cover
Contact Name
Ahmad Syauqi Fuady
Contact Email
syauqi.asf68@gmail.com
Phone
+6282132598564
Journal Mail Official
syauqi.asf68@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dr. Setyo Budi No.03, Klangon, Kec. Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur 62113 Web: https://portal.stitmubo.ac.id
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Jurnal Al-Muharrik: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 30474132     DOI : https://doi.org/10.59829/hdyq1n29
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Jurnal Al-Muharrik: Jurnal Pendidikan Agama Islam adalah jurnal yang didedikasikan untuk bertukar hasil penelitian pada semua aspek Pendidikan Agama Islam. Jurnal ini dapat diakses secara terbuka sehingga semua konten yang tersedia pada jurnal ini diperbolehkan untuk dibaca, diunduh, digandakan, disebarluaskan, dicetak atau menautkan sebagian atau seluruh bagian artikel tanpa biaya apapun dan tanpa izin terlebih dahulu dari penulis atau tim redaksi jurnal. Fokus dan ruang lingkup jurnal adalah kajian dan analisis penelitian yang berkaitan dengan pendidikan agama islam; Pembelajaran PAI Kajian Pendidikan Islam Kajian Tokoh Agama Islam Kurikulum Psikologi Pendidikan Islam Pendidikan Karakter
Articles 21 Documents
Pembelajaran Al Islam Berbasis Edutainment di SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro Sunki Mahmud Sulthon; Romelah
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Al-Muharrik : Jurnal Pendidikan Agama IslamVol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : STIT Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/kqynnn11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan pembelajaran Al Islam berbasis  Edutaiment dengan metode pembelajaran edukatif di SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro sehingga siswa akan lebih tertarik untu memahami materi pelajaran Al Islam. Metode penelitian yang dilakukan dengan analisis deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif dengan pengumpulan data dan wawancara pada guru Al Islam  dan beberapa siswa kelas XII, dengan menggunakan metode studi kasus dan berdasarkan kajian Pustaka dapat mengetahui pengembangan pembelajaran Al Islam di SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan oleh penelitian ini menggunakan model Miles, Hubermandn Saldana dengan langkah-langkah kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.  Hasil penelitian ini bahwa pembelajaran PAI berbasis edutainment di SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro melibatkan permainan edukatif seperti Rebut Bola, Kuis, dan Tantangan Mencocokkan Hadis. Tujuan dari permainan ini adalah meningkatkan konsentrasi, pemahaman materi, dan keterlibatan aktif siswa. Permainan ini mendorong siswa untuk berpikir cepat dan tepat dalam mengambil keputusan, serta memperdalam pemahaman mereka terhadap nilai-nilai Islam secara interaktif. Evaluasi pembelajaran menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis edutainment dapat meningkatkan minat belajar, pengetahuan, dan pemahaman siswa
PANDANGAN HIDUP MOHAMMAD HATTA SEBAGAI FALSAFAH PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Ahmad Syauqi Fuady
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Al-Muharrik : Jurnal Pendidikan Agama IslamVol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : STIT Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/g0a3vv97

Abstract

The aim of this article is to explain Mohammad Hatta's worldviev about God, the universe, humans, science, and society as the philosophy of Islamic education in Indonesia. First, God for Mohammad Hatta is the Creator and the Almighty. The form of human trust in God is faith and good deeds. Second, the universe is God's creation. The universe was created by God for humans to be used and managed with their knowledge. Third, Mohammad Hatta assessed that humans were created with two main responsibilities of worship and caliphate. Humans in this world are obliged to seek provisions for eternal life in the hereafter. Fourth, knowledge for Mohammad Hatta is not separate from religion. Both are equally important, although they have different methods and approaches. Fifth, regarding the people, Mohammad Hatta views that humans are individual beings who are social in nature. Individual human rights are respected by trying to form a society that helps each other, brotherhood, and deliberation.
Model Pembelajaran PAI Berbasis Proyek (Project Based Learning) Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Di Sma Muhammadiyah 1 Bojonegoro Sunki Mahmud Sulthon
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Al-Muharrik : Jurnal Pendidikan Agama IslamVol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : STIT Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/fgkq4502

Abstract

Project-Based Learning (PjBL) merupakan suatu bentuk pembelajaran yang berfokus pada siswa. Siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Melalui proses pembelajaran PjBL ini akan melatih pemikiran siswa dalam menghadapi masalah. Metode Penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, sedangkan berdasarkan metodenya jenis penelitian ini termasuk pada penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang digunakan untuk menggambarkan, menjelaskan, dan menjawab persoalan-persoalan tentang kejadian atau peristiwa yang terjadi saat ini. Tujuan Penelitian ini adalah: 1. untuk mengetahui metode pembelajaran PAI berbasis Proyek (PjBL) di SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro. 2. Untuk  mengetahui seberapa efektif metode Pembelajaran PAI berbasis Proyek (PjBL) dalam meningkatkan minat belajar siswa di SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro di SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro. Hasil penelitian ini adalah : Pembelajaran PAI berbasis proyek (Project-Based Learning, PjBL) di SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro salah satunya adalah dengan membuat video pembelajaran dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:  1) Menentukan Topik Proyek. 2)Menentukan Tujuan Pembelajaran. 3) Pembagian Tugas. 4) Produksi Video. 5) Editing dan Penyelesaian. 6) Presentasi dan Penilaian. 7) Refleksi.  8) Distribusi video. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, pembelajaran berbasis proyek melalui pembuatan video dapat berjalan dengan efektif dan menyenangkan. Kata kunci : Project-Based Learning, PAI, Minat Belajar
Shalat Dan Keteguhan Jiwa (Kajian Psikologis) Sunki Mahmud Sulthon; Syamsurizal Yazid
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Al-Muharrik : Jurnal Pendidikan Agama IslamVol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : STIT Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/c67gav08

Abstract

Shalat adalah ibadah yang paling dicintai, paling mulia dan paling dekat dengan Allah. Tidak diragukan lagi bahwa shalat dalam Islam merupakan ibadah dan ketaatan yang paling utama. Metode penelitian pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Di sebuah proyek kualitatif, dengan jenis/pendekatan penelitian yang berupa studi kepustakaan (Library Research). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui beberapa manfaat secara psikologis shalat untuk meneguhkan hati manusia agar selalu berada di dalam jalan Allah SWT. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa beberapa manfaat shalat dalam meneguhkan jiwa seseorang dengan cara: 1) Pengalaman damai dan inspirasi. 2) Penyelesaian dan solusi terhadap masalah. 3) Kerendahan hati dan sensitivitas interpersonal. 4) Memaafkan diri sendiri dan orang lain
PERANAN KECERDASAN SPIRITUAL DALAM PROSES BELAJAR: SEBUAH KAJIAN LITERATUR Moch. Shaiful Muttaqin
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Al-Muharrik : Jurnal Pendidikan Agama IslamVol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : STIT Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/8cm06046

Abstract

Hasil belajar dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah faktor internal berupa kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual bersumber dari nilai-nilai spiritual ketuhanan menjadi fundamen perkembangan manusia dalam menjalani hidup. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan literatur Pustaka tentang peranan kecerdasan spiritual dalam hasil belajar siswa. Pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian pustaka digunakan dalam penelitian ini. Sumber pustakaa dari buku, artikel jurnal, laporan penelitian, dan sumber dokumen teks lainnya digunakan sebagai sumber data penelitian, Analisis isi digunakan sebagai teknik analisis serta hasil penelitian disajikan secara deskriptif eksploratif. Hasil penelitian ini, yaitu: (1) kecerdasan spiritual bersumber dari nilai spiritual ketuhanan. (2) indikator kecerdasan spiritual: fleksibel dan adaptif terhadap perubahan, kesadaran kontrol diri baik, mampu mengelola rasa sakit, sabar, visi misi hidup sesuai agama, menjauhi perbuatan merugikan, pemahaman holistik, rasa ingin tahu tinggi, pribadi mandiri. (3) Fungsi kecerdasan spiritual, yaitu: memaksimalkan potensi kreativitas, menjaga dari penyesalan dan kekecewaan, menumbuhkan kesadaran beragama, modal dalam berhubungan dengan orang lain, memberi pemahaman utuh terhadap diri sendiri. (4) kecerdasan spiritual dalam pendidikan dapat memberikan tujuan dan motivasi belajar bagi siswa dan membantu siswa bertahan saat menghadapi ujian dan kegagalan. (5) Pengembangan kecerdasan spiritual di sekolah, meliputi: pemberian tugas, pengasuhan guru, pemberian ilmu pengetahuan, peningkatan kreativitas, dan menjalin persaudaraan antarsiswa. (6) Kecerdasan spiritual menumbuhkan pribadi optimis, positif, bertanggung jawab, produktif, dan pantang menyerah sehingga berakibat positif terhadap hasil belajar siswa.  
Evaluasi Kinerja Dalam Pendidikan Islam Sunki Mahmud Sulthon
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Al-Muharrik : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 September 2025
Publisher : STIT Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/53g9b170

Abstract

Evaluasi kinerja dalam pendidikan Islam melibatkan berbagai aspek penting, seperti penguasaan materi keislaman, pendidikan karakter atau akhlak, dan pencapaian kompetensi sosial. Evaluasi ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana tujuan pendidikan Islam tercapai, baik dalam aspek akademik maupun pengembangan karakter peserta didik. Metode penelitian pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Di sebuah proyek kualitatif, dengan jenis/pendekatan penelitian yang berupa studi kepustakaan (Library Research). Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa evaluasi kinerja dalam pendidikan Islam melibatkan berbagai aspek penting, evaluasi tujuan pembelajaran, penguasaan materi keislaman, pendidikan karakter atau akhlak, dan pencapaian kompetensi sosial.
MENERAPKAN PRINSIP DESAIN INSTRUKSIONAL DALAM PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENDUKUNG PENCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN DI MADRASAH Muhammad Muttaqin, Alwi
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Al-Muharrik : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 September 2025
Publisher : STIT Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/w8gde834

Abstract

Desain instruksional menjadi blue print dalam proses pengajaran yang mengarahkan proses penyusunan strategi instruksional tersebut. Komponen-komponen dalam strategi instruksional yang ditetapkan berdasarkan teori-teori psikologi (aliran humanisme, behaviorisme, kognitivisme, konstruktivisme, dan cybernetisme) dan berbagai prinsip instruksional meliputi urutan kegiatan instruksional, garis besar isi instruksional dan sistem peluncuran yang terdiri dari metode instruksional, media dan alat instruksional, serta alokasi waktu. Komponen-komponen tersebut terintegrasi dan berfungsi bersama dalam bentuk strategi pembelajaran untuk mencapai tujuan instruksional. Dalam pembicaraan tentang model-model pengembangan instruksional beberapa kali disinggung tentang karakteristik siswa yang perlu diperhatikan pada waktu akan diadakan perancangan dan pengembangan suatu program atau sistem instruksional. Karakteristik tersebut mencakup faktor-faktor yang jelas akan mempengaruhi proses belajar siswa. Sebagian dari faktor-faktor ini merupakan sesuatu yang telah tetap sifatnya dan tidak dapat berubah seperrti misalnya kemampuan siswa, umurnya dan kebudayaannya.
PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SECARA KONTEKSTUAL DAN ADAPTIF TERHADAP PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DIGITAL Sulaiman, Muhammad
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Al-Muharrik : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 September 2025
Publisher : STIT Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/jwc6dp04

Abstract

Laporan ini mengkaji urgensi pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) secara kontekstual dan adaptif di era digital. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat menuntut transformasi dalam pendekatan pendidikan, termasuk PAI, untuk memastikan relevansinya dan efektivitasnya dalam membentuk karakter spiritual serta keterampilan abad ke-21 peserta didik. Laporan ini menganalisis konsep dasar kurikulum PAI, prinsip-prinsip pembelajaran kontekstual dan adaptif, serta peluang dan tantangan integrasi teknologi digital. Pembahasan mencakup model-model inovasi kurikulum seperti Kurikulum Merdeka dan Model Adaptive Blended Curriculum (ABC), yang menekankan pembelajaran berpusat pada siswa dan pengembangan holistik. Temuan menunjukkan bahwa meskipun teknologi menawarkan aksesibilitas dan interaktivitas yang belum pernah ada sebelumnya, terdapat tantangan signifikan terkait kesenjangan digital, kompetensi guru, dan risiko disinformasi. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum PAI yang sukses di era ini memerlukan pendekatan seimbang yang memanfaatkan teknologi untuk personalisasi dan keterlibatan, sambil menjaga kedalaman spiritual dan membina literasi digital yang kritis. Laporan ini merekomendasikan strategi implementasi yang komprehensif, melibatkan pengembangan profesional guru, investasi infrastruktur yang merata, pengembangan konten digital berkualitas, dan kolaborasi multi-pihak untuk mewujudkan pendidikan PAI yang relevan dan adaptif.
Kedudukan Manusia dalam Pendidikan Islam: Analisis Pemikiran Muhammad Naquib al-Attas Ahmad Syauqi Fuady
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Al-Muharrik : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 September 2025
Publisher : STIT Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/8k6ca813

Abstract

Manusia merupakan esensi dan sasaran utama dari proses pendidikan. Pendidikan senantiasa berkaitan erat dengan hakikat keberadaan manusia, karena pendidikan merupakan upaya untuk menumbuhkembangkan potensi alamiah manusia. Oleh karena itu, di dalam memahami tentang pendidikan, harus memahami hakikat manusia dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep manusia menurut Muhammad Naquib Al-Attas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka. Oleh karena itu sumber data utamanya adalah dokumen tertulis. Dua buku karangan Muhammad Naquib Al-Attas “Islam dan Sekulerisme” dan “The Concept of Education in Islam” menjadi sumber data utama. Sedangkan buku dan artikel jurnal yang berkaitan dengan tema penelitian menjadi sumber data sekunder. Analisis Isi dipilih untuk menganalisis data tekstual, ditafsirkan, dan disajikan secara eksploratif naratif. Hasil penelitian ini adalah: (1) manusia memiliki dua aspek jasmani-fisik dan roh-jiwa, oleh karena itu pendidikan adalah upaya memberikan ilmu pengetahuan (agama dan sains) bagi kedua aspek tersebut; (2) tujuan pendidikan Islam adalah untuk membentuk individu paripurna sebagai manusia beradab. Pendidikan Islam bertujuan menanamkan adab ke dalam diri manusia sehingga dapat memahami kedudukan setiap eksistensi di dalam tatanan kehidupan
Konsep Pendidikan Filsafat Menurut Al-Farabi dan Ibnu Sina Aini, Nurul Ainirrohmah; Ainirrohmah, Nurul; Arridho, Afrikhun Rizki; Makrom, Choirul; Shofiyah; Prasetya, Benny
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Al-Muharrik : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 September 2025
Publisher : STIT Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/1s5jkh80

Abstract

This study aims to conduct a comparative and integrative analysis of the educational philosophies of Al-Farabi and Ibn Sina within the framework of Islamic educational thought. Both philosophers view education as a means of achieving human perfection (kamāl al-insān) through the integration of rational and spiritual dimensions. The research employs a literature study using an integrative review model combined with descriptive qualitative analysis. The findings reveal that Al-Farabi emphasizes education as a rational and moral process leading to the development of the active intellect and the establishment of a virtuous society (al-madīnah al-fāḍilah), while Ibn Sina conceptualizes education as the purification of the soul (tazkiyah al-nafs) toward true happiness (sa‘ādah). The synthesis of both perspectives forms a holistic paradigm of Islamic education that integrates logic, ethics, and metaphysics as the foundation for the formation of the complete human being (insān kāmil). This study highlights the importance of recontextualizing Al-Farabi’s rationalism and Ibn Sina’s spiritualism in developing modern Islamic educational curricula. Practically, the findings provide a philosophical foundation for an educational model that balances intellectual intelligence, moral integrity, and spiritual depth, positioning Islamic education as a transformative process toward knowledgeable, virtuous, and God-conscious individuals.

Page 2 of 3 | Total Record : 21