cover
Contact Name
M. Rizky Mahaputra
Contact Email
dinasti.info@gmail.com
Phone
+628117404455
Journal Mail Official
dinasti.info@gmail.com
Editorial Address
Casa Amira Prive Jl. H. Risin No. 64D Pondok Jagung Timur, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Indonesia
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial
Published by Dinasti Research
ISSN : 29630525     EISSN : 29630517     DOI : https://doi.org/10.38035/jkis.v2i2
Core Subject : Social,
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (JKIS) adalah jurnal penelitian sosial dengan ruang lingkup kajian ilmu komunikasi yang memuat makalah, gagasan ilmiah, dan hasil penelitian sosial lingkup kajian ilmu komunikasi dan terapannya dalam bentuk artikel ilmiah dari para peneliti, akademisi, praktisi dan mahasiswa. JKIS menerbitkan hasil penelitian dengan berbagai metode, baik kualitatif maupun kuantitatif, dan berbagai pendekatan yang berkaitan dengan ilmu komunikasi.
Articles 70 Documents
Peran IMT-GT dalam Mempromosikan Keberlanjutan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Halal di Thailand Liranti Amanda; Muhammad Ikhsan; Naufal Ihsan
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (Oktober - Desember 2025)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v3i4.3312

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran kerjasama sub-regional IMT-GT dalam peningkatan jumlah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Halal di Thailand. Fokus utama penelitian adalah implementasi kebijakan pemerintah Thailand mengenai Ekonomi Halal, serta strategi dan tantangan yang dihadapi baik oleh pemerintah maupun pelaku Usaha Kecil dan Menengah di Thailand. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana inisiasi penguatan ekonomi halal pada kerja sama IMT-GT mempengaruhi kebijakan Usaha Kecil dan Menengah di Thailand dan strategi untuk penguatan ekonomi halal yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis yang mencakup studi literatur, laporan, dokumen resmi IMT-GT serta sumber relevan lainnya. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Usaha Kecil dan Menengah di Thailand selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berbagai bantuan yang diberikan oleh Thailand untuk UKM Thailand mencakup pembentukan Central Islamic Council of Thailand (CICOT) untuk mengatur sertifikasi halal, serta dibentuknya Thai Halal Industry Centre (THIC) untuk meningkatkan standar dan kemampuan pengusaha halal domestik serta memperluas ekspor ke pasar global.
Komunikasi Antarpribadi Antara Juru Sita Pajak Negara dan Wajib Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak Madya Medan Paruhum Tambunan; Sarmiati; Ernita Arif
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (April - Juni 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v4i2.3370

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika komunikasi antarpribadi antara Jurusita Pajak Negara (JSPN) dan Wajib Pajak (WP) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Medan. Proses penagihan pajak aktif merupakan situasi interaksional yang sarat kecemasan, ketidakpastian, dan potensi konflik karena melibatkan asimetri kewenangan yang inheren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap Jurusita Pajak Negara dan Wajib Pajak, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014). Teori utama yang digunakan adalah Anxiety/Uncertainty Management Theory (AUM) dari Gudykunst (1995) dan Social Exchange Theory (SET) dari Thibaut dan Kelley (1959). Hasil penelitian menunjukkan: (1) Baik Juru Sita Pajak Negara maupun Wajib Pajak mengalami kecemasan dan ketidakpastian simultan di awal interaksi; (2) Juru Sita Pajak Negara menerapkan strategi pembukaan informatif, empati fungsional, dan konfirmasi pemahaman untuk mereduksi kecemasan Wajib Pajak; (3) Dalam perspektif pertukaran sosial, kepatuhan Wajib Pajak meningkat ketika Juru Sita Pajak Negara mampu memaksimalkan reward relasional, kognitif, dan institusional sambil meminimalkan cost psikologis dan prosedural; (4) Ditemukan konsep captive exchange context yang khas dari interaksi perpajakan, di mana ketiadaan pilihan alternatif membuat kualitas komunikasi menjadi penentu utama mode respons Wajib Pajak. Temuan ini mempertegas bahwa komunikasi antarpribadi bukan sekadar sarana penyampaian informasi dalam penagihan pajak, melainkan mekanisme pembentukan kepatuhan yang berkelanjutan. Kata Kunci: komunikasi antarpribadi, jurusita pajak, wajib pajak, manajemen kecemasan dan ketidakpastian, pertukaran sosial
PERANCANGAN IDENTITAS VISUAL DAN DESAIN KEMASAN UMKM GAPIT JABOK UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS GENERASI MUDA Azhar Salsabila Cahyono; Taufik Murtono
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (April - Juni 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v4i2.3390

Abstract

The implementation of visual identity in the packaging design of Gapit Jabok MSME products in Plumpang District was carried out as an effort to increase young generation awareness of traditional food products. The main problem identified was the absence of a consistent visual identity and packaging design that could effectively attract young consumers. This study aimed to design a visual identity and packaging design that are more modern, communicative, and aligned with the characteristics of the target audience without eliminating the traditional values of the product. The method used in this research was Design Thinking, which consists of the empathize, define, ideate, prototype, and test stages, with data collection conducted through observation, interviews, literature studies, and questionnaires. The target interest review questionnaire involved 30 respondents, while the alternative logo review involved 31 respondents. The collected data were analyzed using the SWOT technique to identify the strengths, weaknesses, opportunities, and threats of Gapit Jabok MSME. The results showed that the implementation of visual elements such as logos, colors, typography, mascots, patterns, and a consistent packaging system was able to enhance the product’s visual appeal, strengthen the brand character, and build brand awareness among the younger generation toward traditional food products.
Model Emotional Brand Experience melalui Integrasi Touchpoint Fisik dan Digital pada Visual Branding Musisi Independen Rachel Cahya Gunita; Taufik Murtono
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (April - Juni 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v4i2.3406

Abstract

This study discusses the visual branding design for Gandhi Asta's solo album as an effort to build an independent musician's identity that can compete in the digital music industry while establishing an emotional connection with the audience. The research problem focuses on how an integrated model of physical and digital touchpoints in visual branding can create a brand experience that supports the formation of brand awareness for independent musicians. This study aims to produce a consistent visual identity system through the application of visual elements and interactive media. The method used refers to Alina Wheeler's design stages, which include research, strategy formulation, identity design, supporting media development, and visual asset management. The design results include a logo, illustrations, typography, a color palette, an interactive box set, merchandise, and digital media integrated with barcode-based postcards to connect the audience to exclusive content. Based on survey results, the majority of respondents rated the box set as the most appealing merchandise medium, while design creativity and emotional connection with the audience were identified as crucial factors in following musicians on social media. This design successfully delivers a visual identity capable of strengthening Gandhi Asta's character and increasing brand recognition among independent music audiences.
Pengaruh Selfie Culture, Penggunaan Filter Tiktok Dan Social Comparison Terhadap Krisis Identitas Remaja Dengan Body Image Sebagai Variabel Mediasi (Studi Eksplanatif Dengan Pendekatan Kuantitatif Melalui Survei Pada Siswa Sma Amore Prime School) Irene Silviani; Gilbert Leonardo Devincie
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (April - Juni 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v4i2.3494

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berjudul Pengaruh Selfie Culture, Penggunaan Filter TikTok, dan Social Comparison terhadap Krisis Identitas Remaja dengan Body Image sebagai Variabel Mediasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh budaya selfie, penggunaan filter TikTok, dan perbandingan sosial terhadap citra tubuh serta krisis identitas pada remaja. Objek penelitian adalah 129 siswa Sekolah Menengah Atas Amore Prime School. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan metode survei sensus dan teknik analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya selfie dan perbandingan sosial berpengaruh positif signifikan terhadap kerentanan citra tubuh. Perbandingan sosial dan penggunaan filter TikTok terbukti berpengaruh signifikan terhadap krisis identitas remaja, di mana perbandingan sosial menjadi prediktor paling dominan. Namun, penggunaan filter TikTok tidak berpengaruh terhadap citra tubuh, dan citra tubuh tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap krisis identitas remaja. Selain itu, citra tubuh tidak terbukti menjalankan peran sebagai variabel mediasi dalam model ini. Kesimpulannya, krisis identitas pada remaja lebih banyak dipicu oleh proses perbandingan sosial dan praktik representasi identitas digital secara langsung dibandingkan melalui ketidakpuasan terhadap tubuh.
Dampak Konten YouTube Livestream Marapthon Reza Arap terhadap Persepsi Penonton melalui Cultivation Theory Muhammad Reza Akbar; Azwar Sutan Malaka; Kusumajanti
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (April - Juni 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v4i2.3518

Abstract

YouTube livestreaming content such as MARAPTHON from Reza Arap's ybrap channel has become a streaming phenomenon in Indonesia, attracting millions of viewers with its long-form, donation-based livestream format. This study uses a literature review to analyze how such content potentially shapes audience perceptions through Cultivation Theory, which posits that repeated media exposure creates a mainstream view of reality. The results suggest that MARAPTHON content can reinforce perceptions of interactive entertainment, online communities, and donation norms, with implications for the mainstream across various audience groups. The conclusion recommends further empirical research to gauge its long-term effects.
Strategi Komunikasi Humas DPR RI dalam Membangun Pemahaman Publik Tentang Fungsi Parlemen Melalui Program Edukasi Parlemen Isanur Sita; Yudie Aprianto
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (Juli - September 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v4i3.3522

Abstract

Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai fungsi parlemen menjadi salah satu tantangan bagi DPR RI dalam membangun hubungan dengan publik. Sebagai upaya meningkatkan pemahaman tersebut, Humas DPR RI menyelenggarakan Program Edukasi Parlemen yang ditujukan kepada pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi Humas DPR RI dalam membangun pemahaman publik tentang fungsi parlemen melalui Program Edukasi Parlemen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan bantuan perangkat lunak NVivo 12 melalui proses coding, word frequency, dan pengelompokan data ke dalam node, kemudian diinterpretasikan bedasarkan model komunikasi Harold D. Lasswell. Hasil penelitian menunjukan bahwa Humas DPR RI membangun pemahaman publik melalui pengelolaan peran komunikator, penyusunan pesan yang bersifat edukatif, pemanfaatan berbagai media komunikasi, serta penyesuaian komunikasi dengan karakteristik khalayak sasaran. Strategi tersebut menghasilkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai fungsi parlemen, perubahan persepsi terhadap DPR RI, serta terbentuknya sudut pandang baru mengenai peran parlemen dalam sistem demokrasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Program Edukasi Parlemen tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga menjadi media edukasi politik yang memperkuat pemahaman masyarakat mengenai fungsi parlemen.
Peran Kecerdasan Buatan dalam Komunikasi Krisis di Destinasi Wisata di Bali Ni Nyoman Dewi Pascarani; I Dewa Ayu Sugiarica Joni; Briant Nor Pradhuka
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (April - Juni 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v4i2.3556

Abstract

Transformasi digital telah mendorong penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) generatif dalam mengelola komunikasi krisis pariwisata. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran AI sebagai sumber pesan, pengaruh transparansi dalam penggunaannya terhadap reputasi destinasi, dan memperluas Teori Komunikasi Krisis Situasional (SCCT) di era digital. Krisis pariwisata Bali berfungsi sebagai konteks penelitian untuk mengkaji dinamika interaksi dengan audiens global. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis konten dan wawancara mendalam, studi ini menguji efektivitas pesan krisis berbasis AI di berbagai klaster krisis. Hasil menunjukkan bahwa AI memberikan efisiensi absolut dalam hal kecepatan respons waktu nyata dan skalabilitas bahasa untuk audiens heterogen. Namun, efektivitas AI sangat bergantung pada karakteristik krisis dalam kerangka SCCT. AI bekerja optimal dalam krisis klaster korban, seperti bencana alam, yang membutuhkan ketelitian data, tetapi mengalami defisit empati dalam krisis klaster yang dapat dicegah, seperti pelanggaran norma budaya yang menuntut pertanggungjawaban moral manusia. Mengenai transparansi, pengungkapan penggunaan AI memperkuat persepsi organisasi tentang akuntabilitas digital dan mengurangi kemarahan netizen. Sebaliknya, menyembunyikan keterlibatan AI demi menciptakan kesan positif yang semu membawa risiko tinggi memicu krisis reputasi sekunder jika terjadi pelanggaran algoritma. Penelitian ini berhasil merumuskan konstruksi baru, Suara Korporasi Algoritma (Algorithmic Corporate Voice/ACV), untuk memperluas SCCT tradisional, yang selama ini hanya berfokus pada aktor manusia. ACV menjelaskan bahwa suara algoritma suatu organisasi dievaluasi oleh publik melalui tiga pilar keadilan algoritma: prosedural, interaksional, dan distributif. Penelitian ini merekomendasikan model hibrida adaptif yang menggabungkan kecepatan komputasi AI dengan kurasi empati manusia dan nilai-nilai keramahan lokal Bali untuk menjaga reputasi destinasi yang berkelanjutan di dunia maya. Digital transformation has driven the use of generative Artificial Intelligence (AI) in managing tourism crisis communications. This study aims to analyze the role of AI as a message source, the influence of transparency in its use on destination reputation, and extend Situational Crisis Communication Theory (SCCT) in the digital era. The Bali tourism crisis serves as a research context to examine the dynamics of interactions with global audiences. Using descriptive qualitative methods with a content analysis approach and in-depth interviews, this study tests the effectiveness of AI-based crisis messaging across various crisis clusters. The results indicate that AI provides absolute efficiency in terms of real-time response speed and language scalability for heterogeneous audiences. However, AI effectiveness is highly dependent on the characteristics of the crisis within the SCCT framework. AI works optimally in victim cluster crises, such as natural disasters, which require data precision, but suffers from empathy deficits in preventable cluster crises, such as violations of cultural norms that demand human moral accountability. Regarding transparency, disclosing the use of AI strengthens an organization's perception of digital accountability and reduces netizen outrage. Conversely, concealing AI involvement to create a falsely positive impression carries a high risk of triggering a secondary reputational crisis in the event of an algorithm breach. This research successfully formulated a new construct, Algorithmic Corporate Voice (ACV), to expand upon traditional SCCT, which has focused solely on human actors. ACV explains that an organization's algorithmic voice is evaluated by the public through three pillars of algorithmic fairness: procedural, interactional, and distributive. This research recommends an adaptive hybrid model that combines AI computational speed with human empathy curation and Bali's local hospitality values ​​to maintain a sustainable destination reputation online.
Persepsi Pengguna Instagram Mengenai Rebranding PT PELNI (Persero): Analisis Isi Kualitatif pada Akun Resmi Instagram @pelni162 Fahreza Khairul Yuda; Yanti Setianti Edu; Trie Damayanti Edu
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (Juli - September 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v4i3.3503

Abstract

This research aims to analyze social media users’ perceptions of PT PELNI’s Rebranding on social media, especially Instagram. By analyzing comments on eight posts representing changes within the company on PELNI’s official Instagram account @pelni162, this study focuses on Instagram users’ responses to PELNI’s Rebranding activities from 2023 to 2026. This research used Krippendorff’s content analysis method, with the sample units consisting of two categories of posts. The coding units are user comments that convey impressions, criticism, evaluations, support, and expectations regarding PELNI’s Rebranding activities. The contextual units refer to the time the content was posted, the context of PELNI’s Rebranding, and the position of the comment within the digital conversation in the post’s comment section. The research subject is the official Instagram account @pelni162, with the research object being comments on posts related to PELNI’s Rebranding. Data was collected through digital documentation on the official Instagram account @pelni162. The results indicate that Instagram users perceive PELNI’s Rebranding as a corporate transformation effort that demands both aesthetic visual changes and substantial changes within the company’s structure to proceed in harmony.
Komunikasi Operasional Pandu dan Petugas dalam Pelayanan Kapal Pasca Integrasi IPNC di Pelabuhan Tanjung Perak Mawar Audina Hardika Putri; Yenny; Nur’annafi Farni Syam Maella
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (Juli - September 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v4i3.3566

Abstract

Abstract: Tanjung Perak Port is one of Indonesia's principal seaports, characterized by a high volume of vessel service activities and a strategic role as the primary logistics gateway to Eastern Indonesia. The vessel service system at Tanjung Perak Port involves multiple pilotage stations, namely Karang Jamuang Pilot Station, Gresik Pilot Station, and Surabaya Pilot Station, making operational communication a critical factor in ensuring the efficiency and continuity of vessel traffic services. The integration of these pilotage stations into the Integrated Port and Control (IPNC) system was implemented to enhance coordination efficiency and facilitate the exchange of operational information among vessel service personnel. This study aims to examine the operational communication between marine pilots and operational officers in vessel services following the implementation of the IPNC integration at Tanjung Perak Port. A qualitative approach with a descriptive research design was employed. Data were collected through observations, semi-structured interviews, and documentation involving key stakeholders engaged in vessel service operations. The findings are expected to provide a comprehensive understanding of operational communication and inter-unit coordination in supporting effective and efficient vessel services at Tanjung Perak Port. Keywords: operational communication; vessel services; pilotage stations; Integrated Port and Control (IPNC); Tanjung Perak Port. Abstrak: Pelabuhan Tanjung Perak merupakan salah satu pelabuhan utama di Indonesia yang memiliki tingkat aktivitas pelayanan kapal yang tinggi serta berperan sebagai gerbang distribusi logistik menuju kawasan Indonesia Timur. Karakteristik pelayanan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak yang melibatkan beberapa stasiun kepanduan, yaitu Kepanduan Karang Jamuang, Kepanduan Gresik, dan Kepanduan Surabaya, menyebabkan komunikasi operasional menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pelayanan kapal. Integrasi beberapa unit pelayanan kapal ke dalam Integrated Port and Control (IPNC) dilakukan untuk meningkatkan efektivitas koordinasi dan penyampaian informasi antarpetugas pelayanan kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi operasional antara pandu dan petugas dalam pelayanan kapal pasca integrasi IPNC di Pelabuhan Tanjung Perak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pelayanan kapal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai komunikasi operasional dan koordinasi pelayanan kapal dalam mendukung kelancaran pelayanan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak. Kata Kunci: komunikasi operasional, pelayanan kapal, stasiun kepanduan, IPNC, Pelabuhan Tanjung Perak