cover
Contact Name
M. Rizky Mahaputra
Contact Email
dinasti.info@gmail.com
Phone
+628117404455
Journal Mail Official
dinasti.info@gmail.com
Editorial Address
Casa Amira Prive Jl. H. Risin No. 64D Pondok Jagung Timur, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Indonesia
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial
Published by Dinasti Research
ISSN : 29630525     EISSN : 29630517     DOI : https://doi.org/10.38035/jkis.v2i2
Core Subject : Social,
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (JKIS) adalah jurnal penelitian sosial dengan ruang lingkup kajian ilmu komunikasi yang memuat makalah, gagasan ilmiah, dan hasil penelitian sosial lingkup kajian ilmu komunikasi dan terapannya dalam bentuk artikel ilmiah dari para peneliti, akademisi, praktisi dan mahasiswa. JKIS menerbitkan hasil penelitian dengan berbagai metode, baik kualitatif maupun kuantitatif, dan berbagai pendekatan yang berkaitan dengan ilmu komunikasi.
Articles 89 Documents
Komentar Gulma Sebagai Gangguan Pada Informasi Resmi Pemerintah Di Instagram @Jokowi Husen Mony; Lely Arrianie; Andre Ikhsano
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (Juli - September 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v4i3.3673

Abstract

Pada akun Instagram @jokowi marak muncul praktik produksi komentar yang mengganggu. Padahal akun @jokowi merupakan media resmi pemerintah yang pemanfaatannya untuk informasi berkaitan dengan program atau aktivitas resmi kepala negara dan kepala pemerintahan Republik Indonesia, Joko Widodo. Banyak akun yang mengabaikan tujuan dari keberadaan akun @jokowi tersebut sehingga memproduksi komentar gangguan, yang disebut “Komentar Gulma”. Komentar Gulma adalah istilah terkait umpan balik pada unggahan sebuah akun media sosial, yang isinya tidak punya kaitan sama sekali, jauh dari konteks bahasan unggahan. Istilah gulma sendiri merujuk pada rumput liar yang kerap menjadi pengganggu tanaman budidaya petani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi kualitatif (qualitative content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk komentar gulma yang teridentifikasi berupa: komentar promosi, kritik pihak lain, seks-asmara, makian, dan permintaan personal. Komentar gulma muncul karena ruang komentar tidak diatur dengan baik. Tidak adanya interaksi antara pengelola dengan pengguna yang meninggalkan komentar pada unggahan akun @jokowi. Akun-akun yang teridentifikasi memproduksi komentar gulma beragam; ada yang akun promosi, pengikut, akun palsu, pendengung, dan lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa kehadiran teknologi pada dasarnya membawa perubahan pada perilaku komunikasi manusia. Temuan pentingnya adalah bahwa perubahan perilaku yang dimunculkan tidak seragam, meski terjadi dalam satu ekologi yang sama. Implikasinya, model komunikasi PR pemerintah perlu menyesuaikan diri dengan perbedaan yang ada.
Analisis Wacana "Hari Bebas Berbicara": Representasi Kebebasan dan Kebenaran dalam Novel Bungkam Suara Karya J.S Khairen Didik Wahyu Pratama; Achmad Herman; Fadhliah
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (Juli - September 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v4i3.3677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana novel Bungkam Suara merepresentasikan kebebasan berbicara melalui “Hari Bebas Berbicara” dan bagaimana kebenaran diproduksi dan diregulasi dalam wacana “Hari Bebas Berbicara” di dalam novel Bungkam Suara. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan tipe deskriptif, sementara teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah analisis wacana kritis model Michel Foucault yang fokus kepada 2 hal, yaitu representasi dan misrepresentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui “Hari Bebas Bicara” yang diperoleh hanya dalam satu hari setiap tahun, penulis memperlihatkan bahwa kebebasan bukanlah sesuatu yang sepenuhnya netral. Kebebasan dapat menjadi sarana untuk menyampaikan kebenaran, mengungkap ketidakadilan, dan melawan penindasan, tetapi pada saat yang sama juga dapat disalahgunakan untuk menyebarkan fitnah, kebencian, serta membangun opini yang menyesatkan. Hal ini menunjukkan bahwa kebebasan berbicara selalu berada dalam hubungan yang erat dengan kekuasaan dan kepentingan tertentu. Sementara kebenaran digambarkan sebagai hasil pertarungan berbagai wacana yang saling bersaing untuk memperoleh legitimasi di ruang publik. Tokoh di dalam novel memperlihatkan bahwa suara yang dianggap benar seringkali dipengaruhi oleh posisi sosial, kekuasaan, dan kemampuan dalam mengendalikan informasi.
Komunikasi Lingkungan Dalam Pengelolaan Hutan Adat Ngata Toro di Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah Edy Wicaksono; Sitti Murni Kaddi; Fadhliah
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (Juli - September 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v4i3.3678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model komunikasi lingkungan yang diterapkan oleh masyarakat adat Ngata Toro dalam pengelolaan hutan adat, mengetahui nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi dasar dalam praktik komunikasi lingkungan masyarakat adat dalam pengelolaan hutan adat, serta menganalisis tantangan yang dihadapi oleh masyarakat adat Ngata Toro dalam mempertahankan praktik komunikasi lingkungan di tengah arus modernisasi dan kebijakan pemerintah. Penelitian ini menggunakan perspektif penelitian kualitatif dengan tipe deskriptif. Metode yang digunakan adalah metode etnografi komunikasi dan dipadukan dengan teori komunikasi lingkungan milik Robert Cox yang terdiri atas dua hal, yaitu pragmatis dan konstitutif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif etnografi komunikasi masyarakat Ngata Toro memiliki pola komunikasi yang khas dan terstruktur dalam mengatur hubungan antara manusia, alam, dan lembaga adat. Berdasarkan teori komunikasi lingkungan Robert Cox, komunikasi lingkungan di Ngata Toro berfungsi sebagai sarana pragmatis dan konstitutif. Secara pragmatis, komunikasi digunakan untuk menyampaikan aturan, mengoordinasikan tindakan, serta menyelesaikan berbagai masalah yang berkaitan dengan pengelolaan hutan. Secara konstitutif, komunikasi membentuk cara pandang masyarakat terhadap lingkungan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial, budaya, dan spiritual mereka. Pada akhirnya, keberhasilan pengelolaan Hutan Adat Ngata Toro tidak hanya ditentukan oleh aspek kelembagaan dan regulasi adat serta kerja sama dengan berbagai pihak. Akan tetapi juga ditentukan oleh efektivitas komunikasi lingkungan yang mengintegrasikan nilai budaya, pengetahuan lokal, dan partisipasi masyarakat.
Transformasi Tari Melayu dalam Budaya Kontemporer: Komodifikasi, Digitalisasi, dan Preservasi Dinamis Gunawan Wiradharma; Mario Aditya Prasetyo; Pamela Mikaresti
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (Juli - September 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v4i3.3691

Abstract

Tradisi tari Melayu merupakan bagian dari sistem budaya yang mengintegrasikan nilai adat, agama, sejarah, estetika, dan identitas masyarakat. Dalam budaya kontemporer, tari Melayu tetap bertahan sekaligus mengalami perubahan bentuk, fungsi, dan makna akibat institusionalisasi, komodifikasi, digitalisasi, dan globalisasi budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksistensi dan transformasi tari Melayu di Indonesia serta merumuskan strategi pelestarian yang mampu menyeimbangkan autentisitas dan adaptasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dan wawancara dengan seniman, budayawan, serta akademisi tari Melayu. Data diolah melalui analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Melayu mengalami kondisi ambivalen. Institusionalisasi dan digitalisasi memperluas ruang pertunjukan, dokumentasi, regenerasi, dan pengenalan budaya. Akan tetapi, logika industri budaya mendorong pemadatan durasi, penyederhanaan koreografi, modifikasi musik, standardisasi kostum, serta pergeseran orientasi dari ritualistik-spiritual menuju representatif-visual. Transformasi tersebut menghasilkan kondisi survival without essence, yaitu keberlanjutan bentuk pertunjukan yang tidak selalu diikuti transmisi pengetahuan historis, filosofis, dan spiritual. Oleh karena itu, pelestarian tari Melayu perlu dilakukan melalui preservasi dinamis yang mengintegrasikan komunitas, pendidikan, teknologi digital, kebijakan negara, dan keberlanjutan ekonomi. Pelestarian tidak hanya diarahkan pada keberlangsungan bentuk, tetapi juga pada kesinambungan nilai, pengetahuan, dan konteks budaya yang melandasinya
Gerakan Sosial “Stop MBG” Sebagai Aksi Protes Ibu Rumah Tangga Terhadap Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) Alfi Dini Rahman; Erna Febriani
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (Juli - September 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v4i3.3696

Abstract

Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menuai kontroversi memunculkan fenomena unik ketika ibu rumah tangga, yang bukan merupakan sasaran kebijakan tersebut, tampil sebagai penggerak aksi “Stop MBG”. Kajian tentang gerakan sosial yang memposisikan ibu rumah tangga sebagai pelaku demonstrasi masih jarang ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motivasi yang mendorong tindakan ibu rumah tangga dalam mengikuti aksi “Stop MBG”, memahami gerakan tersebut sebagai gerakan protes ibu rumah tangga, serta memaknai secara kritis motif dan tujuan keterlibatan mereka dalam aksi tersebut menggunakan teori feminist standpoint dengan konsep ruling relations dari Dorothy Smith serta konsep because-of motive dan in-order-to motive yang digagas oleh Alfred Schutz. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi kritis melalui wawancara mendalam bersama lima ibu rumah tangga yang berpartisipasi dalam aksi “Stop MBG” pada Oktober 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran domestik, marjinalisasi struktural, dan tekanan ekonomi adalah motif yang menciptakan kesadaran kritis pada ibu rumah tangga, sehingga mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam aksi “Stop MBG”, sementara tujuan yang ingin dicapai adalah evaluasi kebijakan dan penanaman kesadaran kritis di kalangan ibu rumah tangga. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan perspektif feminist standpoint dan konsep motif fenomenologis untuk mengungkap bagaimana kelompok nonsasaran kebijakan dapat bertransformasi menjadi komunikator kritis di ruang publik.
Competitor Crisis: Determinants of Shell Customer Loyalty Through Satisfaction Stephanie Bella Saputri; Clarisse Callista Jacob; Agnes Madelin Sihotang
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (Juli - September 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v4i3.3745

Abstract

This study examines the effects of Perceived Quality, Perceived Value, Brand Image, Brand Identification, and Brand Trust on Customer Satisfaction and Brand Loyalty among Shell fuel consumers in the aftermath of the Pertamina fuel adulteration crisis. A quantitative approach was employed using data collected through an online survey of 400 respondents, which were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The measurement model demonstrated satisfactory reliability and validity, indicating that all constructs met the recommended criteria for indicator reliability, convergent validity, discriminant validity, and internal consistency. The structural model showed that Perceived Quality, Perceived Value, Brand Identification, Brand Trust, and Brand Image each had positive and significant effects on both Customer Satisfaction and Brand Loyalty. Furthermore, Customer Satisfaction was found to positively and significantly influence Brand Loyalty, confirming its mediating role in strengthening customer loyalty. The model exhibited moderate explanatory power, with R² values of 0.624 for Customer Satisfaction and 0.582 for Brand Loyalty. These findings highlight that both functional and psychological brand-related factors contribute to customer satisfaction and long-term loyalty, while extending the brand loyalty literature by demonstrating how a competitor crisis can create opportunities for strengthening customer relationships through enhanced perceptions of quality, value, trust, identification, and brand image
Adaptasi Komunikasi dan Pembentukan Konsep Diri Anak Pasca Perceraian: Analisis Teori Interaksionalisme Simbolik Bagasmulyadi; Eka Anisa Sari
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (Juli - September 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v4i3.3759

Abstract

Perceraian orang tua berdampak nyata pada kondisi psikologis dan pola interaksi sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penerimaan diri, pembentukan konsep diri, dan adaptasi komunikasi anak dari keluarga bercerai di lingkungan sekolah serta masyarakat. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan Teori Interaksionisme Simbolik, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima partisipan remaja, dewasa muda di Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan diri tercapai ketika anak mampu memisahkan konflik orang tua dari identitas pribadinya. Konsep diri positif terbentuk berkat adanya dukungan sosial dan empati lingkungan sebagai cermin sosial. Selain itu, adaptasi komunikasi dilakukan secara fleksibel dan selektif, di mana dukungan emosional terbukti lebih berpengaruh daripada dukungan materi dalam menciptakan keterbukaan interaksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep diri dan adaptasi komunikasi anak pasca perceraian sangat ditentukan oleh kualitas interaksi sosial sehari-hari.
Analysis of Principal Leadership, Work Environment Work Motivation and Work Discipline and Their Influence on Teacher Performance: English Suarni Norawati; M. Syarwoqi; Diva Nazla Zaira
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (Oktober - Desember 2025)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v3i4.3798

Abstract

This study aims to analyze the influence of principal leadership, work environment, work motivation, and work discipline on teacher performance, both partially and simultaneously on teachers of SMAN 1 Kubu, Rokan Hilir Regency. The background of the study is based on the phenomenon of declining teacher performance as reflected in the high number of teacher absences and tardiness, low administrative discipline, and declining National Examination scores in recent years. This study uses a quantitative approach with an associative causal design. The population and sample are all 45 teachers of SMAN 1 Kubu, with a total sampling technique. Data were collected through a Likert scale questionnaire and analyzed using descriptive statistics and multiple linear regression with the help of SPSS 25, preceded by validity tests, reliability tests, and classical assumption tests (normality, multicollinearity, and heteroscedasticity). The descriptive analysis results indicate that the principal's leadership is in the poor category, while the work environment, work motivation, work discipline, and teacher performance are in the fairly good category. The regression test results indicate that principal leadership, work environment, work motivation, and work discipline simultaneously have a significant influence on teacher performance. Partially, these four variables also have a positive and significant influence on teacher performance, with work motivation being the most dominant variable. These findings emphasize the importance of strengthening principal leadership, improving the work environment, enhancing the motivation system, and fostering work discipline to encourage sustainable teacher performance improvement.
Melampaui Erga Omnes: Memori Kolektif Anti-Apartheid dan Logic of Appropriateness dalam Kebijakan Luar Negeri Afrika Selatan terhadap Israel M. Rofid Nadhil Septino; Keefe Kautsar Giri; Muhammad Arif Pribadi; Echa Ananta Putra Zebua
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (Oktober - Desember 2025)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v3i4.3805

Abstract

Eskalasi krisis kemanusiaan dalam konflik Israel dan Palestina menuntut penegakan hukum humaniter internasional secara konsisten. Namun, efektivitas penegakan norma universal tersebut sering kali mengalami stagnasi akibat kalkulasi geopolitik global. Sebagian besar studi terdahulu meninjau tindakan negara sebatas kalkulasi rasionalitas material atau kepatuhan hukum abstrak, sehingga mengabaikan peran identitas internal dan trauma sejarah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendorong kebijakan luar negeri Afrika Selatan terhadap Israel serta langkah hukumnya di Mahkamah Internasional. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus berbasis kerangka konstruktivisme dan konsep logika kepatutan, penelitian ini membedah orientasi diplomasi Afrika Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan tegas Afrika Selatan tidak didorong oleh kepentingan geopolitik atau kepatuhan hukum pasif semata, melainkan oleh kewajiban moral atas identitas nasional yang dibentuk oleh memori kolektif perjuangan melawan sistem segregasi rasial. Afrika Selatan menilai bahwa memperjuangkan keadilan bagi warga sipil merupakan satu-satunya tindakan yang pantas dilakukan sesuai identitasnya. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan teoritis yang menjembatani kesenjangan antara keterbatasan norma hukum universal dan pengoperasian memori kolektif sebagai instrumen diplomasi hukum oleh negara berkembang.