cover
Contact Name
M. Rizky Mahaputra
Contact Email
dinasti.info@gmail.com
Phone
+628117404455
Journal Mail Official
dinasti.info@gmail.com
Editorial Address
Casa Amira Prive Jl. H. Risin No. 64D Pondok Jagung Timur, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Indonesia
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara
Published by Dinasti Research
ISSN : 29630738     EISSN : 29630746     DOI : https://doi.org/10.38035/jpkn
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (JPKN) adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh Dinasti Research di bawah naungan Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI), terbit empat kali setahun yaitu Janauri, April, Juli dan Oktober. Jurnal ini menerbitkan penelitian dan kajian di bidang pendidikan dan kebudayaan, seperti manajemen pendidikan, praktik terbaik pendidikan, kurikulum, penilaian pendidikan, kebijakan pendidikan, teknologi pendidikan, bahasa, filsafat pendidikan, psikologi pendidikan, bimbingan dan konseling pendidikan, metodologi pendidikan, analisis kebijakan pendidikan, pengelolaan pendidikan, analisis kepemimpinan dan penelitian-penelitian lainnya di bidang praktis pendidikan.
Articles 97 Documents
Pengembangan Modul Tata Nama Senyawa Kimia Berbasis Problem-Based Learning Terintegrasi Wordwall untuk Fase E SMA: Uji Validitas dan Kepraktisan Syifa Syakirah; Rahadian Zainul
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (Juli - September 2026)
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpkn.v4i3.3660

Abstract

Materi tata nama senyawa kimia menuntut pemahaman keterkaitan antara jenis senyawa, bilangan oksidasi, rumus kimia, dan aturan penamaan, sedangkan bahan ajar serta pemanfaatan teknologi di sekolah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menghasilkan modul tata nama senyawa kimia berbasis problem-based learning terintegrasi Wordwall untuk Fase E SMA yang valid dan praktis. Penelitian pengembangan menggunakan model Four-D yang dibatasi sampai tahap develop. Validasi melibatkan tiga dosen pendidikan kimia dan dua guru kimia. Uji kepraktisan terbatas melibatkan dua guru kimia dan 30 peserta didik kelas XI yang telah mempelajari tata nama senyawa pada kelas X sehingga dapat memberikan penilaian reflektif terhadap produk. Validitas dianalisis dengan Aiken’s V, sedangkan kepraktisan menggunakan persentase pencapaian. Nilai validitas berada pada rentang 0,975–0,990. Kepraktisan mencapai 98% menurut guru dan 86% menurut peserta didik. Modul dinyatakan valid dan sangat praktis, tetapi efektivitasnya pada peserta didik Fase E masih memerlukan penelitian lanjutan.
Pengembangan Modul Ajar Matematika Berbasis Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Kolaboratif Siswa SMK Danu Arsyad Firmansyah; Agung Lukito; Abdul Haris Rosyidi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (Juli - September 2026)
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpkn.v4i3.3682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan menguji kelayakan modul ajar matematika materi Statistika berbasis Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan keterampilan kolaboratif siswa SMK. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan mengadopsi model 4-D dari Thiagarajan dkk. (1974) yang disesuaikan hingga tahap Develop dan dilanjutkan dengan penyebaran dalam skala terbatas. Subjek uji coba dalam penelitian ini melibatkan 20 siswa kelas X Akuntansi di SMK Kawung 1 Surabaya. Hasil penelitian pada aspek validasi ahli menunjukkan seluruh perangkat memenuhi kriteria valid, dengan persentase kelayakan teoretis Modul Ajar sebesar 73%, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) 73%, Tes Hasil Belajar 77%, dan Tes Keterampilan Kolaboratif 79%. Perangkat pembelajaran dinyatakan sangat praktis berdasarkan indeks keterlaksanaan sintaks pembelajaran sebesar 91%, respon guru matematika 90%, dan respon siswa sebesar 88%. Dari aspek keefektifan, perangkat pembelajaran terbukti efektif dengan capaian ketuntasan klasikal kognitif siswa sebesar 100% melampaui batas kelulusan minimum sekolah. Model pembelajaran juga terbukti efektif meningkatkan keterampilan kolaboratif siswa secara signifikan (Sig. < 0,001) dengan perolehan rata-rata indeks N-Gain sebesar 0,51 yang berada pada kategori sedang. Dengan demikian, modul ajar berbasis PBL yang dikembangkan dinyatakan layak secara teoretis dan empiris untuk digunakan dalam praktik pembelajaran matematika di sekolah.
Implementation of the Emergency Curriculum and Its Impact on Student Competency Achievement at SDN Pameungpeuk, Cisarua, Bandung Regency M. Yusuf Sanny; Ratnanto Aditiarno; Candra Mecca Sufyana
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (Juli - September 2026)
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpkn.v4i3.3734

Abstract

Curriculum implementation is a key factor in achieving students' expected learning competencies. Although the Curriculum for Special Conditions has been implemented to provide greater flexibility in learning, empirical evidence regarding its implementation at the elementary school level and its contribution to student competency achievement remains limited. This study aimed to analyze the implementation of the Curriculum for Special Conditions and its contribution to student competency achievement at SDN Pameungpeuk, Cisarua, West Bandung Regency, Indonesia. A descriptive qualitative approach was employed involving the principal, the vice principal for curriculum affairs, and teachers as research participants. Data were collected through interviews, observations, and document analysis and were analyzed using descriptive qualitative techniques. The findings indicate that the curriculum was implemented through systematic planning, learning implementation, and evaluation processes. Teachers were able to prioritize essential learning competencies while adapting instructional strategies to students' learning needs, thereby supporting the achievement of the expected competencies. The novelty of this study lies in providing empirical evidence on the implementation of the Curriculum for Special Conditions at the elementary school level and demonstrating its contribution to competency-based learning practices that support student achievement.
Praksis Akuntansi Feminis-Mistis: Lacan, Kristeva, Beauvoir, dan Arendt pada Ritual di Kemukus, Kawi, dan Srandil Apollo Apollo
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (Juli - September 2026)
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpkn.v4i3.3789

Abstract

Makalah ini mengkaji persimpangan antara gender, mistisisme, dan praktik akuntansi di Gunung Kemukus, Gunung Kawi, dan Srandil melalui kacamata sosiologi akuntansi feminis kritis. Dengan mengacu pada karya-karya Lacan, Kristeva, Beauvoir, dan Arendt, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana perempuan terlibat dalam praktik ekonomi berbasis ritual yang menantang sistem ekonomi formal dan rasional. Ekonomi yang berpusat pada perempuan ini tertanam dalam narasi spiritual, simbolisme tubuh, dan ingatan kolektif, yang mengungkap cara-cara di mana akuntansi terwujud dalam bentuk-bentuk fisik, afektif, dan simbolis yang menantang logika berbasis pasar. Dengan menggunakan etnografi feminis dan penelitian lapangan yang ditriangulasi, studi ini mendokumentasikan ritual, transaksi simbolis, dan kerja afektif perempuan. Analisis ini mengungkapkan bagaimana akuntansi beroperasi bukan sebagai pencatatan keuangan, melainkan sebagai mode relasional yang sakral dan bermuatan gender, yang tertanam dalam abjeksi, ranah imajiner-simbolis, ambivalensi Si Lain, dan natalisme. Kontribusi teoretis utamanya adalah perumusan “Akuntansi Mistis yang Terwujud dalam Perlawanan Feminis” (EMAFR), yang mengkonseptualisasikan akuntansi sebagai bentuk pertanggungjawaban budaya dan sensitif gender yang berakar pada mistisisme dan perlawanan. Pendekatan ini menyoroti agensi epistemik tubuh perempuan dalam menghasilkan bentuk-bentuk alternatif pertanggungjawaban, sekaligus menawarkan perspektif pluralistik, sensitif gender, dan pascakolonial.
Merebut Kembali Makna Agraria : Studi Kasus Kritis Akses dan Eksklusi Simbolik Perempuan dalam Program Perhutanan Sosial Aulia Asmarani; Thalita Syifa Fatimah; Dadan Saputra
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (Januari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpkn.v4i1.3860

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap makna tanah bagi perempuan petani dalam konteks kebijakan perhutanan sosial di kabupaten Garut. Dengan pendekatan studi kritis, penelitian ini menelusuri bagaimana tanah dipersepsikan bukan hanya sebagai sumber ekonomi, tetapi juga sebagai ruang spiritual, symbol identitas dan warisan kolektif. Bertumpu pada teori akses (Peluso& Ribot), ecofeminisme (Shiva), dan interaksionisme simbolik (Blumer), hasil penelitian menunjukkan adanya eksklusi simbolik dan marginalisasi structural terhadap perempuan petani, serta munculnya bentuk-bentuk resistensi dan kesadaran kritis. Temuan ini berkontribusi pada kajian agraria kritis dengan menyoroti persilangan antara gender, akses dan pengakuan simbolik dalam tata Kelola Perhutanan Sosial.
Gadih Gadang Alun Balaki dalam Perspektif Budaya dan Sosial: Studi tentang Konstruksi Perempuan Belum Menikah di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Arya Tito Hanafi; Jendrius Jendrius; Bob Alfiandi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (Januari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpkn.v4i1.3867

Abstract

Fenomena perempuan memilih untuk belum menikah atau menunda pernikahan mengalami peningkatan seiring modernisasi, meningkatnya akses pendidikan, dan kemandirian ekonomi perempuan. Dalam masyarakat Minangkabau, terdapat konsep adat Gadih Gadang Alun Balaki yang merujuk pada perempuan dewasa yang belum menikah dan sering kali dilekatkan dengan stigma sosial serta dianggap mencoreng marwah keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana perempuan Gadih Gadang Alun Balaki memaknai statusnya, merespons tekanan sosial, melihat respons keluarga, serta memahami pilihan rasional di balik keputusan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap informan yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status Gadih Gadang Alun Balaki tidak lagi sepenuhnya dimaknai sebagai aib, tetapi sebagai ruang untuk memperoleh otonomi hidup, kebebasan personal, dan pencapaian karier. Perempuan membangun strategi adaptif dan narasi tandingan untuk menghadapi tekanan sosial. Keluarga juga mengalami perubahan sikap dari tekanan menuju dukungan melalui negosiasi antara nilai adat dan pilihan personal anak. Berdasarkan Teori Pilihan Rasional James Coleman, keputusan untuk tetap melajang dipahami sebagai pilihan rasional yang mempertimbangkan keuntungan dan kerugian, serta berkontribusi pada pergeseran norma usia pernikahan dalam masyarakat Minangkabau.
Partisipasi Perempuan dalam Pendidikan Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Sekolah Perempuan di Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang Sonia Suhatman; Alfan Miko; Indraddin Indraddin
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (Januari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpkn.v4i1.3868

Abstract

Partisipasi perempuan merupakan unsur penting dalam menentukan keberhasilan berbagai program pemberdayaan masyarakat, meskipun pelaksanaannya masih dipengaruhi oleh kuatnya budaya patriarki yang membatasi ruang keterlibatan perempuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk partisipasi perempuan dalam Program Sekolah Perempuan di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, dengan menitikberatkan pada peran LSM Pembangkik Batang Tarandam (PBT), sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keterlibatan anggotanya. Penelitian menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif guna memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai dinamika partisipasi perempuan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Direktur LSM PBT, anggota Sekolah Perempuan, dan perwakilan Forum Nagari, serta dilengkapi melalui studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif menggunakan Teori Tangga Partisipasi yang dikembangkan oleh Sherry R. Arnstein dan Teori Pilihan Rasional dari James S. Coleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LSM PBT berperan sebagai penggagas program, fasilitator pembelajaran partisipatif, penguat kohesi sosial yang inklusif, pendamping yang menempatkan anggota sebagai mitra setara, advokator kebijakan, sekaligus penggerak kemandirian perempuan. Peran tersebut mampu mendorong partisipasi perempuan hingga mencapai tingkat Kendali Warga, yang ditandai dengan kemampuan kelompok menjalankan program secara mandiri. Motivasi anggota mencakup pengembangan kapasitas diri, perluasan jaringan sosial, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi. Sebaliknya, partisipasi masih dihadapkan pada hambatan internal berupa rasa kurang percaya diri, hambatan eksternal berupa beban ganda dan stigma sosial, serta hambatan struktural akibat terbatasnya dukungan pemerintah daerah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah lokal masih berada pada praktik Tokenisme dan Non-Partisipasi sehingga proses berbagi kendali belum sepenuhnya terwujud.
Dinamika Sosial Keluarga dalam Pola Long Distance Marriage: Studi pada Pegawai Mutasi Temporer Instansi Vertikal di Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang Fitri Yasmine; Maihasni Maihasni; Alfan Miko
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (Januari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpkn.v4i1.3870

Abstract

Long distance marriage merujuk pada kondisi perkawinan di mana suami dan istri menjalani kehidupan secara terpisah akibat tuntutan pekerjaan, khususnya karena mutasi sementara pada pegawai instansi pemerintah vertikal. Pemisahan fisik dalam jangka waktu tertentu ini dapat menyebabkan ketidakefektifan fungsi keluarga, terutama fungsi sosialisasi dan fungsi perlindungan yang membutuhkan kehadiran langsung orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan ketidakefektifan fungsi sosialisasi dan perlindungan serta mengkaji dampaknya dalam rumah tangga long distance marriage. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri atas 14 orang, yaitu 10 informan utama dan 4 informan pendukung. Informan utama adalah pasangan suami istri yang menjalani long distance marriage minimal satu tahun, bekerja pada instansi vertikal, dan berdomisili di provinsi yang berbeda. Informan pendukung meliputi anggota keluarga, tetangga, dan rekan kerja yang mengetahui kondisi rumah tangga informan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teori disfungsi Robert K. Merton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah tangga long distance marriage mengalami disfungsi pada fungsi sosialisasi dan perlindungan. Faktor penyebabnya meliputi keterbatasan kehadiran orang tua, ketidakseimbangan keterlibatan orang tua, ketergantungan pada keluarga besar, serta penggunaan teknologi. Kondisi tersebut mengakibatkan berkurangnya keterlibatan langsung orang tua, pergeseran peran pengasuhan, serta meningkatnya ketergantungan pada komunikasi tidak langsung dalam pelaksanaan fungsi keluarga.
Pengembangan Media Pembelajaran Digital CEO BIPA (Cakap, Efektif, dan Optimal) untuk Pembelajaran Tata Bahasa dalam Kelas BIPA Nurvita Anjarsari; Teguh Setiawan; Ari Kusmiatun
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (Juli - September 2026)
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpkn.v4i3.3875

Abstract

Tata bahasa merupakan salah satu titik tersulit bagi pemelajar BIPA tingkat dasar, terutama bagi mereka yang bahasa ibunya bekerja dengan cara yang berbeda dalam menyusun kalimat, membentuk kata, dan menandai waktu. Media pembelajaran digital yang beredar saat ini kebanyakan menyasar kosakata dan menggunakan aplikasi kuis siap pakai, sehingga latihan tata bahasa hanya berhenti pada pengenalan bentuk. Penelitian ini mengembangkan dan menguji media pembelajaran digital bernama CEO BIPA yang menyasar tiga keterampilan tata bahasa dasar, yaitu pola kalimat dasar, imbuhan, serta keterangan waktu dan aspek. Nama tersebut merujuk pada tiga tahap belajar yang dilalui pemelajar pada setiap topik, yaitu Cakap berupa pengenalan pola, Efektif berupa latihan terbimbing, dan Optimal berupa produksi mandiri. Penelitian memakai model ADDIE. Produk dinilai oleh dua ahli, yaitu ahli pembelajaran dan ahli BIPA, dengan analisis koefisien Aiken’s V. Uji coba dilakukan pada 16 pemelajar BIPA melalui rancangan satu kelompok dengan tes awal dan tes akhir. Rerata skor naik dari 67,75 menjadi 85,38, dengan selisih rerata 17,62 poin. Seluruh pemelajar mengalami kenaikan. Nilai N-gain sebesar 0,55 yang tergolong kategori sedang. Uji beda menghasilkan t sebesar 33,67 pada derajat kebebasan 15. Temuan ini menunjukkan kenaikan penguasaan tata bahasa setelah pemakaian media.
Pengaruh Kompensasi dan Pengembangan Karir Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Motivasi Kerja Adiyanto Pamungkas; Aldin Muhammad Qadrian; Joachim Nova Jusung; Sarinah Sihombing
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (Januari-Maret 2025)
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpkn.v3i1.1461

Abstract

Artikel ini membahas pengaruh kompensasi dan pengembangan karir terhadap kinerja karyawan, dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi. Kompensasi, baik finansial maupun non-finansial, penting untuk memenuhi kebutuhan dasar karyawan dan memberikan penghargaan atas kontribusi mereka. Pengembangan karir memberikan peluang bagi karyawan untuk meningkatkan kompetensi dan mencapai tujuan profesional, yang memengaruhi motivasi kerja mereka. Analisis menunjukkan bahwa kompensasi dan pengembangan karir yang baik dapat meningkatkan motivasi intrinsik dan ekstrinsik, mendorong karyawan untuk lebih giat dan berkomitmen. Motivasi kerja yang tinggi berdampak signifikan pada produktivitas dan pencapaian target organisasi. Sebaliknya, kurangnya perhatian terhadap kompensasi yang adil atau program pengembangan karir yang relevan dapat menurunkan motivasi dan memengaruhi kinerja secara negatif. Hasil penelitian menegaskan pentingnya strategi manajemen sumber daya manusia yang fokus pada kompensasi dan pengembangan karir untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pertumbuhan karyawan dan mencapai tujuan organisasi. Dengan pendekatan terintegrasi, perusahaan dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan jangka panjang.

Page 8 of 10 | Total Record : 97