cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Research Report - Engineering Science
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Research Report - Engineering Science merupakan kumpulan laporan penelitian yang dilakukan oleh para dosen Universitas Katolik Parahyangan, Bandung dalam bidang rekayasa. Penelitian tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan. Bidang rekayasa mencakup berbagai disiplin ilmu, diantaranya Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Informatika, Matematika dan Fisika. Research Abstract diterbitkan dua (2) kali setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 270 Documents
GAGASAN DIBALIK KECENDERUNGAN PENGGUNAAN BENTUK KOTAK PADA ARSITEKTUR Purnama Salura; Rivana Chandra; Andreas Yanuar Wibisono
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.975 KB)

Abstract

We are all familiar with the tagline ”experience the modern box house” or ” the green tropical minimalist housing”. Or how about this story, about a meeting of an operating manager with his client;… after talking about his house project, the client asked ”what do you think is best for my house?’. The operating manager answered ”Well, it depends on you. What kind of style do you like, there is minimalist-style which is very popular these days. It shaped like stacks of boxes. And there is also classical-style, whatever you like”.These are the phenomenon of architectural practice nowadays. It is considered as if the only truth that is shown consistently and continuously. Style has been dominant. Life-style became the great operation tool that gave us the useful sight of information practically and academicly.The architectural data from the objects is collected in order to be compared by the theory of cultural and natural contextuality in architecture. Symbols and characteristic that is attached to the object is used to analyze the connection to the local culture and nature.Both objects that is chosen shows no connection to the earlier local culture that had exist before them. It is influencing the balance between the building and its enviromental nature. This ‘box-shaped architecture’ shows how imbalance the connection among buildings (architecture) and its local culture and nature.Keywords: style, culture, nature, contextual, fit
EKSTRAKSI ANTIOKSIDAN DAN SENYAWA AKTIF DARI BUAH KIWI (Actinidia deliciosa) H. Maria Inggrid; Herry Santoso
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1433.827 KB)

Abstract

Antioksidan adalah senyawa organik yang dapat meredam radikal bebas dalam tubuh manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa ekstrak tanaman memilikisenyawa antioksidan fenolik, flavonoid yang lebih efektif dan lebih aman dari pada antioksidan sintetis, seperti butylated hydroxytoluene. Buah kiwi memiliki kadar antioksidan dan nilai gizi yang tinggi, kaya akan vitamin C, sehingga berpotensi untuk dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai produk pangan, pengawet makanan alami, suplemen makanan, kosmetik dan obat-obatan. Antioksidan pada buah kiwi diketahui memiliki kemampuan sebagai anti inflamasi, mencegah kanker dan hepatitis.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengekstraksi antioksidan dan komponen bioaktif pada buah kiwi dengan pelarut etanol, mempelajari kondisi ekstraksi optimum yang dapat menghasilkan aktivitas antioksidan tertinggi, serta menganalisis kandungan komponen aktif pada ekstrak buah kiwi. Metode yang digunakan adalah ekstraksi padat cair dengan perbandingan umpan pelarut (F:S) 1:10, 1:15, 1:20 pada temperatur ekstraksi 30oC, 40oC dan 50oC. Hasil analisis dapat disimpulan bahwa rendemen tertinggi adalah 86,8% diperoleh pada rasio massa umpan pelarut 1:20 dan temperatur 50oC, aktivitas antioksidan tertinggi dalam IC50 terhadap DPPH sebesar 7,2 mg/L pada F:S 1:10 dan temperatur 40oC. Kadar flavonoid tertinggi adalah 147,7 mg/100g, kadar fenolik 224,9 mg/100g, kadar vitamin C adalah 7,7 mg/g dan kadar total klorofil 10,2 ppm. Hasil analisis dengan gas kromatografi mass spektrofotometri menunjukkan komponen yang terdapat pada ekstrak buah kiwi Quinic Acid (1,3,4,5 tetrahydroxycyclohexanecarboxylic acid), 2-Furancarboxaldehyde, 5-(hydroxymethyl)–CAS HMF, 1,3-Dihydroxy-4-hexene, Patchouli alcohol.  
Studi Tekuk Torsi Lateral Pada Balok Kolom dengan Metode Beda Hingga Paulus Karta Wijaya
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.093 KB)

Abstract

Struktur baja, sering kali mempunyai komponen struktur yang memikul beban yangmenimbulkan momen lentur dan gaya aksial tekan yang biasanya disebut balok kolom. Seringkali untuk kepentingan efisiensi dan optimasi, balok kolom dibuat berbentuk web tapered.Dalam Spesifikasi AISC 2010, interaksi antara momen lentur dan gaya aksial tekan tersediapersamaan untuk interaksi tersebut, namun sebenar dibuat untuk balok prismatis. Untuk baloktidak prismatic web tapered Design Guide 25 menggunakan balok kolom prismatic untukmenerapkan persamaan AISC tersebut.Dalam penelitian ini hendak dilakukan studi tekuk torsi lateral akibat kombinasi lentur dan aksialtekan untuk balok tidak prismatis web tapered. Pembahasan masalah ini belum dijumpai padaliterature tentang stabilitas, baik dalam buku buku teks maupun dalam jurnal jurnal ilmiah.Untuk itu pertama, dilakukan penurunan persamaan diferensialnya terlebih dahulu. Dankemudian penyelesaian persamaan diferensial tersebut diselesaikan dengan metode beda hingga.Untuk itu dibuat program computer untuk menyelesaikan masalah balok kolom tersebut denganmenggunakan bahasa Fortran.Hasil analisis dengan metode beda hingga disajikan dalam bentuk kurva interaksi antara momenlentur dan gaya aksial dan kemudian dibandingkan dengan kurva interaksi yang diperoleh daripersamaan dari AISC. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kurva interaksi yangdiperoleh dari hasil analisis dengan metode beda hingga berada diatas tetapi dekat dengan kurvainteraksi dari AISC 2010. Kesimpulannya adalah bahwa interaksi AISC cukup cocok digunakanbalok kolom tidak prismatis.
PERAN KEESTETIKAAN TIAP KORIDOR TERHADAP PEMBENTUKAN KUALITAS FISIK LANDMARK JEMBATAN AMPERA PALEMBANG Roni Sugiarto; Fx Budiwidodo Pangarso
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3654.475 KB)

Abstract

Salah satu elemen dasar yang akan menghubungkan antar lokasi, antar wilayah, suatu tempat ke tempat lain adalah karakter Jalan, jalan/koridor memiliki potensi membentuk karakter urban space yang membentuknya. Koridor yang dibatasi dengan blok bangunan akan membentuk dinding koridor. Namun tidak semua koridor membentuk urban space karena tidak semua koridor memiliki kekuatan estetis sebagai koridor. Kualitas fisik yang diberikan oleh unsur-unsur keestetikaan pada suatu tempat dapat menimbulkan ungkapan ekspresi keindahan dan image yang kuat atas tatanan fisik/spasial dan kultural, sehingga akan menunjukkan eksistensi kegiatan dan pola aktivitas lingkungan perkotaan tertentu.Penelitian dengan menelusuri ke-estetikaan dilakukan untuk mengetahui adanya kaitan antar komponen sistem visual dan aspek non-fisik pada masing-masing koridor terhadap Jembatan Ampera yang menjadi landmark kota Palembang. Landasan penelitian bertema keestetikaan lingkungan perkotaan berbasis pada kultural historiografis bertujuan memperoleh unsur fisik/spasial dan unsur normatif yang secara eksistensial maupun arsitektural berpotensi determinatif-indikatif dalam mencipta keestetikaan lingkungan.Lingkungan perkotaan yang di pilih yaitu Koridor Jalan Sudirman Seberang Ilir (SI) dan Koridor Seberang Ulu (SU) Kota Palembang. Kedua koridor perkotaan ini memiliki keterkaitan fungsional masing-masing dan norma simbolik eksistensial masing-masing. Koridor SI berada di utara jembatan Ampera; sedangkan koridor SU berada di kawasan selatan Jembatan Ampera. Saat ini secara fungsional koridor SI pada ruas jalan Sudirman ini bertumbuh menjadi area kegiatan komersial dan kuat akan pengaruh Belanda, yang tentu akan berdampak pada nilai strategis yang dimilikinya. Sementara pada ruas koridor SU jalan Seberang Ulu tetap bertumbuh dalam konsep vernakular dan fungsi pengendali kesinambungan eksistensi tradisi budaya Kapiten dan Arab. Kondisi kedua lokasi yang berbeda ini secara estetis menjadi unik, oleh karena dalam pertumbuhan dan upaya peningkatan kebutuhan masyarakat serta ragam kegiatannya berlangsung melalui proses keselarasan antara nilai-budaya tradisi dan nilai-modernitas kehidupan urban, tetapi tetap dapat memberikan ekspresi nilai strategis kultural. Selain itu juga diharapkan dapat menemukan hubungan sistem visual dan aspek non fisik pada tiap-tiap koridor penggal jalan terhadap kualitas visual jembatan Ampera sebagai landmark Kota Palembang.Penelitian ini menggukana metode penelitian kualitatif dengan pendekatan rasionalistik, dimana penerapan penelitian ini menggunakan metoda pengumpulan secara langsung yaitu penelitian lapangan melalui observasi visual maupun melalui respondensi, untuk menganalisa permasalahan yang ada dengan melihat sistem visual melalui hubungan antar elemen.Penelitian ini dilakukan dalam format monodisiplin keilmuan, yang difokuskan pada bidang arsitektur-kota dan bidang estetika lingkungan, melalui proses studi literatur, observasi visual lapangan, pengolahan data, analisis fenomenologis citra kultural dan historiografi kota, diskusi dengan para nara-sumber terkait dan penyimpulan atas praduga awal.Kata kunci : keestetikaan lingkungan, landmark, strategis kultural, sistem visual.
PERANCANGAN DAN UJI COBA ALAT EVAPORATOR NIRA AREN Jenny Novianti M. Soetedjo; Ign Suharto
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2008)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8149.079 KB)

Abstract

Gula aren adalah salah satu jenis produk pangan yang telah dikenal sebagai bahanpelengkap pada berbagai produk pangan dan bahan campuran pada obat tradisionalatau healthy sugar. Gula aren merupakan produk hasil evaporasi nira aren yangdiperoleh dari penyadapan bunga dari pohon aren yang banyak tumbuh di Indonesia.Sayangnya potensi yang besar dari gula aren ini terbentur oleh kendala kualitas yangberada di bawah standar mutu dan berujung penolakan dari industri terhadap gulaaren lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan menguji coba alatevaporator silinder horizontal dan mempelajari pengaruh faktor kecepatanpengadukan dan bahan pengawet natrium bisulfit terhadap kualitas gula aren yangdihasilkan. Manfaat penelitian adalah untuk meningkatkan kualitas gula aren yangdihasilkan sehingga memenuhi standar mutu nasional atau SNI.Metode penelitian ini terbagi menjadi 4 tahap yaitu tahap perancangan, tahapkonstruksi alat, tahap instalasi alat dan tahap uji coba terhadap hasil konstruksi alatyang telah dibuat. Pada tahap perancangan dilakukan pemilihan tipe dan perhitungankapasitas dari komponen-komponen alat, seperti jenis dan ukuran tabung evaporator,pengaduk, motor penggerak; serta perkiraan kebutuhan energi teoritis. Pada tahapkonstruksi dan instalasi alat dilakukan pembuatan, pemasangan komponen sertaperbaikan bentuk dan ukuran sehingga alat dapat berjalan baik pada kondisi kosongdan dengan penambahan air. Sedangkan pada tahap uji coba, alat diisi dengan niraaren, lalu dilakukan pengamatan terhadap efisiensi alat serta pengaruh kecepatanpengadukan dan penambahan pengawet pada kualitas gula aren yang dihasilkan.Kesimpulan dari penelitian ini adalah efisiensi aktual alat bervariasi dan masihrendah yaitu 52,96 – 82,47%; penambahan pengawet natrium bisulfit sebesar 10 ppmmengakibatkan proses evaporasi berjalan lebih cepat dibandingkan tanpa bahanpengawet; dan pengambahan pengawet tersebut tidak memberikan perbedaan rasadan aroma yang nyata terhadap gula aren yang dihasilkan. Saran yang dapatdiberikan untuk alat evaporator adalah perlunya penggantian tipe pembakar yangdigunakan, penambahan insulasi di sekitar tabung evaporator, dan penambahantermocouple dan gas flow rate controller untuk meningkatkan efisiensi alat.Sedangkan saran untuk variabel yang diamati pada saat uji coba alat adalah perlunyadilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh penambahan pengawet terhadaplaju evaporasi dan shelflife dari gula aren yang dihasilkan.
KOMPARASI PENGGUNAAN MATERIAL BAMBU DALAM STRUKTUR ‘FORM-ACTIVE’ DAN ‘SEMI-FORM-ACTIVE’ PADA BANGUNAN LENGKUNG BENTANG LEBAR Anastasia Maurina; Wulani Enggar Sari; Janice Krisanti; Jati Adhisaksana
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15762.087 KB)

Abstract

Bambu merupakan material lokal yang memiliki banyak potensi. Di Indonesia, bambu sudah dikenal sebagai salah satu material konstruksi bangunan. Bambu memiliki nilai ekologis yang baik. Bambu juga memiliki properti mekanikal yang baik. Teknologi seputar bambu mulai berkembang, seperti munculnya joint-joint bambu yang menambah kekuatan bambu. Teknologi pengawetan bambu mulai berkembang, sehingga bambu dapat dijadikan material konstruksi yang lebih permanen. Material yang ringan namun memiliki kekuatan yang tinggi, bambu berpotensi dijadikan material struktur untuk bangunan bentang lebar. Selain itu, karakter yang fleksibel (mudah dibentuk), berpotensi untuk bentuk-bentuk lengkung (bentuk yang cukup sulit dicapai dengan material konstruksi lainnya).Pada bangunan bentang lebar seringkali struktur sebagai arsitektur, dimana bentuk struktural adalah bentuk arsitekturalnya. Sehingga, seorang perancang (arsitek) sangat perlu memahami karakteristik material dan prinsip-prinsip perancangan strukturnya. Pemilihan tipe struktur ‘form-active’ dan ‘semi-form-active’ pada bangunan lengkung bentang besar akan berpengaruh pada bentuk arsitektural, bentuk struktural dan properti material bambu itu sendiri.Di Indonesia, aplikasi bambu sebagai struktur pada bangunan lengkung berbentang lebar mulai muncul di dekade terakhir ini, contohnya adalah Green School – Bali, Puri Ahimsa – Bali, dan Obi Campus – Jatiluhur (bangunan tersebut akan menjadi objek studi pada penelitian ini).Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi & komparatif yang dianalisa secara kualitatif. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan observasi multi - objek studi. Penelitian ini memperlihatkan korelasi kausal-komparasi antara bentuk arsitektural, bentuk struktural dan properti material bambu dalam perancangan bangunan lengkung bentang besar yang mengaplikasikan struktur ‘form-active’ dan ‘semi-form-active’. Pengambilan keputusan mengenai bentuk struktural dalam perancangan akan berdampak pada bentuk arsitektural dan properti material bambu yang digunakan. Oleh sebab itu perancang/arsitek harus memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai bentuk struktural dan properti material ketika proses merancang bentuk arsitekturalnya. Hal ini bermanfaat untuk mengembangkan keilmuan mengenai bambu sebagai struktur bangunan lengkung berbentang besar lebar.Kata kunci:form active, semi form active, bambu, lengkung, struktur bentang lebar
PENELUSURAN POLA RUANG DAN MASSA PADA 41 KAWASAN BABAKAN DI KOTA BANDUNG Yasmin Suriansyah; Andi Kumala Sakti
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21225.943 KB)

Abstract

Babakan merupakan istilah dalam Bahasa Sunda yang berarti tempat atau hasil darikegiatan membuka lahan untuk agrikultur dan bermukim. Tercatat ada 41 nama wilayahdi kota Bandung yang memuat kata Babakan.Sebagai produk kegiatan bermukim, Babakan membentuk pola fisik spasial tertentu yangmungkin berbeda dan mempunyai keunikan tersendiri dibanding dengan bentuk fisikspasial lingkungan yang terbangun karena bentukan sebuah kegiatan perencanaanformal.Oleh karena itu, penting dilakukan penelitian tentang anatomi fisik-spasial kawasanBabakan tersebut. Dengan menggunakan metode membaca pola-pola massa dan ruang,hirarki jaringan, dan elemen software dan hardware kawasan Babakan, didapatkantemuan penting untuk memperkaya basis teoretik morfologi lingkungan binaan diIndonesia. Temuan tersebut berupa klasifikasi Babakan di Bandung berdasarkan polakonfigurasi ruang dan massa; pola hirarki jaringan ruang jalan; dan pola sebaran elemensoftware dan hardwarenya.
PEMURNIAN ALUMINA DARI SPENT CATALYST MENGGUNAKAN BATCH PRECIPITATOR PADA TAHAP PRESIPITASI Tony Handoko
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2010)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12.867 KB)

Abstract

Spent catalyst adalah katalis yang dipergunakan dalam proses cracking industri petroleum yang sudah jenuh dan tidak dapat dipergunakan lagi. Katalis ini masih mengandung senyawa-senyawa logam yang berharga seperti nikel, vanadium, rhodium, silika, alumina, dan lain-lain yang dapat didaur ulang. Senyawa alumina dapat didaur ulang dengan metode Bayer, yang terdiri dari tahap ekstraksi reaktif, presipitasi, dan kalsinasi. Dari penelitian sebelumnya telah diperoleh kondisi ekstraksi yang baik adalah 80 oC, 3 jam, dan rasio 1 : 5 dengan pelarut NaOH, laju alir gas karbondioksida 2 L/menit selama 100 menit dengan waktu pembakaran 30 menit menghasilkan alumina terbaik. Namun yield yang dihasilkan masih rendah sehingga perlu penelitian lebih lanjut.Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan konduktivitas dengan konsentrasi NaOH dalam tahap ekstraksi reaktif agar diperoleh data yang lengkap terhadap konsentrasi hasil antara pada tahap ekstraksi, menentukan waktu operasi yang terbaik dalam metode Bayer menggunakan Batch Precipitator(BP) pada tahap presipitasi. Tujuan akhir dari penelitian adalah mendapatkan alumina dalam kemurnian dan yield yang tinggi serta proses daur ulang yang efisien. Metode penelitian dilakukan dengan melakukan tahap ekstraksi reaktif menggunakan NaOH 20 % dan 25 % pada rasio 1:3 dan 1:5, melakukan tahap presipitasi menggunakan BP dengan gas CO2, dan kalsinasi menggunakan pembakar bunsen.Hasil yang diperoleh adalah konduktivitas yang menurun menunjukkan penurunan konsentrasi NaOH, namun tidak menunjukkan besar konversi atau pembentukan natrium aluminat. Waktu ekstraksi harus ditentukan melalui perubahan konduktivitas dan analisis alumina pada rafinat. Kenaikan rasio membuat perubahan konduktivitas menurun pada tahap ekstraksi dan naik pada tahap presipitasi. Kenaikan konsentrasi membuat perubahan konduktivitas pada tahap ekstraksi namun tidak mempengaruhi pada tahap presipitasi. Rasio 1 : 3 dan 20 %-b/v memebrikan perubahan konduktivitas tertinggi pada tahap ekstraksi. Rasio 1 : 5 memberikan perubahan konduktivitas tertinggi pada tahap presipitasi. Perolehan alumina sangat kecil karena tidak diketahuinya waktu kesetimbangan ekstraksi, tidak tercapainya pH netral, dan tidak terukurnya Al(OH)3 yang terbentuk. Metode pengontakan dan pengadukan pada BR dapat memberikan penurunan pH yang besar mencapai netral.
PENGEMBANGAN PROTOTIPE SUDOKU SOLVER BERBASIS SISTEM MULTI AGEN Liciana Abednego; Cecilia E. Nugraheni
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.18 KB)

Abstract

Sudoku adalah sejenis teka-teki logika yang tujuan akhirnya adalah mengisikan angka-angka 1 sampai dengan 9 ke dalam suatu kotak berukuran 9x9. Kotak ini memiliki 9 sub-kotak berukuran 3x3. Syarat teka-teki ini adalah tidak ada angka yang berulang pada setiap baris, kolom, atau sub-kotak. Teka-teki Sudoku termasuk ke dalam permasalahan kombinatorial (NP complete). Solusi untuk teka-teki ini dapat dicari dengan bermacam-macam cara seperti algoritma genetik, heuristik, dan sebagainya.Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian sebelumnya yang berjudul “Pemodelan Permainan Sudoku sebagai Block-World Problem” yang telah menghasilkan tiga model untuk Sudoku solver. Pada penelitian tersebut Block-World Problem dipandang sebagai sistem multi agen berparameter. Model ditulis secara formal dengan notasi TLA+.Pada penelitian ini diusulkan satu model baru yang merupakan varian dari model yang sudah ada. Penelitian ini juga menghasilkan sebuah framework Sudoku Solver yaitu program yang dapat digunakan untuk membangun sebuah solver berdasarkan model tertentu. Dengan framework tersebut dikembangkan prototype Sudoku solver berdasarkan model yang telah dihasilkan. Keempat model yang telah diusulkan telah diimplementasikan pada framework tersebut. Eksperimen terhadap kinerja dari seluruh solver dilakukan dengan melihat keberhasilannya dalam mencari solusi untuk sekumpulan soal Sudoku dilihat dari sisi waktu dan banyaknya permainan yang dapat diselesaikan.  
PENDAMPINGAN PARTISIPASI PENGHUNI DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAN BANGUNAN RUMAH SUSUN SEDERHANA Lokasi Rumah Rumah Susun Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng Jakarta Barat Rumiati Rosaline Tobing
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.85 KB)

Abstract

Pengadaan bangunan rumah susun di kota-kota besar di Indonesia adalah salah satu upaya yang didorong oleh pemerintah untuk memenuhi penyediaan rumah, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Keberadaan rumah susun tersebut juga diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan kualitas hidupnya dan kualitas fisik tempat tinggalnya.Di sisi lain, arah perkembangan lingkungan perumahan tersebut terlihat kurang berhasil. Kondisi tampilan fisik lingkungan pasca penghunian cenderung tidak teratur, tidak tertib bahkan semrawut.Situasi lingkungan diperparah oleh sikap hidup para penghuni, yang terlihat dari perilaku tidak perduli dengan kondisi yang ada. Cara penghuni tidak sesuai dengan pola yang seharusnya dijalankan di hunian vertikal.Bahkan aturan yang ditetapkan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku tidak diindahkan oleh para penghuni sehingga kondisi fisik lingkungan dan bangunan tidak terawat dengan baik.Pengelola yang seyogyanya berkewajiban mengurus berbagai masalah lingkungan dan bangunan justru tidak berfungsi secara optimal.Rumah Susun Cinta Kasih Cengkareng di Jakarta Barat menjadi lokasi bagi pendampingan masyarakat penghuni dalam kegiatan pengabdian masyarakat, dengan tujuan untuk merumuskan suatu model pengelolaan lingkungan dan bangunan berdasarkan konsep partisipatif.