cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Research Report - Engineering Science
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Research Report - Engineering Science merupakan kumpulan laporan penelitian yang dilakukan oleh para dosen Universitas Katolik Parahyangan, Bandung dalam bidang rekayasa. Penelitian tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan. Bidang rekayasa mencakup berbagai disiplin ilmu, diantaranya Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Informatika, Matematika dan Fisika. Research Abstract diterbitkan dua (2) kali setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 270 Documents
Pengaruh Jenis, Konsentrasi Bahan Pengisi dan Suhu Pengeringan Terhadap Kualitas Ekstrak Buah Physalis Angulata Yang Diperoleh dengan Ekstraksi Menggunakan Air Subkritik Ratna Frida Susanti; Arenst Andreas; Garry Christianto Solihin
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.336 KB)

Abstract

Penggunaan ekstrak alami dari tumbuhan semakin luas dikembangkan dalam bidang farmasi. Keinginan masyarakat untuk kembali ke produk alam dan minimnya efek sampingyang ditimbulkan menjadi dua dari beberapa alasan yang muncul. Physalis angulata atau dikenal dengan nama ceplukan adalah tumbuhan herbal yang hidup semusim dan seringditemui tumbuh secara liar di beberapa daerah di Indonesia. Physalis angulata digunakan secara luas dalam pengobatan tradisional. Dalam pengobatan tradisional, masyarakat merebussemua bagian dari tanaman ini dan kemudian diambil airnya untuk diminum. Akan tetapi berdasarkan studi terdahulu, penggunaan air pada suhu didihnya kurang efektif dalammengekstrak tanaman ini. Oleh karena itu, dipilihlah pelarut berupa air pada kondisi subkritiknya (suhu diatas titik didih air sampai dengan dibawah suhu kritik, pada tekanan tinggi), karena air pada kondisi subkritik memiliki kemampuan mengekstrak menyerupai pelarut organik yang notabene dihindari pemakaiannya karena sifatnya yang toksik, karsinogenik dan mahal. Ekstrak yang diperoleh dengan menggunakan air subkritik pada suhu 250o C memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi akan tetapi memiliki bentuk yang berminyak dan padat. Sehingga untuk membentuk sediaan obat dalam bentuk bubuk diperlukan tambahan bahan pengisi (filler) pada proses pengeringan ekstrak.Tujuan khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (i) mempelajari pengaruh jenis bahan pengisi pada kualitas ekstrak physalis angulata (ii) mempelajari pengaruh konsentrasi bahan pengisi pada kualitas ekstrak dan (iii) mempelajari efek suhu pengeringan pada pengeringan dengan menggunakan oven vakum.Target akhir dari penelitian ini adalah diperolehnya sediaan obat berbentuk bubuk dari ekstrak buah physalis angulata dengan kondisi pengeringan yang tepat untuk mempertahankan kandungan antioksidan di dalamnya. Metodeyang digunakan adalah dengan ekstraksi menggunakan pelarut berupa air subkritik dan pengeringan ekstrak menggunakan oven vakum.Hasil penelitian menunjukkan dalam range penelitian ini, semakin besar konsentrasi filler dan suhu pengeringan oven maka semakin baik nilai total fenol, flavonoid dan aktivitasantioksidannya. Filler aerosil terbukti lebih bagus dalam mempertahankan kualitas antioksidan dalam ekstrak.
IDENTIFIKASI IDENTITAS KOTA CIMAHI Caecilia S Wijayaputri
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.849 KB)

Abstract

Arsitektur dalam kehidupan manusia berpengaruh pada pola pikir dan secara bertahap mempengaruhi perilaku dalam suatu masyarakat. Memahami hubungan antara lingkungan dan cara berpikir adalah sesuatu yang penting terutama bagi perancang, dimana hal yang menarik dari arsitektur adalah kemampuannya untuk masuk ke dalam pengalaman nostalgia melalui indera dan emosi. Arsitektur juga berperan sebagai panggung / setting dalam proses penciptaan pengalaman baru yang mengesankan. Persepsi memberikan gambaran atau perkiraan terbaik akan keadaan saat ini dari sebuah lingkungan binaan yang mengelilingi kita. Kita membutuhkan fakta dan opini publik dari lingkungan binaan di sekeliling kita, serta mengingat reaksi emosional dari sebuah lingkungan berdasarkan pengalaman. Secara garis besar, dapat disimpulkan bahwa kita dapat menggunakan representasi mental dari lingkungan binaan untuk merencanakan, meahami, dan bahkan memecahkan masalah yang berhubungan dengan konteks lingkungan, secara umum, peneliti menyebut kemampuan untuk membayangkan dan memperkirakan dunia spasial sebagai ‘Environmental Cognition’. Kota Cimahi sendiri selama ini dikenal sebagai kota militer, dengan latar belakang tradisi militer, yang berkembang juga melalui industrialisasi. Pertanyaan yang timbul kemudian adalah apa yang dimaksud dengan identitas kota menurut penduduk kota Cimahi. Sehingga penelitian ini hendak mencoba memetakan identitas kota berdasarkan persepsi penduduk. Penelitian akan dilakukan melalui pendekatan ‘environmental perception’ dengan metoda penelitian menggunakan ’cognitive mapping’ dan instrumen penelitian berupa ‘sktech map’ dan ‘task recognition’. Melalui penelitian ini, diharapkan peneliti dapat merumuskan kriteria untuk merancang bangunan baru dalam setting historis guna mendapatkan perubahan perilaku yang diharapkan.
Pengabdian Masyarakat Sekolah SMPK Santo Josef Freinadementz Franseno Franseno; Yenny Gunawan; Reinaldi Primanizar
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.017 KB)

Abstract

Pengabdian Masyarakat ini diinisiasi oleh pihak Societas Verba Divini (SVD), Sumba yang meminta bantuan kepada Program Studi Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan berupa perancangan Sekolah SMPK Santo Josef Freinadementz. Metode perancangan yang digunakan adalah pendekatan perancangan yang memperhatikan konteks lokal, baik dari segi budaya, iklimmaupun material yang digunakan. Karena konteks lokal penting, maka rencana kegiatan yang dilakukan meliputi survei tempat/lokasi dan wawancara dengan pihak-pihak terkait, serta sosialisasi rancangan untuk mendapatkan masukan dari pihak-pihak terkait. Luaran yang dariPengabdian Masyarakat ini berupa gambar rancangan yang disetujui oleh pihak SVD.
PENGARUH MEDIA SUB- DAN SUPERKRITIK CO2 DALAM PROSES HIDROLISIS SECARA ENZYMATIC TERHADAP PEROLEHAN GLUKOSA Henky Muljana; Tony Handoko; Lesty Meilianasari; Gischa Widhi
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1456.679 KB)

Abstract

Tingginya pemanfaatan minyak bumi sebagai sumber bahan bakar utama di dunia memicu munculnya dua permasalahan besar yaitu semakin menipisnya persediaan minyak bumi (non renewable) dan terkait dengan hal tersebut, harga minyak bumi yang semakin tinggi. Oleh karena itu perlu dicari sumber alternatif energi lainnya yang berasal dari bahan baku yang dapat diperbaharui. Salah satunya adalah pembuatan bioetanol sebagai energi alternatif dari kertas bekas. Saat ini beberapa kendala yang dihadapai di dalam proses pembuatan bioetanol dari kertas bekas ini adalah masih rendahnya perolehan glukosa dan tingkat kemurnian glukosa yang masih rendah. Dari proses konvensional yang ada saat ini, produk hidrolisis glukosa tercampur dengan komponen furfural, hydroxymethyl furfural (HMF) dan asam-asam organik yang akan mengganggu proses fermentasi glukosa menjadi etanol. Sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi kendala-kendala tersebut adalah dengan melakukan proses perlakukan awal dan proses hidrolisis enzymatis di dalam media super- dan subkritik CO2.Tujuan khusus yang ingin dicapai di dalam penelitian ini adalah meliputi : i) mempelajari potensi pemanfaatan kertas bekas dan media CO2 di dalam proses perlakuan awal dan proses hidrolisis secara enzymatis dengan terlebih dahulu mempelajari sistem reaksi yang lebih sederhana yaitu dengan menggunakan microcrystalline selulosa (derajat polimerisasi, DP = 230) dan kertas HVS baru (ukuran A4), ii) mempelajari dan melakukan optimasi proses fermentasi glukosa yang diperoleh dari hasil hidrolisis kertas bekas secara enzimatis di dalam media sub- dan superkritik CO2 menjadi bioetanolPenelitian pada tahun pertama ini memiliki fokus untuk mempelajari pengaruh tekanan dan temperatur medium superkrtik CO2 pada proses perlakuan awal terhadap perolehan glukosa. Perlakuan awal dilakukan dengan variasi temperatur pada 50o C, 75o C, dan 100o C serta variasi tekanan pada 80 bar, 120 bar, dan 150 bar. Produk hidrolisis dengan kadar glukosa sebesar 10,9 % - 26,7 % berat/berat dapat diperoleh dengan kondisi percobaan tersebut. Penelitian pada tahun pertama ini menunjukkan potensi penggunaan media superkritik di dalam proses enzimatis kertas dan membuka peluang untuk pemanfaatan lebih lanjut pada berbagai materi lignoselulosa lainnya.
PENERAPAN CHOICE-BASED CONJOINT ANALYSIS DALAM PENENTUAN KOMBINASI ATRIBUT TERBAIK LAYANAN SELULER Fransiscus Rian Pratikto; Loren Pratiwi; Yani Herawati
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.23 KB)

Abstract

Jumlah operator layanan seluler di Indonesia yang banyak menyebabkan tingkat persaingan sangat tinggi, dan mengarah ke perang tarif. Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan oleh operator telekomunikasi terbesar di Indonesia didapati bahwa ada 3 segmen di pasar layanan seluler, yaitu segmen Young-Savvy yang mementingkan harga murah, segmen Established-Premium yang mementingkan pelayanan dan tidak sensitif terhadap harga, dan segmen Rational-Breadwinner yang mementingkan atribut fungsional dari layanan seluler dan masih sensitif terhadap harga.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan atribut-atribut dan kombinasi atribut yang mempengaruhi kepuasan konsumen terhadap layanan seluler di segmen Young-Savvy. Segmen ini didominasi oleh palajar dan mahasiswa dengan pengeluaran per bulan di bawah Rp100 ribu. Metode yang digunakan dalam penentuan kombinasi atribut adalah Choice-Based Conjoint Analysis. Metode ini dipilih karena terdapat efek interaksi antar atribut yang disebabkan adanya atribut harga/tarif.Atribut-atribut yang mempengaruhi pilihan terhadap layanan seluler diperoleh melalui proses wawancara dan Focus-Group Discussion (FGD) terhadap responden terpilih yang memiliki pengalaman yang cukup ekstensif dalam menggunakan layanan seluler. Pengolahan data dilakukan dengan software Choice-Based Conjoint Analysis dari Sawtooth Software. Survey dilakukan secara online di mana penjangkauan responden dilakukan dengan penyebaran link melalui situs jejaring sosial dan mailing-list.Kombinasi atribut terbaik yang diperoleh adalah (1) operator: XL; (2) tarif telepon ke sesama: Rp150/min–Rp800/min; (3) tarif telepon ke operator lain: Rp900/min–Rp1400/min; (4) tarif sms ke semua operator: Rp100/sms; (5) promo gratis SMS sepanjang hari: setelah pemakaian 5 SMS/hari; (6) tarif paket data: Rp2/kb; (7) nomor kartu perdana cantik; (8) harga kartu perdana: Rp2000-Rp5000.
Sintesis Akulturasi Arsitektur Gereja Kristen Pniel Blimbingsari di Bali Bachtiar Fauzy; Purnama Salura; Stephanie Arvina Yusuf
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1700.164 KB)

Abstract

Penelitianini dipandang memiliki tingkat urgensi untuk dilakukan telaah karena kajian tentang arsitektur yang berlatar-belakang bangunan heritage belum banyak yang mengupas bangunan secara lebih detail berdasarkan elemen-elemen pelingkupnya. Uraian elemen bangunan menjadi penting agar mendapatkan esensi dasar dari karakter bangunan tersebut. Gereja Kristen Pniel merupakan salah satu bangunan yang telah mendapatkan pengaruh (akulturasi) oleh budaya Bali. Akulturasi merupakan proses sosial yang timbul apabila sekelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing sehingga unsur asing lambat-laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan itu sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu. Gereja Kristen Pniel Blimbingsari ini merupakan salah satu objek yang patut untuk diteliti keunikannya, apakah pengaruh-pengaruh yang terjadi pada proses akulturasi budaya dan arsitektur dan apa saja filosofi dan konsep yang mendasari pada Arsitektur Gereja Kristen Pniel Blimbingsari Bali tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap sejauh mana terjadinya akulturasi arsitektur antara fungsi gereja dengan ragam budaya dan arsitekturtradisional Bali dengan cara melakukan sintesis, menelusuri sejauh mana arsitektur gereja kristen pniel blimbingsari, Bali ini dipengaruhi oleh unsur budaya dan arsitektur tradisional Bali. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, analitik dan interpretatif, dengan menggunakan teori archetypes, ordering principle dan teori budaya –arsitektur tradisional Bali, dengan demikian teori dan metodologi yang digunakan dapat mengungkap fenomena arsitektur melalui penelusuran wujud akulturasi dari aspek fungsi, bentuk dan maknanya melalui filosofi tata ruang, kesakralan, dan pengaruh budaya yang terjadi pada Gereja Kristen Pniel Blimbingsari - Bali ini. Dari penelusuran yang dilakukanakan dapat membuktikan bahwa Gereja Kristen Pniel Blimbingsari – Bali ini merupakan ekspresi akulturasi antara budaya barat (fungsi gereja) dan budaya lokal (budaya Bali) melalui konsep konsepnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai rujukan bagi kasus studi yang serupa di beberapa kawasan lainnya serta dapat menyumbangkan pengetahuan teori akulturasi arsitektur pada aspek fungsi, bentuk danmaknanya secara berkesinambungan.Kata Kunci : sintesis, akulturasi, arsitektur, gereja kristen          
PEMODELAN SUDOKU SEBAGAI BLOCK WORLD PROBLEM Cecilia E Nugraheni; Luciana Abednego
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.695 KB)

Abstract

Sudoku adalah sejenis teka-teki logika yang tujuan akhirnya adalah mengisikan angka-angka 1sampai dengan 9 ke dalam suatu kotak berukuran 9×9. Kotak ini memiliki 9 sub-kotak berukuran3 × 3. Syarat teka-teki ini adalah tidak ada angka yang berulang pada setiap baris, kolom,atau sub-kotak. Teka-teki Sudoku termasuk ke dalam permasalahan kombinatorial (NP complete).Solusi untuk teka-teki ini dapat dicari dengan bermacam-macam cara seperti algoritmagenetik [4], heuristik [1], dan sebagainya. Pada penelitian ini, teka-teki Sudoku akan dicobadipecahkan dengan memodelkannya sebagai block-world problem. Pada block-world problem,terdapat sejumlah balok pada meja dengan susunan tertentu. Balok-balok tersebut kemudiandiubah susunannya menjadi susunan balok akhir dengan bantuan dua jenis robot. Hasil daripenelitian ini berupa spesifikasi formal dari model Sudoku sebagai block-world problem yangditulis dalam notasi Temporal Logic of Actions (TLA).
PERANCANGAN ALAT BANTU SORTIR BIJI KOPI PEABERRY Romy Loice; Nigel Chrisman Santosa
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1280.299 KB)

Abstract

Kopi merupakan salah satu minuman yang paling digemari di dunia, minuman kopi ini dihasilkan dari biji kopi. Dalam pengklasifikasiannya, biji kopi dibagi menjadi dua yaitu biji kopi Arabica dan biji kopi robusta, berdasarkan sifat dapat diklasifikasikan menjadi biji kopi peaberry dan biji kopi biasa atau juga disebut dengan longberry, biji kopi peaberry dapat menghasilkan rasa kopi yang lebih enak serta dapat meningkatkan semangat, akan tetapi pemilahan biji kopi ini sangat sulit karena hanya ada 5 persen dibandingkan dengan seluruh populasi biji kopi yang ada, maka dari itu dibuatlah alat sortir untuk biji kopi ini. Pertama-tama dilakukan wawancara dengan 4 orang responden dan didapatkan kriteria biji kopi peaberry yang baik dan dengan melalui pengukuran didapatkan bahwa standar biji kopi peaberry adalah panjang dari 8 mm sampai 14,2 mm, lebar dari 6,7 mm sampai 8,1 mm. Perancangan alat bantu sortir dilakukan berdasarkan kebutuhan serta kegunaannya, perlakuan paertama adalah membuang biji kopi yang memiliki ukuran kecil dulu yang sudah pasti adalah biji kopi peaberry dulu sehingga digunakan lubang yang kecil, setelah itu dilakukan pembuangan biji kopi dengan ukuran besar yang sudah pasti adalah biji kopi longberry; Pada irisan ukuran yang ada pada biji kopi longberry serta peaberry digunakanlah alat bantu sortir yang menggunakan lego mindstorm guna memberikan tenaga getaran yang dapat membuat biji kopi peaberry yang memiliki karakteristik bulat dapat terlempar keluar. Proses sortir ini melibatkan 4 buah tempat penampungan yang berfungsi menampung biji kopi peaberry dan longberry, Hasil dari percobaan menunjukkan bahwa penampung untuk peaberry memiliki error sebesar 34 persen, serta tingkat keberhasilan sortir biji kopi peaberry adalah sebesar 14,16 persen.
KURVA KESETIMBANGAN MINYAK BIJI TEH – NORMAL HEKSANA DAN APLIKASINYA PADA EKSTRAKSI PADAT – CAIR MULTITAHAP Susiana Prasetyo S; A Prima K
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2009)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4209.344 KB)

Abstract

Teh telah dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu tanaman yang sangatberguna. Salah satu kegunaan yang telah dikenal secara luas adalah sebagai minuman.Sampai saat ini, walaupun produksi tanaman teh di Indonesia berkembang setiaptahunnya, namun tetap saja pemanfaatan tanaman teh belum maksimal. Sebagian besarprodusen di Indonesia hanya memproduksi pucuk-pucuk daun teh muda saja untukdimanfaatkan sebagai minuman kesehatan, sedangkan hasil samping tanaman teh belumdimanfaatkan dengan baik. Selain daun, semua bagian tanaman teh memiliki potensiuntuk dimanfaatkan. Namun, pemanfaatannya di Indonesia hanya terbatas pada daunnyasaja padahal buah teh, khususnya bagian inti biji merupakan sumber minyak nabati nonkolesterol. Menurut survey, setiap kg buah teh dapat menghasilkan 40 – 120 gramminyak..Isolasi minyak masih jarang dilakukan sehingga metode pemisahan yang tepatmenjadikan tantangan tersendiri\dalam penelitian ini. Penelitian ini melanjutkan penelitiansebelumnya, mencoba mengkaji alternatif pemanfaatan biji teh salah satu sumber sebagaisumber minyak nabati rendah kolesterol yang cocok diaplikasikan sebagai minyakpangan. Minyak biji teh diperoleh menggunakan proses ekstraksi padat-cair menggunakanpelarut n heksana, baik dengan operasi tahap tunggal maupun multi tahap untukmengetahui berapa banyaknya solut yang dapat dipisahkan dari umpan berkadar tertentu,khususnya untuk keperluan perancangan lebih lanjut. Proses ekstraksi dilakukan secarabatch hingga didapatkan minyak biji teh kasar setelah dilakukan evaporasi ekstrak padakondisi vakum. Rasio biji teh/pelarut divariasikan sebanyak 10 level (dari 1:2 s.d 1:7,5)untuk mendapatkan kurva kesetimbangan minyak biji teh – n heksana.Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa peningkatan jumlah pelarut danjumlah tahap ekstraksi secara counter current akan meningkatkan yield minyak yangdihasilkan. Selain itu, peningkatan jumlah pelarut juga akan meninkatkan efisiensi tahapekstraksinya. Hasil terbaik dicapai pada ekstraksi minyak biji teh dengan rasio umpanterhadap pelarut sebesar 1:6 dengan jumlah tahap ekstraksi 3 tahap dan menghasilkanyield pada tiap tahapnya berturut – turut sebesar 38,43 ; 26,86 dan 17,19 % denganefisiensi tahap sebesar 66,7%.
Kajian Arsitektural Percandian Batujaya dan Cibuaya Kerawang (Identifikasi) Rahadhian PH; Antonius Richard
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26056.588 KB)

Abstract

 Penelitian terhadap desain arsitektur percandian pada umumnya ditekankan pada candi-candi yang didirikan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, sementatra penelitian terhadap desain arsitektural candi-candi di Jawa Barat masih terbatas dilakukan. Jawa Barat dikenal sebagai daerah yang memiliki peninggalan percandiannya dengan jumlah yang sangat sedikit, dibandingkan dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Penelitian terhadap kawasan ini dapat membuka pemikiran bahwa di Jawa Barat sebenarnya juga memiliki produk candi yang memadai dan merupakan potensi lokal yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Di sisi lain penelitian candi-candi tersebut pada umumnya didasarkan pada pendekatan ilmu kesejarahan dan arkeologi. Oleh karena itu penelitian ini mencoba untuk mengenali percandian di Jawa Barat tersebut dalam perspektif ilmu arsitektur. Pendekatan Tipo-morfologi arsitektural dapat digunakan sebagai landasan analisis di dalam penelitian ini.Penelitian ini mengambil lokasi di Kawasan Kerawang Batujaya dan Cibuaya. Kawasan ini diperkirakan relatif masih banyak memiliki temuan-temuan yang mengandung unsur-unsur percandian. Selain itu kawasan ini diusulkan menjadi salah satu kawasan strategi nasional untuk dikembangkan dalam kaitannya dengan pendidikan, pariwisata, pengembangan budaya, dsb oleh Pemerintah. Percandian di kawasan ini memiliki artefak reruntuhan candi dan sisa-sisa permukiman kuno yang dibangun kurang lebih dari abad 2 sampai 7 Masehi. Situs purbakala Batujaya diyakini merupakan representasi dari Kejayaan Kerajaan Tarumangera dan telah digunakan pada masanya sebagai salah satu pusat pengembangan agama Buda di pesisi Utara Jawa Batat, sementara di Cibuaya diperkirakan menjadi pusat pengembangan Hindu.Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola-pola bangunan yang dibangun dalam kawasan ini, baik berupa candi maupun kaitannya dengan arsitektur lainnya. Melalui penelitian ini diharapkan akan diketahui pula korelasi bentuk arsitekturalnya dengan arsitektur candi lainnya di Jawa dan di Sumatra, khususnya percandian Buda. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan wawasan dan masukan kepada pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya yang berkaitan dengan ‘desain arsitektur percandian di Nusantara’ Temuan temuan yang diperoleh diharapkan nantinya dapat digunakan sebagai pengembangan dan rekontekstualisasi nilai-nilai seni arsitektur percandian di masa kini.