Melintas An International Journal of Philosophy and Religion
The aim of this Journal is to promote a righteous approach to exploration, analysis, and research on philosophy, humanities, culture and anthropology, phenomenology, ethics, religious studies, philosophy of religion, and theology. The scope of this journal allows for philosophy, humanities, philosophy of culture and anthropology, phenomenological philosophy, epistemology, ethics, business ethics, philosophy of religion, religious studies, theology, dogmatic theology, systematic theology, theology of sacrament, moral theology, biblical theology, and pastoral theology.
Articles
781 Documents
THE PRIMACY OF THE STATE IN THE STUDY OF GLOBAL POLITICS: An Epistemological Debate
Jemadu, Aleksius
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 22 No. 3 (2006)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26593/mel.v22i3.994.725-739
Penelitian kepustakaan ini bertujuan untuk menjelaskan perdebatan epistemologis dalam studi politik global tentang peranan negara di tengah arus globalisasi yang semakin cepat. Kaum liberalis atau pluralis mengklaim bahwa negara sudah kehilangan pengaruhnya dalam politik global dibandingkan dengan actor-aktor lain seperti perusahaan multinasional (MNCs), lembaga-lembaga internasional dan organisasi civilsociety global. Penganut realisme dan neo-realisme tetap mempertahankan premis dasar mereka bahwa negara tetap merupakan actor yang menentukan perkembangan politik global. Untuk menjelaskan perdebatan epistemologis di atas ringkasan dari laporan penelitian ini difokuskan pada perkembangan ekonomi politik global, perang melawanterorisme global dan kemunculan organisasi civil society dalam hubungan internasional. Apapun hasil akhir dari perdebatan ini, satu hal yang dibutuhkan Indonesia adalah meningkatkan kapasitas kelembagaan negara untuk memperjuangkan martabat bangsa.
CIVIL SOCIETY AND DEMOCRACY IN POSTSOEHARTO INDONESIA
Voragen, Roy
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 22 No. 3 (2006)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26593/mel.v22i3.995.741-754
Untuk Indonesia abad 21 pertanyaan penting adalah bagaimana mengelola pluralisme secara demokratis dan beradab. Suatu Negara demokratis tentu memerlukan masyarakat yang madani, namun yang sering dilupakan, terutama dalam Negara-negara pasca-otoritarian, adalah bahwa masyarakat yang madani membutuhkan penegakan hukum. Secara teoretis hampir takada konsep yang jelas ihwal masyarakat madani itu, yang menyulitkan penelitian empiris. Maka artikel ini menggunakan pandangan dari wilayah ilmu politik dan filsafat politik untuk mendapatkan gambaran lebih jelas tentang situasi Indonesia saat ini.
ISLAM’S “SYMBOLIC POLITICS” IN INDONESIA
Perwita, Anak Agung Banyu
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 22 No. 3 (2006)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26593/mel.v22i3.996.755-769
Artikel ini membahas dinamika perjalanan Islam sebagai salah satu kekuatan politik Indonesia. Dalam perjalanan sistem politik Indonesia, Islam bukan saja memainkan perannya sebagai simbol religi dan filsafat, melainkan telah berfungsi pula sebagai simbol politik Islam sejarah politik Indonesia. Berbagai fenomena agama, sosial, politik pada era globalisasi ini baik yang terjadi di lingkungan domestik dan eksternal Indonesia tetapakan memiliki signifikansinya pada perkembangan Islam sebagai kekuatan agama dan politik. Oleh karenanya, posisi Islam dalam politik Indonesia dan politik global, padaumumnya akan tetap menjadi sumber perdebatan utama dalam sekularisasi politik dan agamaisasi politik.
JAVANESE-ISLAM VALUE CONSENSUS: A Remark on Value Pluralism
Adian, Donny Gahral
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 22 No. 3 (2006)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26593/mel.v22i3.997.771-783
Artikel ini hendak menyanggah anggapan bahwa agama sebagai monisme etis tidak sesuai dengan filsafat politik liberal yang menghargai keragaman nilai. Sebagai acuan digunakan sejarah islamisasi di jawa, yang telah melahirkan hubungan konsensual harmonis antara Islam dan konsepsi etik Jawa. Dari sana dibangunlah hipotesis bahwa pada dasarnya agama (Islam)sebenarnya mampu membangun 'overlapping value consensus' seperti yang dicanangkan filsfat politik Rawlsian.
KRISTIANITAS DI ANTARA TEGANGAN TRADISI DAN RELEVANSI
Samosir, Leonardus
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 22 No. 3 (2006)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26593/mel.v22i3.998.785-796
The article discusses the identity of Christianity in Indonesia. The discrepancy between tradition and relevancy occurs when 'identity' is understood as static.Onthe contrary, when identity is viewed as dynamic, a dialectical balance between tradition and relevancy is required. Identity does not necessarily mean uniformity. It may instead mean 'united diversity'. The Church in Indonesia becomes 'Indonesian Church' only if she is capable of making significant interaction between the universal Church (tradition) and Indonesian peculiar situation (relevancy).
Chronicles - December 2006
Tedjoworo, Hadrianus
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 22 No. 3 (2006)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26593/mel.v22i3.999.819-826
'Chronicles' is a journal column of "MELINTAS" which contains information about the various events, congresses, conferences, symposia, necrologies, publications, and periodicals in the fields of philosophy and theology.
THE TASK OF REMEMBRANCE: HISTORY AS THE BURDEN OF INHERITANCE AND AN OPPORTUNITY FOR JUSTICE
de Joya, Preciosa
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 22 No. 2 (2006)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26593/mel.v22i2.1000.591-600
Artikel ini adalah refleksi atas pemikiranWalter Benjamin, terutama bagaimana ia melepaskan sejarah dari tendensinya sebagai mekanisme opresi. Kuncinya adalah mengembalikan peran orisinal sejarah sebagai suatu bentuk kenangan yang tidak menekankan pencarian pengetahuan, melainkan upaya pembentukan hubungan. Hubungan ini, seperti ditekankan Derrida, dilandasi beban warisan, dimana mereka yang masih hidup senantiasa berduka atas mereka yang mati dan terpanggil untuk terus meluruskan masa lampau yang tidak adil. Tugas mengenang ini bukan hanya berarti mendengarkan suara sejarah lokal, melainkan lebih radikal, yaitu senantiasa melihat sejarah sebagai masa lampau yang “belum selesai”. Maka untuk melepaskan sejarah dari barbaritas peradaban, pola naratif harus diganti dengan sekedar fragmen-fragmen. Fragmen, sebagai alat representasi, memungkinkan masa lampau terus menerus dialami kembali sebagai kebenaran. Dalam mengenangsejarah sedemikian itulah studi sejarah dialami sebagai beban tanggungjawab etis dan menjadi peluang ke arah keadilan.
THE INDIVIDUAL AND COLLECTIVE TRANSFORMATION: AUROBINDIAN PARADIGM OF CULTURE OF CHANGE
Delacruz, El Mithra M.
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 22 No. 2 (2006)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26593/mel.v22i2.1001.601-623
Artikel ini bertolak dari suatu keyakinan bahwa kendati kebudayaan sebagai suatu keseluruhan yang kompleks berkecenderungan mengontrol, ia juga memberikan peluang dan jalan bagi pembentukan karakter dan bagi proses spiritualisasi penciptaan dalam evolusi. Pertumbuhan dan perkembangan suatu bangsa bergantung pada orientasi dasar dan kebiasaan yang telah tertanam lama dalam kebudayaan. Namun di sisi lain, terutama mengacu pada pemikiran Sri Aurobindo, itu juga bergantung pada pencarian dan pencerahan spiritual dalam dunia batin individu . Maka artikel ini mengajukanpentingnya keseimbangan antara dunia luar dan dunia dalam, dunia interaksi sosial dan dunia individu. Yang menjadi fokus dalam artikel ini lantas : apakah kebudayaan memang memungkinkan transformasi individual dan sekaligus transformasi masyarakat?
ŽIŽEK'S REDEFINITON OF MODERN SUBJECT
Kristiatmo, Thomas
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 22 No. 2 (2006)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26593/mel.v22i2.1002.625-634
Subjektivitas modern yang dibangun atas dasar cogito ergo sum dari Descartes belakangan sedemikian dicela dan dicaci. Subjektivitas macam itu konon terlalu tertutup dan bertendensi untuk mengeksklusi yang lain. Bermacam kubu berupaya menentang subjektivitas modern. Strukturalisme dan post-strukturalisme dengan sengit hendak melenyapkan subjek dan menggantinya dengan tenunan struktural. Di antara gelombang aliansi yanghendak melenyapkan subjek tersebut, Žižek justru hendak membuat pembacaan baru dan unik atas subjektivitas modern. Melalui kacamata psikoanalisis ia membedah filsafat dan melihat dimensi-dimensi tertentu dari subjek yang selama ini tersembunyi.
IN HIS IMAGE AND LIKENESS: PONDERINGS OVER CREATION AND THE DIVINEESSENCE
Osai, O. Jason
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 22 No. 2 (2006)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26593/mel.v22i2.1003.635-653
Artikel ini mengambil inspirasi dari teologi berbagai agama, beragam kosmogoni dan bermacam mitos. Berdasarkan itu ia mengajukan suatu tesis bahwa manusia pada dasarnya mempunyai potensi yang sama dengan Penciptanya, yang tidaklah sama dengan Tuhan yang immortal, omniscient, omnipotent dan omnipresent . Kemampuan manusia sejajardengan Penciptanya dalam hal “Kapasitas Mental Kolektif ”nya (CMC), namun berbeda dan lebih rendah dalam hal “Abilitas Mental Kolektif ”nya (CMA). Perbedaan itu analog dengan perbedaan antara seorang professor dan seorang anak sekolah yang inteligensinya secara potensial sama tinggi dengannya. Perbedaan terletak pada pendidikan dan pengalaman yang dimiliki sang professor. Lebih lanjut artikel ini mengajukan gagasan bahwa terdapat dua dunia yang parallel dunia etereal dan dunia korporeal. Yang etereal adalah realitas super-consciousness Roh Ilahi, yang juga mengontrol segala kehidupan di dunia korporeal. Tahapan evolusi dan penciptaan di dunia korporeal berjalan dibawah bimbingan dunia etereal. Artikel ini lantas menyimpulkan bahwa manusia diciptakan oleh entitas yang juga mortal, namun dibawah bimbingan Tuhan yang immortal, menuju proses penciptaan yang makin menyerupai Dia.