cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
hipkin.jer@gmail.com
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) Curriculum Development Study Program Office Faculty of Education Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Hipkin Journal of Educational Research
ISSN : 3047535X     EISSN : 30475309     DOI : -
Hipkin Journal of Educational Research (Hipkin JER) e ISSN: 3047-5309 p ISSN: 3047-535X published by the Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)/Indonesian Curriculum Developer Association in collaboration with the Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. Hipkin JER features empirical, theoretical, and methodological articles that understand education, curriculum, and learning. Hipkin JER publishes peer-reviewed analyses covering educational research across all subfields and disciplines, all levels of analysis, and multiple levels of education. It also encourages implementation at all levels of education throughout life and all forms of learning. Hipkin JER welcomes submissions of articles that reflect various perspectives, topics, contexts, and methods, including interdisciplinary and multidisciplinary fields in education. All issues of Hipkin JER publications are available to browse online.
Articles 50 Documents
Utilization of ICE Institute as one of the MOOCs for universities in Indonesia Nasution, Julia Permatasari; Yunisa, Luna Ade; Padillah, Padil Putra
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 1 No. 2 (2024): Hipkin Journal of Educational Research, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v1i2.11

Abstract

The current popularity of online education provides certification opportunities by utilizing strategies such as blockchain, micro-credentials, and digital credentials for degree-awarding. Recognizing the seriousness of this, the Indonesian government has established the Indonesia Cyber Education Institute (ICE Institute) under the auspices of the Ministry of Education and Culture and the Ministry of Research and Technology, managed by the Open University to improve and guarantee the quality of online education incorporating blockchain, technology to issue certificates, ensuring a transparent registration and verification system. This significant step is transforming higher education in Indonesia, aligning it with the demands of Industry 4.0. This research focuses on exploring the architecture and functionality of ICE Institute, emphasizing its role as a quality assurance facility for online education in Indonesia. It also examines the user experience, enrollment process, and the impact of ICE Institute on the competency development of Educational Technology students based on an interview with a student. The research method used a qualitative descriptive approach through interviews. The findings of this study show that despite the challenges, ICE Institute is a crucial player in shaping the landscape of online education in Indonesia, positively contributing to accessibility, quality, and relevance in higher education.   Abstrak Popularitas pendidikan online saat ini memberikan peluang sertifikasi dengan memanfaatkan strategi seperti blockchain, kredensial mikro, dan kredensial digital untuk penganugerahan gelar. Menyadari keseriusan tersebut, pemerintah Indonesia telah mendirikan Indonesia Cyber Education Institute (ICE Institute) di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Riset dan Teknologi, yang dikelola oleh Universitas Terbuka untuk meningkatkan dan menjamin kualitas pendidikan online yang menggabungkan teknologi blockchain untuk menerbitkan sertifikat, memastikan sistem pendaftaran dan verifikasi yang transparan. Langkah signifikan ini mentransformasikan pendidikan tinggi di Indonesia, menyelaraskannya dengan tuntutan Industri 4.0. Penelitian ini berfokus untuk mengeksplorasi arsitektur dan fungsi ICE Institute, menekankan perannya sebagai fasilitas penjaminan mutu pendidikan online di Indonesia. Selain itu juga menggali pengalaman pengguna, proses pendaftaran, dan dampak ICE Institute terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa Teknologi Pendidikan berdasarkan wawancara dengan seorang mahasiswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa terlepas dari tantangan-tantangan yang ada, ICE Institute menjadi pemain kunci dalam membentuk lanskap pendidikan online di Indonesia, memberikan kontribusi positif terhadap aksesibilitas, kualitas, dan relevansi dalam pendidikan tinggi. Kata Kunci: ICE Institute; MOOCs; pembelajaran terbuka
Metaverse as transformation and innovation in education in the digital era Gunawan, Natasya Fitria; Parhana, Aldi Septian; Fazri, Rifan Miftahul
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 1 No. 2 (2024): Hipkin Journal of Educational Research, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v1i2.12

Abstract

In overcoming a learning process that students are less interested in, it is necessary to have learning media that attracts students' interest through existing developments, one of which is the Metaverse. The development of the Metaverse has contributed a lot to the progress of information and communication technology in the educational context, so this indirectly directly encourages transformation and adaptation of more exciting and innovative learning. This research aims to identify the use of the Metaverse as innovation and transformation in education. The method used in this research is a systematic literature review to identify, evaluate, and interpret studies related to the Metaverse, such as educational transformation and innovation in the digital era. The manuscripts reviewed in this research were 11 studies that focused on the Metaverse in learning. Based on the literature review, the research results show several positive implications of implementing the Metaverse in a learning context. Overall, the use of the Metaverse in education has had consequences for the development process of students, from increasing understanding to developing skills, as well as stimulating motivation and social interaction.   Abstrak Dalam mengatasi proses pembelajaran yang kurang diminati peserta didik, diperlukan adanya media pembelajaran yang menarik minat peserta didik dan sesuai dengan perkembangan yang ada, salah satunya adalah Metaverse. Perkembangan Metaverse telah banyak memberikan kontribusi terhadap kemajuan teknologi informasi dan komunikasi pada konteks pendidikan, sehingga hal ini secara tidak langsung mendorong untuk melakukan transformasi dan adaptasi pembelajaran yang lebih menarik dan inovatif. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi penggunaan Metaverse sebagai inovasi dan transformasi dalam pendidikan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review untuk mengenali, mengevaluasi, dan menginterpretasikan studi yang terkait dengan Metaverse sebagai transformasi dan inovasi pendidikan di era digital. Naskah yang ditelaah dalam penelitian ini adalah 11 studi yang mana berfokus pada Metaverse dalam pembelajaran. Berdasarkan kajian literatur yang telah dilakukan, hasil penelitian menunjukkan beberapa implikasi positif dari penerapan Metaverse dalam konteks pembelajaran. Secara keseluruhan, penggunaan Metaverse dalam pendidikan telah memberikan implikasi proses perkembangan peserta didik, mulai dari peningkatan pemahaman hingga pengembangan keterampilan, serta merangsang motivasi dan interaksi sosial. Kata Kunci: era digital; inovasi pendidikan; metaverse; transformasi digital
Utilization of the metaverse in the context of interactive learning Khaira, Miftahul; Lesmana, Dimas Chandrasekha; Agustina, Putri; Saputra, Dimas
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 1 No. 2 (2024): Hipkin Journal of Educational Research, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v1i2.15

Abstract

In the rapidly developing digital era, the metaverse is increasingly becoming an integral part of human life, including in the world of education. Metaverse, as a three-dimensional virtual world, has great potential to change the learning paradigm into immersive and engaging interactive experiences. The use of the metaverse in interactive learning has become an interesting focus of exploration, along with advances in virtual reality and augmented reality technology. This opens the door to the exploration of new concepts through simulations, educational games, and global collaboration, freeing learning from the limitations of the conventional classroom. Engaging learning experiences, hands-on simulations in virtual environments, and global collaboration are the advantages of interactive learning through the metaverse. The literature review covers various types of metaverses, their potential in learning, their implementation in economic education, and interactive learning media based on Articulate Storyline 3. Although metaverses have a positive impact in improving the learning experience, ethical challenges such as accessibility, data security, and inclusivity need to be considered. The research results show that, although the metaverse opens a dynamic and exciting new era in digital education, certain limitations must be carefully addressed to ensure that the use of the metaverse in education provides maximum benefits for all students.   Abstrak Dalam era digital yang berkembang pesat, metaverse semakin menjadi bagian integral dari kehidupan manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Metaverse, sebagai dunia maya tiga dimensi, memiliki potensi besar untuk mengubah paradigma pembelajaran menjadi pengalaman interaktif yang mendalam dan menarik. Pemanfaatan metaverse dalam pembelajaran interaktif menjadi fokus eksplorasi yang menarik, seiring dengan kemajuan teknologi virtual reality dan augmented reality. Ini membuka pintu untuk eksplorasi konsep baru melalui simulasi, permainan edukatif, dan kolaborasi global, membebaskan pembelajaran dari keterbatasan ruang kelas konvensional. Pengalaman pembelajaran yang menarik, simulasi praktik langsung dalam lingkungan virtual, dan kolaborasi global menjadi keuntungan pembelajaran interaktif melalui metaverse. Tinjauan literatur mencakup berbagai jenis metaverse, potensinya dalam pembelajaran, implementasinya dalam pendidikan ekonomi, dan media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline 3. Meskipun metaverse memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengalaman belajar, tantangan etika seperti aksesibilitas, keamanan data, dan inklusivitas perlu diperhatikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun metaverse membuka era baru dalam pendidikan digital yang dinamis dan menarik, keterbatasan tertentu harus diatasi dengan cermat untuk memastikan bahwa penggunaan metaverse dalam pendidikan memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh peserta didik. Kata Kunci: media pembelajaran interaktif; metaverse; pembelajaran interaktif; transformasi pendidikan
Implementation of social media learning in elementary school learning Ramadhani, Azhari; Febianty, Risty Adhia; Permadi, Firgi Izdihar
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 1 No. 2 (2024): Hipkin Journal of Educational Research, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v1i2.16

Abstract

Social media learning is one form of social media that increases student involvement, collaboration, and learning motivation. This research examines the implementation of social media in elementary school learning, the factors influencing its success, and the obstacles faced. The research method used is a literature study. The literature study method in this research is an initial step in planning research by utilizing the library for data in the field without going directly. Analysis of literature review data was carried out using content analysis. The results of the research show that the implementation of social media learning in elementary school learning indicates that social media learning has a positive influence on elementary school learning, such as 1) expanding access and learning resources for students and teachers; 2) improving critical, creative and collaborative thinking skills students; 3) enrich students' experiences and knowledge about social issues; 4) build exemplary communication and relationships between students, teachers, and parents. Implementing social media learning also positively impacts student learning processes and outcomes, such as increasing student participation, interest, creativity, understanding, and learning achievement. Therefore, social media learning can be used as an effective and innovative alternative learning media in elementary schools.   Abstrak Social media learning adalah salah satu bentuk pemanfaatan media sosial sebagai pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan, kolaboratif, dan motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi social media learning dalam pembelajaran sekolah dasar, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kendala yang dihadapi dalam penerapannya. Metode penelitian yang digunakan dalam adalah studi literatur. Penggunaan metode studi literatur dalam penelitian ini adalah sebagai langkah awal dalam perencanaan pada penelitian dengan memanfaatkan perpustakaan untuk data di lapangan tanpa perlu terjun langsung. Analisis data kajian pustaka dilakukan dengan menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi social media learning dalam pembelajaran sekolah dasar menunjukkan bahwa social media learning memiliki pengaruh positif dalam pembelajaran sekolah dasar, seperti 1) memperluas akses dan sumber belajar bagi peserta didikdan guru;2) meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreatif dan kolaboratif peserta didik; 3) memperkaya pengalaman dan pengetahuan peserta didiktentang isu-isu sosial; 4) membangun komunikasi dan hubungan yang baik antar peserta didik, guru, dan orang tua.Implementasi social media learning juga memberikan dampak positif terhadap proses dan hasil belajar peserta didik, seperti meningkatnya partisipasi, minat, kreativitas, pemahaman, dan prestasi belajar peserta didik. Oleh karena itu, social media learning dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran yang efektif dan inovatif di sekolah dasar. Kata Kunci: pembelajaran; sekolah dasar; social media learning
Literature review study: Effectiveness of using GoMeta for metaverse learning media Ayu Cahyani, Devita; Mayang Sari, Dwi; Faza Rahma, Dzilcarisya
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 1 No. 2 (2024): Hipkin Journal of Educational Research, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v1i2.17

Abstract

This research explores the effectiveness of using GoMeta as a metaverse learning media platform. Metaverse, a virtual shared space that integrates aspects of Augmented Reality and Virtual Reality, is gaining prominence in education. This research aims to see the effectiveness of implementing GoMeta as a metaverse learning media platform to find solutions and provide innovation in learning activities. Knowledge about effectiveness in metaverse learning with GoMeta serves to see the impacts produced so that they can be evaluated and developed further to find the best learning methods for students in the digital era. This research begins by examining the general landscape of metaverse learning, emphasizing the importance of immersive and collaborative educational environments. It then digs into GoMeta's specific features that contribute to its effectiveness, such as ease of use, inclusivity, and support for diverse content creation. The analysis in this research includes studies and articles that explore the application of GoMeta in educational settings, assessing its impact on student engagement, knowledge retention, and overall learning outcomes. The results found were that GoMeta was considered effective as a means of learning activities and was expected to improve the quality of learning.   Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas pemanfaatan GoMeta sebagai platform media pembelajaran metaverse. Metaverse, ruang bersama virtual yang mengintegrasikan aspek Augmented Reality dan Virtual Reality, semakin menonjol dalam pendidikan. GoMeta, yang dikenal dengan alat pembuatan konten yang mudah digunakan, diposisikan sebagai solusi potensial untuk memfasilitasi pengalaman belajar yang interaktif dan menarik dalam metaverse. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat efektifitas dari implementasi GoMeta sebagai sebuah platform media pembelajaran metaverse untuk menemukan solusi sekaligus menjadi inovasi dalam kegiatan pembelajaran. Pengetahuan mengenai efektivitas dalam pembelajaran metaverse dengan GoMeta berfungsi untuk melihat dampak-dampak yang dihasilkan sehingga dapat dievaluasi dan dikembangkan secara lebih lanjut untuk menemukan metode pembelajaran yang terbaik bagi siswa di era digital. Penelitian ini dimulai dengan mengkaji lanskap umum pembelajaran metaverse, menekankan pentingnya lingkungan yang mendalam dan kolaboratif dalam pendidikan. Kemudian menggali fitur spesifik GoMeta yang berkontribusi terhadap efektivitasnya, seperti kemudahan penggunaan, inklusivitas, dan dukungan untuk pembuatan konten yang beragam. Analisis dalam penelitian ini mencakup studi dan artikel yang mengeksplorasi penerapan GoMeta di lingkungan pendidikan, menilai dampaknya terhadap keterlibatan siswa, retensi pengetahuan, dan hasil pembelajaran secara keseluruhan. Hasil yang ditemukan adalah bahwa GoMeta dinilai efektif sebagai sarana kegiatan pembelajaran dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Kata Kunci: GoMeta; metamesta; media pembelajaran; pendidikan
Analysis of the effectiveness and potential of the as a learning media tool in the modern era Puteri Noer Fauziah, Ditha; Dito Yulianto, Muhammad; Amelia Fasha, Siti
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 1 No. 2 (2024): Hipkin Journal of Educational Research, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v1i2.19

Abstract

Education is changing rapidly along with developments in science and technology. Metaverse, an interactive 3D virtual space concept, offers excellent potential as an effective learning medium. However, challenges such as lack of interaction between students and teachers and commitment to aligning technology with actual learning needs also arise. To overcome this challenge, collaboration is needed between various parties, including educational institutions, the government, the technology industry, teachers, and parents. Proper training, equitable access, careful planning, and technology security awareness are essential to integrating Metaverse into learning. The potential of Metaverse in education is enormous, especially in improving critical thinking skills, communication abilities, and the use of technology for students in the modern era. However, to utilize this potential optimally, a deep understanding is needed from teaching staff and related parties in designing and implementing metaverse-based learning. Metaverse has a significant role in advancing education and achieving a better future. The research results show that the metaverse is very useful in the continuity of education, where students play a direct active role in more creative and innovative activities; this adapts to the current curriculum and is implemented directly in the metaverse.   Abstrak Pendidikan mengalami perubahan dengan cepat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebuah konsep ruang virtual 3D yang interaktif, menawarkan potensi besar sebagai media pembelajaran yang efektif. Namun, tantangan seperti kurangnya interaksi antara peserta didik dan pendidik serta komitmen dalam menyelaraskan teknologi dengan kebutuhan pembelajaran sebenarnya juga muncul. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, pemerintah, industri teknologi, pendidik, dan orang tua. Pelatihan yang tepat, akses yang merata, perencanaan yang matang, dan kesadaran akan keamanan teknologi menjadi langkah penting dalam mengintegrasikan dalam pembelajaran. Potensi dalam pendidikan sangat besar, terutama dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kemampuan komunikasi, dan pemanfaatan teknologi bagi peserta didik di era modern. Namun, untuk memanfaatkan potensi ini secara optimal, diperlukan pemahaman yang mendalam dari tenaga pendidik dan pihak terkait dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis .memiliki peran yang signifikan dalam memajukan pendidikan menuju masa depan yang lebih baik. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa metaverse sangatlah berguna dalam keberlangsungan pendidikan dimana peserta didik berperan aktif secara langsung dalam kegiatan yang lebih kreatif dan inovatif, hal ini menyesuaikan bagaimana kurikulum yang ada pada saat ini dan diimplementasikan secara langsung bagaimana metaverse tersebut. Kata Kunci: era modern; media pembelajaran; Metaverse; teknologi
Metaverse integration in higher education curriculum: A systematic literature review El Amirurrahmah, Shafa Dynastia; Zakha, Faiha; Bayani, Nushrotina
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 1 No. 2 (2024): Hipkin Journal of Educational Research, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v1i2.20

Abstract

The Metaverse, a fusion of the online and physical worlds, creates an unlimited 3D environment through virtual reality headsets and augmented reality applications. These tools enable users to explore an immersive new reality, free from the physical constraints of the everyday world. This article investigates the transformative potential of the Metaverse in higher education curriculum development using the Systematic Literature Review (SLR) research methodology. Exploring virtual and augmented reality, the research aims to integrate Metaverse technology to enhance curriculum responsiveness seamlessly. The literature review covers various types of Metaverse, emphasizing enriching aspects such as improved learning experiences and global collaboration. Despite facing challenges like initial investments and access disparities, findings indicate a positive impact on curriculum development, facilitating interactive and in-depth learning. Long-term benefits involve career readiness, educational innovation, and paradigm shifts, highlighting the potential of the Metaverse to revolutionize education. This article encourages further exploration and broader-scale implementation of Metaverse in education, both now and in the future.   Abstrak Metaverse pada dasarnya adalah gabungan antara dunia online dan fisik, menciptakan lingkungan 3D tanpa batas melalui perangkat seperti headset realitas virtual dan aplikasi realitas tertambah yang memungkinkan pengguna menjelajahi realitas baru yang imersif, bebas dari batasan fisik dunia normal. Artikel ini menyelidiki potensi transformatif Metaverse dalam pengembangan kurikulum pendidikan tinggi dengan metodologi penelitian Systematic Literature Review (SLR). Mengeksplorasi realitas virtual dan realitas tambahan, penelitian bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi Metaverse secara mulus guna meningkatkan responsivitas kurikulum. Tinjauan literatur mencakup berbagai jenis Metaverse, menekankan aspek yang memperkaya seperti pengalaman belajar yang ditingkatkan dan kolaborasi global. Meskipun dihadapkan pada tantangan seperti investasi awal dan disparitas akses, temuan menunjukkan dampak positif pada pengembangan kurikulum, memfasilitasi pembelajaran interaktif dan mendalam. Manfaat jangka panjang melibatkan kesiapan karier, inovasi pendidikan, dan perubahan paradigma, menyoroti potensi Metaverse untuk merevolusi pendidikan. Artikel ini mendorong eksplorasi lebih lanjut dan implementasi skala lebih luas mengenai Metaverse dalam dunia pendidikan baik di masa sekarang maupun masa yang akan datang. Kata Kunci: pengembangan kurikulum; pendidikan tinggi; metaverse
Learning media transformation: Before, during, and after the COVID-19 pandemic Fauzi, Fahmi Muhammad; Kusdiantie, Meiyesha; Azzam, Muhammad Shidqi’ Abdul
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 1 No. 2 (2024): Hipkin Journal of Educational Research, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v1i2.21

Abstract

This article discusses the transformation of pre-pandemic, during-pandemic, and post-pandemic learning media, supported by changes in the applicable curriculum. The transition from the Kurikulum 2013 Revisi to the Kurikulum Merdeka is also highlighted. This research aims to understand the development of existing learning media and how the COVID-19 pandemic has influenced it. The study employs a literature review method with a qualitative approach. The findings reveal the development of learning media following the rapid advancement of technology. Before the pandemic, under the Kurikulum 2013 Revisi, traditional media were predominantly used in classrooms with the support of ICT media, which could only be accessed in schools. During the pandemic, digital media significantly grew due to distance learning measures. The emergence of online learning platforms became increasingly popular, with almost all types of learning relying on technology and the internet. In the post-pandemic period, the familiarity with digital media established during the pandemic persisted and was considered easily accessible and highly sought-after. This was further supported by implementing the Kurikulum Merdeka, allowing students to learn anytime and anywhere. Consequently, digital learning media, along with current technology, is currently in high demand.   Abstrak Artikel ini membahas mengenai transformasi media pembelajaran pra atau sebelum pandemi, saat pandemi dan pasca atau setelah pandemi berlangsung. Transformasi media yang didukung pula dengan perubahan kurikulum yang berlaku. Perpindahan dari Kurikulum 2013 Revisi kepada Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan media pembelajaran yang ada dan bagaimana pandemi COVID-19mempengaruhi hal tersebut. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan jenis penelitian kualitatif. Dihasilkan perkembangan media pembelajaran yang ada mengikuti kemajuan teknologi yang sekarang berkembang dengan pesat. Pada masa sebelum pandemi dengan Kurikulum 2013 Revisi menggunakan media-media tradisional di dalam kelas dengan dukungan media TIK yang hanya dapat di akses di sekolah. Pada masa pandemi, media digital berkembang pesat karena jarak yang berlaku. Munculnya platform belajar online mulai banyak diminati, hampir semua jenis pembelajaran bergantung pada teknologi dan internet. Pada setelah pandemi, dengan terbiasanya menggunakan media digital saat pandemi, setelahnya pun menjadi terbiasa dan dianggap sebagai media yang mudah digunakan dan banyak diminati, didukung dengan penerapan kurikulum Merdeka, di mana peserta didik dapat belajar di mana dan kapan saja, sehingga media pembelajaran digital dengan teknologi saat ini sedang digemari. Kata Kunci: kurikulum 2013; kurikulum merdeka; media pembelajaran; pandemi; pra-pandemi; pasca pandemi
Augmented Reality: Impact on student engagement and learning Einsthendi, Anisya Dita; Rasyid, Muhammad Ihsan Ayyash; Wicaksono, Januar Bagas
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 1 No. 2 (2024): Hipkin Journal of Educational Research, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v1i2.22

Abstract

This research investigates the influence of Augmented Reality (AR) on student engagement and understanding in education. This research emphasizes how AR can enhance the learning experience by presenting interactive and meaningful content. The research methodology involved an in-depth review of the literature and theories related to AR and education. Research findings show that AR has a positive effect on student engagement, as it offers an immersive and stimulating learning experience. Additionally, AR helps deepen understanding of concepts by providing visualizations and interactive elements that aid in understanding. The study results show that AR increases students' interest in learning and improves overall learning outcomes. This research emphasizes the importance of the effective implementation of AR technology in educational settings. This highlights the benefits of using AR to create three-dimensional virtual displays and interactive learning experiences that support student understanding. This research concludes that this research shows the potential of AR to increase student engagement and improve learning outcomes in education. It is hoped that this research can positively contribute to developing innovative and effective learning methods.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh Augmented Reality (AR) terhadap keterlibatan dan pemahaman peserta didik dalam pendidikan. Penelitian ini menekankan bagaimana AR dapat meningkatkan pengalaman belajar dengan menyajikan konten yang interaktif dan bermakna. Metodologi penelitian melibatkan tinjauan yang mendalam terhadap literatur dan teori-teori terkait AR dan pendidikan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa AR memiliki efek positif terhadap keterlibatan peserta didik, karena menawarkan pengalaman belajar yang mendalam dan merangsang. Selain itu, AR membantu memperdalam pemahaman konsep dengan menyediakan visualisasi dan elemen interaktif yang membantu dalam pemahaman. Hasil studi menunjukkan bahwa AR meningkatkan minat peserta didik dalam belajar dan meningkatkan hasil pembelajaran secara keseluruhan. Penelitian ini menekankan pentingnya implementasi yang efektif dari teknologi AR dalam setting pendidikan. Hal ini mengangkat bahwa manfaat menggunakan AR untuk menciptakan tampilan virtual tiga dimensi dan pengalaman belajar interaktif yang mendukung pemahaman peserta didik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penelitian ini menunjukkan potensi AR untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik dan meningkatkan hasil pembelajaran dalam pendidikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dan efektif. Kata Kunci: Augmented reality; keterlibatan peserta didik; pemahaman peserta didik; pengalaman belajar
Kurikulum Merdeka: Readiness in facing curriculum changes at SMAN 1 Lembang Septiani, Destia; Fatihah, Lu’lu Alikadhiya; Abellia, Meisya; El Adzim, Qois Faqih Khairullah; Candrapadmi, Syarifa; Setiadi, Wisnu Agus
Hipkin Journal of Educational Research Vol. 1 No. 2 (2024): Hipkin Journal of Educational Research, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/hipkin-jer.v1i2.23

Abstract

This study was conducted to determine the readiness of SMAN 1 Lembang to implement the Kurikulum Merdeka. It is a quantitative study that uses surveys, document analysis, and interviews for data collection. The subjects of the study include teachers and students in SMAN 1 Lembang. The results indicate that the teaching activities at SMAN 1 Lembang are generally ready for the independent curriculum. However, there are some challenges in its implementation, leading to some areas of improvement that need to be completed. This demonstrates that the performance of the constructivist learning environment in implementing the independent curriculum at SMAN 1 Lembang is relatively low. The school's readiness to implement the independent curriculum can be shown through teachers' average ability to prepare lesson plans (RPP) and manage the teaching process in the classroom. Additionally, the increasing motivation of students, evidenced by the high percentage of social interaction, compared to four other aspects, further demonstrates this readiness.   Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan SMAN 1 Lembang dalam menghadapi kurikulum Merdeka. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan metode survei, studi dokumentasi, dan wawancara sebagai cara pengumpulan datanya. Subjek penelitian terdiri dari guru dan peserta didik di SMAN 1 Lembang. Hasil penelitian terhadap kegiatan pembelajaran di SMAN 1 Lembang tergolong siap untuk kurikulum mandiri, walaupun masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan kurikulum mandiri, sehingga masih ada pencapaian yang belum sempurna. Hal ini dapat membuktikan bahwa kinerja lingkungan belajar konstruktivis dalam implementasi kurikulum mandiri di SMAN 1 Lembang tergolong rendah. Untuk menunjukkan bahwa SMAN 1 Lembang merupakan sekolah dengan kategori siap dalam implementasi kurikulum mandiri, dapat ditunjukkan dari rata-rata kemampuan guru dalam mengolah RPP dan mengelola proses berjalannya pembelajaran di kelas. Termasuk perkembangan motivasi belajar peserta didik yang semakin meningkat yang dibuktikan dengan tingginya persentase interaksi sosial dari perbandingan empat aspek lainnya. Kata Kunci: evaluasi kurikulum; konstruktivisme; Kurikulum Merdeka; motivasi belajar peserta didik