cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Research Report - Engineering Science
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Research Report - Engineering Science merupakan kumpulan laporan penelitian yang dilakukan oleh para dosen Universitas Katolik Parahyangan, Bandung dalam bidang rekayasa. Penelitian tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan. Bidang rekayasa mencakup berbagai disiplin ilmu, diantaranya Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Informatika, Matematika dan Fisika. Research Abstract diterbitkan dua (2) kali setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 270 Documents
Studi Proses Transesterifikasi Pati Sagu di dalam Media Subkritik CO2 Henky Muljana
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2006.636 KB)

Abstract

Pati merupakan salah satu polimer alam yang sangat potensial untukdigunakan sebagai bahan baku biodegradable plastics. Pati alami (native starch) perluterlebih dahulu dimodifikasi menjadi pati ester atau pati ester asam lemak agarmemenuhi sifat-sifat sebagai biodegradable plastics. Hanya saja proses modifikasipati ini belum dapat dikembangkan dalam skala komersial/skala industri akibatpenggunaan pelarut organik yang cukup mahal dan kurang ramah lingkungan sepertipiridin dan DMSO. Oleh karenanya, perlu dicari alternatif pelarut lain yang murah,dan ramah lingkungan serta dapat menghasilkan produk yang memenuhi kriteriasebagai bahan biodegradble plastics. Salah satu alternatif pelarut adalah denganmenggunakan CO2.Dalam penelitian ini, telah dilakukan studi terhadap prosestransterifikasi/esterifikasi pati sagu dengan menggunakan asetat anhidrida (Ac2O),dan vinil laurat sebagai reagen di dalam media subkritik CO2 dengan menggunakanreaktor bertekanan tinggi. Percobaan dilakukan dengan memvariasikan beberapavariabel proses antara lain tekanan (2 – 6 MPa), temperatur (50 – 100 oC), konsentrasiAc2O mula-mula (2 – 5 mol/mol anhydroglucose unit (AGU)), jenis katalis garam(Na2SO4, NaOAc, K2CO3) dan ratio katalis garam (0.1 – 0.4 mol/mol AGU). Darihasil percobaan ini, produk pati sagu asetat dengan DS antara 0.09 - 0.47, XAc2Oantara 7 – 82% and nilai SSA antara 5.5 – 55% dan produk pati laurat dengan nilai DSantara 0.02 – 0.44 dapat diperoleh. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwamedia subkritik CO2 merupakan pelarut yang potensial untuk digunakan sebagaipelarut dalam reaksi modifikasi pati sagu, khususnya untuk pembuatan pati asetat danpati ester asam lemak
PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL DALAM ARSITEKTUR Pada Resort Royal Pita Maha di Ubud - Bali Alwin Suryono; Laurentia Carrisa
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3377.687 KB)

Abstract

Pulau Bali semula dikenal sebagai tempat yang indah-menyenangkan, penduduknya hidup makmur-damai dan harmonis. Arsitektur tradisionalnya yang indah-unik berdasar kearifan lokal Bali, memiliki spirit dan identitas khas. Akibat tekanan globalisasi dan industri wisata, kini Arsitektur Bali terimbas gaya universal dari negara-negara maju. Resort Royal Pita Maha, bergaya tradisional Bali dan dirancang-bangun berdasar kearifan lokal, diminati turis manca negara menjadi penting untuk diamati. Studi ini bertujuan memahami kearifan lokal Tri Hita Karana (THK), mengungkap wujudnya pada arsitektur resort Royal Pita Maha dan mendeskripsikan pelestariannya. Digunakan metoda kualitatif-deskriptif melalui pendekatan arsitektural, filosofi THK dan aspek pelestarian. THK. dibaca melalui aspek bentuk arsitektur (bangunan, ruang luar) dan aspek fungsi (kegiatan). Wujud THK. aspek spiritual: Pura di sisi Utara-Timur tapak (area paling suci); Tempat pemujaan pada jalan masuk utama dan entrance tiap bangunan; Bangunan bergaya arsitektur tradisional Bali (apresiasi leluhur) masa kini (konstruksi beton); dan Unsur-unsur alam (sungai, bukit, pohon, taman) yang diapresiasi. Wujud THK aspek sosial: Jalan masuk utama (sekaligus untuk penduduk sekitar); Patung penari pada entrance utama; Turap-turap batu berskala manusia; dan pedestrian nyaman-indah-aman. Wujud THK. aspek alam: Penataan bangunan sesuai kondisi muka tanah; Unsur alam dapat dinikmati dari tiap posisi; Material bangunan disusun mengikuti hokum alam. Tindakan pelestarian terhadap seluruh elemen signifikan resort (lingkungan spiritual, sosial, alam) adalah preservasi, terkait kondisi saat ini terarawat baik. Kesimpulan: Arsitektur Tradisional Bali masa kini yang dirancang-bangun berdasar filosofi THK., ternyata dapat memenuhi tuntutan kekinian pariwisata internasional, sehingga spirit dan identitas Bali dapat dipertahankan.Kata kunci: kearifan lokal, spiritual, sosial, alam, arsitektur.
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH SERAT BAMBU TERHADAP SIFAT-SIFAT MEKANIS CAMPURAN BETON Helmy Hermawan T; J Adhijoso Tjondro; Handoko Tejo
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2010)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.597 KB)

Abstract

Keunggulan beton sebagai bahan konstruksi adalah memiliki kekuatan tekan yang tinggi. Namun beton juga memiliki kekurangan terutama dalam kuat tarik dan daktilitas. Salah satu usaha memperbaiki sifat-sifat material beton adalah penambahan serat yang diharapkan dapat meningkatkan kuat tarik dan daktilitas material beton. Dalam kajian ini, serat yang digunakan sebagai bahan campuran adalah serat bambu apus. Bambu sudah sejak lama digunakan sebagai bahan konstruksi, terutama di negara-negara berkembang. Keunggulan bambu sebagai bahan konstruksi adalah memiliki kekuatan tarik yang cukup tinggi namun ringan serta cepat dan mudah dalam pengerjaan. Selain itu, bambu juga merupakan material alam yang dapat tumbuh relatif cepat daripada kayu. Dalam kajian ini, dilakukan penelitian terhadap karekteristik campuran beton dengan serat bambu. Karakteristik yang dievaluasi khususnya adalah besaran-besaran mekanis yang diperoleh melalui pengujian kuat tekan, kuat tarik belah dan kuat lentur. Selain besaran-besaran mekanis tersebut, pengaruh penambahan serat bambu terhadap daktilitas dan hubungan konstitutif material beton juga akan dievaluasi. Untuk memperoleh hasil yang komprehensif, proporsi serat bambu dalam campuran divariasikan menjadi empat jenis yaitu 0%, 0.5%, 0.75%, dan 1.0%. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa penambahan serat bambu pada campuran beton meningkatkan kekuatan geser dan nilai modulus of rupture, fr, dari hasil uji kuat tarik lentur. Selain itu, penambahan serat bambu dalam proporsi tertentu (0.75%) dapat meningkatkan daktilitas yang ditunjukkan oleh perbandingan nilai regangan ultimit, εcu, terhadap regangan puncak, ε0.Kata kunci: beton berserat bambu, kuat tarik, kuat geser, kuat tekan, daktilitas.
Perbandingan Yield Stress dan Viskositas menggunakan Vane Shear Test dan Flow Box Test untuk Menjelaskan Perilaku Mudflow Budijanto Widjaja; Paulus P. Rahardjo; Adinda Raditya Putri; David Wibisono Setiabudi; Ivan Octora
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3833.677 KB)

Abstract

Di Indonesia ini seperti yang kita ketahui banyak daerah yang rawan Mudflow merupakan bentuk perpindahan material tanah yang berupa alirantanah pada tanah berbutir halus jenuh air. Mudflow terjadi saat tanah berada pada kondisi viscous liquid atau nilai indeks kecairan lebih dari 1. Mudflow yang terjadi di Sukaresmi, Cianjur pada Januari 2013 akan dianalisis pergerakannya dari daerah inisiasi hingga berhenti di daerah deposisi menggunakan bantuan program FLO-2D dengan parameter reologi berupa viskositas () dan yield stress (y) yang didapatkan dari hasil uji Flow Box. Simulasi akan dilakukan pada 3 Skenario berbeda, yaitu saat kadar air (w) lebih kecildari batas cair (LL), wsama dengan LL, dan wlebih besar dari LL. Sehingga dapat dilakukan suatu verifikasi dan validasi hasil uji Flow Box menggunakan program FLO-2D. Dari hasil simulasi program dapat diketahui bahwa mudflow terjadi saat kadar air sama dengan atau melebihi batas cair, dan nilai parameter reologi berpengaruh terhadap perilaku aliran mudflow.Kata kunci: Mudflow, kadar air, batas cair, FLO-2D, viskositas, yield stress
PENGARUH RASIO MASSA DAUN SUJI / PELARUT, TEMPERATUR DAN JENIS PELARUT PADA EKSTRAKSI KLOROFIL DAUN SUJI SECARA BATCH DENGAN PENGONTAKAN DISPERSI Susiana Prasetyo S; Henny Sunjaya; Yohanes Yanuar
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3728.668 KB)

Abstract

Baru-baru ini penggunaan zat warna alami tergusur seiring maraknya zat warnasintetis yang relatif lebih mudah diperoleh dengan beragam pilihan warna. Namuntidak dapat dipungkiri bahwa penggunaan zat warna sintetis secara berlebihan dandalam jangka waktu yang panjang dapat bersifat karsinogenik dan bahkanmutagenik. Oleh karena itu penelitian yang berfokus pada pengembangan danpenggalakan kembali penggunaan zat warna alami sangat potensial untukdikembangkan. Daun suji merupakan salah satu sumber terbesar zat warna alamihijau yang telah lama dikenal masyarakat. Zat warna hijau daun suji merupakansenyawa klorofil yang jugabermanfaat sebagai zat antioksidan, antiseptik, agendetoks, dan penyerap kolesterol. Kandungan klorofil daun suji lebih besar biladibandingkan dengan daun jenis lain seperti daun katuk, poh-pohan, kangkung,bayam,caisin, dan daun ilir, sekitar 1% berat basis kering bermiripan dengankandungan di daun singkong yang tercatat sebagai sumber klorofil terbesar.Penelitian ini difokuskan pada isolasi klorofil daun suji menggunakan metodepemisahan non destruktif. Metode yang dipilih adalah ekstraksi padat cair secarabatch dengan pengontakan secara dispersi menggunakan pelarut yang relatif amanuntuk pangan, meliputi alkhohol, etanol dan air. Hasil isolasi yang didapatdiharapkan memiliki intensitas warna yang baik, tidak terdegradasi dan memilikikestabilan yang baik terhadap lemak, panas, cahaya, pH, dll. sehingga dapatdiaplikasikan secara meluas pada bidang pangan, farmasi maupun bidang lainnya.Penelitian ini akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan nilai tambah daun sujisebagai salah satu tanaman yang tumbuh baik dan tersebar di seluruh wilayahIndonesia yang berorientasi pada kebutuhan pasar yang semakin cenderungtertarik pada bahan – bahan alami, terutama terkait dengan kesehatan dankeamaanan pangan.Kondisi ekstraksi yang diamati pada penelitian ini yaitu rasio massa daunsuji/pelarut aseton 80 % (1:5 - 1:20) dan temperatur ekstraksi (28 – 50 oC)menggunakan rancangan percobaan pentagonal design response surface untukvioptimasi kondisi ekstraksinya. Respon yang diamati berupa yield klorofil, kadarproduk klorofil, dan nilai kLa ekstraksi, di mana analisis penentuan yield, kadarklorofil, dan nilai kLa didasarkan pada metode spektrofotometri pada panjanggelombang 663 nm. Kondisi optimum ekstraksi klorofil daun suji diperoleh padatemperatur 36,2oC dengan rasio pelarut/daun suji sebesar 1:17.1 menggunakanpelarut aseton teknis 80% dengan yield sebesar 90,78% dan kadar (kemurnian)klorofil sebesar 60,03% .
PEMBUATAN BIR JAHE EMPRIT Ariestya Arlene; A Prima Kristijarti
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.327 KB)

Abstract

Bir jahe merupakan minuman beralkohol berbahan dasar jahe yang masihbelum meluas di masyarakat. Hal ini kemungkinan disebabkan belum adanyabelum ada data-data yang jelas dan definitif atas pengaruh kadar sukrosa dankadar jahe terhadap kualitas bir jahe. Walaupun begitu bir sendiri merupakanminuman yang cukup digemari di Indonesia, sehingga tidak menutupkemungkinan bahwa bir jahe akan disukai di kalangan masyarakat. Tujuan daripenelitian ini adalah mempelajari pengaruh kadar gula dan kadar jahe yangdigunakan terhadap rasa dan perolehan kadar alkohol bir. Manfaat dari penelitianini adalah dapat diketahuinya kadar sukrosa dan kadar jahe yang dapatmenghasilkan kualitas bir jahe terbaik, selain itu dapat pula mengembangkanminat untuk menggunakan produk yang berasal dari rempah-rempah Indonesia.Pada percobaan kali ini akan digunakan jahe emprit sebagai bahan baku dan yeastSaccharomyces cerevisiae sebagai bakteri dalam proses fermentasi.Metode penelitian yang dilakukan terdiri dari dua kegiatan yaitu preparasidan percobaan utama, yang terlebih dahulu diawali dengan persiapan alat danbahan. Pada tahap preparasi dilakukan pembuatan air jahe, setelah itu dilakukanpercobaan utama yaitu pembuatan bir jahe dengan proses fermentasi, setelahproses fermentasi berlangsung selama 2 minggu lalu dilakukan proses karbonasiyaitu penambahan gas CO2 ke dalam bir jahe. Variasi yang dilakukan padapercobaan ini adalah variasi kadar sukrosa dan kadar jahe. Variasi kadar sukrosaterbagi menjadi 3 yaitu 10% b/v, 20% b/v, 30% b/v sukrosa. Sedangkan untukkadar jahe terbagi menjadi 4 yaitu 12,5%; 25%; 50%; 100%. Bir jahe yang telahdibuat kemudian diuji untuk mengetahui pH, kandungan alkohol, kadar glukosadan sukrosa serta kadar CO2nya.Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar alkohol tertinggi terdapat padasampel ke-12 dengan variasi kadar gula 30% b/v dan kadar jahe 100 % yaitusebesar 5,56%. Semakin tinggi kadar gula dan jahenya maka semakin tinggikadar alkohol yang didapatkan. Selain itu semakin tinggi kadar jahe semakinpedas dan pahit rasa bir jahe tersebut.
PEMURNIAN GARAM DENGAN METODE HIDROEKSTRAKSI BATCH Angela Martina; Judy Retti Witono
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.327 KB)

Abstract

Garam merupakan salah satu komoditi besar Indonesia.Garis pantai perairan Indonesia dapat menjadi salah satu modal untuk memproduksi garam dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan garam nasional. Namun, kualitas garam industri di Indonesia masih menjadi kendala, sehingga kebutuhan garam industri masih mengandalkan garam impor, terutama dari Australia. Pengembangan teknologi pemurnian di Indonesia sendiri masih menggunakan bahan pengendap, dimana proses ini membutuhkan energi yang cukup besar dan hasilnya pun masih belum dapat memenuhi SNI. Penelitian ini bertujuan untuk mencari teknologi pemurnian garam yang dapat dilakukan dengan proses yang sederhana. Pemurnian garam dilakukan dengan proses hidroekstraksi secara batch, dimana kristal garam K2 berukuran kasar, -20+30 mesh, dan -10+20 mesh dicuci menggunakan larutan garam jenuh dengan F:S divariasikan 1:10, 1:20, dan 1:40. Proses ekstraksi dilakukan selama 10, 30, dan 60 menit. Kualitas garam hasil pemurnian ditentukan berdasarkan analisis kadar NaCl, Ca2+, dan Mg2+. Kadar NaCl tertinggi 98,34% diperoleh pada proses menggunakan kristal garam berukuran -20+30 mesh, F:S = 1:20, dan waktu ekstraksi selama 30 menit. Proses hidroekstraksi batch dapat menurunkan 78,21% Ca2+ dan 76,09% Mg2+.Kata kunci : garam, pemurnian, hidroekstraksi   
Problem Solving dengan Metode Identifikasi Variabel berdasarkan Skema: Tinjauan terhadap Topik Termodinamika Risti Suryantari
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.155 KB)

Abstract

Metode Identifikasi variabel berdasarkan skema merupakan salah satu metode problem solving dalam fisika terkait formulasi, yaitu menentukan persamaan dengan skema berdasarkan pemahaman persoalan. Formulasi pada dasarnya dibuat untuk menyederhanakan konsep, namun justru yang terjadi adalah pendapat bahwa fisika sulit karena terlalu banyak rumus. Metode ini dibuat untuk menunjukkan bahwa menyelesaikan masalah terkait formulasi bukanlah hal yang sulit. Metode ini sebelumnya telah diterapkan pada formulasi relativitas khusus, pada penelitian ini akan diterapkan pada topik termodinamika. Metode ini mendapat respon positif dari mahasiswa.Kata kunci : identifikasi variabel, skema, termodinamika
Kinerja Katalis Gula dalam Pembuatan Biodiesel dari Minyak Goreng Bekas Herry Santoso; Yunita Yunus; Theresia May Anggraini
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.673 KB)

Abstract

Katalis yang paling umum digunakan dalam pembuatan biodiesel adalah katalis basa. Namun katalis basa baik yang homogen maupun heterogen dapat menyebabkan timbulnya reaksi samping penyabunan bila digunakan pada bahan baku yang memiliki kandungan asam lemak bebas tinggi seperti minyak goreng bekas. Untuk mengatasi hal ini, pembuatan biodiesel dapat dilakukan dengan menggunakan katalis asam. Akan tetapi, penggunaan katalis asam homogen dapat menimbulkan masalah korosi, sedangkan penggunaan katalis asam heterogen cenderung sangat mahal. Dari literatur ditemukan bahwa gula yang tersedia melimpah dengan harga relatif murah, dapat diolah menggunakan proses pirolisis dan sulfonasi menghasilkan katalis asam heterogen, yang dapat digunakan dalam pembuatan biodiesel. Dalam penelitian ini akan dilakukan pembuatan katalis asam heterogen berbahan dasar gula untuk kemudian dipelajari karakteristik fisik dan kimianya serta kinerjanya dalam pembuatan biodiesel dari minyak goreng bekas. Dari hasil pengujian katalis ditemukan bahwa dimensi katalis yang dihasilkan mencapai skala mikrometer dengan kandungan sulfonat diperkirakan lebih dari 8%. Dari uji coba pembuatan biodiesel dari minyak goreng bekas menggunakan katalis tersebut diperoleh rentang densitas biodiesel sebesar 0,890 – 0,906 g/mL; rentang viskositas sebesar 8,996 – 9,162 mm2/s; serta rentang rendemen sebesar 65 – 93%.
KORELASI BENTUK, STRUKTUR DAN KONSTRUKSI PADA BANGUNAN BENTANG BESAR DENGAN STRUKTUR MEMBRAN (Studi Kasus : Convention Center Yayasan Pendidikan Telkom, Bandung) Anastasia Maurina; Nancy Y Nugroho; Ricky Kurniadi; Beni Tanaka
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7071.428 KB)

Abstract

Perkembangan bentuk arsitektur akan dipengaruhi dan mempengaruhi teknologistruktur-konstruksi serta materialnya. Material membran pratarik merupakan teknologimaterial tekstil baru yang berpotensi sebagai material struktur bangunan bentang besar.Material ini yang bersifat fleksibel akan mewujudkan bentukan baru dalam arsitektur.Penelitian ini bertujuan mengkaji korelasi-kausal antara variabel bentuk (arsitektural),struktur dan konstruksi.Convention Center Yayasan Pendidikan Telkom merupakan bangunan bentang besarpermanen pertama di kota Bandung yang dirancang dengan menggunakan strukturmembran. Bangunan ini dianggap sebagai objek penelitian yang tepat guna untukmencari korelasi antar variabel.Penelitian ini mengkaji terlebih dahulu perancangan bentuk, struktur dan konstruksimelalui observasi, lalu mengkaji hubungannya. Penelitian ini memperlihatkan bahwahubungan antara bentuk, struktur dan konstruksi yang saling mempengaruhi.Perancangan bentuk arsitektural untuk bangunan bentang besar dengan strukturmembran akan sangat dipengaruhi oleh struktur membran dan konstruksinya. Olehsebab itu perancang/arsitek harus memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenaistruktur membran dan konstruksinya ketika proses merancang bentuk arsitekturalnya.Hal ini bermanfaat untuk mengembangkan keilmuan mengenai struktur bentang besarmembran.Kata kunci: struktur bangunan bentang besar, membran.

Page 11 of 27 | Total Record : 270