cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 593 Documents
PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBASIS GAMIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA: KAJIAN LITERATUR Nurhafifah Asmad; Alya Eka Yatri; Asdar Asdar
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8647

Abstract

ABSTRACT Mathematics learning is often perceived as a difficult and less engaging subject for students, which leads to low motivation and learning outcomes. This article aims to analyze the role of gamification-based cooperative learning in improving students’ motivation and mathematics learning outcomes. The method employed is a literature review by collecting and analyzing relevant scientific articles related to cooperative learning, gamification, learning motivation, and mathematics learning outcomes. The results of the review indicate that gamification-based cooperative learning consistently has a positive impact on students’ motivation and learning outcomes across various educational levels. The integration of group collaboration with game elements creates a more engaging, interactive, and student-centered learning environment. Increased learning motivation is reflected in higher student interest, active participation, and concentration during the learning process, which subsequently contributes to improved learning outcomes in the cognitive, affective, and psychomotor domains. In addition, the use of gamification platforms such as Kahoot, Quizizz, and other digital game-based media helps reduce learning boredom and encourages active student involvement. Based on these findings, the implementation of gamification-based cooperative learning strategies tailored to students’ characteristics and learning objectives is recommended to optimize the quality of mathematics learning. ABSTRAK Pembelajaran matematika sering dipersepsikan sebagai mata pelajaran yang sulit dan kurang menarik bagi siswa, sehingga berdampak pada rendahnya motivasi dan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembelajaran kooperatif berbasis gamifikasi dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menghimpun dan menganalisis berbagai artikel ilmiah yang relevan dengan topik pembelajaran kooperatif, gamifikasi, motivasi belajar, dan hasil belajar matematika. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif berbasis gamifikasi secara konsisten memberikan dampak positif terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada berbagai jenjang pendidikan. Integrasi kerja sama kelompok dengan elemen permainan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, interaktif, dan berpusat pada siswa. Peningkatan motivasi belajar terlihat melalui meningkatnya minat, keterlibatan aktif, serta konsentrasi siswa selama proses pembelajaran, yang selanjutnya berdampak pada peningkatan hasil belajar pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Selain itu, penggunaan media dan platform gamifikasi seperti Kahoot, Quizizz, dan media permainan digital lainnya membantu mengurangi kejenuhan belajar dan mendorong partisipasi siswa secara aktif. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan penerapan strategi pembelajaran kooperatif berbasis gamifikasi yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran agar kualitas pembelajaran matematika dapat ditingkatkan secara optimal.
PENGARUH PARENTAL EXPECTATION TERHADAP STUDENT ENGAGEMENT DENGAN SELF-EFFICACY SEBAGAI MEDIATOR PADA MAHASISWA AKHIR Andi Shela Shakyla A. Romy; Nur Akmal; Nurfajriyanti Rasyid
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8816

Abstract

This study aims to examine the effect of parental expectation on student engagement with self-efficacy as a mediating variable among final-year undergraduate students in Makassar State University. A total of 384 students participated in this study, selected using the accidental sampling technique. Data were analyzed using simple linear regression and mediation testing through path analysis. The results indicate that parental expectation has a positive and significant effect on self-efficacy (p < 0.001), self-efficacy has a positive and significant effect on student engagement (p < 0.001), and parental expectation also has a direct positive effect on student engagement (p = 0.029). Furthermore, the mediation test reveals a partial mediation effect of self-efficacy (p = 0.049), indicating that parental expectations can enhance students’ academic engagement both directly and indirectly through increased self-efficacy. These findings highlight the importance of parental support and expectations while emphasizing the need for students to develop strong self-efficacy to optimize their engagement in completing their final projects. Therefore, the implication of this study is that parents are expected not only to place pressure on achievement, but also to be present as a source of emotional support and motivation, so that the expectations given function as encouragement rather than a burden. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh parental expectation terhadap student engagement dengan self-efficacy sebagai variabel mediasi pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Negeri Makassar. Sebanyak 384 mahasiswa menjadi partisipan dalam penelitian ini yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji mediasi dengan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa parental expectation berpengaruh positif dan signifikan terhadap self-efficacy (p < 0,001), self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap student engagement (p < 0,001) dan parental expectation juga berpengaruh langsung terhadap student engagement (p = 0,029). Hasil uji mediasi menunjukkan bahwa adanya mediasi parsial oleh self-efficacy (p = 0,049), yang berarti harapan orang tua dapat meningkatkan keterlibatan akademik mahasiswa baik secara langsung maupun melalui peningkatan self-efficacy. Temuan ini menegaskan pentingnya peran dukungan dan harapan orang tua, sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa perlu memiliki keyakinan terhadap kemampuan diri agar dapat terlibat secara optimal dalam penyelesaian tugas akhir. Oleh karena itu implikasi penelitian ini adalah orang tua diharapkan tidak hanya memberikan tekanan untuk berprestasi, tetapi juga hadir sebagai sumber dukungan emosional dan motivasi, sehingga harapan yang diberikan menjadi dorongan, bukan beban.  
INTEGRASI ETIKA PENDIDIKAN ISLAM DALAM KURIKULUM BERBASIS CINTA DI ERA DISRUPSI DIGITAL DAN ANONIMITAS GLOBAL Imam Syafi’i; Dwi Noviani
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8823

Abstract

ABSTRAK Disrupsi digital dan anonimitas global telah memengaruhi perilaku moral peserta didik melalui melemahnya kontrol etika dan munculnya fenomena online disinhibition effect di ruang digital. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan antara pengetahuan keagamaan dan praksis moral, sehingga menuntut pendekatan pendidikan yang lebih humanis dan reflektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi etika Pendidikan Agama Islam dalam kurikulum berbasis cinta sebagai respons terhadap tantangan moral di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang dianalisis secara normatif-teologis, filosofis-pedagogis, dan kontekstual-kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum berbasis cinta yang berlandaskan nilai rahmah, empati, dan penghormatan terhadap martabat manusia mampu memperkuat internalisasi akhlak peserta didik secara kontekstual. Penguatan kesadaran muraqabah serta pembiasaan nilai tabayyun dan akhlak karimah terbukti efektif dalam meredam dampak negatif disinhibisi daring dan membentuk perilaku digital yang bertanggung jawab. Penelitian ini menegaskan bahwa kurikulum PAI berbasis cinta merupakan model pedagogis humanis yang relevan dalam menghadapi kompleksitas kehidupan digital global.
ADAPTASI SOSIAL-EKONOMI MASYARAKAT NELAYAN TERHADAP PERUBAHAN LINGKUNGAN PESISIR Alimato Alimato; Hanisu Hanisu; Marsel Marsel; La Jana
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8844

Abstract

ABSTRAK Perubahan lingkungan pesisir, seperti kenaikan muka air laut, abrasi, degradasi ekosistem, dan meningkatnya cuaca ekstrem, telah menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan mata pencaharian masyarakat nelayan, khususnya di wilayah kepulauan terpencil yang memiliki keterbatasan akses terhadap modal, teknologi, informasi, dan layanan pemerintah. Kondisi tersebut mendorong nelayan untuk mengembangkan berbagai strategi adaptasi guna menjaga keberlanjutan ekonomi dan sosial rumah tangga mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk strategi adaptasi sosial-ekonomi masyarakat nelayan di Desa Holimombo Jaya, Kabupaten Buton, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan hambatan strategi adaptasi tersebut. Penelitian dilaksanakan selama Juni–Agustus 2025 menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi. Sebanyak 60 kepala keluarga nelayan dipilih secara purposive sebagai responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan tematik melalui proses transkripsi, pengkodean, kategorisasi, dan penarikan tema utama, serta diperkuat dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan menerapkan lima strategi adaptasi utama, yaitu penyesuaian pola dan waktu melaut, diversifikasi mata pencaharian, penguatan jejaring sosial, pemanfaatan teknologi sederhana, dan pengelolaan sumber daya berbasis kearifan lokal. Strategi-strategi tersebut memberikan dampak ganda, yakni memperkuat ketahanan ekonomi melalui pengurangan kerugian, stabilisasi pendapatan, dan peningkatan efisiensi, serta memperkuat ketahanan sosial melalui peningkatan keselamatan, solidaritas, pembelajaran kolektif, dan kesadaran lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adaptasi nelayan di wilayah terpencil merupakan proses integratif yang melibatkan dimensi ekonomi, sosial, budaya, dan teknologi, sehingga penting dijadikan dasar dalam perumusan kebijakan pembangunan pesisir yang berkelanjutan dan inklusif. ABSTRACT Coastal environmental changes, including sea level rise, coastal erosion, ecosystem degradation, and increasing extreme weather events, pose serious challenges to the sustainability of fishing livelihoods, particularly in remote island communities with limited access to capital, technology, information, and government services. These conditions have compelled small-scale fishers to develop various adaptation strategies to maintain their economic and social resilience. This study aims to identify the forms of socio-economic adaptation strategies employed by fishing communities in Holimombo Jaya Village, Buton Regency, and to analyze the factors influencing the success and constraints of these strategies. The research was conducted from June to August 2025 using a qualitative approach through semi-structured interviews, field observations, and documentation. A total of 60 fishing household heads were selected purposively as research participants. Data were analyzed using a thematic approach involving transcription, coding, categorization, and theme development, supported by source and method triangulation. The findings reveal that fishers implement five main adaptation strategies: adjustment of fishing patterns and timing, livelihood diversification, strengthening of social networks, utilization of simple technologies, and resource management based on local wisdom. These strategies generate dual impacts by enhancing economic resilience through reduced losses, income stabilization, and improved operational efficiency, while simultaneously strengthening social resilience through increased safety, solidarity, collective learning, and environmental awareness. The study concludes that adaptation among fishers in remote coastal areas represents an integrative process involving economic, social, cultural, and technological dimensions, and therefore should serve as an empirical basis for formulating sustainable and inclusive coastal development policies.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN KELULUSAN TERBAIK SISWA MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING Hermanto Hermanto; Muhammad Tanwirul Fikri; Muhammad Hafidz Yusuf; Ade hendi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8846

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi telah mendorong kebutuhan akan sistem pengelolaan dan pengambilan keputusan yang lebih objektif dan terstruktur di bidang pendidikan, termasuk dalam proses penentuan kelulusan dan peserta didik terbaik. Namun, pada praktiknya masih banyak satuan pendidikan dasar yang melakukan penilaian secara manual sehingga berpotensi menimbulkan subjektivitas dan ketidakakuratan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem pendukung keputusan penentuan kelulusan dan peserta didik terbaik berbasis metode Simple Additive Weighting (SAW) di MI Hayatul Wathon. Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan sistem waterfall yang meliputi tahap studi literatur, pengumpulan data, analisis kebutuhan, perancangan sistem, dan implementasi sistem berbasis web. Metode SAW diterapkan untuk mengolah berbagai kriteria penilaian, seperti aspek akademik, kedisiplinan, dan prestasi, melalui proses pembobotan dan perangkingan guna menghasilkan nilai preferensi akhir peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu menghasilkan perangkingan peserta didik secara objektif dan proporsional serta menetapkan status kelulusan dan predikat secara transparan. Sistem juga memudahkan pihak madrasah dalam memahami hasil penilaian melalui penyajian data yang terstruktur dalam bentuk tabel dan narasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode SAW dalam sistem pendukung keputusan efektif dalam meningkatkan objektivitas, akurasi, dan transparansi proses penentuan kelulusan dan peserta didik terbaik di tingkat Madrasah Ibtidaiyah, serta berpotensi menjadi solusi praktis dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis teknologi informasi di lingkungan pendidikan dasar. ABSTRACT The rapid development of information technology has increased the need for more objective and structured decision-making systems in the education sector, particularly in determining graduation status and identifying the best-performing students. However, in practice, many primary educational institutions still rely on manual assessment processes, which may lead to subjectivity and less accurate decisions. This study aims to develop and implement a decision support system for determining graduation and selecting the best students using the Simple Additive Weighting (SAW) method at MI Hayatul Wathon. The research employed a waterfall system development model, consisting of literature review, data collection, requirements analysis, system design, and web-based system implementation. The SAW method was applied to process multiple assessment criteria, including academic performance, discipline, and achievement, through weighting and ranking mechanisms to generate final preference scores for each student. The results indicate that the developed system is able to produce objective and proportional student rankings and to determine graduation status and student predicates transparently. The system also facilitates decision-makers at the madrasah by presenting structured assessment results in the form of tables accompanied by descriptive explanations. In conclusion, the implementation of the SAW-based decision support system effectively enhances the objectivity, accuracy, and transparency of the graduation determination and best student selection process at the Madrasah Ibtidaiyah level, and it has the potential to serve as a practical solution for supporting information technology–based decision making in primary education.
PERSEPSI GENERASI Z TERHADAP NILA-NILAI MODERASI BERAGAMA DARI DAKWAH MEDIA SOSIAL TIKTOK Okta Rosfiani; Vina Aulia; Muhammad Rizky Fadhillah; Hikmatussalmah Nur A'zizah; Rijal Maulana; Muhammad Ridwan Al Islami; Alfia Zahra Zamany
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8861

Abstract

ABSTRACT The social media platform TikTok has become a significant medium for Islamic  preaching (dakwah), particularly among Generation Z. This quantitative study aims to analyze Generation Z's perceptions of religious moderation values conveyed through dakwah content on TikTok. Religious moderation in this study is understood as an attitude emphasizing balance, tolerance, non-violence, and harmony in religious life. The research uses a descriptive quantitative approach with a survey method. Data was collected through an online questionnaire distributed to 100 Generation Z respondents (born 1997-2012) who actively use TikTok and have been exposed to dakwah content on the platform. The results show that, in general, Generation Z's perceptions of the religious moderation values conveyed through TikTok dakwah tend to be positive. Most respondents view that the dakwah content they encounter emphasizes values of compassion, interfaith tolerance, and the rejection of radicalism. However, the findings also reveal variations in perception. On one hand, dakwah content presented creatively and in an accessible manner is considered effective in conveying messages of moderation. On the other hand, some respondents expressed skepticism regarding the depth of the material and concerns about the potential for oversimplified delivery or even the existence of dakwah content with exclusive nuances. The implication of this research is the importance for digital religious communicators to pay more attention to source credibility, depth of substance, and communication strategies that are creative yet comprehensive in spreading religious moderation values, so that the messages conveyed are not only viral but also foster a complete and balanced understanding for Generation Z. ABSTRAK Media sosial TikTok telah menjadi platform dakwah yang signifikan, terutama di kalangan Generasi Z. Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk menganalisis persepsi Generasi Z terhadap nilai-nilai moderasi beragama yang disampaikan melalui konten dakwah di TikTok. Moderasi beragama dalam studi ini dipahami sebagai sikap yang menekankan keseimbangan, toleransi, anti-kekerasan, dan keselarasan dalam kehidupan beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang disebarkan kepada 100 responden Generasi Z (kelahiran 1997-2012) yang aktif menggunakan TikTok dan pernah terpapar konten dakwah di platform tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, persepsi Generasi Z terhadap nilai moderasi beragama dari dakwah TikTok cenderung positif. Sebagian besar responden memandang bahwa konten dakwah yang mereka temui lebih banyak menekankan pada nilai-nilai kerahmatan, toleransi antarumat beragama, dan penolakan terhadap radikalisme. Namun, temuan juga mengungkap adanya variasi persepsi. Di satu sisi, konten dakwah yang disajikan secara kreatif dan ringan dinilai efektif dalam menyampaikan pesan moderasi. Di sisi lain, sebagian responden menyatakan skeptisisme terhadap kedalaman materi dan kekhawatiran terhadap potensi penyampaian yang terlalu simplistik atau bahkan adanya konten dakwah yang justru bernuansa eksklusif. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya para pendakwah digital untuk lebih memperhatikan kredibilitas sumber, kedalaman substansi, dan strategi komunikasi yang kreatif namun tetap menyeluruh dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama.
JEJAK PENDIDIKAN ISLAM NUSANTARA: TRANSFORMASI MASJID LANGGAR, DAN MEUNASAH DARI MASA KE MASA Hanif Abdul Fath; Faridi Faridi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8920

Abstract

ABSTRACT This study examines the history and dynamics of Islamic educational institutions in the Indonesian archipelago, specifically those based on mosques, langgar, and meunasah, as informal educational institutions that have served as the backbone of Islamic knowledge transmission. Employing a qualitative approach with a library research method, the study was conducted through several stages, including the identification and selection of relevant primary and secondary sources, thematic and chronological data classification, and critical-historical analysis of institutional development and transformation. The findings reveal the central role of these institutions in shaping Islamic civilization in the archipelago from the pre-colonial period to the contemporary era. Mosques functioned not only as places of ritual worship but also as centers of formal and informal education, intellectual discourse, and community empowerment. Langgar and meunasah, functioning at elementary and intermediate educational levels, played a crucial role in producing religious scholars and maintaining local Islamic identities. The transformation of these institutions has been influenced by social, political, and cultural dynamics, including colonialism, educational modernization, and the challenges of globalization. This study finds that traditional Islamic educational institutions have adopted strategic adaptations to maintain their relevance in the modern era without abandoning fundamental Islamic values. These findings provide important insights for the development of religious-based educational policies rooted in local wisdom. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji sejarah dan dinamika lembaga pendidikan Islam Nusantara yang berbasis masjid, langgar, dan meunasah sebagai institusi pendidikan informal yang menjadi tulang punggung penyebaran ilmu pengetahuan Islam di kepulauan Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan, penelitian ini dilakukan melalui tahapan identifikasi dan seleksi sumber primer dan sekunder yang relevan, pengelompokan data secara tematik dan kronologis, serta analisis kritis-historis terhadap perkembangan dan transformasi fungsi lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini mengungkap peran sentral ketiga lembaga tersebut dalam membentuk peradaban Islam di Nusantara dari masa pra-kolonial hingga kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat pendidikan formal dan informal, diskursus intelektual, serta pemberdayaan masyarakat. Langgar dan meunasah sebagai lembaga pendidikan tingkat dasar dan menengah berperan krusial dalam mencetak kader ulama dan mempertahankan identitas keislaman lokal. Transformasi fungsi lembaga-lembaga ini dipengaruhi oleh dinamika sosial, politik, dan budaya, termasuk pengaruh kolonialisme, modernisasi pendidikan, dan tantangan globalisasi. Penelitian ini menemukan adanya adaptasi strategis lembaga-lembaga pendidikan Islam tradisional dalam menjaga relevansinya di era modern tanpa mengesampingkan nilai-nilai fundamental Islam. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan kebijakan pendidikan berbasis keagamaan yang berakar pada kearifan lokal.
AL AZHAR SEBAGAI PUSAT PENDIDIKAN FATIMIYAH: ASPEK INSTITUSIONAL, KURIKULUM DAN WARISAN PENDIDIKAN ISLAM DI MESIR (970–1171?M) Yassir Hafidh Fitriyan; Mutohharun Jinan
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8954

Abstract

This study analyzes Al-Azhar during the Fatimid Dynasty (970–1171 CE) as a center of Islamic education that played a significant role in the development of science, theology, and politics. Using a library research method with a descriptive-historical approach, this study examines Al-Azhar's institutional structure, curriculum, and Islamic educational legacy. The results show that Al-Azhar was initially established as a state mosque and served as a means of disseminating Shia Ismaili ideology as well as an educational center that integrated religious knowledge with rational sciences such as logic, philosophy, and astronomy. Support from the Fatimid Caliphate and the waqf (endowment) system were key factors in sustaining the institution's survival. After the fall of the Fatimids, Al-Azhar transformed into an inclusive Sunni educational institution while maintaining its intellectual heritage. This study confirms that Al-Azhar's educational model during the Fatimid era contributed significantly to the emergence of the madrasah system and modern Islamic education, while also providing important lessons on the integration of religious knowledge and science, waqf-based funding, and collaboration between the state and educational institutions. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis Al-Azhar pada masa Dinasti Fatimiyah (970–1171 M) sebagai pusat pendidikan Islam yang berperan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teologi, dan politik. Menggunakan metode penelitian pustaka dengan pendekatan deskriptif-historis, studi ini mengkaji struktur kelembagaan, kurikulum, serta warisan pendidikan Islam Al-Azhar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Azhar awalnya didirikan sebagai masjid jum‘ah negara dan berfungsi sebagai sarana penyebaran ideologi Syiah Ismailiyah serta pusat pendidikan yang mengintegrasikan ilmu agama dengan sains rasional seperti logika, filsafat, dan astronomi. Dukungan kekhalifahan Fatimiyah dan sistem wakaf (waqf) menjadi faktor utama dalam menopang keberlangsungan lembaga ini. Setelah kejatuhan Fatimiyah, Al-Azhar bertransformasi menjadi lembaga pendidikan Sunni yang inklusif dan tetap mempertahankan warisan intelektualnya. Studi ini menegaskan bahwa model pendidikan Al-Azhar pada masa Fatimiyah berkontribusi besar terhadap lahirnya sistem madrasah dan pendidikan Islam modern, sekaligus memberikan pelajaran penting tentang integrasi ilmu agama dan sains, pendanaan berbasis wakaf, serta kolaborasi antara negara dan lembaga pendidikan.    
FAKTOR DETERMINAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM KAJIAN FILSAFAT Nur Apriyani; Mahyuddin Mahyuddin
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8955

Abstract

Education is a system consisting of various interconnected components, such as educational goals, educators, students, the educational environment, and educational tools. The success or failure of education depends not only on schooling but also on the synergy between these factors. This research is a qualitative study using literature review methods to identify the determinants influencing Islamic education, particularly in curriculum development and the formation of students' moral foundations. Each educational system is influenced by a philosophy underlying its educational vision and mission, encompassing views on humans, knowledge, and the ultimate goal of education. This philosophy influences curriculum development oriented toward achieving national educational goals, as well as the development of intellectual, moral, social, and work skills competencies. Furthermore, external factors such as family, environment, media, religion, and educational policy also play a significant role in the formation of students' moral foundations. This research provides insight into the importance of integrating various factors in achieving holistic educational goals. ABSTRAK Pendidikan merupakan sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berhubungan, seperti tujuan pendidikan, pendidik, peserta didik, lingkungan pendidikan, dan alat pendidikan. Keberhasilan dan kegagalan pendidikan tidak hanya bergantung pada persekolahan, melainkan pada sinergi antara faktor-faktor tersebut. Penelitian ini merupakan kajian kualitatif yang menggunakan metode studi kepustakaan untuk mengidentifikasi faktor-faktor determinan yang mempengaruhi pendidikan Islam, khususnya dalam pengembangan kurikulum dan pembentukan landasan moral peserta didik. Setiap sistem pendidikan dipengaruhi oleh filosofi yang mendasari visi dan misi pendidikannya, yang mencakup pandangan tentang manusia, pengetahuan, dan tujuan akhir pendidikan. Filosofi ini memengaruhi pengembangan kurikulum yang berorientasi pada pencapaian tujuan pendidikan nasional, serta pembentukan kompetensi intelektual, moral, sosial, dan keterampilan kerja. Selain itu, faktor eksternal seperti keluarga, lingkungan, media, agama, dan kebijakan pendidikan juga memainkan peran penting dalam pembentukan landasan moral peserta didik. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya integrasi berbagai faktor dalam mencapai tujuan pendidikan yang holistik.    
MAKNA SIMBOL TOKOH UTAMA DALAM NOVEL BIOLA TAK BERDAWAI KARYA SEKAR AYU ASMARA La Sahara; Mas'ulah Mas'ulah
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9013

Abstract

ABSTRACT The novel Biola Tak Berdawai by Sekar Ayu Asmara raises humanitarian issues related to child abandonment and the dehumanization of persons with disabilities through the symbolization of the main character. This study aims to analyze the symbolic meanings attached to the character Dewa and to interpret the author’s message through a semiotic approach. The research uses a qualitative method with Charles Sanders Peirce’s semiotic analysis (icon, index, and symbol) of the novel text through the stages of identification, classification, and interpretation of denotative and connotative meanings. The results show that the character Dewa is constructed through five main symbols, namely Sukasrana, the metamorphosis of caterpillar–chrysalis–butterfly, the shell, the doll, and the violin without strings as the central symbol. The dominance of the symbolic category of signs indicates the strong use of cultural conventions and metaphors in the construction of meaning. These symbols reveal social criticism of the marginalization of persons with disabilities while conveying humanistic-spiritual messages about the value of life, the potential for transformation, and the recognition of human dignity. The conclusion of the study confirms that the symbolization of the main character becomes an effective medium for linking fictional reality with actual social issues and for reflecting on the meaning of life within limitations. ABSTRAK Novel Biola Tak Berdawai karya Sekar Ayu Asmara mengangkat persoalan kemanusiaan yang berkaitan dengan pembuangan anak dan dehumanisasi penyandang disabilitas melalui simbolisasi tokoh utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolik yang melekat pada tokoh Dewa serta menafsirkan pesan pengarang melalui pendekatan semiotik. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotik Charles Sanders Peirce (ikon, indeks, dan simbol) terhadap teks novel melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi makna denotatif serta konotatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Dewa dibangun melalui lima simbol utama, yaitu Sukasrana, metamorfosis ulat–kepompong–kupu, kerang, boneka, dan biola tanpa dawai sebagai simbol sentral. Dominasi kategori tanda simbol menunjukkan kuatnya penggunaan konvensi budaya dan metafora dalam konstruksi makna. Simbol-simbol tersebut mengungkap kritik sosial terhadap marginalisasi penyandang disabilitas sekaligus menyampaikan pesan humanistik-spiritual tentang nilai hidup, potensi transformasi, dan pengakuan atas martabat manusia. Simpulan penelitian menegaskan bahwa simbolisasi tokoh utama menjadi medium efektif untuk mengaitkan realitas fiksi dengan isu sosial aktual serta merefleksikan makna hidup dalam keterbatasan.