cover
Contact Name
Hanifah Hikmawati
Contact Email
hanifah@iaingawi.ac.id
Phone
+6285731628908
Journal Mail Official
almabsut@iaingawi.ac.id
Editorial Address
Krajan Selatan, Rt.03/Rw.13, Watualang, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi
Location
Kab. ngawi,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial
ISSN : 20893426     EISSN : 2502213X     DOI : 10.56997/almabsut
Al-Mabsut : Jurnal Studi Islam dan Sosial is a journal managed by IAI Ngawi. In addition, the Al-Mabsut journal has two printed and online versions (ISSN:2089-3426 - E-ISSN: 2502-213X). Al-Mabsut is a journal that contains the study of Islamic and Social sciences. Studies that concentrate on the Islamic sciences (Aqidah, Sufism, Tafsir, Hadith, Usul Fiqh, Fiqh and so on) and also contain studies of politics, economics, law, education, history, culture, health, science and technology associated with Islam both in its normative dimensions (as doctrines and teachings) as well as in its historical dimensions (Muslim culture, Muslim communities, Islamic institutions and so on. Currently, Al-Mabsut journal gets SINTA 5 Accreditation based on Certificate Number 85/M/KPT/2020. All manuscripts submitted to the editorial board will be reviewed by the reviewer and the selection of manuscripts is based on considerations of writing quality, originality, and contribution to science.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2015): APRIL" : 9 Documents clear
GENESIS PEMIKIRAN HUKUM ISLAM NUSANTARA (Studi Pengaruh Islam Pertama terhadap Perkembangan Pemikiran dan Politik Hukum Islam Nusantara Klasik) Mahsun Mahsun
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 9 No 1 (2015): APRIL
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v9i1.15

Abstract

Tulisan ini mendiskusikan persoalan Islam pertama dan pengaruhnya terhadap pemikiran hukum Islam; berbagai tokoh dengan pemikiran hukum Islamnya; dan dinamika perkembangan politik hukum yang pernah terjadi di Nusantara. Tujuan tulisan ini adalah untuk mengetahui genesis dan paralelisme kajian dan pemikiran hukum Islam kontemporer yang berkembang di Nusantara.Islam pertama yang masuk di Nusantara adalah Islam dengan karakter tasawuf yang kuat. Karenanya, kreativitas dan improvisasi baru pada genesis pemikiran hukum Islam masa awal perkembangan Islam di Nusantara sangat sulit ditemui. Adanya anggapan telah terjadi keseimbangan baru antara tasawuf dan fiqih, sejatinya hanya merupakan keseimbangan yang paling mungkin, wajar, dan dalam batasan yang paling vulgar. Yakni, adanya kesamaan dan kedekatan orientasi, sekaligus epistemologi antara ajaran tasawuf dan mazhab Syafi’i, yang memungkinkan bertemu dalam satu titik kepentingan dan pengembangan. Karenanya, selain soal akomodasi aspek lokal sebagai bagian narasi pemikiran hukum, bisa dikatakan bahwa tidak ada gelombang pemikiran dan tawaran konsep “besar” yang telah dihasilkan dari sederet pemikir hukum Islam awal Nusantara. Kata kunci: Islam pertama, hukum Islam, Genesis  
OTORITAS DALAM PENETAPAN AWAL BULAN QAMARIYAH (KONFRONTASI ANTARA PEMIMPIN NEGARA DAN PEMIMPIN ORMAS KEAGAMAAN) Nihayatur Rohmah
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 9 No 1 (2015): APRIL
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v9i1.17

Abstract

Problematika Hisab Rukyah senantiasa actual untuk diperbincangkan. Kontroversi dalam penetapan awal bulan qamariyah kian menjadi tradisi yang dapat dipahami namun tetap meresahkan masyarakat. Ketika persoalan ibadah yang berdimensi social-sebagaimana persoalan penetapan dalam mengawali puasa dan mengakhiri puasa-dibutuhkanlah kerangka pemikiran yang berbasis kemaslahatan umum. Wajah bumi pertiwi kerapkali dihiasi dengan “tuntunan”yang berujung pada “tontonan” yang dapat mengancam ukhuwwah Islamiyah. Truth claim ormas keagamaan dan belum dapat diterimanya otoritas tunggal di Negeri ini menjadi pemicu adanya perbedaan yang tak berkesudahan. Ketika otoritas dikonfrontasikan antara pemimpin Negara dan pemimpin ormas maka dibutuhkanlah jiwa besar untuk mengalah guna meraih kemenangan. Jadi, berbesar hati untuk mengambil Pemerintah sebagai otoritas tunggal untuk menciptakan persatuan ummat adalah lebih utama daripada mempertahankan kriteria kalender masing-masing ormas. Kata kunci; Bulan Qamariyah, Otoritas Tunggal, Ukhuwwah Islamiyah   
STRATEGI PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN Anjarlea Mukti Sabrina
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 9 No 1 (2015): APRIL
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v9i1.18

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengangkat permasalahan dan dampak kebakaran hutan yang menjadi permasalahan lingkungan yang sangat penting di tanah air. Sedangkan pemerintah Indonesia sendiri kurang peduli terhadap kasus kebakaran hutan yang seringkali terjadi dan menimbulkan bencana kabut asap di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan hal-hal yang telah diuraikan penulis, menunjukkan bahwa : dampak dari kebakaran hutan adalah hilangnya berbagai manfaat ekosistem dari hutan dan potensi lain yang terkandung didalamnya termasuk keanekaragaman hayati. Ada dua faktor penting penyebab kebakaran hutan, yaitu faktor alam dan faktor manusia. Faktor alam misalnya adalah pemanasan global, musim kemarau yang berkepanjangan dan perubahan musim yang tidak menentu. Faktor manusia disebabkan oleh sumber api buatan manusia pada saat menggunakan api dalam upaya pembukaan lahan untuk Hutan Tanaman Industri (HTI), perkebunan, dan pertanian dengan menggunakan bahan bakar yang dapat menyulut api.Kata Kunci : Pencegahan dan Penanggulangan, Bencana Kabut Asap, Kebakaran Hutan  
IMPLEMENTASI PRINSIP NEUTRALITY DALAM PROSES MEDIASI Lina Nur Anisa
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 9 No 1 (2015): APRIL
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v9i1.20

Abstract

Mediasi merupakan salah satu bentuk alternatif penyelesaian sengketa di luar pengadilan. Gary Godpaster mengemukakan mediasi adalah proses negosiasi penyelesaian masalah atau sengketa dimana pihak ketiga atau pihak luar tidak memihak (impartial) dan netral berkerja dengan pihak yang bersengketa untuk membantu mereka memperoleh kesepakatan perjanjian yang memuaskan. Mediasi mengantarkan para pihak pada perwujudan kesepakatan damai dengan menempatkan kedua belah pihak pada posisi yang sama, tidak ada pihak yang dimenangkan atau pihak yang dikalahkan (win-win solution). Dalam mediasi para pihak yang bersengketa pro aktif dan memiliki kewenangan penuh dalam pengambilan keputusan. Mediator tidak memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan, tetapi ia hanya membantu para pihak dalam menjaga proses mediasi guna mewujudkan kesepakatan damai mereka. Mediator harus memiliki sejumlah persyaratan dan keahlian (skill), yang akan membantunya mencari sejumlah kemungkinan penyelesaian sengketa. Neutrality (netralitas) merupakan salah satu prinsip dari lima prinsip dasar yang ada dalam mediasi, kelima prinsip tersebut adalah prinsip kerahasiaan (confidentiality), sukarela (Volunteer), pemberdayaan (empowerment), netralitas (Neutrality), dan solusi yang unik (a unique solution). Kelima prinsip tersebut wajib dipahami oleh mediator, terlebih prinsip neutrality, mediator harus memahaminya secara menyeluruh dan sempurna.Kata Kunci: Mediasi, Mediator, Neutrality    
PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Al Darmono
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 9 No 1 (2015): APRIL
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v9i1.21

Abstract

 Pendidikan merupakan hak yang harus diterima oleh setiap anak dalam hidupnya. Pendidikan mulai diterima anak semenjak ia dilahirkan melalui pendidikan yang dilakukan oleh orang tuanya. Pendidikan dalam keluarga merupakan pondasi/dasar pada pendidikan anak di masa-masa yang akan datang. Maka peran orang tua sangat penting sekali bagi pendidikan anak terlebih lagi anak yang mengalami kebutuhan khusus.Pendidikan inklusif merupakan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus yang digabungkan dengan anak normal dengan harapan menumbuhkan sikap saling menghargai antar sesama. Dengan keberadaan layanan pendidikan inklusif ini, anak yang berkebutuhan khusus diharapkan mampu mengembangkan bakat mereka secara optimal.Orang tua diharapkan berperan proaktif dengan banyak memberikan informasi kepada para guru, sehingga sangat membantu dalam mengembangkan bakat anak yang berkebutuhan khusus dapat berkembang secara optimal melalui program-program layanan yang dikembangkan oleh lembaga sekolah inklusif tersebut. Kata Kunci: Anak Berkebutuhan Khusus, Pendidikan Inklusif, Orang Tua      
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN FIQIH HAJI BERBASIS MULTIMEDIA DI MADRASAH Anik Faridah
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 9 No 1 (2015): APRIL
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v9i1.22

Abstract

Seiring dengan perkembangan budaya zaman yang penuh tantangan dan kecanggihan teknologinya, pendidikan diharuskan mampu melakukan terobosan-terobosan baru ke arah pengembangan diri melalui pembelajaran. Apalagi hari ini, peserta didik mulai dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi tidak dapat terlepas dari kebutuhannya terhadap teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Maka diterapkannya model pembelajaran berbasis multimedia ini akan membantu peserta didik agar lebih melek lagi dengan dunia informasi dan teknologi. Namun, tentu saja harus ada kesiapan dari tenaga pendidik dan lembaga pendidikan, sebab hal itu merupakan tantangan dalam pengelolaan pendidikan dan pembelajaran agar dapat terjadi akselerasi pembelajaran yang seimbang.Multimedia dalam Model pembelajaran fiqih haji di MA Sunan Ampel, dalam proses pembelajarannya di golongkan menjadi dua, pertama; multimedia berbasis komputer dan multi media berbasis pengalaman langsung. Multimedia berbasis komputer adalah pemanfaatan komputer sebagai salah satu alat elektronik yang mampu melibatkan berbagai indera dan organ tubuh, seperti telinga (audio), mata (visual), dan tangan (kinetik), yang dengan pelibatan ini dimungkinkan informasi atau pesannya mudah dimengerti. Kedua; Multimedia berbasis pengalaman langsung. Termasuk dalam pengalaman berbuat langsung dalam konteks pembelajaran fiqih haji adalah mempraktekkan manasik haji bersama-sama siswa lainnya dengan miniatur dan model yang hampir menyerupai Ka’bah dan manasik lainnya serta melalui demonstrasi.Pendekatan penelitian ini didasarkan pada pendekatan kualitatif, karena berusaha mendeskripsikan dan menganalisis fenomena secara individual maupun kelompok yang merupakan suatu ciri pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian ini juga dilakukan dalam situasi yang natural setting.Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan (action research) karena berusaha melakukan tindakan-tindakan dalam pembelajaran.Pada akhirnya, penggunaan multimedia disadari  oleh banyak praktisi pendidikan sangat membantu aktivitas proses pembelajaran baik didalam maupun diluar kelas. Sehingga proses pembelajaran menjadi lebih aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan serta dapat membantu peningkatan prestasi belajar siswa. Melalui pembelajaran fiqih haji berbasis multimedia juga diharapkan mampu membuat siswa pintar, terampil, dan berakhlak mulia. Kata Kunci: Pembelajaran, Fiqih Haji, Multimedia.     
HUKUM MELAKSANAKAN HAJI BAGI WANITA ‘IDDAH Mudrik al-farizi
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 9 No 1 (2015): APRIL
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v9i1.23

Abstract

Ibadah haji merupakan kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat-syarat wajibnya dan merupakan ibadah yang menjadi dambaan setiap muslim tetapi tidak semuanya bisa  berkesempatan untuk melaksanakannya. Karena tingginya perhatian dan animo umat Islam terhadap ibadah ini dari waktu ke waktu hingga membuat antrian tunggu (waiting list) pun menjadi semakin lama, sehingga seseorang yang sudah memenuhi syarat untuk berhaji harus bersabar untuk menunggu antrian tersebut. Salah satu permasalahan yang kemudian muncul ialah ketika seorang wanita yang sudah siap untuk berangkat haji kemudian ia terkendala karena sedang masa iddah apakah ia tetap boleh melaksanakan hajinya atau harus menunda keberangkatannya hingga selesainya masa iddah. persoalan boleh-tidaknya perempuan yang sedang menjalani iddah karena ditinggal mati suami adalah persoalan yang masih diperselisihkan di antara para ulama. Ada yang mengatakan tidak boleh, dan ada yang mengatakan boleh. Mayoritas ulama menyatakan bahwa perempuan yang menjalani iddah karena ditinggal mati selama menjalani masa iddahnya harus tinggal di rumahnya. Karenanya ia tidak boleh keluar untuk pergi haji dan lainnya. Namun, beberapa ulama salaf ada yang memberikan keringanan bagi wanita-wanita yang sedang ‘iddah untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah.Kata Kunci: Masa Iddah, Hukum Haji  
RELEVANSI POKOK-POKOK PIKIRAN KITAB TA’LIM ALMUTA’ALLIM DALAM PENGEMBANGAN TRADISI ILMIAH Hariadi Hariadi
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 9 No 1 (2015): APRIL
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v9i1.24

Abstract

Abstrak Tulisan ini merupakan hasil penelitian kepustakaan terhadap kitab “Ta‟lim alMuta‟allim” karya Syaikh al-Zarnujiy. Pokok masalah yang hendak dijawab oleh penelitian ini adalah bagaimana pokok-pokok pikiran pendidikan dalam kitab tersebut dikontekstulisaikan dengan tradisi ilmiah dalam pendidikan modern. Tradisi ilmiah di sini meliputi beberapa konsep sebagai berikut: konsep tentang ilmu pengetahuan; konsep tentang etika ilmiah; konsep tentang hidup dan tujuan pendidikan dan konsep tentang interaksiedukatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada beberapa pokok pikiran pendidikan dalam kitab tersebut yang perlu direvitalisasi, demikian pula ada beberapa yang harus diperbarui, dalam kaitannya dengan pengembangan tradisi saintifik dalam pendidikan modern.  Kata-kunci: Kitab Ta‟lim al-Mutaalim, Tradisi Ilmiah, Pendidikan Modern  
SOSIOLOGI UANG DALAM PERSPEKTIF ISLAM Hamdani Hamdani
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 9 No 1 (2015): APRIL
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v9i1.260

Abstract

Uang adalah alat tukar dalam melakukan transaksi atau perniagaan. Uang dikebutuhkan oleh manusia ataupun negara. Anggaran pembiayaan APBN sangat membutuhan uang dalam jumlah besar untuk pertumbuhan ekonomi dan sejahteraan rakyat. Uang juga menjadi komuditi bagi perbankan dalam menjalankan transaksi kredit (pembiayaan) dengan para nasabahnya. Selain itu, uang merupakan jantung ekonomi modern dalam mengerakan pertumbuhan ekonomi bagi sebuah negara, karena uang sudah menjadi alat perang dan persaingan yang sulit dibantahkan oleh negara –negara,terutama negara non muslim.Dalam dunia Islam, nilai mata uang dikenal dengan kata nuqud atau fulus (uang). Uang mempunyai dua sifat yaitu sebagai standar dan ukuran nilai seluruh harta benda yang dimiliki seseorang. Kedua, uang kredit atau uang yang berbentuk hutang yang ditentukan dengan kontrak-kontrak secara benda dan isyarat-isyarat. Kedua sifat tersebut dalam ilmu ekonomi dikenal dengan istilah uang komoditas dan uang kredit.Saat ini negara-negara berkembang seperti Indonesia dihadapkan kepada persaingan nilai mata uang sebagai alat tukar komoditas sebuah negara. Kurs mata uang sering menimbulkan konflik dan krisis ekonomi negara. Untuk menghindari krisis keuangan, negara wajib menjaga stabilitas nilai kurs mata uangnya demi terwujudnya keadilan. Islam sebagai Addin al-Islam memberikan alternatif solusi agar krisis mata uang tidak selalu terjadi dengan cara menghindari pinjaman uang yang besar dan menjaga stabilitas uang negara dengan harta benda emas yang tersimpan dalam negeri. Jika cadangan emas dalam negeri berjumlah besar, maka stabilitas ekonomi akan terjaga dan tidak lagi terjadi krisis mata uang.

Page 1 of 1 | Total Record : 9