cover
Contact Name
Anita Nurgufriani
Contact Email
jurnalilmiahinsanmulia@gmail.com
Phone
+6285338894705
Journal Mail Official
jurnalilmiahinsanmulia@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Tente - Godo, Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima - NTB
Location
Kab. bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Insan Mulia
ISSN : -     EISSN : 30640296     DOI : https://doi.org/10.59923/jiim
Jurnal Ilmiah Insan Mulia adalah jurnal penelitian peer-reviewed akses terbuka berkualitas yang diterbitkan oleh Yayasan Insan Mulia Bima. JIIM menyediakan platform yang menerima dan mengakui makalah penelitian asli empiris berkualitas tinggi di bidang multidisiplin ilmu yang ditulis oleh peneliti, akademisi, profesional, dan praktisi. Jurnal Ilmiah Insan Mulia Publish dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Analisis Peran Lingkungan Keluarga dan Teman Pergaulan dalam Membangun Motivasi Belajar Siswa SMA Farokha Farokha; Sugeng Pradikto
Jurnal Ilmiah Insan Mulia Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Insan Mulia
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/jiim.v2i1.331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh lingkungan keluarga dan teman sebaya terhadap motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap siswa SMAN 2 Kota Pasuruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi terbuka dan perhatian orang tua terhadap pendidikan anak berperan besar dalam membentuk motivasi belajar siswa. Dukungan emosional dan praktis dari keluarga menciptakan suasana belajar yang positif, sedangkan komunikasi yang terbatas dan kurangnya perhatian dapat melemahkan semangat belajar. Teman sebaya juga berperan signifikan; teman dengan kebiasaan belajar yang baik dapat menjadi motivator, sedangkan pengaruh negatif teman dapat menghambat motivasi belajar. Selain itu, faktor internal seperti rasa tanggung jawab, harga diri, dan tujuan pribadi juga memengaruhi motivasi siswa, didukung atau dihambat oleh kondisi eksternal seperti dukungan orang tua, lingkungan sosial, dan kondisi ekonomi. Kesimpulannya, motivasi belajar siswa terbentuk melalui interaksi kompleks antara faktor internal dan eksternal, dengan peran penting dari keluarga dan teman sebaya. Dukungan yang konsisten dari kedua lingkungan tersebut dapat mendorong siswa mencapai hasil akademik yang optimal.
Evaluasi Kebijakan Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Bahasa Indonesia di Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo Muhammad Afifi Rahman; Satunggale Kurniawan
Jurnal Ilmiah Insan Mulia Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Insan Mulia
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/jiim.v2i1.400

Abstract

Pengembangan profesional guru merupakan aspek krusial dalam peningkatan kualitas pendidikan, salah satunya melalui Kelompok Kerja Guru (KKG). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kebijakan implementasi KKG Bahasa Indonesia di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, dengan pendekatan model CIPP (Context, Input, Process, Product) dari Stufflebeam. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed-methods, dengan data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% guru menganggap materi KKG relevan, tetapi 65% merasa kurang sesuai dengan konteks siswa multilingual. Sumber daya terbatas, di mana hanya 40% pertemuan KKG yang menggunakan fasilitas digital. Partisipasi aktif guru dalam KKG masih rendah (25%), dan metode pelatihan didominasi oleh ceramah (85%). Dampak terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia cukup signifikan, dengan peningkatan 15% dalam kemampuan membaca kritis siswa. Namun, integrasi teknologi dalam pengajaran masih menjadi tantangan, dengan hanya 20% guru yang berhasil mengimplementasikannya. Evaluasi ini merekomendasikan beberapa langkah strategis, seperti kontekstualisasi materi KKG untuk siswa multilingual, digitalisasi pertemuan KKG, pendampingan berkelanjutan bagi guru, serta penyederhanaan prosedur administratif agar anggaran dapat terserap secara optimal. Implikasi kebijakan yang diusulkan meliputi revisi panduan KKG oleh Dinas Pendidikan serta penguatan kapasitas fasilitator dalam metode pembelajaran berbasis teknologi.
Telaah Kurikulum Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Nur Dewi Wulandari; Rahma Ashari Hamzah; Nadia Latifatul Jannah
Jurnal Ilmiah Insan Mulia Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Insan Mulia
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/jiim.v2i1.416

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kurikulum Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar dengan fokus pada Kurikulum 2013 (K13) dan Kurikulum Merdeka. K13 menekankan pencapaian kompetensi dasar secara nasional dengan pendekatan pembelajaran terstruktur dan fokus pada aspek kognitif. Sementara itu, Kurikulum Merdeka menawarkan fleksibilitas lebih tinggi dan memungkinkan guru menyesuaikan pembelajaran sesuai kebutuhan siswa. Penelitian dilakukan menggunakan metode library research kualitatif dengan mengkaji buku, jurnal, dan dokumen akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka lebih mendukung penguatan literasi dasar siswa seperti membaca, menulis, menyimak, dan berbicara serta mendorong pembelajaran berdiferensiasi. Tantangan tetap ada, terutama pada keterbatasan sumber belajar dan kurangnya pemahaman guru terhadap dasar kurikulum baru. Evaluasi menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia bukan hanya sebagai mata pelajaran, melainkan sebagai sarana pengembangan komunikasi, kreativitas, dan sikap positif siswa. Rekomendasi mencakup penyediaan pelatihan bagi guru, pengembangan sumber belajar yang kontekstual, dan penguatan pemahaman terhadap filosofi Kurikulum Merdeka untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
Pengaruh Penggunaan Media Plastisin terhadap Minat Belajar Seni Budaya dan Keterampilan Siswa Kelas IV SD Putri Febrianti; Mita Putri Apriyani
Jurnal Ilmiah Insan Mulia Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Insan Mulia
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/jiim.v2i1.423

Abstract

Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini yaitu minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan yang masih tergolong rendah serta belum memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan media plastisin terhadap peningkatan minat belajar siswa kelas IV di SDN Samili Woha. Jenis penelitian ini termasuk pra-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan desain one group pretest-posttest. Peneliti mengambil seluruh siswa kelas IV SDN Samili Woha sebagai populasi, berjumlah 18 peserta didik sebagai sampel. Untuk memperoleh data, peneliti menggunakan tiga teknik: observasi, angket, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas instrumen, dan analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil uji-t terhadap data pre-test dan post-test, diperoleh nilai t-hitung sebesar 6,19, sedangkan t-tabel sebesar 1,771 pada taraf signifikansi 5%. Karena t-hitung lebih besar daripada t-tabel, maka hipotesis alternatif (Ha) diterima, sementara hipotesis nol (Ho) ditolak. Ini mengindikasikan bahwa penggunaan media plastisin memberikan pengaruh signifikan dan positif terhadap peningkatan minat belajar siswa dalam pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan. Perbandingan skor rata-rata pre-test sebesar 73,92 dan post-test sebesar 89,64 memperkuat kesimpulan tersebut. Oleh karena itu, media plastisin dapat dianggap sebagai alat bantu pembelajaran yang efektif dan inovatif, terutama dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran tersebut di SDN Samili Woha.
Sejarah Perkembangan dan Kedudukan Bahasa Indonesia Nur Syamsi; Rahma Ashari Hamzah; Nur Fadilah; Herul Herul
Jurnal Ilmiah Insan Mulia Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Insan Mulia
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/jiim.v2i1.432

Abstract

Bahasa Indonesia memiliki peranan penting sebagai alat pemersatu bangsa yang beragam suku dan budaya. Dalam pererkembangan dan kedudukannya di kehidupan berbangsa perlu dikaji secara mendalam. Dengan melakukan Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui sejarah perkembangan bahasa Indonesia serta kedudukannya sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi kenegaraan. Metode Penelitian yang digunakan yaitu menggunakan kualitatif dengan studi pustaka untuk menganalisis sumber-sumber sejarah dan literatur terkait bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa Bahasa Indonesia berkembang dari bahasa Melayu yang telah lama digunakan sebagai lingua franca di Nusantara. Pengakuan resmi bahasa Indonesia terjadi melalui Sumpah Pemuda 1928 dan penetapan dalam UUD 1945. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai simbol identitas, alat komunikasi, dan pemersatu bangsa. Bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam membangun identitas nasional dan persatuan bangsa.
Apresiasi Sastra Reseptif Penerapan Pendekatan Emotif, Didaktif dan Analitis terhadap Sastra Anak Icha Nur Azizah; Rahma Ashari Hamzah; A. Auralia Salsabila
Jurnal Ilmiah Insan Mulia Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Insan Mulia
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/jiim.v2i2.427

Abstract

Sastra anak memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, mengembangkan kreativitas, dan menumbuhkan kecerdasan emosional anak melalui pendekatan yang bersifat edukatif dan menghibur. Dalam konteks pembelajaran abad ke-21, apresiasi sastra reseptif menjadi penting karena melibatkan peran aktif pembaca dalam memberi makna terhadap karya sastra yang dibaca, didengar, atau disaksikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pendekatan emotif, didaktis, dan analitis dalam apresiasi sastra reseptif terhadap sastra anak. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur, yang bertujuan untuk menganalisis secara mendalam konsep dan implementasi ketiga pendekatan tersebut dalam membangun pengalaman sastra yang bermakna. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan emotif mendorong keterlibatan emosional anak dengan teks, pendekatan didaktis menanamkan nilai-nilai moral dan pembelajaran, sedangkan pendekatan analitis melatih anak untuk memahami struktur dan makna karya secara menyeluruh. Ketiga pendekatan ini secara terpadu dapat meningkatkan kemampuan berbahasa, imajinasi, serta berpikir kritis anak. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa apresiasi sastra reseptif yang berbasis pendekatan emotif, didaktis, dan analitis berkontribusi signifikan terhadap pengembangan literasi dan kepribadian anak secara holistik.
Sejarah dan Karakteristik Sastra Anak Ulfa Amriani; Rahma Ashari Hamzah; Nurul Hijriani Fadilla
Jurnal Ilmiah Insan Mulia Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Insan Mulia
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/jiim.v2i2.449

Abstract

Artikel ini membahas evolusi sastra anak di seluruh dunia serta di Indonesia sepanjang waktu, dengan penekanan pada dinamika, tantangan, dan kontribusi sastra anak dalam membangun karakter dan wawasan generasi muda. Isu utama yang diangkat adalah bagaimana perubahan sastra anak terjadi, mulai dari tradisi lisan hingga menjadi genre independen yang kaya dengan tema, format, dan ciri khas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan langkah-langkah perkembangan sastra anak secara global dan di dalam negeri, serta menekankan peran pentingnya dalam pendidikan dan pewarisan nilai-nilai. Metodologi yang digunakan adalah studi pustaka yang melibatkan berbagai sumber primer dan sekunder terkait sejarah, teori, dan kemajuan sastra anak. Temuan menunjukkan bahwa di dunia, sastra anak dimulai dari tradisi lisan, kemudian berkembang ke era penerbitan buku di abad ke-17, diakui sebagai genre mandiri pada abad ke-19, dan mengalami variasi dalam tema dan format pada abad ke-20 hingga saat ini. Di Indonesia, sastra anak juga bermula dari tradisi lisan, berkembang pada masa kolonial melalui Balai Pustaka, dan tumbuh pesat sejak tahun 1980-an seiring dengan peningkatan kesadaran literasi anak. Kesimpulan dari artikel ini menekankan bahwa perkembangan sastra anak, di seluruh dunia maupun di Indonesia, sangat dipengaruhi oleh perubahan dalam aspek sosial, budaya, dan teknologi, serta memiliki peranan penting dalam membentuk karakter, memperluas pengetahuan, dan mengembangkan imajinasi anak-anak sebagai generasi yang akan datang.
Pengalaman Mahasiswa Menggunakan Self-Compassion untuk Menghadapi Stres Akademik Khoirul Rizki Khotimah; Sri Nurhayati Selian
Jurnal Ilmiah Insan Mulia Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Insan Mulia
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/jiim.v2i2.614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan   pengalaman mahasiswa dalam menggunakan self-compassion untuk menghadapi stres akademik. Stres akademik merupakan tekanan psikologis yang muncul akibat tuntutan akademik yang melebihi kemampuan individu, dan jika tidak dikelola dapat menurunkan motivasi serta kesejahteraan mental siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan melibatkan 3 mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Aceh sebagai partisipan yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-compassion menjadi mekanisme koping adaptif yang membantu siswa mengelola stres akademik melalui penerimaan diri, kesadaran emosi, dan sikap penuh kebaikan terhadap diri sendiri. Selain itu, dukungan sosial dari teman dan keluarga memperkuat kemampuan siswa untuk menjaga keseimbangan psikologis dan mengembangkan ketahanan emosional. Temuan ini menegaskan bahwa self-compassion tidak hanya berfungsi sebagai konsep moral, tetapi juga sebagai keterampilan emosional yang dapat dilatih untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa. Oleh karena itu, penting bagi lembaga pendidikan tinggi untuk mengintegrasikan pelatihan self-compassion dalam program pendampingan psikologis sebagai upaya preventif terhadap stres akademik.
Pengaruh Model STAD Berbasis Permainan Mpa’a Gopa terhadap Keterampilan Motorik dan Sosial Siswa SD Ana Triana Wulandari; Febrianti Febrianti; Anita Nurgufriani
Jurnal Ilmiah Insan Mulia Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Insan Mulia
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/jiim.v2i2.663

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan empiris berupa rendahnya keterampilan motorik dan sosial siswa sekolah dasar akibat dominasi pembelajaran berorientasi kognitif, terbatasnya aktivitas kolaboratif bermakna, serta minimnya integrasi konteks budaya lokal dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut berdampak pada kurang optimalnya koordinasi gerak, interaksi sosial, dan kerja sama antarsiswa. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model Student Teams Achievement Division (STAD) berbasis permainan tradisional Mpa’a Gopa dalam meningkatkan keterampilan motorik dan sosial siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest control group yang melibatkan dua kelas yang dipilih secara purposif. Instrumen penelitian berupa rubrik penilaian keterampilan motorik dan sosial yang telah divalidasi oleh ahli. Data dianalisis menggunakan uji t independen dan uji t berpasangan untuk mengidentifikasi perbedaan peningkatan keterampilan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan keterampilan motorik dan sosial yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Integrasi permainan Mpa’a Gopa dalam struktur STAD terbukti memperkaya interaksi belajar, meningkatkan koordinasi gerak, serta memperkuat dinamika kerja sama kelompok. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran kooperatif berbasis budaya lokal efektif dan relevan sebagai strategi pedagogis kontekstual pada pendidikan dasar.
Pengembangan Instrumen Penilaian Keterampilan Komunikasi Siswa Sekolah Dasar Berbasis Model Think Pair Share Annisa Fitriani; Edi Istiyono
Jurnal Ilmiah Insan Mulia Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Insan Mulia
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/jiim.v2i2.664

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi instrumen penilaian keterampilan berkomunikasi peserta didik kelas IV sekolah dasar yang diimplementasikan dalam konteks pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share. Fokus utama penelitian diarahkan pada kualitas instrumen penilaian yang mencakup aspek kejelasan indikator, keterukuran, serta keterpakaian dalam pembelajaran, bukan pada pengujian efektivitas model pembelajaran itu sendiri. Penelitian dilaksanakan di SDN 32 Cakranegara dengan melibatkan 30 peserta didik sebagai subjek penelitian. Prosedur pengembangan instrumen dilakukan melalui dua siklus tindakan yang masing-masing meliputi tahap perencanaan, implementasi, observasi, dan refleksi. Model Think Pair Share digunakan sebagai konteks pedagogis untuk memfasilitasi munculnya perilaku komunikasi yang relevan dengan indikator instrumen. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur, tes, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk menilai keterbacaan, konsistensi, dan kepraktisan instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan memiliki kemampuan yang memadai dalam menangkap variasi aktivitas komunikasi peserta didik, ditunjukkan oleh meningkatnya keteramatiannya pada setiap siklus pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa instrumen penilaian yang dikembangkan layak digunakan sebagai alat ukur keterampilan berkomunikasi peserta didik sekolah dasar dalam konteks pembelajaran kooperatif.

Page 2 of 2 | Total Record : 20