cover
Contact Name
Rizal Furqan Ramadhan
Contact Email
admin@rizaniamedia.com
Phone
+6285257563813
Journal Mail Official
admin@rizaniamedia.com
Editorial Address
RT 10 RW 04 Desa Pucanganak Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek
Location
Kab. trenggalek,
Jawa timur
INDONESIA
Khidmah Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30476488     DOI : https://doi.org/10.69533
Core Subject : Social,
KHIDMAH NUSANTARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (E-ISSN : 3047-6488) merupakan Jurnal nasional dengan akses terbuka yang menerbitkan artikel hasil penelitian di bidang Pengabdian Kepada Masyarakat. Ruang Lingkup Jurnal berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, agama, ekonomi, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan dan bidang pengabdian lainnya. Jurnal KHIDMAH NUSANTARA dikelola dan dipublikasikan oleh Rumah Jurnal RIZANIA MEDIA PRATAMA. Jurnal ini diterbitkan sebagai sarana dan wadah para dosen, ilmuan, peneliti maupun pakar bidang Pengabdian mempublikasikan hasil-hasil kegiatan pengabdian untuk menunjang Tugas dan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi secara Umum. Jurnal KHIDMAH NUSANTARA terbit dua kali dalam setahun pada bulan Agustus dan Februari.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 53 Documents
Pendampingan Manajemen Event Berbasis Partisipasi Masyarakat untuk Mendukung Pengembangan Desa Wisata Seni Budaya Tri Astuti Handayani; Dhimas Dwi Nugraha Hadistya; Pritantina Yuni Lestari; Abdul Muqit; Arief Rahmatulloh
Khidmah Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Februari 2026
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/1efm3723

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tulus Besar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang untuk mendukung pengelolaan daya tarik wisata seni budaya dan pengembangan potensi desa wisata melalui pelibatan pegiat seni lokal, khususnya seni Bantengan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam pengelolaan event kesenian serta pengembangan desa wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara sekaligus melestarikan seni dan budaya daerah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan service learning melalui tujuh tahapan, yaitu persiapan, perencanaan dan koordinasi dengan pihak desa serta pelaku wisata, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, monitoring dan evaluasi, serta dokumentasi dan publikasi. Pendekatan ini menekankan kolaborasi antara tim pengabdian dan masyarakat dalam proses pembelajaran, pendampingan, serta penerapan pengetahuan secara langsung di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pengelolaan daya tarik wisata budaya, penyelenggaraan event kesenian, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata berkelanjutan di Desa Tulus Besar. Peningkatan tersebut terlihat dari hasil pre-test pengetahuan mitra terhadap pengelolaan event kesenian bantengan sebesar 79% dan hasil post-test sebesar 95% setelah dilakukan kegiatan pendampingan pengelolaan event kesenian bantengan di desa Tulus Besar.
Pemberdayaan Siswa Sekolah Dasar Melalui Edukasi dan Demonstrasi PHBS dalam Mewujudkan Sekolah Sehat Fadila Hanum; Iffah Indri Kusmawati
Khidmah Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Februari 2026
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/3fwh3c26

Abstract

PHBS merupakan komponen penting promosi kesehatan masyarakat, terutama bagi anak usia sekolah. Namun, penerapannya pada anak usia sekolah di wilayah pesisir berisiko DBD masih belum optimal, sehingga meningkatkan kerentanan penyakit berbasis lingkungan. Kegiatan pemberdayaan Masyarakat ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi dan demonstrasi PHBS terhadap tingkat pengetahuan siswa kelas 4 SD Muhammadiyah 6 Karangtalun, Kabupaten Cilacap. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui edukasi interaktif dengan pre-test dan post-test yang melibatkan 35 siswa. Materi yang disampaikan meliputi cara mencuci tangan yang benar, kebersihan gigi dan mulut, dan pencegahan DBD dengan 3M Plus. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 78,7% pada pre-test menjadi 89,8% pada post-test dengan selisih 11,1 poin. Jumlah siswa pada kategori baik meningkat dari 20 siswa menjadi 27 siswa, dan tidak ada siswa tersisa pada kategori kurang setelah intervensi. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa edukasi dan demonstrasi PHBS secara interaktif efektif meningkatkan pengetahuan siswa di wilayah pesisir.
Gema Menocare: Program Pemberdayaan Perempuan melalui Edukasi dan Self-Care pada Masa Menopause Erlia Delicia Costa Reis; Nurul Jannatul Wahidah
Khidmah Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Februari 2026
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/2wfxxa82

Abstract

Menopause merupakan tahap alami dalam kehidupan perempuan yang ditandai dengan berhentinya menstruasi akibat penurunan fungsi ovarium. Namun, masih banyak perempuan yang memiliki pengetahuan terbatas mengenai perubahan fisik dan psikologis selama menopause sehingga kurang siap dalam menghadapinya. Kondisi tersebut diperparah oleh masih terbatasnya akses terhadap edukasi kesehatan dan kegiatan pemberdayaan terkait menopause di masyarakat, sehingga diperlukan upaya promotif melalui program edukasi dan self-care. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman perempuan tentang menopause melalui edukasi kesehatan dan aktivitas fisik sebagai bentuk perawatan diri (self-care). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan one group pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 30 perempuan di Desa Waitii yang berusia 27-70 tahun. Intervensi yang diberikan berupa penyuluhan kesehatan mengenai menopause dan senam bersama. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 80,13 sebelum intervensi menjadi 96,97 setelah intervensi, dengan seluruh peserta (100%) berada pada kategori pengetahuan baik setelah kegiatan. Program GEMA MENOCARE terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan perempuan mengenai menopause serta mendorong penerapan self-care sebagai upaya menjaga kesehatan dan kualitas hidup pada masa menopause.