cover
Contact Name
Hanifah Hikmawati
Contact Email
hanifah@iaingawi.ac.id
Phone
+6285731628908
Journal Mail Official
almabsut@iaingawi.ac.id
Editorial Address
Krajan Selatan, Rt.03/Rw.13, Watualang, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi
Location
Kab. ngawi,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial
ISSN : 20893426     EISSN : 2502213X     DOI : 10.56997/almabsut
Al-Mabsut : Jurnal Studi Islam dan Sosial is a journal managed by IAI Ngawi. In addition, the Al-Mabsut journal has two printed and online versions (ISSN:2089-3426 - E-ISSN: 2502-213X). Al-Mabsut is a journal that contains the study of Islamic and Social sciences. Studies that concentrate on the Islamic sciences (Aqidah, Sufism, Tafsir, Hadith, Usul Fiqh, Fiqh and so on) and also contain studies of politics, economics, law, education, history, culture, health, science and technology associated with Islam both in its normative dimensions (as doctrines and teachings) as well as in its historical dimensions (Muslim culture, Muslim communities, Islamic institutions and so on. Currently, Al-Mabsut journal gets SINTA 5 Accreditation based on Certificate Number 85/M/KPT/2020. All manuscripts submitted to the editorial board will be reviewed by the reviewer and the selection of manuscripts is based on considerations of writing quality, originality, and contribution to science.
Articles 320 Documents
HADIS-HADIS TENTANG HIBAH DAN KETENTUANNYA Suyono Suyono
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 11 No 1 (2017): MARET
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v11i1.208

Abstract

Secara sederhana hibah dipahami oleh para ulama sebagai pemberian (`ãthiyyah) barang dengan tidak ada tukarannya dan tidak ada sebabnya, semata-mata sebagai kebaikan yang dilakukan semata mengharap ridlo Allah. Tulisan ini menjelaskan matan dan makna dua hadis penting terkait hibah. Hadis pertama secara eksplisit memerintahkan kepada orang tua untuk berbuat adil terhadap anak-anaknya dalam hal pemberian. Dalam memahami hadis ini mayoritas ulama memahami sebagai perintah berbuat adil sebagai anjuran dan bukan kewajiban, sementara sebagian ulama yang lain memahami sebagai kewajiban. Menurut penulis, yang rãjih dalam masalah ini adalah pendapat yang mewajibkan, hal ini mengacu pada makna dhahir hadis tersebut. Hadis kedua terkait hibah secara eksplisit melarang menarik kembali barang yang telah dihibahkan kepada orang lain. Secara analogi, menarik kembali hibah sama dengan anjing menjilat muntahannya. Secara umum para ulama berpendapat sama dalam hal ini, mereka hanya berbeda dalam status apakah haram ataukah makruh. Ketentuan ini tidak berlaku pada orang tua terhadap anaknya, mengingat ketentuan pada hadis yang pertama. 
ZAWÃJ AL-MISYÃR: PERSPEKTIF MAQÃSHID AL-SYARÎ`AH PERNIKAHAN Mahsun Mahsun
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 11 No 1 (2017): MARET
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v11i1.210

Abstract

Tulisan ini membahas hukum dan fenomena zawaj al-misyar atau nikah wisata dari kacamata maqashid al-Syariah. Zawãj al-misyãr adalah akad nikah yang sah sesuai dengan yang disyari`atkan oleh Hukum Islam, akan tetapi ada beberapa hak perempuan yang terkurangi di sini di antaranya hak nafkah dan hak tempat tinggal. Pernikahan ini ada yang menggolongkan ke dalam nikah poligami (ta`addud al-zaujãt) yakni istri yang kedua atau ketiga. Namun ulama lain ada yang berpendapat berbeda, yang mana nikah ini termasuk kategori nikah muaqqat atau nikah sementara. Atas dasar ini, maka para ulama berbeda pendapat; ada yang membolehkan tetapi ada yang mengharamakan. Terlepas dari itu, jika dicermati lebih jeli  dari sudut pandang maqãshid al-syarî`ah, zawaj al-misyar atau nikah wisata sangat bertolak belakang dengan prinsip Hukum Islam baik pada tataran dharûr, hajjî, dan tahsinî. Dari aspek dharûrî, nikah ini menyimpang dari lima aspek yang menjadi fondasi dasar Hukum Islam yakni menjaga agama, jiwa, keturunan, akal, dan harta. Perkawinan dalam Islam memiliki tujuan agung untuk memelihara Sunnah Nabi Muhammad SAW dicederai oleh akibat nikah bentuk ini. perkawinan yang bertujuan mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah musnah oleh nikah wisata ini, pasalnya pada faktanya selesai wisata selesai juga perkawinan, banyak yang dirugikan dalam masalah ini. Menjaga keturunan yang merupakan sendi utama syariah juga ternodai oleh nikah ini, sebagai akibat nikah yang sementara ini, tentu saja banyak anak-anak keturunan yang tidak memperoleh hak-haknya.  
ANALISIS SEMIOTIK: PESAN DAKWAH DALAM ARSITEKTUR MASJID AGUNG PROVINSI BANTEN Muhamad Nur , Fatmawati
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 11 No 1 (2017): MARET
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v11i1.211

Abstract

Penelitian ini membahas masalah pemaknaan simbol dalam bagian-bagian arsitektur Masjid Agung Banten. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pesan dakwah yang terkandung pada arsitektur Masjid Agung Banten. Kegunaan penelitian diharapkan dapat menjaga pesan yang terkandung dalam arsitektur Masjid Agung Banten sejak dahulu zaman kesultanan Banten sebagai salah satu bukti peradaban Islam di Provinsi Banten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Dari penelitian ini diperoleh bahwa pesan dakwah yang terdapat dalam arsitektur Masjid Agung Banten terdiri dari pesan aqidah yang terdapat pada pintu. Kemudian pesan syariah yang terdapat pada tiang penyangga utama, jendela dan atap, serta pesan akhlak terdapat pada mimbar dan menara.  
SOSIOLOGI UANG DALAM PERSPEKTIF ISLAM Hamdani Hamdani
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 9 No 1 (2015): APRIL
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v9i1.260

Abstract

Uang adalah alat tukar dalam melakukan transaksi atau perniagaan. Uang dikebutuhkan oleh manusia ataupun negara. Anggaran pembiayaan APBN sangat membutuhan uang dalam jumlah besar untuk pertumbuhan ekonomi dan sejahteraan rakyat. Uang juga menjadi komuditi bagi perbankan dalam menjalankan transaksi kredit (pembiayaan) dengan para nasabahnya. Selain itu, uang merupakan jantung ekonomi modern dalam mengerakan pertumbuhan ekonomi bagi sebuah negara, karena uang sudah menjadi alat perang dan persaingan yang sulit dibantahkan oleh negara –negara,terutama negara non muslim.Dalam dunia Islam, nilai mata uang dikenal dengan kata nuqud atau fulus (uang). Uang mempunyai dua sifat yaitu sebagai standar dan ukuran nilai seluruh harta benda yang dimiliki seseorang. Kedua, uang kredit atau uang yang berbentuk hutang yang ditentukan dengan kontrak-kontrak secara benda dan isyarat-isyarat. Kedua sifat tersebut dalam ilmu ekonomi dikenal dengan istilah uang komoditas dan uang kredit.Saat ini negara-negara berkembang seperti Indonesia dihadapkan kepada persaingan nilai mata uang sebagai alat tukar komoditas sebuah negara. Kurs mata uang sering menimbulkan konflik dan krisis ekonomi negara. Untuk menghindari krisis keuangan, negara wajib menjaga stabilitas nilai kurs mata uangnya demi terwujudnya keadilan. Islam sebagai Addin al-Islam memberikan alternatif solusi agar krisis mata uang tidak selalu terjadi dengan cara menghindari pinjaman uang yang besar dan menjaga stabilitas uang negara dengan harta benda emas yang tersimpan dalam negeri. Jika cadangan emas dalam negeri berjumlah besar, maka stabilitas ekonomi akan terjaga dan tidak lagi terjadi krisis mata uang.
ACTUALIZATION OF STUDENT’S SOCIAL RESPONSIBILITY IN EFFORTS TO STRENGTHEN CIVIC ENGAGEMENT (Case Study at Student Association of Civic Education in Faculty of Teachers Training and Education, Lambung Mangkurat University) Wardiani Hiliadi , Suwarma Al Muchtar
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 11 No 2 (2017): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v11i2.265

Abstract

ABSTRACT; This study examines the value development of social responsibility owned by the students of civic education, Faculty of Teacher Training and Education (FKIP) in University of Lambung Mangkurat, as an effort of social engagement of students in the form of social service as one of the work programs of the Civic Education Student Association, University of Lambung Mangkurat. The aims of this study, among others; 1) Assess the social work activities of "Civic Education Makes Work" which is believed to develop the value of social responsibility in order to strengthen the involvement of citizens, starting from the assessment of the development reality of the social responsibility of the students in order to strengthen the involvement of citizens in Civic Education FKIP, University of Lambung Mangkurat. 2) Reviewed the implementation process of social work "Civic Education Makes Work" which has effective stages to develop the value of social responsibility in an effort to strengthen the involvement of citizens. 3) Assessing the impact and benefit of social work program of " Civic Education Makes Work" by the students of Civic Education FKIP University of Lambung Mangkurat as the value development of social responsibility in order to strengthen the involvement of citizens using qualitative-naturalistic approach and the research location is in FKIP University of Lambung Mangkurat and SDN Sungai Pinang Baru 2 in Sungai Tabuk District. The results of this study found some findings that there is a gap between conceptual understanding and practice, the involvement of civic education students is still at the level of conventional moral awareness, through the program of social work activities "Civic Education Makes Work" civic education students in FKIP ULM can develop the value of social responsibility as a whole, because the program can directly involve students to participate and engage in societies deemed to face social problems. The social work of "Civic Education Makes Work" has succeeded in actualizing the values of characters such as honest, independent, love of the homeland, environmental care, social care, social solidarity, mutual cooperation and responsibility from the relgius value of "faith and piety" as the basis for the development of citizen participation and involvement in developing the value of social responsibility, in addition to many local wisdom values such as, baiman, bauntung, batuah and baadab, kayuh baimbai , samuak saliur and haram manyarah, waja sampai kaputing. The development of the social responsibility value of "Civic Education Makes Work" is based on the problems that grow and develop in the community so that the benefits and impacts of these activities can be felt by students, teachers in SDN Sungai Pinang Baru 2 and the community. In addition, the sense of social responsibility of students based on honest values, independent, love of the homeland, environmental care, social care, mutual assistance and faith and piety-based responsibilities are actualized in a concrete manner in the form of assistance needed by students, teachers in SDN Sungai Pinang Baru 2 and surrounding communities.
LOCAL WISDOM VALUES AS THE FOUNDATION OF CIVIC DISPOSITION IN THE ETHNIC COMMUNITY OF BANJAR Helda Yuliani , Karim Suryadi
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 11 No 2 (2017): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v11i2.266

Abstract

ABSTRACT; This study aimed to discover local wisdom of Banjar ethnic particularly on women traders at Banjarmasin floating market. The research was carried out qualitatively toward the women traders at the floating market. The subjects of this research were the women sellers at floating market, the ethnic community of Banjar, academicians, and the local government. Data were collected by interview, observation, and documentation studies. The process of data analysis was conducted using a triangulation technique. This study discovered that basically the local wisdom of Banjar was formed and influenced by its geographical condition, which majority of people lives in riverside. Culture that they have was resulted from their experience of being close to the river and living with river culture for long time. These local wisdom, social condition and culture contain culture values which have transformed into certain dispositions or characters on their daily lives. There are high values which can be seen on the women traders' life. Honesty and humility values are shown from their words and acts on trading. These cannot be separated from religiousness of Banjar society of who mostly is Moslem.
PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS DALAM PERSPEKTIF PERENIALISME Arif Ma’mun Rifa’i
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 11 No 2 (2017): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v11i2.267

Abstract

ABSTRAK; Bahasa merupakan alat komunikasi yang tidak dapat dipisahkan dari manusia yang digunakan untuk mengetahui informasi, menyampaikan ide atau gagasan. Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa asing yang dipandang penting untuk dipelajari di Indonesia sebagai persiapan menyongsong era globalisasi. Oleh karena itu pendidikan bahasa Inggris hendaknya memperhatikan metode dan tujuan pengajaranya agar tujuan dan fungsi bahasa Inggris dapat dicapai tanpa mengesampikan nilai budaya yang ada di Indonesia. Nilai-nilai yang terdapat dalam sebuah konsep pendidikan telah diformulasikan secara intergral dalam payung dari disiplin ilmu pendidikan salah satunya filsafat perennial. Perenialisme identik dengan pengilhaman psikologi dari realitas ilahiyah nilai nilai yang tinggi pada keyakinan yang bersifat metafisik, bahwa pendidikan dalam aliran perenialisme cenderung bersifat religius dan lebih berorientasi pada agama aturan dogmatis, mengedepankan pada tradisi dan budaya masa lalu, mendasarkan pada kesatuan, menemukan persamaan-persamaan. Pada pendidikan bahasa Inggris dalam pandangan perenialisme mengedepankan pada : Mental Disipline dalam menerapkan aturan bahasa serta dalam mempraktekanya, Azas berpikir dan kemerdekaan, otoritas berpikir harus disempurnakan sesempurna mungkin; Learning to Reason (belajar untuk Berpikir) dapat diterapkan pada menulis dan membaca kritis bahasa Inggris; Belajar untuk berpikir berarti pula guna memenuhi fungsi practical philosophi baik etika berbahasa, sosial politik, ilmu dan seni relevansinya dengan budaya dalam bahasa Inggris; Guru berkedudukan sebagai mediator antara materi ajar dengan anak yang melakukan penyerapan pengajaran bahasa Inggris.
GAYA METAL MAFIA SHALAWAT SEBAGAI METODE DAKWAH DAN PENGARUHNYA DI MASYARAKAT NGAWI Hanifah Hikmawati Andrik Purwasito Titis Srimuda Pitana
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 11 No 2 (2017): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v11i2.268

Abstract

Abstrak; Artikel ini membahas message studies kelompok Mafia Shalawat yang dipimpin Drs. KH. Muhammad Ali Shadiqin atau biasa dipanggil Gus Ali Gondrong. Gaya metal Mafia Shalawat hadir sebagai media dakwah modern yang berusaha menjaring jamaah, tanpa menjadikannya sebagai refleks pasif dari struktur dan kondisi sosial. Bentuk-bentuk dari gaya metal yang mencakup yel-yel sapa tiga jari dan semboyan “josss”, menunjukkan bahwa komunikasi dakwah berfungsi menjadi sarana untuk memperoleh kekuasaan. Terdapat upaya mempengaruhi konstruk berpikir, mengubah perilaku sesuai visi misi dan cita-cita yang diinginkan. Selain itu, konsep kebebasan juga diberikan pada jamaah ini sebagai bentuk resistensi terhadap kemapanan dakwah yang sudah ada. Sebagai akibatnya, jamaah mendapat pengaruh besar atas kehadiran Mafia Shalawat dalam mengimplementasikan praktik shalawat menjadi praktik keagamaan yang tidak harus menampilkan pola syariat Islam yang berlaku. Untuk mengetahui motivasi apa saja yang terdapat dalam dakwah gaya metal tersebut, dapat dirumuskan pertanyaan untuk memudahkan pembahasan, sebagai berikut: pertama, bagaimana kemampuan Mafia Shalawat dalam menjaring jamaah untuk bergabung ke dalamnya; kedua, bagaimana gaya metal dapat diterapkan Mafia Shalawat sebagai metode dakwah untuk memperoleh kekuasaan. Teori message studies dan semiologi komunikasi digunakan sebagai teori kritis dan metode tafsir pesan sebagai basis rancang bangun analisis-deskriptif.
PELEMBAGAAN HARTA BERSAMA DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM SAIDUN SAIDUN SAIDUN
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 11 No 2 (2017): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v11i2.269

Abstract

ABSTRACT; Undang-undang No 1 Tahun 1974 tentang perkawinan merupakan undang-undang yang berlaku secara resmi sejak tanggal 2 Januari 1974, kemudian berlaku secara efektif pada tanggal 1 Oktober 1975, melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-undang No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Undang–undang tersebut bersifat nasional dan sudah berlaku secara formal yuridis bagi bangsa Indonesia, dan telah menjadi bagian dari hukum positif. Di mana dalam undang-undang tersebut telah mengatur prinsip-prinsip perkawinan, seperti pelembagaan harta kekayaan dalam perkawinan, pembatasan thalaq, dan rujuk, hubungan orang tua dengan anak dan lain-lainnya. Hukum Islam pada dasarnya tidak mengatur harta kekayaan bersama suami istri dalam suatu ikatan perkawinan. Para ahli hukum Islam yang diwakili oleh empat mazhab, baik itu kelompok syafi‟iyyah (sebagai paham hukum yang paling banyak diikuti oleh ulama Indonesia), maupun para ahli hukum Islam lainnya, tidak ada satupun yang membahas tentang harta bersama dalam perkawinan sebagaimana yang dipahami oleh hukum adat. Dalam hukum Islam hanya menerangkan tentang harta milik atau harta kekayaan yang dimiliki oleh laki-laki maupun perempuan, baik itu barang yang mereka bawa pada permulaan perkawinan ataupun yang mereka dapati selama perkawinan berlangsung baik sebagai hasil dari usaha mereka sendiri, warisan yang mereka peroleh, penghibahan, serta maskawin bagi perempuan ketika perkawinan itu dilangsungkan. Harta kekayaan tersebut masing-masing terpisah satu dari yang lain. Artinya suami tidak ada hak atas harta benda istri, dan istri juga tidak ada hak atas harta suami, kekuasan terhadap harta benda itu tetap pada pihak yang memiliki harta tersebut. Pelembagaan harta bersama antara suami dan istri dalam perkawinan di Indonesia, secara khusus terdapat dalam Undang-undang No.1 tahun 1974, secara tegas bahwa harta yang di peroleh antara suami dan istri dalam perkawinan menjadi harta benda kekayaan bersama. Begitu juga dalam Kompilasi Hukum Islam, pengaturan tentang harta bersama telah diuraikan pada pasal-pasalnya
METODE BERPROGRAMA DAN CERAMAH PADA MATA PELAJARAN FISIKA (Studi Kasus Pada Siswa Kelas 1 SMAN Ngrambe) Luluk Muasomah
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 11 No 2 (2017): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v11i2.271

Abstract

ABSTRAK; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan metode pembelajaran antara metode berprograma, dan penemuan pada pokok bahasan Kinematika Gerak Lurus. Serta mengetahui metode mana yang memiliki kontribusi besar antara penggunaan metode berprograma, penemuan dan ceramah terhadap prestasi belajar siswa kelas 1 semester 1 SMAN Ngrambe tahun pelajaran 2016//2017. Data penelitian yang terdiri dari kemampuan awal dan kemampuan akhir dari tes prestasi belajar siswa. Teknik analisa data yang digunakan dari hasil rerata skor tertinggi (22,23), dengan metode berprograma dan (17,67) metode ceramah, kemudian dari hasil perhitungan, kenaikan skor antara rerata tes awal dan akhir diketahui skor tertinggi (10,14) untuk metode berprograma dan (4) untuk metode ceramah, sehingga dapat diartikan bahwa kontribusi terbesar peningkatan prestasi belajar siswa dan metode pembelajaran setelah dibandingkan dengan metode yang lain dilihat dari kenaikan skor tertinggi dicapai oleh metode pembelajaran dengan menggunakan metode berprograma dan terendah dicapai oleh metode ceramah, untuk pokok bahasan Kinematika Gerak Lurus kelas1 semester 1 SMAN Ngrambe. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan tersebut tampak jelas bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pembelajaran dengan metode berprograma. Metode ini lebih efektif daripada metode ceramah sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran Fisika. Dari uraian di atas jelaslah bahwa metode pembelajaran sangat besar manfaatnya dalam kegiatan belajar mengajar. Metode pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar akan meningkatkan motivasi pada siswa sehingga dapat mempertinggi keberhasilan kegiatan belajar mengajar.