cover
Contact Name
Hanifah Hikmawati
Contact Email
hanifah@iaingawi.ac.id
Phone
+6285731628908
Journal Mail Official
almabsut@iaingawi.ac.id
Editorial Address
Krajan Selatan, Rt.03/Rw.13, Watualang, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi
Location
Kab. ngawi,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial
ISSN : 20893426     EISSN : 2502213X     DOI : 10.56997/almabsut
Al-Mabsut : Jurnal Studi Islam dan Sosial is a journal managed by IAI Ngawi. In addition, the Al-Mabsut journal has two printed and online versions (ISSN:2089-3426 - E-ISSN: 2502-213X). Al-Mabsut is a journal that contains the study of Islamic and Social sciences. Studies that concentrate on the Islamic sciences (Aqidah, Sufism, Tafsir, Hadith, Usul Fiqh, Fiqh and so on) and also contain studies of politics, economics, law, education, history, culture, health, science and technology associated with Islam both in its normative dimensions (as doctrines and teachings) as well as in its historical dimensions (Muslim culture, Muslim communities, Islamic institutions and so on. Currently, Al-Mabsut journal gets SINTA 5 Accreditation based on Certificate Number 85/M/KPT/2020. All manuscripts submitted to the editorial board will be reviewed by the reviewer and the selection of manuscripts is based on considerations of writing quality, originality, and contribution to science.
Articles 320 Documents
MENGASAH INDRA KEENAM PADA ANAK DALAM PERSPEKTIF AL-GHAZALI Luluk Muasomah
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 17 No 1 (2023): MARET
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsutjurnalstudiislamdansosial.v17i1.877

Abstract

Abstrak: Semua indra manusia memiliki fungsi dan kegunaan masing masing, namun pada dasarnya semua indra saling terkait dan saling mendukung. Indra ke enam diketahui sebagai alat untuk merasakan sesuatu secara naluri atau intuisi, indra ini dalam menjalankan fungsinya dapat di bantu bahkan saling ada ketergantungan dengan indra lain. Naluri dan intuisi dapat bankit karena menerima sinyal dari telinga yang mendengar suara tertentu karena setiap suara memiliki frekuensi terntentu, sebagaimana diketahui bahwa Setiap suara memiliki frekuensi dan panjang gelombang tertentu. seperti bacaan Al-Qur'an yang dibaca dengan tartil yang baik dan sesuai dengan tajwid memiliki frekuensi dan panjang gelombang yang dapat berdampak positif bagi otak dan mengembalikan keseimbangan tubuh. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana konsep Al-Ghazali menajamkan indra keenamPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dalam hal ini mendeskripsikan fenomenologi indrawi melalui perspektif para ahli untuk menganalisa perilaku secara menyeluruh dalam melaksanakan pembiasaan secara konsisten. Dari penelitian ini diperoleh data bahwa indra keenam terbentuk atas konsolidasi beberapa indra serta serta dapat diasah kepekaanya. Indra keenam pada anak dapat membantu anak untuk mencapai prestasi, pada saat yang sama anak-anak tidak hanya akan tumbuh dengan cerdas, tetapi juga mampu menjadi manusia yang jenius dengan mengasah idera keenam dengan  melatih melalui pengendalian diri yang baik Kata Kunci : Indra keenam, Anak, Pandangan Al-Ghazali Abstract: All human senses have their respective functions and uses, but basically all senses are interrelated and support each other. The sixth sense is known as a tool for feeling something instinctively or intuitively, this sense in carrying out its functions can be assisted and even interdependent with other senses. Instincts and intuition can arise because they receive signals from ears that hear certain sounds because each sound has a certain frequency, as it is known thatEach sound has a specific frequency and wavelength. like recitation of the Qur'an that is read with good tartil and in accordance with tajwid has a frequency and wavelength that can have a positive impact on the brain and restore balance to the body. This article aims to explain how Al-Ghazali's concept sharpens the sixth sense. From this study, data was obtained that the sixth sense is formed by the consolidation of several senses and its sensitivity can be honed. Sixth sense in children can help children to achieve achievements, at the same time children will not only grow intelligently, but also be able to become human geniuses by sharpening their sixth sense by training through good self-control. Keywords: The sixth sense, Children, Al Ghazali prespective
EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL DALAM BINGKAI SLOGAN NGAWI RAMAH Hikmawati, Hanifah
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 17 No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsutjurnalstudiislamdansosial.v17i2.929

Abstract

Abstrak: Pasar tradisional di era milenial mulai terasingkan atas kehadiran pasar modern yang merajalela tidak hanya di kota, namun sudah merambah ke pelosok-pelosok desa. Keterasingan ini dikarenakan banyak orang yang merasa lebih nyaman berkunjung ke pasar modern karena dinilai lebih bersih, aman, rapi, dan wangi. Mendasar pada problematika tersebut, pemerintah dan masyarakat perlu untuk bersinergi dalam merawat keberadaan pasar tradisional agar tidak hilang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sudut pandang keilmuan kajian budaya, yaitu didasarkan pada pengumpulan, analisis, dan interpretasi data berbentuk narasi serta visual. Hasil dari penelitian ini memaparkan bahwa slogan “Negeri Ngawi Ramah” dengan makna filosofi perilaku ramah dan juga “dari, oleh dan untuk” Ngawi, mampu mengintegrasikan eksistensi pasar tradisional sebagai media merawat kearifan lokal. Esensi dari pasar tradisional adalah transaksi sosial dan upaya tawar menawar. Dua hal itu yang tidak ditemui di pasar modern. Keberadaan pasar menjadi simbol kemanusiaan yang harmonis, humanis, dan naturalis yang sesuai fitrah manusia sebagai makhluk sosial. Kata Kunci: pasar tradisional, Negeri Ngawi Ramah, kabupaten Ngawi   Abstract: Traditional markets in the millennial era have begun to be alienated from the presence of modern markets which are rampant not only in cities, but have penetrated remote villages. This alienation is because many people feel more comfortable visiting modern markets because they are considered cleaner, safer, neater, and smell better. Based on these problems, the government and society need to work together in caring for the existence of the market so that it does not disappear. The research method used is descriptive qualitative with a scientific point of view of cultural studies, which is based on the collection, analysis and interpretation of data in the form of narrative and visual. The results of this study explain that the slogan "Negeri Ngawi Ramah" with the meaning of the philosophy of friendly behavior and also "from, by and for" Ngawi, is able to integrate the existence of traditional markets as a medium for caring for local wisdom. The essence of traditional markets is social transactions and bargaining efforts. Two things that are not found in the modern market. The existence of the market is a symbol of a harmonious, humanist and naturalist humanity which is in accordance with human nature as a social being. Keywords: traditional market, Negeri Ngawi Ramah, Ngawi district
TA’ARUF MENUJU PERNIKAHAN PERSPEKTIF KHALID BASALAMAH Aufaa Khairunnisa, Hani; Irsan, Irsan
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 17 No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsutjurnalstudiislamdansosial.v17i2.972

Abstract

Abstract: Ta’aruf is an approach process between two person to know each other before married. Now, many young people start ta’aruf with courtship. This bond in courtship is not bond with commitment. In courtships, there is more sin, such as khalwat and zina which ultimately leads ti regret. With ta’aruf, you can dertermine a partner who is compatible and suitable because marriage is the noblest worship. Marriage is a natural way for someone to channel their biological needs and produce offspring. The command to marry us very strong in Islam, especially for young men. The research purpose to analyze definition and concept ta’aruf towards marriage perspective Khalid Basalamah. This type of research use library research. Normative approach used this research, namely by approaching the problem under study from Qur’an, Hadith and oppinions of scholars. Subject of this research is Khalid Basalamah’s thoughts on the concept of ta’aruf. The results showed that first, ta’aruf according to Khalid Basalamah is derived from Arabic Language which means getting acquainted between prospective partners, by adding the word “Syar’i” so as noy to be misused as ta’aruf wich means courtship. Second, there are four concept of ta’aruf towards marriage perspective Khalid Basalamah, namely seeing the physical or nadzhor, recognizing his family, recognizing his environment and istikharah prayer. Keywords: Ta’aruf, Marriage, Khalid Basalamah   Abstrak: Ta’aruf merupakan proses pendekatan antara dua calon pasangan untuk mengenal satu sama lain sebelum melakukan pernikahan. Pada zaman sekarang banyak pemuda yang memulai ta’aruf dengan pacaran. Pacaran ini bukanlah solusi untuk berkomitmen menjalin hubungan baik. Karena didalamnya akan muncul perbuatan maksiat ketika berpacaran, seperti berkhalwat dan zina yang pada akhirnya berujung penyesalan. Dengan ta’aruf dapat menentukan pasangan yang sepadan dan sesuai karena pernikahan merupakan ibadah yang paling mulia. Pernikahan menjadi jalan yang fitrah dilalui oleh seseorang untuk menyalurkan keperluan biologisnya dan menghasilkan keturunan. Perintah untuk menikah pun sangat kuat dalam islam, khususnya terhadap para pemuda. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis definisi dan konsep ta’aruf menuju pernikahan perspektif Khalid Basalamah. Peneliti mengambil metode penelitian dengan jenis penelitan kepustakaan atau library research. Pendekatan normatif digunakan pada penelitian ini, yaitu dengan meneliti permasalah yang diteliti dengan berdasarkan Al-Qur’an, Hadist dan pendapat para ulama. Subjek penelitian ini adalah pemikiran Khalid Basalamah tentang konsep ta’aruf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, ta’aruf menurut Khalid Basalamah adalah berasal dari bahasa arab yang berarti berkenalan antar calon pasangan, dengan menambahkan kata “Syar’i” agar tidak disalahgunakan berta’aruf yang berarti sedang berpacaran. Kedua, ada 4 konsep ta’aruf menuju pernikahan perspektif Khalid Basalamah, yaitu melihat fisik atau nadzhor, mengenali keluarganya, mengenali lingkungannya dan shalat istikharah. Kata kunci: Ta’aruf, Pernikahan, Khalid Basalamah.
Adil dalam Berpoligami Perspektif Firanda Andirja Hanifah Nadia Mufadhilah; Muhtadin, Sabilul
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 17 No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsutjurnalstudiislamdansosial.v17i2.974

Abstract

Abstract: In marriage, polygamy is a classic topic that is often discussed. To date, the discussion of polygamy has always caused controversy. The truth is that no woman wants to be polygamised. It is closely related to prioritising justice between the wives. If the practitioner feels unable to uphold justice, he should not marry more than one woman. Because this is an issue that has attracted the attention of Muslims, not only from the scholars but also from the jurists. This study aims to analyse the concept of polygamy in the view of orientalists and Firanda Andirja's rebuttal, as well as to analyse his perspective regarding fairness in polygamy. This research uses a qualitative method with an emphasis on analysing the comparative thought process observed through videos of Firanda Andirja's lectures on his YouTube channel, scientific books referenced in his lectures and tertiary data through various scientific papers and websites. The results of the research related to the concept of fairness in polygamy according to Firanda Andirja is that the law is obligatory, especially in terms of the distribution of overnight stays and living expenses. Keywords: Justice, Polygamy, Firanda Andirja   Abstrak: Dalam pernikahan, poligami adalah topik klasik yang sering dibicarakan. Sampai saat ini, pembahasan poligami selalu menimbulkan kontroversi. Sejatinya tidak ada wanita yang menginginkan untuk dimadu. Erat kaitannya dengan mengutamakan keadilan di antara para istri. Apabila praktisi merasa tidak sanggup dalam menegakkan keadilan, sebaiknya tidak menikahi wanita lebih dari satu orang. Karena hal ini adalah persoalan yang cukup menyita perhatian umat Islam, tidak sekedar golongan ulama saja akan tetapi juga dari golongan ahli hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa konsep berpoligami dalam pandangan orientalis dan bantahan Firanda Andirja, serta menganalisa perspektif Firanda terkait adil dalam berpoligami. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menekankan pada analisis proses berpikir komparatif yang diamati melalui video ceramah Firanda Andirja di kanal YouTube FIranda, buku-buku ilmiah yang dirujuk dalam ceramahnya serta data tersier melalui berbagai karya ilmiah dan situs web. Adapun hasil penelitian terkait konsep adil dalam berpoligami menurut Firanda Andirja adalah hukumnya wajib, terutama dalam hal pembagian jatah menginap pada malam hari dan biaya hidup. Kata Kunci: Adil, Poligami, Firanda Andirja.
Kritik Pervez Hoodbhoy terhadap Islamic Science Shohibul Mujtaba, Muhammad; Setyo Rahmawati, Zakiya; Heelmafika, Dheehan
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 17 No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsutjurnalstudiislamdansosial.v17i2.987

Abstract

Abstract: One of the prominent Islamic scientists who reject and criticize the development of Islamic science is Pervez Hoodbhoy. He said that the Qur'an is not a scientific book, even though it explicitly discusses various natural events. Therefore, in this article, the author will discuss the criticism of the scientist Pervez Hoodbhoy in Islamic Science. And examines the reasons for criticism and rejection as well as the responses of several other Islamic scientists to Pervez Hoodbhoy's criticism. by using a qualitative approach, which is library research. The research results show that, Hoodboy's greatest error in understanding Islamic science was first his belief that science is secular while acknowledging the existence of divinity; second, he stated that attempts to create Islamic sciences would fail because knowledge from the West raises doubt and prediction to scientific degrees in terms of methodology; third, morality and theology in any way will not be able to create new science; and fourth, there is no definition of science. Fourth, there is no acceptable definition of science among Muslims. fifth, there is only one universal science on the globe. Sixth, religion and science have different research dimensions. Seventh, questions regarding Islamic Science in the Middle Ages, and eighth, Muslim-developed doubts about Islam's character in science.   Keywords: Criticism, Islamic Science, Pervez Hoodbooy   Abstrak: Pervez Hoodbhoy adalah salah satu tokoh ilmuwan islam yang menolak dan mengkritik pengembang islami sains. Ia menyatakan bahwa Al Qur’an bukan sebagai kitab sains walaupun secara eksplisit membahas berbagai peristiwa alam. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk  mengkritik pemikiran ilmuwan Pervez Hoodbhoy terhadap Islamic Science. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan terbesar Hoodboy dalam memahamai sains Islam adalah pertama, pemikirannya bahwa sains bersifat sekuler padahal ia mengakui eksistensi ketuhanan, kedua, ia menyatakan bahwa usaha untuk menciptakan sains Islam akan gagal karena pengetahuan dari barat mengangkat keraguan dan pendugaan ke derajat ilmiah dalam hal metodologi, ketiga, prinsip-prinsip moral dan teologi betapapun tidak akan mampu menciptakan sains baru, keempat, belum ada definisi sains yang dapat diterima kaum muslimin, kelima, hanya ada satu sains di dunia ini dan bersifat universal, keenam, agama dan sains memiliki dimensi penelitian yang berbeda, ketujuh, keraguannya terhadap ilmu pengetahuan Islam di abad pertengahan, dan kedelapan, keraguannya akan karakter Islam dalam sains yang dikembangkan oleh muslim. Kata Kunci: Kritik, Sains Islam, Pervez Hoodbooy
ANALISIS KONTEN PADA BUKU SISWA SKI KELAS IV MI TERHADAP KESESUAIAN KOMPETENSI DASAR SISWA Ariyanti, Dwi; Munawir, Munawir; Okta Dwi Pratiwi, Nayli
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 17 No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsutjurnalstudiislamdansosial.v17i2.992

Abstract

Abstrak: Dalam penyusunan buku siswa perlu diperhatikan dan berhati-hati dengan memperhatikan beberapa aspeknya, seperti kesesuaian penggunaan kurikulum dan tema, serta ketepatan alokasi waktu pembelajaran. Tak jarang konten dalam buku yang menjadi bahan ajar memiliki kekurangan sehingga perlu ditelisik lebih dalam demi dapat mencapai tujuan pembelajaran. Masalah yang dirumuskan dalam penelitian di antaranya (1) apakah konten pada Buku Siswa SKI Kelas IV MI terbitan Kemenag tahun 2020 telah sesuai dengan KD yang telah ditetapkan? dan (2) bagaimana dampak mengenai kesesuaian atau ketidaksesuaian konten dengan KD yang ditetapkan Buku Siswa SKI Kelas IV MI terbitan Kemenag tahun 2020 terhadap pencapaian kompetensi siswa? Penelitian ini berguna untuk menyingkap kesesuaian konten pada Buku Siswa SKI Kelas IV MI terbitan Kemenag tahun 2020 dengan KD dan dampak mengenai kesesuaian atau ketidaksesuaian konten dengan KD dalam Buku Siswa SKI Kelas IV MI terhadap pencapaian kompetensi siswa. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data; (1) studi kasus dan (2) studi literatur. Dalam menganalisis data melalui tahapan; (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, lalu (3) melakukan penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian menyatakan bahwasanya konten dalam Buku SKI Kelas IV MI terbitan Kementerian Agama RI tahun 2020 beberapa yang sudah cukup sesuai dengan KD, namun beberapa kurang sesuai. Harapannya guru harus aktif, kreatif, dan inovatif dalam menyusun dan merancang proses pembelajaran dan tak hanya berpatokan pada materi yang tercantum pada buku guna dapat memfasilitasi siswa secara optimal dalam rangka tercapainya KD. Kata Kunci: konten, buku siswa, ski, kesesuaian, kompetensi dasar.   Abstract: In the preparation of the student's book, it’s necessary to pay attention and be careful to several aspects, for instance, the suitability of the use of curriculum and themes in addition to the accuracy of the allocation of learning time. It is not uncommon for content in books that are teaching materials to have shortcomings, so it must be explored more deeply to meet the learning objectives. The question formulated in the research is: (1) Whether the contents of the Students' History of Islamic Cultural Book of Class IV Islamic Elementary School have been in accordance with the established Basic Competencies? and (2) How does the correspondence or inconsistency of the content with the Basic Competencies set by the Students' History of Islamic Cultural Book of Class IV Islamic Elementary School affect the achievement of student competence? This research is useful to reveal the suitability of the contents in Students' History of Islamic Cultural Book of Class IV Islamic Elementary School with the Basic Competence and the impact on the suitability or non-appropriation of content with the Basic Competence in the Students' History of Islamic Cultural Book of Class IV Islamic Elementary School on the achievement of students’ competence. The approach used is qualitative, with two types of data collection techniques: (1) case studies and (2) literature studies. In analyzing data through stages: (1) data collection, (2) data reduction, (3) data presentation, and finally (3) conclusion drawing, The results of the research stated that the content in Students' History of Islamic Cultural Book of Class IV Islamic Elementary School edition of the Ministry of Religion RI in 2020 has been sufficiently in accordance with Basic Competence, but some are less appropriate. Teachers are supposed to be active, creative, and innovative in formulating and designing the learning process and not just focus on the materials listed in the book in order to optimally facilitate students' development of Basic Competencies. Keywords: content, student's book, history of Islamic culture, suitability, basic competence.
NADZOR ONLINE DI ERA DIGITAL PERSPEKTIF MUHAMMAD ABDUH TUASIKAL Mardhiyah, Radhiatan; Muhtadin, Sabilul
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 18 No 1 (2024): MARET
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsutjurnalstudiislamdansosial.v18i1.997

Abstract

Islam is a perfect religion. marriage is one of the sunnahs of the prophet that is recommended to his ummah. marriage in Islam has been arranged so beautifully including the matter of nadzor, nadzor is very permissible for those who are sure to proceed to a more serious level of marriage, nadzor also has manners that must be considered to avoid adultery. This research aims to find out the law related to online nadzor from the perspective of Muhammad Abduh Tuasikal in this digital era. The method used in this article is the literature study method using a qualitative approach that focuses on analysis which thinks comparatively based on the study of Muhammad Abduh Tuasikal. As for the results of research related to online nadzor, Muhammad Abduh Tuasikal argues that the law of online nadzor can be the same as the law of nadzor usually where online nadzor is carried out while still paying attention to the adab-adab that has been determined.
EFEKTIFITAS MEDIASI DALAM PENYELESAIAN PERKARA HARTA BERSAMA DI PENGADILAN AGAMA BATULICIN Farid, Ishlah
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 17 No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsutjurnalstudiislamdansosial.v17i2.1030

Abstract

Abstrak: Para pihak yang bersengketa dipengadilan kerap dapat terselesaikan oleh teknik mediasi, Keberhasilan praktik mediasi terletak pada mediator yang ulung dalam menjalankan perundingan ketika para pihak bersih kukuh pada pendapatnya masing-masing. Umumnya permasalahan yang membutuhkan mediasi adalah penyelesaian sengketa harta bersama (harta gono-gini) Pada Pengadilan Agama. Penelitian ini akan mengupas bagaimana efektifitas mediasi dapat terjadi pada tataran praktik, dan untuk mengukur kefektifitasan mediasi tersebut, peneliti mengambil sample objek perkara pada Pengadilan Agama Batulicin. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian campuran (mix method) artinya peneliti menerapkan teknik penelitian normatif dibersamai dengan penelitian empiris. Dengan pendekatan konseptual (conceptual approach) dan pendekatan undang-undang (statute approach) penelitian ini ingin mengungkapkan hasil dari dua permasalahan, permasalahan. Adapun permasalahan pertama yakni bagaimana efektifitas mediasi dalam menyelesaikan perkara harta bersama pada Pengadilan Agama Batulicin, dan permasalahan kedua apa saja faktor yang mempengaruhi mediasi itu menjadi efektif pada sebuah pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas Mediasi yang diterapkan pada Pengadilan Agama Batulicin menuju pada arah yang optimal, hal ini didasari pada landasan hukum Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Dan faktor yang mempengaruhi keberhasilannya praktik mediasi yang ada di Pengadilan Batulicin adalah mendominasinya populasi mediator yang telah bersertifikat pada lingkungan Pengadilan Agama Batulicin, dan berdasarkan hasil penelitian sertifikat mediator yang dikeluarkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan Hukum Peradilan Makamah Agung Republik Indonesia menjadi tolok ukur seberapa besar praktik mediasi penyelesaian perkara harata bersama dapat berjalan secara optimal. Kata Kunci:  Mediasi, Harta bersama, Pengadilan Agama Batulicin.     Abstract:  Disputing parties in court can often be resolved by mediation techniques. The success of mediation practices lies in the mediator being skilled in carrying out negotiations when the parties are clean and firm in their respective opinions. In general, issues that require mediation are the settlement of joint property disputes at the Religious Courts. This research will explore how the effectiveness of mediation can occur at the practice level, and to measure the effectiveness of this mediation, the researcher takes a sample of case objects at the Batulicin Religious Court. The method used in this research is mixed research (mix method), meaning that researchers apply normative research techniques along with empirical research. With a conceptual approach (conceptual approach) and a statutory approach (statute approach) this research wants to reveal the results of two problems, problems. The first problem is how effective mediation is in resolving joint property cases at the Batulicin Religious Court, and the second problem are what factors influence mediation to be effective in a court. The results of the study show that the effectiveness of the Mediation applied to the Batulicin Religious Court leads to an optimal direction, this is based on the legal basis for Supreme Court Regulation Number 1 of 2016 concerning Mediation Procedures in Courts. And the factors that influence the success of mediation practices in the Batulicin Court are the dominance of the certified mediator population within the Batulicin Religious Court, and based on research results the mediator certificate issued by the Agency for Legal Research and Development, Education and Training of the Supreme Court of the Republic of Indonesia is the benchmark measure how much the practice of mediation for the settlement of joint property cases can run optimally Keywords: Mediation, Joint property, Batulicin Religious Court.
Konflik Pengelolaan Tanah Ulayat Di Desa Partungko Naginjang Kecamatan Harian Kabupaten Samosir Simanjuntak, Angzel; Pasaribu, Payerli
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 17 No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsutjurnalstudiislamdansosial.v17i2.1032

Abstract

Abstract: This research discusses the conflict of customary land management in Partungko Naginjang village, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. This research is focused on knowing the position of customary land, the causes of customary land management conflicts, and the inhibiting factors for conflict resolution in Partungko Naginjang Village. The research method used in this research is descriptive qualitative research method. This research was conducted in Partungko Naginjang Village. Data collection techniques are through observation, in-depth interviews, and documentation. Based on the results of the study, it was found that the position of customary land in Partungko Naginjang Village is fully held by Pomparan Raja Ulosan Sinaga Uruk. Factors causing conflicts in customary land management are, as a result of population growth, laws and regulations are not fully able to regulate land issues and lack of communication between the community, forestry authorities and village government. The inhibiting factors of customary land conflicts are the high level of emotion of the disputing parties, the lack of education, the low quality of discipline to solve problems, and the unclear boundaries of customary land from the forestry side. Keywods: Conflict, Customary Land, Desa Partungko Naginjang   Abstrak: Penelitian ini membahas tentang konflik pengelolaan tanah ulayat di  Desa Partungko Naginjang Kecamatan Harian Kabupaten Samosir. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui kedudukan tanah ulayat, penyebab terjadinya konflik pengelolaan tanah ulayat, dan faktor penghambat penyelesaian konflik di Desa Partungko Naginjang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Desa Partungko Naginjang. Teknik pengumpulan data yaitu melalui, observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa kedudukan tanah ulayat di Desa Partungko Naginjang dipegang penuh oleh Pomparan Raja Ulosan Sinaga Uruk. Faktor penyebab konflik pengelolaan tanah ulayat ini adalah, akibat dari pertambahan penduduk, peraturan perundang-undangan di pandang belum sepenuhnya dapat mengatur masalah pertanahan dan kurangnya komunikasi antara masyarakat, pihak kehutanan dan pemerintahan desa. Faktor penghambat konflik tanah ulayat adalah tingginya tingkat emosial pihak yang berselisih, minimnya tingkat pendidikan, rendahnya kualitas disiplin untuk menyelesaikan masalah, dan batas-batas tanah ulayat yang tidak jelas dari pihak kehutanan. Keywords: Konflik, Tanah Ulayat, Desa Partungko Naginjang
The DEVELOPMENT OF MULTIMEDIA LEARNING BASED ON GUESSING IMAGE GAMES IN CLASS V ECOSYSTEM MATERIALS OF SDN MRICAN 1 Billa Setya Putri, Arna; Wahyudi , Wahyudi; Sahari, Sutrisno
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 17 No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsutjurnalstudiislamdansosial.v17i2.1035

Abstract

Abstract: This research was motivated by problems in the use of instructional media in science learning on ecosystem material at SDN Mrican I. The purpose of this study was to develop learning multimedia based on a picture guessing game on ecosystem material for fifth grade students at SDN Mrican 1. This study used the ADDIE development model which has five stages including: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The quality of this research is seen from the level of validity, practicality and effectiveness of the product being developed. As for the results of research and development related to data validation results of media experts scored 91.7%, while validation by elementary science material experts obtained a score of 87.5%, the average validation result was 89.6% with very valid criteria. The results of the teacher's response questionnaire obtained a score of 92%, while the results of the student response questionnaire obtained a score of 91%, the average practicality value was 91.5% with very practical criteria. Meanwhile, the results of the product effectiveness test showed that there was a significant difference between the pre-test and post-test values. The average value of the students' pre-test was 77.6 and the average post-test score was 88%. The data shows that the post-test value is higher than the pre-test value and is above the KKM value that has been determined, namely 75. Based on the results of the data analysis that has been done, it can be concluded that the product that has been developed can be said to be very valid, very practical and effective. used for science learning on ecosystem material for fifth grade elementary school students. Keywords: Multimedia, Picture Guessing Game, Science Learning   Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi adanya permasalahan dalam penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran IPA pada materi ekosistem di SDN Mrican I. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengembangkan multimedia pembelajaran berbasis permainan tebak gambar pada materi ekosistem untuk siswa Kelas V SDN Mrican 1. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang mempunyai lima tahapan di antaranya: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Kualitas peneltian ini dilihat dari tingkat kevalidan, kepraktisan dan keefektifan dari produk yang dikembangkan. Adapun hasil penelitian dan pengembangan terkait data hasil validasi ahli media mendapat skor 91,7%, sedangkan validasi oleh ahli materi IPA SD memperoleh skor 87,5%, rata-rata hasil validasi adalah 89,6% dengan kriteria sangat valid. Hasil angket respon guru memperoleh skor 92%, sedangkan hasil angket respon siswa memperoleh skor 91% rata-rata nilai kepraktisan adalah 91,5% dengan kriteria sangat praktis. Sedangkan hasil uji keefektifan produk menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan nilai post-test. Nilai rata-rata pre-test siswa sebesar 77,6 dan nilai rata-rata skor post-test sebesar 88%. Data tersebut menunjukkan bahwa nilai post-test lebih tinggi dari nilai pre-test dan berada di atas nilai KKM yang telah ditentukan yaitu 75. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa produk yang telah dikembangkan dapat dikatan sangat valid, sangat praktis dan efektif digunakan untuk pembelajaran IPA materi ekosistem siswa Kelas V SD. Kata Kunci: Multimedia, Permainan Tebak Gambar, Pembelajaran IPA