cover
Contact Name
Rahma Oktavia
Contact Email
mscjournal35@gmail.com
Phone
+6287847363862
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, 3 Kota Bandar Lampung 5247
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Journal of Medical Surgical Concerns
ISSN : 27978400     EISSN : 27978419     DOI : https://doi.org/10.56922/msc.v3i1
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian dibidang keperawatan medikal bedah pada klien dewasa yang mengalami dan atau cenderung mengalami perubahan fisiologi dengan atau tanpa gangguan struktur tanpa trauma atau penyakit-penyakit yang sering/umum terjadi. Pembahasan berfokus pada konsep dan prinsip keperawatan dengan gangguan fungsi tubuh meliputi gangguan system pernapasan, hematologi, imunologi, muskuloskeletal, penglihatan, THT, kardiovaskular, endokrin, pencernaan, perkemihan dan klien dengan penyakit akut dan kronis. Desain penelitian kuantitatif quasi eksperimen dan sistematik review. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juni dan Desember
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2023): December Edition 2023" : 5 Documents clear
Analisis Survival Waktu Sembuh Pasien COVID-19 di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Multazamiyah, Siti Aminah; Sary, Lolita; Aryastuti, Nurul
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): December Edition 2023
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v3i2.126

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan jumlah kasus COVID-19 terjadi cukup cepat dan sudah mengalami penyebaran antar negara. Lama pasien dirawat ditemukan bervariasi berdasarkan periode waktu, wilayah, dan outcome penyakit (sembuh atau meninggal). COVID-19 menimpa masyarakat tanpa mengenal batasan gender ataupun umur. Tujuan: Mengetahui estimasi fungsi survival lama waktu sembuh pasien COVID-19 di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung.Metode: Merupakan jenis penelitian kuantitatif komparatif dengan rancangan survey cohort. Menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien COVID-19 di RSPBA dengan waktu penelitian dilakukan pada bulan AprilAgustus 2021. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Populasi penelitian ini seluruh pasien COVID-19 di RSPBA. Analisis data yang digunakan hingga multivariat. Didapatkan 124 sampel, 90 yang mengalami event dan 34 yang mengalami sensor.Hasil: Lama waktu yang dibutuhkan seseorang dengan COVID-19 untuk mencapai event atau sensor yaitu minmax 3-40 hari, mean 14,22 hari, median 15 hari, dengan probabilitas ketahanan hidup memiliki median survival timesebesar 17,30 hari. Hasil analisis bivariat terhadap semua variabel diperoleh P-Value >α (0,05) dan kurva KaplanMeier menunjukan tidak memenuhi asumsi proporsional hazard.Simpulan: Analisis multivariat menunjukan hasil bahwa tidak terdapat variabel yang berhubungan dengan kesembuhan pasien.
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi sikap penerimaan masyarakat terhadap program vaksinasi covid-19 Yunus, Muhamad; Alfarisi, Ringgo; Faric, Achmad; Kustiwa, Dea Rahma
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): December Edition 2023
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v3i2.130

Abstract

Pendahuluan: Pandemi Covid-19 merupakan wabah penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Vaksin Covid-19 merupakan salah satu upaya menangani Covid-19.Kabupaten Pandeglang menjadi salah satu kabupaten dengan capaian vaksinasi Covid-19 terendah di provinsi banten. Berdasarkan hasil wawancara presurvey di Kabupaten Pandeglang dengan 30 responden didapatkan hasil bahwa 8 orang diantaranya tidak mau menerima vaksinasi Covid- 19, kemudian hanya 6 dari 30 orang tersebut yang bersedia melanjutkan untuk menerima vaksinasi lengkap, sampai vaksinasi booster dosis ketiga. Berbagai alasan dari responden menyatakan bahwa tidak percaya akan manfaatnya, sebagian juga menyatakan enggan melanjutkan vaksinasi Covid-19 karena banyaknya pemberian dosis vaksin. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi sikap penerimaan masyarakat terhadap program vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Pandeglang tahun 2022. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, desain penelitian observasional, analitik cross-sectional. Populasi adalah seluruh masyarakat Kabupaten Pandeglang yang berusia ≥18 - ≤55 tahun.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 230 responden. Persentase jumlah masyarakat dengan sikap negatif sebanyak 52,2% dan responden dengan sikap positif sebanyak 47,8%. Hasil: Didapatkan faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap penerimaan masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19 adalah jenis kelamin (p value = 0,002), usia (p value = 0,000), pekerjaan (p value = 0,000), dan pengetahuan (p value = 0,007) sedangkan yang tidak ada hubungannya yaitu pendidikan (p value = 1,000). Simpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap penerimaan masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19 adalah jenis kelamin, usia, pekerjaan dan pengetahuan.
Karakteristik pasien covid-19 yang melakukan hemodialisasi di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Sandi, Prily Nadila; Purwaningrum, Ratna; Triwahyuni, Tusy; Kriswiastiny, Rina
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): December Edition 2023
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v3i2.132

Abstract

Pendahuluan: Coronavirus adalah virus yang menyebabkan suatu penyakit yang dapat menimbulkan gejala ringan bahkan sampai dengan berat. Gejala umum Covid-19 dapat berkembang menjadi gagal ginjal, maka diperlukan terapi pengganti fungsi ginjal yaitu dikenal dengan hemodialisis. Hemodialisis dilakukan 2-3 kali seminggu dengan rentang waktu tiap tindakan adalah 4-5 jam. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik pasien covid-19 yang melakukan hemodialisis di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Metode: Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan metode cross sectional dengan teknik total sampling. Hasil: Didapatkan jenis kelamin laki-laki berjumlah 24 (60%) pasien, usia 46-65 tahun berjumlah 21 (52,5%) pasien, pendidikan pada jenjang sarjana berjumlah 12 (30%), dan jenis pekerjaan pada wiraswasta berjumlah 14 (35%). Batuk berjumlah 29 (72,5%), demam berjumlah 26 (65%) sebagai gejala utama yang paling banyak ditemukan. Untuk hasil laboratorium diketahui bahwa hemoglobin normal pada perempuan dan laki-laki, untuk leukosit, basofil, eosinofil, batang, limfosit, monosit, dan trombosit dalam batas normal kecuali segmen mengalami peningkatan berjumlah 26 (65%). Pada D-dimer berjumlah 23 (57,5%), kadar ureum berjumlah 18 (45%), kreatinin serum berjumlah 19 (47,5%), dan CRP Kuantitatif berjumlah 28 (70%) yang mengalami peningkatan. Sedangkan untuk gambaran radiologi didapatkan bronkopneumonia berjumlah 40 (100%) pasien dan frekuensi hemodialisis terbanyak yaitu 2 kali seminggu berjumlah 29 (72,5%) pasien. Simpulan: Untuk pemeriksaan darah lengkap bahwa D- dimer dan segmen mengalami perubahan, kadar ureum dan kreatinin serum mengalami peningkatan, dan begitu pula dengan CRP Kuantitatif yang juga mengalami peningkatan.
Hubungan leukosituria dan volume prostat penderita benign prostate hyperplasia (BPH) pada pemeriksaan ultrasonografi YWahyudi, Alfi; Triwahyuni, Tusy; Kumala, Indra; Nasiroh, Nasiroh
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): December Edition 2023
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v3i2.224

Abstract

Pendahuluam: Peningkatan jumlah leukosit yang melebihi nilai normal dapat ditemukan di dalam urin dan disebut dengan leukosituria, hal ini terjadi pada penderita Benign Prostatic Hyperplasia (BPH). Data RSUD dr. Abdoel Moeloek Provinsi Lampung menunjukkan di Poli Urologi tahun 2019 jumlah pasien BPH yang berobat mencapai 937 kasus dan di RSUD dr A. Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung kasus BPH mencapai 387 kasus pada tahun 2019. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kejadian leukosituria dan volume prostat penderita Benign Prostate Hyperplasia (BPH) pada pemeriksaan ultrasonografi. Metode: Kuantitatif dengan observasional analitik cross sectional. Populasi adalah pasien BPH yang dilakukan pemeriksaan USG urologi di Instalasi Radiologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung dan pemeriksaan urine tahun 2020-2021 sebanyak 80 pasien dengan jumlah sampel diambil sebanyak 80 responden. Analisis yang digunakan adalah uji Spearman Rank (Rho). Hasil: Kejadian leukosituria pada penderita Benign Prostate Hyperplasia pada pemeriksaan ultrasonografi terbanyak adalah >20-50 leukosit per LPB sebanyak 38 orang (47,50%). Distribusi frekuensi volume prostat penderita Benign Prostate Hyperplasia pada pemeriksaan ultrasonografi terbanyak pada volume >20,00-40,00 mL yaitu sebanyak 44 orang (55,00%). Ada hubungan yang signifikan antara kejadian leukosituria dan volume prostat penderita Benign Prostate Hyperplasia pada pemeriksaan ultrasonografi dengan hasil (p-value = 0,000). Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara kejadian leukosituria dan volume prostat penderita Benign Prostate Hyperplasia pada pemeriksaan ultrasonografi.
Hubungan aktifitas fisik terhadap tekanan darah pada Penderita hipertensi Alfianur, Alfianur; Novikasari, Bebi Yanti
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): December Edition 2023
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v3i2.241

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah arteri sistemik dimana tekanan darah sistolik ≥ 140 Mmhg atau tekanan darah diastolik ≥ 90 Mmhg. Penyakit hipertensi dapat menjadi masalah serius apabila tidak ditangani sedini mungkin dan akan berkembang serta menimbulkan berbagai dampak. Dampak penyakit hipertensi yang dapat terjadi seperti penyakit gagal jantung kongestif, stroke, gangguan penglihatan dan penyakit ginjal. Salah satu metode yang efektif, murah, mudah dan dapat menurunkan tenakan darah adalah dengan melakukan aktifitas fisik. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian deskriftif kolerasi dan pendekatan yang digunakan adalah cross sectional. Jumlah responden dalam penelitian sebanyak 78 orang. Penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan teknik pengambil sampel yaitu purposive sampling. Tempat penelitian ini dilakukan di wilayah kerja puskesmas lima puluh. Alat ukur dalam penelitian ini yaitu kuesioner untuk mengetahui tingkat aktifitas fisik dan sphygmomanometer untuk mengetahui tekanan darah. Analisis yang digunakan yaitu univariat dan bivariat menggukan uji Chi-Square. Hasil: Didapatkan hasil bahwa dari 78 orang responden, 58 orang (74.3%) didapatkan tekanan darah menjadi turun dengan 53 orang (67.9%) diantaranya memiliki aktifitas fisik yang baik. Simpulan: Didapatkan bahwa p value 0.000 < 0.05 yang artinya terdapat Hubungan aktivitas fisik dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat dalam mengendalikan tekanan darah dengan melakukan aktivitas fisik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5