan kualitas ruang yang natural, informal dan luwes. Jenis bambu dan jarak ikatan bambu akan mempengaruhi kekuatan bambu bilah ikat dan bambu bilah ikat ini tidak direkomendasikan sebagai elemenstruktural yang menyalurkan beban aksial searah serat.Kata kunci: bambu bilah ikat, lengkung, kuat tekan
PENGEMBANGAN MODEL DAN TOOLS UNTUK MENGAUDIT APLIKASI WEB SEKALA BESAR (WEB ENTERPRISE AUDIT) Veronica Sri Moertini; Gede Karya
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3347.988 KB)

Abstract

Pemanfaatan aplikasi web sekala besar (web enterprise) untuk mengimplementasikan sistem informasi pada organisasi memberikan manfaat (benefit) dan potensi resiko. Sebagai proses pengendalian resiko, perlu dilakukan audit secara berkala. Agar audit berjalan efektif, diperlukan metodologi, model audit dan kakas (tools).Pada penelitian ini diusulkan model audit aplikasi web sekala besar (web enterprise audit) dengan mengkombinasikan framework ISACA dan ISO/IEC 25010. Framework ISACA lebih berfokus pada aspek fungsional dan tata kelola, sedangkan ISO/IEC 25010 berfokus pada aspek non fungsional, khususnya performansi dan reliabilitas yang mencerminkan karakteristik aplikasi web sekala besar. Model yang diusulkan diharapkan menyediakan jaminan kualitas yang lebih komprehensip.Untuk mengimplementasikan model usulan, kakas uji Integrated Web Test Environment (IWTE) yang telah dihasilkan pada penelitian sebelumnya diadopsi dan dikembangkan lebih lanjut. IWTE telah menyediakan modul uji fungsional dan uji beban. Agar memenuhi kebutuhan model usulan, pada penelitian ini, IWTE dikembangkan dengan menambah modul uji pengendalian yang diturunkan dari application control (AC) assesment dari COBIT 4.1 yang digunakan dalam framework ISACA.Hasil pengujian pada kasus Student Portal Unpar menunjukkan bahwa model dan kakas yang diusulkan dapat memberikan hasil yang memadai. Namun, pada proses pengujian ditemukan kesulitan dalam deployment aplikasi agen uji IWTE khususnya untuk uji beban. Untuk penelitian lanjutan, diberikan saran untuk mengembangkan aplikasi IWTE dengan kelengkapan fungsi analisis statistik dan visualisasi hasil pengujian.Kata kunci: audit aplikasi web sekala besar, web enterprise audit, IWTE, framework ISACA, ISO/IEC 25010

Page 10 of 27 | Total Record : 270